Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza

LPM Wartadinus Hadirkan Dinus Moviescreen Untuk Pertama Kali

Lembaga pers Kampus (LPM) Wartadinus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) untuk pertama kalinya melakukan inovasi baru berupa Screening Film. Acara yang mengangkat tema “Capture Our Exspression With Movie” diadakan di Aula Gedung E lantai 3 UDINUS pada Kamis (28/03/2019).

Screening Film merupakan kegiatan pemutaran film yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan narasumber. Acara yang berjudul “Dinus Moviescreen” tersebut menampilkan tiga film yang sudah mendapat beberapa penghargaan di kancah nasional hingga internasional. Dua film pendek karya mahasiswa Film dan Televisi (FTV) yaitu “Meja Makan” dan “What Time Mosquitos Are Sleeping”. Kemudian film “Tengkorak” yang sebelumnya pernah diputar di Bioskop.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 15:00 WIB, bekerja sama dengan program studi Film dan Televisi (FTV) Udinus serta Sineroom. Film yang diputar yaitu karya mahasiswa FTV Udinus berjudul “Meja Makan” yang di sutradarai oleh Wisnu Candra dan “What Time Mosquitos Are Sleeping” yang di sutradarai oleh Petrus Kristanto. Selain kedua film tersebut LPM Wartadinus juga bekerja sama dengan Sineroom memutarkan film berjudul “Tengkorak” karya Dosen Sekolah Vokasi UGM Yusron Fuadi selaku sutradara, penulis serta pemain Film tersebut.

Meski baru pertama kali diadakan acara Screening oleh LPM Wartadinus namun acara tersebut disambut dengan antusiasme banyak orang. Terbukti dari 165 tiket yang disediakan dapat terjual habis bahkan sempat menolak peserta karena keterbatasan kuota. “Dinus Moviescreen ini baru diadakan pertama kali, ini berbeda dari tahun lalu karena ditahun lalu kami mengadakan acara pameran karya seni, dan ternyata acara yang kami cukup di minati oleh beberapa orang, terbukti dari jumlah peserta yang hadir itu ada 165 orang” ujar Shabrina Edelweiss selaku ketua pelaksana.

Yusron Fuadi, Wisnu Candra, dan Petrus Kristanto yang merupakan sutradara ketiga film yang diputar, juga ikut hadir ditengah-tengah kegiatan tersebut. Mereka diundang untuk sharing pengalaman dan memberikan wawasan kepada peserta tentang film yang mereka buat.

Salah satu peserta bernama M Taufiq Hidayat mengatakan bahwa acara Dinus Moviescreen ini sangat menarik dan menghibur, selain itu juga menambah wawasan mengenai film dari narasumber yang didatangkan langsung.

Yusron Fuadi selaku sutradara film Tengkorak menambahkan “Harapannya ke depan, mahasiswa Udinus khususnya program studi FTV lebih berani berkarya menurut keinginan dan dalam memajukan dan mewarnai perfilman Indonesia atau bahkan di dunia”

Acara yang berlangsung selama 6 jam tersebut juga memamerkan beberapa karya berupa puisi, cerpen,  poster dan foto yang merupakan karya dari mahasiswa LPM Wartadinus UDINUS.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Editor : Haris Rizky Amanullah

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha

Kemeriahan Malam Puncak Acara Pasporia Jalimbing 2019

Sabtu (16/3) Pasporia Jalimbing 2019 merupakan malam puncak acara Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang mengusung tema “Sinergitas Pelestarian Seni dan Budaya Jurang Belimbing” diadakan di panggung terbuka balai RW Desa Jurang Belimbing Tembalang.

