Dncc Ingin Ciptakan Generasi Technopreneur Muda Melalui Dinacom

Technopreneur Dinacom Lomba 2016 Mahasiswa dan Pelajar
Para Juara DINACOM 2016 bersama Rektor Universitas Dian Nuswantoro

Minggu, 28/02/2016,- Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) mengadakan acara yang bertuliskan DINACOM. Indra Kusuma selaku DINUS Application Competition (DINACOM) menuturkan bahwa ia dan tim membuat acara ini agar mereka dapat mengadakan pelatihan-pelatihan ke SMK di DINACOM EXPLORE.

Selain itu melalui DINACOM APPS ini mereka ingin menciptakan generasi technopreneur muda di Indonesia. Jadi melalui kegiatan ini mereka ingin generasi muda yang mempunyai potensi berani menyampaikan idenya, berani mengikuti lomba dan akan merasa bahwa mereka mampu bersaing. Dalam perlombaan ini terdapat dua kategori yaitu pelajar dan mahasiswa, ketentuan yang mereka kasih antara lain web apps, mobile apps, desktop apps, dan multimedia apps, dan dari ratusan peserta mereka menyeleksi menjadi 20 peserta.

Juri dalam acara ini adalah Romi Satria Wahono, M.Eng, Ph.D, founder ilmu komputer dan brand MATIX. Kemudian Dr. Suprapedi, M.Eng, beliau merukapan peneliti di pusat LIPI Jakarta, dan yang terakhir yaitu Dr. Ir. Nana Storada DM, S.E., M.M, beliau adalah ketua dari Pusat Data Elektronik Semarang Kota. Indra kusuma mengatakan bahwa ketiga juri tersebut dilipih sesuai tujuan dan slogan yang bertuliskan ‘’Free your creanovation, take over the market’’, jadi Indra dan kawan-kawan ingin menciptakan technopreneur muda dari juri-juri tersebut. Tidak hanya mengadakan lomba saja, acara tahunan ini juga di isi dengan seminar untuk memupuk mental tchnopreneur para peserta.

Dewan juri mengambil 3 pemenang di masing-masing kategori. Diantaranya pada kategori pelajar, juara pertama diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri Sidoharjo, pemenang kedua diraih oleh SMK Madinatul Quran Jonggol, dan pemenang ketiga diraih oleh SMK 3 Kendal. Sementara itu untuk kategori Mahasiswa pemenang pertama diraih oleh Universitas Gajahmada (UGM), kedua diraih oleh Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), dan ketiga diraih oleh STMIK Amikom Purwokerto. Selain dua kategori tadi, diberikan pula juara favorit dari hasil voting kepada SMK Bagimu Negeriku, Semarang.

Release Party kenalkan TealinuxOS “Jasmine”

Release Party kenalkan TealinuxOS "Jasmine"   Linux, semua orang tak asing dengan kata ini. Linux adalah system operasi bertipe Unix yang diimplementasikan tahun 1960-an. Sistem operasi ini selalu mengalami perkembangan modernisasi yang diperani oleh beberapa komunitas. Salah satunya DOSCOM (Dinus Open Source Community). Enam produk Tealinux OS yang berupa perkembangan turunan Linux diproduksi oleh DOSCOM, dimulai tahun 2008. Pada tahun 2009, release party pertama diadakan untuk peresmian produk Tealinux OS 1.0 Green Tea. Semua Tealinux OS yang dikembangkan DOSCOM tiap tahunnya memiliki code name dengan nama jenis teh. Pemilihan nama jenis teh beralasan bahwa Tealinux dibuat senyaman minum teh, ungkap Pak Edi Mulyono selaku Pembina DOSCOM saat sambutan release party yang keenam.

   Minggu, 4 Mei 2014, pukul 09.00, bertempat Gedung E lantai 3 UDINUS, release party Tealinux OS 6.0 diadakan. Produk kali ini memiliki code name “Jasmine” atau teh melati. Acara yang dibarengi seminar nasional dengan tema Mobile Applicaton Development, menghadirkan lebih dari 100 peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK, mahasiswa sampai umum.

