Aktivis Udinus Jadi LO KRI, Peserta: Sangat Membantu

Kamis, 20 Juni peserta Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 mulai lakukan registrasi dengan didampingi Liaison Officer (LO) mereka. Registrasi dimulai dari pukul 08.00 sampai 14.00 atau sampai semua peserta sudah teregistrasi.

Antusias peserta untuk megikuti kontes robot kali ini sangatlah tinggi. Terlihat dari sebagian peserta yang sudah melakukan registrasi dari jam 8 pagi tadi. Proses registrasi dipandu oleh LO perserta masing-masing, hal tersebut ditujukan supaya antrian di tempat registrasi tidak penuh dan berdesakan. LO peserta merupakan mahasiswa Udinus yang ikut berpartisipasi untuk mensukseskan acara KRI 2019, karena tahun ini Udinus menjadi tuan rumah kontes tersebut. Dengan adanya LO peserta untuk setiap tim sangat membantu proses registrasi menjadi lebih cepat, tidak hanya itu LO peserta akan menemani setiap tim untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan Kontes Robot kali ini.

Kontes robot dengan 6 kategori diikuti oleh 121 tim total dari semua kategori yang dikonteskan. Para peserta juga sangat terbantu dengan adanya LO peserta. Menurut peserta dengan adanya LO peserta tersebut sangat membantu dan mempermudah proses registrasi. “Lebih enak diregistrasikan LO jadi antrinya gak penuh,” ungkap Andre salah satu peserta dari Universitas Politeknik Negeri Batam.

menurut LO peserta cara tersebut juga cara terbaik, selain tidak membuat penuh tempat registrasi. Dengan adanya orang dari panitia dan perwakilan tim akan mempercepat registrasi karena sudah paham apa saja yang dibutuhkan. “Sudah efektif karena satu orang panitia dan perwakilan peserta masuk, dan sudah pasti panitia LO sudah paham semua informasi dari dalam dan peserta paham dengan data yang dibutuhkan. Jadi di dalam ruangan tidak penuh,”  ujar Hanif salah satu LO peserta dari Udinus yang merupakan perwakilan dari Wartadinus.

Setelah peserta teregistrasi, para peserta bisa memulai loading dan memasukan robot dengan perlengkapannya ke dalam pitstop untuk di mempersiapkan robot mereka. Karena hari berikutnya peserta akan nemulai running test untuk setiap kategori lomba.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Kontes Robot Indonesia 2019, Udinus Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI). 121 tim dari seluruh perguruan tinggi di indonesia turut berpartisipasi dalam serangkaian acara tersebut.

Pembukaan acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Supriyadi Rustad, M.Si dan dihadiri oleh ketua pelaksana ISRC , Dr. M Ary Heryanto, S.T, M.Eng, tim delegasi kemahasiswaan ristek, dan 10 juri KRI.

Pemukulan gong menjadi pertanda bahwa kompetisi tahunan Kontes Robot Indonesia (KRI) resmi dibuka. Acara pembukaan dibarengi dengan seminar Symposium on Robotic System and Control (ISRSC) di Aula Gedung E, Udinus.

Dua pembicara kompeten Ir. Dr Indrawanto (ITB) dan Prof.Dr.Eng.Drs. Benyamin Kusumoputro, turut dihadirkan guna memberikan pengetahuan luas terhadap para peserta yang hadir.

“Ajang ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan kreatifitas, mengangkat derajat robot guna membantu manusia”, ujar bapak Supriyadi Rustad selaku Wakil Rektor. Antusias peserta nampak begitu santai mengikuti jalanya acara, sesi tanya jawab turut dihadirkan guna lebih menggali pengetahuan bagi para peserta.

Salah seorang peserta lomba dari Universitas Gajah Mada ( UGM)  mengaku sudah berpartisipasi dalam  lomba ini untuk ketiga kalinya, dan tahun ini merasa lebih berantusias tinggi untuk bisa mengantongi kemenangan bagi tim mereka. “Kali ini saya dan tim membawa 15 orang, persiapan kami cukup matang dari bulan Oktober lalu, sehingga kami merasa siap untuk berkompetisi”, ujar Harit peserta dari UGM.

Hari ini menjadi pembukaan bagi serangkaian lomba yang akan dipertandingkan. Adapun sederet lomba-lomba meliputi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) Pertanian, serta Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) humanoid. Sederet perlombaan akan berakhir pada Minggu (23/6) mendatang.

