DOSCOM Suguhkan Varian Baru

    Sistem Operasi pada jaman modern ini semakin maju dan berkembang sangat pesat.Sistem operasi atau yang biasa disebut dengan OS merupakan penghubung antara lapisan software dan lapisan hardware.Tak hanya itu saja,kerja sistem operasi  komputer sangatlah vital,dimana sistem operasi  melakukan semua perintah penting dalam komputer. diperkembangannya terdapat banyak produsen yang menciptakan OS dengan keunggulan dan ciri khas masing-masing.salah satunya yaitu Linux.Linux merupakan sistem operasi  yang bertipe unix dan opensource.

DOSCOM Suguhkan Varian Baru   Dinus Open Source Community atau yang biasa disebut dengan DOSCOM telah mengembangkan linux dengan nama TealinuxOS.Linux  yang dihadirkan oleh DOSCOM mengambil nama yang berasal dari varian-varian teh. TealinuxOS telah mengalami banyak perkembangan tiap tahunnya dan memiliki varian yang berbeda-beda  yaitu green tea, black tea, white tea, oolong tea, kukicha tea dan jasmine tea.

   Release party (04/05) yang diadakan oleh DOSCOM di aula gedung E Universitas Dian Nuswantoro, menghadirkan TealinuxOS versi 6.0 dengan code name “Jasmine”. Pembuatan TealinuxOS 6.0 memakan waktu 4 hingga 6 bulan. Sistem operasi ini  memiliki banyak keunggulan dan fitur-fitur terbaru dari versi sebelumnya yaitu TealinuxOS dengan code name Kukicha.salah satunya dapat dioperasikan di mobile dan memiliki tampilan yang lebih elegan.Tak lepas dari peforma yang sangat ringan dan tampilan yang elegan saja yang menjadi daya tarik, pengambilan nama yang tepat menjadi tolak ukur keberhasilan dari suatu sistem operasi. “nama jasmine diambil karena familiar ditelinga masyarakat ” tutur Dwi Cipto production Manager TealinuxOS.

Reporter :Alexander Devanda W

Make a better Character!

Make a better Character!   Dewasa ini permasalahan degradasai kejujuran pada generasi muda semakin akut. Hal tersebut erat kaitannya dengan pembangunan karakter atau yang biasa disebut character building. Seperti kita ketahui beberapa tahun terakhir pemerintah mencanangkan program pendidikan karakter di berbagai jenjang pendidikan terutama pendidikan menengah dan atas. Akan tetapi, peran aktif mahasiswa dalam membangun karakter bangsa juga dibutuhkan guna membentuk mindset dengan latar belakang pondasi kejujuran.

   Brigjen Pol. Drs. Srijono, Msi menjelaskan dalam LKMM-TM yang diadakan selasa (07/05) mengenai character building, dimana karakter sendiri terbagi menjadi karakter baik, kurang baik, dan sangat baik. Lalu permasalahannya bagaimana kita sebagai mahasiswa untuk merubah sikap kakarter kurang baik tersebut menjadi karakter yang lebih baik. Hal pertama yang harus diubah adalah mindset atau sering dikenal dengan pola pikir, yang notabene berubahnya pola pikir itu tergantung dari individu masing-masing.

“Harus berubah mulai dari dirinya.” Ungkap Brigjen Pol. Drs. Srijono, Msi sebagai wakil gubernur akademi kepolisian.

  Budaya dan pendidikan akan menjadi faktor terbangunnya sebuah mindset dengan diubahnya pola pikir dari yang sebelumnya sudah tertanam menjadi suatu pola pikir baru yang tentunya berbeda dari yang sebelumnya dimana merubah yang buruk menjadi positif, dan mempertahankan hal yang positif sejak awal.

  Kaitannya dengan character building dengan perilaku mahasiswa yang kini lebih mementingkan nilai daripada ilmu yang didapat merupakan salah satu pencerminan karakter buruk yang terjadi di kalangan mahasiswa. Jika sejak awal mereka sudah diajarkan untuk bagaimana cara mendapatkan nilai yang baik dengan segala cara seperti membeli bocoran soal ujian, menyediakan tim sukses ujian, dan yang paling parah membeli ijazah saat di bangku SLTA. Kebiasaan tersebut akan terbawa sampai jenjang mahasiswa, beliau menyarankan kepada para mahasiswa untuk membuat orientasi pandangan mahasiswa dengan kurikulum yang jelas.

Reporter:Alexander Devanda W

Fotografer dan penulis:Rizky Triyani P

You Know Me So Well

84906111longdistance_crop“Eh, tugas kelompok kita udah selesai semua kan?” tanyaku kepada ketiga teman-temanku.

“Udah dong, Ra! Kita kan anak rajin.” jawab Crysti sembari tertawa.

“Yo’aa..” Fanya menimpali.

“Emangnya kenapa, Ra? Mau ngapel ke Jakarta lagi kamu?” Kinan bertanya padaku.

“Yo mesti to, yaa.. Kerjaanku tiap liburan semester kan ngapelin pacarku tersayang di Jakarta.” jawabku dengan suara sok pamer.

“Waaa.. Mentang-mentang punya pacar cah Jakarta, kerjaanne dolan neng Jakarta terus..” Fanya menyindirku.

“Fanya padune pengen kuwi. Hahaha..” sahut Crysti tertawa.

“Wo wo wo.. Sorry lho, sorry.. Disini ada bang Ryan yang setia menemaniku. Wek!” Fanya menjulurkan lidahnya dan tertawa.

“Uwes to, cah.. Kan wes do punya pacar sendiri-sendiri. Nggak usah ngrusuhi ngono lho.” ucap Kinan sok bijaksana.

            Aku tersenyum geli melihat Fanya dan Crysti adu suara kayak gitu. Abis lucu, sih. Fanya dan Crysti itu teman sebangku yang duduk di depanku.  Kerjaan mereka berdua kalo nggak nggosip, narsis, yaa.. berantem. Adaaa.. aja yang di ributin. Rebutan bolpen lah, tipe-x lah, bahkan sampai rebutan ngomong. Tapi walaupun mereka sering berantem, tapi aku nggak pernah tuh ngliat mereka jauh-jauhan atau marahan lama. Marahannya mereka paling lama cuma 5 menit. Abis itu damai. Dan abis itu berantem lagi. Marahan lagi.. Yaah.. gitu-gitu terus jalan hidup mereka di kelas.

            Sedangkan Kinan, dia itu teman sebangku ku sekaligus sahabat ku juga. Kan Fanya-Crysti itu sukanya berantem, kalo aku sama Kinan beda. Kita berdua cenderung lebih pendiem. Tapi.. kalo kita udah ngobrol berdua, kita yang sama-sama pendiem berubah drastis jadi sama-sama cerewet.

