Dinus Creative Forum (DCF) merupakan interactive show yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro pertama kalinya. acara yang digelar di Auditorium Gedung H tersebut mengusung tema “yang muda, yang berkarya”. Sedikitnya 136 orang dari berbagai kampus mengikuti acara yang bertemakan teknologi tersebut.

Aditya Bayu Aji, Ketua Pelaksana memaparkan bahwa acara tersebut digelar sebab membentuk pola pikir keeatif bagi anak muda dinilai sangat penting. “kalau bukan anak muda kreatif, siapa lagi yang akan memajukan bangsa ini,” tambahnya.

Vitalnya peranan pemuda dalam membangun bangsa harus dipikirkan dari sekarang. “Sangat penting kiranya untuk mempersiapkan pemuda yang kreatif, mengingat ada sekitar 60% populasi pemuda di Indonesia,” ujar Muhammad Arji, Pembicara IT dalam acara perdana tersebut. Sabtu (15/12/2019).

Selain itu, Dicky Arga juga membagikan tips serta trik yang dilakukannya sehingga ia pernah menjadi Mozila Tech Speaker di London. Ia juga membagikan cerita lika-liku semasa kuliah dan berorganisasi sehingga ia diterima oleh satu dari banyaknya Perusahaan Marketplace sebelum lulus. 

Para pembicara merupakan lulusan Universitas Dian Nuswantoro yang ahli dalam bidang IT. Dibuktikan dengan berbagai prestasi dan pengalaman mereka yang tidak bisa disebut satu per satu. “Hal tersebut membuktikan bahwasannya lulusan Udinus bukanlah lulusan yang main-main,” ujar Putri, peserta DCF.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan ( BEM Fkes ) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan Seminar Nasional 2018 pada Sabtu (15/12). Seminar tersebut diadakan di Gedung E lantai 3 Udinus. Dengan mengangkat tema “Potret Media Informasi Kesehatan Digital bagi Generasi Milenial”

Seminar tersebut bertujuan supaya mahasiswa tidak hanya mengetahui tentang ilmu kesehatan tetapi mengetahui perkembangan teknologinya terutama melalui media online yang mencangkup tentang dunia kesehatan. Pembicara pada seminar nasional tersebut adalah Dr. Mohammad Fadjar Wibowo. MD. M. Sc yang merupakan Medical Director di Smart Health dan Dr. Fadli Wilihandarwo sebagai CEO Pasineia.

Pembicara Pertama Dr. Fadjar yang menjelaskan tentang Smart Health, berita kesehatan berisi tentang artikel-artikel kesehatan. Beliau juga menjelaskan tentang mHealth (mobile health). mHealth merupakan gadget yang memiliki fungsi untuk informasi dan konsultasi penyakit. Menurut penelitian melalui gadget tersebut, di Indonesia sekitar 51,06% masyarakat mencari informasi kesehatan sendiri dari media online dan 14,05% lainya konsultasi dengan dokter melalui situs atau media online. mHealth telah berkembang di berbagai Negara maju, 3 di antaranya Jerman, Inggris (UK), dan Swedia yang memiliki health care yang terbaik. Jadi diharapkan untuk Indonesia bisa terus mengembangkan JKN mobile, Keluarga sehat, dan primaku sebagai mHealth di Indonesia agar sistem health care nya dapat berkembang.

Pembicara kedua Dr. Fadli, beliau menjelaskan tentang Pasienia. Pasienia adalah aplikasi dengan fungsi untuk menghubungkan pasien dengan keluarga berbagai pengetahuan dan informasi terkait penyakit yang dideritanya. Aplikasi tersebut layaknya media sosial untuk saling curhat satu sama lainnya antara pasien. “aplikasi ini dibuat khusus untuk pasien yang menderita penyakit seperti kanker, mereka bisa sharing, mengobrol, maupun curhat. Karena biasanya orang yang memiliki penyakit susah untuk terbuka. Akan tetapi dengan aplikasi ini diharapkan mereka bisa terbuka dan tidak merasa sendirian. Karna di sini mereka saling menukar informasi dan dukungan”, ujarnya

Seminar tersebut dihadiri 337 peserta dari Fakultas Kesehatan dan Fakultas Ilmu Komputer. Acara yang berlangsung selama 3 jam juga dimeriahkan oleh Tari Geong Denok dan lagu dari Paduan Suara (Padus) Gita Dian Nuswantoro. Peserta juga terlihat antusias dalam mempelajari teknologi baru yang dibawakan oleh para Narasumber. “udah bagus sih di Indonesia kan perkembangan IT masih agak kurang masih belum maju. Nah ini semoga saja perkembangan media digital terutama di bagian kesehatan semoga ke depan makin bagus seperti Negara maju di depan sana”, kata Amel dari D3 rekam medis Udinus selaku peserta seminar.