Reporter dan Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas Udinus

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Aktivis Udinus Ubah Suasana Gedung PKM dengan Aksi Mengecat Bersama

Gedung F Udinus merupakan gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), gedung tersebut sudah terlihat sangat tua dan banyak cat yang mengelupas. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Udinus berinisiatif untuk mengajak semua aktivis merenovasi gedung F dengan mengganti warna cat tembok dan membersihkan lingkungan sekitar pada Sabut (18/5).

Meski sedang dalam suasana bulan Ramadhan, para aktivis terlihat sangat giat melakukan pengecatan ulang dengan senang hati demi menyambut suasana baru dilingkup gedung basecamp mereka. Terlihat hampir semua perwakilan dari masing-masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mendiami Gedung F datang dengan peralatan mereka masing-masing seperti roll, kuas tambahan, hingga koran bekas supaya tidak mengotori lantai.

Tak hanya itu saja, terlihat beberapa perwakilan orang dari UKM Teater Kaplink dan juga Paduan Suara Mahasiswa Gita Dian Nuswa bersama-sama mengecat ulang pendapa. Pendapa tersebut sering mereka gunakan untuk latihan dan kegiatan lainnya. Selain UKM Teater dan Paduan Suara, UKM Pecinta Alam Aldakawanaseta juga membuktikan kecintaannya terhadap alam dengan menebangi ranting-ranting pohon yang sudah kering hingga menguras air kolam yang terletak di depan basecamp mereka.

Meski belum selesai pada hari Sabtu, para aktivis tak sungkan untuk menyelesaikannya di hari Minggu dengan lebih banyak perwakilan dari masing-masing organisasinya. UKM Pers Kampus Wartadinus sendiri juga meneruskan pengecatan kembali di hari Minggu bersama. Gusti Bintang selaku Ketua Umum Wartadinus berharap kegiatan seperti ini dapat sering dilakukan, karena bisa mempererat tali silaturahmi, “Semoga dengan adanya pengecatan ulang bersama ini, kita bisa lebih nyaman di basecamp. Selain itu, kegiatan seperti ini ternyata juga dapat mempererat tali silaturahmi antar tetangga basecamp, seperti ketika meminjam peralatan di organisasi lain, jadi saling kenal,” tuturnya.

Sekarang Gedung F Udinus sudah hadir lebih cerah dan segar, serta terlihat bersih dengan tampilan dan suasananya yang baru.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Fahmi Maulana (BEM KM Udinus)

Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Ajang Pengabdian demi Terwujudnya Desa 3B, BEM KM UDINUS Gelar KKN 2019

Ambarawa – BEM KM di bawah naungan Universitas Dian Nuswantoro kembali mengadakan kegiatan pengabdian, Kuliah Kerja Nyata sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.

            KKN tahun ini diselanggarakan 3 hari pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2019, bertempat di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Jawa Tengah. Diikuti oleh kurang lebih 150 perwakilan dari ORMAWA se- Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Dengan tema ‘Ajang Pembangunan demi Terwujudnya Desa 3B (Berteknologi, Berbudaya, Berbudi Luhur))’ para peserta KKN 2019 diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat Desa Gedong mengeksplorasi potensi desanya.

            Pada upacara pembukaan KKN 2019 di halaman Kantor Balai Desa Gedong, Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kusni Ingsih, M.M berharap dengan adanya KKN 2019 ini, segala bentuk kegiatan mulai dari kegiatan pelatihan, penyuluhan, penambahan plang petunjuk jalan, pelaunchingan website Desa Wisata Lemah Ijo, hingga kegiatan kerohanian yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro, dapat bermanfaat untuk keberlangsungan peningkatan potensi masyarakat Desa Gedong.

            Adapun bentuk kegiatan yang telah disusun oleh Universitas Dian Nuswantoro pada KKN 2019 ini, ialah Pengembangan Desa di hari pertama, Pengabdian Masyarakat di hari kedua, serta EXPO KKN di hari ketiga. Para peserta KKN dibagi pada 6 Dusun dan diberikan arahan pengabdian yang sesuai dengan potensi dusun yang mereka tempati.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Intan Widianti Kartika Putri

Editor : Haris Rizky Amanullah

Bekali Calon Pemimpin Organisasi Mahasiswa se-UDINUS, BEM KM Adakan Acara Tahunan, LKMM-TM

Semarang – LKMM-TM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa – Tingkat Menengah) sebagai salah satu Program Kerja tahunan BEM KM Universitas Dian Nuswantoro kembali digelar dalam ajang memperkuat pondasi kepemimpinan di kalangan para calon pengurus ORMAWA se-UDINUS.

