International Conference on Informatics and Computing (ICIC) tahun ini menghusung tema Towards Digital Economy Sovereignty through Empowering Artificial Intelligence in Industry 4.0. Seminat tersebut berlokasi di ruang auditorium gedung H lantai 7 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Rabu (23/10).

ICIC merupakan serangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) 2019.yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM). Tema tersebut diusung guna memperkuat masyarakat ekonomi digital melalui inovasi industri kreatif di era revolusi industri 4.0.

Seminar yang dilengkapi para pembicara terkemuka dari mancanegara. Di antaranya Prof. Hans Jurgen Zepermick selaku professor of Radio Communication Blekinge sekaligus dari institute of Technology Sweden, Prof. Teddy Mantoro selaku professor iin Computer Science of Sampoerna University, Prof. Dato Norbik pewakilan dari International Islamic Universityshah Idris yang juga dari Kulliyah of Information Communication and Technology (ICT) in International Islamic University Malaysia (IIUM). ICIC tersebut dimoderatori Prihandoko, S.Kom, MIT, PhD, wakil direktur Aptikom pusat.

Wakil Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tri Wibowo, turut hadir untuk memberikan sambutan. Mengenai integrasi teknologi informasi dan komunikasi pada kota pintar. Sebuah kota disebut kota pintar atau smart city jika sudah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi, hingga level tertentu dalam proses tata kelola dan operasional sehari-hari, ucapnya.

Konferensi ini sebagai platform utama untuk menyediakan dan bertukar informasi, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman di bidang Ilmu Komputer. Diadakan setiap tahun guna menjadikannya platform yang ideal bagi orang-orang untuk berbagi pandangan dan pengalaman dalam bidang informatika, komputasi, dan teknik. “Calon penulis juga diundang untuk menyerahkan makalah penelitian asli yang belum diserahkan atau diterbitkan oleh konferensi atau jurnal lain, makalah yang dikirim akan ditinjau sejawat dan makalah yang diterima akan disajikan kedalam ICIC 2019, ujar Supriyadi selaku Wakil Rektor Bidang Satu Udinus.

Sementara itu, para keynote speakers juga diundang dalam acara tersebut, salah satunya adalah Prof. Hans-Jurgen Zepernick yang mempresentasikan Visual and Interactive Computing for Immersive Mobile Multimedia in 5G and Beyond yang menceritakan perkembangan teknologi masa kini. Hal ini sangat berguna bagi Udinus, karena Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan segera membuat Digital Business.

Hamdam Atmam asal STT Terpadu Nurul Fikri Depok, Jawa Barat yang bertugas sebagai speaker mengutarakan Saya lebih fokus apa kata Prof. Hans, bahwa teknologi yang akan dipersiapkan untuk waktu dekat ini adalah 5G, yang juga digunakan untuk X-AR,” tuturnya.

