POLIJE Rebut Juara Pertama Untuk Divisi Baru KRTMI

Final Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) berhasil rebut juara pertama. POLIJE berhasil kalahkan 24 tim yang bertanding dalam divisi baru Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional dan memenangkan pertandingan dengan poin mutlak yaitu Panen Raya.

Pertandingan dimulai dengan kecepatan penuh dari tim POLIJE dari zona persiapan menuju zona pertama yaitu penanaman bibit badi. Pada zona pertama 3 bibit padi berhasil ditanamkan dalam sekejap oleh POLIJE dan mendapat 30 poin. Kemudian dengan mudah robot dari tim POLIJE berhasil melewati rintangan 3 polisi tidur untuk menuju ke zona berikutnya, zona kedua. Pada zona tersebut robot harus menjatuhkan rumput liar. POLIJE berhasil menjatuhkan 2 rumput liar tanpa menjatuhkan bibit padi yang sudah tertanam. Tantangan terakhir yaitu memanen padi dan mengangkatnya setinggi 20cm. Sekali lagi POLIJE dengan lincah menaiki tanjakan menuju tempat padi yang harus dipanen. Dengan berhasil memanen tanpa menjatuhkan padi yang sudah ditanam tim TANOKER_IR64 berhasil memenangkan pertandingan final dengan poin Panen Raya. Pertandingan final tersebut berlokasi di Gedung Sport Center Graha Padma pada pukul 13.00 WIB pukul Minggu (23/6).

Juara kedua diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA) dan dilanjutkan juara ketiga diraih oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP).

Zainul Mustain sebagai ketua tim TANOKER_IR64 merasa senang dan tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan pada divisi yang masih baru ini. Timnya sudah mendapatkan poin Panen Raya sebanyak 5 kali selama pertandingan KRI Nasional 2019. Strategi dari kemenangan mereka tergantung dari start dan ukuran robot yang sesuai dengan lahan sawah. “Strateginya start awal harus lebih cepat kemudian menanamnya harus pas dan sama ukuran sawahnya, ukuran antarmagnet itu 40cm. Jadi pemenang pertama juga enggak menyangka sih, soalnya kaget juga pertama kali datang belum dikasih tahu kalau harus memotong, jadi kami mempersiapkan dan mendesain kembali untuk alat pemotongnya,” ungkapnya bahagia.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

VI ROSE Dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Gelar Juara Pertama di KRSTI 2019

Tim VI ROSE dari Institut Sepuluh Nopember Surabaya mendapat juara pertama di ajang Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 Tingkat Nasional pada Minggu 23 Juni 2019 di venue Graha Padma Semarang.

Menampilkan kesan apik dari babak penyisihan hingga grand final, tim VI ROSE dari Institut Teknologi SepuluhNopember berhasil mengalahkan 14 tim dari berbagai perguruan tinggi di Inonesia. Di babak empat besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (VI ROSE) mendapatkan skor 83,2 sehingga mengalahkan Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD) dengan skor 72,5 diposisi kedua, Universitas Tadulako (RATARO 04 ) di urutan ketiga dengan skor 71,6 dan di posisi keempat dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA)  dengan skor 65,8.

Nafis Taqiyudidin salah satu peserta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjelaskan banyak persiapan yang telah ia dan tim lakukan untuk mendapatkan juara di tingkat Nasional ini. “Jadi persiapan yang dilakukan mulai dari kontes di regional itu jadi acuan kami apa saja yang kurang, penambahan gerakan dan juga evaluasi terus kami lakukan untuk tampil di ajang nasional kali ini” ujar Nafis Taqiyuddin peserta KRSTI dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain mendapat juara pertama Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga mendapat Best Artistik di divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia. Sehingga di divisi ini Institut Tekonologi Sepuluh Nopember menyabet dua piala sekaligus. Tidak hanya itu tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga mendapat juara di divisi lain di KRI 2019 dan sekaligus menyabet juara umum di Kontes Robot Indonesia 2019.

