Senin, 3 September 2018 Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) melaksanakan kegiatan Dinus Inside yang diikuti sekitar 3.857 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2018/2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3-5 September 2018 yang diawali dengan upacara pembukaan kemudian pelantikan mahasiswa baru dengan penyematan jas alamameter kepada setiap perwakilan masing – masing fakultas.

Tema yang diambil pada Dinus Inside tahun ini adalah Mewujudkan Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang Cerdas, Berkarakter, dan Berintegritasi, yang dikemas dalam suasana akademis, humanis, dan konunikatif. Sehingga menumbuhkan motivasi belajar bagi mahasiswa baru demi tercapainya keberhasilan pembelajaran di Universitas Dian Nuswantoro, seperti salah satu tujuan udinus inside ini diadakan.

Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, selaku pembina pada upacara pembukaan menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru, “sebagai mahasiswa kita harus selalu bersyukur karena tidak banyak orang yang dapat meneruskan pendidikan sampai ke perguruan tinggi”. Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan bahwa, seorang mahasiswa udinus juga harus dibekali dengan jiwa wirausaha.

Pembukaan Udinus Inside ini juga diisi dengan kuliah umum dengan pembicara CEO madhang Gibran Rakabuming dan Ridzki Kramadibrata selaku Direktur Grab Indonesia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa Udinus mempunyai softskill.

“Pembukaan Dinus Inside ini sangat mengesankan karena dapat bertemu teman dan lingkungan yang baru”, tutur Ariva selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer. Selain itu Ariva juga menyampaikan harapan terselenggaranya acara ini agar udinus semakin maju.

 

Reporter : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss

Editor      : Hanifatul Hashinah Hanan

Tim II KKN UNDIP Desa Kajar lakukan pelatihan pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga pada warga sekitar. Takakura menjadi metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut, metode pengolahan sampah organik yang dipelopori oleh Koji Takakura.
Pada bulan Juli-Agustus 2018, Tim II KKN UNDIP diterjunkan ke berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. KKN dilakukan untuk melatih mahasiswa UNDIP menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan dan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa UNDIP pada masyarakat. Dalam KKN tersebut, mahasiswa UNDIP diwajibkan membuat berbagai program untuk membantu desa. Salah satu program multidisiplin yang juga merupakan program unggulan dari Tim II KKN UNDIP Desa Kajar adalah program berjudul “Kabar Panik – Kajar Berkreasi dengan Sampah Organik”. Program tersebut berupa program pelatihan pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga. Pemilihan program multidisiplin tersebut didasari oleh permasalahan sampah rumah tangga yang belum bisa ditangani oleh warga Desa Kajar. Maka dari itu, Tim II KKN Undip Desa Kajar mencoba untuk memberikan solusi bagi warga Desa Kajar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melatih warga membuat pupuk dengan metode Takakura.

Takakura merupakan metode pengolahan sampah organik yang dipelopori oleh Koji Takakura, peneliti asal Jepang yang banyak melakukan pelatihan di surabaya. Sejak 2004, metode tersebut mulai dikenal oleh masyarakat luas. Metode Takakura mengandalkan fermentasi untuk mengurai. Sampah yang dihasilkan dari metode ini tidak mengeluarkan bau tengik karena penguraiannya menggunakan mikroba. Metode Takakura mudah diterapkan dan bahan yang dibutuhkan juga mudah diperoleh. Pertama, keranjang atau wadah yang berlubang atau memiliki pori-pori. Keranjang yang berlubang ini berguna untuk menjaga sirkulasi udara pada kompos. Kedua, bantalan dari jaring plastik atau kain yang diisi sabut kelapa, sekam, atau kain perca. Ketiga, kardus pelapis untuk mengatur kelembapan kompos dan menjaga agar kompos tidak keluar dari keranjang. Keempat, pengaduk, yang bisa dibuat dari pipa, kayu, atau besi. Terakhir, biang kompos yang berupa kompos setengah jadi yang mengandung mikroba.
Metode Takakura dimulai dengan memasukkan biang kompos ke keranjang dengan tinggi 5 cm diatas permukaan bantalan alas. Selanjutnya, masukkan bahan-bahan kompos diatasnya. Bahan kompos ini terdiri dari sampah yang mengandung karbon (sampah coklat) sebagai sumber energi, misalnya daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, sekam padi, kertas, kulit jagung kering, jerami dan tangkai sayur serta sampah yang mengandung mikroba dan nitrogen (sampah hijau), misalnya sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, sampah dapur, bubuk teh atau kopi, kulit telur, pupuk kandang dan kulit buah. Proses pematangan akan berlangsung selama 7-10 hari. Sebelum sampah baru dimasukkan, kompos yang lama diaduk terlebih dahulu untuk menjaga oksigen di bagian bawah. Setelah melewati proses tersebut, kompos harus diayak menggunakan ayakan kawat berukuran 0,5 cm. Kompos halus dapat digunakan sebagai pupuk, sedangkan kompos kasar dikembalikan ke dalam keranjang untuk digunakan sebagai biang kompos.