Nandira Putri Azalia selaku ketua pelaksana seminar berharap mahasiswa Kesehatan bisa mengembangkan IT mereka. “harapannya anak-anak Fkes lebih bisa menggunakan IT, kalau bisa dimanfaatkan seperti yang sudah disampaikan pembicara. Jangan Cuma kalau lulus langsung kerja gitu-gitu aja, tetapi tuh wawasannya luas. Maksudnya kita tuh bisa masuk ke peluang start-up dunia digital”, ujarnya.

Penulis & Fotografer : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu(15/12/18),Tasya Kamila hadir sebagai salah satu pembicara dalam Seminar kebangsaan pada rangkaian acara Jateng Leadership Project 2018. Mantan artis cilik ini dipilih sebagai figur yang tepat untuk memberikan motivasi kepada siswa SMA se- Jawa Tengah karena sosoknya mampu mengimbangi antara kariernya di dunia Entertainment dan pendidikan. Tasya Kamila baru saja menyelesaikan study magisternya di Columbia University dengan gelar master of public speaking pada Mei lalu.

“ Menurutku cara untuk menemukan pashion kita adalah dengan memperbanyak inspirasi, banyak cara untuk menemukan inspirasi dengan mengikuti banyak kegiatan sehingga kita mengetahui kegiatan apa yang sesuai sama kita, kegiatan apa yang kita sukai, yang bisa menambah bakat dan minat kita” ujar Tasya.  Ia juga memberi tahu beberapa tips mengatur waktu untuk kegiatan atau berorganisasi dan bersekolah agar bisa seimbang. Tasya memberikan contoh untuk membuat 4 kuadran dalam memprioritaskan jadwal yang kita miliki.

Seratus lima puluh tiga peserta Jateng Leadership Project sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang bertempat di Wisma Perdamaian Semarang. Salah satu peserta melontarkan pertanyaan kepada Tasya, ”Bagaimana cara kita sebagai pelajar Indonesia ingin berperan aktif dan berkontribusi untuk memberantas permasalahan-permasalahan di Indonesia seperti narkoba, dan kenakalan remaja untuk membantu membangun  generasi kita?” . Tasya menanggapi “Jadi itu harus dari diri kita sendiri seperti tidak menyontek, jangan dekati narkoba, dan kalau ada acara kepanitiaan pertanggung jawabkan semuanya misal dari sponsor, keuangannya juga harus jelas, ikuti peraturan yang ada, kita berperan aktif dalam suatu budaya anti korupsi, budaya anti pungli, dan bentuklah pertemanan  dan kegiatan yang positif“ ujar Tasya.  Selain itu Tasya juga menekankan untuk harus mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia dan mencari solusi untuk setiap permasalahan itu sendiri. Karena setiap permasalahan di Indonesia pasti ada berbeda-beda solusi dan level yang dibutuhkan untuk menganalisis permasalahan tersebut. “Janganlah jadi generasi yang mengeluh, janganlah jadi generasi yang wacana, tetapi  jadilah generasi yang solusi”, pesan Tasya pada peserta.

