Jangkauan Diperluas, ITC 2014 Hadirkan Juara Baru

  IT Competition UDINUS Semarak kemeriahan mengguncang aula gedung E Udinus tempat perhelatan final IT Competition 2014, setelah sebelumnya berhasil membuat suasana serupa di berbagai kota pada babak penyisihan.  Persaingan yang semakin ketat membuat jalannya lomba menjadi lebih kompetitif. Apalagi konsep perlombaan dikemas sedemikian rupa layaknya acara kuis di televisi yang tak lain tujuannya adalah membuat kompetisi tidak monoton dan lebih menarik.

   Terdapat tiga tim yang akhirnya melaju ke final pada 2 Februari 2014 setelah berjuang di babak penyisihan dan semifinal, yakni SMAN 1 Tegal, SMK Tunas Harapan Pati, dan SMAN 1 Rembang. Akhirnya setelah bertanding dalam tiga sesi, dewan juri memutuskan juara 1 IT Competition 2014 adalah wakil dari Kabupaten Rembang, disusul kontingen dari Pati pada tempat ke dua, dan tim dari Tegal menempati podium ke tiga.

   Menurut Novan selaku ketua panitia IT Competition tahun ini, event ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling nyata adalah cakupan wilayahnya, di mana tahun ini mencakup beberapa kota di Jawa Tengah, yakni Tegal, Pekalongan, Salatiga, Semarang, dan Rembang. Adapun pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa SMA sederajat yang ada di kota Semarang.

   Pujian juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Usman Sudibyo. Selain sukses menyelenggarakan kegiatan besar, hal ini juga jadi pembuktian bahwa mahasiswa Udinus khususnya yang bernaung di UKM Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) mampu menjadi event organizer dalam sebuah acara besar.

 “kegiatan ini sangat strategis terutama untuk latihan anak-anak UKM (DNCC-red) dalam kegiatan yang besar dan panjang.”, kata Usman.

   Akan tetapi, di sisi lain kritik juga datang dari pembina yang mendampingi kontingen dari SMAN 1 Rembang, yakni Gito Siswoyo. Bobot pertanyaan yang diajukan saat final dinilai kurang sesuai dengan kemampuan siswa SMA. Ia pun kaget begitu mengetahui pertanyan yang muncul mengenai After Effect, dan 3DS MAX.

“pertanyaan yang diajukan di luar dugaan, terlalu sulit. Dari pengamatan saya itu sudah bukan materi SMA lagi.”, ujar Gito.

   Meskipun begitu Gito juga mengapresiasi kegiatan seperti ini. Di mana lomba dibuat seperti kuis agar tidak monoton sehingga menjadi magnet tersendiri untuk menarik lebih banyak peserta. Dirinya pun tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan lomba serupa di Kabupaten Rembang.

“lomba ini sangat menarik sekali, mungkin materinya akan disesuaikan dengan peserta (siswa-red)”, imbuh Gito.

Reporter: Kholid Khazmi, Is Adatur Rohmah

Penulis: Kholid Khazmi

Foto: Burhanuddin Ahmad

Gebrakan Baru dari Ujung

Gebrakan Baru dari Ujung   Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB)merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang berada di fakultas ilmu budaya Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Oganisasi ini berdiri tepatnya pada tahun 2000, setahun setelah fakultas bahasa dan sastra didirikan.

Pergantian Fakultas Bahasa dan Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya juga terus menjadi koreksi bagi BEM Fakultas untuk terus memajukan FIB. Salah satu buktinya adalah BEM FIB selalu berupaya mengadakan acara-acara yang bermanfaat bagi para mahasiswa terutama di lingkup fakultas.

Sebelumnya pada november lalu, BEM FIB telah mengadakan acara Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat dasar bagi mahasiswa baru yang bergabung di BEM FIB, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB, Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HMBI) dan Himpunan Mahasiswa Bahasa Sastra Jepang atau yang terkenal dengan sebutan HIKARI. Selain sebagai ajang sillaturrohim antar anggota organisasi mahasiswa, acara itu juga diharapkan dapat memberi bekal pada calon-calon aktivis berupa kemampuan manajemen dalam organisasi.

Berkaca pada kepengurusan periode sebelumnya, bahwa keberadaan organisasi yang bermarkas di gedung G ini kurang begitu dikenal oleh mayoritas mahasiswa, maka sang gubernur BEM FIB beserta para anggotanya berencana membuat gebrakan dengan mengadakan festival budaya. Tidak main-main, jika di tahun sebelumnya kegiatan serupa hanya diprakarsai oleh satu organisasi mahasiswa, namun di tahun 2014 event tahunandarimahasiswa FIB ini akan melibatkan tiga organisasi mahasiswa sekaligus. BEM FIB, HMBI, dan HIKARI, ketiganya akan bersatu untuk membuat sebuah evolusi bagi FIB.

