Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terpilih sebagai tuan rumah dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia (1/12). Acara tersebut didatangi oleh jajaran pemerintahan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Semarang dan masyarakat Kota Semarang.

Bertempat di Aula lantai 3 gedung E kampus Udinus, acara dimulai pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Acara tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta sosialisasi bagaimana mendeteksi secara dini penyakit HIV/AIDS.

Acara tersebut diawali dengan penyerahan tali asih oleh Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko M.Kom dan dr. Sarwoko Oetomo MMR. kepada ODHA yang penderitanya masih anak-anak sebagai bentuk dukungan moral terhadap mereka.

Dalam sambutan Rektor Udinus, Prof. Edi Noersasongko beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama hidup sehat. “Dalam daftar penderita HIV/AIDS, Jawa Tengah menjadi urutan ke-4 sebagai pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan terbanyak berada di kota Semarang. Tentunya dengan data tersebut kita perlu peduli tentang penanggulangan masalah penyakit HIV/AIDS. Maka dari itu Udinus siap membantu KPA dengan segenap kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Warga Peduli AIDS (WPA) Kridho Budhoyo Kelurahan Manyaran, Semarang yang menampilkan pagelaran “Kethoprak Milenial” mengangkat tema tentang kepedulian. Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga terdapat sesi tanya jawab mengenai HIV/AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. Sarwoko Oetomo MMR. Mengucapkan statement “Saya berani, Saya sehat” saat diwawancara pertama kali. Beliau mengatakan, “ARV adalah satu-satunya obat HIV untuk saat ini, obat itu bekerja untuk menekan perkembangbiakan virus HIV itu sendiri.”

“Mengenai edukasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa menanyakan pada KPA yang mengakomodasi penyuluhan dan penanganan mengenai penyakit ini. Dan  stigma yang selama ini menyudutkan para penderita HIV itu kita enyahkan saja, karena sebetulnya mereka juga bisa hidup berdampingan dan berkomunikasi dengan baik bersama kita,” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Devara Berlianti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu, 24 November 2018. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan acara seminar struktural nasional yang dimulai pukul 09.00 WIB dan  bertempat di auditorium lantai tujuh Gedung H Udinus. Seminar tentang penerjemahan linguistik terapan, sastra, dan ilmu budaya  yang berskala nasional ini berhasil menarik animo masyarakat baik dari lingkungan Udinus maupun dari luar Udinus. Seminar Struktural Nasional 2018 ini mengangkat tema ‘Peran Kajian Linguistik, penerjemahan, sastra, dan budaya di era digital. Acara seminar ini bertujuan untuk memberi fasilitas akademis untuk para peneliti, mahasiswa, dan dosen yang berminat dibidang penerjemahan, linguistik, sastra, dan ilmu budaya. Pembicara pada seminar kali ini adalah Prof Dr. Riyadi Santosa, M.ed., Ph.D yang merupakan Guru Besar Linguistik FIB UNS, kemudian Prof Dr. M.R. Nababan, M.ed. M.A,. Ph.D Guru Besar Penerjemahan FIB UNS, dan Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. dari UNDIP sebagai Guru Besar Ilmu Antropologi FIB.

Pembicara pertama Prof Dr. Riyadi Santosa, beliau menjelaskan tentang industri di era digital, ”Kita bisa melihat betapa berpengaruhnya industrialisasi di era digital yang sudah kita alami, minimal ditahun ini kita sudah mengalami hal itu semua, dari sini kita juga bisa melihat juga gejala transformasi,” Ujar beliau. ”Toko-toko konvensional sudah mulai tergantikan dengan model bisnis market place, toko fisik sudah mulai menghilang, sudah digantikan dengan aplikasi online seperti Buka Lapak dan Tokopedia misalnya seperti itu,” Tambahnya. Pembicara kedua Prof Dr. M.R. Nababan, beliau menjelaskan dengan singkat menjelaskan tentang penelitian penerjemahan di era-era saat ini, ”jika menggunakan istilah translation dalam konteks penelitian, itu bisa merujuk pada  prosesnya. Proses penerjemahannya, bisa merujuk pada produk penerjemahannya, bisa juga pada fungsi penerjemahannya. Hati-hati ini bukan fungsional.” ujarnya. Dan pembicara terakhir adalah Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. beliau membicarakan mengenai masalah kajian budaya di era digital.

