Membangun Atmosfer PKM  di Lingkungan Kampus

   Program Kreatifitas Mahasiswa UDINUSTanggal 11 februari 2014,  workshop yang diadakan digedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro  yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, workshop ini membahas tentang pelatihan pkm bagi para dosen di udinus. Dimana peran dosen sangatlah besar dalam penulisan pkm oleh mahasiswa. Selain membimbing dan mendampingi mahasiswa dalam penulisan pkm, dosen juga berkewajiban memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan idenya.

   PKM (program kretivitas mahasiswa) merupakan sebuah program dimana mahasiswa dapat dengan bebas mengembangkan ide-ide yang dimilikinya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, PKM juga dapat menambah wawasan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu lain selain yang di pelajari di universitas. karena dengan membuat PKM, sama saja seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, selain belajar melakukan suatu penelitian, juga belajar untuk membuat sebuah skripsi.  

   “untuk menimbulkan atmosfer PKM, harus menginformasikan kepada mahasiswa tentang prestasi  yang sudah ada agar mereka mulai merasa ingin tahu dan kemudian tertarik untuk menulis PKM” papar Prof. Ir. Jamasri Ph.D seorang viewer dan juri PIMNAS yang merupakan pembicara pada workshop tersebut. Sayangnya minat mahasiswa untuk ikut serta dalam pembuatan PKM memang tergolong masih minim, untuk itulah atmosfer PKM harus lebih di bangun dilingkungan kampus, agar mahasiswa lebih menyadari seberapa banyaknya kegunaan pkm dalam masa perkuliahan

   Sudah  banyak mahasiswa yang menuangkan idenya dalam bentuk proposal PKM, dan lolos ke PIMNAS,  jadi apakah kita para mahasiswa tidak tertarik untuk mencantumkan nama kita di PIMNAS? Ayo menulis PKM.

(Is adatur)

Bertujuan untuk mengenalkan budaya lokal Jawa Tengah, Pemprov Jateng gelar Kesenian Wayang Kulit dihalaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Jl. Pahlawan Semarang.

Ganjar Pranowo selaku tamu kehormatan, mengakui jika dirinya senang dengan digelarnya acara tersebut. Dan Ganjar pun unjuk kebolehan dengan menjadi pemeran wayang orang.

Bertempat di Halaman Kantor Gubernur Jateng, seluruh masyarakat Semarang dan sekitarnya antusias menyaksikan acara tersebut. 

Acara yang dihelat Malam Minggu ini, dimulai pukul 19.30 malam. Besar kemungkinan, acara ini selesai pada pukul 3 dinihari.

(Satrio)

Hindari Lubang, Vario Remuk Dihajar Truk Gandeng

Kecelakaan Motor Vario    Kecelakaan Lalu Lintas kembali terjadi. Kali ini sebuah Sepeda Motor Honda Vario yang melaju dari arah Semarang menuju Demak mengalami musibah itu. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalur Pantura Semarang-Demak tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Karangtengah Demak.

   Kecelakaan yang terjadi Kamis pagi ini menyebabkan arus lalu lintas dari Semarang menuju Demak sedikit tersendat lantaran banyak pengendara atau pengemudi yang melambatkan laju kendaraannya.

   Menurut penuturan seorang Saksi Mata, Sepeda Motor melaju dari arah Semarang menuju Demak. Dengan maksud ingin menghindari lubang dijalan, sepeda motor tersebut terjatuh dan masuk ke Kolong Gandengan truk yang melaju searah dengan korban. Untungnya korban segera menyelamatkan diri dengan melompat ke separator jalan. Warga setempat dibantu aparat Satlantas Polres Demak yang tengah berpatroli segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Sunan Kalijaga Demak dan kendaraannya. Dan Korban hanya mengalami luka ringan dibagian lutut.

(Satrio)

Oleh: Adelia Dini Meinawarti

 


“Orang yang punya kesehatan… punya harapan,

Orang yang punya harapan… punya segalanya”

Arabic Proverbs

 

Masih ingat kasus ponari?