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional yang dilakukan selama tiga hari mulai dari 20-23 Juni 2019 di Venue Graha Padma Semarang. Yang mempertandingkan 121 tim dari 64 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.

Penulis            : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

Semifinal, POLIJE dan UNY Rebut Perhatian Penonton dengan Persaingan Sengit

Semifinal Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh Tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) dan ABHINAYA dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Semifinal yang berlokasi di Sport Center Graha Padma pada Minggu (23/6/2019) 11.30 WIB.

Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Ujung Pandang hibur penonton dengan pertandingan yang menegangkan. Pasalnya kedua tim pernah mendapatkan panen raya di pertandingan mereka sebelumnya. Pada pertandingan kali ini kedua tim juga berhasil mendapatkan poin maksimal dan berebut panen raya. Kemenangan didapat POLIJE yang sanggup mendapatkan Panen Raya lebih dulu dalam waktu 02.46 menit dan menang secara mutlak. Dengan begitu tim TANOKER_IR64  dari POLIJE sudah mendapatkan poin panen raya untuk ke tiga kalinya.

Sedangkan pertandingan selanjutnya mempertemukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Bhayangkara Surabaya,  UNY menggunakan strategi menjatuhkan rumput liar bersama dengan benih padi yang dilanjutkan memanen padi dan mendapatkan poin maksimal 90 namun tidak dapat Panen Raya. Hasil akhir dari pertandingan tersebut UNY berhasil menang dengan poin 90 : 45. Kedua tim yang lolos akan berhadapan di final untuk merebutkan gelar juara KRTMI pertama di Indonesia.

KRTMI merupakan divisi baru yang di perlombakan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Divisi tersebut memiliki waktu 1 menit untuk persiapan dan 3 menit pertandingan. Poin maksimal yang bisa didapatkan yaitu 90 poin. Namun kemenangan mutlak bisa diperoleh dengan poin Panen Raya di mana peserta dapat memanen padi tanpa menjatuhkan benih padi yang sudah tertanam.

Di dalam venue terdapat 6 divisi lomba yakni KRTMI yang merupakan divisi baru, selain itu ada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut nantinya akan dipertandingkan di Graha Padma Sport Center dan diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

UMM Juara KRPAI 2019 Kalahkan 21 Tim

Universitas Muhammadiyah Malang atas nama tim (DOME) Berhasil keluar menjadi juara pertama pada divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) pada Minggu (23/6) mengalahkan 21 peserta yang bertanding pada divisi ini.

Tim DOME-Universitas Muhammadiyah Malang menang mutlak dengan perolehan skor akhir 3,44 melalui tiga babak penyisihan, yang selanjutnya dari tiga babak dilakukan akumulasi skor hingga menghasilkan skor akhir. Pada babak penyisihan ketiga  area pertandingan dirubah lebih lebar dan banyak ruang kosong  sebagai  rintangan bagi para robot, terdapat tiga ruang kosong tambahan yang turut di hadirkan, rintangan boneka kucing juga masih dipergunakan untuk mengecoh permainan.

Dari pengalaman melewati perlombaan terdapat kurang menenakan bagi salah seorang peserta, yang mana pada babak penyisihan pertama robot mengalami trouble dan tidak bisa beroperasi dan sempat tertinggal skor dengan tim lain, namun pada sisa waktu yang terus berjalan robot dapat beroperasi kembali.

“Saya dan tim nggak nyangka bisa menang jadi juara, karna pas penyisihan pertama, tim saya kena gangguan teknis robot nggak bisa mengenali sensor handphone yang dinyalakan, tapi alhamdulillah diluar dugaan ke babak penyisihan berlanjut tim kami tampil sangat maksimal,” ujar Bahri dari tim pemenang Universitas Muhammadiyah Malang.