   Seminar nasional oleh DOSCOM menghadirkan pembicara tiga orang yang hebat. Diantaranya yaitu Dwi Cipto, Oon Arfiandwi dan Sofyan R. Dwi Cipto adalah seorang Project Manager dari Tealinux OS yang juga seorang mahasiswa UDINUS. Dia memaparkan kelebihan-kelebihan tentang produk Tealinux OS  6.0 Jasmine dibanding produk-produk sebelumnya. Oon Arfiandwi, beliau adalah Chief Technology Officer dan CO-Founder 7 langit berupa Mobile Application Development dan Agency sejak 2009. Oon Arfiandwi yang lebih sering dipanggil Wawan, menjelaskan tentang perjalanannya menjadi saat sekarang dan tentang 7langit. Kemudian Sofyan R., beliau adalah Mobile Developer. Beliau menjelaskan bagaimana membentuk dan menghasilkan produk IT yang laris. Faktor utama produk laris menurut Sofyan adalah galau dan kepo. Galau itu harapan dan kepo itu perlu. Contoh produknya Instagram, Facebook, Google, dan sebagainya.

   Semua peserta menyimak acara ini hingga waktu akhirnya acara. Semua peserta dibekali Driver CD Tealinux OS Jasmine dan stiker secara gratis. Tentu saja hal ini membuat peserta berminat datang kembali untuk release party selanjutnya.

Reporter : agustina Dwimawarti

fotografer : alexander devanda

DOSCOM Suguhkan Varian Baru

    Sistem Operasi pada jaman modern ini semakin maju dan berkembang sangat pesat.Sistem operasi atau yang biasa disebut dengan OS merupakan penghubung antara lapisan software dan lapisan hardware.Tak hanya itu saja,kerja sistem operasi  komputer sangatlah vital,dimana sistem operasi  melakukan semua perintah penting dalam komputer. diperkembangannya terdapat banyak produsen yang menciptakan OS dengan keunggulan dan ciri khas masing-masing.salah satunya yaitu Linux.Linux merupakan sistem operasi  yang bertipe unix dan opensource.

DOSCOM Suguhkan Varian Baru   Dinus Open Source Community atau yang biasa disebut dengan DOSCOM telah mengembangkan linux dengan nama TealinuxOS.Linux  yang dihadirkan oleh DOSCOM mengambil nama yang berasal dari varian-varian teh. TealinuxOS telah mengalami banyak perkembangan tiap tahunnya dan memiliki varian yang berbeda-beda  yaitu green tea, black tea, white tea, oolong tea, kukicha tea dan jasmine tea.

   Release party (04/05) yang diadakan oleh DOSCOM di aula gedung E Universitas Dian Nuswantoro, menghadirkan TealinuxOS versi 6.0 dengan code name “Jasmine”. Pembuatan TealinuxOS 6.0 memakan waktu 4 hingga 6 bulan. Sistem operasi ini  memiliki banyak keunggulan dan fitur-fitur terbaru dari versi sebelumnya yaitu TealinuxOS dengan code name Kukicha.salah satunya dapat dioperasikan di mobile dan memiliki tampilan yang lebih elegan.Tak lepas dari peforma yang sangat ringan dan tampilan yang elegan saja yang menjadi daya tarik, pengambilan nama yang tepat menjadi tolak ukur keberhasilan dari suatu sistem operasi. “nama jasmine diambil karena familiar ditelinga masyarakat ” tutur Dwi Cipto production Manager TealinuxOS.

Reporter :Alexander Devanda W

Make a better Character!

Make a better Character!   Dewasa ini permasalahan degradasai kejujuran pada generasi muda semakin akut. Hal tersebut erat kaitannya dengan pembangunan karakter atau yang biasa disebut character building. Seperti kita ketahui beberapa tahun terakhir pemerintah mencanangkan program pendidikan karakter di berbagai jenjang pendidikan terutama pendidikan menengah dan atas. Akan tetapi, peran aktif mahasiswa dalam membangun karakter bangsa juga dibutuhkan guna membentuk mindset dengan latar belakang pondasi kejujuran.