Penulis : Rafi Syauqie Arjuna

Fotografer : Endang Khoirun Nisa

Editor : Almira Felicia

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menggelar talkshow dalam rangka peringatan Hari Statistik Nasional yang jatuh pada tanggal 26 September bersama 25 komunitas di Kota Semarang.
Acara ini berlangsung pada Rabu malam (25/09/2019) pukul 19.00 WIB di Gedung Oudetrap kawasan Kota Lama Semarang. Dengan mengangkat tema “Membangun Literasi Data Berbasis Komunitas”, kegiatan talkshow berjudul Ngobras “ngobrol santai bareng komunitas” tersebut berlangsung secara komunikatif. Setiap tamu undangan mendapatkan souvenir berupa kaos, topi dan tumbler bertuliskan sensus 2020 dan acara diawali dengan makan malam bersama. Sebagai hiburan iringan lagu dari Bigbro entertainment menjadikan kesan santai pada acara tersebut semakin terlihat.
Acara talkshow tersebut menghadirkan tiga pembicara dari tiga bidang yang berbeda untuk membahas mengenai peran komunitas pada sensus penduduk 2020. Pembicara pertama ialah Prie GS yang merupakan seorang budayawan nasional dengan karya bukunya tentang kehidupan. Penjelasan mengenai komunitas dan semangat ia tuturkan secara humor namun memiliki pesan penting, “Komunitas yang baik itu ya yang berkomunitas atau berkumpul” tuturnya.
Pembahasan kedua yaitu mengenai program pemerintah Kota Semarang yang bernama Smart City. Disampaikan langsung oleh Bambang Pramusinto, SH, S.IP, M.SI, selaku kepala Diskoninfo Kota Semarang yang menjelaskan salah satu program tersebut ialah Smart Society, dimana kebutuhan untuk sosialisasi akan dimudahkan oleh pemerintah. Salah satu perwujudan program berupa penyediaan co working place untuk mewadahi para komunitas di Kota Semarang.
Pemateri yang terakhir yaitu Sentot Bangun Widoyono, M.A yang merupakan kepala BPS ( Badan Pusat Statistik )Provinsi Jawa Tengah menyampaikan mengenai adanya perubahan yang akan dilakukan untuk sensus penduduk tahun 2020 nanti. Pada sensus 2020 akan menggunakan metode baru yaitu Combine Method, dimana pendataan yang akan dilakukan dapat didata secara online maupun melalui offline (petugas mendatangi setiap rumah). Beliau juga mengatakan “Membuka peluang untuk sensus penduduk online, memudahan untuk mengakses data kependudukan dengan merubah data hanya menggunakan aplikasi. Jadi, aksesnya tinggal masukkan nomer NIK dan KK”. ujarnya. Kelebihan lain dari sistem ini yaitu masyarakat dapat selalu mengupdate data tanpa perlu mengunjungi kantor dukcapil. Pendataan tersebut telah dilakukan kerjasama dengan pihak dukcapil.
Kemeriahan acara berlangsung hingga sesi tanya jawab dari peserta dan pembicara mengenai apa yang telah dipaparkan. Inti acara yang dilaksanakan ialah pengenalan manfaat informasi statistik untuk para komunitas. Kemudian para komunitas juga diajak untuk mensukseskan program sensus 2020 yang akan datang dengan menyebarluaskan informasi dan agar masyarakat dapat memberikan data sejujur-jujurnya.
Di akhir acara tersebut para peserta diajak dengan sesi foto bersama dan mengucapkan tagline dari sensus 2020 yaitu #MencatatIndonesia.

Penulis : Shaqila Angra Prameswari

Fotografer : Hanif wahyu cahyaningtyas

Editor : Fahmi Fabian

UDINUS BEKALI SEMANGAT WIRAUSAHA MELALUI SEMINAR BERSAMA J&T YOUNG YOUNG PRENEUR

Demi menumbuhkan semangat berwirausaha, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengajak mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) untuk menghadiri seminar J&T Young Preneur. Seminar tersebut merupakan kuliah umum yang berlokasi di Auditorium H7 pada Selasa(24/09/2019).

Dihadiri seluruh mahasiswa dari mata kuliah Technopreneurship Ilkom, acara yang bertema J&T Young Preneur tersebut diselenggarakan atas kerja sama Udinus dengan J&T Express. Acara terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama yaitu sambutan dari Diego Prayoga selaku perwakilan J&T Express. Para peserta diberi motivasi yang membangun supaya mereka berani untuk memulai usaha sesuai dengan pashionnya. “Mahasiswa muda harus berani mengambil langkah untuk maju, dan memulai usaha sedini mungkin. Memulailah dengan usaha yang sesuai pashion atau hobi, karena bekerja atas dasar hobi itu lebih enak karena tanpa ada paksaan” ungkap Diego.

Pada sesi kedua, diisi oleh dua narasumber pengusaha muda yang telah sukses memulai bisnis sendiri yakni Sebastian Garry Prakosa pemilik ‘Prigel Gallery’ dan juga Restu Ayu Mumpuni pemilik ‘Selempang Hits’. Mereka menceritakan awal mula membuka usaha hingga metode pemasaran yang diterapkan diusaha mereka, dengan begitu para mahasiswa Ilkom mendapatkan gambaran untuk memulai suatu usaha. “Memulai usaha itu tidak mudah, pasti ada banyak kendala dan metode yang harus dikuasai. Tapi dengan adanya seminar seperti ini, jadi ada gambaran nyata apa saja yang harus dipersiapin untuk memulai usaha, apa pun itu kalau belum dicoba tidak akan tahu hasilnya,” ujar Garry

Aspek terpenting dari seorang wirausaha yaitu mempunyai banyak networking, serta saling memberikan apresiasi satu sama lain. melalui acara J&T Young Preneur diharapkan mahasiswa dapat menumbuhkan percaya diri dan keberanian untuk membuat usahanya sendiri.