Acara dimulai pukul 14.00 hingga tengah malam, acara tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pelaksana harian (Plh) Kelurahan Tembalang Agustinus Kristiyono,S.Pd dan jajaran dari Universitas Diponegoro ikut menghadiri dalam serangkaian acara tersebut.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memperkenalkan Desa Seni Jurang Belimbing kepada masyarakat umum, khususnya warga Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

“Sungguh membanggakan, karena di era millennial masih ada sekelompok masyarakat terutama generasi muda yang peduli dengan kesenian tradisional.” ujar Triyono, SH. M.Kn. selaku salah satu jajaran Universitas Diponegoro.

Acara dibuka dengan penampilan Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi dan dilanjutkan pada sore hari dengan penampilan anak-anak PAUD Mekar Jaya Desa Jurang Belimbing, yakni Tarian Kuda Lumping, Tarian Mbok Jamu dan Tarian Kelinci.

Pasporia Jalimbing tidak hanya menyuguhkan kesenian tradisional saja, tetapi juga menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Grada yang dibuat oleh tim KKN UNDIP 2019 berhasil mengembangkan produk bernilai jual tinggi, walau hanya dengan bahan yang sederhana. Gantungan kunci, kaligrafi, lampion dan mahar pengantin merupakan produk yang mereka ciptakan.

Cahaya (17) salah satu penonton acara tersebut mengungkapkan bahwa acara yang diselenggarakan sangat bagus dan kreatif selain itu, dia juga menyukai pertunjukan seni karena baginya budaya inilah yang seharusnya dilestarikan oleh anak-anak muda saat ini.

Acara ditutup dengan penampilan Ketoprak Sri Mulyo Budoyo yang mengambil lakon Ki Ageng Mangir Wonoboyo yang merepresentasikan seseorang yang memiliki tahta dan tanggungjawab namun mudah terlena dengan kenikmatan duniawi.

Penulis: Safira Nur Ujiningtyas

Reporter: Lily Tania Innezaputri

Fotografer: Irfandi Nur Fadhilah

PAMERAN DKV “MANUNGGALING” CURI PERHATIAN WARGA UDINUS

Pameran ilustrasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang digelar di Gallery gedung H UDINUS di hari ketiga (Rabu/13/3/2019) ramai dikunjungi mahasiswa.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 11-13 Maret 2019 tersebut menampilkan seluruh karya terbaik dari mahasiswa DKV UDINUS. Karya tersebut tertuang dalam berbagai ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan semangat persatuan dan gotong royong. Sesuai dengan tema yang mereka angkat yaitu  “Manunggaling” yang dalam bahasa Indonesia berarti semangat persatuan dan gotong royong.

“Kami ingin mengingatkan kembali dan mengangkat kembali etika-etika leluhur kita yang sudah dilupakan oleh kaum millennial seperti saat ini, khususnya dalam hal semangat gotong royong dan persatuan” kata Azriel Falah Ananta selaku ketua pelaksana pameran DKV.

Berbeda dari dua hari sebelumnya yang menampilkan rangkaian acara artis talk, dan live painting di jaket, di hari ketiga panitia menyediakan papan tulis dan kapur warna-warni untuk gambreng alias gambar bareng. Sehingga para pengunjung dapat mengekspresikan apa pun lewat gambar ataupun menulis melalui media yang telah disiapkan oleh panitia.

“Karya dari teman-teman DKV bagus, selain itu dibalik karya mereka juga ada makna yang terselubung” ujar Retno Diah Islamiati salah satu pengunjung pameran.

Pameran yang digelar selama tiga hari tersebut mampu menarik perhatian mahasiswa UDINUS dan beberapa dosen yang melewati gallery gedung H. Bukan hanya gambar ilustrasi saja yang dipamerkan, ada beberapa karya menarik lainnya seperti lukisan, hand lettering, dan fotografi yang ikut dipamerkan dalam acara tersebut.  

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Foto : Lily Tania Innezaputri

DKV Udinus Gelar Pameran Manunggaling, Ingatkan Guyub Bersama

SEMARANG (11/03) – Jurusan Desain Komunikasi Visual adakan pameran perdananya di galeri gedung H Universitas Dian Nuswantoro. Pameran ini ditujukan untuk mengenalkan karya-karya mahasiswa angkatan 2018 yang notabene masih tergolong mahasiswa baru.

Ada 35 karya dari 85 karya. Karya yang lolos langsung di seleksi oleh Dosen DKV Udinus. Karya yang dipamerkan diantaranya poster, fotografi, kolase, ilustrasi, typography, dan kolase.

Mengusung konsep guyub bersama, pameran dengan tema Manunggaling “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” ini menampilkan karya yang kental akan gotong royongnya. Karya yang ditampilkan sengaja dibuat agar sesuai dengan tema mereka.

“Kita mengangkat isu dari anak muda zaman sekarang, banyak yang sudah tidak peka dengan lingkungan masing-masing. Kita ingin menghilangkan krisis etika tersebut, kita ingin mengingatkan kembali indahnya guyub bersama, bekerja sama. Setiap tugas berat jika di lakukan bersama akan sangat mudah” Ujar Azriel Fala Ananta selaku ketua pelaksana pameran angkatan DKV 2018.

Pameran yang akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, telah menyedot banyak pengunjung di awal pembukaanya. Salah satunya adalah Prasetyawan Mahasiswa D3 Teknik Informasi, ia mengatakan bahwa karya yang ditampilkan sudah menarik mata pengunjung, terutama kolase yang dinilainya sangat lah unik.

“Semakin semangat untuk mengembangkan karya-karya yang ditampilkan, dan dekorasi dapat ditambahkan agar semakin menarik minat pengunjung” Tutupnya.

Reporter : Shabrina Edelweiss

Fotografer : Imam Shodiqin

Can I Call U, Love? – #10 Saksi

Lupakan. Lupakan kejadian-kejadian yang lalu, yang sudah-sudah, yang kemarin, biar jadi memori untuk dikenang. Sekarang, berjalan sendiri-sendiri adalah jalan keluar yang baik. Bukan untuk disesali karena telah bertemu, karena setiap pertemuan, ada perpisahan. Pertemuan singkat dengannya nyatanya pernah membuatku tertawa, merasa nyaman, merasa bahwa aku saat itu memiliki polisi yang siap menjagaku seharian penuh, meski jika malam yang menjagaku adalah teman kosku, bukan dia.

Pertemuan kami yang terakhir adalah pertemuan kami di meja food court kampus. Kurasa hari itu adalah hari perpisahan kami, dimana seharusnya kami berdua sudah memahami bahwa kami akan memilih jalan masing-masing yang berbeda tanpa adanya komunikasi verbal. Sebuah tamparan keras bagiku saat itu, karena ternyata yang membuatnya jauh adalah aku sendiri karena bermaksud memberinya ruang sendiri namun malah lepas hempas begitu saja tanpa pamit.

Aku masih ingat pada malam harinya setelah kami bertemu di food court, ia menelponku.

“Hai”, sapanya lebih dulu.

“Iya, hallo”

“Lagi apa?”

“Lagi Youtube-an sih, gimana ik?”

“Aku bingung ik”

“Bingung kenapa?”

“Kalo cewek itu suka cemburuan ya?”, tanyanya.

Pertanyaannya kali ini benar-benar membuatku kaku. Hampir tak mampu menjawab. Namun kuberanikan untuk menjawab meski terbata-bata karena gugup.

“I i i iya, bisa jadi, kenapa?”

“Pantesan dia tadi cemburu pas kamu nyamperin aku ngajakin ngobrol berdua”, ia tertawa seolah-olah ia tak tahu perasaanku bahwa akulah sebenarnya orang yang cemburu karena melihatnya duduk berdua.

“Oh ya?”, jawabku sudah rada malas.

“Iya! Eh, kalau aku nembak dia besok gitu, terlalu cepet ga sih?”

Astaga, demi Neptunus! Ini rasanya aku sedang ditampar pakai batu ratusan kali. Ternyata selama ini memang ia tak punya rasa, hanya saja butuh teman cerita dan kebetulan aku mungkin ada. Mungkin aku satu-satunya orang yang nyaman ia ajak curhat dan berbagi keluh kesahnya. Pantas saja, ada beberapa momen yang waktu itu ia sudah mulai menjauh tiba-tiba. Kupikir memang ia sibuk kuliah atau organisasinya. Ternyata ini penyebabnya. Aku sejujurnya tak tahu pasti kapan ia mulai berhubungan lagi dengan mantannya. Apakah dari sejak pertama kali kencan? Atau memang barusan ketika liburan semester? Ah pikiranku sudah melayang bebas.

“Mmmm, emang kamu deketin dia sejak kapan? Kok gak pernah cerita?”, pertanyaanku kali ini sedikit menjebak, supaya aku tahu sebenarnya sejak kapan ia mendekati kembali mantannya itu.

“Barusan sih, dua minggu lalu kalau ga salah”

Ah, ‘kan, bener! Sialan! Berarti memang ruang sendiri itu adalah bumerang untukku! Jika tahu hasilnya akan seperti ini, aku nggak akan biarkan dia lengah ‘lah.

“Sekitar dua minggu yang lalu itu, aku ketemu dia di reuni sekolahku dulu, terus ya udah, ngobrol, nyaman lagi, kebetulan dia lagi jomblo juga. Terus minggu lalu sempet pergi nonton juga, ke rumahnya, dia katanya mau bikin kue, aku suruh nyobain. Yaudah deh, menurutmu gimana? Tembak sekarang gak?”, imbuhnya di telepon.

Tidak perlu kuceritakan ‘kan, tentang apa yang terjadi pada diriku malam itu. Aku hancur ‘lah, itu pasti dan tidak bisa kupungkiri. Tetapi aku lagi-lagi berusaha untuk tetap tenang dan tidak memperlihatkan bahwa aku sedang hancur, karena orang lain termasuk dia hanya boleh melihat senyumku, yang baik-baik tentangku, biar yang buruk hanya aku dan Tuhan yang tahu.

“Oh gitu, ya…kalau kamu sudah mantap sama pilihanmu, silakan aja mas. Keburu nanti dia diambil sama yang lain ‘kan…”, aku menjawab sembari mengusap air mataku yang jatuh, untung saja ini hanya telepon, ia tak akan bisa melihatnya.

“Besok deh, besok jam 8 aku jemput kamu, kita siapin tempat yang romantis di taman Romansa, nanti dia aku bawa kesana setelah kita selesai siapin semuanya, oke?”, ajaknya dengan sangat berantusias.

“Mmmm, aku gak bisa mas, maaf. Besok aku udah ada janji sama temen-temen”, aku berbohong padanya.

“Ah batalin aja sama temenmu itu, sekali-kali bantuin aku, emang mau kemana?”

“Mm mm mm, ke… kemana ya…itu…”, jawabku gugup karena bingung mau menjawab apa.

“Ah kamu boong ‘kan, aku tahu kali. Pokoknya besok pagi aku jemput kamu”, langsung mematikan teleponnya.

Pagi sekali, bahkan sebelum jam 8 ia sudah mengetuk pintuku, mengucap salam dan langsung masuk sebelum kubukakan pintu dan kujawab salamnya. Setelah itu aku dibawanya ke taman Romansa dekat bandara yang baru saja selesai diresmikan oleh Pak Ganjar Pranowo sebulan yang lalu. Dengan menggendong tas ranselnya yang berisikan banyak barang untuk didekor sesuai kemauannya nanti. Sesampainya disana, langsung saja ia mendekor seromantis mungkin, kemudian setelah semuanya selesai, ia menelpon mantannya yang sebentar lagi akan menjadi kekasihnya lagi.

“Kamu dimana? Aku jemput sekarang ya, ikut aku”, katanya.