   Brigjen Pol. Drs. Srijono, Msi menjelaskan dalam LKMM-TM yang diadakan selasa (07/05) mengenai character building, dimana karakter sendiri terbagi menjadi karakter baik, kurang baik, dan sangat baik. Lalu permasalahannya bagaimana kita sebagai mahasiswa untuk merubah sikap kakarter kurang baik tersebut menjadi karakter yang lebih baik. Hal pertama yang harus diubah adalah mindset atau sering dikenal dengan pola pikir, yang notabene berubahnya pola pikir itu tergantung dari individu masing-masing.

“Harus berubah mulai dari dirinya.” Ungkap Brigjen Pol. Drs. Srijono, Msi sebagai wakil gubernur akademi kepolisian.

  Budaya dan pendidikan akan menjadi faktor terbangunnya sebuah mindset dengan diubahnya pola pikir dari yang sebelumnya sudah tertanam menjadi suatu pola pikir baru yang tentunya berbeda dari yang sebelumnya dimana merubah yang buruk menjadi positif, dan mempertahankan hal yang positif sejak awal.

  Kaitannya dengan character building dengan perilaku mahasiswa yang kini lebih mementingkan nilai daripada ilmu yang didapat merupakan salah satu pencerminan karakter buruk yang terjadi di kalangan mahasiswa. Jika sejak awal mereka sudah diajarkan untuk bagaimana cara mendapatkan nilai yang baik dengan segala cara seperti membeli bocoran soal ujian, menyediakan tim sukses ujian, dan yang paling parah membeli ijazah saat di bangku SLTA. Kebiasaan tersebut akan terbawa sampai jenjang mahasiswa, beliau menyarankan kepada para mahasiswa untuk membuat orientasi pandangan mahasiswa dengan kurikulum yang jelas.

Reporter:Alexander Devanda W

Fotografer dan penulis:Rizky Triyani P

Bentuk Karakter Pemuda Melalui Media Dakwah

 Bentuk Karakter Pemuda Melalui Media Dakwah  Jum’at, 21 Maret 2014 ada yang berbeda di halaman Masjid UDINUS Semarang. Disana terselenggara sebuah acara yang baru pertama kali diadakan oleh salah satu UKM Udinus yaitu BAI Matholi’ul Anwar. Acara tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut – turut dari hari Jumat sampai hari Minggu yang dimulai pukul 07.00 WIB dan diakhiri pukul  16.00 WIB.

   Dengan nama Islamic Fair Udinus , acara yang diselenggarakan bertujuan untuk membentuk karakter pemuda, media dakwah dan mencari kader – kader baru. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini, bersuasana  sangat meriah.  Di hari pertama, diawali dengan lomba – lomba untuk anak tingkat SMA se-karesidenan Semarang. Lomba tersebut terdiri dari lomba MTQ dengan jumlah peserta 15 orang, lomba DAI dengan peserta 15 orang dan lomba rebana dengan jumlah peserta 10 kelompok. Untuk hari kedua diadakan bedah buku dengan seorang penulis buku “Best seller” yaitu Ustadz Ahmad Rifai Rif’an . Buku yang menjadi Best Seller berjudul “The Perfect Muslimah”. Acara bedah buku disambut antusias para peserta, dengan jumlah kurang lebih 150 mahasiswi dari berbagai Universitas di Semarang. Dan hari terakhir adalah seminar Kewirausahaan (SENAWIR) dengan pembicara Ustadz Rich Moeslem yang membahas tema “Berbisnis dengan ALLAH”. Acara ini tidak kalah meriah dengan hari-hari sebelumnya.  Sekitar 450 peserta dari berbagai Universitas dan berbagai kalangan di Semarang berminat mengikuti SENAWIR.