Penulis : Amrina Rosyada

Editor : lily Tania

SINANG ADVENTURE RAIH JUARA PADA ACARA LAMK 2019

Tim dari Mahasiswa Beasiswa Unggulan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil menjadi juara dalam Lomba Aplikasi Mobile Kihajar (LAMK) yang diselenggarakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 17-19 September 2019 di Hotel Pandanaran, Kota Semarang.

Tim mahasiswa Udinus yang berhasil meraih juara ketiga dalam kategori umum dengan meluncurkan aplikasi bernama ‘Sinang Adventure’. Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa Udinus yakni, Ade Rizky Tri Prasojo dari jurusan Desain Komunikasi Visual sebagai leader sekaligus Desainer dari tim tersebut, Risal Fajar Amiyardi dari jurusan Teknik Informatika sebagai programmer, Farrij Hendarto dari jurusan DKV sebagai karakter Desainer dan juga Ahmad Abdul Hadi dari jurusan Animasi sebagai animatornya. Aplikasi ‘Sinang Adventure’ ini merupakan game edukasi sebagai penunjang belajar bahasa Jawa, dimana terdiri dari anggota bagian tubuh dengan ragam bahasa Jawa ngoko dan kromo untuk pelajar kelas 1 SD.

Diharapkan dengan adanya lomba seperti ini, banyak pelajar yang beralih menggunakan aplikasi, karena sistem pembelajaran menggunakan buku akan sangat membosankan bagi sebagian pelajar. “Program seperti ini sanggatlah penting dan menarik, anak-anak zaman sekarang banyak yang sudah bosan dengan pembelajaran menggunakan buku. Gadget sudah menjadi kebutuhan sehari-hari mereka. Jadi dengan adanya aplikasi pendidikan seperti ini, dapat meningkatkan minat belajar mereka,” ujar Dr. Khafiiz Hastuti, M.Kom Selaku dosen pembimbing dari Tim Udinus.


Lomba Aplikasi Mobile Kihajar 2019 merupakan agenda nasional yang diselenggarakan oleh Pustekkom sebagai unit utama dari BPMPK. Dari 1045 pendaftar, terdapat 485 karya dari berbagai kategori dan dipilih 40 karya terbaik. Aplikasi Mobile Kihajar memperlombakan karya aplikasi yang dijalankan pada smartphone ataupun tablet dan mengandung unsur pendidikan. Total terdapat empat kategori yang diperlombakan dalam ajang tersebut, antara lain pelajar bertema sosial budaya, Guru bertema mata pelajar, umum bertema V-Lab, dan umum bertema game edukasi.

Besar harapan dari Tim Udinus supaya aplikasi game edukasi mereka dapat digunakan secara menyeluruh oleh Murid kelas 1 SD di seluruh Pulau Jawa. “Kami semua dari Udinus, besar di Udinus, berlatar belakang IT dan Teknologi. Kami berusaha mengangkat budaya Jawa agar bisa melestarikan budaya lewat game edukasi Sinang Adventure ini, yang bisa digunakan oleh para murid SD kelas 1 di seluruh Pulau Jawa,” tutup Ade.

Penulis : Anugrah Tri Ramadhan

Editor : Lily Tania

Young On Top (YOT) tahun ini mengambil tema “Muda, Inovatif Dan Kreatif” yang diikuti oleh ribuan peserta. Event tahunan tersebut diselenggarakan di Gedung Oryza Sariva, Semarang pada Sabtu (21/09/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 1400 peserta, melebihi target panitia sejumlah 800 peserta. Pada tahun ini, YOT mengundang tiga pembicara yang sudah ahli dalam bidangnya. Seperti, Anton Soeharyo, Yuliandre Darwis, dan juga Ansari Kadir. YOT yang merupakan sebuah komunitas Entrepreneur di Semarang selalu menyelenggarakan seminar yang menghadirkan para Entrepreneur atau pengusaha muda sebagai pembicara.