            Oo iya, kenalin, namaku Rizkiara Anneke, anak kelas X.3 di SmanSix. Aku itu orangnya biasa aja, simple, cuek and jutek, tapi kadang-kadang jail juga sih. Satu info yang wajib di ketahui, aku ngeFANS banget sama boyband Indonesia yang namanya SMASH. Alesannya, musik mereka itu easy listening, dance mereka keren, akting mereka juga joos! Di tambah lagi wajah para personelnya yang ca’em and chubby abis itu. Apalagi sama yang namanya Morgan Oey. Waah.. Aku tu ngefans setengah mampus sama kak Morgan. Bahkan aku udah jadi membernya SmashBlast and Morganous juga loh! [promosi sithik aah..] Hehehe.. :p

            Balik lagi ke profilku.. Di kelas ini aku punya 3 sahabat deket yang biasa main bareng sama aku, yaitu Kinanthi Putri, Crysti Indriyani, dan Zefanya Roskaningrum. Pertama, Kinan itu si tomboy jago basket yang ngefans banget sama boyband Korea, Super Junior [terutama bang Eunhyuk]. Kedua, Crysti itu cewek yang di takdirin cantik plus gahoel banget, yang di takdirin juga jadi cewek plengeh alias kagetan [bahasa gaulnya ‘latah’]. Sedangkan si imut Fanya, sebenarnya orangnya kayak aku, simple and nggak neko-neko. Tapi yang bikin beda, dia itu pikunan. Tadi kan aku udah cerita tentang mereka, jadi nggak perlu di bahas lagi, ya? Ini kan ceritaku, bukan cerita mereka. :p

            Sepulang sekolah, seperti biasa aku langsung pulang. Maklum, aku termasuk tipe cewek rumahan yang jarang keluar rumah. Begitu sampai rumah, aku langsung ke kamarku yang ada di lantai 2. Aku melemparkan tasku ke kasur dan langsung merebahkan badanku ke kasur juga. Selang beberapa menit, aku bangkit dan melepas jaket serta mengganti seragam sekolah yang masih ku kenakan dengan pakaian rumah. Setelah selesai berganti pakaian, aku duduk di kursi meja belajar dan menghidupkan laptopku. HP yang ku letakkan di sebelah laptop bergetar, tanda ada SMS masuk.

            drrt drrrrtt.. drrt drrrrtt.. [text message received from : kak Rowi Hydera]

udah pulang skolah belom , dek ? kok nggak ada laporan ? tumben .

            Oo iyaa.. Tadi aku belum cerita tentang pacarku yang tersayang, ya? [lebay_modeOn] Oke deeh, aku ceritain sekarang. Kayak yang di omongin Fanya tadi pagi, pacarku itu orang Jakarta, namanya Derowi Prasetya Winata. Tapi sejak dia pacaran sama aku, dia ngerubah namanya jadi Rowi Hydera Winata. Sedangkan Hydera itu nickname di FBku. Kalo aku di suruh nggambarin kayak apa kak Rowi, jawabanku pasti : kayak kak Morgan SMASH! Abisnya, kak Rowi itu tinggi, putih, manis, cool, pokoknya mirip kayak kak Morgan banget deh.. :p

            Aku bisa kenal kak Rowi lewat FB. Dia duluan yang nge-add FBku. Setelah ku confirm, dia nge-wall aku dan ngajak kenalan. Awalnya sih enggak mau  ku tanggepin, karna aku takut. Kan waktu itu lagi marak-maraknya penipuan di FB. Tapi biar nggak di cap cewek sombong, akhirnya aku nanggepin kak Rowi sampai akhirnya aku di ajak ketemuan. Kebetulan waktu itu dia lagi di rumah omanya, di daerah Ngaliyan. Setelah aku ketemu langsung sama kak Rowi, ternyata kak Rowi lebih cute aslinya daripada yang ada di foto. Sejak itulah, aku mulai ngerasain ‘love at the first sight’ sama kak Rowi. Dan ternyata, aku nggak bertepuk sebelah tangan. Desember 2009 aku jadian sama kak Rowi. Dan sampai sekarang, kita masih bertahan ngejalanin hubungan jarak jauh ini.

“Kamu udah belajar belum?” tanya kak Rowi dari sebrang sana.

“Udah dong, kak..” jawabku sembari memakan cemilan di depanku.

“Tumben jam segini udah selesei belajar. Emang besok mapelnya apaan?”

“Besok tu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, sama bahasa Prancis.”

“Eh, hari pertama UKK serba bahasa semua gitu?” suara kak Rowi kedengaran kaget.

“He’em. Emangnya kenapa, kak? Kok kayaknya kaget gitu?” tanyaku sembari tertawa kecil.

“Nggak papa sih. Cuma aneh aja, kok bisa kebetulan serba bahasa gitu.”

“Hehe..” aku terkekeh.

“Yo dahlah. Inget, kamu harus belajar yang rajin lho! Biar bisa masuk jurusan IPA, kuliah di ITB, dan ngraih semua impian kamu.”

“Siiap, kaak..”

“Satu lagi pesen kakak,”

“Hah? Apaan, kak?” tanyaku penasaran.

“Kalo kamu udah nggak kuat belajar atau lagi nggak mood belajar, jangan di paksain lah. Ntar kalo kamu paksain, kamu kecapekan lagi.” suara kak Rowi kedengaran cemas di sebrang telfon.

Aku tersenyum dan berkata dengan semangat. “Santei, kak.. Kakak kayak nggak tau aku aja. Ntar kalo aku nggak mood belajar, ntar aku nelfon kakak deh. Minta di ajarin..”

“Wuu.. Maunya.” terdengar suara kak Rowi tertawa. “Ya udah ya, dek. Udah malem. Kamu bobok gih. Istirahat. Biar besok fit pas ngerjain UKKnya.” pesan kak Rowi.

“Iya, kak.. Setelah telfon ini aku juga mau bobok kok. Udah ngantuk.”

“Ya udah. Met bobok ya, sayaang.. Have a nice dream.. Love you..”

“Okeokee.. Met bobok juga ya, sayaang.. Have a nice dream juga.. Always love you, too..”

            Sebelum ku matikan telfonnya, ku dengar kak Rowi tertawa kecil. Maklum lah, jawabanku kan ngopy kata-katanya kak Rowi semua, tapi di tambahin kata ‘juga’.

            Tiap malem, kak Rowi emang suka nelfon aku. Yaah.. Sekedar  berkangen-kangenan ria lah, kan kita nggak bisa ketemu sesuka hati. Walaupun long distance, tapi aku ngerasanya nggak kayak long distance tuh. Aku selalu ngerasa kak Rowi ada disisiku yang selalu nemenin and nyemangatin aku. Ya jelaslah, tiap pagi, siang, sore dan malam kan kak Rowi selalu ngontact aku. Jadi aku nggak pernah ngerasa kesepian.

