Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha

Gerbang masuk BUNKASAI 2019

Event tahunan Bunkasai Udinus yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Udinus diadakan pada tanggal 23-24 Februari 2019 dengan tema “Seinshun No Sekai” yang bertempat di Gd. G Universitas Dian Nuswantoro.

Kemeriahan event ini sangat luar biasa sesuai dengan temanya yaitu “Seinshun No Sekai” yang berarti Dunia Anak Muda. Dengan bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok seorang penari Indonesia yang sudah Go Internasional dan bintang tamu “Hydra” yang membuat semakin menarik. Event tersebut dibuka untuk umum dengan biaya tiket Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah). Memasuki area event disungguhkan dengan suasana bunga sakura bagai di Jepang sangat cocok sebagai spot foto yang menarik.     

Terdapat juga berbagai jenis perlombaan yang dapat diikuti salah satunya lomba menyanyi, menari, menggambar manga dan lain-lain. Dari pihak sponsor (Nissin) juga mengadakan perlombaan yang tak kalah seru yaitu lomba makan mie yang dapat di ikuti oleh pengunjung. Selain perlombaan tersebut terdapat juga berbagai macam stand food khas Jepang seperti Takoyaki, Okonomiyaki. Tidak ketinggalan berbagai macam souvenir ala jepang yang dijual untuk cendera mata pengunjung.

Rangkaian acara sangat rapi dan tertata, pihak penyelenggara mengadakan berbagai macam pertunjukan yang menambahkan nuansa ala Jepang yang menarik salah satu nya acara pembukaan minum teh bersama yang di sebut “Chanoyu”. Penampilan bintang tamu dilakukan saat sore menjelang malam hari, diawali dengan penampilan “Hydra” yang apik dan ditutup oleh seorang bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok yang menampilkan tarian legendaris nya yaitu Dwimuka Japindo (Dua Muka Jepang Indonesia). Tarian ini sebagai perpaduan antara Jepang dan Indonesia dimana menggunakan dua topeng dengan wajah yang berbeda, topeng yang digunnakan salah satunya disebut dengan okame dan wajah orang Indonesia bernuansa Bali. Konnsep tarian ini menandakan persahabat dua negara.

Salah satu aksi Didik Nini Thowok
fotografer : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Event ini sangat sukses dilaksanakan, penampilan Didik Nini Thowok berhasil membius para penonton hingga kagum. Harapan dari setiap pengunjung menginginkan tahun depan dapat lebih meriah dan menampilkan bintang tamu spesial yang lebih memukau. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran mahasiswa, rektor dan pihak sponsor yang mendukung.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Editor : Haris Rizky Amanullah

UKM Wartadinus kembali mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang dilanjutkan dengan kegiatan malam keakraban untuk mempersatukan dan menguatkan tim wartadinus.

Tahun ini, wartadinus mengangkat tema sumpah pemuda sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang berlangsung di hari ke-3, 28 Oktober 2018. Acara tahunan tersebut kali ini berlangsung di Villa Charity, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Pada hari pertama, panitia menghadirkan 2 pembicara kompeten diantaranya adalah Dhyanara Paramita namanya (Presenter Hikayat Insani NET. Jateng), ia membawakan materi tentang bagaimana menjadi presenter dan wartawan yang sebenarnya. Serta Alya Novinda yang handal dalam membuat desain terbaik. Kemudian dilanjutkan pada hari kedua, pembicara yang dihadirkan adalah Swita Amalia, Dosen Creative Writing di Udinus yang membawakan materi tentang bagaimana penulisan informasi menjadi sebuah berita yang menarik dan berguna di kalangan pembaca. Keseluruhan materi yang diberikan pembicara ditutup oleh Raka Radhitia, fotografer Suara Merdeka yang memberikan informasi tentang bagaimana menjadi fotografer yang handal dengan hasil yang maksimal.

Mahatma Yudha, mengaku bahwa setelah mendapatkan materi yang disampaikan dari narasumber, membuatnya mendapat banyak pengetahuan.
“Banyak materi dari narasumber yang disampaikan kepada kami anggota baru, jadi bisa menambah pengetahuan mengenai dunia jurnalis,” ungkap anggota baru wartadinus tersebut.

Berbeda dengan acara sebelumnya, di tahun ini panitia membuat suatu acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu acara panggang sosis serta bakar jagung pada malam hari, hal ini pun menjadi acara yang di tunggu-tunggu semua anggota yang ada disana. Selain itu juga ada kegiatan saling berbagi pengalaman yang dilakukan alumni wartadinus.

Acara pelatihan jurnalistik dasar (PJD) di akhiri dengan upacara penutupan di mana anggota baru wartadinus mengucapkan sumpah janji keanggotaan dan membaca kode etik jurnalis yang dipimpin oleh Gusti Bintang Kusumaningrum, selaku pimpinan umum wartadinus. Secara resmi dalam upacara tersebut telah melantik sebanyak 28 anggota baru wartadinus ditahun 2018 yang disaksikan oleh panitia dan alumni.