Seminar Struktural Nasional berlangsung selama kurang  lebih dua jam, tampak dari para peserta seminar, mereka tampang senang dengan acara ini. Suryo Wardana M.Pd selaku ketua acara seminar struktural nasional 2018 tersebut mengatakan “Animonya sangat bagus, bahkan melebihi target.” Setelah acara tersebut selesai di gedung H, dilanjutkan dengan acara diskusi pararel yang diikuti peserta dan pemakalah dalam menyampaikan isi makalah mereka. Acara ini bertempat di Gedung G lantai tiga Universitas Dian Nuswantoro.

Penulis: Anugrah Tri Ramadhan

Editor: Haris Rizky Amanullah

Kamis, 15 November 2018 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS) sukses mengadakan kegiatan Seminar Internasional 2018 Thailand dan Taiwan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium lantai tujuh Gedung H.

Seminar yang mengangkat tema “ Management of Sport and Culture Organization at Thailand and Taiwan Area” diisi oleh pembicara dari Thailand, Dr. Nilmanee Sriboon dan juga oleh Prof. Yahn-Shir-Chen, Ph.D. yang merupakan dosen Univerisity of Science of Technology Taiwan. Peserta yang berdatangan terlihat antusias untuk mengikuti seminar yang dijadwalkan mulai pada pukul 13.00 WIB .

Pada sesi speaker, Prof. Yahn-Shir-Chen menjelaskan tentang profil universitasnya. Menurut penjelasannya, University of Science of Technology Taiwan adalah universitas ekonomi dan bisnis, di mana pengajarnya sudah berbasis Havard dan juga oleh Global Ensures.

Dilanjutkan oleh Dr. Nilmanee Sriboon, ia menyampaikan lebih dalam mengenai manajemen olahraga. Menurutnya manajemen olahraga dalam USA menduduki peringkat keenam, yang berarti manajemen olahraga sangat menguntungkan. “Mengapa USA menjadi peringkat keenam Karena kebanyakan penduduk di sana menjadikan olahraga sebagai kebiasaan. Semakin banyak orang yang berolahraga, industri akan berkembang pesat,” ungkapnya. Ia juga memotivasi para peserta untuk menjadi producer daripada user, karena menjadi produsen juga lebih menguntungkan.

Tak hanya itu, Dr. Nilmanee Sriboon juga memberikan tips apabila mempunyai program baru. “Yang utama dilakukan adalah mengetahui minat pasar. Kita harus bisa membaca kebutuhan konsumen” jelasnya. Dengan mengetahui kebutuhan konsumen diharapkan dapat menghasilkan barang yang konsumtif sehingga dapat laris di pasaran.

Menurut Muhamad Rido Hernanda selaku Ketua Acara, kegiatan seminar mendatangkan pembicara dari Thailand dan Taiwan karena negara tersebut maju akan manajemen olahraganya. “Oleh karena itu, diharapkan peserta yang mengikuti seminar ini dapat mempelajari manajemen olahraga pada negara-negara tersebut, ”jelasnya. Dengan harga tiket Rp 90.000 peserta mendapatkan fasilitas berupa sertifikat, perlengkapan seminar dan snack.

Kegiatan seminar yang membahas manajemen ini berlangsung selama dua jam dan dalam waktu yang singkat, para peserta sangat antusias mendengarkan ilmu dari para pembicara. Sementara itu, Rido, Ketua Acara mengharapkan kegiatan seminar tersebut dapat memotivasi para peserta agar belajar manajemen olahraga yang sangat menguntungkan untuk kemajuan negara.

Penulis :  Hanis Wahyunita

Fotografer : Mahatma Yudha Prayitna

Editor : Haris Rizky A.

UKM Wartadinus kembali mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang dilanjutkan dengan kegiatan malam keakraban untuk mempersatukan dan menguatkan tim wartadinus.

Tahun ini, wartadinus mengangkat tema sumpah pemuda sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang berlangsung di hari ke-3, 28 Oktober 2018. Acara tahunan tersebut kali ini berlangsung di Villa Charity, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Pada hari pertama, panitia menghadirkan 2 pembicara kompeten diantaranya adalah Dhyanara Paramita namanya (Presenter Hikayat Insani NET. Jateng), ia membawakan materi tentang bagaimana menjadi presenter dan wartawan yang sebenarnya. Serta Alya Novinda yang handal dalam membuat desain terbaik. Kemudian dilanjutkan pada hari kedua, pembicara yang dihadirkan adalah Swita Amalia, Dosen Creative Writing di Udinus yang membawakan materi tentang bagaimana penulisan informasi menjadi sebuah berita yang menarik dan berguna di kalangan pembaca. Keseluruhan materi yang diberikan pembicara ditutup oleh Raka Radhitia, fotografer Suara Merdeka yang memberikan informasi tentang bagaimana menjadi fotografer yang handal dengan hasil yang maksimal.

