Jauhi Budaya Phubbing, Perhatikan Orang Di Sekitarmu

Phone Snubbing atau Phubbing atau dalam bahasa Indonesia di artikan sebagai tindakan acuh terhadap seseorang karena lebih fokus pada gawai. Kata Phubbing diciptakan oleh mahasiswa asal Australia bernama Alex Haigh. Istilah Phubbing sendiri semakin marak seiring dengan berkembangnya teknologi telepon pintar dan menjadi peristiwa yang umum karena smartphone adalah bagian dari kehidupan sehari – hari . Tanpa kita sadari, Phubbing lambat laun mengancam pola sosialisasi antar manusia secara langsung. Tindakan Phubbing memiliki beberapa efek negatif terhadap lingkungan sosialisasi kita, di antaranya
• Anti Sosial
Phubbing dapat menghambat interaksi sosial manusia secara langsung dan nyata karena hubungan sosial yang seharusnya terjadi di dunia nyata terhambat oleh aktivitas yang ada di dalam handphone. Hal itu menjadikan kita sebagai pengguna handphone lebih tertarik kepada fitur canggih yang sudah ada pada handphone seperti game, akun sosial media, artikel, novel online dan layanan canggih lainnya daripada berinteraksi langsung dalam kehidupan sehari – hari.
• Merusak Hubungan
Hubungan terbentuk karena adanya interaksi sesama manusia. Apabila interaksi tersebut terganggu, maka sebuah hubungan juga akan terganggu. Phubbing membagi bahkan menghilangkan fokus seseorang terhadap interaksi karena fokus seseorang dialihkan pada gawai. Sebuah kelompok akan terlihat tidak asik ketika para anggotanya sibuk dengan gadget masing-masing, dan hal itu akan dianggap membosankan dan membuat kelompok tersebut perlahan pudar.
Phubbing adalah hal baru yang kurang dikenal. Maka dari itu, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro program studi Ilmu Komunikasi melalui mata kuliah Public Relation membuat kampanye mengenai Phubbing. Dikemas dalam sebuah tema ‘No Phubbing Let’s Sharing’ para mahasiswa yang tergabung dalam sebuah kelompok ini melaksanakan sebuah kegiatan kampanye di Taman Indonesia Kaya, Semarang (5/7). Kegiatan kampanye tersebut dikemas secara asik dan menarik karena melibatkan pengunjung TIK di antaranya adalah bermain mainan tradisional, bernyanyi, parade Phubbing, dan membagikan goodie bag berisi suvenir menarik dengan syarat gawai yang mereka bawa harus dikumpulkan pada sebuah wadah atau disimpan dalam kantong masing – masing dan boleh diambil ketika permainan selesai.
Kampanye tersebut berjalan dengan baik dengan antusias pengunjung TIK yang banyak, dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat lebih sadar betapa banyaknya cerita yang akan kita tahu tanpa gadget. Ayo dengarkan cerita tanpa gadget, NO PHUBBING, LET’S SHARING!!

Penulis : Tyas Handayani

Terima Kasih

Sudahkah kau ucap 2 kata yg sering lupa terkata?
Bukan “Aku Cinta”, “Rasa Cinta” atau apa yg ada dikepala cintamu itu

Kata itu hanya “Terima kasih”
Dua kata yg sering lupa kau ucap
Ketika ibumu telah repot-repot membangunkanmu
Ketika ayahmu mengantarmu ke sekolah
Ketika adikmu memberimu kue favoritnya
Ketika kau turun dari naik ojek
Ataupun ketika selesai memesan makanan

Dua kata itu sebenarnya sangat amat melekat pada diri kita
Tapi mirisnya banyak yg bilang kalau mau ucap kata itu dia gengsi
“Gak perlu bilang lah, kan udah tugasnya”
“Masa harus bilang terus”

Hey, tahukah kamu
Hanya dengan kata itu kamu bisa merubah raut muka seseorang
Contohnya ibumu saat membangunkanmu di pagi hari
Saat kau bangun dengan segera dan tiba-tiba kamu memeluknya lalu berkata “Terima kasih ibu, aku sayang ibu”
Tentu saja ekspresi ibumu yg awalnya muram Karena anak gadisnya yg tak kunjung bangun Padahal ayam sudah berkokok
Berubah jadi senyum manis

Renungkanlah, kata ini memang sederhana
Hanya “Terima Kasih” yang kau ucap bisa merubah sekitarmu.
Terima kasih sudah membaca ini.
Semoga menjadi pelajaran bagimu.

