14 Tim Kontes Robot Seni Tari Indonesia Tampil di Babak Penyisihan Delapan Besar

Ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional devisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) mulai tampil pada Sabtu (22/6/2019) di venue Graha Padma Semarang dengan 14 tim yang tampil pada arena perlombaan.

Universitas yang mengikuti Kontes Robot Seni Tari Indonesia diantaranya Univesitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Brawijaya, Universitas Teknokrat Indonesia, Politeknik Negeri Batam dan beberapa tim yang lainnya berusaha menampilkan robot terbaik mereka untuk berlenggak-lenggok di arena pertandingan.

Dalam penampilan ini, para robot peserta melakukan tiga kali penampilan yang akan dinilai oleh juri. Setiap penampilan akan mendapatkan nilai kemudian akan nilai tersebut akan digabungkan untuk diperoleh rata-rata tertinggi. Tim yang memiliki nilai rata-rata tertinggi di babak penyisihan akan lolos ke babak perdelapan final.  Delapan  tim yang akan masuk ke babak selanjutnya.

Di pertandingan KRSTI ini, dua tim saling beradu di dua sisi yang berbeda di dalam satu lapangan. Dalam prses pertandinganna, robot mengikuti alunan musik tradisional yang telah ditentukan oleh juri. Berbagai macam gerakan ditampilkan oleh robot, mulai dari gerakan pembuka hingga gerakan-gerakan khusus seperti gerak pancungan, ngala, pencil, hingga keselarasan gerak robot dengan irama musik menjadi aspek untuk penilaian dalam KRSTI.

Tim yang masuk delapan besar yakni, Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (VI-ROSE), Universitas Negeri Yogyakarta (ROSEMARY), Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD), Universitas Brawijaya (NAWASENA), Politeknik Negeri Batam (BARELANG 7.1), Universitas Mitra Indonesia (RoboGen Dance), Universitas Tadulako (RATARO 04 4), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA).

Tim yang lolos akan bertanding kembali di hari terakhir ajang KRI 2019 pada Minggu 23 Juni 2019 untuk memperebutkan gelar juara.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

Jelang Pertandingan, Tim Robot KRI 2019 Lakukan Running Test I di Arena Perlombaan

Seluruh peserta melakukan running test di setiap lapangan demi mempersiapkan robot sebelum pertandingan esok hari. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai latihan untuk para tim robot mengetahui arena yang akan di pertandingkan.

Kegiatan Running Test I Kontes Robot Indonesia (KRI) telah diselenggarakan di Hall B Venue The Club Graha Padma, Semarang Barat Jum’at (21/6). Mereka berusaha menampilkan sisi terbaiknya dengan  melakukan tes langsung di lapangan. Robot-robot tersebut disambungkan dengan program yang telah di rancang sedemikian rupa agar bisa berjalan dengan baik. Kontes ini terbagi menjadi 6 divisi lomba yakni KRAI, KRPAI, KRSTI, KRSBI Beroda dan Humanoid, KRTMI yang diikuti oleh 64 universitas se-Indonesia. Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) terdapat beberapa tim yang tiga diantaranya ialah Tim Brahmana (Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta), Tim Garudago (Institut Teknologi Bandung) dan Tim Risma (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) yang menjajal robotnya di arena lomba secara langsung.

Sedangkan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humandoid (KRSBIH) diikuti oleh 12 tim peserta yang lima diantaranya adalah Tim Barelang FC (Politeknik Negeri Batam), G4-Har (Universitas Negeri Malang), Eros (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Alfarobi (Universitas Negeri Gadjah Mada), Ichiro (nstitut Teknologi Sepuluh Nopember). Setiap persiapan running test diawali dengan setting robot yang mana setiap tim men-setting robot mereka untuk latihan. Sesi untuk setiap tim selama 10 menit dengan sistem duel antarrobot.

Salah satu tim peserta running test yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Even Clarence (19) mahasiswa jurusan Teknik Mesin mengatakan bahwa timnya melakukan persiapan  pada robot Ichiro kurang lebih setahun, mereka melakukan latihan di kampusnya.

“Saya berada di tim mekanik, kami mempersiapkan berbagai hal yakni menyiapkan beberapa perangkat seperti body robot, motor robot. Sensor dan algoritma di setting oleh tim programming dan elektronik,” jelasnya.