Mahatma Yudha, mengaku bahwa setelah mendapatkan materi yang disampaikan dari narasumber, membuatnya mendapat banyak pengetahuan.
“Banyak materi dari narasumber yang disampaikan kepada kami anggota baru, jadi bisa menambah pengetahuan mengenai dunia jurnalis,” ungkap anggota baru wartadinus tersebut.

Berbeda dengan acara sebelumnya, di tahun ini panitia membuat suatu acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu acara panggang sosis serta bakar jagung pada malam hari, hal ini pun menjadi acara yang di tunggu-tunggu semua anggota yang ada disana. Selain itu juga ada kegiatan saling berbagi pengalaman yang dilakukan alumni wartadinus.

Acara pelatihan jurnalistik dasar (PJD) di akhiri dengan upacara penutupan di mana anggota baru wartadinus mengucapkan sumpah janji keanggotaan dan membaca kode etik jurnalis yang dipimpin oleh Gusti Bintang Kusumaningrum, selaku pimpinan umum wartadinus. Secara resmi dalam upacara tersebut telah melantik sebanyak 28 anggota baru wartadinus ditahun 2018 yang disaksikan oleh panitia dan alumni.

Mirna Walyani, anggota dari divisi penulis dan reporter berharap agar selepas acara ini anggota wartadinus dapat bertahan sampai akhir. “Dari divisi yang berbeda-beda dan fakultas yang berbeda tapi bisa kumpul dan bersatu dalam satu kegiatan, semoga bisa terus seperti ini sampai akhir,” ucapnya.

Selain itu, Adhiya Chalimi Nanda Raharjo selaku ketua pelaksana kegiatan memberikan kesan pada acara yang telah sukses berjalan itu. “Kesan saya sangat senang bisa berhasil menyelenggarakan acara makrab ini, dengan dibantu para panitia saya juga berharap semoga ketua pelaksana makrab selanjutnya bisa buat acara lebih meriah lagi dengan ide-ide kreatif lainnya,” tutupnya.

Penulis  : Alamanda Yuka dan Trifeni

Editor     : Muhammad Nur Abdillah

UKM Wartadinus gelar seleksi tahap 2 yang merupakan tahap wawancara kepada calon anggota baru dan sekaligus sebagai seleksi tahap akhir di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sabtu ( 22/09 ).

Pada tahap wawancara ini, calon peserta secara kelompok akan mempresentasikan hasil karya mereka pada saat Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) minggu lalu kepada tim penilai dan didampingi oleh pendamping kelompok masing-masing. Kemudian, calon anggota secara individu akan diwawancarai sesuai dengan divisi atau peminatan mereka masing-masing.

Di sela-sela waktu yang ada, calon anggota baru diberikan ice breaking agar mereka tidak merasa bosan pada saat menunggu giliran  wawancara. Ice breaking tersebut diisi dengan sharing mengenai pengalaman, pengenalan serta beberapa permainan dari anggota Wartadinus yang terlibat.

“Demi ikut seleksi tahap wawancara, saya sampai tidak pulang kampung karena ingin menyelesaikan tahap seleksi agar dapat masuk Wartadinus, semoga pengorbanan saya terbayarkan dan dapat menjadi anggota Wartadinus,” Ungkap Yesika Anggraeni Putri selaku calon anggota Wartadinus.
Yesika juga mengaku mengalami kesulitan pada saat sesi wawancara, dimana saat itu dia harus memilih untuk mengikuti mata kuliah atau kegiatan liputan apabila sewaktu-waktu mendapatkan tugas untuk melakukan liputan.
“Ada kesulitan karena disuruh memilih ikut mata kuliah atau liputan kan harus tanya dan izin dosen atau wali dosen dulu,” tambahnya.

