Membangun Atmosfer PKM  di Lingkungan Kampus

   Program Kreatifitas Mahasiswa UDINUSTanggal 11 februari 2014,  workshop yang diadakan digedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro  yang dimulai pada pukul 08.00 WIB, workshop ini membahas tentang pelatihan pkm bagi para dosen di udinus. Dimana peran dosen sangatlah besar dalam penulisan pkm oleh mahasiswa. Selain membimbing dan mendampingi mahasiswa dalam penulisan pkm, dosen juga berkewajiban memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus mengembangkan idenya.

   PKM (program kretivitas mahasiswa) merupakan sebuah program dimana mahasiswa dapat dengan bebas mengembangkan ide-ide yang dimilikinya. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa, PKM juga dapat menambah wawasan mahasiswa terhadap ilmu-ilmu lain selain yang di pelajari di universitas. karena dengan membuat PKM, sama saja seperti kata pepatah sambil menyelam minum air, selain belajar melakukan suatu penelitian, juga belajar untuk membuat sebuah skripsi.  

   “untuk menimbulkan atmosfer PKM, harus menginformasikan kepada mahasiswa tentang prestasi  yang sudah ada agar mereka mulai merasa ingin tahu dan kemudian tertarik untuk menulis PKM” papar Prof. Ir. Jamasri Ph.D seorang viewer dan juri PIMNAS yang merupakan pembicara pada workshop tersebut. Sayangnya minat mahasiswa untuk ikut serta dalam pembuatan PKM memang tergolong masih minim, untuk itulah atmosfer PKM harus lebih di bangun dilingkungan kampus, agar mahasiswa lebih menyadari seberapa banyaknya kegunaan pkm dalam masa perkuliahan

   Sudah  banyak mahasiswa yang menuangkan idenya dalam bentuk proposal PKM, dan lolos ke PIMNAS,  jadi apakah kita para mahasiswa tidak tertarik untuk mencantumkan nama kita di PIMNAS? Ayo menulis PKM.

(Is adatur)

Get Closer to DPM

Get Closer to DPM   Hai sobat radians, pernahkah kalian mendengar organisasi mahasiswa yang bernama Dewan Perwakilan Mahasiswa atau yang biasa disebut dengan DPM?apakah kalian sebagai mahasiswa Universitas dian Nuswantoro  tahu dan mengerti DPM ??nama DPM tak asing bukan ditelinga kalian. ayo kita telusuri organisasi mahasiswa yang satu ini. 

   Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas  atau yang biasa disebut dengan DPM merupakan salah satu orma yang memiliki jabatan tertinggi dibawah MPM Universitas. Sesuai dengan  namanya Dewan Perwakilan Mahasiswa menjadi wakil-wakil mahasiswa untuk menyalurkan aspirasi  dari mahasiswa terhadap Universitas Dian Nuswantoro. Pada Tahun 2013 ini DPM dipimpin oleh Oong Mariani Sinaga, mahasiswi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di dalam keanggotaan DPM terdapat 17 anggota dan 5 diantaranya murni tak mengikuti organisasi lain diluar DPM. Terdapat perbedaan dalam hal keanggotaan pada periode tahun ini, dimana setiap anggota berasal dari perwakilan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan perwakilan dari DPM fakultas. Oong mariani Sinaga menjelaskan, dengan mengambil anggota  dari perwakilan UKM dan  DPM fakultas jika terjadi masalah dapat mempermudah koordinasi ke setiap organisasi yang ada di  univeristas .

   Pada tahun lalu, DPM tak banyak dikenal oleh mahasiswa-mahasiswa di lingkungan kampus. Hal itu dikarenakan kurangnya publikasi kepada rekan-rekan mahasiswa. Tahun 2013 menjadi awal kebangkitan dari DPM universitas, dengan melihat fakta di atas , maka pada pemerintahan Oong Mariani Sinaga ini membuat gebrakan-gebrakan yang baru, salah satu gebrakannya misalnya dengan menangani dan mencari penjelasan masalah poliklinik yang beberapa waktu lalu menjadi bola panas di univeristas yang memiliki julukan kampus biru. Setelah mereka menemukan hasil dari masalah-masalah yang terjadi di Universitas, mereka akan mempublikasi melalui banner-banner di setiap fakultas dan juga media-media yang dapat dijangkau oleh seluruh mahasiswa. Hal tersebut dilakukan agar mahsiswa dapat tahu keberadaan DPM universitas dan simpang siurnya masalah-masalah yang terjadi di lingkup kampus lebih jelas dan transparan.

