Pulang

Hai Bujang, tidakkah kau ingin kembali?

Tak adakah sanak saudaramu yang kau rindukan?

Kembalilah Bujang, kembali ke Kampungmu, disana

Kampung yang dulu kau elok elokan padaku

Tengoklah ayah dan ibumu sanak famili yang selalu menanti

Hai Bujang

Ayah ibumu pasti sudah lama menanti

Atau bahkan mereka sudah lelah menantimu pulang Bujang

Bujang

Sudah cukup ilmu yang kau cari, apalagi yang kau tunggu bujang?

Atau haruskah ayah ibumu ke liang lahat dulu baru kau akan pulang?

Wahai Bujang

Jangan jadi sepertiku

Sebatang kara tanpa seorang pun peduli

Hidup terlunta lunta tanpa sanak famili

Bahkan jika aku mati

Tak akan ada yang menghampiri

Wahai Bujang

Pulanglah Bujang, pulang

-elmeida(04/12/2018)

*terinspirasi dari novel Pulang karya Tere Liye

LPM Paraga Adakan Visitasi ke LPM Wartadinus

Lembaga Pers Kampus (LPM) Paraga Universitas Soegijapranata, Semarang mengadakan visitasi di LPM Wartadinus pada Sabtu, 20 Juli 2019. Bertempat di basecamp Wartadinus Gedung F Lantai 2.9, Universitas Dian Nuswantoro. Acara tahunan ini dihadiri oleh 8 perwakilan dari LPM Paraga dan 5 perwakilan dari LPM Wartadinus.

Kegiatan visitasi yang dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan pengenalan profil dari kedua LPM serta program kerja yang sudah dilakukan selama satu periode. Selanjutnya diadakan sharing pengalaman antar keduanya, baik itu masalah program kerja, SDM, perekrutan, hingga tanggapan kampus masing-masing.

“Tujuan diadakannya visitasi ini adalah untuk sharing bertukar pendapat, ide, serta menilik perkembangan LPM di Semarang,” ungkap Agatha, ketua pelaksana visitasi dari LPM Paraga.

“LPM Wartadinus sendiri dipilih karena dinilai sudah baik dalam pengembangan berita dalam media online,” tambah Agatha.

“Dengan adanya visitasi ini diharapkan kami dapat berbagi pengalaman serta mencari tau plus minus supaya dapat dijadikan acuan serta saran kami menjadi kebih baik kedepannya dan juga semoga tali silaturahmi sebagai sesama pers mahasiswa tetap terjalin baik dan suatu saat bisa bekerjasama,” tutur Gusti Bintang, Pimpinan Umum Wartadinus.

Penulis : Mila Elmeida

Editor : Juliana Heidi

Fotografer : Dokumentasi LPM Paraga Unika

Jauhi Budaya Phubbing, Perhatikan Orang Di Sekitarmu

Phone Snubbing atau Phubbing atau dalam bahasa Indonesia di artikan sebagai tindakan acuh terhadap seseorang karena lebih fokus pada gawai. Kata Phubbing diciptakan oleh mahasiswa asal Australia bernama Alex Haigh. Istilah Phubbing sendiri semakin marak seiring dengan berkembangnya teknologi telepon pintar dan menjadi peristiwa yang umum karena smartphone adalah bagian dari kehidupan sehari – hari . Tanpa kita sadari, Phubbing lambat laun mengancam pola sosialisasi antar manusia secara langsung. Tindakan Phubbing memiliki beberapa efek negatif terhadap lingkungan sosialisasi kita, di antaranya
• Anti Sosial
Phubbing dapat menghambat interaksi sosial manusia secara langsung dan nyata karena hubungan sosial yang seharusnya terjadi di dunia nyata terhambat oleh aktivitas yang ada di dalam handphone. Hal itu menjadikan kita sebagai pengguna handphone lebih tertarik kepada fitur canggih yang sudah ada pada handphone seperti game, akun sosial media, artikel, novel online dan layanan canggih lainnya daripada berinteraksi langsung dalam kehidupan sehari – hari.
• Merusak Hubungan
Hubungan terbentuk karena adanya interaksi sesama manusia. Apabila interaksi tersebut terganggu, maka sebuah hubungan juga akan terganggu. Phubbing membagi bahkan menghilangkan fokus seseorang terhadap interaksi karena fokus seseorang dialihkan pada gawai. Sebuah kelompok akan terlihat tidak asik ketika para anggotanya sibuk dengan gadget masing-masing, dan hal itu akan dianggap membosankan dan membuat kelompok tersebut perlahan pudar.
Phubbing adalah hal baru yang kurang dikenal. Maka dari itu, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro program studi Ilmu Komunikasi melalui mata kuliah Public Relation membuat kampanye mengenai Phubbing. Dikemas dalam sebuah tema ‘No Phubbing Let’s Sharing’ para mahasiswa yang tergabung dalam sebuah kelompok ini melaksanakan sebuah kegiatan kampanye di Taman Indonesia Kaya, Semarang (5/7). Kegiatan kampanye tersebut dikemas secara asik dan menarik karena melibatkan pengunjung TIK di antaranya adalah bermain mainan tradisional, bernyanyi, parade Phubbing, dan membagikan goodie bag berisi suvenir menarik dengan syarat gawai yang mereka bawa harus dikumpulkan pada sebuah wadah atau disimpan dalam kantong masing – masing dan boleh diambil ketika permainan selesai.
Kampanye tersebut berjalan dengan baik dengan antusias pengunjung TIK yang banyak, dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat lebih sadar betapa banyaknya cerita yang akan kita tahu tanpa gadget. Ayo dengarkan cerita tanpa gadget, NO PHUBBING, LET’S SHARING!!