Selain di hadiri Tasya Kamila, seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh 3 CEO muda yang menginspirasi. Ketiganya adalah Maxim Mulyadi (CEO CV Tirta Makmur Ungaran dengan produknya air mineral pelangi), Christian Sabilal Pussung (CEO Brilliant), serta Wahyu Aji (CEO Good News From Indonesia). Ketiga CEO ini memberikan materi yang sangat menarik dan menginspirasi untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam menyongsong Indonesia tahun 2045.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Mila Elmeida

Editor : Mila Elmeida

Setelah kencan pertama kita berhasil, kupikir kita akan baik-baik saja bersikap. Namun yang terjadi pada akhirnya tiba-tiba muncullah perasaan canggung yang seketika menghentikan tatapanku yang sengaja kuperlihatkan seperti tidak sengaja, aku pura-pura.
Siang itu kita duduk dibangku kelas secara berjauhan. Dia lebih memilih duduk didepan, tidak sepertiku, memilih kursi belakang supaya tidak terlihat dosen jika aku sedang mengantuk. Ketika dosen meminta kami berubah posisi duduk bersama dengan teman tugas kelompok. Maka posisiku beralih kedepan.
Secara refleks temanku dibelakang sedang bertanya pada dosen, kemudian aku menoleh kearahnya. Sengaja ku meliriknya. Namun yang terjadi adalah ketika dua orang saling bertatap mata dengan tak sengaja disitulah rasa canggung semakin memberontak.
Tak ada percakapan setelahnya. Hanya tepisan muka kita bersama yang kita tunjukkan bersama. Untuk berusaha mengatakan lewat batin “aku tidak melihatmu, mungkin kau saja yang GR”.

 

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Gedung Gradhika Bhakti praja Semarang, menjadi tempat pagelaran Jateng Leadership  Project 2018. BEM Universitas Diponegoro Semarang selaku panitia penyelenggara menyajikan kegiatan begitu apik. Kegiatan Jateng Leadership  tahun ini diselenggarakan pada tanggal 12-16 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 154 siswa-siswi Forum OSIS se-Jawa Tengah, antusias peserta sangat besar dilihat dari Jumlah peserta yang mengalami peningkatan dibanding Tahun sebelumnya, konsep yang diambil dalam tahun ini pun sangat kekinian dengan mengusung tema “menciptakan kepemimpinan emas kaum pelajar”, sehingga menarik banyak peserta. Sederet tokoh-tokoh penting Jawa Tengah juga ikut meramaikan acara ini sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP dalam pidato sambutannya menyatakan pentingnya Demokrasi kehidupan bagi kaum muda, khususnya kaum siswa-siswi yang menjadi contoh pelopor masyarakat sekitar. “Forum osis harus menjadi agen perubahan, memiliki pemikiran, komunikasi, sikap dan jiwa sosial yang benar”, ujarnya. Selain dibekali dengan ilmu, para peserta juga diajak mengikuti permainan yang dapat melatih mental demokrasi bersama, 4 peserta pun mendapatkan kesempatan guna mengikuti diskusi agenda forum bisnis Pak Ganjar di Solo. Dari hasil voting  bersama atas nama Farah, Audri, hafiz, Danti. Dalam Pemilihan Voting pun berlangsung sesuai harapan Bapak Gubernur, yaitu dengan mendahulukan kepentingan bersama, mengalahkan seribu keegoisan, dan mengedepankan musyawarah dan mufakat demi keputusan bersama.

Acara tersebut berlangsung selama 3 jam, pada akhir kegiatan diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber ataupun voluntir.  Peserta pun diberikan kebebasan dan kebijakan guna mengemukakan pendapat, Voluntir pun mendapatkan kesempatan guna berbagi seputar pengalaman yang telah didapatkan. Adapun harapan ke depan dari para voluntir dari kegiatan ini ialah  “Bahwa kolaborasi pemerintah dan pelajar itu penting, pelajar sebagai wadah apresiasi dan pemerintah sebagai  pencipta perubahan itu sendiri”, Ujar salah seorang voluntir. Demokrasi persatuan  ada karna sebuah perjuangan leluhur bangsa, sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban guna mempertahankan apa yang telah diwariskan , dan pemimpin yang berdemokrasi adalah pemimpin yang bijaksana untuk rakyat.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Rendi Andrea Pramana

Editor : Fahmi Fabian

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terpilih sebagai tuan rumah dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia (1/12). Acara tersebut didatangi oleh jajaran pemerintahan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Semarang dan masyarakat Kota Semarang.

Bertempat di Aula lantai 3 gedung E kampus Udinus, acara dimulai pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Acara tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta sosialisasi bagaimana mendeteksi secara dini penyakit HIV/AIDS.