  Menurut Nur Syahid, seorang mahasiswa Udinus fakultas Kesehatan yang juga sebagai ketua Panitia beranggapan bahwa dalam menyelenggarakan acara tersebut banyak kesulitan yang dialami, diantaranya yaitu dana sponsor dan publikasi . Namun dengan upaya bersemangat seluruh anggota BAI, akhirnya acara ini di sponsori oleh Sarung Gajah Duduk, Rabbani, dan lain-lain. Rencana kedepannya, BAI Matholi’ul Anwar berharap bisa membuat acara yang sama dengan suasana yang lebih meriah lagi.

Reporter: Marsella Subiarti

FEB Gelar Sarasehan Bersama

 60213FEB Gelar Sarasehan Bersama08010151075_567102360063526_1205549143_n

   (18/03/2014) Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas merupakan pencetus lahirnya acara sarasehan,dengan tujuan agar mahasiswa memiliki wadah untuk melakukan sharing mengenai program-program kerja dari setiap organisasi mahasiswa di Universitas Dian Nuswantoro. Acara tersebut pertama kali diselenggarakan di Fakultas Ilmu Bahasa dan  dimulai sejak bulan November tahun lalu. Acara sarasehan yang mulanya di jatuhkan setiap selasa malam kini di ubah menjadi sesuai kesepakatan bersama. Dengan camilan seadanya seluruh perwakilan BEM dan DPM dari seluruh Fakultas Universitas Dian Nuswantoro berkumpul di dalam acara tersebut.

   Pada bulan Maret ini  Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendapatkan giliran sebagai tuan rumah sarasehan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas,bertempat di ruang organisasi mahasiswa FEB gedung C lantai 3.Sarasehan kali ini membahas tentang pencapaian para aktivis dalam menggandeng sponsor, dan tak hanya itu saja yang menjadi topik pembahasan dalam acara tersebut juga mengupas mengenai konsep PEMIRA(Pemilu Raya) yang sebentar lagi akan tiba. Sarasehan mulai sekitar pukul 19.00 wib hingga  pukul 21.00 wib. Ini kali pertamanya presiden mahasiswa menghadiri acara tersebut.Dengan terselenggaranya acara sarasehan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,diharapkan sarasehan ini akan membawa kemudahan dalam sosialisasi program kerja masing-masing organisasi yang memerlukan delegasi khususnya dan dapat  di adakan sarasehan antar UKM UDINUS.

Reporter:Meyta Adelianah

Dare to Speak English!

Dare to Speak English!Dalam PIS yang diselenggarakan oleh Udinus (19/03) kemarin terdapat berbagai macam bidang yang dilombakan. Salah satu bidang yang tidak kalah menarik adalah English Debate Competition. Suatu ajang mengungkapkan pendapat dan aspirasi melalui bahasa inggris. Dalam debat ini akan dibagi dua sisi yaitu team positif dan negatif yang setiap round terdiri dari empat kelompok yang memposisikan diri mereka sebagai opening government (OG), opening opponents (OO), closing government (CG) dan yang terakhir closing opponents (CO).

Kompetisi ini diikuti oleh 10 team dari berbagai fakultas dan dua swing team dari UDC (Udinus Debate Club). Debat ini terbagai menjadi 3 round yaitu preliminary round, semifinal round, dan final round. Dalam preliminary round diadakan dua kali tanding dengan motion (tema debat) keamanan nasional dan internet filter mengenai Lesbian, Guy, Bisex dan Transgender content. Sedagkan dalam semifinal round peserta diberikan tema debat mengenai ibukota Indonesia, lalu dalam final round peserta kembali diberikan tema debat yang cukup rumit mengenai hukuman bagi para pelaku agama yang ekstrim.

English debate competition ini berhasil dimenangkan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis, dengan pembicara Stefani dan Jefry, setelah final round (20/03) yang diadakan di gedung E lantai 3. Stefani dan Jefry harus melawan tiga team lainnya sebelum mereka menjadi juara. Tiga team tersebut yaitu team FIK A, FIK C, dan FEB B. Pertandingan berlangsung dengan panas, berbagai argument dilontarkan dari masing-masinng pembicara.