            Setelah mematikan telfon barusan, aku meletakkan HPku di atas meja belajar. Aku berjalan menuju madding kamarku. Disana tertera jadwal UKK ku selama seminggu penuh. Dan di madding itu juga, sengaja ku tempel foto-foto ku bersama ketiga sahabatku. Setelah puas mengamati madding, aku berjalan dan duduk di kursi meja belajarku. Laptopku masih menyala dengan wallpaper fotoku dan kak Rowi. Aku memandang layar laptopku. Sambil tersenyum sendiri, ku tutup laptopku.

            Aku berdiri mendekati tempat tidur. Sembari merebahkan badan, ku ambil pigura yang berisi fotoku dengan kak Rowi. Aku memeluk foto itu. Maklum.. Aku kangen banget sama kak Rowi. Udah hampir 2 bulan aku nggak ketemu sama dia. Tanpa sadar akupun tersenyum sendiri ketika teringat kenangan-kenangan ku bersama pacarku itu. Aku bangkit dan mengambil HPku di atas meja. Ku buka file musik dan ku play lagu Senyum Semangat punyanya SM*SH. Kak Rowi kan sumber semangatku, jadi yaa.. Biar besok semangat ngerjain UKKnya, malam ini aku pengen ndengerin lagu ini. Sampai aku berlayar ke pulau mimpi sekalipun, aku masih tetep pengen ndengerin lagu ini..

[Seminggu setelah Ulangan Kenaikan Kelas..]

            Akhirnya, setelah hampir seminggu strees gara-gara Ulangan Kenaikan Kelas plus strees gara-gara deg-degan bakalan naik kelas atau enggak, endingnya 2 minggu FULL jadi tanggal merah buat aku dan semua para pelajar di sekolahanku. Dan liburan kali ini, aku udah janji mau ke Jakarta. Mau liburan ke rumahnya tante Rita sekalian liburan bareng pacarku disana.

            Deg-deganku juga udah ilang kok, setelah raportku di ambil sama mama tadi pagi. Nilaiku di semester 2 ini naik tajem lho, daripada nilaiku di semester 1 dulu. Selain aku naik ke kelas XI dengan nilai cukup memuaskan, aku juga berhasil nembus di jurusan IPA. Yyeeee..

            Sorenya aku langsung tancap gas ke bandara di anter sama papa, mama dan masku.

“Mah, aku pergi dulu, ya?” kataku sambil mencium tangan mama.

“Hati-hati kamu, nduk. Nanti kamu di jemput sama tante Rita, lho. Jangan keluyuran!”

“Iya, mah.”

“Kalau udah sampai, kabari papa mama langsung, ya?” giliran papa yang bicara.

“Okee, pah..”

“Ya udah gih, kamu masuk sana. Ntar ketinggalan pesawat.”

“Iyaiyaa.. aku pergi dulu, ya..”

            Aku masuk ke dalam. Setelah aku dan koperku di periksa, aku langsung mengantri untuk konfirmasi ulang dan menitipkan koperku yang akan di masukkan ke dalam bagasi. Setelah selesai, aku menunggu sembari menikmati softdrink dan cemilan yang sengaja aku bawa dari rumah. Mungkin ini saatnya aku bilang Goodbye, Semarang dan I’m coming, Jakarta..

“Selama kamu disini, kamu tidur di kamar ini. Lemari itu juga bisa kamu pakai buat baju-baju kamu.” jelas tante Rita begitu ia membuka pintu kamar untukku.

“Waah.. Makasih ya, tante.”

“Iya. Kamu istirahat gih. Tante siapin makan malamnya.”

            Tante Rita keluar dari kamar dan menutup pintunya dengan pelan. Kamarnya lumayan luas juga. Dinding dan perabotan di dalam kamar ini sangat fanatik dengan warna biru. Warna biru adalah warna favorit almarhumah anak tunggalnya tante Rita. Kecelakaan pesawat 2 tahun yang lalu menyebabkan tante Rita kehilangan suami dan anaknya. Dan kamar yang sekarang aku tempatin ini adalah ‘bekas’ kamar anaknya tante Rita.

            Setelah menata baju-baju ku di lemari, aku mengambil handuk dan peralatan mandiku. Selesai mandi, aku keluar kamar untuk sekedar ngobrol dengan tante Rita, sekalian nglepas kangen juga. Puas ngobrolin ini-itu, aku dan tante Rita makan malam bersama. Setelah makan aku kembali ke kamar. Saatnya aku melakukan kebiasaanku. Dan kebiasaanku itu adalah.. Online!

            Aku mengeluarkan laptop ku dari tas dan menyalakannya. Sembari menunggu, aku mengambil HP dan mengeceknya. “Missed calls : 1 , new messages : 2”. Setelah ku buka ternyata dari kak Rowi semua. Ya ampun, aku sampai lupa kalo aku belum ngasih kabar sama sekali ke kak Rowi sejak berangkat tadi. Lalu aku langsung membalas SMS kak Rowi itu.

[text message delivered to : kak Rowi Hydera]

maaf.. aku lupa ngasi kabar ke kakak. aku uda sampe tadi mahgrib di rumahnya tante Rita.

drrt drrrrtt.. drrt drrrrtt.. [text message received from : kak Rowi Hydera]

ya udah nggak pa2 kok . kamu istirahat aja gih . biar besok nggak kecapekan pas ku ajak pergi .

 [text message delivered to : kak Rowi Hydera]

pergi? kemana, kak..?

drrt drrrrtt.. drrt drrrrtt.. [text message received from : kak Rowi Hydera]

ada deh . :p  pokoknya besok jam 10 kamu harus udah siap . oke ? Love you .

[text message delivered to : kak Rowi Hydera]

okeokee.. always love you, too..

            Aku tersenyum dan meletakkan HPku di samping laptop. Aku langsung menancapkan modem ku ke laptop. Dan jreng jreeng.. Aku langsung membuka account FB ku dan online..

“Kiara.. Rowi udah dateng tuh. Buruan.” kata tante Rita setengah berteriak dari lantai bawah.

            Kak Rowi udah dateng. Aku mempercepat menyisir rambutku dan memakai bando berpita putih pemberian kak Rowi dulu. Setelah selesai, aku segera keluar kamar dan turun ke lantai bawah. Ku lihat kak Rowi sedang mengobrol santai dengan tante Rita.

“Kiara..” kata kak Rowi sembari berpaling dari tante Rita.

“Eh, Kiara udah siap. Ya udah deh. Rowi, tante titip ponakan tante, ya?” kata tante Rita.

“Iya, tante. Aku bakalan jagain Kiara kok. Kalo gitu kita permisi dulu, tante.”

            Setelah berpamitan dengan tante Rita, kak Rowi mengajakku have fun seharian. Pertama ke Monas dan terakhir ke Ancol. Di Ancol, aku di cariin kerang sama kak Rowi lho. Terus aku di beliin es krim kesukaanku sama kak Rowi. Kita juga bernarsis-narsis ria di photobox sebuah mall.