         Benar, ponari adalah salah satu dari banyak kasus di antara masyarakat miskin yang lari dari pengobatan medis, masyarakat miskin yang tidak mampu membayar pengobatan dengan biaya mahal dengan hanya mengandalkan premi asuransi jaminan kesehatan, masyarakat miskin yang sangat ingin mendapatkan pengobatan hingga beralih ke pengobatan alternatif yang hanya seolah menyembuhkan namun ternyata tidak, seolah mengurangi namun pada akhirnya menambah masalah baru. Seolah hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa rakyat kecil belum sepenuhnya mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

         UUD 1945 Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. UU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) (UU Nomor 40 Tahun 2004) turut menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial. Pada hakekatnya jaminan kesehatan bertujuan untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup secara layak.

          Sekali lagi bukti kewajiban Negara kepada rakyatnya harus dipertanyakan. Memang kita tahu, no country is perfect, tapi doesn’t it scare you sometimes how time flies and nothing changes?

          Dengan maraknya kasus penanganan kesehatan yang minim untuk masyarakat miskin. Kasus bayi yang meninggal di loket sebelum ditangani bahkan belum diijinkan untuk ditangani karena prosedur yang berbelit-belit untuk mengurus jamkesmas/jamkesda. Bila dibandingkan dengan negara sebayanya belanja kesehatan Indonesia memang jauh lebih rendah itu bisa dilihat dari studi yang dilakukan oleh bank dunia yang menempatkan Indonesia di bawah Malaysia, Thailand dan Filipina. Dan Indonesia berada pada peringkat ke-100 dunia sebagai negara dengan kesenjangan perbedaan yang tinggi antara anak keluarga kaya dan miskin dalam mengakses layanan kesehatan. Peringkat itu berdasarkan laporan berjudul The Killer Gap: A Global Index of Health Inequality for Children, yang dirilis oleh lembaga kemanusian World Vision pada tahun ini berdasarkan kajian terhadap 176 negara. Ini adalah kenyataan yang sangat memprihatinkan. Masih banyak bayi dan anak-anak yang harus terus ‘membayar harga’ untuk kesenjangan besar ini dengan nyawa mereka.

          Namun sekali lagi, Semua terjadi bukan dengan tanpa alasan bukan? Selalu ada hikmah yang dapat diambil dari berbagai kasus jaminan kesehatan yang terjadi di Indonesia. Apa semua harus dibebankan kepada negara? Tentu tidak. Kesehatan adalah tanggung jawab pribadi masing-masing. Bagaimana caranya? Kembali kepada masyarakat untuk mengedepankan pola hidup sehat. Untuk bayi yang sakit? Kembali kepada pola asuh orang tua masing-masing untuk lebih menjaga kesehatan keluarganya dengan baik.

          Permasalahan mengenai masyarakat yang belum memahami bagaimana prosedur jaminan kesehatan semestinya kembali lagi kepada pemerintah untuk menyediakan penguatan sistem informasi dan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat. Selama ini yang terjadi, banyak masyarakat di pedesaan yang kurang mengetahui mengenai jaminan, misalnya saja Pelayanan Jampersal yang sebenarnya itu adalah isu yang lama. Masyarakat banyak yang kurang mengetahui manfaat dan jenis layanan yang didapatkan serta persyaratannya.

          Pemerataan peyebaran informasi kepada misalnya kelompok masyarakat yang berada di perkotaan, kelompok masyarakat yang berada di pinggiran desa, kelompok masyarakat yang berada di pegunungan. Hal ini biar bisa mewakili pemerataan dari pelayanan dan untuk memonitor apakah masyarakat sudah mengetahui dan mengerti mengenai akses pelayanan kesehatan.