            Pada tahun ini, LKMM-TM dengan tema ‘Start it with Your Passion’ digelar 2 hari pada tanggal 8-9 Maret 2019, bertempat di Aula Gedung E lantai 3. Sejumlah pembicara, mulai dari Wakil Rektor I hingga Wakil Rektor IV, alumni serta mantan Ketua BEM KM UDINUS, didatangkan untuk mengisi materi LKMM-TM pada hari pertama. Sedangkan pada hari ke-2, BRIDGEN TNI Dr. Nugroho, M.M didatangkan khusus untuk menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara.

            Peserta yang hadir pada LKMM-TM tahun ini, merupakan perwakilan dari 57 ORMAWA se UDINUS, yang terdiri dari perwakilan UKM, HM, Biro, BEM, DPM, MPM serta mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi hingga Beasiswa Unggulan.

            Pada hari pertama, menjabarkan materi mengenai Pengukuran Kinerja Organisasi, salah satu pembicara yaitu, Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, berharap bahwa, dengan banyaknya mahasiswa yang aktif berorganisasi, dapat menumbuhkan dan meningkatkan beberapa aspek yang dapat menunjang softskill mahasiswa tersebut, sehingga mereka dapat bersaing ketika sudah berada di dunia kerja. Karena selayaknya manusia memang tidak bisa terlepas dari sebuah organisasi atau kelompok, maka meningkatkan tingkat keberhasilan pendidikan pada suatu organisasi sangatlah penting. Maka dari itu, salah satu bentuk kegiataan seperti LKMM-TM ini, penting untuk diikuti mahasiswa yang aktif berorganisasi.

            Sedangkan pada hari kedua, sebagai tamu eksternal pada LKMM-TM 2019, BRIDGEN TNI Dr. Nugroho, M.M melalui materinya mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara, berharap kepada peserta LKMM-TM tahun ini, agar dapat tumbuh menjadi generasi yang paham akan seluk beluk negaranya. Serta mampu untuk menggantikan generasi sebelumnya dalam menghidupkan dan mempertahankan sebuah pohon yang bernama Indonesia.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Intan Widianti Kartika Putri

Editor : Haris Rizky Amanullah

Dalam rangka membangun mahasiswa yang cerdas, berkarakter dan berintegritas, BIMA (Biro Kemahasiswaan) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan acara Character Building yang diikuti sebanyak 79 peserta mahasiswa bidikmisi tahun 2014-2017. Tujuan acara ini telah disampaikan oleh Bapak Parwo selaku koordinator yaitu memberikan motivasi kepada mahasiswa penerima bidikmisi untuk meningkatkan prestasi dan IPK yang diberi syarat >3,00 apabila IPK < 3,00 maka mahasiswa peserta bidikmisi akan diberikan sanksi dan pembinaan sehingga pada acara ini mereka diberikan motivasi agar berprestasi dan mendapatkan IPK tinggi. Acara ini mengusung tema Character Building karena ingin memberikan karakter yang baik kepada seluruh mahasiswa peserta bidikmisi agar bermental, berkarakter kuat dan tidak pesimis.

Pembekalan ini dilaksanakan di Gedung D1.1 kemudian dibuka secara resmi oleh Ibu Dr.Kusni Ningsih selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, kemudian dilanjutkan materi tunggal yang disampaikan oleh Pak Sumarno SE.Msi dari pihak KOPERTIS (Koordinator sepeguruan tinggi swasta) wilayah 6 dan UDINUS masuk wilayah tersebut sehingga semua beasiswa yang ada di udinus dibawah naungan KOPERTIS. Menariknya, akhir dari sesi pembekalan ini dilakasanakan permainan seru bagi seluruh peserta.

Koordinator Acara tersebut menuturkan “Harapan dari acara Character Building ini adalah agar semua mahasiswa penerima bidikmisi saling mengenal satu sama lain, mempererat hubungan dan memberi motivasi kepada mereka agara berpacu dalam prestasi serta diharapkan para mahasiswa peserta bidikmisi mengkuti aktif di UKM agar bisa mengeksplor kemampuan baik dibidang penalaran maupun minat bakat.”