Pengambilan tema “Muda, Inovatif Dan Kreatif” bertujuan untuk memicu para pemuda dan pemudi Indonesia bisa supaya memiliki jiwa pengusaha. Sehingga nantinya mampu membuka lapangan pekerjaan dilingkungan sekitar mereka. Tak hanya itu saja, Anton Soeharyo selaku CEO Playgame.com juga menuturkan bahwa sebagai seorang pengusaha kita harus bisa percaya dengan diri sendiri, serta tidak peduli dengan pembicaraan orang di luar. ”Seorang pengusaha itu harus percaya diri dengan apa yang dimilikinya, jangan takut, jangan terlalu pusing sama apa yang dipikirkan orang terhadap diri kita,” ungkapnya.

Acara ini juga mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak, bahkan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjadikan seminar ini sebagai kelas umum untuk mata kuliah Enterpreneurship. Seperti yang sudah kita tahu, bahwa Udinus merupakan salah satu universitas yang menyiapkan mahasiswanya agar bisa menjadi seorang technopreneur. Sehingga, salah satu cara mempersiapkannya dengan mengajak mahasiswanya untuk datang ke acara seminar technopreneur.

Acara tersebut mampu memberikan banyak inspirasi dan juga memberikan semangat untuk menjadi seorang pengusaha muda Indonesia. Diharapkan agar ada acara serupa bisa diadakan lagi oleh pihak YOT Semarang. “Saya senang ikut seminar enterprenuer seperti ini, dengan ikut acara seperti ini, saya jadi terinspirasi dan tertarik untuk menjadi seorang pengusaha muda di Indonesia. Harapan saya acara seperti ini bisa terus berlanjut tiap tahun,” ujar salah satu peserta bernama Titania yang merupakan siswa dari SMK 07 Semarang

Icha selaku ketua acara berharap supaya seminar dari YOT akan terus menginspirasi anak muda Indonesia. “Semoga seminar seperti ini mampu memberikan inspirasi lebih banyak kepada para peserta, sesuai dengan moto kami dari YOT yaitu ‘Learn and Share’,” Tutupnya.

Penulis : Hanifatul Hashinah Hanan

Editor : Haris Rizky Amanullah

FLS Membawa Perubahan Generasi Muda

JUMAT, 20 September 2019 FLS ( Future Leader Summit ) kembali  menyapa generasi muda. Ini merupakan tahun ke-9 sejak tahun 2011 lalu. Acara ini berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 20 – 21 September 2019 yang dilaksanakan di Hotel Metro New Semarang. Tema acara yang diangkat tahun ini adalah Future Leader’s Idea Manifestation of ASEAN 2025 in the age of DisruptionFuture  Leader Summit, dalam hal ini ada dua hal  yang ditekankan yaitu masalah manifestasi di ASEAN dan Disruption.

Pemateri pun diberikan langsung oleh ahlinya di antaranya di bidang internasional oleh Gilang Kembara selaku Peneliti Center For Strategic and International Studies, bidang Digital Ragil Widiharso selaku CEO Jeager.io, bidang Technopreneur Suryandaru MT selaku Director at Nanotech Global Innovation Pte. Ltd.  Bidang education Syarif Roushan Fikri selaku CEO pahamify, bidang Urban Planning Mulya Amri selaku program Director JPI, Senior Urban Development Consultant The world Bank, bidang Environment Jasmine Putri selaku Senior Forest Campaigner Greenpeace Indonesia.

Future Leader Summit sendiri merupakan Konferensi pemuda nasional non profit terbesar di Indonesia bertempat di Semarang. Menurut Indrayana Gerindra Putra selaku Project Leader Future Leader Summit 2019, Tahun ke-9 ini menerima peserta sebanyak 240 orang dari 32 provinsi. Peserta terbanyak berasal dari kora Sleman, Semarang dan Bogor. Perbedaan tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah proses seleksi, di mana persyaratan yang harus dipenuhi peserta adalah berusia 17-25 tahun. Room Statistic pada tahun ini terdiri dari International Relation, Education, Urban Planning, Technopreneur, Envirotment, dan Digital.

“Pada acara tahun ini juga kami menampilkan yang baru yaitu room internasiona relation, serta kami fokus kepada bagaimana kami sebagai kaula muda menyikapi inklusif generasi for 4.0 dan kami juga tidak melupakan bahwa kami perlu berhubungan dengan negara-negara lain dalam melakukan segala upaya” tambahnya.