          Dilansir dari pemberitaan baru-baru ini Jaminan Kesehatan Nasional akan diberlakukan mulai tahun 2014. PT Askes yang akan berubah menjadi Badan Pengelola Jaminan Kesehatan (BPJS) akan mengucurkan dana asuransi kesehatan dengan iuran (premi) bagi 86,4 juta warga miskin atau sama dengan penerima fasilitas Jamkesmas secara nasional saat ini dengan jumlah rata-rata mencapai Rp 15.500 per kepala/ bulan.

          Dana itu lebih besar memang dari dana sebelumnya yang telah dianggarkan pemerintah untuk jamkesmas tahun-tahun sebelumnya. Jamkesmas sebelumnya, pemerintah hanya mengucurkan rata-rata Rp 6.000,- sampai dengan Rp 6.500,- per pasien sebagai dana kesehatan. Namun program tersebut masih menimbulkan keraguan dari pemerintah. Siapkah Indonesia memasuki pelayanan kesehatan universal?

          Mulai 1 Januari 2014, pemerintah akan memberikan pelayanan kepada 140 juta peserta, antara lain untuk 86,4 juta jiwa kepesertaan Jamkesmas, 11 juta jiwa untuk Jamkesda, 16 juta peserta Askes, 7 juta peserta Jamsostek, dan 1,2 juta peserta unsur TNI dan Polri. Untuk tahun 2014 pelayanan kesehatan masyarakat belum 100% gratis untuk masyarakat tetapi pemerintah mentargetkan pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia akan secara otomatis menjadi peserta BPJS Kesehatan dengan sehat secara gratis. Mampukah? Semoga!

Get Closer to DPM

Get Closer to DPM   Hai sobat radians, pernahkah kalian mendengar organisasi mahasiswa yang bernama Dewan Perwakilan Mahasiswa atau yang biasa disebut dengan DPM?apakah kalian sebagai mahasiswa Universitas dian Nuswantoro  tahu dan mengerti DPM ??nama DPM tak asing bukan ditelinga kalian. ayo kita telusuri organisasi mahasiswa yang satu ini. 

   Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas  atau yang biasa disebut dengan DPM merupakan salah satu orma yang memiliki jabatan tertinggi dibawah MPM Universitas. Sesuai dengan  namanya Dewan Perwakilan Mahasiswa menjadi wakil-wakil mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi  dari mahasiswa terhadap Universitas Dian Nuswantoro. Pada Tahun 2013 ini DPM dipimpin oleh Oong Mariani Sinaga, mahasiswi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di dalam keanggotaan DPM terdapat 17 anggota dan 5 diantaranya murni tak mengikuti organisasi lain diluar DPM. Terdapat perbedaan dalam hal keanggotaan pada periode tahun ini, dimana setiap anggota berasal dari perwakilan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan perwakilan dari DPM fakultas. Oong mariani Sinaga menjelaskan, dengan mengambil anggota  dari perwakilan UKM dan  DPM fakultas jika terjadi masalah dapat mempermudah koordinasi ke setiap organisasi yang ada di  univeristas .

   Pada tahun lalu, DPM tak banyak dikenal oleh mahasiswa-mahasiswa di lingkungan kampus. Hal itu dikarenakan kurangnya publikasi kepada rekan-rekan mahasiswa. Tahun 2013 menjadi awal kebangkitan dari DPM universitas, dengan melihat fakta di atas , maka pada pemerintahan Oong Mariani Sinaga ini membuat gebrakan-gebrakan yang baru, salah satu gebrakannya misalnya dengan menangani dan mencari penjelasan masalah poliklinik yang beberapa waktu lalu menjadi bola panas di univeristas yang memiliki julukan kampus biru. Setelah mereka menemukan hasil dari masalah-masalah yang terjadi di Universitas, mereka akan mempublikasi melalui banner-banner di setiap fakultas dan juga media-media yang dapat dijangkau oleh seluruh mahasiswa. Hal tersebut dilakukan agar mahsiswa dapat tahu keberadaan DPM universitas dan simpang siurnya masalah-masalah yang terjadi di lingkup kampus lebih jelas dan transparan.