            Emang cuma kak Rowi yang bisa ngertiin aku banget. Kak Rowi pun rela bolak-balik Jakarta-Semarang. Dan setiap ada libur panjang dia pasti pergi ke Semarang buat nemuin aku sekalian nemenin omanya yang ada di Semarang juga. Pokoknya kak Rowi itu pacar impianku banget deh. Dia nggak pernah ngatur-ngatur aku. Dia ngebebasin aku bergaul atau jalan sama siapa aja. Dia nggak pernah nglarang aku buat nglakuin apa aja yang aku suka, selagi itu positif dan bisa ku pertanggung jawabkan. Dan dia itu juga sabar banget lho ngadepin aku. Baru kali ini aku pacaran sama orang yang bener-bener mau ‘ngertiin’ aku. Dan yang bener-bener bisa ‘terima’ aku apa adanya.

“Kiara.. Ayo bangun! Udah jam berapa ini?”

            Ku buka mataku perlahan. Dan ku lihat sosok tante Rita sedang membuka jendela kamarku. Lalu ia menghampiriku dan menarik selimutku.

“Ayo bangun, ah! Cepet mandi trus sarapan.” perintah tante sembari menarik tanganku.

“Iya..” jawabku dengan malas.

            Setelah tante Rita keluar dan menutup pintu kamarku, aku mulai bangkit dari tempat tidurku. Aku berjalan mengambil handuk lengkap dengan peralatan mandiku. Dengan malas, aku berjalan menuju kamar mandi.

            Selesai mandi, aku kembali ke kamar untuk ganti baju. Lalu turun ke lantai bawah untuk sarapan pagi bareng tante Rita. Hari ini tante Rita masuk kerja seperti biasa. Dan semalem, kak Rowi bilang pagi ini dia ada acara sama temen-temen sekelasnya. Maklum, kan kemaren baru aja di umumin kalo sekolahannya kak Rowi lulus 100%. Jadi hari ini, aku cukup berdiam diri di rumah aja. Sebenernya aku pengen ikut sama kak Rowi, tapi aku nggak enak sama temen-temennya. Satu-satunya temen kak Rowi yang ku kenal deket cuma satu, yaitu kak Bima. Tapi percuma. Kak Bima kan nggak sekelas sama kak Rowi.

            Seharian ini, aku nonton film dari DVD doang. Mulai dari film drama sampai horror ku tonton semua. Kebetulan, tante Rita itu maniak film. Jadi persedian DVDnya banyak, tinggal pilih.

            Sampai sore, udah puluhan DVD aku tonton. Di tengah-tengah film, aku berjalan menuju dapur untuk mengambil softdrink. Ketika ku buka lemari es berwarna putih itu, ada sekotak roti black florest di dalamnya. Aku mengeluarkan roti tersebut dan melihatnya. Ada tulisan ‘Sixteen Months.. and Happy Birthday to You..’ di atasnya. Lhah? Emang siapa yang ulang tahun?

[drrrrtt..] sempat ngerasa [drrrrtt..] sedih karna [drrrrtt..] sering di bully.. [drrrrtt..] pernah jadinya [drrrrtt..] malu karna [drrrrtt..] di cibir mulu.. [drrrrtt..]

“Hallo?” sapaku setelah menekan tombol hijau di keypad HPku.

“Kiara, kamu dimana?” terdengar suara tante Rita dari sebrang sana.

“Aku di rumah lah, tante. Emang mau dimana lagi?”

“Ooh.. Kamu di rumaah..”

            Aku sempet bingung dengan perkataan tante Rita barusan. Tiba-tiba pandangan mataku melihat ke roti yang baru aja aku temuin di dalam lemari es.

“Tante, black florest di kulkas itu buat siapa? Emang ada yang ulang tahun hari ini?”

“Lhoh? Kamu nggak tau, ini tanggal berapa?” suara tante Rita yang kedengaran kayak kaget gitu.

“Sekarang? Nggak tau deh, tan. Aku liburan nggak mikirin tanggalan.”

“Ya Tuhan.. Kamu bener-bener nggak inget, ya?”

            Aku jadi tambah bingung dengan perkataan tante Rita. Kalau aku enggak salah inget, sekarang tanggal 18 deh. Emang siapa yang ulang tahun? Aku kok mendadak jadi pikun gini sih?! Odoong..!

“Udah nggak usah di inget, Ra. Ntar kamu juga tau kok. Oh ya, tante sebentar lagi pulang. Kamu mau di bawain apa?”

“Apa aja yang bisa di makan. Hehehe..” aku tertawa kecil.

“Kamu itu.. Ntar tante bawain kue bandung deh. Ya udah, ya.. Daa..”

            Aku menekan tombol merah di keypad HPku. Lalu memasukkan HPku ke dalam saku celanaku. Pandanganku kembali mengarah ke roti itu. Aku penasaran, emang siapa sih yang ultah tanggal 18 bulan ini? Apa jangan-jangan salah satu pembantu yang ada di rumah ini kali, ya? Tapi masa’ ada tulisannya Sixteen Months? Apanya yang 16 bulan?

            Ketika tante Rita pulang ke rumah, di dalam mobilnya terlihat sebuah kardus berukuran lumayan besar. Pas aku tanyain, tante Rita bilang itu kerjaannya yang dia bawa pulang. Setelah makan malam, aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Sambil online, aku sesekali melirik ke arah HPku. Kok tumben, ya? Seharian kak Rowi nggak SMS ataupun telfon. Ku telfonin, daritadi nggak bisa terus. Ku SMSin juga nggak di bales. Kata kak Bima, kak Rowi sekarang lagi sibuk. Tapi masa’ saking sibuknya, dia sampai lupa sama pacarnya? Nggak kayak kak Rowi yang biasanya deh. Aku tau betul, sesibuk apapun kak Rowi, dia selalu nyempatin buat SMS atau telfon aku. Tapi hari ini? Nggak ada kabar sama sekali! Tu anak manusia ngilang kemana sih??!

            Daripada nungguin kak Rowi nggak ada kabar kayak gini, mendingan tidur. Aku langsung menutup laptopku dan meletakkannya di atas meja. Tanpa sengaja, aku melihat fotoku bersama kak Rowi beberapa hari yang lalu di pigura di atas meja. Tiba-tiba aku merasa kesal ketika melihat foto itu terus menerus. Mungkin, aku kesal gara-gara kak Rowi ngilang entah kemana dan nggak ada kabar sama sekali hari ini. Aarrghh.. Aug ah! Bodo’!

“Happy birthday to you.. Happy birthday to you.. Happy birthday, happy birthday. Happy birthday, Kiraa..”

            Samar-samar ku dengar suara petikan gitar dan suara seseorang bernyanyi. Akupun mulai membuka mataku dengan perlahan. Ku lihat di sebelahku ada kak Rowi, orang yang tadi menyanyikan lagu Happy Birthday di telingaku.

“Kak Rowi? Sekarang jam berapa, sih?”

“Jam 12 lebih 5 menit.”

“Ooh.. Kak, kak Rowi nyanyi-nyanyi happy birthday buat siap sih? emang ada yang ulang tahun disini?” tanyaku sembari memakai kacamata minus berbingkai hitam kesayanganku.

“Eh?” kak Rowi tersenyum. “Yang ulang tahun kan kamu, sekarang itu udah tanggal 20 Juni, sayaang..” lalu ia mencubit pipiku.

            Hah? 20 Juni? Masa’?

“Kamu masih belom sadar sepenuhnya, ya?” tanya kak Rowi sembari membelai rambutku.

            Kak Rowi menyandarkan gitarnya di kursi dan mengajakku untuk keluar kamar. Di depan kamarku, kak Rowi menyuruhku untuk menutup mata. Akupun menurut dan ku tutup mataku. Kak Rowi terus menggenggam tanganku dan membimbingku ke suatu tempat. Lalu kak Rowi menyuruhku berhenti. Tiba-tiba kak Rowi melepaskan pegangan tangannya.

“Sayaang..” suara kak Rowi setengah berteriak. “ Buka mata kamu sekarang..”

            Ku buka mataku dengan perlahan. Ternyata kak Rowi membawaku ke teras belakang rumah. Teras belakang rumah yang biasanya gelap mendadak berubah menjadi terang karena efek dari cahaya lilin. Di permukaan kolam, tersusun tulisan ‘Happy Birthday’ menggunakan lilin-lilin kecil yang disusun sedemikian rupa. Dan di tiap-tiap sudut juga ada lilin yang menyala terang. Kak Rowi berdiri di pinggir kolam, tersenyum dan membentuk tangannya menjadi bentuk hati. Di meja dekat kolam, ada tante Rita dan kak Bima disana.

            Lalu aku berjalan mendekati kak Rowi. Aku menghampirinya dengan di hantui berbagai pertanyaan di pikiranku. Sepertinya kak Rowi tau apa yang ada di dalam pikiranku. Begitu aku berdiri di depannya, dia memelukku sebentar dan mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Lalu dia menjelaskan semuanya. Ternyata kemarin kak Rowi sengaja nggak ngasih kabar ke aku. Tujuannya biar aku marah. Dan kak Rowi udah hafal sama kebiasaanku yang kalo lagi marah cenderung suka tidur lebih awal dari biasanya. Setelah aku tidur, kak Rowi dan kak Bima datang ke rumah tante Rita dan mulai mendekorasi teras belakang di bantu sama tante Rita.

            Setelah kak Rowi menjelaskan semuanya, aku langsung memeluk kak Rowi. Rasanya senneeeengg.. banget. Dan ketika aku memeluk kak Rowi, tiba-tiba terdengar sebuah lagu dari SMASH, my favorite boyband. Dan lagu yang mengalun adalah lagu I Heart You, tapi yang versi piano. Lagu itu hanya berisikan dentingan piano tanpa instrument apapun. Lalu kak Rowi menggandeng dan mengajakku untuk mendekat ke tante Rita dan kak Bima. Dengan di iringi lagu dari SMASH, aku, kak Rowi, kak Bima dan tante Rita, memakan roti yang tadi sore ku temukan di dalam lemari es. Dan yang di maksud dengan ‘Sixteen Months’ adalah di ulang tahunku yang ke-16 ini sekaligus menjadi hari jadianku dengan kak Rowi yang ke-16 bulan.

            Hari ini aku di ajak buat main ke rumahnya kak Rowi lhoo. Ketika aku datang, rumah kak Rowi sepi. Kata kak Rowi sih, orangtuanya lagi ada di luar negeri, tepatnya di New York. Ada urusan bisnis atau apalah itu namanya, aku nggak ngerti.

            Awalnya kita hanya mengobrol dan bercanda seperti biasa di ruang tamu. Terus tiba-tiba kak Rowi ngajakin aku buat main PS. Akupun langsung setuju dan mengikuti kak Rowi ke teras belakang. Teras belakang rumahnya kak Rowi ini emang sengaja di bikin ‘istimewa’. Disini ada TV, PS, DVD, plus ada kolam renangnya juga. Teras belakang ini biasanya di buat nongkrong kak Rowi sama temen-temennya. Modelnya lesehan, jadi nggak ada tempat duduknya sama sekali. Aku dan kak Rowi duduk bersebelahan dan mulai menyalakan TV beserta PSnya. Ketika sedang asyik bermain, tiba-tiba kak Rowi mempause permainan.

“Dek, aku ke dapur bentar, ya?” kata kak Rowi sembari berdiri.

“Ho’oh” jawabku sambil menganggukkan kepala.

            Kak Rowi membelai rambutku dan pergi masuk ke dalam rumah. Aku tersenyum dan melihatnya yang mulai pergi menjauh dari tempat duduk ku. Tak lama setelah kak Rowi pergi, salah satu pembantu di rumahnya kak Rowi datang dan duduk di sebelahku.

“Maaf, mbak. Ini ada surat buat mas Rowi.” katanya sembari menunjukkan seamplop surat.

“Surat? Darimana, bi’?”

“Dari pak pos tadi, mbak.”

“Aduuh.. bi’, aku juga tau kalo itu dari pak pos. Maksud aku, di amplopnya itu tulisannya darimana? Dari siapa gitu?”

“Ooh..” Bibi itu melihat amplop itu dan membolak-baliknya, namun tak lama langsung menyerahkannya padaku. “Nggak tau, mbak. Nggak ada namanya.”

“Ya udah deh, bi’. Ntar suratnya ku kasihin ke kak Rowi. Makasih ya, bi’.”

            Setelah bibi’ itu pergi, aku mengamati surat itu. Surat itu berwarna kuning keemasan dan terdapat tulisan ‘Universite de France’ di pojok kiri bawah. France? Prancis? Kak Rowi dapet surat dari universitas di Prancis? Tiba-tiba perasaanku jadi nggak enak. Nggak tau nih, perasaanku mendadak jadi horror. Akhirnya, ku buka surat itu dan ku baca perlahan. Ketika aku selesai membacanya, kak Rowi datang dan duduk di depanku sembari tersenyum memegangi sekotak es krim.

“Kak Rowi mau nglanjutin kuliah di Prancis?” tanyaku setengah tak percaya.

            Wajah kak Rowi terlihat bingung. Mungkin ia belum tau tentang surat yang aku pegang.

“Maksud kamu?”

            Aku menunjukkan surat yang baru aja ku terima. Kak Rowi meletakkan es krimnya dan mengambil surat itu dari tanganku. Menunggu kak Rowi selesai membaca surat itu, dalam hati aku bertanya : Apa itu tandanya, kak Rowi mau ninggalin aku..?

“Ooh, surat ini.”

“Kak Rowi mau nglanjutin kuliah di Prancis?” aku mengulang pertanyaanku tadi.

“Memangnya kenapa? Kamu nggak setuju?” kak Rowi melipat kertas surat itu dan memasukkannya ke dalam amplop lagi.

