POLIJE Rebut Juara Pertama Untuk Divisi Baru KRTMI

Final Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) berhasil rebut juara pertama. POLIJE berhasil kalahkan 24 tim yang bertanding dalam divisi baru Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional dan memenangkan pertandingan dengan poin mutlak yaitu Panen Raya.

Pertandingan dimulai dengan kecepatan penuh dari tim POLIJE dari zona persiapan menuju zona pertama yaitu penanaman bibit badi. Pada zona pertama 3 bibit padi berhasil ditanamkan dalam sekejap oleh POLIJE dan mendapat 30 poin. Kemudian dengan mudah robot dari tim POLIJE berhasil melewati rintangan 3 polisi tidur untuk menuju ke zona berikutnya, zona kedua. Pada zona tersebut robot harus menjatuhkan rumput liar. POLIJE berhasil menjatuhkan 2 rumput liar tanpa menjatuhkan bibit padi yang sudah tertanam. Tantangan terakhir yaitu memanen padi dan mengangkatnya setinggi 20cm. Sekali lagi POLIJE dengan lincah menaiki tanjakan menuju tempat padi yang harus dipanen. Dengan berhasil memanen tanpa menjatuhkan padi yang sudah ditanam tim TANOKER_IR64 berhasil memenangkan pertandingan final dengan poin Panen Raya. Pertandingan final tersebut berlokasi di Gedung Sport Center Graha Padma pada pukul 13.00 WIB pukul Minggu (23/6).

Juara kedua diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA) dan dilanjutkan juara ketiga diraih oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP).

Zainul Mustain sebagai ketua tim TANOKER_IR64 merasa senang dan tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan pada divisi yang masih baru ini. Timnya sudah mendapatkan poin Panen Raya sebanyak 5 kali selama pertandingan KRI Nasional 2019. Strategi dari kemenangan mereka tergantung dari start dan ukuran robot yang sesuai dengan lahan sawah. “Strateginya start awal harus lebih cepat kemudian menanamnya harus pas dan sama ukuran sawahnya, ukuran antarmagnet itu 40cm. Jadi pemenang pertama juga enggak menyangka sih, soalnya kaget juga pertama kali datang belum dikasih tahu kalau harus memotong, jadi kami mempersiapkan dan mendesain kembali untuk alat pemotongnya,” ungkapnya bahagia.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Semifinal, POLIJE dan UNY Rebut Perhatian Penonton dengan Persaingan Sengit

Semifinal Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh Tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) dan ABHINAYA dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Semifinal yang berlokasi di Sport Center Graha Padma pada Minggu (23/6/2019) 11.30 WIB.

Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Ujung Pandang hibur penonton dengan pertandingan yang menegangkan. Pasalnya kedua tim pernah mendapatkan panen raya di pertandingan mereka sebelumnya. Pada pertandingan kali ini kedua tim juga berhasil mendapatkan poin maksimal dan berebut panen raya. Kemenangan didapat POLIJE yang sanggup mendapatkan Panen Raya lebih dulu dalam waktu 02.46 menit dan menang secara mutlak. Dengan begitu tim TANOKER_IR64  dari POLIJE sudah mendapatkan poin panen raya untuk ke tiga kalinya.

Sedangkan pertandingan selanjutnya mempertemukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Bhayangkara Surabaya,  UNY menggunakan strategi menjatuhkan rumput liar bersama dengan benih padi yang dilanjutkan memanen padi dan mendapatkan poin maksimal 90 namun tidak dapat Panen Raya. Hasil akhir dari pertandingan tersebut UNY berhasil menang dengan poin 90 : 45. Kedua tim yang lolos akan berhadapan di final untuk merebutkan gelar juara KRTMI pertama di Indonesia.

KRTMI merupakan divisi baru yang di perlombakan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Divisi tersebut memiliki waktu 1 menit untuk persiapan dan 3 menit pertandingan. Poin maksimal yang bisa didapatkan yaitu 90 poin. Namun kemenangan mutlak bisa diperoleh dengan poin Panen Raya di mana peserta dapat memanen padi tanpa menjatuhkan benih padi yang sudah tertanam.

Di dalam venue terdapat 6 divisi lomba yakni KRTMI yang merupakan divisi baru, selain itu ada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut nantinya akan dipertandingkan di Graha Padma Sport Center dan diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

UMM Juara KRPAI 2019 Kalahkan 21 Tim

Universitas Muhammadiyah Malang atas nama tim (DOME) Berhasil keluar menjadi juara pertama pada divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) pada Minggu (23/6) mengalahkan 21 peserta yang bertanding pada divisi ini.

Tim DOME-Universitas Muhammadiyah Malang menang mutlak dengan perolehan skor akhir 3,44 melalui tiga babak penyisihan, yang selanjutnya dari tiga babak dilakukan akumulasi skor hingga menghasilkan skor akhir. Pada babak penyisihan ketiga  area pertandingan dirubah lebih lebar dan banyak ruang kosong  sebagai  rintangan bagi para robot, terdapat tiga ruang kosong tambahan yang turut di hadirkan, rintangan boneka kucing juga masih dipergunakan untuk mengecoh permainan.

Dari pengalaman melewati perlombaan terdapat kurang menenakan bagi salah seorang peserta, yang mana pada babak penyisihan pertama robot mengalami trouble dan tidak bisa beroperasi dan sempat tertinggal skor dengan tim lain, namun pada sisa waktu yang terus berjalan robot dapat beroperasi kembali.

“Saya dan tim nggak nyangka bisa menang jadi juara, karna pas penyisihan pertama, tim saya kena gangguan teknis robot nggak bisa mengenali sensor handphone yang dinyalakan, tapi alhamdulillah diluar dugaan ke babak penyisihan berlanjut tim kami tampil sangat maksimal,” ujar Bahri dari tim pemenang Universitas Muhammadiyah Malang.

Dengan hasil pengumuman final yang berhasil di laksanakan hari ini banyak keunggulan lebih dari divisi KRPAI, dimana memberikan tiga penyisihan secara langsung kepada para peserta lomba, yang mana peserta turut diberi kesempatan guna mempersiapakan kembali robot masing-masing tim tanpa harus melewati babak emilinasi perbabak dan langsung menyisahkan empat juara utama dari hasil akumulasi yang di hadirkan.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Perempat Final, Rebutkan Tiket Semifinal Kembali Hasilkan Kemenangan Panen Raya

Empat tim berhasil lolos dari babak perempat final dan menuju ke babak semifinal pada ajang Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) setelah berhasil menang dengan keunggulan poin.

Empat tim yang berhasil lolos akan bertanding kembali di babak semifinal yaitu Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP) melawan Politeknik Negeri Jember (TANOKER_IR64) dan pertandingan kedua antara Universitas Bayangkara Surabaya (EURO_01), melawan Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA). Kali ini tim PANGGALUNG MP dari Politeknik Negeri Ujung Pandang berhasil mendapat poin Panen Raya untuk pertama kalinya. Empat tim yang lolos tersebut nantinya akan bertanding di babak semifinal pada pukul 10.00 WIB, Minggu (23/6/2019).

Pertandingan yang diselenggarakan di Sport Center Graha Padma Semarang merupakan perlombaan KRMTI adalah divisi baru yang mengambil tema untuk ketahanan bangsa dan negara. Tema pada KRTMI Nasional 2019 adalah pertanian padi, dengan slogan “Kecukupan Pangan, Ketahanan Negara”. Divisi seperti ini nantinya dapat membantu pertanian di indonesia dengan teknologi robot dan mekanik untuk menghadapi Teknologi 4.0 yang sudah didepan mata.