   Secara tidak langsung DPM yang terdapat di universitas menjadi penghubung antara mahasiswa dan univeristas. Melalui organisasi satu ini, diharapkan mahasiswa  lebih mudah untuk  menyalurkan aspirasi dan inspirasi terhadap univeristas melalui program “Dialog Akademik Universitas” yang selalu diadakan setiap tahunnya . Selain itu, mahasiswa diharapkan jangan pernah takut untuk meyalurkan aspirasi dan inspirasi melalui DPM yang notabene adalah perwakilan dari mahasiswa. Para anggota legislative ini siap menampung  aspirasi dan inspirasi kalian untuk perbaikan  universitas Dian Nuswantoro kedepannya . (Alex)

DINUS Go to Digital Campus

Udinus go digital

Kampus digital menjadi satu target utama yang ingin dicapai oleh Universitas Dian Nuswantoro. Tak heran, dengan target itu banyak perombakan-perombakan dari sisi infratruktur dan fasilitas. Pada tahun 2013 salah satu usaha untuk mencapai itu adalah dengan  meluncurkan program “campus in my hand” pada acara dinus inside beberapa bulan yang lalu. Program ini meruakan hasil kerjasama Universitas Dian Nuswantoro dengan PT imo mobile sebagai penyedia hardware dan PT XL  axiata sebagai penyedia kartu prabayar.  Mahasiswa angkatan 2013 diwajibkan  untuk membeli gadget yang memiliki kapasitas micro SD hingga 32 gigabyte dan berprosesor dual core.

Melalui kerjasama yang dijalin di atas diharapkan akan mempermudah layanan akademik. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan akses komunikasi telepon gratis sesama komunitas dan terbuka kesempatan magang di PT  imo mobile di Zhenzhen China. Pada tahap awal ini PT XL axiata menyediakan 3000 unit kartu prabayar yang juga berfungsi sebagai nomor Induk mahasiswa(NIM) bagi mahasiswa angakatan 2013. Harga gadget berupa tablet yang ditawarkan untuk mahasiswa angkatan 2013 adalah Rp. 1.500.000,00. Di samping itu pihak kampus juga membuka kesempatan bagi mahasiswa di luar angkatan 2013 untuk bisa membeli gadget tersebut dengan harga yang sama.

Fitur-fitur  yang ditawarkan berbeda dari gadget-gadget pada umumnya, dimana saat mahasiswa menyalakan dan mematikan gadget, akan muncul logo Universitas Dian Nuswantoro. Agar civitas akademika lebih mengenal kampusnya, di dalam tablet itu  juga terdapat potongan lagu hymne Dian Nuswantoro. Tak hanya itu, E-gamelan yakni perangkat musik khas jawa berupa gamelan yang telah disulap dalam bentuk digital pun ikut menjadi nilai tambah. Melalui berbagai fasilitas istimewa di atas, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkannya dengan baik guna mendukung kegiatan perkuliahan, sehingga ke depan lebih banyak mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi dan mengangkat nama baik UDINUS. (Alex)