Mirna Walyani, anggota dari divisi penulis dan reporter berharap agar selepas acara ini anggota wartadinus dapat bertahan sampai akhir. “Dari divisi yang berbeda-beda dan fakultas yang berbeda tapi bisa kumpul dan bersatu dalam satu kegiatan, semoga bisa terus seperti ini sampai akhir,” ucapnya.

Selain itu, Adhiya Chalimi Nanda Raharjo selaku ketua pelaksana kegiatan memberikan kesan pada acara yang telah sukses berjalan itu. “Kesan saya sangat senang bisa berhasil menyelenggarakan acara makrab ini, dengan dibantu para panitia saya juga berharap semoga ketua pelaksana makrab selanjutnya bisa buat acara lebih meriah lagi dengan ide-ide kreatif lainnya,” tutupnya.

Penulis  : Alamanda Yuka dan Trifeni

Editor     : Muhammad Nur Abdillah

UKM Wartadinus gelar seleksi tahap 2 yang merupakan tahap wawancara kepada calon anggota baru dan sekaligus sebagai seleksi tahap akhir di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sabtu ( 22/09 ).

Pada tahap wawancara ini, calon peserta secara kelompok akan mempresentasikan hasil karya mereka pada saat Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) minggu lalu kepada tim penilai dan didampingi oleh pendamping kelompok masing-masing. Kemudian, calon anggota secara individu akan diwawancarai sesuai dengan divisi atau peminatan mereka masing-masing.

Di sela-sela waktu yang ada, calon anggota baru diberikan ice breaking agar mereka tidak merasa bosan pada saat menunggu giliran  wawancara. Ice breaking tersebut diisi dengan sharing mengenai pengalaman, pengenalan serta beberapa permainan dari anggota Wartadinus yang terlibat.

“Demi ikut seleksi tahap wawancara, saya sampai tidak pulang kampung karena ingin menyelesaikan tahap seleksi agar dapat masuk Wartadinus, semoga pengorbanan saya terbayarkan dan dapat menjadi anggota Wartadinus,” Ungkap Yesika Anggraeni Putri selaku calon anggota Wartadinus.
Yesika juga mengaku mengalami kesulitan pada saat sesi wawancara, dimana saat itu dia harus memilih untuk mengikuti mata kuliah atau kegiatan liputan apabila sewaktu-waktu mendapatkan tugas untuk melakukan liputan.
“Ada kesulitan karena disuruh memilih ikut mata kuliah atau liputan kan harus tanya dan izin dosen atau wali dosen dulu,” tambahnya.

“Kendalanya dipersiapan agak kurang matang, karena sistem pendaftaran kali ini berbeda dari sebelumnya, yang membedakan seleksi pendaftaran kali ini yaitu ada dua tahap seleksi yang pertama praktek dan yang kedua adalah wawancara,” Ungkap Shaqila Angra Prameswari selaku Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga berharap agar Wartadinus benar-benar bisa mendapatkan anggota baru yang memang layak dan mampu berkontribusi di Wartadinus.

Bagi calon anggota yang belum mengikuti wawancara, maka mereka dapat mengikuti wawancara susulan pada hari senin mendatang di camp Wartadinus yang berada di Gedung F lantai 2 nomor 9.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Muhammad Nur Abdillah

Sabtu, 15 September sebanyak 48 calon anggota Wartadinus mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan di gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Tujuan dari pelaksanaan acara adalah agar dapat mengetahui SDM calon anggota secara langsung, sehingga akan dapat memberikan pertimbangan untuk seleksi selanjutnya.
” Semoga anggota Wartadinus dapat mempertanggungjawabkan karyanya, serta kami dapat memilih bibit-bibit yang berkualitas agar nantinya dapat melahirkan banyak prestasi, ” Ungkap Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Pimpinan Umum Wartadinus.

Acara tersebut merupakan seleksi tahap 1 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Wartadinus. Acara seleksi diawali dengan proses pengenalan Pimpinan Umum Wartadinus sampai dengan pengenalan dari masing-masing anggota kelompok yang telah dibentuk. Tidak hanya itu, calon anggota Wartadinus juga mendapatkan pembekalan materi seperti penulisan, reporter, fotografi, desain dan video jurnalistik sebelum mereka menjalankan tugas yang akan diberikan.

Pada tahap seleksi, calon anggota Wartadinus ditugaskan untuk membuat berita berdasarkan informasi dari beberapa narasumber yang telah disiapkan. Penugasan dilakukan secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada saat Technical Meeting (TM) sebelumnya. Penugasan setiap kelompok sudah dibagi rata sesuai divisi yang ada, seperti reporter atau penulis, fotografi, desain dan video jurnalistik.