Randy Surya Permana selaku gubernur BEM FIB periode 2013-2014 berharap melalui gebrakan di atas, mahasiswa UDINUS yang tidak menempati gedung G juga dapat mengenal siapa mahasiswa di FIB  dan apa kegiatan yang mereka lakukan.

reporter: heni nurfaeni

Salah Injak Pedal, Mobil Terperosok di Parit

kecelakaan mobil   Sebuah mobil yang tengah melintas di Jalur Pantura Demak tiba-tiba masuk ke Parit.Mobil yang melaju dari arah Semarang menuju Kudus ini terperosok nyaris sedalam satu meter di jalur Pantura Sayung Demak.Diduga, sopir salah menginjak pedal. Bermaksud hendak menginjak pedal rem tetapi yang diinjak adalah pedal gas. Tak ayal, mobil yang melaju pun oleng dan terperosok ke Parit.

Jalur Pantura Demak yang saat itu tengah dalam tahap perbaikan pascabanjir menjadi macet. Lantaran jalan dipenuhi oleh pengguna jalan untuk melihat peristiwa ini.

Peristiwa yang terjadi Senin Maghrib ini mengakibatkan bumper mobil bernomor Polisi K 7455 MA ini rusak dengan posisi moncong mobil berada di dalam Parit. Dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sopir diduga shock pasca kejadian tersebut

(Satrio)

Seniman Dangdut Gelar Konser Amal Untuk  Korban Bencana

 Seniman Dangdut Gelar Konser Amal Untuk  Korban Bencana   Konser amal bertajuk “Ngamen Peduli Bencana” kembali digelar. Bertempat dikomplek Pasar Bintoro Demak. Mereka mengambil tempat dipelataran Pasar Demak yang berdekatan dengan Jalur Pantura Demak. Banyak pengguna jalan dari arah Kudus ataupun Semarang yang melambatkan laju kendaraannya untuk menyumbangkan dana peduli bencana.

   Bertempat di Jalur utama Demak-Kudus ini mengundang banyak animo masyarakat untuk menyumbangkan dana untuk bencana alam yang terjadi di Demak. Uniknya para pengisi acara konser amal tersebut bernyanyi ditepi jalan sebagai wujud belas kasihan kepada pengguna jalan.Pak Beny selaku ketua panitia aksi sosial itu mengatakan, “Dilandasi rasa solidaritas untuk korban bencanalah yang menariknya untuk menggelar aksi itu” pungkasnya. Beberapa penyanyi dangdut yang dimiliki dan grup breakdancer asal SMK Negeri 1 Demak turut menyemarakkan acara amal tersebut.

 
  Acara konser amal yang dihelat pada Hari Minggu (16/02) yang dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 16.30 ini terkumpul uang tunai sekitar Rp. 7 juta yang diserahkan kepada PMI cabang Demak untuk disalurkan kepada korban bencana alam. Karenanya Komunitas Seniman Dangdut Demak ini mempercayakan PMI selaku pihak yang berwenang untuk menyalurkan dana dari aksi sosial tersebut.

Membangun Atmosfer PKM  di Lingkungan Kampus

   Program Kreatifitas Mahasiswa UDINUSTanggal 11 februari 2014,  workshop yang diadakan digedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro  yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, workshop ini membahas tentang pelatihan pkm bagi para dosen di udinus. Dimana peran dosen sangatlah besar dalam penulisan pkm oleh mahasiswa. Selain membimbing dan mendampingi mahasiswa dalam penulisan pkm, dosen juga berkewajiban memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan idenya.

   PKM (program kretivitas mahasiswa) merupakan sebuah program dimana mahasiswa dapat dengan bebas mengembangkan ide-ide yang dimilikinya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, PKM juga dapat menambah wawasan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu lain selain yang di pelajari di universitas. karena dengan membuat PKM, sama saja seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, selain belajar melakukan suatu penelitian, juga belajar untuk membuat sebuah skripsi.  