Berawal dari Iseng, Berbuah Prestasi

Berawal Dari Iseng

Khaerul Anwar, pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1993 patut menjadi kebanggaan Universitas Dian Nuswantoro karena prestasinya di penghujung tahun ini yang sangat gemilang.
Ia Berhasil menjadi the first winner dalam Information and Technologies Creative Competition (ITCC). Aan, dirinya biasanya disapa, memaparkan pengalaman yang ia dapat dalam acara bergengsi tersebut. ITCC yang berlangsung di Udayana, Bali dari tanggal 12-17 Desember 2013 ini sangatlah berkesan. Perlombaan web design diikuti oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia ini awalnya memang sempat membuat Aan ragu. “Daftar awalnya ingin coba-coba tapi malah beneran didaftarin sama DNCC” ungkap anggota UKM DNCC yang juga mahasiswa beasiswa unggulan 2012. Dari berbagai kampus IT yang mengikuti tahap seleksi terpilih 10 web design tebaik untuk dilombakan di final.
Universitas tersebut antara lain ITB, STIMIK AMIKOM Purwokerto, Universitas Pendidikan Ganesha Singapraja, UII, New Media Bali, STIKI Indonesia, Akrakom Yogyakarta dan UDINUS. Dengan tekad yang kuat dan minat serta pengetahuan web design yang ia kuasai, Aan berhasil mendapatkan juara pertama dengan web design buatannya dalam sistem kerja sebuah web yang digunakan untuk pencarian kerja. Kelengkapan fitur, tampilan (design), kemanaan menjadi penilaian pokok dalam perlombaan ini. Hal ini membuktikan bahwa anak Udinus memiliki potensi bersaing dengan universitas lain satu Indonesia dalam skala nasional.

“Berprestasilah mumpung masih muda” Itulah motivasi yang selalu Aan pegang saat dirinya akan mengerjakan suatu hal. Motivasi lain yang juga mendorongnya untuk mengikuti perlombaan ini adalah untuk membanggakan nama Udinus dan memperoleh prestige. Prestasinya menjadi bingkisan manis akhir tahun bagi Udinus.
Pemilik usaha aplikasi berbasis desktop atau mobile ini mempunyai harapan untuk dapat mengembangkan kembali usahanya sambil terus berprestasi dan terus menambah kebanggaan bagi Udinus.  Tak lupa, untuk mahasiswa lainnya agar dapat berprestasi dan percaya akan kemampuannya sendiri.(M.widyarini)

Orart Oret: Berkeluarga lewat Seni

Orart Oret: Berkeluarga lewat Seni
Orart Oret: Berkeluarga lewat Seni

Langit cerah dan suasana pagi yang hangat menyambut kehadiran kami dan sekelompok orang-orang kreatif yang menamakan dirinya “Orart Oret”. Udara segar yang tak biasa ada di kota besar layaknya Semarang memberi energi positif sendiri bagi kami sebelum melakukan aktifitas seni di sekitar Jl. Garuda, area kota lama Semarang.

Hari menjelang siang, matahari pun semakin memancarkan kehangatan. Menjadikan suasana antar seniman dan penikmatnya semakin hangat. Perlahan mereka mulai menyiapkan properti yang menjadi sahabat ketika hendak menuangkan imajinasi dalam sebuah karya seni. Ada yang berkutat dengan peralatan gambar seperti pensil, kanvas, dan cat. Adapula yang sibuk dengan lensa kameranya. Ada juga yang mempersiapkan properti guna mendukung aksi drama yang akan disuguhkan. Ya,  seniman yang hadir memang tidak hanya di bidang lukis. Hal itu sesuai dengan konsep didirikannya Orart Oret yang disebut “Guyub Art” yakni  menghadirkan suasana akrab antar komunitas seni yang bertujuan supaya diantara mereka bisa saling mengenal. Di sisi lain, meskipun idealisme seni mereka berbeda-beda, namun rasa respect antar anggota tetap terjaga.

Tak terasa hari sudah mulai siang, obrolan kami dengan sang penggagas Orart Oret yakni Dadang Pribadi juga semakin intensif. Pria berkacamata ini dengan santai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Berbicara mengenai keuntungan, sebenarnya komunitas yang didirikannya bukanlah untuk komersil dalam arti menjual karya-karya para seniman. Akan tetapi, Dadang lebih menekankan pada keuntungan secara emosional, dalam arti mereka dapat saling mengapresiasi  karya seniman lain maupun kegiatan seni yang diadakan oleh komunitas lain.