Pelatihan pembuatan pupuk dengan metode Takakura yang dilaksakan pada tanggal 28 Juli 2018 dan bertempat di Balai Desa Kajar. Acara tersebut disambut dengan hangat oleh para peserta, yaitu Ibu-ibu PKK Desa Kajar. Hal ini terlihat dari antusiasme warga dalam bertanya dan melihat secara langsung proses pembuatannya. Pelatihan pembuatan kompos dengan metode Takakura tersebut mudah untuk dilakukan oleh warga Desa Kajar karena peralatan dan bahan-bahannya sederhana dan mudah didapat. Namun, pada prakteknya diperlukan ketekunan oleh warga untuk terus melanjutkan pengomposan dengan metode ini. Melalui pelatihan pada warga Desa Kajar mengenai metode Takakura ini, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi desa, mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan.

Editor : Haris Rizky Amanullah

 

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tobacco Free Community Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro memeriahkannya dengan mengadakan seminar bertajuk ‘Healthy Life Without Smoking’. Seminar ini diadakan bertujuan untuk Advokasi, pengembangan daerah kawasan tanpa rokok (KTR) di Universitas Dian Nuswantoro. Seminar ini diikuti oleh 164 peserta. Dengan menghadirkan Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si.,Ph.D dari Quit Tobacco Indonesia, Nurjanah S.Km. M. Kes dari Tobacco Free Community UDINUS, dan dipandu oleh Adinda Agustin Duta Lingkungan kota Semarang tahun 2018 sebagai moderator. Materi yang disampaikan oleh para pembicara membahas mengenai bagaimana peran perguruan tinggi untuk pengendalian tembakau di Indonesia dan juga upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah anak & remaja dapat terhindar dari perilaku merokok.

“… bagaimana cara mencegah perilaku remaja terhindar dari perilaku merokok” ujar Nurjanah selaku pembicara.

Seminar ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018 berlokasi di Auditorium gedung H lantai 7 Universitas Dian Nuswantoro. Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei. Kali ini acara dilaksanakan lebih awal karena tanggal 31 Mei 2018 sudah memasuki bulan puasa. Setiap tahunnya HTTS akan diperingati dengan cara yang berbeda, dan khususnya tahun ini TFC UDINUS meperingatinya dengan mengadakan seminar.

Pada akhir acara ditutup dengan menampilkan kebolehan dari mahasiswa Udinus dalam menyaikan lagu-lagu jawa dan diiringi oleh alat musik gamelan.

 

Reporter : Juliana Heidi & Shaqila Angra P

Fotografer : Alda Melinda

Editor : Titah Banu M

 

Himpunan Mahasiswa Teknik  Informatika Universitas Dian Nuswantoro kembali menggelar SEMNASTI. SEMNASTI merupakan suatu agenda besar yang menjadi agenda akhir oleh HMTI Universitas Dian Nuswantoro. Tahun ini merupakan kali ke-7 HMTI UDINUS mengadakan SEMNASTI 2018, , pada tahun sebelumnya SEMNASTI mengangkat tema VR(Virtual reality) dan AR (Argumented reality) yg notabenya untuk bersenang-senang sedangkan tahun ini materi yang diangkat adalah start up atau aplikasi android yang dapat menjadi lahan bisnis. Start Up dunia bisnis yang nantinya akan mempermudah masyarakat, sehingga tahun ini mengangkat tema “Grab Your In Every Problem With Mbobile Apps Technology”.Acara SEMNASTI 2018 diadakan pada hari Selasa, 10 April 2018 mulai pukul 07.00-14.00 WIB berlokasi di aula gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro. Seminar ini terbuka untuk umum. Dalam seminar tersebut mengahadirkan pembicara Andreas Sanjaya (CO Founder & CEO iGrow Resource, Ibnu Sina Wardy (CEO GITS Indo & Google Developer Expert) dan Muhammad Singgih Z.A (CO Founder & CMO Codepolitan.com).

Menurut Apriyanto Nurhuda selaku Ketua Acara SEMNASTI 2018, tujuan diadakan seminar nasional ini adalah untuk memperluas bidang pemikiran masyarakat bahwasanya ide itu bukan sekedar hanya dipikiran saja tapi untuk diterapkan kedalam sebuah applikasi yg notabenya itu tidak hanya menguntungkan masyarakat namun juga orang lain, sehingga masyarakat menyumbang untuk kemajuan dari masyarakat itu sendiri melalui pembuatan aplikasi yang bermanfaat dan dapat memecahkan masalah di masyarakat. Terdapat peningkatan peserta SEMNASTI pada tahun ini, peserta yang datang pada SEMNASTI 2018 mencapai 444 orang, survey menunjukkan bahwa kenaikan angka yang cukup drastis ini al ini dikarenakan tema yang diangkat oleh HMTI cukup menantang dan sesuai dengan dunia Teknik Informatika.

 

Penulis :

Ummi Nur Aini Daneswari

Juliana Heidi

Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

Seminar Nasional menjadi agenda di hari kedua acara SUMMIT 2018 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara tersebut diisi oleh dua pembicara inspiratif, Hebbie Agus kurnia, owner @luarsekolah dan @alphacreative.id serta Helmi Azhar Fachry, CEO YMI Group. Seminar yang diikuti 300 mahasiswa ini mengambil tema yang sama dengan SUMMIT yaitu “Mempersiapkan Menghadapi VUCA”.
“Dalam era teknologi ini kalian harus pilih, mau jadi ombak, lumba-lumba, atau batu. Ombak yang bisa menyapu habis kemajuan yang ada, lumba-lumba yang gerak kalo ombak gerak, atau jadi batu yang cuma diem.” Kata Hebbie (24/03/2018). Hebbie juga menuturkan bahwa kunci untuk memenangkan era VUCA iniadalah “Better dan Faster”.
“Tetapkan visi secara SMART (Spesific, Measurable, Acivable, Realistis, Tempered) untuk menemukan bisnis yang ingin kalian kembangkan”, ujar Helmi. Menetapkan visi perlu dicatat, serta direalisasikan agar kita dapat benar-benar mengetahui keunggulan kita. Berbisnis dengan hal yang disukai akan lebih bertahan lama dan memberikan umpan balik yang multi manfaat bagi kita.
Acara tahunan SUMMIT ini akan ditutup besok (25/03/2018) dengan agenda field trip di Kampung Batik yang akan diikuti oleh peserta dari 20 Universitas di Jawa Tengah.

Penulis : Mila Elmeida

SUMMIT (Student Economic Meeting) merupakan acara tahunan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara ini sudah berjalan secara rutin selama 4 tahun terakhir.
Tahun 2018 ini, SUMMIT mengambil tema mempersiapkan diri menghadapi VUCA(Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Aspek yang lebih disoroti pada SUMMIT tahun ini adalah aspek teknologi.
“Kami berharap bahwa ilmu yang disampaikan pembicara pada acara ini dapat diimplementasikan pada masa mendatang”, ujar Resta, Ketua Pelaksana SUMMIT 2018(23/03/2018). Resta juga berharap bahwa ilmu yang didapat dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk mempersiapkan menjadi sumber daya manusia yang dapat menghadapi kemajuan teknologi secara cermat dan tepat.
Acara yang diikuti 20 Universitas di Jawa Tengah ini diadakan dalam 3 hari. Diawali dengan dialog interaktif dengan pembicara Peter Sherer, Co-Founder Slingshot Group.Dilanjutkan dengan Focus Group Disscusionoleh peserta dengan pokok bahasan sesuai dengan tema. Debat interaktif yang diadakan bertujuan unutk menyebarluaskan pandangan para peserta mengenai pikirannya terhadap teknologi yang berkaitan dengan bisnis di era sekarang ini kepada khalayak luas. Pada hari berikutnya acara akan dilanjutkan dengan seminar nasional dengan pembicara Helmi Ashar (CEO PT. YMI Group) dan Gian Dwi Saputro(CEO Dropshipaja.com) serta hari terakhir di tutup dengan gala dinner.

Penulis : Mila Elmeida

Bantu Sesama Dengan Sekantong Darah

Rabu (14/03/18) dalam rangka untuk meningkatkan keperdulian dengan sesama, Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan donor darah bagi para Mahasiswa dan Dosen Udinus, dengan mengajak serta lembaga Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Gedung H lantai 1 dan Pelataran parkir gedung D.

Kegiatan donor darah ini merupakan program kerja yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun, dengan rentang waktu 45 hari. Pada bulan Maret ini merupakan periode terakhir untuk kepengurusan UKM KSR melaksanakan donor darah, setelah sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan September dan Desember 2017 lalu.

Rafika Faza Amalia selaku ketua umum UKM periode 2016 2017 ini mengatakan bahwa , “Donor darah ini merupakan bentuk kepudulian pada masyarakat yang membutuhkan darah yang banyak, terutama untuk penderita Thalesemia” ujarnya (14/03/18)

Kemudian untuk promosi kegiatan donor darah ini sendiri, Rafika dan kawan – kawan mempromosikannya di sosial media, share di grup kelas anggota, hingga keliling sendiri membagikan informasi donor darah. Pihaknya juga berharap agar UKM ini dapat melaksanakan kegiatan donor darah di Sekolah Menengah Atas di Semarang serta bisa membuka tenda nya di Car Free Day.

Arie Johan Wicaksono selaku admin Palang Merah Indonesia (PMI) berharap agar kegiatan ini rutin dilakukan, karena disamping kegiatan ini dapat membantu sesama, kegiatan ini juga dapat menyehatkan badan, karena dalam tubuh kita akan terjadi regerasi darah, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

 

Penulis : Hanifatul Hashinah

Racana adalah wadah organisai golongan penegak atau usia pramuka penegak yang berada di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Racana Radinus merupakan suatu organisasi kepramukaan yang berdiri dibawah naungan Universitas Dian Nuswantoro. Pada tanggal 27 Februari 2018, Racana Radinus menjadi tuan rumah dalam acara LPJ yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi atau Forkom Racana se-Kota Semarang. Forkom merupakan forum komunikasi  dari Racana se-Kota Semarang. Dalam acara ini, dihadiri oleh 11 racana dari perguruan tinggi se-Kota Semarang . Acara ini berlangsung di gedung G lantai 1 UDINUS dan dimulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Acara LPJ yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam ini lebih ditekankan untuk forum diskusi diantaranya adalah pemilihan pengurus baru, musyawarah pramuka di perguruan tinggi dan ajang evaluasi Racana se-Kota Semarang apabila dalam berorganisasi pramuka terdapat masalah. Dalam pertemuan ini, difokuskan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan DKC (Dewan Kerja Cabang) yang berwenang mengkoordinasi pramuka di  daerah Semarang. “Sebelum diadakannya kegiatan LPJ ini, Forkom juga mengajak sesama penegak atau racana se-Kota Semarang untuk saling bertemu baik keperluan rapat kerja, gathering, buka bersama, lomba kekeluargaan persahabatan racana se-Kota Semarang” kata Hasan Teguh selaku ketua koordinator racana se-Kota Semarang.

Hasan juga menuturkan bahwa harapan diselenggarakanya acara ini tidak sekedar menyampaikan laporan pertanggung jawaban, namun acara ini diharapkan supaya nanti bisa dijadikan evaluasi kepengurusan yang lalu untuk dijadikan pelajaran bagi kepengurusan yang baru dan semoga pracana atau pramuka seperguruan tinggi se-Kota Semarang semakain solid, bersama dan tidak ada miss komunikasi ataupun kejadian yang tidak diinginkan.

 

Penulis : Ratna Rifatul Ulya

Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

 

 

 

 

Dalam rangka membangun mahasiswa yang cerdas, berkarakter dan berintegritas, BIMA (Biro Kemahasiswaan) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan acara Character Building yang diikuti sebanyak 79 peserta mahasiswa bidikmisi tahun 2014-2017. Tujuan acara ini telah disampaikan oleh Bapak Parwo selaku koordinator yaitu memberikan motivasi kepada mahasiswa penerima bidikmisi untuk meningkatkan prestasi dan IPK yang diberi syarat >3,00 apabila IPK < 3,00 maka mahasiswa peserta bidikmisi akan diberikan sanksi dan pembinaan sehingga pada acara ini mereka diberikan motivasi agar berprestasi dan mendapatkan IPK tinggi. Acara ini mengusung tema Character Building karena ingin memberikan karakter yang baik kepada seluruh mahasiswa peserta bidikmisi agar bermental, berkarakter kuat dan tidak pesimis.

Pembekalan ini dilaksanakan di Gedung D1.1 kemudian dibuka secara resmi oleh Ibu Dr.Kusni Ningsih selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, kemudian dilanjutkan materi tunggal yang disampaikan oleh Pak Sumarno SE.Msi dari pihak KOPERTIS (Koordinator sepeguruan tinggi swasta) wilayah 6 dan UDINUS masuk wilayah tersebut sehingga semua beasiswa yang ada di udinus dibawah naungan KOPERTIS. Menariknya, akhir dari sesi pembekalan ini dilakasanakan permainan seru bagi seluruh peserta.

Koordinator Acara tersebut menuturkan “Harapan dari acara Character Building ini adalah agar semua mahasiswa penerima bidikmisi saling mengenal satu sama lain, mempererat hubungan dan memberi motivasi kepada mereka agara berpacu dalam prestasi serta diharapkan para mahasiswa peserta bidikmisi mengkuti aktif di UKM agar bisa mengeksplor kemampuan baik dibidang penalaran maupun minat bakat.”

Penulis : Ratna Rifatul Ulya
Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

Pekalongan – Minggu 8 Februari 2015, hari trakhir acara DINACOM Explore yang diselenggarakan oleh UKM DNCC (Dian Nuswantoro Computer Club) setelah sukses melaksanakan acara tersebut di 3 kota, yaitu Semarang, Pati dan Salatiga. Kali ini SMK N 2 Pekalongan menjadi tuan rumah untuk regional Pekalongan.

Antusias para peserta sangat terlihat, seperti peserta dari SMK Bhakti Praja Talang Tegal, persiapan yang dilakukan sudah dilakukan jauh hari sebelum acara dilaksanakan. Seperti pernyataan Abdillah siswa SMK Bhakti Praja Talang Tegal yang mnjadi salah satu peserta DINACOM Explore, mereka melakukan persiapan 2 minggu sebelum acara dilaksanakan, dan mereka juga berangkat pukul 6 pagi. Mereka merasa senang dan  juga sangat berterimakasih untuk ilmu yang mereka dapat di acara DINACOM Explore tersebut.

Para peserta juga mengharapkan acara tersebut tetap diadakan setiap tahunnya. Keinginan peserta juga sesuai dengan harapan ketua panitia dari acara DINACOM Explore 2015, seperti yang dinyatakan oleh Fauzi Arianto sebagai ketua panitia yang berharap acara DINACOM Explore dapat terus berjalan setiap tahun, dapat menambah materi dan juga dapat menambah regional agar dapat membagi ilmu dengan siswa SMA/SMK sebanyak mungkin.