                                                                            -elmeida.
Mahasiswa Udinus Ajak Masyarakat CFD Dalam Kampanye M.2T

Minggu, 30 Juni 2019 sejumlah mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melakukan kampanye di car free day (CFD) Semarang. Kampanye tersebut dilakukan untuk lebih menyadarkan masyarakat mengenai M.2T yaitu maaf, tolong, terima kasih.

Adanya kampanye M.2T diharapkan menyadarkan masyarakat saat ini khususnya anak muda sekarang yang kurang memedulikan tata karma. Pembagian stiker dan sosialisasi dilakukan saat kampanye. Masyarakat juga diminta untuk menuliskan pendapat mereka mengenai kampanye tersebut. hal tersebut juga di maksudkan untuk melihat respon masyarakat mengenai pentingnya M.2T dalam kehidupan. Sebagian besar respon masyarakat sangat mendukung diadakannya kampanye ini. Beberapa masyarakat yang sedang CFD berpendapat bahwa kampanye seperti ini dapat mengajarkan anak zaman sekarang supaya lebih peduli dengan tata krama dan mengurangi ego mereka. “Adanya kampanye ini sangat bagus, apalagi anak sekarang mainannya handphone dan lebih mementingkan egonya sendiri. Kalo di suruh sama orang tua sukanya bantah. Pendidikan karakter seperti ini seharusnya dibuat salah satu mata pelajaran di sekolahan,” ujarnya.

Kampanye tersebut merupakan salah satu tugas akhir untuk mata kuliah Public Relation. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa dapat terjun langsung dan dapat berinteraksi dengan masyarakat. Menurut Delfa sebagai salah satu anggota kampanye, berpendapat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat karena remaja sekarang sudah melupakan tata krama kepada orang yang lebih tua. “Kampanye ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat sekarang ini banyak para remaja yang sudah mulai melupakan etika dan sopan santun baik itu terhadap orang tua maupun teman sebaya,” ungkapnya.

Kampanye M.2T juga bertujuan mengajarkan untuk menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Tag line yang mereka gunakan adalah “ Sudahkan Mengucapkan Maaf, Tolong, Dan Terima kasih?”

Penulis : Ummi Nur Aini Daneswari

Pemilihan Duta Genre Kota Semarang 2019 Berlangsung Meriah

Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) kota Semarang 2019 berlokasi di Aula Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Sabtu (29/06). Pasangan Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono dinobatkan sebagai Duta Genre Semarang 2019.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan 30 peserta duta genre dan akan diambil 5 pasang finalis untuk menuju babak final. Lima pasangan tersebut yaitu Kevin Satria Sahida dan Nadila Nailufar, Reza Nanda Pratama dan Vincalanizha Octalia, Dwi Joko Setiyono dan Putri Shinditya Ramadhani, Wihamara Elvando Swantara dan Atin Anggraini Surono, Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Untuk maju ke babak berikutnya 5 pasangan maju satu persatu untuk mengambil pertanyaan yang diambil secara acak dan dibacakan oleh moderator. Setiap peserta diberi waktu 1 menit untuk menjawab setiap pertanyaan. Tentunya finalis memberikan jawaban terbaik mereka dan membuat penonton bersorak untuk menyemangati dan memberikan tepuk tangan apresiasi.

Selanjutnya 3 pasangan yang berhasil melanjutkan ke babak terakhir yaitu Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono, Wihamara Elvando Swantara dan Vincalanizha Octalia, Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Selanjutnya ketiga pasangan diberi pertanyaan secara langsung oleh juri dan diberi waktu 1 menit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setelah juri berunding selama 30 menit akhirnya dapat diumumkan bahwa gelar Duta Genre didapatkan pasangan Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono. Pemberian mahkota dan pemasangan selendang diberikan oleh Duta Genre 2018.

Juara Runner up didapatkan oleh pasangan Wihamara Elvando Swantara dan Vincalanizha Octalia, sedangkan juara ketiga yaitu Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Ada juga juara favorit yang diambil melalui voting, yaitu Wihamara Elvando Swantara dengan 182 suara dan untuk Finka Ladisa dengan 189 suara. Sekar Ayu juga mendapat bingkisan dari Candra butik sebagai best former untuk acara pada malam tersebut.

