UKM Wartadinus gelar seleksi tahap 2 yang merupakan tahap wawancara kepada calon anggota baru dan sekaligus sebagai seleksi tahap akhir di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sabtu ( 22/09 ).

Pada tahap wawancara ini, calon peserta secara kelompok akan mempresentasikan hasil karya mereka pada saat Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) minggu lalu kepada tim penilai dan didampingi oleh pendamping kelompok masing-masing. Kemudian, calon anggota secara individu akan diwawancarai sesuai dengan divisi atau peminatan mereka masing-masing.

Di sela-sela waktu yang ada, calon anggota baru diberikan ice breaking agar mereka tidak merasa bosan pada saat menunggu giliran  wawancara. Ice breaking tersebut diisi dengan sharing mengenai pengalaman, pengenalan serta beberapa permainan dari anggota Wartadinus yang terlibat.

“Demi ikut seleksi tahap wawancara, saya sampai tidak pulang kampung karena ingin menyelesaikan tahap seleksi agar dapat masuk Wartadinus, semoga pengorbanan saya terbayarkan dan dapat menjadi anggota Wartadinus,” Ungkap Yesika Anggraeni Putri selaku calon anggota Wartadinus.
Yesika juga mengaku mengalami kesulitan pada saat sesi wawancara, dimana saat itu dia harus memilih untuk mengikuti mata kuliah atau kegiatan liputan apabila sewaktu-waktu mendapatkan tugas untuk melakukan liputan.
“Ada kesulitan karena disuruh memilih ikut mata kuliah atau liputan kan harus tanya dan izin dosen atau wali dosen dulu,” tambahnya.

“Kendalanya dipersiapan agak kurang matang, karena sistem pendaftaran kali ini berbeda dari sebelumnya, yang membedakan seleksi pendaftaran kali ini yaitu ada dua tahap seleksi yang pertama praktek dan yang kedua adalah wawancara,” Ungkap Shaqila Angra Prameswari selaku Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga berharap agar Wartadinus benar-benar bisa mendapatkan anggota baru yang memang layak dan mampu berkontribusi di Wartadinus.

Bagi calon anggota yang belum mengikuti wawancara, maka mereka dapat mengikuti wawancara susulan pada hari senin mendatang di camp Wartadinus yang berada di Gedung F lantai 2 nomor 9.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Muhammad Nur Abdillah

Sabtu, 15 September sebanyak 48 calon anggota Wartadinus mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan di gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Tujuan dari pelaksanaan acara adalah agar dapat mengetahui SDM calon anggota secara langsung, sehingga akan dapat memberikan pertimbangan untuk seleksi selanjutnya.
” Semoga anggota Wartadinus dapat mempertanggungjawabkan karyanya, serta kami dapat memilih bibit-bibit yang berkualitas agar nantinya dapat melahirkan banyak prestasi, ” Ungkap Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Pimpinan Umum Wartadinus.

Acara tersebut merupakan seleksi tahap 1 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Wartadinus. Acara seleksi diawali dengan proses pengenalan Pimpinan Umum Wartadinus sampai dengan pengenalan dari masing-masing anggota kelompok yang telah dibentuk. Tidak hanya itu, calon anggota Wartadinus juga mendapatkan pembekalan materi seperti penulisan, reporter, fotografi, desain dan video jurnalistik sebelum mereka menjalankan tugas yang akan diberikan.

Pada tahap seleksi, calon anggota Wartadinus ditugaskan untuk membuat berita berdasarkan informasi dari beberapa narasumber yang telah disiapkan. Penugasan dilakukan secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada saat Technical Meeting (TM) sebelumnya. Penugasan setiap kelompok sudah dibagi rata sesuai divisi yang ada, seperti reporter atau penulis, fotografi, desain dan video jurnalistik.

Hasil dari penugasan video jurnalistik akan dikirim melalui instagram, sedangkan hasil penugasan lainnya akan dikirim ke email Sie Pendaftaran. Untuk tugas yang belum dapat diselesaikan pada saat ini, maka akan diberikan deadline batas waktu sampai tanggal 16 September pukul 12.00 WIB.