Dengan hasil pengumuman final yang berhasil di laksanakan hari ini banyak keunggulan lebih dari divisi KRPAI, dimana memberikan tiga penyisihan secara langsung kepada para peserta lomba, yang mana peserta turut diberi kesempatan guna mempersiapakan kembali robot masing-masing tim tanpa harus melewati babak emilinasi perbabak dan langsung menyisahkan empat juara utama dari hasil akumulasi yang di hadirkan.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Perebutan Gelar Juara Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 Keempat Tim Tampil Maksimal

Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 sudah mencapai puncak dengan tampilan keempat tim yang berhasil masuk Grand Final untuk merebutkan gelar juara di Venue Graha Padma Semarang pada Minggu (23/6/2019). Keempat tim yang berhasil masuk di Grand Final yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (VI-ROSE), Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA), dan Universitas Tadulako (RATARO 04).

Tim yang masuk di Grand Final sekaligus merebutkan gelar juara melakukan dua kali tampilan di arena perlombaan. Mereka bersaing untuk menampilakan performa terbaik mereka untuk merebutkan juara di divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) tahun 2019.

VI ROSE dari Institut Sepuluh Nopember tampil cantik dan maksimal dengan tambahan ornamen lampu pada roknya. Universitas Ahmad Dahlan dengan tim LANANGE JAGAD juga sukses membuat deg-degan para juri dan penonton yang ada dipenampilan pertama, dikarenakan hampir jatuh namun dapat dibendung dengan keseimbangan robot yang sempurna. Namun di penampilan kedua LANANGE JAGAD dari Universitas Ahmad Dahlan tidak maksimal karena ketika lagu berhenti robot tim LANANGE JAGAD tidak berhenti. ERISA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan RATARO 04 juga tampil memukau dihadapan dewan juri.

Untuk hasil juara Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 akan ditentukan dari nilai rata-rata dari penampilan pertama dan kedua. Nilai rata-rata yang tertinggi akan mendapatkan gelar juara pertama KRSTI 2019. Dan pengumuman hasil juara akan diumumkan saat penutupan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019.

Penulis            : Lily Tania Inezzaputri

Fotografer : Lily Tania Inezzaputri

Editor  : Mila Elmeida

Perempat Final, Rebutkan Tiket Semifinal Kembali Hasilkan Kemenangan Panen Raya

Empat tim berhasil lolos dari babak perempat final dan menuju ke babak semifinal pada ajang Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) setelah berhasil menang dengan keunggulan poin.

Empat tim yang berhasil lolos akan bertanding kembali di babak semifinal yaitu Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP) melawan Politeknik Negeri Jember (TANOKER_IR64) dan pertandingan kedua antara Universitas Bayangkara Surabaya (EURO_01), melawan Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA). Kali ini tim PANGGALUNG MP dari Politeknik Negeri Ujung Pandang berhasil mendapat poin Panen Raya untuk pertama kalinya. Empat tim yang lolos tersebut nantinya akan bertanding di babak semifinal pada pukul 10.00 WIB, Minggu (23/6/2019).

Pertandingan yang diselenggarakan di Sport Center Graha Padma Semarang merupakan perlombaan KRMTI adalah divisi baru yang mengambil tema untuk ketahanan bangsa dan negara. Tema pada KRTMI Nasional 2019 adalah pertanian padi, dengan slogan “Kecukupan Pangan, Ketahanan Negara”. Divisi seperti ini nantinya dapat membantu pertanian di indonesia dengan teknologi robot dan mekanik untuk menghadapi Teknologi 4.0 yang sudah didepan mata.

Di dalam venue terdapat 5 divisi lomba selain KRTMI yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselanggarakan pada 20-23 Juni 2019 dan akan bertanding di Graha Padma Sport Center. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Lenggak-Lenggok Robot Tari Dipercantik dengan Gaun Warna-Warni

Ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional diwarnai dengan aksi lenggak-lenggok robot cantik dalam Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) di Venue Graha Padma Semarang pada Sabtu (22/6/2019).

Tidak hanya menampilkan keluwesan saat menari, robot tari dari ke 14 tim yang mengikuti Kontes Robot Seni Tari Idonesia (KRSTI) juga memperlihatkan busana yang dikenakan oleh robot dari masing-masing tim.