   “untuk menimbulkan atmosfer PKM, harus menginformasikan kepada mahasiswa tentang prestasi  yang sudah ada agar mereka mulai merasa ingin tahu dan kemudian tertarik untuk menulis PKM” papar Prof. Ir. Jamasri Ph.D seorang viewer dan juri PIMNAS yang merupakan pembicara pada workshop tersebut. Sayangnya minat mahasiswa untuk ikut serta dalam pembuatan PKM memang tergolong masih minim, untuk itulah atmosfer PKM harus lebih di bangun dilingkungan kampus, agar mahasiswa lebih menyadari seberapa banyaknya kegunaan pkm dalam masa perkuliahan

   Sudah  banyak mahasiswa yang menuangkan idenya dalam bentuk proposal PKM, dan lolos ke PIMNAS,  jadi apakah kita para mahasiswa tidak tertarik untuk mencantumkan nama kita di PIMNAS? Ayo menulis PKM.

(Is adatur)

Bertujuan untuk mengenalkan budaya lokal Jawa Tengah, Pemprov Jateng gelar Kesenian Wayang Kulit dihalaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Jl. Pahlawan Semarang.

Ganjar Pranowo selaku tamu kehormatan, mengakui jika dirinya senang dengan digelarnya acara tersebut. Dan Ganjar pun unjuk kebolehan dengan menjadi pemeran wayang orang.

Bertempat di Halaman Kantor Gubernur Jateng, seluruh masyarakat Semarang dan sekitarnya antusias menyaksikan acara tersebut. 

Acara yang dihelat Malam Minggu ini, dimulai pukul 19.30 malam. Besar kemungkinan, acara ini selesai pada pukul 3 dinihari.

(Satrio)

Hindari Lubang, Vario Remuk Dihajar Truk Gandeng

Kecelakaan Motor Vario    Kecelakaan Lalu Lintas kembali terjadi. Kali ini sebuah Sepeda Motor Honda Vario yang melaju dari arah Semarang menuju Demak mengalami musibah itu. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalur Pantura Semarang-Demak tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Karangtengah Demak.

   Kecelakaan yang terjadi Kamis pagi ini menyebabkan arus lalu lintas dari Semarang menuju Demak sedikit tersendat lantaran banyak pengendara atau pengemudi yang melambatkan laju kendaraannya.

   Menurut penuturan seorang Saksi Mata, Sepeda Motor melaju dari arah Semarang menuju Demak. Dengan maksud ingin menghindari lubang dijalan, sepeda motor tersebut terjatuh dan masuk ke Kolong Gandengan truk yang melaju searah dengan korban. Untungnya korban segera menyelamatkan diri dengan melompat ke separator jalan. Warga setempat dibantu aparat Satlantas Polres Demak yang tengah berpatroli segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Sunan Kalijaga Demak dan kendaraannya. Dan Korban hanya mengalami luka ringan dibagian lutut.

(Satrio)

Oleh: Adelia Dini Meinawarti

 


“Orang yang punya kesehatan… punya harapan,

Orang yang punya harapan… punya segalanya”

Arabic Proverbs

 

Masih ingat kasus ponari?

         Benar, ponari adalah salah satu dari banyak kasus di antara masyarakat miskin yang lari dari pengobatan medis, masyarakat miskin yang tidak mampu membayar pengobatan dengan biaya mahal dengan hanya mengandalkan premi asuransi jaminan kesehatan, masyarakat miskin yang sangat ingin mendapatkan pengobatan hingga beralih ke pengobatan alternatif yang hanya seolah menyembuhkan namun ternyata tidak, seolah mengurangi namun pada akhirnya menambah masalah baru. Seolah hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa rakyat kecil belum sepenuhnya mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

         UUD 1945 Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) (UU Nomor 40 Tahun 2004) turut menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial. Pada hakekatnya jaminan kesehatan bertujuan untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup secara layak.

          Sekali lagi bukti kewajiban Negara kepada rakyatnya harus dipertanyakan. Memang kita tahu, no country is perfect, tapi doesn’t it scare you sometimes how time flies and nothing changes?

          Dengan maraknya kasus penanganan kesehatan yang minim untuk masyarakat miskin. Kasus bayi yang meninggal di loket sebelum ditangani bahkan belum diijinkan untuk ditangani karena prosedur yang berbelit-belit untuk mengurus jamkesmas/jamkesda. Bila dibandingkan dengan negara sebayanya belanja kesehatan Indonesia memang jauh lebih rendah itu bisa dilihat dari studi yang dilakukan oleh bank dunia yang menempatkan Indonesia di bawah Malaysia, Thailand dan Filipina. Dan Indonesia berada pada peringkat ke-100 dunia sebagai negara dengan kesenjangan perbedaan yang tinggi antara anak keluarga kaya dan miskin dalam mengakses layanan kesehatan. Peringkat itu berdasarkan laporan berjudul The Killer Gap: A Global Index of Health Inequality for Children, yang dirilis oleh lembaga kemanusian World Vision pada tahun ini berdasarkan kajian terhadap 176 negara. Ini adalah kenyataan yang sangat memprihatinkan. Masih banyak bayi dan anak-anak yang harus terus ‘membayar harga’ untuk kesenjangan besar ini dengan nyawa mereka.