Acara tersebut diawali dengan penyerahan tali asih oleh Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko M.Kom dan dr. Sarwoko Oetomo MMR. kepada ODHA yang penderitanya masih anak-anak sebagai bentuk dukungan moral terhadap mereka. Dalam sambutan Rektor Udinus, Prof. Edi Noersasongko beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama hidup sehat. “Dalam daftar penderita HIV/AIDS, Jawa Tengah menjadi urutan ke-4 sebagai pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan terbanyak berada di kota Semarang. Tentunya dengan data tersebut kita perlu peduli tentang penanggulangan masalah penyakit HIV/AIDS. Maka dari itu Udinus siap membantu KPA dengan segenap kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Warga Peduli AIDS (WPA) Kridho Budhoyo Kelurahan Manyaran, Semarang yang menampilkan pagelaran “Kethoprak Milenial” mengangkat tema tentang kepedulian. Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga terdapat sesi tanya jawab mengenai HIV/AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. Sarwoko Oetomo MMR. Mengucapkan statement “Saya berani, Saya sehat” saat diwawancara pertama kali. Beliau mengatakan, “ARV adalah satu-satunya obat HIV untuk saat ini, obat itu bekerja untuk menekan perkembangbiakan virus HIV itu sendiri.” “Mengenai edukasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa menanyakan pada KPA yang mengakomodasi penyuluhan dan penanganan mengenai penyakit ini. Dan  stigma yang selama ini menyudutkan para penderita HIV itu kita enyahkan saja, karena sebetulnya mereka juga bisa hidup berdampingan dan berkomunikasi dengan baik bersama kita,” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Devara Berlianti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Maksudku kencan pertama dengan laki-laki saat kuliah. Boleh kusebut itu kamu? Laki-laki yang pertama kali mengajakku kencan.
Pagi itu aku bangun kesiangan, kemudian dipenuhi drama mencari baju yang lucu untuk kencan pertama kita. Aku menaruh harapan besar supaya tidak ada yang menggagalkan kencan kita, bukan karena aku berharap lebih untuk denganmu.
“Aku dah selesai”, pesanku setelah keluar kelas yang hanya terhalang beberapa dinding-dinding kelas saja denganmu. Untuk selanjutnya aku menunggu lebih dari setengah jam pada akhirnya. Satu persatu temanmu mulai berlarian meninggalkan kelasmu, tapi aku belum melihatmu. Setelahnya, kamu muncul dan berdiri didepanku. Jantungku berdebar lebih dari saat aku berlari. Aku takut kamu dengar detak jantungku.
“Lama nunggu? Ayo turun dulu”, ucapnya saat kami masih di lantai 4. Lalu turun bersama pula. Menuruni escalator berdecit, mungkin ia lelah, tapi tak ada yang memperdulikan.
Aku meninggalkannya menuju food court, tak lama, ia menyusul, kemudian menaruh buku dan jaketnya sembari berlalu ke dapur food court. Selanjutnya kami duduk satu meja bersama teman-teman lainnya. Aku masih sibuk dengan proposalku. Ia sibuk makan.
Hingga bulan menyinari bumi seutuhnya, kami masih duduk dibangku food court yang sama. Ada banyak obrolan hingga akhirnya ia menyuruhku untuk pulang. “Sudah malam, pulang”, katanya. “Tapi proposalku belum selesai” sanggahku. “Lanjutkan di rumah atau besok lagi”, nadanya sedikit memaksa. Ada banyak pula cerita yang tak mungkin kubagikan semua. Akan kusimpan sendiri. Aku takut nanti ia membaca, kemudian ia akan tau ketika jantungku berdebar saat ia berdiri didepanku, kemudian cerita ini akan tamat. Jangan, jangan sekarang. Aku masih ingin merasakan jantungku berdebar kencang lagi saat bertemu dengannya. Mungkin kau pikir ini cukup untukku saja, kalian yang membaca ini pasti menganggap ini sampah. Tapi aku menganggapnya ini mewah. Kencan pertamaku bersamanya berhasil.