Mulai dari kebaya Jawa, baju adat Sumatera, hingga memodifikasi baju dengan pernak pernik yang berwarna warni, menambah kesan cantik dari robot yang tampil. Dengan balutan busana batik dan beludru ini, terkesan bahwa robot juga ikut melestarikan budaya Indonesia.

Pernak pernik yang dipakai seperti, kipas, selendang, sandal, anting-anting, kalung hingga aksesoris yang ada di kepala seperti mahkota, kerudung, dan bahkan tusuk konde dengan bulu bulu yang semakin cantik saat dipandang. Selain busana yang warna-warni, riasan di wajah juga mempercantik penampilan robot tersebut seperti layaknya penari asli.

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional ini sendiri merupakan ajang kompetisi bangun dan rekayasa dalam bidag robotika. Kontes Nasional ini diikuti oleh 64 Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia yang terbagi menjadi 121 tim. Tim yang lolos di babak penyisihan akan bertanding kembali pada hari Minggu 23 Juni 2019 untuk memperebutkan gelar juara.

Penulis            : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

14 Tim Kontes Robot Seni Tari Indonesia Tampil di Babak Penyisihan Delapan Besar

Ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional devisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) mulai tampil pada Sabtu (22/6/2019) di venue Graha Padma Semarang dengan 14 tim yang tampil pada arena perlombaan.

Universitas yang mengikuti Kontes Robot Seni Tari Indonesia diantaranya Univesitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Brawijaya, Universitas Teknokrat Indonesia, Politeknik Negeri Batam dan beberapa tim yang lainnya berusaha menampilkan robot terbaik mereka untuk berlenggak-lenggok di arena pertandingan.

Dalam penampilan ini, para robot peserta melakukan tiga kali penampilan yang akan dinilai oleh juri. Setiap penampilan akan mendapatkan nilai kemudian akan nilai tersebut akan digabungkan untuk diperoleh rata-rata tertinggi. Tim yang memiliki nilai rata-rata tertinggi di babak penyisihan akan lolos ke babak perdelapan final.  Delapan  tim yang akan masuk ke babak selanjutnya.

Di pertandingan KRSTI ini, dua tim saling beradu di dua sisi yang berbeda di dalam satu lapangan. Dalam prses pertandinganna, robot mengikuti alunan musik tradisional yang telah ditentukan oleh juri. Berbagai macam gerakan ditampilkan oleh robot, mulai dari gerakan pembuka hingga gerakan-gerakan khusus seperti gerak pancungan, ngala, pencil, hingga keselarasan gerak robot dengan irama musik menjadi aspek untuk penilaian dalam KRSTI.

Tim yang masuk delapan besar yakni, Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (VI-ROSE), Universitas Negeri Yogyakarta (ROSEMARY), Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD), Universitas Brawijaya (NAWASENA), Politeknik Negeri Batam (BARELANG 7.1), Universitas Mitra Indonesia (RoboGen Dance), Universitas Tadulako (RATARO 04 4), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA).

Tim yang lolos akan bertanding kembali di hari terakhir ajang KRI 2019 pada Minggu 23 Juni 2019 untuk memperebutkan gelar juara.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

Jelang Pertandingan, Tim Robot KRI 2019 Lakukan Running Test I di Arena Perlombaan

Seluruh peserta melakukan running test di setiap lapangan demi mempersiapkan robot sebelum pertandingan esok hari. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai latihan untuk para tim robot mengetahui arena yang akan di pertandingkan.

Kegiatan Running Test I Kontes Robot Indonesia (KRI) telah diselenggarakan di Hall B Venue The Club Graha Padma, Semarang Barat Jum’at (21/6). Mereka berusaha menampilkan sisi terbaiknya dengan  melakukan tes langsung di lapangan. Robot-robot tersebut disambungkan dengan program yang telah di rancang sedemikian rupa agar bisa berjalan dengan baik. Kontes ini terbagi menjadi 6 divisi lomba yakni KRAI, KRPAI, KRSTI, KRSBI Beroda dan Humanoid, KRTMI yang diikuti oleh 64 universitas se-Indonesia. Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) terdapat beberapa tim yang tiga diantaranya ialah Tim Brahmana (Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta), Tim Garudago (Institut Teknologi Bandung) dan Tim Risma (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) yang menjajal robotnya di arena lomba secara langsung.