Tak lama kemudian setelah ia pergi menjemput mantannya itu, ia sudah kembali dengan menutup mata mantannya. Kemudian ketika berhenti didepan tulisan “Do you want to come back to me?” matanya dibuka dari penutup mata. Mantannya mengangguk dan menangis, kini akhirnya mantan tersebut sudah kembali menjadi tambatan hatinya lagi. Ia memeluk pacarnya yang masih menangis karena memang dekorasi yang ia suguhkan sungguh romantis.

Aku hampir tak percaya bahwa ia akan melakukannya didepan mata kepalaku sendiri, dan akulah yang sedari tadi pagi diributkan untuk membuat rencananya berjalan sesuai ekspektasinya. Akulah satu-satunya orang yang menjadi saksi bisu bertemunya kembali dua insan yang telah lama tak bertemu kemudian menjadi saling mencinta lagi setelah sekian lama pernah saling menjauhi karena tak ingin disakiti lagi.

RRI Beri Sosialisasi Mahasiswa Semarang Tentang Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia pada 17 April mendatang, menyita perhatian warga untuk berlomba-lomba mendukung dan berusaha memenangkan pasangan calonnya masing-masing. Sampai warga menghalalkan segala cara untuk membuat pasangan calonnya menang. Pesta demokrasi ini berlangsung ramai terlebih adanya pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden untuk periode 2019-2024 ini.

Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Semarang kemudian memberi penyuluhan untuk generasi milenial terkait cara memilih yang benar versi zaman sekarang pada 5 Maret 2019 di Gedung Prof. H. Soedarto, SH, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Acara yang dimoderatori oleh Tukul Arwana ini berlangsung meriah dengan menghadirkan tokoh-tokoh menarik seperti Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo selaku Gubernur Lemnahas RI, Sarwa Pramana selaku asisten yang mewakili Gubernur Jawa Tengah berhalangan hadir. Kemudian Dr. Federik Ndolu, S.Sos, M.Si selaku Dewan Pengawas LPP. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.Hum serta Ikhwanudin, S.Ag selaku Komisioner KPU Jawa Tengah dan perwakilan dari Polda Jawa Tengah

Tukul Arwana memandu acara tersebut yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Semarang dan disiarkan langsung di RRI. Dengan tema “Memilih Itu Juara – Pesta Demokrasi Jaman Now” itu, Letnan TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa “Pemilih milenial itu juara, untuk meraup peserta pemilu, milenial di perebutkan dalam tahun politik. Setelah terdaftar, pilihlah secara cerdas. Pilih sesuai aspirasi”.

“Kepolisian sudah melakukan operasi mantapbrata sejak Desember 2018 hingga pesta demokrasi selesai untuk membantu mensukseskan pemilu 2019. Hal ini juga dilakukan serentak di seluruh daerah di Indonesia”, kata perwakilan Polda Jawa Tengah.

RRI sebagai salah satu media pemberitaan netral pemilu 2019, begitu juga pada pemilu selanjutnya. Karena salah satu tugas RRI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, hiburan, tetapi tidak mempropaganda politik.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Gerbang masuk BUNKASAI 2019

Event tahunan Bunkasai Udinus yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Udinus diadakan pada tanggal 23-24 Februari 2019 dengan tema “Seinshun No Sekai” yang bertempat di Gd. G Universitas Dian Nuswantoro.

Kemeriahan event ini sangat luar biasa sesuai dengan temanya yaitu “Seinshun No Sekai” yang berarti Dunia Anak Muda. Dengan bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok seorang penari Indonesia yang sudah Go Internasional dan bintang tamu “Hydra” yang membuat semakin menarik. Event tersebut dibuka untuk umum dengan biaya tiket Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah). Memasuki area event disungguhkan dengan suasana bunga sakura bagai di Jepang sangat cocok sebagai spot foto yang menarik.     