 

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

         

            Crop Circle FIB UNDIP Tembalang – AEROTION (American English Royal Exhibition) kembali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (24/11/18). Acara tahunan yang sudah digelar sejak tahun 2016 tersebut, mengusung tema ‘Frankness Glory’. Project Leader AEROTION 2018, Ardia Garini mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris kepada masyarakat luas. “Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui apa saja bentuk kebudayaan di negara Amerika dan Inggris. Padahal lifestyle masyarakat Amerika dan Inggris sendiri sudah menjamur di sini (red. Indonesia)”. Ardia Garini juga menambahkan, selain sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris, acara ini digelar dengan tujuan memfasilitasi mahasiswa Sastra Inggris UNDIP untuk sharing dan bersilaturahmi, serta reward untuk anggota Himpunan Mahasiswa yang telah bekerja selama periode kepengurusan.

Live Drawing dari komunitas Semarang Coret

AEROTION 2018 dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Kepala Prodi Sastra Inggris UNDIP, dilanjutkan dengan penampilan antar angkatan Sastra Inggris UNDIP dan puncak acara pada pukul 21.00 WIB diisi oleh Econo Music serta TiedHllm. Selain performer yang berpartisipasi, AEROTION 2018 juga diramaikan oleh beberapa stand komunitas seperti, Semarang Coret, Flag Football, MACI Semarang dan Polyglot.

Yang menarik dari acara ini, jika pengunjung membeli tiket dengan membawa buku tulis atau pakaian bekas layak pakai, maka pengunjung akan mendapat diskon tiket AEROTION 2018. Sesuai dengan penjelasan dari Pujarisma sebagai Staf Media dan Publikasi, tujuan dikumpulkannya buku tulis dan pakaian bekas layak pakai tersebut adalah bentuk donasi yang akan disalurkan pada Program Kerja (Proker) HM Sastra Inggris selanjutnya. “Bulan Desember, dari HM Sasta Inggris sendiri akan mengadakan acara yang bernama EDSOTeach, ini nanti bentuk pengabdian EDSA untuk mengajar adik-adik Sekolah Dasar di Semarang. Buku tulis yang sudah terkumpul nantinya akan dibagikan untuk adik-adik Sekolah Dasar yang dituju. Untuk pakaian bekas layak pakai sendiri, dari HM memang sering mengadakan acara bakti sosial, ini nantinya bisa disalurkan kepada yang membutuhkan”.

Pengunjung AEROTION 2018, Tya mengungkapkan jika dirinya terkesan ketika mendatangi acara ini. “Untuk ukuran acara yang baru berumur 3 tahun, ini keren banget sih. Saya awalnya kesini karena ini tahun terakhir saya di Sastra Inggris UNDIP, tapi saya benar-benar terkesan dengan persiapan penyelenggara acaranya. Performernya bagus semua, seru liat setiap angkatan berinteraksi, semoga di tahun selanjutnya kemeriahan ini tetap terjaga!”.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu, 24 November 2018. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan acara seminar struktural nasional yang dimulai pukul 09.00 WIB dan  bertempat di auditorium lantai tujuh Gedung H Udinus. Seminar tentang penerjemahan linguistik terapan, sastra, dan ilmu budaya  yang berskala nasional ini berhasil menarik animo masyarakat baik dari lingkungan Udinus maupun dari luar Udinus. Seminar Struktural Nasional 2018 ini mengangkat tema ‘Peran Kajian Linguistik, penerjemahan, sastra, dan budaya di era digital. Acara seminar ini bertujuan untuk memberi fasilitas akademis untuk para peneliti, mahasiswa, dan dosen yang berminat dibidang penerjemahan, linguistik, sastra, dan ilmu budaya. Pembicara pada seminar kali ini adalah Prof Dr. Riyadi Santosa, M.ed., Ph.D yang merupakan Guru Besar Linguistik FIB UNS, kemudian Prof Dr. M.R. Nababan, M.ed. M.A,. Ph.D Guru Besar Penerjemahan FIB UNS, dan Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. dari UNDIP sebagai Guru Besar Ilmu Antropologi FIB.