Acara final pemilihan duta genre juga memberikan beberapa hiburan musik dan menghadirkan duta genre dari tahun 2016 untuk melakukan fashion show dan mempromosikan batik Margaria.

Penulis :  Haris Rizky Amanullah

Editor : Mila Elmeida

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

Pers Kampus Wartadinus Hadirkan Kru TVKU Dalam Mini Workshop Jurnalistik

Pers kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Wartadinus adakan mini workshop jurnalistik yang dihadiri oleh 20 peserta mahasiswa maupun pelajar. Acara tersebut berlokasi di gedung serbaguna D.1 Udinus pada Sabtu, 29 Juni 2019.

Acara workshop JURNAL(IS)ME mengambil tema “Siapapun Kamu, Bisa Jadi Jurnalis” dimaksudkan supaya jiwa anak muda tergerak dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan mampu mempublikasikannya sesuai kaidah jurnalistik. Peserta disuguhkan materi dari dua pembicara yang sudah ahli dibidangnya yaitu Siswo Pranoto A.Md.Kom, S.Sn. yang juga menjadi dosen ilmu komunikasi di Udinus, kemudian pemateri berikutnya diberikan oleh presenter TVKU Myra Azzahra Peserta. Peserta tidak hanya diajarkan materi jurnalistik, tapi juga mempraktikkan langsung di lapangan.

Materi pertama dibawakan oleh Siswo Pranoto yang penyampaian teknik pengambilan gambar jurnalistik. Teknik yang diajarkan seperti macam-macam angle camera yang cocok untuk peliputan jurnalistik. Pembicara selanjutnya dibawakan oleh Myra Azzahra mengenai teknik penyampaian berita dan wawancara seorang reporter. Myra mengajarkan bahwa ketika menjadi seorang reporter mental harus selalu siap, materi harus di kuasi secara matang dan pemilihan serta penyampaian kata harus jelas.

Ketua Pelaksana workshop Jurnalistik Mila Elmeida berharap dengan adanya pelatihan seperti ini generasi millenial dapat mengetahui cara menyampaikan berita yang baik dan benar, supaya hoax yang beredar di masyarakat dapat diatasi. “Pelatihan ini sebagai wadah pembelajaran dalam teknik pengambilan reportase maupun penulisan reportase agar peserta mengetahui cara penyampaian reportase yang baik dan benar sehingga dapat menanggulangi penyebaran hoax yang beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Praktik pembuatan berita reportase merupakan rangkaian dari acara lomba video reportase dan berita voice over dengan tema Udinus. Di penghujung acara karya terbaik akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi agar tetap semangat dan terus belajar.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Fotografer : Mahatma Yudha Prayitna

UKM Radio Swara Dian Hadirkan Dua Penyiar Radio Pada Seminar Nasional Public Speaking.

Sabtu 22 Juni 2019, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Swara Dian adakan Seminar Nasional yang mengajarkan public speaking dengan tema “SPEAKTACULAR” . Seminar tersebut hadirkan dua narasumber yaitu Cino Fajrin, dan Hifdzi Khoir berlokasi di Gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Seminar Speaktacular membahas tentang Public speaking hadirkan dua narasumber yang sudah menguasai topik tersebut. pemateri pertama yaitu Cino Fajri yang merupakan MC, Content Creator, penyiar radio Senorita FM Semarang sekaligus Musisi. Kemudian ada stand up comedian (komika) Hifdzi Khoir yang pernah menjadi host Suci di Kompas TV dan juga penyiar radio HOT FM.

Materi pertama disampaikan oleh Cino Fajrin yang menceritakan beberapa pengalamannya seputar Public speaking. Cino mempunyai pengalaman yang sangat banyak tentang public speaking. Menurutnya berbicara di depan umum sangat penting dan dibutuhkan bagi siapa saja, apa pun profesinya. Setiap orang bisa public speaking namun kebanyakan orang sering nerveus atau tidak percaya diri ketika harus berbicara di hadapan orang banyak. Menghilangkan rasa nerveus bisa diatasi dengan berbagai cara, yaitu dengan datang lebih awal ke lokasi acara yang akan kita datangi, kemudian menguasai materi yang akan di sampaikan. Mencari tahu aduiens seperti apa yang akan menjadi lawan bicara kita juga penting, lalu fokus pada materi, dan memperbaiki artikulasi mengenal lingkungan sekitar. Berkenalan dengan orang-orang sekitar juga dapat menghilangkan rasa tidak percaya diri.

