KSPM Undip gaet minat investasi kawula muda melalui Seminar Nasional

Sabtu, 4 Mei 2019 Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP mengadakan Seminar Nasional Investasi yang bertempat di Gedung Grandhika Bakti Praja, Semarang. Seminar dengan tema “Metamorph Yourself Through Investment”  tersebut merupakan acara puncak dari serangkaian acara Diponegoro Capital Market Days (DCMD) 2019.

DCMD 2019 diselenggarakan dalam tiga rangkaian acara yang sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan Sekolah Pasar Modal pada bulan Maret, serta lomba pasar modal pada  Rabu (1/5) hingga Jumat (3/5). Dalam seminar nasional kali ini, menghadirkan empat pembicara. Poltak Hotradero yang merupakan Spesialis Direktorat Pengembangan PT. Bursa Efek Indonesia, kemudian ada Muhammad Adityo Nugroho yang ahli di bidang Praktisi Pasar Modal, dan Rivan Kurniawan sebagai Value Investor Indonesia, serta guest stars Tung Desem Waringin Pelatih Sukses No.1 di Indonesia.

Dalam seminar nasional kali ini para pembicara mengenalkan investasi kepada para peserta. peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa muda terus diberikan motivasi supaya mereka lebih memanfaatkan waktu seefisien mungkin, dan melakukan investasi sedini mungkin. Investasi tersebut nantinya akan menjadi modal menghadapi dunia pasar modal yang semakin kuat. Pembicara juga menceritakan pengalaman pribadi mereka kepada peserta sebagai contoh nyata bahwa investasi merupakan sesuatu yang bermanfaat. Saat ini pasar modal lebih kuat dari lembaga syariah, tapi Indonesia masih punya peluang yang cerah di sektor keuangan. “Masa depan Industri keuangan ada di tangan teman-teman, jadi bersiaplah. Kalau kita ingin berkembang lakukanlah sebagai ibadah,” ujar Poltak Hotradero.

Dengan sasaran kawula muda, seminar ini berhasil menggaet lebih dari 200 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa. Fadhil Ahsan, selaku ketua panitia DCMC 2019 menuturkan bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat umum khususnya kawula muda agar lebih peduli dengan dunia investasi, khususnya di dunia pasar modal.

 “Harapan masyarakat dari semenjak sekarang lebih peduli terhadap investasi, lebih mengesampingkan hedonisme. Uang yang ada di manfaatkan untuk hal yg lebih bermanfaat dari sejak dini, karena investasi mungkin sekarang belum terasa manfaatnya, tapi nanti kalau udah tua sudah pensiun baru terasa. Jadi nggak ada istilah untuk telat dalam investasi.” Tutup Fadhil

Penulis : Mila Elmeida

Fotografer : Aginta Pramana

Editor : Haris Rizky Amanullah

Badan Amalan Islam (BAI) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) setiap tahun mengadakan acara pengajian umum untuk menyambut bulan Ramadhan. Pengajian yang bertema “Meraih Cinta di Bulan Ramadhan” tersebut di hadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur sebagai pembicara. Acara yang diadakan di Masjid Baitul Ilmi pada hari Kamis (2/5) tersebut dimulai pada pukul 18.00 WIB.

BAI Udinus kembali menggelar pengajian umum dengan Tema yang diusung “Meraih Cinta di Bulan Ramadhan”.  Acara tersebut dihadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur dan juga dihadiri langsung oleh Wakil Rektor IV, DR Pulung Nurtantio Andono S.T, M.Kom. Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan banyak ilmu baru mengenai hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan pada bulan Ramadhan, salah satunya dengan membaca Al-Quran. Dengan membaca Al-Quran di saat bulan Ramadhan akan semakin membekali diri, dan  mempermudah segala urusan. Apalagi pada bulan Ramadhan kebaikan yang dilakukan akan berlipat ganda pahalanya.

“Pentingnya membaca Al-Quran dalam kehidupan dapat langsung kita rasakan, karena Al-Quran adalah magic. Bacaan-bacaan yang terdapat di dalam Al-Quran sanggatlah memiliki arti yang luar biasa. Kemudian basik mempelajari Al-Quran adalah bahasa Arab”, ujar Ustadz Yusuf Mansur

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi dari Udinus, ada juga masyarakat umum yang datang dan turut hadir sebagai peserta. Selain mendapat ilmu para peserta juga dapat menambah tali silaturahmi mereka, berbagi ilmu dan pengalaman. Terlebih lagi dengan menghadirkan narasumber yang cukup dikenali oleh masyarakat, juga dapat menarik perhatian para generasi muda untuk ikut serta dalam pengajian tersebut. Nurul Azizah sebagai salah satu peserta pengajian, menuturkan “Dengan diadakannya pengajian umum ini menambah silaturahmi Islamiyah persaudaraan kita sesama umat. Kita juga dapat share ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Materi yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansur juga luar biasa, manfaatnya”. Acara tersebut selesai pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung dengan lancar.