Pembicara pertama Prof Dr. Riyadi Santosa, beliau menjelaskan tentang industri di era digital, ”Kita bisa melihat betapa berpengaruhnya industrialisasi di era digital yang sudah kita alami, minimal ditahun ini kita sudah mengalami hal itu semua, dari sini kita juga bisa melihat juga gejala transformasi,” Ujar beliau. ”Toko-toko konvensional sudah mulai tergantikan dengan model bisnis market place, toko fisik sudah mulai menghilang, sudah digantikan dengan aplikasi online seperti Buka Lapak dan Tokopedia misalnya seperti itu,” Tambahnya. Pembicara kedua Prof Dr. M.R. Nababan, beliau menjelaskan dengan singkat menjelaskan tentang penelitian penerjemahan di era-era saat ini, ”jika menggunakan istilah translation dalam konteks penelitian, itu bisa merujuk pada  prosesnya. Proses penerjemahannya, bisa merujuk pada produk penerjemahannya, bisa juga pada fungsi penerjemahannya. Hati-hati ini bukan fungsional.” ujarnya. Dan pembicara terakhir adalah Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. beliau membicarakan mengenai masalah kajian budaya di era digital.

Seminar Struktural Nasional berlangsung selama kurang  lebih dua jam, tampak dari para peserta seminar, mereka tampang senang dengan acara ini. Suryo Wardana M.Pd selaku ketua acara seminar struktural nasional 2018 tersebut mengatakan “Animonya sangat bagus, bahkan melebihi target.” Setelah acara tersebut selesai di gedung H, dilanjutkan dengan acara diskusi pararel yang diikuti peserta dan pemakalah dalam menyampaikan isi makalah mereka. Acara ini bertempat di Gedung G lantai tiga Universitas Dian Nuswantoro.

Penulis: Anugrah Tri Ramadhan

Editor: Haris Rizky Amanullah

Atrium Citraland Mall, Semarang – Pagelaran tahunan Galaxy Technoart oleh Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang (21/11/18) sukses diselenggarakan dengan menuai banyak pujian. Acara  berlangsung meriah, dihadiri oleh siswa-siswi peserta lomba yang berasal dari berbagai SMA di Semarang, pembicara kompeten pada bidangnya serta hiburan dari mahasiswa-mahasiswi aktif Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Tidak hanya partisipan, acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini pun, ramai menarik perhatian publik, sekedar lewat untuk menengok rangkaian acaranya, berfoto bersama maskot dari UDINUS maupun menyimak materi Seminar yang dibawakan oleh pembicara.

Berchika bersama team saat menjuarai lomba Performing Art

Pada perlombaan yang diselenggarakan, para peserta terlihat sangat antusias dengan kreativitas yang mereka sajikan dalam bentuk karya, yang nantinya akan dinilai di hadapan dewan juri. Pada Galaxy Technoart 2, terdapat berbagai jenis rangkaian perlombaan dengan tema yang mengolaborasikan antara Budaya Tradisional serta Teknologi. Salah seorang Mahasiswi Baru UDINUS, Berchika Nisa yang juga merupakan peserta lomba Performing Art mengatakan, “Ketika team kami menang, tidak ada pemikiran kami bisa menang dalam acara ini. Sejujurnya niat kami tidak hanya untuk mencari nilai dan kejuaraan, tetapi lebih berniat untuk memberikan hasil yang terbaik dari tim, dan ini adalah salah satu hasil perjuangan dari tim kami”, ujarnya. “Acara ini sangatlah bagus dan bermanfaat bagi semua orang, terutama kalangan remaja, acara ini membuat kita sadar dengan adanya perkembangan budaya Indonesia, dan di sini juga kami belajar adanya perkembangan teknologi yang sedang berkembang saat ini, disisi lain di sini juga kami masih mau menengok kembali akan adanya budaya yang masih otentik dan mengembangkannya menjadi budaya yang lebih modern”, tambahnya.

Berbagai jenis lomba dan seminar yang diselenggarakan dalam Galaxy Technoart 2 ini, membuat para pengunjung dan partisipan lebih paham akan perkembangan zaman terutama Teknologi yang kian pesat. Pesatnya kemajuan Teknologi tersebut, baiknya diimbangi dengan pengetahuan berbudaya tradisional sebagai akar dari sejarah kemajuan Teknologi. Sesuai dengan tema tahun ini, ‘New Hope Kreasi Anak Bangsa’  diharapkan, setelah acara Galaxy Technoart 2 selesai, muncul bibit-bibit anak muda yang unggul di bidang Teknologi, serta ramah pada Budaya.

Penulis : Elwan Adi

Editor : Intan Widianti K.P

Fotografer : Rendi Andrea Pramana