Ia berharap agar KRI pada tahun 2019 dapat berjalan dengan baik dan timnya dapat meraih juara pada ajang tersebut. “Harapannya ikut KRI ini supaya bisa sharing ilmu dengan teman-teman yang lain dan semoga kami bisa juara 1,”  pungkasnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Safira Nur Ujiningtyas

Editor :  Juliana Heidi

Ratusan peserta kontes robot menghadiri acara sambutan yang diberikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), selaku tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Opening ceremony tersebut berlokasi di Gedung Balaikota Semarang pada Kamis (20/6) pukul 20.00 WIB.

Sambutan dibuka oleh Rektor Udinus Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, kemudian dilanjut dengan hiburan yang diberikan oleh mahasiswa Udinus. Para tamu dan peserta yang datang disuguhkan dengan penampilan dari Paduan Suara Mahasiswa Gita Dian Nuswa (PSM GDN). Lagu pertama yang dinyanyikan yaitu Elders Drinking Song dan dibawakan dengan penuh semangat, yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara di Udinus. Selanjutnya penampilan dari komunitas Dance From Udinus (DFU) yang menampilkan dua tarian modern yang energik dan mencuri perhatian semua peserta opening ceremony tersebut. PSM GDN sekali lagi membuat peserta terpukau dengan penampilan kedua yaitu Yamko Rambe Yamko yang mereka nyanyikan dengan semangat luar biasa. Penampilan terakhir dari UKM Teater Kaplink yang menampilkan kelas bercerita, yaitu sebuah cerita yang disampaikan oleh dua orang dan diiringi oleh musik yang diselaraskan dengan cerita tersebut.

Rektor Udinus Prof. Edi beserta Walikota Semarang yang kerap dipanggil Hendi tidak hanya memberi sambutan hangat tapi juga mereka memberikan semangat  fair-play dan harapan supaya dengan adanya kontes ini bisa membuat Indonesia menjadi maju dan terus menjadi kebanggaan warganya. “Sesuai dengan kebutuhan negara kita yaitu muncul ahli-ahli robot Indonesia yang bisa mengungguli ahli robot di luar negeri, dengan begitu Indonesia maju, Semarang hebat, dan adik-adik semua menjadi orang yang sukses di negeri ini,” tutup Hendi.

Para peserta yang sudah lelah, merasa sedikit terhibur dengan adanya beberapa penampilan dari mahasiswa Udinus. Karena semua peserta yang datang menggunakan pesawat, kereta, maupun bus pasti kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sebab acara diadakan malam hari, beberapa peserta yang sudah kelelahan kembali ke penginapan lebih awal. Mereka harus beristirahat dan menyiapkan diri untuk acara tiga hari berikutnya.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Aktivis Udinus Jadi LO KRI, Peserta: Sangat Membantu

Kamis, 20 Juni peserta Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 mulai lakukan registrasi dengan didampingi Liaison Officer (LO) mereka. Registrasi dimulai dari pukul 08.00 sampai 14.00 atau sampai semua peserta sudah teregistrasi.

Antusias peserta untuk megikuti kontes robot kali ini sangatlah tinggi. Terlihat dari sebagian peserta yang sudah melakukan registrasi dari jam 8 pagi tadi. Proses registrasi dipandu oleh LO perserta masing-masing, hal tersebut ditujukan supaya antrian di tempat registrasi tidak penuh dan berdesakan. LO peserta merupakan mahasiswa Udinus yang ikut berpartisipasi untuk mensukseskan acara KRI 2019, karena tahun ini Udinus menjadi tuan rumah kontes tersebut. Dengan adanya LO peserta untuk setiap tim sangat membantu proses registrasi menjadi lebih cepat, tidak hanya itu LO peserta akan menemani setiap tim untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan Kontes Robot kali ini.

Kontes robot dengan 6 kategori diikuti oleh 121 tim total dari semua kategori yang dikonteskan. Para peserta juga sangat terbantu dengan adanya LO peserta. Menurut peserta dengan adanya LO peserta tersebut sangat membantu dan mempermudah proses registrasi. “Lebih enak diregistrasikan LO jadi antrinya gak penuh,” ungkap Andre salah satu peserta dari Universitas Politeknik Negeri Batam.

menurut LO peserta cara tersebut juga cara terbaik, selain tidak membuat penuh tempat registrasi. Dengan adanya orang dari panitia dan perwakilan tim akan mempercepat registrasi karena sudah paham apa saja yang dibutuhkan. “Sudah efektif karena satu orang panitia dan perwakilan peserta masuk, dan sudah pasti panitia LO sudah paham semua informasi dari dalam dan peserta paham dengan data yang dibutuhkan. Jadi di dalam ruangan tidak penuh,”  ujar Hanif salah satu LO peserta dari Udinus yang merupakan perwakilan dari Wartadinus.