Penulis : Tyas Handayani

Terima Kasih

Sudahkah kau ucap 2 kata yg sering lupa terkata?
Bukan “Aku Cinta”, “Rasa Cinta” atau apa yg ada dikepala cintamu itu

Kata itu hanya “Terima kasih”
Dua kata yg sering lupa kau ucap
Ketika ibumu telah repot-repot membangunkanmu
Ketika ayahmu mengantarmu ke sekolah
Ketika adikmu memberimu kue favoritnya
Ketika kau turun dari naik ojek
Ataupun ketika selesai memesan makanan

Dua kata itu sebenarnya sangat amat melekat pada diri kita
Tapi mirisnya banyak yg bilang kalau mau ucap kata itu dia gengsi
“Gak perlu bilang lah, kan udah tugasnya”
“Masa harus bilang terus”

Hey, tahukah kamu
Hanya dengan kata itu kamu bisa merubah raut muka seseorang
Contohnya ibumu saat membangunkanmu di pagi hari
Saat kau bangun dengan segera dan tiba-tiba kamu memeluknya lalu berkata “Terima kasih ibu, aku sayang ibu”
Tentu saja ekspresi ibumu yg awalnya muram Karena anak gadisnya yg tak kunjung bangun Padahal ayam sudah berkokok
Berubah jadi senyum manis

Renungkanlah, kata ini memang sederhana
Hanya “Terima Kasih” yang kau ucap bisa merubah sekitarmu.
Terima kasih sudah membaca ini.
Semoga menjadi pelajaran bagimu.

                                                                            -elmeida.
Mahasiswa Udinus Ajak Masyarakat CFD Dalam Kampanye M.2T

Minggu, 30 Juni 2019 sejumlah mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melakukan kampanye di car free day (CFD) Semarang. Kampanye tersebut dilakukan untuk lebih menyadarkan masyarakat mengenai M.2T yaitu maaf, tolong, terima kasih.

Adanya kampanye M.2T diharapkan menyadarkan masyarakat saat ini khususnya anak muda sekarang yang kurang memedulikan tata karma. Pembagian stiker dan sosialisasi dilakukan saat kampanye. Masyarakat juga diminta untuk menuliskan pendapat mereka mengenai kampanye tersebut. hal tersebut juga di maksudkan untuk melihat respon masyarakat mengenai pentingnya M.2T dalam kehidupan. Sebagian besar respon masyarakat sangat mendukung diadakannya kampanye ini. Beberapa masyarakat yang sedang CFD berpendapat bahwa kampanye seperti ini dapat mengajarkan anak zaman sekarang supaya lebih peduli dengan tata krama dan mengurangi ego mereka. “Adanya kampanye ini sangat bagus, apalagi anak sekarang mainannya handphone dan lebih mementingkan egonya sendiri. Kalo di suruh sama orang tua sukanya bantah. Pendidikan karakter seperti ini seharusnya dibuat salah satu mata pelajaran di sekolahan,” ujarnya.

Kampanye tersebut merupakan salah satu tugas akhir untuk mata kuliah Public Relation. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa dapat terjun langsung dan dapat berinteraksi dengan masyarakat. Menurut Delfa sebagai salah satu anggota kampanye, berpendapat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat karena remaja sekarang sudah melupakan tata krama kepada orang yang lebih tua. “Kampanye ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat sekarang ini banyak para remaja yang sudah mulai melupakan etika dan sopan santun baik itu terhadap orang tua maupun teman sebaya,” ungkapnya.