” Untuk saat ini dalam penugasan kelompok cukup mengalami kesusahan dalam pembuatan video karena ini merupakan tugas pertama kali yang diberikan dengan waktu yang singkat,” Ungkap Azzahra Salsabilah selaku calon anggota Wartadinus Divisi Penulis atau Reporter.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro memeriahkan hari terakhir Dinus Inside tepatnya hari Rabu, 5 September 2018.

Fakultas ini menyelenggarakan Lomba Denok Kenang antar mahasiswa baru yang diikuti sebanyak 5 pasang peserta.Tujuan diadakanya acara ini untuk menyaring mahasiswa berprestasi dan berbudi pekerti yang baik sebagai public figure dari Fakultas Ekonomi Bisnis yang mampu bersaing dengan mahasiswa lain.  Untuk menjadi Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis ,peserta telah melalui berbagai tahap penyeleksian yang dimulai sejak hari pertama Dinus Inside dan diseleksi langsung oleh para dosen.Kriteria penilaian meliputi public speaking, penampilan serta bakat.

Peserta Denok Kenang ini selain cantik dan tampan, juga memiliki bakat dan prestasi yang membanggakan.Bahkan salah satu diantaranya menjadi juara 3 Korea Open Taekwondo.Rangkaian acara lomba ini diawali dengan catwalk. Dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar ekonomi bisnis kepada seluruh mahasiswa baru serta  sesi tanya jawab antar peserta Denok Kenang dan mahasiswa baru .

Nantinya akan ada 2 kategori juara yang meliputi juara umum berdasar penilaian juri dan juara favorit berdasar voting seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Bisnis.

“Saya berharap mahasiswa FEB dapat termotivasi oleh peserta yang terpilih menjadi Denok Kenang agar tidak hanya memperhatikan penampilan saja namun juga memperbaiki skill maupun public speaking.”Tutur Yuli Fardani Faisal selaku sie acara.

“Seneng, gak nyangka, kaget, karena persiapan mepet hanya 2 hari. Harapannya semoga kita bias menjadi contoh yang baik dan tentunya dapat membanggakan udinus.”tutur Kukuh Wijayanto sebagai juara umum Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis 2018.

Penulis : Ratna Ulya
Editor : Mila Elmeida
Fotografer : Dessyta Melinia Eriza


Rabu, 5 September 2018 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro melaksanakan senam pagi masal dan flashmob bersama, bertempat di lapangan parkir mobil gedung H dan G. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Sehingga nantinnya juga bisa mengenal kawan dari lintas jurusan.

Tak hanya melakukan flashmob bersama, acara ini juga diisi dengan pentas seni yang ditampilkan oleh masing masing perwakilan jurusan, seperti jurusan Ilmu Komunikasi yang mementaskan tari tradisional asal Sumatra, dance oleh Sistem Informatika, Chilliders oleh Teknik Informatika, drama musikal oleh vokasi dan penampilan sulap yang disiapkan oleh pihak panitia.
Acara hari ketiga ini disambut antusias oleh para mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, setelah dua hari mereka lelah untuk mempersiapkan perbekalan, mendapatkan kuliah umum, serta pembelajaran di kelas, pada hari ketiga ini mereka lebih banyak kegiatan diluar ruangan. “Saya senang mengikuti acara dinus inside ini, karena acaranya asik dan keren. Pembicaranya juga bagus bagus, seperti kemarin hari pertama mengundang Gibran Rakabuming Raka pemilik madhang dan juga founder grab Bapak Ridzky krimadibrata”, tutur Muhammad Ilham selaku mahasiswa Udinus Fakultas Ilmu Komputer.

Puncak dari acara senam ini adalah penghamburan colour powder diringi dengan musik, semua mahasiswa terlihat menikmati acara ini. Karena, acara ini memang berbeda dari acara dinus inside tahun sebelumnya, dimana pensi dan flashmob dilakukan pada hari pertama masa orientasi mahasiswa.