Materi selanjutnya diberikan oleh Hifdzi Khoir yang mulai dikenal dari penampilannya di Stand Up Comedy Indonesia musim ke-4 (SUCI 4). Selama seminar Hifdzi memberikan tips kepada teman – teman mengenai persiapan stand up komedi dalam membantu penyiaran radio. Yang pertama dengan menulis tema apa yang ingin dibahas, atau keresahan terhadap permasalahan apa yang akan di bahas, dan membuat mind mapping. Selain menulis bisa juga dengan cara merekam suara. Selain itu perlu yang namanya mempersiapkan diri dengan matang agar dapat menyampaikan materi dengan baik, bisa juga dengan merekam pembicaraan sendiri saat menyampaikan materi ke penonton, hal itu dapat membantu menemukan mana yang di sukai penonton dan mana yang tidak di sukai penonton. Metode tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi diri. Hifdzi juga berpesan untuk generasi muda supaya terus berkarya dan jangan takut dengan omongan orang. “jangan takut berkarya apa pun itu, keluarkan semua potensi yang ada di dalam diri,  jangan pernah takut jika ada yang berkomentar negatif, orang selama apa yang kita ciptakan tidak mengganggu orang.” ujarnya.

Alifia Yuliani selaku ketua pelaksana seminar berharap dengan adanya seminar tersebut akan membantu siapa pun yang ini belajar public speaking. “tidak semua orang dapat berbicara dengan baik dan benar, maka di harapkan seminar ini dapat membantu teman-teman yang baru belajar public speaking menjadi  terbantu,” ungkapnya.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Shaqila Angra Prameswari

Editor : Haris Rizky

Café Ice Cream Gelato Instagramable Hadir di Kawasan Kota Lama Semarang

Sebagian besar kaum millenials pasti suka berfoto dengan latar yang instagenic. Sudah barang tentu, foto-foto itu akan diunggah ke media sosial miliknya agar lebih terlihat menarik. Nah, di Semarang ada tempat baru yang menyediakan spot-spot foto kekinian yakni Ice Cream World.

Ice cream world Semarang adalah salah satu tempat untuk menyantap es krim yang ditambah banyak spot foto menarik didalam café tersebut. Panasnya Kota Semarang sangat cocok bila dinikmati dengan menyantap satu cone ice cream dengan berbagai macam rasa mulai dari chocolate, vanilla, strawberry, hingga rasa yang saat ini sedang gemar dicari oleh kaum milenial seperti taro, matcha, tiramisu, dan yakult.

Bila dilihat dari namanya, mungkin tidak ada yang menyangka kalau café yang berlokasi di Jalan Suari No.8, Purwodinatan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang ini menyediakan spot foto menarik. Ya, selain menjual ice cream gelato, café ini memang menyediakan spot foto menarik bagi mereka yang suka berswafoto.

Untuk bisa berfoto di spot-spot foto yang disediakan, Sahabat Warta hanya perlu merogoh kocek sebesar 35 ribu saja. Sementara itu, satu cone ice cream gelato yang berisi dua scoop es krim khas Italia ini dibanderol dengan harga 25 ribu.

Saat mengunjungi tempat ini, setidaknya ada sepuluh spot foto yang ada di dalam studio. Ada juga lima spot foto sederhana yang tersedia di luar studio sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung yang hanya pengin menikmati gelato tanpa membayar biaya tambahan sebesar 35 ribu tadi.

Bagi Sahabat Warta yang ingin datang untuk menikmati ice cream gelato, atau hanya sekadar mampir untuk berswafoto disana. Café ini dibuka setiap hari mulai pukul 11.30 hingga 20.30, dan khusus pada hari Sabtu dan Minggu, café ini ditutup hingga pukul 21.00 WIB.

Nah bagaimana, apakah Sahabat Warta tertarik untuk datang?