          Namun sekali lagi, Semua terjadi bukan dengan tanpa alasan bukan? Selalu ada hikmah yang dapat diambil dari berbagai kasus jaminan kesehatan yang terjadi di Indonesia. Apa semua harus dibebankan kepada negara? Tentu tidak. Kesehatan adalah tanggung jawab pribadi masing-masing. Bagaimana caranya? Kembali kepada masyarakat untuk mengedepankan pola hidup sehat. Untuk bayi yang sakit? Kembali kepada pola asuh orang tua masing-masing untuk lebih menjaga kesehatan keluarganya dengan baik.

          Permasalahan mengenai masyarakat yang belum memahami bagaimana prosedur jaminan kesehatan semestinya kembali lagi kepada pemerintah untuk menyediakan penguatan sistem informasi dan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat. Selama ini yang terjadi, banyak masyarakat di pedesaan yang kurang mengetahui mengenai jaminan, misalnya saja Pelayanan Jampersal yang sebenarnya itu adalah isu yang lama. Masyarakat banyak yang kurang mengetahui manfaat dan jenis layanan yang didapatkan serta persyaratannya.

          Pemerataan peyebaran informasi kepada misalnya kelompok masyarakat yang berada di perkotaan, kelompok masyarakat yang berada di pinggiran desa, kelompok masyarakat yang berada di pegunungan. Hal ini biar bisa mewakili pemerataan dari pelayanan dan untuk memonitor apakah masyarakat sudah mengetahui dan mengerti mengenai akses pelayanan kesehatan.

          Dilansir dari pemberitaan baru-baru ini Jaminan Kesehatan Nasional akan diberlakukan mulai tahun 2014. PT Askes yang akan berubah menjadi Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJS) akan mengucurkan dana asuransi kesehatan dengan iuran (premi) bagi 86,4 juta warga miskin atau sama dengan penerima fasilitas Jamkesmas secara nasional saat ini dengan jumlah rata-rata mencapai Rp 15.500 per kepala/ bulan.

          Dana itu lebih besar memang dari dana sebelumnya yang telah dianggarkan pemerintah untuk jamkesmas tahun-tahun sebelumnya. Jamkesmas sebelumnya, pemerintah hanya mengucurkan rata-rata Rp 6.000,- sampai dengan Rp 6.500,- per pasien sebagai dana kesehatan. Namun program tersebut masih menimbulkan keraguan dari pemerintah. Siapkah Indonesia memasuki pelayanan kesehatan universal?

          Mulai 1 Januari 2014, pemerintah akan memberikan pelayanan kepada 140 juta peserta, antara lain untuk 86,4 juta jiwa kepesertaan Jamkesmas, 11 juta jiwa untuk Jamkesda, 16 juta peserta Askes, 7 juta peserta Jamsostek, dan 1,2 juta peserta unsur TNI dan Polri. Untuk tahun 2014 pelayanan kesehatan masyarakat belum 100% gratis untuk masyarakat tetapi pemerintah mentargetkan pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia akan secara otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan sehat secara gratis. Mampukah? Semoga!

Get Closer to DPM

Get Closer to DPM   Hai sobat radians, pernahkah kalian mendengar organisasi mahasiswa yang bernama Dewan Perwakilan Mahasiswa atau yang biasa disebut dengan DPM?apakah kalian sebagai mahasiswa Universitas dian Nuswantoro  tahu dan mengerti DPM ??nama DPM tak asing bukan ditelinga kalian. ayo kita telusuri organisasi mahasiswa yang satu ini. 

   Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas  atau yang biasa disebut dengan DPM merupakan salah satu orma yang memiliki jabatan tertinggi dibawah MPM Universitas. Sesuai dengan  namanya Dewan Perwakilan Mahasiswa menjadi wakil-wakil mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi  dari mahasiswa terhadap Universitas Dian Nuswantoro. Pada Tahun 2013 ini DPM dipimpin oleh Oong Mariani Sinaga, mahasiswi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di dalam keanggotaan DPM terdapat 17 anggota dan 5 diantaranya murni tak mengikuti organisasi lain diluar DPM. Terdapat perbedaan dalam hal keanggotaan pada periode tahun ini, dimana setiap anggota berasal dari perwakilan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan perwakilan dari DPM fakultas. Oong mariani Sinaga menjelaskan, dengan mengambil anggota  dari perwakilan UKM dan  DPM fakultas jika terjadi masalah dapat mempermudah koordinasi ke setiap organisasi yang ada di  univeristas .