Penulis : Ummi Nur Aini Daneswari

Editor : Haris Rizky Amanullah

Dosen FEB UDINUS Ajarkan Manfaat Sekaligus Bahaya Dari Penggunaan Ponsel Pada Santri

Pengabdian Masyarakat dilakukan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengenai bahaya Ponsel pada remaja pada 24 Februari 2019. Acara yang berlokasi di gedung C FEB  tersebut diikuti oleh 30 anak asuh Lembaga Amil Zakat Baitul Muttaqien Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Telepon seluler atau ponsel merupakan hal yang sangat umum di kalangan remaja, terutama Smartphone yang setiap tahun terus berinovasi. Penggunaan ponsel memang bisa membawa manfaat terutama di era serba digital seperti sekarang. Namun setiap hal pasti ada baik buruknya, begitu juga dengan ponsel yang bisa memberi dampak negatif bagi remaja. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan sedini mungkin mengenai penggunaan ponsel yang bijak dan memberikan manfaat.

Tiga puluh peserta dari anak asuh Lembaga Amil Zakat Baitul Muttaqien Udinus tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Karena mayoritas dari mereka remaja yang aktif menggunakan ponsel terutama Smartphone berbasis android. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat yaitu materi dari tiga Dosen FEB Dra. Juli Ratnawati, SE, M.Si selaku ketua Sentra KI Udinus kemudian Dra. Yuniarsi, M.Kom dan yang terakhir oleh Dwi Nurul Izzhati, M.MT.

Materi pertama disampaikan oleh Juli Ratnawati selaku ketua tim pelaksana Pengabdian Masyarakat tersebut. Menyampaikan tentang manajemen diri secara islami dengan menceritakan pribadi dari Nabi Muhammad sebagai panutan umat islam dan bagaimana cara mengelola diri agar menjadi pribadi yang sukses. Materi yang disampaikan didasarkan dari Ayat dalam Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman materi tersebut. “Saya dan Tim mengajarkan tentang Kemampuan mengelola diri,  menggunakan telepon seluler dengan bijak serta game untuk meningkatkan kemampuan diri” ujar Juli.

Dilanjutkan oleh Dra. Yuniarsi yang memaparkan materi kedua mengenai bahaya ponsel. Tidak hanya mempermasalahkan bahayanya, tapi manfaat dari ponsel juga di berikan kepada peserta. Penggunaan ponsel yang berlebihan akan berdampak buruk bagi fisik maupun psikis tanpa kita sadari. “Rumah Belajar”. Materi terakhir disampaikan oleh Dwi Nurul yang lebih berfokus pada game. Game tersebut berupa permainan interaktif islami yang dilakukan secara berkelompok. Dalam permainan itu juga peserta diajarkan nilai-nilai manajemen tentang kerja sama, komunikasi dan kepemimpinan.

Penulis : Haris Rizky A

Editor : Mila Elmeida

Wayang Sothil Hadirkan Lakon “Sang Nata” Menjelang Pemilu 2019

Rabu (10/4) Pertunjukkan wayang sothil di gelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang dengan lakon “Sang Nata”. Acara tersebut di usung oleh Titah Banu Arum Mumpuni, sebagai penemu sekaligus dhalang pada pertunjukan tersebut. Pertunjukan dilaksanakan dalam rangka pemenuhan tugas akhir karya Titah dalam studinya di Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus).

Acara tersebut dimulai pukul 18.30 hingga 20.30 WIB dibuka dengan penampilan dari Angklung Calingsa sebagai pengiring instrumen pertunjukan. Dilanjutkan dengan talkshow interaktif oleh tim kreatif Wayang Sothil, Moh. Syarif, Yoga Firmansyah dan Wahyu Krisdianto yang merupakan mahasiswa Udinus jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Wayang Sothil merupakan wayang kontemporer yang terbuat dari alat memasak. Dalam bahasa Jawa sothil dapat diartikan alat memasak. Tampilannya dihias dan dilukis sedemikian rupa hingga memiliki karakter di dalamnya. Cerita yang menjadi lakon dalam pementasan Wayang Sothil adalah cerita singkat yang mengangkat isu-isu yang sedang menjadi pembicaraan publik dan fenomena keseharian di lingkungan masyarakat. Wayang Sothil perdana dipentaskan pada 17 Mei 2017 dalam acara Seminar Internasional “INFINITY” oleh kampus Udinus.