Satu demi satu hasil lukisan yang berbuah dari kretifitas seniman mulai diperlihatkan. Memanfaatkan beberapa kayu untuk dijadikan tempat pajangan, para penikmat seni yang hadirpun merasa terpukau dengan hasil karya mereka. Saat diamati lebih jelas, ada yang berbeda dengan lukisan-lukisan pada umumnya, yang menonjol adalah media yang digunakan. Mereka memanfaatkan beberapa barang bekas seperti pita kaset. Adapula yang menyulap batu yang notabene merupakan benda mati  seolah-olah menjadi bernyawa dengan membuat pola seperti wajah pada batu tersebut. Rutinitas Orart Oret yang setiap dua minggu sekali “ngelapak” memang tak menyulitkan seniman-seniman ini untuk mendapatkan barang-barang bekas dan saling berbagi ide.

Dadang, dengan ciri khasnya yakni menguncir rambut ke belakang juga tak ragu menyampaikan apa yang belum dicapainya dengan komunitas yang telah didirikannya sejak 26 September 2010 lalu, yakni membuat sebuah kegiatan yang bertajuk “art gaming” secara rutin. Di mana melalui kegiatan itu teman-teman seniman dapat saling tukar pengalaman, terlebih dapat mempererat keakraban antar komunitas.

Di akhir pembicaraan, Dadang juga tak lupa memberikan “wejangan” terhadap para pemuda, terutama mahasiswa untuk tetap berkarya, meskipun karya yang dihasilkan belum bisa dikatakan baik. “Tetap berkarya walaupun belum bagus, mengapresiasi karya orang lain. Yang sudah bagus tidak perlu sombong, yang belum bagus tidak perlu minder.” Pungkas Dadang Pribadi.

Pelukan Hangat Bagi yang Tak Pernah Sembuh

Pelukan Hangat Bagi yang Tak Pernah Sembuh
Pelukan Hangat Bagi yang Tak Pernah Sembuh

“HIV does not make people dangerous to know, so you can shake their hands and give them a hug. They need it.”

-Princess Diana-

Selama ini HIV/AIDS masih menjadi salah satu penyakit yang terdengar sangat menakutkan bagi semua orang. AIDS sebenarnya adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrom, yaitu sekumpulan gejala penyakit yang di sebabkan karena kurangnya daya tahan tubuh manusia oleh infeksi virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Menurut dr. Ari Istoniwati kebanyakan virus HIV/AIDS ditemukan pada seseorang yang dengan gejala TBC dalam waktu yang cukup lama. Seseorang yang terinfeksi virus HIV/AIDS bukan berarti telah di vonis mati. HIV/AIDS dapat dicegah dengan meminum secara rutin antiretroviral atau ARV. Pengobatan ARV hanya  menekan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga orang dengan infeksi HIV/AIDS dapat kembali “sehat” atau bebas gejala. Namun virus HIV masih ada dan “tertidur” di dalam tubuhnya dan tetap bisa menular pada orang lain.

Berbicara tentang HIV/AIDS tidak dapat dipisahkan dari cerita yang ada di lingkungan kita, seperti cerita yang dialami oleh sari(nama samaran). Tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiranya akan menjadi bagian dari odha(orang dengan HIV/AIDS), semula kehidupan perempuan yang berprofesi sebagai guru ini baik-baik saja, tidak ada yang aneh. Bahkan saat dirinya terkena bronkitis, dia tetap tidak berpikir macam-macam, hanya saja bronkitis yang dideritanya terjadi dalam waktu yang lama hingga 6 bulan, dan setiap bulan keadaanya semakin memburuk. Bahkan pada bulan terakhir sampai tidak mampu berjalan. Karena itulah atas saran dari keluarga dan teman-temannya, dia memeriksakan keadaanya kepada dokter khusus masalah HIV/AIDS. Dengan ragu-ragu dokter memberitahu bahwa dirinya positif HIV/AIDS. Memang alm. Suaminya pernah mengidap virus ganas ini, namun tak pernah sedikitpun terbayang jika penyakit yang di derita suaminya itu kini juga ada di dalam tubuhnya. Setelah mendapat vonis dokter, sari sangat terpukul hingga rasanya tidak sanggup lagi untuk menghadapi dunia. Apalagi penyakit yang dideritanya adalah HIV/AIDS yang masih menjadi penyakit yang menakutkan untuk orang-orang. Keadaan yang semula sudah buruk karena penyakit bronkitis yang dideritanya kini menjadi semakin buruk. Bahkan dia sudah memasrahkan hidupnya kepada tuhan. Jika harus pergi menyusul alm. Suaminya maka dia sudah rela.