Penulis : Ratna Rifatul Ulya
Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

Tanda Tangani Kerjasama, Bukti Pengabdian UDINUS

Masih dengan di warnai gegap gempita HUT RI ke 71, Udinus sekali lagi melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya bekerjasama dengan berbagai universitas ternama baik di dalam maupun luar negeri, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka, UDINUS juga membuka tangan untuk menggandeng perguruan tinggi baru yang ingin ikut berkembang, sesuai dengan salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian. Hal ini dibuktikan dengan salah satu kerjasama yang dilakukan dengan politeknik bina trada semarang sabtu lalu, bertepatan dengan diresmikannya lembaga pendidikan tinggi ini.

Siadin Mahasiswa

Sistem Informasi Akademik Mahasiswa Udinus 2013

Siadin atau merupakan akronim (red: kependekan kata) dari sistem informasi akademik, bagi seluruh mahasiswa udinus bukan sesuatu yang asing ditelinga tentu. Menurut Imanuel  Harkespan selaku staff IT PSI (Pengembang Sistem Informasi) Universitas Dian Nuswantoro, “Siadin adalah sistem informasi akademik universitas dian nuswantoro. Dulunya siadin dibuat berdasarkan inovasi dan kreatifitas untuk aktivitas mahasiswa. Jadi si pembuatnya itu dulu merasa mahasiswa perlu sistim informasi akademik[1]”. Dari sinilah kami dari tim redaksi wartadinus ingin mengangkat siadin sebagai laporan utama kami, dengan beralihnya siadin yang mulai digunakan pada tahun 2006  bermetamorphosis menjadi siadin versi 2.

Tak kenal maka tak sayang, sebelum menuju pada seluk beluk siadin akan lebih baik jika kita mengenal fungsi dan sejarah siadin terlebih dahulu. Siadin memiliki fungsi untuk menyediakan informasi akademik bagi mahasiswa udinus, meliputi nilai, KRS, KHS, tugas, PKM,jurnal dan lain-lain[1]. Mengenai pencetus, belum dapat diketahui siapa yang membuat Siadin pertama kali. Dari hasil penelusuran kami, siadin mulai dipakai dan terus dikembangkan sekitar tahun 2006. Mengenai perancangan atau blueprint dari siadin sendiri, PSI belum mendokumentasikan blueprint tersebut. Ada, tapi belum terdokumentasi dengan baik. Masih disusun dg rapi[1].
Mengenai pengembangan sistem informasinya, siadin menggunakan software yang bernama AGILE. Kata Agile berarti bersifat cepat, ringan, bebas bergerak serta waspada. Konsep Agile Software Development dicetuskan oleh Kent Beck dan 16 rekannya dengan menyatakan bahwa Agile Software Development adalah cara membangun software dengan melakukannya dan membantu orang lain membangunnya sekaligus. Uniknya jika berdasarkan nama softwarenya, kata Agile berarti bersifat cepat, ringan, bebas bergerak, waspada[2]. Apakah tujuan siadin dikembangkan dengan software tersebut supaya cepat, ringan, bebas bergerak, dan waspada??? Silahkan pembaca memberikan penilaian.