Reporter : HanifatulHashinah Hanan
Editor : Haris Rizky A

Selasa (04/09) Konservasi Udinus Peduli merupakan satu dari serangkaian kegiatan Dinus Inside yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Udinus.
Kegiatan penanaman mangrove yang diikuti oleh delegasi dari masing-masing Unit Kegiartan Mahasiswa (UKM), mahasiswa baru delegasi dari fakultas, beberapa dosen dan mahasiswa exchange ini bertujuan untuk dapat membantu masyarakat sekitar kelurahan Mangunharjo dalam mencegah abrasi.
Rombongan Konservasi Dinus Peduli meninggalkan area kampus pada pukul 07.00 WIB untuk menuju lokasi penanaman mangrove. Membutuhkan waktu 20 menit dari kelurahan Mangunharjo untuk menuju lokasi penanaman pohon mangrove.


Penanaman mangrove di mulai dengan pembukaan oleh Jaka Prasetya, M.Kes, selaku dosen Udinus dilanjut dengan bimbingan dari Sururi selaku tokoh pelestari lingkungan dan dibantu oleh rekan-rekan beliau. Berdasarkan keterangan Sururi, telah ada 4 petak area penanaman mangrove dan telah tertanam 4000 pohon mangrove dari Udinus. Sebelumnya wilayah tersebut merupakan sungai lepas, mangrove di sini ditanam sejak tahun 1996. Hutan mangrove yang dikelola Sururi tidak hanya dimanfaatkan sebagai pencegahan rob, namun ia juga mengoptimalkan pemanfaatan hutan mangrove tersebut dengan membuat produk-produk seperti batik mangrove, dodol, dll.
Sesampainya peserta di sana, Sururi mengajarkan bagaimana cara menanam mangrove. Sururi juga menegaskan jika setelah 3 bulan mangrove yg telah ditanam harus di lihat kembali untuk mengganti bibit yg tidak bisa tumbuh. “ kami hanya menyediakan 100 mangrove untuk menyulam. Menyulam itu maksudnya adalah guna mengganti bibit yang telah mati, karena faktor iklim cuaca yang tidak bisa kami kendalikan.” pungkasnya.
Seluruh peserta mengikuti seluruh susunan acara dengan antusias. “Senang ya, bisa berbagi untuk membantu mengurangi bencana juga” tutur salah satu peserta Konservasi Udinus Peduli.

Reporter : Aniqotun Nadhifah

Editor : Khilma Kumala

Fotografer : Haris Rizky

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tobacco Free Community Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro memeriahkannya dengan mengadakan seminar bertajuk ‘Healthy Life Without Smoking’. Seminar ini diadakan bertujuan untuk Advokasi, pengembangan daerah kawasan tanpa rokok (KTR) di Universitas Dian Nuswantoro. Seminar ini diikuti oleh 164 peserta. Dengan menghadirkan Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si.,Ph.D dari Quit Tobacco Indonesia, Nurjanah S.Km. M. Kes dari Tobacco Free Community UDINUS, dan dipandu oleh Adinda Agustin Duta Lingkungan kota Semarang tahun 2018 sebagai moderator. Materi yang disampaikan oleh para pembicara membahas mengenai bagaimana peran perguruan tinggi untuk pengendalian tembakau di Indonesia dan juga upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah anak & remaja dapat terhindar dari perilaku merokok.

“… bagaimana cara mencegah perilaku remaja terhindar dari perilaku merokok” ujar Nurjanah selaku pembicara.

Seminar ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018 berlokasi di Auditorium gedung H lantai 7 Universitas Dian Nuswantoro. Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei. Kali ini acara dilaksanakan lebih awal karena tanggal 31 Mei 2018 sudah memasuki bulan puasa. Setiap tahunnya HTTS akan diperingati dengan cara yang berbeda, dan khususnya tahun ini TFC UDINUS meperingatinya dengan mengadakan seminar.

Pada akhir acara ditutup dengan menampilkan kebolehan dari mahasiswa Udinus dalam menyaikan lagu-lagu jawa dan diiringi oleh alat musik gamelan.