   Secara tidak langsung DPM yang terdapat di universitas menjadi penghubung antara mahasiswa dan univeristas. Melalui organisasi satu ini, diharapkan mahasiswa  lebih mudah untuk  menyalurkan aspirasi dan inspirasi terhadap univeristas melalui program “Dialog Akademik Universitas” yang selalu diadakan setiap tahunnya . Selain itu, mahasiswa diharapkan jangan pernah takut untuk meyalurkan aspirasi dan inspirasi melalui DPM yang notabene adalah perwakilan dari mahasiswa. Para anggota legislative ini siap menampung  aspirasi dan inspirasi kalian untuk perbaikan  universitas Dian Nuswantoro kedepannya . (Alex)

DINUS Go to Digital Campus

Udinus go digital

Kampus digital menjadi satu target utama yang ingin dicapai oleh Universitas Dian Nuswantoro. Tak heran, dengan target itu banyak perombakan-perombakan dari sisi infratruktur dan fasilitas. Pada tahun 2013 salah satu usaha untuk mencapai itu adalah dengan  meluncurkan program “campus in my hand” pada acara dinus inside beberapa bulan yang lalu. Program ini meruakan hasil kerjasama Universitas Dian Nuswantoro dengan PT imo mobile sebagai penyedia hardware dan PT XL  axiata sebagai penyedia kartu prabayar.  Mahasiswa angkatan 2013 diwajibkan  untuk membeli gadget yang memiliki kapasitas micro SD hingga 32 gigabyte dan berprosesor dual core.

Melalui kerjasama yang dijalin di atas diharapkan akan mempermudah layanan akademik. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan akses komunikasi telepon gratis sesama komunitas dan terbuka kesempatan magang di PT  imo mobile di Zhenzhen China. Pada tahap awal ini PT XL axiata menyediakan 3000 unit kartu prabayar yang juga berfungsi sebagai nomor Induk mahasiswa(NIM) bagi mahasiswa angakatan 2013. Harga gadget berupa tablet yang ditawarkan untuk mahasiswa angkatan 2013 adalah Rp. 1.500.000,00. Di samping itu pihak kampus juga membuka kesempatan bagi mahasiswa di luar angkatan 2013 untuk bisa membeli gadget tersebut dengan harga yang sama.

Fitur-fitur  yang ditawarkan berbeda dari gadget-gadget pada umumnya, dimana saat mahasiswa menyalakan dan mematikan gadget, akan muncul logo Universitas Dian Nuswantoro. Agar civitas akademika lebih mengenal kampusnya, di dalam tablet itu  juga terdapat potongan lagu hymne Dian Nuswantoro. Tak hanya itu, E-gamelan yakni perangkat musik khas jawa berupa gamelan yang telah disulap dalam bentuk digital pun ikut menjadi nilai tambah. Melalui berbagai fasilitas istimewa di atas, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkannya dengan baik guna mendukung kegiatan perkuliahan, sehingga ke depan lebih banyak mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi dan mengangkat nama baik UDINUS. (Alex)

Berawal dari Iseng, Berbuah Prestasi

Berawal Dari Iseng

Khaerul Anwar, pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1993 patut menjadi kebanggaan Universitas Dian Nuswantoro karena prestasinya di penghujung tahun ini yang sangat gemilang.
Ia Berhasil menjadi the first winner dalam Information and Technologies Creative Competition (ITCC). Aan, dirinya biasanya disapa, memaparkan pengalaman yang ia dapat dalam acara bergengsi tersebut. ITCC yang berlangsung di Udayana, Bali dari tanggal 12-17 Desember 2013 ini sangatlah berkesan. Perlombaan web design diikuti oleh hampir seluruh universitas yang ada di Indonesia ini awalnya memang sempat membuat Aan ragu. “Daftar awalnya ingin coba-coba tapi malah beneran didaftarin sama DNCC” ungkap anggota UKM DNCC yang juga mahasiswa beasiswa unggulan 2012. Dari berbagai kampus IT yang mengikuti tahap seleksi terpilih 10 web design tebaik untuk dilombakan di final.
Universitas tersebut antara lain ITB, STIMIK AMIKOM Purwokerto, Universitas Pendidikan Ganesha Singapraja, UII, New Media Bali, STIKI Indonesia, Akrakom Yogyakarta dan UDINUS. Dengan tekad yang kuat dan minat serta pengetahuan web design yang ia kuasai, Aan berhasil mendapatkan juara pertama dengan web design buatannya dalam sistem kerja sebuah web yang digunakan untuk pencarian kerja. Kelengkapan fitur, tampilan (design), kemanaan menjadi penilaian pokok dalam perlombaan ini. Hal ini membuktikan bahwa anak Udinus memiliki potensi bersaing dengan universitas lain satu Indonesia dalam skala nasional.

“Berprestasilah mumpung masih muda” Itulah motivasi yang selalu Aan pegang saat dirinya akan mengerjakan suatu hal. Motivasi lain yang juga mendorongnya untuk mengikuti perlombaan ini adalah untuk membanggakan nama Udinus dan memperoleh prestige. Prestasinya menjadi bingkisan manis akhir tahun bagi Udinus.
Pemilik usaha aplikasi berbasis desktop atau mobile ini mempunyai harapan untuk dapat mengembangkan kembali usahanya sambil terus berprestasi dan terus menambah kebanggaan bagi Udinus.  Tak lupa, untuk mahasiswa lainnya agar dapat berprestasi dan percaya akan kemampuannya sendiri.(M.widyarini)