“Saya cukup menikmati pertandingan debat kemarin, para peserta terutama dari tim oposisi cukup membuat saya berpikir keras untuk dapat melawan dan menjatuhkan argument argument mereka.” Ungkap Fatan sebagai runner up debate competition.

Dengan adanya debat ini dapat menjadi penyalur kita sebagai mahasiswa untuk dapat mengungkapkan aspirasi dan pendapat kita lewat argument yang berbobot. Untuk itu jadilah mahasiswa yang berani tampil untuk mengungkapkan aspirasinya dengan baik dan benar sesuai koridor yang ada. And dare to speak English.

Reporter : Rizki Triyani P.

Dialog Akademik Wadah  Menyalurkan Aspirasi

Dialog Akademik Wadah Menyalurkan Aspirasi   Mahasiswa memang sarat akan perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainya. Tidak hanya antara mahasiswa dari universitas yang berbeda, tetapi juga antara sesama mahasiswa dalam satu fakultas yang sama. Perbedaan pendapat tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja kampus menjadi lebih baik.

   Untuk itulah pada tanggal 03 Maret 2014 kemarin, diadakan Dialog Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas dian Nuswantoro. Sebuah kegiatan yang di prakarsai oleh DPM FIK  merupakan sebuah agenda tahunan di FIK. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga FIK, mulai dari Dekan, Kaprodi, hingga Mahasiswa yang ikut terlibat di dalamnya. Kehadiran seluruh jajaran warga FIK tersebut guna memberikan leluasa bagi Dekan, Kaprodi, maupun Mahasiswa dalam membahas isu-isu seputar FIK.

   Kegiatan yang tahun ini mengusung tema “Evaluation For Our Grouth” bertujuan sebagai wadah mahasiswa menyalurkan semua aspirasi mereka, baik berupa pertanyaan maupun kritikan terhadap kinerja FIK agar mahasiswa tidak terkesan hanya “ngomong dibelakang” saja.

   Memang banyak kendala yang harus di hadapi oleh pihak panitia terkait kegiatan tersebut, mulai dari waktu pelaksanaan yang molor, maupun susunan acara yang tidak terlaksana dengan baik. Namun kendala yang paling berat menurut Ike yang merupakan moderator dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana cara membuat mahasiswa FIK ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Itu semua dikarenakan mahasiswa FIK masih cenderung ogah-ogahan dalam mengikuti acara semacam itu meskipun itu untuk kebaikan mereka sendiri nantinya.

   Terlepas dari semua kendala yang ada, kegiatan semacam Dialog Akademik tentunya sangat bermanfaat. Selain sebagai ajang penyaluran aspirasi mahasiswa, Dialog Akademik juga menghasilkan beberapa keputusan yang di sepakati bersama oleh perwakilan warga Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro demi perubahan yang lebih baik kedepannya.

Reporter dan fotografer :Is Adatur

 

Jangkauan Diperluas, ITC 2014 Hadirkan Juara Baru

  IT Competition UDINUS Semarak kemeriahan mengguncang aula gedung E Udinus tempat perhelatan final IT Competition 2014, setelah sebelumnya berhasil membuat suasana serupa di berbagai kota pada babak penyisihan.  Persaingan yang semakin ketat membuat jalannya lomba menjadi lebih kompetitif. Apalagi konsep perlombaan dikemas sedemikian rupa layaknya acara kuis di televisi yang tak lain tujuannya adalah membuat kompetisi tidak monoton dan lebih menarik.

   Terdapat tiga tim yang akhirnya melaju ke final pada 2 Februari 2014 setelah berjuang di babak penyisihan dan semifinal, yakni SMAN 1 Tegal, SMK Tunas Harapan Pati, dan SMAN 1 Rembang. Akhirnya setelah bertanding dalam tiga sesi, dewan juri memutuskan juara 1 IT Competition 2014 adalah wakil dari Kabupaten Rembang, disusul kontingen dari Pati pada tempat ke dua, dan tim dari Tegal menempati podium ke tiga.