“Kendalanya dipersiapan agak kurang matang, karena sistem pendaftaran kali ini berbeda dari sebelumnya, yang membedakan seleksi pendaftaran kali ini yaitu ada dua tahap seleksi yang pertama praktek dan yang kedua adalah wawancara,” Ungkap Shaqila Angra Prameswari selaku Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga berharap agar Wartadinus benar-benar bisa mendapatkan anggota baru yang memang layak dan mampu berkontribusi di Wartadinus.

Bagi calon anggota yang belum mengikuti wawancara, maka mereka dapat mengikuti wawancara susulan pada hari senin mendatang di camp Wartadinus yang berada di Gedung F lantai 2 nomor 9.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Muhammad Nur Abdillah

Sabtu, 15 September sebanyak 48 calon anggota Wartadinus mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan di gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Tujuan dari pelaksanaan acara adalah agar dapat mengetahui SDM calon anggota secara langsung, sehingga akan dapat memberikan pertimbangan untuk seleksi selanjutnya.
” Semoga anggota Wartadinus dapat mempertanggungjawabkan karyanya, serta kami dapat memilih bibit-bibit yang berkualitas agar nantinya dapat melahirkan banyak prestasi, ” Ungkap Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Pimpinan Umum Wartadinus.

Acara tersebut merupakan seleksi tahap 1 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Wartadinus. Acara seleksi diawali dengan proses pengenalan Pimpinan Umum Wartadinus sampai dengan pengenalan dari masing-masing anggota kelompok yang telah dibentuk. Tidak hanya itu, calon anggota Wartadinus juga mendapatkan pembekalan materi seperti penulisan, reporter, fotografi, desain dan video jurnalistik sebelum mereka menjalankan tugas yang akan diberikan.

Pada tahap seleksi, calon anggota Wartadinus ditugaskan untuk membuat berita berdasarkan informasi dari beberapa narasumber yang telah disiapkan. Penugasan dilakukan secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada saat Technical Meeting (TM) sebelumnya. Penugasan setiap kelompok sudah dibagi rata sesuai divisi yang ada, seperti reporter atau penulis, fotografi, desain dan video jurnalistik.

Hasil dari penugasan video jurnalistik akan dikirim melalui instagram, sedangkan hasil penugasan lainnya akan dikirim ke email Sie Pendaftaran. Untuk tugas yang belum dapat diselesaikan pada saat ini, maka akan diberikan deadline batas waktu sampai tanggal 16 September pukul 12.00 WIB.

” Untuk saat ini dalam penugasan kelompok cukup mengalami kesusahan dalam pembuatan video karena ini merupakan tugas pertama kali yang diberikan dengan waktu yang singkat,” Ungkap Azzahra Salsabilah selaku calon anggota Wartadinus Divisi Penulis atau Reporter.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro memeriahkan hari terakhir Dinus Inside tepatnya hari Rabu, 5 September 2018.

Fakultas ini menyelenggarakan Lomba Denok Kenang antar mahasiswa baru yang diikuti sebanyak 5 pasang peserta.Tujuan diadakanya acara ini untuk menyaring mahasiswa berprestasi dan berbudi pekerti yang baik sebagai public figure dari Fakultas Ekonomi Bisnis yang mampu bersaing dengan mahasiswa lain.  Untuk menjadi Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis ,peserta telah melalui berbagai tahap penyeleksian yang dimulai sejak hari pertama Dinus Inside dan diseleksi langsung oleh para dosen.Kriteria penilaian meliputi public speaking, penampilan serta bakat.

Peserta Denok Kenang ini selain cantik dan tampan, juga memiliki bakat dan prestasi yang membanggakan.Bahkan salah satu diantaranya menjadi juara 3 Korea Open Taekwondo.Rangkaian acara lomba ini diawali dengan catwalk. Dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar ekonomi bisnis kepada seluruh mahasiswa baru serta  sesi tanya jawab antar peserta Denok Kenang dan mahasiswa baru .

Nantinya akan ada 2 kategori juara yang meliputi juara umum berdasar penilaian juri dan juara favorit berdasar voting seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Bisnis.

“Saya berharap mahasiswa FEB dapat termotivasi oleh peserta yang terpilih menjadi Denok Kenang agar tidak hanya memperhatikan penampilan saja namun juga memperbaiki skill maupun public speaking.”Tutur Yuli Fardani Faisal selaku sie acara.

“Seneng, gak nyangka, kaget, karena persiapan mepet hanya 2 hari. Harapannya semoga kita bias menjadi contoh yang baik dan tentunya dapat membanggakan udinus.”tutur Kukuh Wijayanto sebagai juara umum Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis 2018.