            Aku diam. Aku bingung, mau njawab pertanyaan kak Rowi gimana. Seharusnya kan aku ikut seneng kalo ternyata kak Rowi ketrima di salah satu universitas di Prancis. Tapi.. Kenapa perasaanku nggak seneng, ya? Kenapa aku justru malah merasa sedih?

            Kurasakan tangan kak Rowi memeluk tubuhku. Airmataku pun akhirnya jatuh. Ku pejamkan mata dan ku balas pelukan erat kak Rowi. Seumur-umur, aku nggak pernah ngrasain kayak gini sebelumnya. Seneng, sedih, marah, kecewa, kecampur jadi satu. Mungkin.. Seperti ini kali yaa, rasanya ‘akan’ berpisah dengan orang yang kita sayangi..

            Malamnya, aku lebih memilih untuk berdiam diri di kamar. Aku mikirin besok. Nggak nyangka deh, belum juga dua tahun pacaran aku udah di tinggal pergi jauh. Mana kak Rowi nggak pernah cerita lagi, kalo dia mau kuliah di Prancis. Long distance Semarang-Jakarta aja kangennya udah nggak ketulungan, apa lagi kalo Semarang-Prancis? Kangennya kayak apa coba?

drrt drrrrtt.. drrt drrrrtt.. [text message received from : kak Rowi Hydera]

besok aku berangkat dari bandara jam 5 pagi di terminal 2F . aku sendirian . aku berharap kamu mau datang buat nemenin aku untuk terakhir kali sebelum aku berangkat ke Prancis . aku sayang banget sama kamu , dek ..

            SMS dari kak Rowi ternyata. Tuh kan.. Dia beneran mau ninggalin aku. Ya Tuhan.. Masa’ aku kudu long distance dengan jarak sejauh itu, sih? Apalagi waktu di Prancis sama di Indonesia kan beda jauh banget. Tapi.. Emangnya aku bisa nglakuin apa sekarang? Nyegah? Nggak mungkin.. Itu kan impiannya kak Rowi.

            Tapi setelah ku pikir-pikir.. Kayaknya seru juga. Jadinya kan ada yang bisa ku tungguin setiap hari dan ku kangenin setiap waktu. Long distance again? So what! Daripada tiap hari ketemu, ntar jadi cepet bosen? Oke! Besok aku bakalan dateng buat nemenin kak Rowi untuk terakhir kalinya.

[drrrrtt..] kenapa hatiku [drrrrtt..] cenat-cenut tiap [drrrrtt..] ada kamu [drrrrtt..] selalu peluhku [drrrrtt..] menetes tiap [drrrrtt..] dekat kamu [drrrrtt..] *klik!*

            Aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka. Tak sengaja, aku melihat jam kecil di samping tempat tidurku. Jarum pendek di angka 4 dan jarum panjang di angka 12, itu berarti jam 4! Berarti satu jam lagi kak Rowi bakalan berangkat ke Prancis. Ya Tuhan! Aku kesiangan! Aku harus buru-buru ganti baju sekarang. Ya, aku harus buru-buru nyusul kak Rowi di bandara. Aku nggak mau nyia-nyiain waktu terakhirku sama kak Rowi.

“Kamu mau kemana?” kata tanteku begitu melihatku berlari keluar kamar dan menyusulku menuju ruang tamu.

“Ke bandara.”

“Eh, eh, eeh.. Ngapain?”

“Nyusulin kak Rowi. Jam 5 kak Rowi mau pergi ke Prancis. Aku harus buru-buru ke bandara. Skarang!” jawabku sembari memakai sepatu.

 “Kalau gitu.. Pakai aja, nih.”

            Tante Rita menyodorkan kunci motornya ke arah ku. Aku mengambil kunci itu dan memeluk tante Rita.

“Thank you so much, tante..”

            Sesampainya di bandara, aku sekilas melihat ke jam tanganku. 15 menit lagi kak Rowi berangkat. Ya Tuhan.. Tolong beri aku kesempatan terakhir.

            Aku masuk ke dalam dan berlari semampuku. Aku nggak perduli dengan tatapan orang-orang yang melihatku aneh. Aku juga berusaha buat nggak nabrak orang-orang yang malang melintang disana, tapi percuma. Udah berkali-kali aku nabrak orang. Tapi bodo’ amat, dah! Yang penting aku sampai di terminal 2E sebelum jam 5. Tepatnya sebelum kak Rowi berangkat.

            Akhirnya.. Aku sampai juga di terminal 2E. Aku berhenti sejenak untuk mengatur nafas. Aku juga mengatur pandanganku untuk mencari dimana kak Rowi. Tapi kok nggak ketemu, yaa? Coba cari sekali lagi.. Aduuh.. Nggak ada! Kak Rowi, kakak dimana sih?

            Setelah aku berputar-putar di sekitar situ, ternyata percuma. Nggak ketemu. Semangatku mulai hilang. Dan aku mulai putus asa. Kakiku lemas hingga aku duduk bersandar di tembok. Ku lirik jam tanganku, ternyata udah jam 5 lebih 15 menit. Aku nggak ketemu sama kak Rowi.. Aku udah nyia-nyiain kesempatan terakhirku.. Aku biarkan airmataku yang udah membanjiri kelopak mataku itu jatuh. Aku menunduk dan menutupi wajahku dengan kedua tanganku.

“Udah gede, masih.. aja cengeng. Aku nggak mau punya pacar yang cengeng, ya?”

            Aku berhenti menangis. Aku ngrasa kenal dengan suara itu..

“Kak Rowi?” tanyaku begitu aku melihatnya berdiri di depanku.

“Iya. Ini aku, kak Rowi. Rowi Hydera Winata.”

            Kak Rowi tersenyum dan membantuku berdiri. Ia membersihkan airmataku menggunakan tangannya. Sedangkan aku, aku masih nggak percaya kalo orang yang ada di depanku ini kak Rowi. Ini kan udah hampir jam setengah enam, kok dia masih disini? Jangan-jangan dia ketinggalan pesawat kali, ya? Atau mungkin, dia mbatalin rencananya kuliah ke Prancis?

“Kak Rowi kok masih disini? Ini kan udah jam setengah enam?” tanyaku sesenggukan.

“Emang kalo udah jam setengah enam kenapa?”

“Pesawat kakak kan berangkat jam 5 tadi?”

“Ooh, itu. Rencana awal emang pesawatnya take off jam 5. Tapi tadi mundur jadi jam 6. Ada masalah apaaa gitu, nggak mudeng aku.”

“Jam 6? Nggak jadi jam 5?”

“Iya. Jam 6. Kamu kenapa sih? Daritadi ekspresi kamu nggak enak mulu’. Kamu sakit?”

            Aku menggeleng pelan. Kak Rowi membelai rambutku dan memberiku semangat lewat tutur katanya yang lembut. Kak Rowi janji sama aku, setiap 2 semester sekali alias setiap setahun sekali dia bakalan pulang ke Indonesia. Dan bahkan dia juga bilang, kalo disana dia nggak akan pernah nglupain aku walaupun cuma satu menit. Yaah.. Walaupun nggak satu detik, tapi nggak pa-pa lah. Asalkan dia masih mau inget sama aku, itu udah cukup..