Setelah peserta teregistrasi, para peserta bisa memulai loading dan memasukan robot dengan perlengkapannya ke dalam pitstop untuk di mempersiapkan robot mereka. Karena hari berikutnya peserta akan nemulai running test untuk setiap kategori lomba.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Kontes Robot Indonesia 2019, Udinus Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI). 121 tim dari seluruh perguruan tinggi di indonesia turut berpartisipasi dalam serangkaian acara tersebut.

Pembukaan acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Supriyadi Rustad, M.Si dan dihadiri oleh ketua pelaksana ISRC , Dr. M Ary Heryanto, S.T, M.Eng, tim delegasi kemahasiswaan ristek, dan 10 juri KRI.

Pemukulan gong menjadi pertanda bahwa kompetisi tahunan Kontes Robot Indonesia (KRI) resmi dibuka. Acara pembukaan dibarengi dengan seminar Symposium on Robotic System and Control (ISRSC) di Aula Gedung E, Udinus.

Dua pembicara kompeten Ir. Dr Indrawanto (ITB) dan Prof.Dr.Eng.Drs. Benyamin Kusumoputro, turut dihadirkan guna memberikan pengetahuan luas terhadap para peserta yang hadir.

“Ajang ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan kreatifitas, mengangkat derajat robot guna membantu manusia”, ujar bapak Supriyadi Rustad selaku Wakil Rektor. Antusias peserta nampak begitu santai mengikuti jalanya acara, sesi tanya jawab turut dihadirkan guna lebih menggali pengetahuan bagi para peserta.

Salah seorang peserta lomba dari Universitas Gajah Mada ( UGM)  mengaku sudah berpartisipasi dalam  lomba ini untuk ketiga kalinya, dan tahun ini merasa lebih berantusias tinggi untuk bisa mengantongi kemenangan bagi tim mereka. “Kali ini saya dan tim membawa 15 orang, persiapan kami cukup matang dari bulan Oktober lalu, sehingga kami merasa siap untuk berkompetisi”, ujar Harit peserta dari UGM.

Hari ini menjadi pembukaan bagi serangkaian lomba yang akan dipertandingkan. Adapun sederet lomba-lomba meliputi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) Pertanian, serta Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) humanoid. Sederet perlombaan akan berakhir pada Minggu (23/6) mendatang.

Reporter dan Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas Udinus

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Jelang Re-Organisasi, Wartadinus Kembali Adakan Musyawarah Besar

Musyawarah Besar (Mubes) UKM Pers Kampus Wartadinus kembali di gelar pada hari Kamis (30/5) yang berlokasi di Rumah Albi, Semarang. Musyawarah Besar tahun 2019 ini merupakan Mubes Wartadinus ke V. Kegiatan ini di ikuti oleh 22 anggota Wartadinus dan sudah memenuhi persyaratan Mubes yakni sebesar 50% anggota + 1.

Musyawarah Besar kali ini berlangsung kondusif, sidang dimulai tepat pukul 09.00 waktu setempat. Mubes dibuka secara langsung sekaligus dipimpin oleh Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Presidium I,  Wiedya Yunita Nuryani selaku Presidium II, serta Wahyu Aji Nugroho selaku Presidium III. “Membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) yang kemudian disahkan bersama dengan pengurus dan anggota Wartadinus, AD-ART itu semacam semua peraturan dan ketentuan yang harus dijalankan oleh Wartadinus dan anggotanya,” ujar Haris selaku anggota Wartadinus. Agenda Mubes ke V ini bertujuan untuk membahas AD-ART organisasi untuk periode 2019-2020 nantinya.

“Pada agenda Mubes kami kali ini, kami cukup banyak memperbaharui beberapa isi dari AD-ART dengan majelis yang sangat detail memperhatikan setiap katanya, padahal sedang melaksanakan ibadah puasa,” ungkap Gusti Bintang selaku Presidium Mubes ke V Wartadinus. Ada beberapa pasal yang di ubah berdasarkan hasil sidang. Diantaranya adalah panambahan Divisi Reporter dan Penulis, Divisi Fotografer, Divisi Desain, dan Divisi Video Jurnalis kedalam jajaran kepengurusan organisasi. Dengan adanya perbuhan tersebut diharapkan organisasi akan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Sidang berjalan lancar dengan disahkannya AD-ART Wartadinus pada pukul 10.35 waktu setempat. Dengan menggunakan smartphone masing-masing, majelis dapat menyimak dan memperhatikan dengan detail AD-ART sebelumnya. Hal ini tentu lebih efisien, karena tidak perlu mencetak AD-ART yang cukup tebal. Diadakannya Mubes kali ini, diharapkan seluruh pengurus dan anggota Wartadinus sadar akan peraturan yang berlaku di organisasi. “Untuk kembali mengingatkan teman-teman Wartadinus agar lebih mematuhi dan menjadikan AD-ART serta Tata Kerja Organisasi (TKO) adalah sebagai pedoman jalannya UKM Wartadinus kedepannya,” tutup Gusti Bintang.