“Lakon Sang Nata dipilih dengan tujuan untuk mengajak generasi milenial menggunakan hak pilihnya, agar generasi milenial aware terhadap politik” ujar Lisa Mediana, dosen pembimbing Titah Banu Arum Mumpuni. Sang Nata adalah lakon wayang yang terinspirasi dari cerita pemerintahan Yunani Kuno yang menyampaikan pesan mengenai kepribadian yang harus dimiliki seorang pemimpin negara yaitu ilmu Hastabrata.

“Mari kita menggunakan hak suara kita selaku generasi muda, jangan mudah terbawa isu, Bhinneka Tunggal Ika berbeda namun tetap satu. Kita berbeda tapi mari kita satukan suara dengan cara mengikuti pemilu tahun 2019 dan tahu pemimpin seperti apa yang akan dipilih yaitu pemimpin yang memiliki ilmu Hastabrata” ujar Titah menyampaikan pesan dalam pertunjukannya.

Penulis            : Mila Elmeida

Fotografer      : Putri Riskyana Dewi

Editor             : Haris Rizky A

Ajak Indonesia Hadapi Pemilu 2019, Skinnyindonesian24 Bikin Epic Rap Battle Of Presidency

Video yang diunggah pada Senin, 8 April 2019 pada kanal Youtube Skinnyindonesian24, milik kakak beradik, Andovi da Lopez, dan Jovial da Lopez ini, menyuguhkan battle rap yang berdurasi 5:30 dengan konsep yang luar biasa.

Makna dari lirik yang ada pada video tersebut, seolah menjelaskan bahwa Prabowo dan Jokowi adalah sama-sama calon presiden yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak hanya rap battle antara kakak beradik ini yang memainkan peran sebagai Jokowi dan Prabowo, namun ada pula Trestan Muslim dan Coki Pardede.

Trestan Muslim berperan sebagai Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Sedangkan Coki Pardede berperan sebagai Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

Uniknya, belum 24 jam video ini terunggah di kanal Youtube Skinnyindonesian24, namun sudah ratusan ribu komentar netizen yang membanjiri kolom komentar, tak sedikit pula yang melontarkan pujian terhadap video rap battle tersebut. Imbuhan terakhir dari video tersebut pun juga diakhiri kalimat ajakan untuk tidak golput pada pemilu 2019, tepatnya 17 April 2019 ini.

Sementara video yang baru saja rilis kemarin di Youtube, kini sudah mencapai 1,6 juta views, dengan likes sebanyak 384 ribu, dan sedang trending di posisi pertama Youtube.

Thank you so much everyone. Permintaan gua hanya satu. Enjoy, share dan jangan baper”, tambah Andovi melalui akun instagram pribadinya.

“Semoga pemilu kita nanti damai. Kita semua orang Indonesia. Berbeda-beda tapi satu. Love you all”, tulis pula Andovi da Lopes.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

RRI Semarang, Ajak Milenial Peduli Pemilu melalui Talkshow

RRI Semarang pada Jum’at, 10 April 2019, tepatnya di Auditorium RRI Semarang, menggelar acara talkshow pagi dengan tema “Generasi Muda Peduli Pemilu”. Talkshow selama dua jam ini mendatangkan tiga narasumber yaitu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rektor IKIP Veteran (IVET) Semarang, dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IVET Semarang.

Membahas mengenai seputar seminggu menjelang hari Pemilihan Umum (Pemilu), KPU sudah memiliki target pemilih sebesar 77,5% dengan mengutamakan kualitas pemilih atau tidaknya atas money politic, karena dengan adanya politik uang tersebut bisa dipastikan sebuah cikal bakal dari adanya korupsi yang akan dilakukan pada calon-calon legislatif kedepannya, terutama untuk calon legeslatif yang akan menduduki bangku pada periode tahun 2019 ini nanti.

“Tips memilih dengan cerdas versi milenial ini bisa dengan cara mencermati terlebih dahulu partai politik yang akan dipilihnya, mengenai visi dan misi, dan orang-orang yang mencalonkan diri dalam partai politik tersebut. Cari track record calon, cara mencari tahunya dapat melalui website resmi KPU”, ujar Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, S.Sos, M.I.Kom.

Untuk pesta demokrasi besar-besaran yang akan serentak dilakukan di berbagai penjuru daerah nusantara ini nantinya juga akan memberikan layanan semaksimal mungkin yang bersifat keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk masyarakat sebagai penyandang disabilitas. KPU juga sudah memiliki rencana untuk melayani para penyandang disabilitas yang berupaya agar mereka juga dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih calon-calon yang akan menduduki bangku pemerintahan di Indonesia mulai periode 2019.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Wiedya Yunita Nuryani

BEM FIK Berikan Public Speaking Class Pada Acara Wardah Bright Day Campus Road Show

Wardah bright day campus road show bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (BEM FIK) untuk menyelenggarakan acaranya di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Acara tersebut bertempat di Gedung H lantai 7 pada Jumat (5/4) dan diketuai oleh Navilla Aprilia Kawa.