            Setelah kita berdua sepakat untuk janji ini-itu, kak Rowi memelukku. Nyamaan.. banget. Serasa nggak mau nglepasin pelukannya. Dan di pelukannya itu, aku membuka mulutku untuk berbicara tentang sesuatu hal yang sejak tadi menggangguku.

“Kak..”

“Iya?”

“Aku pengen ngomong sesuatu..”

“Apa?”

“Aku..”

“Kamu kenapa?”

            Sebelum aku menjawabnya, ternyata perutku udah njawab duluan. Yaah.. Dengan suara yang terdengar dari perutku, kak Rowi jadi tau kalo aku kelaperan. Hehehe.. Emang malu-maluin sih, tapi yaa mau gimana lagi? Yang namanya perut, kalo lagi laper kan emang nggak bisa di ajak kompromi..

-end-

Prameswuri Anneke

Hujan

Tak ada yang lebih istimewah dari suaramu

Hujan

Simbol sebuah ketulusan

Tak peduli di benci atau dikeluhkan

Hujan akan tetap turun menyuarakan rintikan tetes demi tetes

Hujan aku hanya bisa menatapmu

Kutitipkan sejuta rindu

Kubisikan do’a dan harapanku

Untuknya yang jauh dariku

Hujan

Kau tau kapan harus turun

Dan kau tahu kapan harus berhenti10356317rain_by_unexists hujan

Kirab Budaya suguhkan Ciri Khas Demak

Kirab Budaya suguhkan Ciri Khas Demak   Kirab Budaya memperingati Hari Jadi Kabupaten Demak ke 511 berlangsung meriah dengan pawai beragam jenis budaya yang menjadi ciri khas atau ikon Pariwisata Kabupaten Demak. Acara yang mengambil tema “Menuju Masyarakat Demak Yang semakin Sejahtera” ini disaksikan oleh ribuan warga masyarakat Demak yang tumpah ruah di Jalan depan Pasar Bintoro Demak.


Di panggung kehormatan yang terletak di Halaman Pasar Bintoro Demak, tampak hadir Bupati Demak, Drs. H. Dachirin Said, Kapolres Demak, AKBP. R. Setijo Nugroho dan segenap jajaran Muspida Pemerintah Kabupaten Demak hadir dipanggung tersebut. Sejumlah atraksi dari peserta kirab yang ditunjukkan dihadapan Bupati Demak, menuai decak kagum dari Bupati Demak dan semua yang menghadiri acara Kirab tersebut.


Mengambil rute mulai dari Rumah Dinas Sekda Kabupaten Demak berlanjut menuju Panggung Kehormatan di Pasar Bintoro dan berakhir di alun-alun Demak ini, berlangsung sangat semarak. Sebanyak 14 Kecamatan se-Kabupaten Demak dan Kelompok Sanggar Tari, Sekolah dan Grup Kesenian turut menyuguhkan ciri khas dari kecamatan tersebut. Misal saja, atraksi maut Barongan dari Desa Geneng Kecamatan Mijen Demak yang menyuguhkan atraksi mengupas kelapa dengan mulut dan atraksi memakan api. Namun, ada satu atraksi yang disuguhkan Kodim 0716 Makutarama Demak, yakni Atraksi Zippin yang diperagakan langsung oleh Aparat Kodim 0716 Demak tersebut.


Acara yang dihelat sejak pukul 13.30 hingga pukul 16.30 ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang menampilkan beragam kesenian. Adapula peserta kirab dari SMA Negeri 2 Demak yang memberikan kenang-kenangan berupa lukisan dari bahan kompos untuk Bp. Bupati Demak dan peserta kirab asal Kecamatan Mranggen Demak yang memberikan satu buah sangkar burung khusus untuk Bapak Bupati Demak.
Akibat dari dilangsungkannya acara tersebut, arus lalu lintas Jalur Pantura Demak yang melintasi Pasar Bintoro Demak untuk sementara dialihkan melalui Jalur Lingkar Demak untuk Tujuan Kudus hingga Pantura Jawa Timur. Jalur dari SMP Negeri 1 Demak yang menuju Pasar Bintoro Demak untuk sementara ditutup untuk kelancaran acara tersebut.

Reporter : Satrio

 

Bentuk Karakter Pemuda Melalui Media Dakwah

 Bentuk Karakter Pemuda Melalui Media Dakwah  Jum’at, 21 Maret 2014 ada yang berbeda di halaman Masjid UDINUS Semarang. Disana terselenggara sebuah acara yang baru pertama kali diadakan oleh salah satu UKM Udinus yaitu BAI Matholi’ul Anwar. Acara tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut – turut dari hari Jumat sampai hari Minggu yang dimulai pukul 07.00 WIB dan diakhiri pukul  16.00 WIB.

   Dengan nama Islamic Fair Udinus , acara yang diselenggarakan bertujuan untuk membentuk karakter pemuda, media dakwah dan mencari kader – kader baru. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini, bersuasana  sangat meriah.  Di hari pertama, diawali dengan lomba – lomba untuk anak tingkat SMA se-karesidenan Semarang. Lomba tersebut terdiri dari lomba MTQ dengan jumlah peserta 15 orang, lomba DAI dengan peserta 15 orang dan lomba rebana dengan jumlah peserta 10 kelompok. Untuk hari kedua diadakan bedah buku dengan seorang penulis buku “Best seller” yaitu Ustadz Ahmad Rifai Rif’an . Buku yang menjadi Best Seller berjudul “The Perfect Muslimah”. Acara bedah buku disambut antusias para peserta, dengan jumlah kurang lebih 150 mahasiswi dari berbagai Universitas di Semarang. Dan hari terakhir adalah seminar Kewirausahaan (SENAWIR) dengan pembicara Ustadz Rich Moeslem yang membahas tema “Berbisnis dengan ALLAH”. Acara ini tidak kalah meriah dengan hari-hari sebelumnya.  Sekitar 450 peserta dari berbagai Universitas dan berbagai kalangan di Semarang berminat mengikuti SENAWIR.

  Menurut Nur Syahid, seorang mahasiswa Udinus fakultas Kesehatan yang juga sebagai ketua Panitia beranggapan bahwa dalam menyelenggarakan acara tersebut banyak kesulitan yang dialami, diantaranya yaitu dana sponsor dan publikasi . Namun dengan upaya bersemangat seluruh anggota BAI, akhirnya acara ini di sponsori oleh Sarung Gajah Duduk, Rabbani, dan lain-lain. Rencana kedepannya, BAI Matholi’ul Anwar berharap bisa membuat acara yang sama dengan suasana yang lebih meriah lagi.