Penulis : Eka Aristiana

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

Seminar Nasional Rumah Sahabat Hadirkan Narasumber Dari BNN

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) rumah sahabat adakan seminar nasional bertemakan “Optimalisasi Peran Generasi Milenial dalam upaya P4GN”. Seminar tersebut dilaksanakan pada Sabtu 15 Juni dan berlokasi di Aula Gedung E Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Acara tersebut menghadirkan 3 pembicara yaitu rektor Udinus, Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, Susanto, SH, MM sebagai KABID P2M Badan BNNP Jawa Tengah dan special speaker Reza Levinus Nangin yang merupakan content creator dari Youtube Channel Cameo Project sekaligus aktor ibukota. Seminar dipandu oleh moderator Muhammad Iqbal Masrun Sebagai ketua KPA Kabupaten Pekalongan.

Acara diawali dengan pembukaan dari ketua pelaksana Vio Anifah dan dilanjutkan dengan sambutan hangat oleh rektor Udinus Prof. Edi Noersasongko. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Edi Noersasongko dengan memaparkan semua tindakan yang sudah dilakukan oleh udinus dalam rangka menjadi kampus bebas narkoba dan bekerja sama dengan BNN.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Susanto, SH, MM kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN provinsi Jawa Tengah. Materi yang dipaparkan yaitu Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Mengenai tingkat peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia dan juga bahaya penyalahgunaan narkoba tersebut. Di Indonesia hanya terdapat 2 narkoba asli, yaitu ganja dan jenis mushroom. Penyalahgunaan narkotika mencapai 4 – 5 juta dengan usia populasi 10-59 tahun. Pengguna narkoba juga tidak memandang status sosial, dari pelajar hingga pejabat tinggi pernah didapati menggunakan narkoba.

 “Dikarenakan jumlah penyalahgunaan yang cukup tinggi, ini menjadikan Indonesia menjadi sasaran peredaran gelap dari seluruh dunia dan 80 persen pengiriman narkotika melalui jalur perairan, bahkan gembong narkotika dalam lapas juga masih mengendalikan jaringan peredaran gelap” ungkapnya. Susanto juga berpesan bagi para milenial supaya bisa melawan dan memberantas jumlah penyalahgunaan narkoba dengan memanfaatkan teknologi saat ini.

“dengan kemampuan generasi milenial yang mahir dalam teknologi, gunakan selalu teknologi tersebut untuk hal yang positif dan kampanye kreatif anti narkoba” tambahnya.

Pembicara terakhir yaitu Reza Levinus Nangin yang menceritakan pengalaman hidupnya yang sempat menjadi pecandu narkotika. Pemicu kecanduan dikarenakan keluarganya yang broken home. Namun berkat tekat dan perubahan lingkungan yang positif saat ini Reza sudah terbebas dari narkotika. Aktor yang dengan nama akrab Echa membawakan pengalamannya dengan serius namun disampaikan dengan santai dan diselingi beberapa candaan yang menarik perhatian para penonton. Sesi tanya jawab juga sangat meriah karena Echa mendatangi satu persatu para peserta yang bertanya.

Narkoba memang memiliki efek yang luar biasa, penggunaan narkoba akan merusak kesehatan dan tidak akan sembuh. Setiap hari, di Indonesia sekitar 50 orang meninggal dunia akibat narkoba. Meski begitu narkoba dapat dipulihkan dengan rehabilitasi yang rutin dan dengan lingkungan yang mendukung perubahan ke arah positif.

Penulis & Fotografer : Haris Rizky Amanullah

Editor : Mila elmeida

Tol Baru, Pemudik Pilih Mobil Pribadi daripada Transportasi Umum

Semarang, Hari Raya Idul Fitri ternyata tidak hanya menjadi hari yang ditunggu oleh umat Islam, namun hampir semua orang khususnya Indonesia turut senang dengan kehadiran Hari Raya ini. Disertai liburan yang cukup panjang bagi pelajar hingga pekerja, mudik atau pulang ke kampung halaman adalah momen yang selalu ditunggu.

Adanya jalan TOL baru yang hadir dibtahun 2019 ini bertepatan dengan Hari Raya liburan lebaran, para pemudik lebih memilih menggunakan mobil pribadi daripada transportasi umum. Alasanya karena tiket kereta, pesawat maupun bis umum menjelang hari lebaran mengalami peningkatan hingga 100% sehingga kesulitan mendapatkan tiket transportasi umum, selain alasan tersebut para pemudik ternyata ingin merasakan melintasi beberapa jalan TOL yang baru selesai dibuat. Beberapa jalan TOL diantaranya menghubungkan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Pasuruan-Probolinggo, dan Jakarta-Semarang-Solo.