Kampanye M.2T juga bertujuan mengajarkan untuk menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Tag line yang mereka gunakan adalah “ Sudahkan Mengucapkan Maaf, Tolong, Dan Terima kasih?”

Penulis : Ummi Nur Aini Daneswari

KPUR Udinus Adakan Debat Jelang Pemira 2019

Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) Udinus melaksanakan agenda tahunan sebelum dilaksanakannya Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) yaitu Debat Pemira 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro pada Senin (1/07) pada pukul 09.55 WIB. Diikuti oleh 9 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur fakultas, satu pasangan calon presiden mahasiswa, serta tiga calon ketua umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) Universitas Dian Nuswantoro.

Yoga Wahyu Riyadi, ketua pelaksana dari acara ini mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menerapkan unsur-unsur demokrasi serta agar mahasiswa umum tahu apa saja gagasan yang akan diberikan oleh calon-calon pemimpin.

“Debat ini sangat memicu adrenalin, dari teman-teman berlomba-lomba untuk berargumen entah kedepannya akan dipakai untuk kita atau tidak, tapi saat ini sangat membantu untuk merlatih public speaking.” Ujar Evant Alviando calon ketua DPM-KM no urut 3.

Reta, Tim sukses no urut 2 DPM-KM mengatakan bahwa dengan adanya debat lebih bisa meyakinkan pendukungnya, para calon dapat memaparkan visi misinya dengan lebih jelas. Selain itu, Reta juga menambahkan bahwa dari debat ini dapat dipilih siapa yang terbaik dan diharapkan bisa kerja nyata untuk fakultas dan universitas.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Biro Kemahasiswaan yaitu Valentina Widya serta Etika. “Saya harap apa yang dilakukan disini bisa bermanfaat untuk kedepannya, bahwa kalian sebagai pasangan calon  dari fakultas dan universitas bisa menjadi jembatan antara mahasiswa dan universitas.” Ujar Valentina Widya dalam pidatonya.

“Saya berharap akan tercipanya jiwa keorganisasian dan kepemimpinan pada diri mahasiswa Udinus, karena mahaisiswa cenderung acuh dengan keorganisasian. Jadi harapannya agar bisa menimbulkan rasa keorganisasian pada mahasiswa,” tutup Yoga.

Penulis & Fotografer : Mila Elmeida

Pemilihan Duta Genre Kota Semarang 2019 Berlangsung Meriah

Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) kota Semarang 2019 berlokasi di Aula Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Sabtu (29/06). Pasangan Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono dinobatkan sebagai Duta Genre Semarang 2019.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan 30 peserta duta genre dan akan diambil 5 pasang finalis untuk menuju babak final. Lima pasangan tersebut yaitu Kevin Satria Sahida dan Nadila Nailufar, Reza Nanda Pratama dan Vincalanizha Octalia, Dwi Joko Setiyono dan Putri Shinditya Ramadhani, Wihamara Elvando Swantara dan Atin Anggraini Surono, Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Untuk maju ke babak berikutnya 5 pasangan maju satu persatu untuk mengambil pertanyaan yang diambil secara acak dan dibacakan oleh moderator. Setiap peserta diberi waktu 1 menit untuk menjawab setiap pertanyaan. Tentunya finalis memberikan jawaban terbaik mereka dan membuat penonton bersorak untuk menyemangati dan memberikan tepuk tangan apresiasi.

Selanjutnya 3 pasangan yang berhasil melanjutkan ke babak terakhir yaitu Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono, Wihamara Elvando Swantara dan Vincalanizha Octalia, Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Selanjutnya ketiga pasangan diberi pertanyaan secara langsung oleh juri dan diberi waktu 1 menit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setelah juri berunding selama 30 menit akhirnya dapat diumumkan bahwa gelar Duta Genre didapatkan pasangan Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono. Pemberian mahkota dan pemasangan selendang diberikan oleh Duta Genre 2018.

Juara Runner up didapatkan oleh pasangan Wihamara Elvando Swantara dan Vincalanizha Octalia, sedangkan juara ketiga yaitu Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Ada juga juara favorit yang diambil melalui voting, yaitu Wihamara Elvando Swantara dengan 182 suara dan untuk Finka Ladisa dengan 189 suara. Sekar Ayu juga mendapat bingkisan dari Candra butik sebagai best former untuk acara pada malam tersebut.