Sampai tahun 2013 ini, database siadin sudah mengelola sekitar ± 16.500 lebih alumni, mahasiswa dan dosen. Prosentase alumni dan mahasiswa ± 15.000 sedangkan dosen ± 1.500. Mengenai kualitas informasi dan sistemnya serta analisa mengenai pengembangan sistem inforrmasi yang dilakukan, PSI mengatakan, “Analisanya itu dulu siadin kan dibuat berdasarkan kebutuhan mahasiswa, kemudian fitur-firur penambahannya itu juga dianalisa sesuai kebutuhan mahasiswa sendiri[1]”
Dalam hal mutu dari siadin maupun siadin versi 2.1 sampai saat ini tidak pernah dianalisa. KPM sebagai penjamin mutu ternyata tidak menjamin mutu sampai ke mutu sistem informasi yang digunakan atau dikembangkan PSI. Selama ini yang diaudit masih sebatas PSI sebagai lembaga[1]. Apakah tidak perlu universitas yang mendaulat dan didaulat sebagai universitas berbasis teknologi informasi terbesar di jawa tengah seperti UDINUS memiliki suatu lembaga untuk menjamin mutu kualitas sistem informasi dan mengatur tata kelola informasinya? (redaksi). Pihak PSI mengatakan siadin versi 2.1 Sudah bisa dikatakan handal ini dikarenakan waktu dulu, awal input KRS itu waktunya dibagi perjurusan dan angkatan. Dan itu dirasa mahasiswanya lambat sekali untuk input KRS. Kalau sekarang kami memberikan jadwal input per progdi namun semua angkatan.
Sampai saat ini siadin memiliki empat tipe.  Yakni 1.0, 1.1, 2.0 atau fap itu (red: krs.dinus.ac.id), dan 2.1 yang terbaru ini. yang pertama itu murni pakainya pap aktif. Kalau yang 2.0 pakai print work, printworknya namanya kohana, terus bisa integrasi juga sama google. Log-in nya pakai e-mail. Kalau yang 2.1 ini log-in nya pakai nim. Tujuan dari perbedaan tiap tipe tersebut adalah untuk mengupdate teknologi.  Siadin lama yang tadinya kurang efisien dan secara mainteins juga agak kesulitan[1]. Dan semua itu tentunya untuk peningkatan kualitas dari siadin (red). Setalah siadin tidak dipakai, siadin dipensiunkan. Namun dari sisi  diskfloopingnya masih dibutuhkan (red: siadin lama). Mana yang masih bisa diambil dan diterapkan itu diambil. Istilahnya reusable atau digunakan kembali[1].
Bukan hal yang aneh jika terkadang dalam suatu sistem dieluh-eluhkan oleh pengguna, termasuk siadin yang mengalami masalah atau trouble entah dalam input krs (kartu rencana hasil study), menginput nilai oleh dosen, dan lain sebagainya. Menanggapi hal yang demikian pihak PSI sebagai pengembang sistem memiliki beberapa spekulatif mengenai penyebabnya. Misalnya mengenai hang yang terjadi dibeberapa waktu lalu disaat input krs oleh mahasiswa, dari pengakuan PSI memang ada sedikit trouble di A12. Ini dikarenakan untuk server webnya sempat mati, tapi untuk progdi yang lain dituturkan tetap normal[1]. Untuk masalah hang akan menghambat transaksional dari mahasiswa. Tidak Cuma itu, sistim akademik, siadin dosen, keuangan, poliklinik dan semua sistem yang terintegrasi kesana itu juga terganggu. Lantas jika sudah seperti itu apa yang dilakukan PSI? melihat penyebabnya sebenarnya bukan PSI yang mengoprasikan saat terjadi hang, tetapi dinustech[1]. PSI hanya sebagai pengembang (red).
Menanggapi permasalahan server di UDINUS guna memberikan pelayanan yang prima kepada mahasiswa, tim reporter wartadinus telah menelusuri ke bagian dinustech anak perusahaan dari Universitas Dian Nuswantoro fokus pada penyediaan Solusi ITC (Information technologi and Computer). Permasalahan mengenai input KRS di awal tahun 2013 ini, memang dikarenakan oleh server yang mati sehingga proses transaksi mahasiswa terganggu. Untuk penambahan server di UDINUS bisa dijadikan sebagai alternative sebagai penaggulangan pelayanan sistem informasi akademik yang sering dikeluhkan karena sering mengalami hang. Dari wawancara pula, pihak dinustech memberikan penjelasan bahwa kita bisa menggunakan teknologi multiserver atau teknologi cluster. Dari penelusuran reporter kami disebutkan bahwa server dan bandwith di udinus digunakan untuk banyak keperluan seperti untuk mengetahui informasi internal maupun eksternal udinus. Untuk cari materi dosen maupun mahasiswa. Sampai sekarang bandwith UDINUS mencapai 50 mega[3]. Ini jauh lebih besar dibanding Universitas Indonesia yang hanya 40 Mega[4].

PERKEMBANGAN SIADIN
Dari sisi kualitas berdasarkan wawancara kepada PSI, Siadin versi baru dinilai lebih baik. Ini bisa dilihat dari sisi design dan juga tampilan yang lebih menarik dan baik. Jika dibandingkan, dulu siadin menggunakan gambar sehingga yang sekarang dinilai lebih praktis. Untuk rancangan siadin versi 2.1 akan dipakai sampai ada pengembangan siadin yang baru, sebenarnya kalau dipakai sampai kapan yaaa, saya juga belum bisa bilang sampai kapan. Cuma dari kebutuhan juga, kalau misal nanti ada teknologi yang lebih baru juga kita (red:psi) bisa tambahkan[1].
Selain dari sisi desain siadin kedepan akan menarik karena mahasiswa dimanjakan dengan kerja sama PSI dan raksasa google. Adapun kerjasama tersebut meliputi pembuatan email, integrasi log-in dan terakhir ini masih ada kerjasama juga mungkin dari dosen juga akan ada mail google, kemudian kalender google akademik. Sehingga pihak civitas akademik (dosen dan mahasiswa) memiliki layanan reminder aktivitas universitas [1]

Kekurangan SIADIN 2.1
No system is perfect perumpamaan ini sepertinya bisa dipakai untuk semua sistem di dunia ini. Sejatinya sistem pasti memiliki kekurangan tanpa terkecuali siadin 2.1. Hal-hal yang bisa dinikmati oleh mahasiswa di versi lama tidak bisa dinikmati pada versi baru. Pada saat siadin 2.1 sempat mendapatkan cibiran tentang kemiripan tampilan dengan windows 8. Menyikapi hal tersebut PSI menyatakan tidak mempermasalahkan karena hal tersebut bersifat public dan tampilan saja.
Pendapat Pakar SIstem Informasi
Untuk melengkapi hasil laporan utama mengenai siadin mahasiswa dan permasalahannya, tim reporter kami mencoba melakukan study pakar kepada bapak hibertus hiqmawan selaku salah satu pakar tata kelola teknologi informasi dan dosen di UDINUS. Dari study pakar kami menemui beberapa informasi. Sebagai pakar sistem informasi yang pernah menjabat sebagai kepala KPM beliau mengungkapkan sejarah dan tujuan siadin untuk mengelola data, khususnya akademik, data keuangan seperti pemberitahuan apakah sudah mahasiswa sudah membayar atau belum, sedangkan laporan-laporan keuangan tidak masuk dalam siadin. Menjawab mengenai siadin yang masuk kategori governance dan standar yang digunakan untuk membangun sistem, beliau menjawab, “Sebenarnya tidak ada istilah profit dan non profit dalam membangun system, yang ada adalah bagaimana system itu bisa memenuhi kebutuhan informasi, aman, update, memenuhi kebutuhan proses bisnis dalam lingkup perkuliahan, seperti halnya absensi bagi dosen maupun mahasiswa. Sharing materi dari dosen ke mahasiswa maupun sebaliknya yaitu pengumpulan tugas dari mahasiswa ke dosen. Untuk membuat semua proses itu terangkum dalam suatu system, maka system harus memadai”.
Adapun mengenai audit terhadap siadin selama ini di udinus belum ada kegiatan formal untuk mengaudit system sidadin, yang ada hanya kebutuhan dari individu seperti dosen ataupun mahasiswa melakukan penelitian tentang system informasi dengan megadakan audit tentang system siadin. Pak himawan menambahkan saat ini siadin mengalami metamorphose, dulu siadin hanya dimiliki oleh fasilkom. Kemudian setelah ± 5 tahun berjalan baru muncul lembaga PSI yang kemudian mengelola siadin dalam lingkup universitas. Siadin itu sendiri merupakan  pengembangan dari informasi akademik yang dulu dikelola oleh BIAK.
Sebagai dosen, beliau mengatakan siadin saat ini sudah cukup karena hanya difungsikan untuk entri nilai. Sedangkan untuk tampilan, siadin dinilai mencoba untuk modern, namun sebenarnya perlu sosialisasi. Perubahan sekecil apapun yang menyangkut interface bagi orang awam sering membuat bingung, dengan kata lain diperlukan trial and error terlebih dahulu. Kalau tampilan interfacenya menurut saya lumayan bagus dengan mengadopsi interface dari windows 8. Sedangkan ketika ditanya perancangan databasenya bagaimana? apakah sudah baik? beliau menjawab, “Saya tidak begitu tahu, karena ini masalah internal mereka (red: PSI). terkadang memang sering mengalami kejanggalan misalkan data yang tiba-tiba hilang sehingga dosen harus entri lagi. Di satu sisi dosen tidak bisa mengupdate nilai, namun di sisi lain bisa mengupdate nilai”.