Reporter: Marsella Subiarti

FEB Gelar Sarasehan Bersama

 60213FEB Gelar Sarasehan Bersama08010151075_567102360063526_1205549143_n

   (18/03/2014) Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas merupakan pencetus lahirnya acara sarasehan,dengan tujuan agar mahasiswa memiliki wadah untuk melakukan sharing mengenai program-program kerja dari setiap organisasi mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro. Acara tersebut pertama kali diselenggarakan di Fakultas Ilmu Bahasa dan  dimulai sejak bulan November tahun lalu. Acara sarasehan yang mulanya di jatuhkan setiap selasa malam kini di ubah menjadi sesuai kesepakatan bersama. Dengan camilan seadanya seluruh perwakilan BEM dan DPM dari seluruh Fakultas Universitas Dian Nuswantoro berkumpul di dalam acara tersebut.

   Pada bulan Maret ini  Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendapatkan giliran sebagai tuan rumah sarasehan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas,bertempat di ruang organisasi mahasiswa FEB gedung C lantai 3.Sarasehan kali ini membahas tentang pencapaian para aktivis dalam menggandeng sponsor, dan tak hanya itu saja yang menjadi topik pembahasan dalam acara tersebut juga mengupas mengenai konsep PEMIRA(Pemilu Raya) yang sebentar lagi akan tiba. Sarasehan mulai sekitar pukul 19.00 wib hingga  pukul 21.00 wib. Ini kali pertamanya presiden mahasiswa menghadiri acara tersebut.Dengan terselenggaranya acara sarasehan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,diharapkan sarasehan ini akan membawa kemudahan dalam sosialisasi program kerja masing-masing organisasi yang memerlukan delegasi khususnya dan dapat  di adakan sarasehan antar UKM UDINUS.

Reporter:Meyta Adelianah

Kemenangan ’45 bukanlah akhir

Tugas para pahlawan belum berakhir

Pulau hijau masih harus berwaspada

Sigap tehadap kutu-kutu yang menyebar di bangsa

Inilah kelanjutan dari sebuah perjuangan

Warisan para pahlawan

Berjuang mengikuti alur kemenangan

Berjuang demi harapan

Pamerkan semangat merahmu

Ekspresikan semua daya kreatifmu

Hentakkan semangat juang

Merubah mimpi buruk yang terngiang

Meraih keemasan yang gemilang

Hei pemuda,

Ingat janjimu dan sumpahmu

Jangan ragu, jangan malu

Pecahkan ombak yang maju

Pantang takutmu, kuatkan gigihmu

Berdiri bersama Merah Putih

Terus maju tanpa letih

Dare to Speak English!

Dare to Speak English!Dalam PIS yang diselenggarakan oleh Udinus (19/03) kemarin terdapat berbagai macam bidang yang dilombakan. Salah satu bidang yang tidak kalah menarik adalah English Debate Competition. Suatu ajang mengungkapkan pendapat dan aspirasi melalui bahasa inggris. Dalam debat ini akan dibagi dua sisi yaitu team positif dan negatif yang setiap round terdiri dari empat kelompok yang memposisikan diri mereka sebagai opening government (OG), opening opponents (OO), closing government (CG) dan yang terakhir closing opponents (CO).

Kompetisi ini diikuti oleh 10 team dari berbagai fakultas dan dua swing team dari UDC (Udinus Debate Club). Debat ini terbagai menjadi 3 round yaitu preliminary round, semifinal round, dan final round. Dalam preliminary round diadakan dua kali tanding dengan motion (tema debat) keamanan nasional dan internet filter mengenai Lesbian, Guy, Bisex dan Transgender content. Sedagkan dalam semifinal round peserta diberikan tema debat mengenai ibukota Indonesia, lalu dalam final round peserta kembali diberikan tema debat yang cukup rumit mengenai hukuman bagi para pelaku agama yang ekstrim.

English debate competition ini berhasil dimenangkan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis, dengan pembicara Stefani dan Jefry, setelah final round (20/03) yang diadakan di gedung E lantai 3. Stefani dan Jefry harus melawan tiga team lainnya sebelum mereka menjadi juara. Tiga team tersebut yaitu team FIK A, FIK C, dan FEB B. Pertandingan berlangsung dengan panas, berbagai argument dilontarkan dari masing-masinng pembicara.

“Saya cukup menikmati pertandingan debat kemarin, para peserta terutama dari tim oposisi cukup membuat saya berpikir keras untuk dapat melawan dan menjatuhkan argument argument mereka.” Ungkap Fatan sebagai runner up debate competition.

Dengan adanya debat ini dapat menjadi penyalur kita sebagai mahasiswa untuk dapat mengungkapkan aspirasi dan pendapat kita lewat argument yang berbobot. Untuk itu jadilah mahasiswa yang berani tampil untuk mengungkapkan aspirasinya dengan baik dan benar sesuai koridor yang ada. And dare to speak English.

Reporter : Rizki Triyani P.

Dialog Akademik Wadah  Menyalurkan Aspirasi

Dialog Akademik Wadah Menyalurkan Aspirasi   Mahasiswa memang sarat akan perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainya. Tidak hanya antara mahasiswa dari universitas yang berbeda, tetapi juga antara sesama mahasiswa dalam satu fakultas yang sama. Perbedaan pendapat tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja kampus menjadi lebih baik.

   Untuk itulah pada tanggal 03 Maret 2014 kemarin, diadakan Dialog Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas dian Nuswantoro. Sebuah kegiatan yang di prakarsai oleh DPM FIK  merupakan sebuah agenda tahunan di FIK. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga FIK, mulai dari Dekan, Kaprodi, hingga Mahasiswa yang ikut terlibat di dalamnya. Kehadiran seluruh jajaran warga FIK tersebut guna memberikan leluasa bagi Dekan, Kaprodi, maupun Mahasiswa dalam membahas isu-isu seputar FIK.

   Kegiatan yang tahun ini mengusung tema “Evaluation For Our Grouth” bertujuan sebagai wadah mahasiswa menyalurkan semua aspirasi mereka, baik berupa pertanyaan maupun kritikan terhadap kinerja FIK agar mahasiswa tidak terkesan hanya “ngomong dibelakang” saja.

   Memang banyak kendala yang harus di hadapi oleh pihak panitia terkait kegiatan tersebut, mulai dari waktu pelaksanaan yang molor, maupun susunan acara yang tidak terlaksana dengan baik. Namun kendala yang paling berat menurut Ike yang merupakan moderator dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana cara membuat mahasiswa FIK ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Itu semua dikarenakan mahasiswa FIK masih cenderung ogah-ogahan dalam mengikuti acara semacam itu meskipun itu untuk kebaikan mereka sendiri nantinya.

   Terlepas dari semua kendala yang ada, kegiatan semacam Dialog Akademik tentunya sangat bermanfaat. Selain sebagai ajang penyaluran aspirasi mahasiswa, Dialog Akademik juga menghasilkan beberapa keputusan yang di sepakati bersama oleh perwakilan warga Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro demi perubahan yang lebih baik kedepannya.

Reporter dan fotografer :Is Adatur