Acara final pemilihan duta genre juga memberikan beberapa hiburan musik dan menghadirkan duta genre dari tahun 2016 untuk melakukan fashion show dan mempromosikan batik Margaria.

Penulis :  Haris Rizky Amanullah

Editor : Mila Elmeida

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

Segenap dosen ilmu komunikasi UDINUS adakan media gathering bersama para stakeholder perusahaan media komunikasi dan industri kreatif dalam acara Focus Group Discussion (FGD), pada Rabu (26/6) guna tingkatkan potensi komunikasi berbasis IT dan creativepreneurship. FGD merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai kegiatan yang dilakukan suatu organisasi secara mendetail.
Acara berjudul “Stakeholder Forum” yang diselenggarakan di ruang meeting gedung H.1 tersebut dihadiri oleh 9 perusahaan media komunikasi dan industri kreatif antara lain Radio Trax, Metro TV Jateng, TVKU, Tribun Jateng, Socca Digital Agency, Pure Design, Milee Digital Agency, Is Creative, dan Herosoft Media.
Sebagai awalan, setiap perusahaan memperoleh lembar kertas yang berisi beberapa pertanyaan seputar isu dan masalah pada media saat ini, kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi ringan. Sesi berikutnya diisi dengan penyampaian aspirasi dari masing-masing perusahaan terhadap kurikulum pelajaran yang berguna untuk memasuki dunia kerja nantinya supaya lulusan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada khususnya dapat menjadi tenaga ahli yang sesuai dengan ekspektasi.

Dalam diskusi, untuk meningkatkan potensi komunikasi salah satu cara yang digunakan ialah memanfaatkan peluang menggunakan kemudahan teknologi dan peralatan media. Selain itu, terdapat pula personal branding yang akan dikembangkan dengan memperkuat karakter agar lulusan ilmu komunikasi memiliki softskill untuk menghadapi persaingan dengan robot pada era industri 5.O. Pada forum ini segala pembahasan yang dilakukan memiliki tujuan agar UDINUS dapat menyesuaikan seperti apa lulusan yang dibutuhkan oleh para perusahaan terutama di bidang yang digeluti oleh mahasiswa ilmu komunikasi.
“ … bagaimana menciptakan lulusan yang skill nya tidak dimiliki robot, bisa jadi creativepreneur, memiliki empati yang tidak dipunyai robot. Jadi, ke depannya saat kuliah kita lebih banyak ke kreativitas, bagaimana management tim, dan komunikasi termasuk personal branding”, ujar Ibu Astini Kumalasari SE., M.I.Kom selaku notulen acara.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan agar dapat membawa ilmu komunikasi menjadi lebih baik. Forum diskusi diakhiri dengan foto bersama antara dosen ilmu komunikasi dengan para tamu perusahaan dan saling berjabat tangan sebagai tanda terpenuhinya kesepakatan bersama.
“Harapannya kita bisa sinergi, bisa berkolaborasi antara akademisi dengan praktisi. Jadi, kita bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang kita undang, baik penerimaan mahasiswa lulusan ilmu komunikasi untuk bekerja di sana ataupun magang, minimal dari praktisi mau sharing ilmu ke mahasiswa”, terang Ibu Zahrotul Umami M.I.Kom.

Penulis : Shaqila Angra Prameswari

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Haris Rizky Amanullah

Pers Kampus Wartadinus Hadirkan Kru TVKU Dalam Mini Workshop Jurnalistik

Pers kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Wartadinus adakan mini workshop jurnalistik yang dihadiri oleh 20 peserta mahasiswa maupun pelajar. Acara tersebut berlokasi di gedung serbaguna D.1 Udinus pada Sabtu, 29 Juni 2019.

Acara workshop JURNAL(IS)ME mengambil tema “Siapapun Kamu, Bisa Jadi Jurnalis” dimaksudkan supaya jiwa anak muda tergerak dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan mampu mempublikasikannya sesuai kaidah jurnalistik. Peserta disuguhkan materi dari dua pembicara yang sudah ahli dibidangnya yaitu Siswo Pranoto A.Md.Kom, S.Sn. yang juga menjadi dosen ilmu komunikasi di Udinus, kemudian pemateri berikutnya diberikan oleh presenter TVKU Myra Azzahra Peserta. Peserta tidak hanya diajarkan materi jurnalistik, tapi juga mempraktikkan langsung di lapangan.