Menurut Gilang Kembara selaku Peneliti Centre for Strategic and Internasional Studies mengungkapkan “Hal yang membuat saya tertarik bergabung pada Future Leader Summit adalah diangkatnya salah satu tema yaitu Hubungan Internasional. Diharapkan setelah peserta mendapatkan materi mengenai hubungan internasional peserta dapat mempersiapkan dirinya dengan berbagai macam perubahan yang terjadi secara pesat di dunia Internasional. Saya juga sangat tertarik karena jarang acara sebesar Future Leader Summit ini yang spesifik mengangkat tema hubungan internasional dikelola oleh mahasiswa. Harapan saya untuk acara Future Leader Summit dengan topik yang saya paparkan yaitu, tidak hanya membuat teman-teman yang ada di Future Leader Summit merasa bahwa hubungan internasional bisa menjadi diploma dll. Hasil akhir yang saya inginkan adalah mereka bisa membuat pilihan, bisa bertanggung jawab lebih kepada pilihan-pilihan yang mereka buat ke depanya karena pesan saya dengan ilmu itu mereka bisa dapat menyeimbangkan dan memberikan pencerahan kepada nalar mereka untuk memberikan pilihan-pilihan ke mereka untuk menjadi baik dan lebih seimbang.”

Menurut Jasmine Putri selaku Senior Forest Campaigner Greenpeace Indonesia “alasan kenapa Greenpeace tertarik dalam acara ini, karena kami mencoba untuk mendekatkan isu lingkungan pada anak muda. Kami ingin mendekatkan isu-isu lingkungan seperti polusi, dan perubahan iklim pada anak muda. Greenpeace ingin anak muda memiliki perspektif lingkungan karena bagaimanapun lingkungan merupakan elemen kehidupan. Harapannya anak muda lebih awareness terhadap isu lingkungan dan bisa mendekatkan diri kepada isu lingkungan terlepas nanti pilihan ia pekerjaan ke depanya. Selain itu anak muda di generasi Z bisa menjadi sebuah dorongan publik yang kuat kepada pemerintah  untuk masalah perubahan iklim, karena yang akan terdampak dalam masa perubahan iklim 20-30 tahun lagi merupakan anak-anak generasi Z” tuturnya.

Tujuan yang ingin dicapai dari terselenggaranya acaranya Future Leader Summit ini adalah ingin menjadi wadah sekaligus ingin mencetak pemuda yang bisa bersaing dalam sisi positif dan bisa menjadi akselator dari pemuda-pemuda bukan menjadi penghambat untuk pemuda.

Penulis & Fotografer : Ummi Nur Aini Daneswari

Editor : Fahmi Fabian

KAJIAN SPESIAL MENJADI PUNCAK DARI ACARA YOUNG MUSLIM CREATIVITY

Acara Kajian Spesial merupakan puncak dari serangkaian acara Young Muslim Creativity yang diadakan oleh Badan Alaman Islam (BAI) Matholi’ul Anwar Universitas Dian Nuswantoro, yang diikuti oleh remaja Islam Udinus dan sekitarnya di Masjid Baitul Ilmi pada Sabtu (14/09/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah dari Udinus dan universitas lain serta masyarakat umum tersebut mengusung tema ‘Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Al-Quran Demi Terciptanya Generasi Qur’ani yang Rahmatan Lil’alamin’.  Acara ini juga menghadirkan dua pemateri, yaitu Habib Hasan Alwi Al Aydrus dan Gus In’amuzzahiddin. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kecintaan umat muslim khususnya remaja terhadap Al-Qur’an.

Generasi muda saat ini perlu meningkatkan kembali pedoman hidup mereka pada Al-Qur’an. “Generasi muda sangat perlu untuk meningkatkan semangat hidup dengan berpedoman pada Al-Quran karena semua permasalahan ada jawabannya di Al-Quran,” ujar Gus in’amuzzahiddin.

Remaja saat ini sangat sibuk dengan kegiatan merka hingga lupa dengan Al-Qur’an. Ada baiknya mereka berusaha untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan semua ibadah. “Remaja jaman muda sekarang itu harus bisa mencintai Al-Quran, begitu juga dengan semua ibadahnya. Karena melakukan sesuatu yang kita cintai akan jauh lebih mudah dan nikmat, sehingga akan terus menerus ingin dilakukan,” tambah Habib Hasan.