Sebagai makhluk sosial tentu manusia tidak bisa hidup seorang diri. Hal tersebut melandasi hati nurani teman dan kerabat sari untuk memberikan dukungan bangkit. Semangat dan optimis untuk menghadapi kenyataan yang ia alami, meskipun belum ada satupun penderita virus yang sama bisa sembuh. Keberadaan anak semata wayangnya juga memberikan energi positif kepada janda satu anak ini untuk membesarkan buah hati yang ia sayangi. Akhirnya perlahan-lahan sari yang juga berprofesi sebagai guru ini mulai menerima kenyataan yang ia alami. Sang pahlawan tanpa tanda jasa inipun melanjutkan perjuangannya untuk mencerdaskan anak didiknya.

Seharusnya masyarakat tidak mengucilkan para pengidap virus mematikan ini. Memang HIV/AIDS sering diindikasikan sebagai akibat dari seks bebas. Akan tetapi tidak semua penderita dari penyakit ini merupakan pelaku free seks. Perlu di ketahui bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit menular. Salah satu penularanya adalah melalui transfusi darah. Sehingga tidak semestinya mereka yang mengidap penyakit ini dikucilkan dan disalahkan. Mahasiswa sebagai insan intelektual tentu mempunyai peran untuk mengedukasi masyarakat agar selalu memberikan dukungan bagi penderita HIV/AIDS.

HIV/AIDS memang merupakan salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Seseorang yang terinfeksi virus HIV/AIDS memang tidak akan pernah sembuh dan kembali menjadi sehat, namun bukan berarti kita harus menjauhi seseorang yang menderita HIV/AIDS karena sejatinya HIV/AIDS itu tidak akan menular hanya karena kita berjabat tangan ataupun berbicara pada penderita HIV/AIDS. Mereka yang menderita HIV/AIDS bukanlah manusia yang harus ditakuti dan dikucilkan,tetapi mereka membutuhkan pelukan dari kita agar mereka dapat bangkit dan menghadapi dunia dengan senyuman.

Timnas U-19 gagal taklukkan PSIS Semarang

  Timnas Tim Nasional Sepak Bola Indonesia Laga uji coba antara Timnas U-19 dan PSIS Semarang ini dipadati oleh suporter dari PSIS Semarang yang mendukung tim mahesa jenar berlaga melawan Timnas U-19.Laga sempat terhenti beberapa saat, karena pekatnya asap yang mengepul dari tribun penonton. Penyebabnya adalah euforia yang berlebihan dari Penontonlah yang menjadi penyebab utama. 

   Dalam lawatannya di stadion jatidiri semarang ,timnas u-19 gagal menaklukkan lawannya tim kebanggaan warga kota semarang yaitu PSIS dengan skor akhir imbang 1:1.Pada babak pertama,pertandingan  berakhir dengan skor kacamata 0:0 .Timnas yang dikomando oleh Indra Sjafri sempat unggul dimenit 62 lewat gol ilham udin.tetapi keunggulan tersebut tak bertahan lama,pada menit 67  Pemain belakang timnas U-19 yaitu Syahrul Kurniawan melakukan blunder ke gawang sendiri yang mengubah skor 1:1.

  Dengan skor imbang 1:1 ini membuat tim U-19 gagal melanjutkan tren positif nya di setiap laga tour nusantara sebelum piala dunia U-20 yang akan berlangsung pada tahun 2015 di Selandia Baru.

 

(Satrio/gambar:liputan 6)