Penulis : Juliana Heidi

Fotografer : Imam Shodiqin

Editor : Mila Elmeida

Buka Bersama Wartadinus Pererat Tali Silaturahmi Antaranggota

Bertempat di sebuah resto yang terletak di Jl. Imam Bonjol, Pers Kampus Wartadinus berjalan bersama menuju tempat buka bersama pada Minggu (19/5), setelah selesai meneruskan pengecatan basecamp yang terletak di Gedung F Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Hampir keseluruhan pengurus dan juga anggota Wartadinus turut hadir dalam acara buka bersama yang diadakan setiap bulan Ramadhan. Sekitar 30 anggota Wartadinus berjalan menyusuri jalanan di sekitar kampus untuk menuju ke tempat berbuka yang jaraknya cukup dekat. Dresscode yang digunakan yaitu pakaian berwarna pink dan hitam. Buka bersama yang dipimpin oleh Ketua Umum Wartadinus, Gusti Bintang K. berlangsung dengan lancar.

Lutfianto Hasbi Haqqi selaku ketua pelaksana kegiatan buka bersama tahun 2019 ini mengaku senang karena acaranya lancar juga bisa lebih mempererat hubungan antar anggota maupun pengurus. “Teman-teman yang jarang hadir dalam kegiatan Wartadinus karena kesibukan kuliahnya, hari ini hadir untuk meluangkan waktunya berbuka puasa bersama. Jika diingat dari tahun ke tahun, tahun ini saya rasa buka bersama teramai hingga 32 orang. Dengan dresscode yang diberikan juga menambah kekompakan para anggota Wartadinus, semoga bisa seperti ini terus ke depannya,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, kegiatan foto bersama usai acara memang sudah menjadi tradisi di setiap acara berkumpul, apalagi buka bersama. Tak hanya ketua pelaksana saja yang merasa senang, salah satu anggota Wartadinus yang jarang berkumpul menjadi senang dengan adanya kegiatan tersebut. Acara ini sekaligus bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota supaya mereka tidak sungkan untuk berkumpul bersama-sama. “Saya senang dengan kegiatan seperti ini, sederhana tetapi punya tujuan yang baik selain untuk berbuka puasa, juga menjalin tali silaturahmi supaya tetap terjaga kekeluargaannya,” imbuh Rendi Andrea Pramana, anggota Wartadinus angkatan tahun 2018.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Haris Rizky Amanullah

Aktivis Udinus Ubah Suasana Gedung PKM dengan Aksi Mengecat Bersama

Gedung F Udinus merupakan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), gedung tersebut sudah terlihat sangat tua dan banyak cat yang mengelupas. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Udinus berinisiatif untuk mengajak semua aktivis merenovasi gedung F dengan mengganti warna cat tembok dan membersihkan lingkungan sekitar pada Sabut (18/5).

Meski sedang dalam suasana bulan Ramadhan, para aktivis terlihat sangat giat melakukan pengecatan ulang dengan senang hati demi menyambut suasana baru dilingkup gedung basecamp mereka. Terlihat hampir semua perwakilan dari masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mendiami Gedung F datang dengan peralatan mereka masing-masing seperti roll, kuas tambahan, hingga koran bekas supaya tidak mengotori lantai.

Tak hanya itu saja, terlihat beberapa perwakilan orang dari UKM Teater Kaplink dan juga Paduan Suara Mahasiswa Gita Dian Nuswa bersama-sama mengecat ulang pendapa. Pendapa tersebut sering mereka gunakan untuk latihan dan kegiatan lainnya. Selain UKM Teater dan Paduan Suara, UKM Pecinta Alam Aldakawanaseta juga membuktikan kecintaannya terhadap alam dengan menebangi ranting-ranting pohon yang sudah kering hingga menguras air kolam yang terletak di depan basecamp mereka.