Ahmad Ngusman selaku panitia merasa beruntung dan senang, karena serangkaian acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Tujuan dari kajian spesial sebagai puncak acara agar terbentuk generasi umat Islam yang Qur’ani dan Rahmatan Lil’alamain. Tidak hanya peserta, panitia juga mendapatkan motivasi untuk lebih mencintai Al-Quran. “Perasaan saya sangat beruntung, karena diingatkan kembali kepada Qur’an, dan disadarkan bahwa semua problem yang saya hadapi bisa dipecahkan dengan berkah Al-Quran, jadi saya tidak lagi bingung jika menghadapi sebuah masalah. Maka dari itu harus lebih rajin untuk membaca Al-Quran,” tutupnya.

Tidak hanya Kajian Spesial, BAI Udinus juga mengadakan lomba yang diikkuti oleh peserta dari berbagai kota.  Lomba yang diadakan yaitu lomba aplikasi islami di ruang meeting gedung H lantai 1 dan Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang berlokasi di Auditorium Gedung H lantai 7.

Penulis : Juliana Heidi

Editor : Lily Tania

Dunia Manji Dalam Kemeriahan Dinus Night Festival 2019

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali mengadakan agenda tahunan Dinus Inside 2019 guna menyambut mahasiswa baru. Erdian Aji Prihartanto atau yang akrab disapa Anji menjadi puncak penghibur pada malam inagurasi. kamis (04/09/19).

Sebanyak 3.923 mahasiswa baru turut memenuhi area inagurasi yang berlokasi di halaman Gedung G Udinus. Sambutan dan penampilan dari masing-masing UKM kampus turut dihadirkan guna menghibur para mahasiswa baru, sebelum memasuki puncak acara. Beberapa UKM pilihan unjuk penampilan sekaligus sebagai ajang promosi UKM pada mahasiswa baru yang hadir.

Ketua Biro Kemahasiswaan (BIMA) Rindra Yusianto, S.Kom, M.T sekaligus perwakilan koordinator  dosen  acara Dinus Night Festival (DNF) menjabarkan konsep dan persiapan penyambutan mahasiswa baru tahun  ini. “konsep inagurasi tahun ini sendiri  menumbuhkan cerdas berkarakter berintegritas, yang mana semoga para mahasiswa baru dapat memiliki ketiga karakter ini” ujarnya. Adapun alasan terpilihnya pengisi acara pada tahun ini yaitu melalui voting para aktivis mahasiswa. Sekaligus sebagai hadiah dan ucapan selamat datang kepada para mahasiswa baru atas lelah dan bosannya mengikuti kegiatan ospek selama dua hari kemarin. “semoga para mahasiswa baru dapat menikmati suguhan kami dengan baik tanpa ada kendala apa pun” tambahnya.

Salah seorang mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi  mengungkapkan rasa senangnya menjadi bagian dari kemeriahan DNF. “Acaranya sangat  menarik, terproses dengan rapi hanya saja sempat terkendala dengan sistem keamanan. Namun secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar” ujar Dimas Budi Pamungkas.

Malam puncak inagurasi berjalan dengan lancar meskipun terdapat beberapa mahasiswa yang sempat pingsan karena kelelahan berdesak-desakan dengan mahasiswa lain. Namun tidak menghalangi berlangsungnya acara sampai selesai. Suasana menjadi penuh makna cinta ketika seluruh mahasiswa serempak menyanyi bersama. Lagu “DIA” menjadi lagu penutup penampilan sekaligus penanda seluruh rangkaian Dinus Night Festival resmi selesai.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Mahatma Yudha

Editor : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir acara Dinus Inside 2019 ditutup dengan kemeriahan malam inagurasi pada tanggal 4 September 2019. Acara tersebut mengumpulkan kembali seluruh mahasiswa baru dari berbagai fakultas ke satu titik yaitu lapangan Gedung G Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) diberi kesempatan untuk memberikan penampilan sesuai bidang mereka. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk memberi contoh pada mahasiswa baru keunikan dari setiap UKM.