 

Reporter : Juliana Heidi & Shaqila Angra P

Fotografer : Alda Melinda

Editor : Titah Banu M

Racana adalah wadah organisai golongan penegak atau usia pramuka penegak yang berada di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Racana Radinus merupakan suatu organisasi kepramukaan yang berdiri dibawah naungan Universitas Dian Nuswantoro. Pada tanggal 27 Februari 2018, Racana Radinus menjadi tuan rumah dalam acara LPJ yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi atau Forkom Racana se-Kota Semarang. Forkom merupakan forum komunikasi  dari Racana se-Kota Semarang. Dalam acara ini, dihadiri oleh 11 racana dari perguruan tinggi se-Kota Semarang . Acara ini berlangsung di gedung G lantai 1 UDINUS dan dimulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Acara LPJ yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam ini lebih ditekankan untuk forum diskusi diantaranya adalah pemilihan pengurus baru, musyawarah pramuka di perguruan tinggi dan ajang evaluasi Racana se-Kota Semarang apabila dalam berorganisasi pramuka terdapat masalah. Dalam pertemuan ini, difokuskan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan DKC (Dewan Kerja Cabang) yang berwenang mengkoordinasi pramuka di  daerah Semarang. “Sebelum diadakannya kegiatan LPJ ini, Forkom juga mengajak sesama penegak atau racana se-Kota Semarang untuk saling bertemu baik keperluan rapat kerja, gathering, buka bersama, lomba kekeluargaan persahabatan racana se-Kota Semarang” kata Hasan Teguh selaku ketua koordinator racana se-Kota Semarang.

Hasan juga menuturkan bahwa harapan diselenggarakanya acara ini tidak sekedar menyampaikan laporan pertanggung jawaban, namun acara ini diharapkan supaya nanti bisa dijadikan evaluasi kepengurusan yang lalu untuk dijadikan pelajaran bagi kepengurusan yang baru dan semoga pracana atau pramuka seperguruan tinggi se-Kota Semarang semakain solid, bersama dan tidak ada miss komunikasi ataupun kejadian yang tidak diinginkan.

 

Penulis : Ratna Rifatul Ulya

Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

 

 

 

 

Dalam rangka membangun mahasiswa yang cerdas, berkarakter dan berintegritas, BIMA (Biro Kemahasiswaan) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan acara Character Building yang diikuti sebanyak 79 peserta mahasiswa bidikmisi tahun 2014-2017. Tujuan acara ini telah disampaikan oleh Bapak Parwo selaku koordinator yaitu memberikan motivasi kepada mahasiswa penerima bidikmisi untuk meningkatkan prestasi dan IPK yang diberi syarat >3,00 apabila IPK < 3,00 maka mahasiswa peserta bidikmisi akan diberikan sanksi dan pembinaan sehingga pada acara ini mereka diberikan motivasi agar berprestasi dan mendapatkan IPK tinggi. Acara ini mengusung tema Character Building karena ingin memberikan karakter yang baik kepada seluruh mahasiswa peserta bidikmisi agar bermental, berkarakter kuat dan tidak pesimis.

Pembekalan ini dilaksanakan di Gedung D1.1 kemudian dibuka secara resmi oleh Ibu Dr.Kusni Ningsih selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, kemudian dilanjutkan materi tunggal yang disampaikan oleh Pak Sumarno SE.Msi dari pihak KOPERTIS (Koordinator sepeguruan tinggi swasta) wilayah 6 dan UDINUS masuk wilayah tersebut sehingga semua beasiswa yang ada di udinus dibawah naungan KOPERTIS. Menariknya, akhir dari sesi pembekalan ini dilakasanakan permainan seru bagi seluruh peserta.

Koordinator Acara tersebut menuturkan “Harapan dari acara Character Building ini adalah agar semua mahasiswa penerima bidikmisi saling mengenal satu sama lain, mempererat hubungan dan memberi motivasi kepada mereka agara berpacu dalam prestasi serta diharapkan para mahasiswa peserta bidikmisi mengkuti aktif di UKM agar bisa mengeksplor kemampuan baik dibidang penalaran maupun minat bakat.”

Penulis : Ratna Rifatul Ulya
Editor : Titah Banu Arum Mumpuni