Meski belum selesai pada hari Sabtu, para aktivis tak sungkan untuk menyelesaikannya di hari Minggu dengan lebih banyak perwakilan dari masing-masing organisasinya. UKM Pers Kampus Wartadinus sendiri juga meneruskan pengecatan kembali di hari Minggu bersama. Gusti Bintang selaku Ketua Umum Wartadinus berharap kegiatan seperti ini dapat sering dilakukan, karena bisa mempererat tali silaturahmi, “Semoga dengan adanya pengecatan ulang bersama ini, kita bisa lebih nyaman di basecamp. Selain itu, kegiatan seperti ini ternyata juga dapat mempererat tali silaturahmi antar tetangga basecamp, seperti ketika meminjam peralatan di organisasi lain, jadi saling kenal,” tuturnya.

Sekarang Gedung F Udinus sudah hadir lebih cerah dan segar, serta terlihat bersih dengan tampilan dan suasananya yang baru.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Fahmi Maulana (BEM KM Udinus)

LPM Potlot adakan Visitasi ke UKM Pers Kampus Wartadinus

Sabtu (13/4) merupakan hari dimana Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Potlot Universitas Diponegoro (Undip) melakukan visitasi atau kegiatan mengunjungi setiap LPM yang diadakan setiap tahunnya. Namun untuk kali ini diadakan di kampus Universitas Dian Nuswantoro, Semarang dengan mengunjungi ke satu-satunya UKM yang bergerak pada bidang jurnalistik yaitu UKM Pers Kampus Wartadinus yang bertepatan di meeting room, Gedung H.1. Tujuan visitasi ini semata-mata untuk mencari inspirasi dan bertukar pikiran antar LPM satu sama lain mengenai program kerja dan struktur organisasi dari masing-masing LPM.

LPM Potlot sendiri adalah LPM yang baru saja dibentuk pada tahun 2016 silam yang merupakan gabungan dari LPM tingkat program studi, kemudian mereka bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Terdiri dari 26 anggota dari berbagai program studi, LPM Potlot memiliki empat divisi yaitu Redaksi, Media Publish, Perusahaan dan Litbang yang mengawasi setiap program kerja. Untuk program kerja yang dibentuk LPM Potlot pada periode ini yaitu sepreti Majalah, Seminar Jurnalistik, Cyber Post (live report pada sosial media) dan Kunjungan Media Massa.

“Kita diterima sangat hangat disini dan mendapatkan banyak pelajaran untuk program kerja kita dan untuk LPM kedepannya,” ujar Ketua Umum LPM Potlot, Aini Auliyah Febriyanti. Tak hanya itu saja, harapannya untuk LPM Potlot ini juga dikenal oleh banyak mahasiswa lain terutama pada Fakultas FSM untuk memperkuat internalnya. Program kerja yang akan dilakukan LPM Potlot ini adalah mencetak bulletin yang akan diadakan bulan depan.

Acara ini berjalan sukses dan diakhiri dengan penyerahan plakat dan buah tangan dari LPM Potlot ke Ketua Umum UKM Wartadinus, Gusti Bintang Kusumaningrum. Serta mengabadikan momen ini dengan foto bersama.

Ajang Pengabdian demi Terwujudnya Desa 3B, BEM KM UDINUS Gelar KKN 2019

Ambarawa – BEM KM di bawah naungan Universitas Dian Nuswantoro kembali mengadakan kegiatan pengabdian, Kuliah Kerja Nyata sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.

            KKN tahun ini diselanggarakan 3 hari pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2019, bertempat di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Jawa Tengah. Diikuti oleh kurang lebih 150 perwakilan dari ORMAWA se- Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Dengan tema ‘Ajang Pembangunan demi Terwujudnya Desa 3B (Berteknologi, Berbudaya, Berbudi Luhur))’ para peserta KKN 2019 diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat Desa Gedong mengeksplorasi potensi desanya.

            Pada upacara pembukaan KKN 2019 di halaman Kantor Balai Desa Gedong, Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kusni Ingsih, M.M berharap dengan adanya KKN 2019 ini, segala bentuk kegiatan mulai dari kegiatan pelatihan, penyuluhan, penambahan plang petunjuk jalan, pelaunchingan website Desa Wisata Lemah Ijo, hingga kegiatan kerohanian yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro, dapat bermanfaat untuk keberlangsungan peningkatan potensi masyarakat Desa Gedong.

            Adapun bentuk kegiatan yang telah disusun oleh Universitas Dian Nuswantoro pada KKN 2019 ini, ialah Pengembangan Desa di hari pertama, Pengabdian Masyarakat di hari kedua, serta EXPO KKN di hari ketiga. Para peserta KKN dibagi pada 6 Dusun dan diberikan arahan pengabdian yang sesuai dengan potensi dusun yang mereka tempati.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Intan Widianti Kartika Putri

Editor : Haris Rizky Amanullah