Sistem informasi yang sempurna ialah mustahil. Namun perubahan yang tepat dengan memenuhi kriteria-kriteria sebuah informasi yang baik seperti data dapat dipercaya, terkini, aman, dan memenuhi kebutuhan pengguna.Kalau pengembangannya tentunya secara terus menerus mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Dari hasil pengamatan pakar, siadin 2.1 mendapatkan nilai 2 dari 5 skala penilaian. Hal ini  karenatata kelolanya belum baik. Beliau berpendapat, “Kalau dalam organisasi tata kelolanya belum bagus dimana semua fungsi dilakukan dalam satu tempat bagaimanapun juga akkhirnya akan buruk”. Melihat point yang disampaikan oleh pakar, siadin versi 2.1 dinyatakan belum bagus. Bahkan sebagai seorang auditor sistem informasi menyatakan  “Kalau saya sebagai user di level dosen hanya melihat perubahan pada interface saja. Mengenai persoalan data sering hilang dulu sering terjadi, dan sekarang juga masih terjadi, ya sama saja”.Sedangkan mengenai kelebihan siadin versi 2.1 beliau menandaskan bahwa Siadin versi 2.1 ini justru sedikit mengalami kemunduran pada enkripsi yang dilakukan setiap entri. Pada saat entri nilai data sebelum disimpan terlebih dahulu melalui tahapan enkripsi dimana hal ini akan membuat proses lebih lama. Mungkin memang lebih secure, karena data yang akan disimpan terlebih dahulu dienkripsi, namun prosesnya memang lebih lama. Menurut saya mereka (red: PSI) melakukan hal tersebut karena tata kelola yang belum baik. Belum jelas siapa yang mengelola data, siapa yang mengembangkan system, siapa yang mengelola jaringan itu kan campur aduk”
Pada kesempatan ini pula, pakar menanggapi mengenai tampilan siadin versi 2.1 yang memiliki tampilan seperti windows 8 yang beberapa waktu ini sempat menyita perhatian bagi sebagian mahasiswa, apakah hal tersebut diperbolehkan dan tidak melanggar hak cipta?. Menjawab keingintahuan kami pakar menjawab, “Tidak melanggar hak cipta. Fakta di internet banyak framework-framework yang bisa kita terapkan sehingga tampilan system itu mirip dengan system yang lain. Banyak juga framework yang bisa didownload secara gratis. Dari fakta itu ya sah-sah saja kalau kemudian mereka mengadopsi gaya windows ya tidak apa apa karena kita gayanya masih gaya nyonto, belum mempunyai gaya sendiri. Meskipun menurut saya itupun tidak perlu.apakah itu kemudian dikatakan keren saya kira tidak semua orang megatakan begitu. Malah mengatakan ooo ya ini niru-niru windows”. Selain itu menanggapi permasalahan server udinus apakah sudah dapat memenuhi kebutuhan se- universitas dengan bandwith 50 Mega pakar memberikan jawaban, “Menurut saya mampu, tetepi karena server ini dipakai untuk banyak kepentingan saya tidak tahu sejauh mana pengelolaan bandwith-nya. Kalau bandwith untuk UDINUS secara keseluruhan cukup besar”. Selanjutnya bapak hibertus hiqmawan memberikan saran guna memperbaiki layanan dan mutu dari siadin, “Buat tata kelola yang baik dengan membuat organisasi pengelola system informasi yang baik dan ada visi dari pimpinan bahwa udinus adalah perguruan tinggi yang mengandalkan teknologi informasi”.
Sebagai mahasiswa yang merupakan civitas akademik Universitas Dian Nuswantoro tercinta, kita tetap harus berpegang teguh kepada tri dharma perguruan tinggi sebagai landasan kita dalam menuntut ilmu di Perguruan Tinggi. Dalam tri dharma perguruan tinggi kita diajarkan pendidikan, penelitian dan pengabdian. Menyikapi perkembangan siadin mahasiswas serta pelayanan IT di UDINUS, terlepas dari sisi plus dan minusnya. Kita harus menyikapinya sebagai insan perguruan tinggi yang baik sesuai tri dharma perguruan tinggi. Pelajari kelemahan dan kelebihannya sebagai unsur pendidikan, gali dan kembangkan sebagai sisi penelitian, dan mengimplementasikan sebagai pengabdian luhur mahasiswa.