Hasil dari penugasan video jurnalistik akan dikirim melalui instagram, sedangkan hasil penugasan lainnya akan dikirim ke email Sie Pendaftaran. Untuk tugas yang belum dapat diselesaikan pada saat ini, maka akan diberikan deadline batas waktu sampai tanggal 16 September pukul 12.00 WIB.

” Untuk saat ini dalam penugasan kelompok cukup mengalami kesusahan dalam pembuatan video karena ini merupakan tugas pertama kali yang diberikan dengan waktu yang singkat,” Ungkap Azzahra Salsabilah selaku calon anggota Wartadinus Divisi Penulis atau Reporter.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.


Rabu, 5 September 2018 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro melaksanakan senam pagi masal dan flashmob bersama, bertempat di lapangan parkir mobil gedung H dan G. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Sehingga nantinnya juga bisa mengenal kawan dari lintas jurusan.

Tak hanya melakukan flashmob bersama, acara ini juga diisi dengan pentas seni yang ditampilkan oleh masing masing perwakilan jurusan, seperti jurusan Ilmu Komunikasi yang mementaskan tari tradisional asal Sumatra, dance oleh Sistem Informatika, Chilliders oleh Teknik Informatika, drama musikal oleh vokasi dan penampilan sulap yang disiapkan oleh pihak panitia.
Acara hari ketiga ini disambut antusias oleh para mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, setelah dua hari mereka lelah untuk mempersiapkan perbekalan, mendapatkan kuliah umum, serta pembelajaran di kelas, pada hari ketiga ini mereka lebih banyak kegiatan diluar ruangan. “Saya senang mengikuti acara dinus inside ini, karena acaranya asik dan keren. Pembicaranya juga bagus bagus, seperti kemarin hari pertama mengundang Gibran Rakabuming Raka pemilik madhang dan juga founder grab Bapak Ridzky krimadibrata”, tutur Muhammad Ilham selaku mahasiswa Udinus Fakultas Ilmu Komputer.

Puncak dari acara senam ini adalah penghamburan colour powder diringi dengan musik, semua mahasiswa terlihat menikmati acara ini. Karena, acara ini memang berbeda dari acara dinus inside tahun sebelumnya, dimana pensi dan flashmob dilakukan pada hari pertama masa orientasi mahasiswa.

Reporter : HanifatulHashinah Hanan
Editor : Haris Rizky A

Selasa (04/09) Konservasi Udinus Peduli merupakan satu dari serangkaian kegiatan Dinus Inside yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Udinus.
Kegiatan penanaman mangrove yang diikuti oleh delegasi dari masing-masing Unit Kegiartan Mahasiswa (UKM), mahasiswa baru delegasi dari fakultas, beberapa dosen dan mahasiswa exchange ini bertujuan untuk dapat membantu masyarakat sekitar kelurahan Mangunharjo dalam mencegah abrasi.
Rombongan Konservasi Dinus Peduli meninggalkan area kampus pada pukul 07.00 WIB untuk menuju lokasi penanaman mangrove. Membutuhkan waktu 20 menit dari kelurahan Mangunharjo untuk menuju lokasi penanaman pohon mangrove.


Penanaman mangrove di mulai dengan pembukaan oleh Jaka Prasetya, M.Kes, selaku dosen Udinus dilanjut dengan bimbingan dari Sururi selaku tokoh pelestari lingkungan dan dibantu oleh rekan-rekan beliau. Berdasarkan keterangan Sururi, telah ada 4 petak area penanaman mangrove dan telah tertanam 4000 pohon mangrove dari Udinus. Sebelumnya wilayah tersebut merupakan sungai lepas, mangrove di sini ditanam sejak tahun 1996. Hutan mangrove yang dikelola Sururi tidak hanya dimanfaatkan sebagai pencegahan rob, namun ia juga mengoptimalkan pemanfaatan hutan mangrove tersebut dengan membuat produk-produk seperti batik mangrove, dodol, dll.
Sesampainya peserta di sana, Sururi mengajarkan bagaimana cara menanam mangrove. Sururi juga menegaskan jika setelah 3 bulan mangrove yg telah ditanam harus di lihat kembali untuk mengganti bibit yg tidak bisa tumbuh. “ kami hanya menyediakan 100 mangrove untuk menyulam. Menyulam itu maksudnya adalah guna mengganti bibit yang telah mati, karena faktor iklim cuaca yang tidak bisa kami kendalikan.” pungkasnya.
Seluruh peserta mengikuti seluruh susunan acara dengan antusias. “Senang ya, bisa berbagi untuk membantu mengurangi bencana juga” tutur salah satu peserta Konservasi Udinus Peduli.

Reporter : Aniqotun Nadhifah

Editor : Khilma Kumala

Fotografer : Haris Rizky