Penulis : Ratna Ulya
Editor : Mila Elmeida
Fotografer : Dessyta Melinia Eriza


Rabu, 5 September 2018 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro melaksanakan senam pagi masal dan flashmob bersama, bertempat di lapangan parkir mobil gedung H dan G. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Sehingga nantinnya juga bisa mengenal kawan dari lintas jurusan.

Tak hanya melakukan flashmob bersama, acara ini juga diisi dengan pentas seni yang ditampilkan oleh masing masing perwakilan jurusan, seperti jurusan Ilmu Komunikasi yang mementaskan tari tradisional asal Sumatra, dance oleh Sistem Informatika, Chilliders oleh Teknik Informatika, drama musikal oleh vokasi dan penampilan sulap yang disiapkan oleh pihak panitia.
Acara hari ketiga ini disambut antusias oleh para mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, setelah dua hari mereka lelah untuk mempersiapkan perbekalan, mendapatkan kuliah umum, serta pembelajaran di kelas, pada hari ketiga ini mereka lebih banyak kegiatan diluar ruangan. “Saya senang mengikuti acara dinus inside ini, karena acaranya asik dan keren. Pembicaranya juga bagus bagus, seperti kemarin hari pertama mengundang Gibran Rakabuming Raka pemilik madhang dan juga founder grab Bapak Ridzky krimadibrata”, tutur Muhammad Ilham selaku mahasiswa Udinus Fakultas Ilmu Komputer.

Puncak dari acara senam ini adalah penghamburan colour powder diringi dengan musik, semua mahasiswa terlihat menikmati acara ini. Karena, acara ini memang berbeda dari acara dinus inside tahun sebelumnya, dimana pensi dan flashmob dilakukan pada hari pertama masa orientasi mahasiswa.

Reporter : HanifatulHashinah Hanan
Editor : Haris Rizky A

Selasa (04/09) Konservasi Udinus Peduli merupakan satu dari serangkaian kegiatan Dinus Inside yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Udinus.
Kegiatan penanaman mangrove yang diikuti oleh delegasi dari masing-masing Unit Kegiartan Mahasiswa (UKM), mahasiswa baru delegasi dari fakultas, beberapa dosen dan mahasiswa exchange ini bertujuan untuk dapat membantu masyarakat sekitar kelurahan Mangunharjo dalam mencegah abrasi.
Rombongan Konservasi Dinus Peduli meninggalkan area kampus pada pukul 07.00 WIB untuk menuju lokasi penanaman mangrove. Membutuhkan waktu 20 menit dari kelurahan Mangunharjo untuk menuju lokasi penanaman pohon mangrove.


Penanaman mangrove di mulai dengan pembukaan oleh Jaka Prasetya, M.Kes, selaku dosen Udinus dilanjut dengan bimbingan dari Sururi selaku tokoh pelestari lingkungan dan dibantu oleh rekan-rekan beliau. Berdasarkan keterangan Sururi, telah ada 4 petak area penanaman mangrove dan telah tertanam 4000 pohon mangrove dari Udinus. Sebelumnya wilayah tersebut merupakan sungai lepas, mangrove di sini ditanam sejak tahun 1996. Hutan mangrove yang dikelola Sururi tidak hanya dimanfaatkan sebagai pencegahan rob, namun ia juga mengoptimalkan pemanfaatan hutan mangrove tersebut dengan membuat produk-produk seperti batik mangrove, dodol, dll.
Sesampainya peserta di sana, Sururi mengajarkan bagaimana cara menanam mangrove. Sururi juga menegaskan jika setelah 3 bulan mangrove yg telah ditanam harus di lihat kembali untuk mengganti bibit yg tidak bisa tumbuh. “ kami hanya menyediakan 100 mangrove untuk menyulam. Menyulam itu maksudnya adalah guna mengganti bibit yang telah mati, karena faktor iklim cuaca yang tidak bisa kami kendalikan.” pungkasnya.
Seluruh peserta mengikuti seluruh susunan acara dengan antusias. “Senang ya, bisa berbagi untuk membantu mengurangi bencana juga” tutur salah satu peserta Konservasi Udinus Peduli.

Reporter : Aniqotun Nadhifah

Editor : Khilma Kumala

Fotografer : Haris Rizky