Penampilan pertama yaitu dari Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) menampilkan Band dan Dance, dilanjutkan dengan Bela diri militer dan senam hasil kolaborasi dari Menwa dan pramuka. E-gamelan menampilkan lagu dan tari goyang, kemudian kolaborasi dari UKM bela diri Udinus yaitu Pencak silat, Tae Kwon Do dan Karate dan menampilkan seni bela diri dan tari. UKM pecinta alam Aldakanawaseta menampilkan repling dan spider. Badan Amalan Islam (BAI juga menampilkan Rebana dan Syiarkustik. UKM Theater Kaplink menampilkan Drama musikal. Pertunjukan dari UKM Musik dan Snoxx mampu membuat ribuan mahasiswa baru terpukau. Penampilan terakhir yaitu Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) dan Dance From Udinus (DFU) yang menampilkan DJ yang dilakukan oleh DNCC dan dance yang dilakukan oleh DFU yang kemudian dilanjutkan dengan flashmob dengan semua Mahasiswa baru Udinus 2019.

Acara selanjutnya yaitu pertunjukan utama dari malan inagurasi Dinus Inside 2019. Penampilan dari Anji yang menjadi penutup dari acara Dinus Inside 2019 selama 3 hari tersebut membuat mahasiswa baru merasa bahagia dan puas. Pasalnya Dinus inside akan menjadi kesan pertama mereka yang selanjutnya akan mengemban pendidikan di tingkat universitas hingga nantinya lulus.

Penulis : Sabrina Ananda Riddya

Editor : Haris Rizky Amanullah

Udinus FEB Jadikan Acara Denok Kenang Sebagai Kegiatan Tahunan Bagi Maba Mereka

Pelaksanaan Dinus Inside 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro Semarang berlangsung meriah. Sebanyak 920 mahasiswa baru jurusan Akuntansi dan Manajemen mengikuti serangkaian kegiatan yang dilakukan selama tiga hari dimulai pada tanggal 2 sampai 4 September 2019.

Pada hari pertama mahasiswa baru diperkenalkan oleh dosen dan staff karyawan, setelah itu mahasiswa dipertemukan oleh dosen wali masing-masing. Pada hari kedua, mahasiswa baru mengikuti kegiatan expo UKM Universitas Dian Nuswantoro dan perkenalan seluruh Organisasi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta pengenalan program studi masing-masing jurusan.

Puncaknya pada hari ketiga, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyelenggarakan acara tahunan yaitu pemilihan Denok Kenang of The Year yang diawali dengan catwalk serta penampilan bakat dan minat peserta. Mengusung tema ‘Nusantara’ Denok Kenang diikuti oleh 5 pasang peserta yang memenuhi beberapa kriteria diantaranya berprestasi, berbakat, dan memiliki minat yang berbeda dari mahasiswa lain. Dosen dan koor kelompok ikut berperan serta dalam pemilihan mahasiswa yang memenuhi kriteria. Setelah itu, para mahasiswa yang terpilih akan diwawancarai oleh Dosen FEB. Pasangan yang lolos tahap wawancara akan tampil pada hari ketiga.

Denok Kenang FEB of The Year jatuh kepada pasangan nomor urut 3, Muhammad Yofan Krisdaniwi Saputra mahasiswa jurusan Manajemen dan Shellina Susanti mahasiswi jurusan Akuntansi. “Persiapan sebenernya cuma satu hari, cuma dikasih waktu kemarin aja. Nggak sempet cari materi juga karna capek pulang malem. Cari materi cuma tadi pagi, tadi kami tampil asal jawab aja, jadi ga nyangka banget bakal kepilih jadi denok kenang tahun ini,” ujarnya.

Selain itu gelar juara juga diberikan kepada pasangan nomor urut 1 sebagai juara favorit. Penilaian berdasarkan seberapa keras tepuk tangan dari para mahasiswa. Shellina mengucapkan terimakasih kepada panitia Dinus Inside karena sudah mempersiapkan acara Dinus Inside sehingga acara berlangsung meriah, dan berharap acara selanjutnya bisa lebih asik lagi.

“Kalau tahun ini mahasiswanya lebih banyak, selain itu tahun ini mahasiswanya lebih nurut daripada tahun kemarin jadi masalah hukuman jadi lebih gampang, gampang diatur juga,” ujar Nisaa’nur Karimah selaku ketua pelaksana serta Gurbernur BEM FEB

Penulis : Sabrina Ananda Riddya

Fotografer : Hanifatul Hasinah Hanan

Editor : Haris Rizky Amanullah