   Menurut Novan selaku ketua panitia IT Competition tahun ini, event ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling nyata adalah cakupan wilayahnya, di mana tahun ini mencakup beberapa kota di Jawa Tengah, yakni Tegal, Pekalongan, Salatiga, Semarang, dan Rembang. Adapun pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa SMA sederajat yang ada di kota Semarang.

   Pujian juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Usman Sudibyo. Selain sukses menyelenggarakan kegiatan besar, hal ini juga jadi pembuktian bahwa mahasiswa Udinus khususnya yang bernaung di UKM Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) mampu menjadi event organizer dalam sebuah acara besar.

 “kegiatan ini sangat strategis terutama untuk latihan anak-anak UKM (DNCC-red) dalam kegiatan yang besar dan panjang.”, kata Usman.

   Akan tetapi, di sisi lain kritik juga datang dari pembina yang mendampingi kontingen dari SMAN 1 Rembang, yakni Gito Siswoyo. Bobot pertanyaan yang diajukan saat final dinilai kurang sesuai dengan kemampuan siswa SMA. Ia pun kaget begitu mengetahui pertanyan yang muncul mengenai After Effect, dan 3DS MAX.

“pertanyaan yang diajukan di luar dugaan, terlalu sulit. Dari pengamatan saya itu sudah bukan materi SMA lagi.”, ujar Gito.

   Meskipun begitu Gito juga mengapresiasi kegiatan seperti ini. Di mana lomba dibuat seperti kuis agar tidak monoton sehingga menjadi magnet tersendiri untuk menarik lebih banyak peserta. Dirinya pun tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan lomba serupa di Kabupaten Rembang.

“lomba ini sangat menarik sekali, mungkin materinya akan disesuaikan dengan peserta (siswa-red)”, imbuh Gito.

Reporter: Kholid Khazmi, Is Adatur Rohmah

Penulis: Kholid Khazmi

Foto: Burhanuddin Ahmad

Gebrakan Baru dari Ujung

Gebrakan Baru dari Ujung   Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB)merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang berada di fakultas ilmu budaya Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Oganisasi ini berdiri tepatnya pada tahun 2000, setahun setelah fakultas bahasa dan sastra didirikan.

Pergantian Fakultas Bahasa dan Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya juga terus menjadi koreksi bagi BEM Fakultas untuk terus memajukan FIB. Salah satu buktinya adalah BEM FIB selalu berupaya mengadakan acara-acara yang bermanfaat bagi para mahasiswa terutama di lingkup fakultas.

Sebelumnya pada november lalu, BEM FIB telah mengadakan acara Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat dasar bagi mahasiswa baru yang bergabung di BEM FIB, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB, Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HMBI) dan Himpunan Mahasiswa Bahasa Sastra Jepang atau yang terkenal dengan sebutan HIKARI. Selain sebagai ajang sillaturrohim antar anggota organisasi mahasiswa, acara itu juga diharapkan dapat memberi bekal pada calon-calon aktivis berupa kemampuan manajemen dalam organisasi.

Berkaca pada kepengurusan periode sebelumnya, bahwa keberadaan organisasi yang bermarkas di gedung G ini kurang begitu dikenal oleh mayoritas mahasiswa, maka sang gubernur BEM FIB beserta para anggotanya berencana membuat gebrakan dengan mengadakan festival budaya. Tidak main-main, jika di tahun sebelumnya kegiatan serupa hanya diprakarsai oleh satu organisasi mahasiswa, namun di tahun 2014 event tahunandarimahasiswa FIB ini akan melibatkan tiga organisasi mahasiswa sekaligus. BEM FIB, HMBI, dan HIKARI, ketiganya akan bersatu untuk membuat sebuah evolusi bagi FIB.

Randy Surya Permana selaku gubernur BEM FIB periode 2013-2014 berharap melalui gebrakan di atas, mahasiswa UDINUS yang tidak menempati gedung G juga dapat mengenal siapa mahasiswa di FIB  dan apa kegiatan yang mereka lakukan.

reporter: heni nurfaeni