Menurut Bagus, pemudik asal Lampung ini merasa senang karena perjalanan mudiknya ke Semarang kali ini sangat lancar dengan adanya beberapa TOL baru yang baru saja ia lewati. “Saya hemat 5-6 jam dari tahun kemarin yang belum ada TOL Trans Jawa, mudik tahun ini dari Merak sampai Semarang hanya butuh 6 jam saja, padahal sudah mampir rest area dua kali untuk istirahat”.

Beberapa TOL yang baru saja selesai dibuat dan diresmikan ini memberikan dampak yang baik untuk perekonomian masyarakat hingga pariwisata karena memudahkan para wisatawan memiliki akses jalur yang nyaman dan cepat sehingga banyak calon wisata yang memilih untuk menggunakan transportasi darat seperti mobil atau bus. Selain memberikan kesan nyaman karena perjalanan dilakukan dengan menggunakan mobil pribadi, rest area seperti yang ada di KM 429 Tol Ungaran ini memiliki peminat yang membludak pada mudik lebaran kali ini, tidak hanya karena memiliki desain yang bagus fasilitas dan kenyamanan sangat cocok untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh.

Reporter dan Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Haris Rizky Amanullah

KSPM Undip gaet minat investasi kawula muda melalui Seminar Nasional

Sabtu, 4 Mei 2019 Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP mengadakan Seminar Nasional Investasi yang bertempat di Gedung Grandhika Bakti Praja, Semarang. Seminar dengan tema “Metamorph Yourself Through Investment”  tersebut merupakan acara puncak dari serangkaian acara Diponegoro Capital Market Days (DCMD) 2019.

DCMD 2019 diselenggarakan dalam tiga rangkaian acara yang sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan Sekolah Pasar Modal pada bulan Maret, serta lomba pasar modal pada  Rabu (1/5) hingga Jumat (3/5). Dalam seminar nasional kali ini, menghadirkan empat pembicara. Poltak Hotradero yang merupakan Spesialis Direktorat Pengembangan PT. Bursa Efek Indonesia, kemudian ada Muhammad Adityo Nugroho yang ahli di bidang Praktisi Pasar Modal, dan Rivan Kurniawan sebagai Value Investor Indonesia, serta guest stars Tung Desem Waringin Pelatih Sukses No.1 di Indonesia.

Dalam seminar nasional kali ini para pembicara mengenalkan investasi kepada para peserta. peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa muda terus diberikan motivasi supaya mereka lebih memanfaatkan waktu seefisien mungkin, dan melakukan investasi sedini mungkin. Investasi tersebut nantinya akan menjadi modal menghadapi dunia pasar modal yang semakin kuat. Pembicara juga menceritakan pengalaman pribadi mereka kepada peserta sebagai contoh nyata bahwa investasi merupakan sesuatu yang bermanfaat. Saat ini pasar modal lebih kuat dari lembaga syariah, tapi Indonesia masih punya peluang yang cerah di sektor keuangan. “Masa depan Industri keuangan ada di tangan teman-teman, jadi bersiaplah. Kalau kita ingin berkembang lakukanlah sebagai ibadah,” ujar Poltak Hotradero.

Dengan sasaran kawula muda, seminar ini berhasil menggaet lebih dari 200 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa. Fadhil Ahsan, selaku ketua panitia DCMC 2019 menuturkan bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat umum khususnya kawula muda agar lebih peduli dengan dunia investasi, khususnya di dunia pasar modal.

 “Harapan masyarakat dari semenjak sekarang lebih peduli terhadap investasi, lebih mengesampingkan hedonisme. Uang yang ada di manfaatkan untuk hal yg lebih bermanfaat dari sejak dini, karena investasi mungkin sekarang belum terasa manfaatnya, tapi nanti kalau udah tua sudah pensiun baru terasa. Jadi nggak ada istilah untuk telat dalam investasi.” Tutup Fadhil

Penulis : Mila Elmeida

Fotografer : Aginta Pramana

Editor : Haris Rizky Amanullah