Sedangkan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humandoid (KRSBIH) diikuti oleh 12 tim peserta yang lima diantaranya adalah Tim Barelang FC (Politeknik Negeri Batam), G4-Har (Universitas Negeri Malang), Eros (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Alfarobi (Universitas Negeri Gadjah Mada), Ichiro (nstitut Teknologi Sepuluh Nopember). Setiap persiapan running test diawali dengan setting robot yang mana setiap tim men-setting robot mereka untuk latihan. Sesi untuk setiap tim selama 10 menit dengan sistem duel antarrobot.

Salah satu tim peserta running test yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Even Clarence (19) mahasiswa jurusan Teknik Mesin mengatakan bahwa timnya melakukan persiapan  pada robot Ichiro kurang lebih setahun, mereka melakukan latihan di kampusnya.

“Saya berada di tim mekanik, kami mempersiapkan berbagai hal yakni menyiapkan beberapa perangkat seperti body robot, motor robot. Sensor dan algoritma di setting oleh tim programming dan elektronik,” jelasnya.

Ia berharap agar KRI pada tahun 2019 dapat berjalan dengan baik dan timnya dapat meraih juara pada ajang tersebut. “Harapannya ikut KRI ini supaya bisa sharing ilmu dengan teman-teman yang lain dan semoga kami bisa juara 1,”  pungkasnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Safira Nur Ujiningtyas

Editor :  Juliana Heidi

Ratusan peserta kontes robot menghadiri acara sambutan yang diberikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), selaku tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Opening ceremony tersebut berlokasi di Gedung Balaikota Semarang pada Kamis (20/6) pukul 20.00 WIB.

Sambutan dibuka oleh Rektor Udinus Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, kemudian dilanjut dengan hiburan yang diberikan oleh mahasiswa Udinus. Para tamu dan peserta yang datang disuguhkan dengan penampilan dari Paduan Suara Mahasiswa Gita Dian Nuswa (PSM GDN). Lagu pertama yang dinyanyikan yaitu Elders Drinking Song dan dibawakan dengan penuh semangat, yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara di Udinus. Selanjutnya penampilan dari komunitas Dance From Udinus (DFU) yang menampilkan dua tarian modern yang energik dan mencuri perhatian semua peserta opening ceremony tersebut. PSM GDN sekali lagi membuat peserta terpukau dengan penampilan kedua yaitu Yamko Rambe Yamko yang mereka nyanyikan dengan semangat luar biasa. Penampilan terakhir dari UKM Teater Kaplink yang menampilkan kelas bercerita, yaitu sebuah cerita yang disampaikan oleh dua orang dan diiringi oleh musik yang diselaraskan dengan cerita tersebut.

Rektor Udinus Prof. Edi beserta Walikota Semarang yang kerap dipanggil Hendi tidak hanya memberi sambutan hangat tapi juga mereka memberikan semangat  fair-play dan harapan supaya dengan adanya kontes ini bisa membuat Indonesia menjadi maju dan terus menjadi kebanggaan warganya. “Sesuai dengan kebutuhan negara kita yaitu muncul ahli-ahli robot Indonesia yang bisa mengungguli ahli robot di luar negeri, dengan begitu Indonesia maju, Semarang hebat, dan adik-adik semua menjadi orang yang sukses di negeri ini,” tutup Hendi.

Para peserta yang sudah lelah, merasa sedikit terhibur dengan adanya beberapa penampilan dari mahasiswa Udinus. Karena semua peserta yang datang menggunakan pesawat, kereta, maupun bus pasti kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sebab acara diadakan malam hari, beberapa peserta yang sudah kelelahan kembali ke penginapan lebih awal. Mereka harus beristirahat dan menyiapkan diri untuk acara tiga hari berikutnya.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum