Ulin Nuha – Masih Muda Punya Banyak Karya

ulin

Siapa di UDINUS yang tidak mengetahui namanya? Nama yang cukup tersohor dikalangan dosen Ilmu Komunikasi ini adalah seorang Sutradara muda yang tidak perlu lagi diragukan prestasinya. Tidak hanya itu pria yang lahir di kota Kendal pada 6 Agustus 1994 ini pun juga membangun sebuah komunitas film di kota kelahirannya yang biasa mereka sebut “Rumah Kreatif Film Kendal”.

Jangkauan Diperluas, ITC 2014 Hadirkan Juara Baru

  IT Competition UDINUS Semarak kemeriahan mengguncang aula gedung E Udinus tempat perhelatan final IT Competition 2014, setelah sebelumnya berhasil membuat suasana serupa di berbagai kota pada babak penyisihan.  Persaingan yang semakin ketat membuat jalannya lomba menjadi lebih kompetitif. Apalagi konsep perlombaan dikemas sedemikian rupa layaknya acara kuis di televisi yang tak lain tujuannya adalah membuat kompetisi tidak monoton dan lebih menarik.

   Terdapat tiga tim yang akhirnya melaju ke final pada 2 Februari 2014 setelah berjuang di babak penyisihan dan semifinal, yakni SMAN 1 Tegal, SMK Tunas Harapan Pati, dan SMAN 1 Rembang. Akhirnya setelah bertanding dalam tiga sesi, dewan juri memutuskan juara 1 IT Competition 2014 adalah wakil dari Kabupaten Rembang, disusul kontingen dari Pati pada tempat ke dua, dan tim dari Tegal menempati podium ke tiga.

   Menurut Novan selaku ketua panitia IT Competition tahun ini, event ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling nyata adalah cakupan wilayahnya, di mana tahun ini mencakup beberapa kota di Jawa Tengah, yakni Tegal, Pekalongan, Salatiga, Semarang, dan Rembang. Adapun pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa SMA sederajat yang ada di kota Semarang.

   Pujian juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Usman Sudibyo. Selain sukses menyelenggarakan kegiatan besar, hal ini juga jadi pembuktian bahwa mahasiswa Udinus khususnya yang bernaung di UKM Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) mampu menjadi event organizer dalam sebuah acara besar.

 “kegiatan ini sangat strategis terutama untuk latihan anak-anak UKM (DNCC-red) dalam kegiatan yang besar dan panjang.”, kata Usman.

   Akan tetapi, di sisi lain kritik juga datang dari pembina yang mendampingi kontingen dari SMAN 1 Rembang, yakni Gito Siswoyo. Bobot pertanyaan yang diajukan saat final dinilai kurang sesuai dengan kemampuan siswa SMA. Ia pun kaget begitu mengetahui pertanyan yang muncul mengenai After Effect, dan 3DS MAX.

“pertanyaan yang diajukan di luar dugaan, terlalu sulit. Dari pengamatan saya itu sudah bukan materi SMA lagi.”, ujar Gito.

   Meskipun begitu Gito juga mengapresiasi kegiatan seperti ini. Di mana lomba dibuat seperti kuis agar tidak monoton sehingga menjadi magnet tersendiri untuk menarik lebih banyak peserta. Dirinya pun tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan lomba serupa di Kabupaten Rembang.

“lomba ini sangat menarik sekali, mungkin materinya akan disesuaikan dengan peserta (siswa-red)”, imbuh Gito.

Reporter: Kholid Khazmi, Is Adatur Rohmah

Penulis: Kholid Khazmi

Foto: Burhanuddin Ahmad

Membangun Atmosfer PKM  di Lingkungan Kampus

   Program Kreatifitas Mahasiswa UDINUSTanggal 11 februari 2014,  workshop yang diadakan digedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro  yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, workshop ini membahas tentang pelatihan pkm bagi para dosen di udinus. Dimana peran dosen sangatlah besar dalam penulisan pkm oleh mahasiswa. Selain membimbing dan mendampingi mahasiswa dalam penulisan pkm, dosen juga berkewajiban memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan idenya.

   PKM (program kretivitas mahasiswa) merupakan sebuah program dimana mahasiswa dapat dengan bebas mengembangkan ide-ide yang dimilikinya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, PKM juga dapat menambah wawasan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu lain selain yang di pelajari di universitas. karena dengan membuat PKM, sama saja seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, selain belajar melakukan suatu penelitian, juga belajar untuk membuat sebuah skripsi.  

   “untuk menimbulkan atmosfer PKM, harus menginformasikan kepada mahasiswa tentang prestasi  yang sudah ada agar mereka mulai merasa ingin tahu dan kemudian tertarik untuk menulis PKM” papar Prof. Ir. Jamasri Ph.D seorang viewer dan juri PIMNAS yang merupakan pembicara pada workshop tersebut. Sayangnya minat mahasiswa untuk ikut serta dalam pembuatan PKM memang tergolong masih minim, untuk itulah atmosfer PKM harus lebih di bangun dilingkungan kampus, agar mahasiswa lebih menyadari seberapa banyaknya kegunaan pkm dalam masa perkuliahan

   Sudah  banyak mahasiswa yang menuangkan idenya dalam bentuk proposal PKM, dan lolos ke PIMNAS,  jadi apakah kita para mahasiswa tidak tertarik untuk mencantumkan nama kita di PIMNAS? Ayo menulis PKM.

(Is adatur)

Berawal dari Iseng, Berbuah Prestasi

Berawal Dari Iseng

Khaerul Anwar, pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1993 patut menjadi kebanggaan Universitas Dian Nuswantoro karena prestasinya di penghujung tahun ini yang sangat gemilang.
Ia Berhasil menjadi the first winner dalam Information and Technologies Creative Competition (ITCC). Aan, dirinya biasanya disapa, memaparkan pengalaman yang ia dapat dalam acara bergengsi tersebut. ITCC yang berlangsung di Udayana, Bali dari tanggal 12-17 Desember 2013 ini sangatlah berkesan. Perlombaan web design diikuti oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia ini awalnya memang sempat membuat Aan ragu. “Daftar awalnya ingin coba-coba tapi malah beneran didaftarin sama DNCC” ungkap anggota UKM DNCC yang juga mahasiswa beasiswa unggulan 2012. Dari berbagai kampus IT yang mengikuti tahap seleksi terpilih 10 web design tebaik untuk dilombakan di final.
Universitas tersebut antara lain ITB, STIMIK AMIKOM Purwokerto, Universitas Pendidikan Ganesha Singapraja, UII, New Media Bali, STIKI Indonesia, Akrakom Yogyakarta dan UDINUS. Dengan tekad yang kuat dan minat serta pengetahuan web design yang ia kuasai, Aan berhasil mendapatkan juara pertama dengan web design buatannya dalam sistem kerja sebuah web yang digunakan untuk pencarian kerja. Kelengkapan fitur, tampilan (design), kemanaan menjadi penilaian pokok dalam perlombaan ini. Hal ini membuktikan bahwa anak Udinus memiliki potensi bersaing dengan universitas lain satu Indonesia dalam skala nasional.

“Berprestasilah mumpung masih muda” Itulah motivasi yang selalu Aan pegang saat dirinya akan mengerjakan suatu hal. Motivasi lain yang juga mendorongnya untuk mengikuti perlombaan ini adalah untuk membanggakan nama Udinus dan memperoleh prestige. Prestasinya menjadi bingkisan manis akhir tahun bagi Udinus.
Pemilik usaha aplikasi berbasis desktop atau mobile ini mempunyai harapan untuk dapat mengembangkan kembali usahanya sambil terus berprestasi dan terus menambah kebanggaan bagi Udinus.  Tak lupa, untuk mahasiswa lainnya agar dapat berprestasi dan percaya akan kemampuannya sendiri.(M.widyarini)