Materi pertama dibawakan oleh Siswo Pranoto yang penyampaian teknik pengambilan gambar jurnalistik. Teknik yang diajarkan seperti macam-macam angle camera yang cocok untuk peliputan jurnalistik. Pembicara selanjutnya dibawakan oleh Myra Azzahra mengenai teknik penyampaian berita dan wawancara seorang reporter. Myra mengajarkan bahwa ketika menjadi seorang reporter mental harus selalu siap, materi harus di kuasi secara matang dan pemilihan serta penyampaian kata harus jelas.

Ketua Pelaksana workshop Jurnalistik Mila Elmeida berharap dengan adanya pelatihan seperti ini generasi millenial dapat mengetahui cara menyampaikan berita yang baik dan benar, supaya hoax yang beredar di masyarakat dapat diatasi. “Pelatihan ini sebagai wadah pembelajaran dalam teknik pengambilan reportase maupun penulisan reportase agar peserta mengetahui cara penyampaian reportase yang baik dan benar sehingga dapat menanggulangi penyebaran hoax yang beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Praktik pembuatan berita reportase merupakan rangkaian dari acara lomba video reportase dan berita voice over dengan tema Udinus. Di penghujung acara karya terbaik akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi agar tetap semangat dan terus belajar.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Fotografer : Mahatma Yudha Prayitna

UKM Radio Swara Dian Hadirkan Dua Penyiar Radio Pada Seminar Nasional Public Speaking.

Sabtu 22 Juni 2019, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Swara Dian adakan Seminar Nasional yang mengajarkan public speaking dengan tema “SPEAKTACULAR” . Seminar tersebut hadirkan dua narasumber yaitu Cino Fajrin, dan Hifdzi Khoir berlokasi di Gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Seminar Speaktacular membahas tentang Public speaking hadirkan dua narasumber yang sudah menguasai topik tersebut. pemateri pertama yaitu Cino Fajri yang merupakan MC, Content Creator, penyiar radio Senorita FM Semarang sekaligus Musisi. Kemudian ada stand up comedian (komika) Hifdzi Khoir yang pernah menjadi host Suci di Kompas TV dan juga penyiar radio HOT FM.

Materi pertama disampaikan oleh Cino Fajrin yang menceritakan beberapa pengalamannya seputar Public speaking. Cino mempunyai pengalaman yang sangat banyak tentang public speaking. Menurutnya berbicara di depan umum sangat penting dan dibutuhkan bagi siapa saja, apa pun profesinya. Setiap orang bisa public speaking namun kebanyakan orang sering nerveus atau tidak percaya diri ketika harus berbicara di hadapan orang banyak. Menghilangkan rasa nerveus bisa diatasi dengan berbagai cara, yaitu dengan datang lebih awal ke lokasi acara yang akan kita datangi, kemudian menguasai materi yang akan di sampaikan. Mencari tahu aduiens seperti apa yang akan menjadi lawan bicara kita juga penting, lalu fokus pada materi, dan memperbaiki artikulasi mengenal lingkungan sekitar. Berkenalan dengan orang-orang sekitar juga dapat menghilangkan rasa tidak percaya diri.

Materi selanjutnya diberikan oleh Hifdzi Khoir yang mulai dikenal dari penampilannya di Stand Up Comedy Indonesia musim ke-4 (SUCI 4). Selama seminar Hifdzi memberikan tips kepada teman – teman mengenai persiapan stand up komedi dalam membantu penyiaran radio. Yang pertama dengan menulis tema apa yang ingin dibahas, atau keresahan terhadap permasalahan apa yang akan di bahas, dan membuat mind mapping. Selain menulis bisa juga dengan cara merekam suara. Selain itu perlu yang namanya mempersiapkan diri dengan matang agar dapat menyampaikan materi dengan baik, bisa juga dengan merekam pembicaraan sendiri saat menyampaikan materi ke penonton, hal itu dapat membantu menemukan mana yang di sukai penonton dan mana yang tidak di sukai penonton. Metode tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi diri. Hifdzi juga berpesan untuk generasi muda supaya terus berkarya dan jangan takut dengan omongan orang. “jangan takut berkarya apa pun itu, keluarkan semua potensi yang ada di dalam diri,  jangan pernah takut jika ada yang berkomentar negatif, orang selama apa yang kita ciptakan tidak mengganggu orang.” ujarnya.

Alifia Yuliani selaku ketua pelaksana seminar berharap dengan adanya seminar tersebut akan membantu siapa pun yang ini belajar public speaking. “tidak semua orang dapat berbicara dengan baik dan benar, maka di harapkan seminar ini dapat membantu teman-teman yang baru belajar public speaking menjadi  terbantu,” ungkapnya.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Shaqila Angra Prameswari

Editor : Haris Rizky