Terdapat juga berbagai jenis perlombaan yang dapat diikuti salah satunya lomba menyanyi, menari, menggambar manga dan lain-lain. Dari pihak sponsor (Nissin) juga mengadakan perlombaan yang tak kalah seru yaitu lomba makan mie yang dapat di ikuti oleh pengunjung. Selain perlombaan tersebut terdapat juga berbagai macam stand food khas Jepang seperti Takoyaki, Okonomiyaki. Tidak ketinggalan berbagai macam souvenir ala jepang yang dijual untuk cendera mata pengunjung.

Rangkaian acara sangat rapi dan tertata, pihak penyelenggara mengadakan berbagai macam pertunjukan yang menambahkan nuansa ala Jepang yang menarik salah satu nya acara pembukaan minum teh bersama yang di sebut “Chanoyu”. Penampilan bintang tamu dilakukan saat sore menjelang malam hari, diawali dengan penampilan “Hydra” yang apik dan ditutup oleh seorang bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok yang menampilkan tarian legendaris nya yaitu Dwimuka Japindo (Dua Muka Jepang Indonesia). Tarian ini sebagai perpaduan antara Jepang dan Indonesia dimana menggunakan dua topeng dengan wajah yang berbeda, topeng yang digunnakan salah satunya disebut dengan okame dan wajah orang Indonesia bernuansa Bali. Konnsep tarian ini menandakan persahabat dua negara.

Salah satu aksi Didik Nini Thowok
fotografer : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Event ini sangat sukses dilaksanakan, penampilan Didik Nini Thowok berhasil membius para penonton hingga kagum. Harapan dari setiap pengunjung menginginkan tahun depan dapat lebih meriah dan menampilkan bintang tamu spesial yang lebih memukau. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran mahasiswa, rektor dan pihak sponsor yang mendukung.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Editor : Haris Rizky Amanullah

ISP Ajak Investor Millenial Indonesia Melalui Seminar Invest Preneur 2019

Investor Saham Pemula (ISP) gelar Seminar Nasional Invest Preneur 2019 bagi kaum millennial di auditorium Hotel Candi Indah Jatingaleh Semarang pada Sabtu (23/02/2019).

Acara yang digelar oleh ISP tersebut bertema “Millenial Investor at Disruption Economy and Industrial Revolution 4.0” diikuti oleh para investor muda dari berbagai kota di Indonesia seperti Banjarmasin, Bandung, Pontianak, Padang, Jember, Denpasar dan masih banyak lagi. Tidak hanya para investor muda saja, seminar nasional tersebut juga diikuti oleh masyarakat umum yang ada diwilayah Semarang.

“Seminar kali ini bertujuan untuk membahas perkembangan distribusi ekonomi dan membahas mengenai fenomena revolusi industri 4.0 serta cara para investor muda menyikapi berbagai fenomena  yang terjadi pada revolusi industri 4.0” ucap Risky Arya selaku ketua pelaksana Seminar Nasional Invest Preneur.

Selain itu seminar Invest Preneur juga mengajak para masyarakat khususnya millennial investor untuk lebih mengenal berbagai pengaruh terhadap perkembangan pasar Indonesia dan perekonomian khususnya start up digital di Indonesia. ISP telah mencatat rekor 200 ribu investor muda di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional tersebut menghadirkan pembicara kondang dibidang investasi seperti Bayu Mahendra Saubiq yang merupakan pendiri PT. Sumber Sinergi Indonesia, Miftachul Ben Robani selaku Chief Marketing Officer Lindungi Hutan, serta Pembina Komunitas ISP yaitu Nicky Hogan dan Fanny Rifqy el Faud.

“Harapannya untuk investor millennial di Indonesia semakin bertambah dan ke depannya semakin maju. Jadilah investor kaya sehingga kita bisa berbagi” ujar Fanny selaku pembina dari ISP.

Seminar ISP merupakan suatu wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman khususnya para investor saham yang sedang mencari pengetahuan mengenai pasar modal. Seminar tersebut merupakan seminar ketiga yang sebelumnya dilaksanakan di kota Bandung.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Laily Makrifatul

Editor : Haris Rizky Amanullah