Di dalam venue terdapat 5 divisi lomba selain KRTMI yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselanggarakan pada 20-23 Juni 2019 dan akan bertanding di Graha Padma Sport Center. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Ulin Nuha – Masih Muda Punya Banyak Karya

ulin

Siapa di UDINUS yang tidak mengetahui namanya? Nama yang cukup tersohor dikalangan dosen Ilmu Komunikasi ini adalah seorang Sutradara muda yang tidak perlu lagi diragukan prestasinya. Tidak hanya itu pria yang lahir di kota Kendal pada 6 Agustus 1994 ini pun juga membangun sebuah komunitas film di kota kelahirannya yang biasa mereka sebut “Rumah Kreatif Film Kendal”.

Jangkauan Diperluas, ITC 2014 Hadirkan Juara Baru

  IT Competition UDINUS Semarak kemeriahan mengguncang aula gedung E Udinus tempat perhelatan final IT Competition 2014, setelah sebelumnya berhasil membuat suasana serupa di berbagai kota pada babak penyisihan.  Persaingan yang semakin ketat membuat jalannya lomba menjadi lebih kompetitif. Apalagi konsep perlombaan dikemas sedemikian rupa layaknya acara kuis di televisi yang tak lain tujuannya adalah membuat kompetisi tidak monoton dan lebih menarik.

   Terdapat tiga tim yang akhirnya melaju ke final pada 2 Februari 2014 setelah berjuang di babak penyisihan dan semifinal, yakni SMAN 1 Tegal, SMK Tunas Harapan Pati, dan SMAN 1 Rembang. Akhirnya setelah bertanding dalam tiga sesi, dewan juri memutuskan juara 1 IT Competition 2014 adalah wakil dari Kabupaten Rembang, disusul kontingen dari Pati pada tempat ke dua, dan tim dari Tegal menempati podium ke tiga.

   Menurut Novan selaku ketua panitia IT Competition tahun ini, event ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling nyata adalah cakupan wilayahnya, di mana tahun ini mencakup beberapa kota di Jawa Tengah, yakni Tegal, Pekalongan, Salatiga, Semarang, dan Rembang. Adapun pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa SMA sederajat yang ada di kota Semarang.

   Pujian juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Usman Sudibyo. Selain sukses menyelenggarakan kegiatan besar, hal ini juga jadi pembuktian bahwa mahasiswa Udinus khususnya yang bernaung di UKM Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) mampu menjadi event organizer dalam sebuah acara besar.

 “kegiatan ini sangat strategis terutama untuk latihan anak-anak UKM (DNCC-red) dalam kegiatan yang besar dan panjang.”, kata Usman.

   Akan tetapi, di sisi lain kritik juga datang dari pembina yang mendampingi kontingen dari SMAN 1 Rembang, yakni Gito Siswoyo. Bobot pertanyaan yang diajukan saat final dinilai kurang sesuai dengan kemampuan siswa SMA. Ia pun kaget begitu mengetahui pertanyan yang muncul mengenai After Effect, dan 3DS MAX.

“pertanyaan yang diajukan di luar dugaan, terlalu sulit. Dari pengamatan saya itu sudah bukan materi SMA lagi.”, ujar Gito.

   Meskipun begitu Gito juga mengapresiasi kegiatan seperti ini. Di mana lomba dibuat seperti kuis agar tidak monoton sehingga menjadi magnet tersendiri untuk menarik lebih banyak peserta. Dirinya pun tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan lomba serupa di Kabupaten Rembang.

“lomba ini sangat menarik sekali, mungkin materinya akan disesuaikan dengan peserta (siswa-red)”, imbuh Gito.

Reporter: Kholid Khazmi, Is Adatur Rohmah

Penulis: Kholid Khazmi

Foto: Burhanuddin Ahmad

Membangun Atmosfer PKM  di Lingkungan Kampus

   Program Kreatifitas Mahasiswa UDINUSTanggal 11 februari 2014,  workshop yang diadakan digedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro  yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, workshop ini membahas tentang pelatihan pkm bagi para dosen di udinus. Dimana peran dosen sangatlah besar dalam penulisan pkm oleh mahasiswa. Selain membimbing dan mendampingi mahasiswa dalam penulisan pkm, dosen juga berkewajiban memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan idenya.