Wardah bright day campus road show, merupakan acara rutin dari Wardah Bright Day Campus Road Show tersebut sudah diadakan di beberapa kampus yang ada di kota Semarang. Kali ini UDINUS, berkesempatan menjadi bagian dari Wardah bright day yang sebelumnya sudah pernah dilakukan di  Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Islam Walisongo Semarang, Universitas PGRI Semarang.

Acara tersebut sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, dan rutin dilakukan di Semarang. Terdapat beberapa rangkaian acara dalam Wardah bright day campus road show ini yaitu, seminar, talkshow, beauty class, fun booth actifity.

Tema yang diangkat kali ini adalah “Public Speaking Speak With Confidence”, dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Obin Robin yang merupakan seorang MC, TV host, dan public speaking trainer, kemudian Fitria Cahya Ningtias atau akrab disapa dengan nama Riri, merupakan denok kota Semarang. Sesuai dengan temanya, dalam sesi seminar kedua pembicara memberikan materi mengenai public speaking.

Obin Robin memberikan beberapa tips dalam menghadapi audience. salah satunya untuk menghadapi audience yang pasif dengan cara tidak usah merasa takut dan kuasai bahasa yang akan disampaikan untuk seluruh audience. “untuk menghadapi audience pasif tidak usah takut, pahami bahasa yang akan di sampaian dan jangan terpaku bahwa kita berbicara pada satu dua orang melainkan ke seluruh orang yang ada” ujarnya.

Keseruan acara yang notabene pesertanya perempuan tersebut semakin bertambah ketika sampai dalam sesi beauty class. Dalam sesi beauty class masing-masing peserta akan mendapat kaca, bandana, brush, dan perlengkapan make up, kemudian peserta mengikuti arahan yang diberikan oleh narasumber. Salah satu peserta, Elia Febriana berkesempatan menjadi model sebagai contoh make up yang sederhana menggunakan produk dari Wardah. Acara road show pun diakhiri dengan band akustik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Udinus.

Penulis : Eka Aristiana

Fotografer : Gusti Bintang K

Editor    : Haris Rizky Amanullah

Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Puncak Kemenangan dan Kemeriahan Wall Climbing Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Rabu (2/4) Merupakan puncak kemenangan dan Kemeriahan acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Acara tersebut bertempat di “Wall Climbing” belakang gedung F Universitas Dian Nuswantoro.

Perlombaan Wall Climbing di menangkan oleh Felin Merolan Ali Putra dengan kategori Lead Umum Putra yang berasal dari “Target“ Purwokerto ia berhasil mencapai puncak dengan Speed dan Lead yang cukup baik. Ia sangat senang karena perjuangannya tidak sia-sia. Ia sudah berlatih giat selama 1 bulan untuk mengikuti lomba ACC IV, akan tetapi ia telah memiliki skill yang dilatihnya kurang lebih 10 tahun. “Saya sangat senang sekali. Banyak teman-teman yang support dan Saya banyak terima kasih terhadap pelatih. Soalnya sudah melatih saya. Harapan saya di lomba ini adalah lebih di tingkatkan lagi acara seperti ini” Ujar Felin selaku Peserta Lomba.

Sistem penilaian lomba pun memakai Rumus yang telah ditetapkan oleh pelatih yang sudah disiapkan sebelumnya. ”Kategori Yang dipertandingkan di acara ini adalah Speed dan Lead, jika nomor pertandingannya ada Lead Mapala Putra-Putri, Lead Pelajar Putra-Putri, Lead Umum-Putra Putri, Speed Umum Putra-Putri, Speed Pelajar Putra-Putri” kata salah satu dari 10 juri Federasi Panjat Tebing Indonesia. Pengumuman Acara lomba diumumkan pada pukul 19.00 WIB. ACC selalu diselenggarakan selama 2 tahun sekali.

Acara ditutup dengan pemberian piala kepada para pemenang lomba dan dimeriahkan oleh penampilan dari UKM E-gamelan, Musik, Theater Kaplink, Tari, dan masih banyak lagi. Penonton pun sangat antusias dalam memeriahkan closing ceremony Aldakawanaseta ACC IV pada tahun ini.

Penulis : Putri Riskyana Dewi

Editor : Haris Rizky A. dan Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha