Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Puncak Kemenangan dan Kemeriahan Wall Climbing Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Rabu (2/4) Merupakan puncak kemenangan dan Kemeriahan acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Acara tersebut bertempat di “Wall Climbing” belakang gedung F Universitas Dian Nuswantoro.

Perlombaan Wall Climbing di menangkan oleh Felin Merolan Ali Putra dengan kategori Lead Umum Putra yang berasal dari “Target“ Purwokerto ia berhasil mencapai puncak dengan Speed dan Lead yang cukup baik. Ia sangat senang karena perjuangannya tidak sia-sia. Ia sudah berlatih giat selama 1 bulan untuk mengikuti lomba ACC IV, akan tetapi ia telah memiliki skill yang dilatihnya kurang lebih 10 tahun. “Saya sangat senang sekali. Banyak teman-teman yang support dan Saya banyak terima kasih terhadap pelatih. Soalnya sudah melatih saya. Harapan saya di lomba ini adalah lebih di tingkatkan lagi acara seperti ini” Ujar Felin selaku Peserta Lomba.

Sistem penilaian lomba pun memakai Rumus yang telah ditetapkan oleh pelatih yang sudah disiapkan sebelumnya. ”Kategori Yang dipertandingkan di acara ini adalah Speed dan Lead, jika nomor pertandingannya ada Lead Mapala Putra-Putri, Lead Pelajar Putra-Putri, Lead Umum-Putra Putri, Speed Umum Putra-Putri, Speed Pelajar Putra-Putri” kata salah satu dari 10 juri Federasi Panjat Tebing Indonesia. Pengumuman Acara lomba diumumkan pada pukul 19.00 WIB. ACC selalu diselenggarakan selama 2 tahun sekali.

Acara ditutup dengan pemberian piala kepada para pemenang lomba dan dimeriahkan oleh penampilan dari UKM E-gamelan, Musik, Theater Kaplink, Tari, dan masih banyak lagi. Penonton pun sangat antusias dalam memeriahkan closing ceremony Aldakawanaseta ACC IV pada tahun ini.

Penulis : Putri Riskyana Dewi

Editor : Haris Rizky A. dan Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza

Ajang Pengabdian demi Terwujudnya Desa 3B, BEM KM UDINUS Gelar KKN 2019

Ambarawa – BEM KM di bawah naungan Universitas Dian Nuswantoro kembali mengadakan kegiatan pengabdian, Kuliah Kerja Nyata sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.

            KKN tahun ini diselanggarakan 3 hari pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2019, bertempat di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Jawa Tengah. Diikuti oleh kurang lebih 150 perwakilan dari ORMAWA se- Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Dengan tema ‘Ajang Pembangunan demi Terwujudnya Desa 3B (Berteknologi, Berbudaya, Berbudi Luhur))’ para peserta KKN 2019 diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat Desa Gedong mengeksplorasi potensi desanya.

            Pada upacara pembukaan KKN 2019 di halaman Kantor Balai Desa Gedong, Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kusni Ingsih, M.M berharap dengan adanya KKN 2019 ini, segala bentuk kegiatan mulai dari kegiatan pelatihan, penyuluhan, penambahan plang petunjuk jalan, pelaunchingan website Desa Wisata Lemah Ijo, hingga kegiatan kerohanian yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro, dapat bermanfaat untuk keberlangsungan peningkatan potensi masyarakat Desa Gedong.

            Adapun bentuk kegiatan yang telah disusun oleh Universitas Dian Nuswantoro pada KKN 2019 ini, ialah Pengembangan Desa di hari pertama, Pengabdian Masyarakat di hari kedua, serta EXPO KKN di hari ketiga. Para peserta KKN dibagi pada 6 Dusun dan diberikan arahan pengabdian yang sesuai dengan potensi dusun yang mereka tempati.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Intan Widianti Kartika Putri

Editor : Haris Rizky Amanullah

LPM Wartadinus Hadirkan Dinus Moviescreen Untuk Pertama Kali

Lembaga pers Kampus (LPM) Wartadinus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) untuk pertama kalinya melakukan inovasi baru berupa Screening Film. Acara yang mengangkat tema “Capture Our Exspression With Movie” diadakan di Aula Gedung E lantai 3 UDINUS pada Kamis (28/03/2019).

Screening Film merupakan kegiatan pemutaran film yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan narasumber. Acara yang berjudul “Dinus Moviescreen” tersebut menampilkan tiga film yang sudah mendapat beberapa penghargaan di kancah nasional hingga internasional. Dua film pendek karya mahasiswa Film dan Televisi (FTV) yaitu “Meja Makan” dan “What Time Mosquitos Are Sleeping”. Kemudian film “Tengkorak” yang sebelumnya pernah diputar di Bioskop.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 15:00 WIB, bekerja sama dengan program studi Film dan Televisi (FTV) Udinus serta Sineroom. Film yang diputar yaitu karya mahasiswa FTV Udinus berjudul “Meja Makan” yang di sutradarai oleh Wisnu Candra dan “What Time Mosquitos Are Sleeping” yang di sutradarai oleh Petrus Kristanto. Selain kedua film tersebut LPM Wartadinus juga bekerja sama dengan Sineroom memutarkan film berjudul “Tengkorak” karya Dosen Sekolah Vokasi UGM Yusron Fuadi selaku sutradara, penulis serta pemain Film tersebut.

Meski baru pertama kali diadakan acara Screening oleh LPM Wartadinus namun acara tersebut disambut dengan antusiasme banyak orang. Terbukti dari 165 tiket yang disediakan dapat terjual habis bahkan sempat menolak peserta karena keterbatasan kuota. “Dinus Moviescreen ini baru diadakan pertama kali, ini berbeda dari tahun lalu karena ditahun lalu kami mengadakan acara pameran karya seni, dan ternyata acara yang kami cukup di minati oleh beberapa orang, terbukti dari jumlah peserta yang hadir itu ada 165 orang” ujar Shabrina Edelweiss selaku ketua pelaksana.

Yusron Fuadi, Wisnu Candra, dan Petrus Kristanto yang merupakan sutradara ketiga film yang diputar, juga ikut hadir ditengah-tengah kegiatan tersebut. Mereka diundang untuk sharing pengalaman dan memberikan wawasan kepada peserta tentang film yang mereka buat.

Salah satu peserta bernama M Taufiq Hidayat mengatakan bahwa acara Dinus Moviescreen ini sangat menarik dan menghibur, selain itu juga menambah wawasan mengenai film dari narasumber yang didatangkan langsung.

Yusron Fuadi selaku sutradara film Tengkorak menambahkan “Harapannya ke depan, mahasiswa Udinus khususnya program studi FTV lebih berani berkarya menurut keinginan dan dalam memajukan dan mewarnai perfilman Indonesia atau bahkan di dunia”

Acara yang berlangsung selama 6 jam tersebut juga memamerkan beberapa karya berupa puisi, cerpen,  poster dan foto yang merupakan karya dari mahasiswa LPM Wartadinus UDINUS.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Editor : Haris Rizky Amanullah

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha

Kemeriahan Malam Puncak Acara Pasporia Jalimbing 2019

Sabtu (16/3) Pasporia Jalimbing 2019 merupakan malam puncak acara Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang mengusung tema “Sinergitas Pelestarian Seni dan Budaya Jurang Belimbing” diadakan di panggung terbuka balai RW Desa Jurang Belimbing Tembalang.

Acara dimulai pukul 14.00 hingga tengah malam, acara tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pelaksana harian (Plh) Kelurahan Tembalang Agustinus Kristiyono,S.Pd dan jajaran dari Universitas Diponegoro ikut menghadiri dalam serangkaian acara tersebut.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memperkenalkan Desa Seni Jurang Belimbing kepada masyarakat umum, khususnya warga Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

“Sungguh membanggakan, karena di era millennial masih ada sekelompok masyarakat terutama generasi muda yang peduli dengan kesenian tradisional.” ujar Triyono, SH. M.Kn. selaku salah satu jajaran Universitas Diponegoro.

Acara dibuka dengan penampilan Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi dan dilanjutkan pada sore hari dengan penampilan anak-anak PAUD Mekar Jaya Desa Jurang Belimbing, yakni Tarian Kuda Lumping, Tarian Mbok Jamu dan Tarian Kelinci.

Pasporia Jalimbing tidak hanya menyuguhkan kesenian tradisional saja, tetapi juga menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Grada yang dibuat oleh tim KKN UNDIP 2019 berhasil mengembangkan produk bernilai jual tinggi, walau hanya dengan bahan yang sederhana. Gantungan kunci, kaligrafi, lampion dan mahar pengantin merupakan produk yang mereka ciptakan.

Cahaya (17) salah satu penonton acara tersebut mengungkapkan bahwa acara yang diselenggarakan sangat bagus dan kreatif selain itu, dia juga menyukai pertunjukan seni karena baginya budaya inilah yang seharusnya dilestarikan oleh anak-anak muda saat ini.

Acara ditutup dengan penampilan Ketoprak Sri Mulyo Budoyo yang mengambil lakon Ki Ageng Mangir Wonoboyo yang merepresentasikan seseorang yang memiliki tahta dan tanggungjawab namun mudah terlena dengan kenikmatan duniawi.

Penulis: Safira Nur Ujiningtyas

Reporter: Lily Tania Innezaputri

Fotografer: Irfandi Nur Fadhilah

PAMERAN DKV “MANUNGGALING” CURI PERHATIAN WARGA UDINUS

Pameran ilustrasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang digelar di Gallery gedung H UDINUS di hari ketiga (Rabu/13/3/2019) ramai dikunjungi mahasiswa.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 11-13 Maret 2019 tersebut menampilkan seluruh karya terbaik dari mahasiswa DKV UDINUS. Karya tersebut tertuang dalam berbagai ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan semangat persatuan dan gotong royong. Sesuai dengan tema yang mereka angkat yaitu  “Manunggaling” yang dalam bahasa Indonesia berarti semangat persatuan dan gotong royong.

“Kami ingin mengingatkan kembali dan mengangkat kembali etika-etika leluhur kita yang sudah dilupakan oleh kaum millennial seperti saat ini, khususnya dalam hal semangat gotong royong dan persatuan” kata Azriel Falah Ananta selaku ketua pelaksana pameran DKV.

Berbeda dari dua hari sebelumnya yang menampilkan rangkaian acara artis talk, dan live painting di jaket, di hari ketiga panitia menyediakan papan tulis dan kapur warna-warni untuk gambreng alias gambar bareng. Sehingga para pengunjung dapat mengekspresikan apa pun lewat gambar ataupun menulis melalui media yang telah disiapkan oleh panitia.

“Karya dari teman-teman DKV bagus, selain itu dibalik karya mereka juga ada makna yang terselubung” ujar Retno Diah Islamiati salah satu pengunjung pameran.

Pameran yang digelar selama tiga hari tersebut mampu menarik perhatian mahasiswa UDINUS dan beberapa dosen yang melewati gallery gedung H. Bukan hanya gambar ilustrasi saja yang dipamerkan, ada beberapa karya menarik lainnya seperti lukisan, hand lettering, dan fotografi yang ikut dipamerkan dalam acara tersebut.  

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Foto : Lily Tania Innezaputri

DKV Udinus Gelar Pameran Manunggaling, Ingatkan Guyub Bersama

SEMARANG (11/03) – Jurusan Desain Komunikasi Visual adakan pameran perdananya di galeri gedung H Universitas Dian Nuswantoro. Pameran ini ditujukan untuk mengenalkan karya-karya mahasiswa angkatan 2018 yang notabene masih tergolong mahasiswa baru.

Ada 35 karya dari 85 karya. Karya yang lolos langsung di seleksi oleh Dosen DKV Udinus. Karya yang dipamerkan diantaranya poster, fotografi, kolase, ilustrasi, typography, dan kolase.

Mengusung konsep guyub bersama, pameran dengan tema Manunggaling “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” ini menampilkan karya yang kental akan gotong royongnya. Karya yang ditampilkan sengaja dibuat agar sesuai dengan tema mereka.

“Kita mengangkat isu dari anak muda zaman sekarang, banyak yang sudah tidak peka dengan lingkungan masing-masing. Kita ingin menghilangkan krisis etika tersebut, kita ingin mengingatkan kembali indahnya guyub bersama, bekerja sama. Setiap tugas berat jika di lakukan bersama akan sangat mudah” Ujar Azriel Fala Ananta selaku ketua pelaksana pameran angkatan DKV 2018.

Pameran yang akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, telah menyedot banyak pengunjung di awal pembukaanya. Salah satunya adalah Prasetyawan Mahasiswa D3 Teknik Informasi, ia mengatakan bahwa karya yang ditampilkan sudah menarik mata pengunjung, terutama kolase yang dinilainya sangat lah unik.

“Semakin semangat untuk mengembangkan karya-karya yang ditampilkan, dan dekorasi dapat ditambahkan agar semakin menarik minat pengunjung” Tutupnya.

Reporter : Shabrina Edelweiss

Fotografer : Imam Shodiqin