   PKM (program kretivitas mahasiswa) merupakan sebuah program dimana mahasiswa dapat dengan bebas mengembangkan ide-ide yang dimilikinya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, PKM juga dapat menambah wawasan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu lain selain yang di pelajari di universitas. karena dengan membuat PKM, sama saja seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, selain belajar melakukan suatu penelitian, juga belajar untuk membuat sebuah skripsi.  

   “untuk menimbulkan atmosfer PKM, harus menginformasikan kepada mahasiswa tentang prestasi  yang sudah ada agar mereka mulai merasa ingin tahu dan kemudian tertarik untuk menulis PKM” papar Prof. Ir. Jamasri Ph.D seorang viewer dan juri PIMNAS yang merupakan pembicara pada workshop tersebut. Sayangnya minat mahasiswa untuk ikut serta dalam pembuatan PKM memang tergolong masih minim, untuk itulah atmosfer PKM harus lebih di bangun dilingkungan kampus, agar mahasiswa lebih menyadari seberapa banyaknya kegunaan pkm dalam masa perkuliahan

   Sudah  banyak mahasiswa yang menuangkan idenya dalam bentuk proposal PKM, dan lolos ke PIMNAS,  jadi apakah kita para mahasiswa tidak tertarik untuk mencantumkan nama kita di PIMNAS? Ayo menulis PKM.

(Is adatur)

Berawal dari Iseng, Berbuah Prestasi

Berawal Dari Iseng

Khaerul Anwar, pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1993 patut menjadi kebanggaan Universitas Dian Nuswantoro karena prestasinya di penghujung tahun ini yang sangat gemilang.
Ia Berhasil menjadi the first winner dalam Information and Technologies Creative Competition (ITCC). Aan, dirinya biasanya disapa, memaparkan pengalaman yang ia dapat dalam acara bergengsi tersebut. ITCC yang berlangsung di Udayana, Bali dari tanggal 12-17 Desember 2013 ini sangatlah berkesan. Perlombaan web design diikuti oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia ini awalnya memang sempat membuat Aan ragu. “Daftar awalnya ingin coba-coba tapi malah beneran didaftarin sama DNCC” ungkap anggota UKM DNCC yang juga mahasiswa beasiswa unggulan 2012. Dari berbagai kampus IT yang mengikuti tahap seleksi terpilih 10 web design tebaik untuk dilombakan di final.
Universitas tersebut antara lain ITB, STIMIK AMIKOM Purwokerto, Universitas Pendidikan Ganesha Singapraja, UII, New Media Bali, STIKI Indonesia, Akrakom Yogyakarta dan UDINUS. Dengan tekad yang kuat dan minat serta pengetahuan web design yang ia kuasai, Aan berhasil mendapatkan juara pertama dengan web design buatannya dalam sistem kerja sebuah web yang digunakan untuk pencarian kerja. Kelengkapan fitur, tampilan (design), kemanaan menjadi penilaian pokok dalam perlombaan ini. Hal ini membuktikan bahwa anak Udinus memiliki potensi bersaing dengan universitas lain satu Indonesia dalam skala nasional.

“Berprestasilah mumpung masih muda” Itulah motivasi yang selalu Aan pegang saat dirinya akan mengerjakan suatu hal. Motivasi lain yang juga mendorongnya untuk mengikuti perlombaan ini adalah untuk membanggakan nama Udinus dan memperoleh prestige. Prestasinya menjadi bingkisan manis akhir tahun bagi Udinus.
Pemilik usaha aplikasi berbasis desktop atau mobile ini mempunyai harapan untuk dapat mengembangkan kembali usahanya sambil terus berprestasi dan terus menambah kebanggaan bagi Udinus.  Tak lupa, untuk mahasiswa lainnya agar dapat berprestasi dan percaya akan kemampuannya sendiri.(M.widyarini)