   Pada tahun lalu, DPM tak banyak dikenal oleh mahasiswa-mahasiswa di lingkungan kampus. Hal itu dikarenakan kurangnya publikasi kepada rekan-rekan mahasiswa. Tahun 2013 menjadi awal kebangkitan dari DPM universitas, dengan melihat fakta di atas , maka pada pemerintahan Oong Mariani Sinaga ini membuat gebrakan-gebrakan yang baru, salah satu gebrakannya misalnya dengan menangani dan mencari penjelasan masalah poliklinik yang beberapa waktu lalu menjadi bola panas di univeristas yang memiliki julukan kampus biru. Setelah mereka menemukan hasil dari masalah-masalah yang terjadi di Universitas, mereka akan mempublikasi melalui banner-banner di setiap fakultas dan juga media-media yang dapat dijangkau oleh seluruh mahasiswa. Hal tersebut dilakukan agar mahsiswa dapat tahu keberadaan DPM universitas dan simpang siurnya masalah-masalah yang terjadi di lingkup kampus lebih jelas dan transparan.

   Secara tidak langsung DPM yang terdapat di universitas menjadi penghubung antara mahasiswa dan univeristas. Melalui organisasi satu ini, diharapkan mahasiswa  lebih mudah untuk  menyalurkan aspirasi dan inspirasi terhadap univeristas melalui program “Dialog Akademik Universitas” yang selalu diadakan setiap tahunnya . Selain itu, mahasiswa diharapkan jangan pernah takut untuk meyalurkan aspirasi dan inspirasi melalui DPM yang notabene adalah perwakilan dari mahasiswa. Para anggota legislative ini siap menampung  aspirasi dan inspirasi kalian untuk perbaikan  universitas Dian Nuswantoro kedepannya . (Alex)

DINUS Go to Digital Campus

Udinus go digital

Kampus digital menjadi satu target utama yang ingin dicapai oleh Universitas Dian Nuswantoro. Tak heran, dengan target itu banyak perombakan-perombakan dari sisi infratruktur dan fasilitas. Pada tahun 2013 salah satu usaha untuk mencapai itu adalah dengan  meluncurkan program “campus in my hand” pada acara dinus inside beberapa bulan yang lalu. Program ini meruakan hasil kerjasama Universitas Dian Nuswantoro dengan PT imo mobile sebagai penyedia hardware dan PT XL  axiata sebagai penyedia kartu prabayar.  Mahasiswa angkatan 2013 diwajibkan  untuk membeli gadget yang memiliki kapasitas micro SD hingga 32 gigabyte dan berprosesor dual core.

Melalui kerjasama yang dijalin di atas diharapkan akan mempermudah layanan akademik. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan akses komunikasi telepon gratis sesama komunitas dan terbuka kesempatan magang di PT  imo mobile di Zhenzhen China. Pada tahap awal ini PT XL axiata menyediakan 3000 unit kartu prabayar yang juga berfungsi sebagai nomor Induk mahasiswa(NIM) bagi mahasiswa angakatan 2013. Harga gadget berupa tablet yang ditawarkan untuk mahasiswa angkatan 2013 adalah Rp. 1.500.000,00. Di samping itu pihak kampus juga membuka kesempatan bagi mahasiswa di luar angkatan 2013 untuk bisa membeli gadget tersebut dengan harga yang sama.

Fitur-fitur  yang ditawarkan berbeda dari gadget-gadget pada umumnya, dimana saat mahasiswa menyalakan dan mematikan gadget, akan muncul logo Universitas Dian Nuswantoro. Agar civitas akademika lebih mengenal kampusnya, di dalam tablet itu  juga terdapat potongan lagu hymne Dian Nuswantoro. Tak hanya itu, E-gamelan yakni perangkat musik khas jawa berupa gamelan yang telah disulap dalam bentuk digital pun ikut menjadi nilai tambah. Melalui berbagai fasilitas istimewa di atas, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkannya dengan baik guna mendukung kegiatan perkuliahan, sehingga ke depan lebih banyak mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi dan mengangkat nama baik UDINUS. (Alex)