Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha

DKV Udinus Gelar Pameran Manunggaling, Ingatkan Guyub Bersama

SEMARANG (11/03) – Jurusan Desain Komunikasi Visual adakan pameran perdananya di galeri gedung H Universitas Dian Nuswantoro. Pameran ini ditujukan untuk mengenalkan karya-karya mahasiswa angkatan 2018 yang notabene masih tergolong mahasiswa baru.

Ada 35 karya dari 85 karya. Karya yang lolos langsung di seleksi oleh Dosen DKV Udinus. Karya yang dipamerkan diantaranya poster, fotografi, kolase, ilustrasi, typography, dan kolase.

Mengusung konsep guyub bersama, pameran dengan tema Manunggaling “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” ini menampilkan karya yang kental akan gotong royongnya. Karya yang ditampilkan sengaja dibuat agar sesuai dengan tema mereka.

“Kita mengangkat isu dari anak muda zaman sekarang, banyak yang sudah tidak peka dengan lingkungan masing-masing. Kita ingin menghilangkan krisis etika tersebut, kita ingin mengingatkan kembali indahnya guyub bersama, bekerja sama. Setiap tugas berat jika di lakukan bersama akan sangat mudah” Ujar Azriel Fala Ananta selaku ketua pelaksana pameran angkatan DKV 2018.

Pameran yang akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, telah menyedot banyak pengunjung di awal pembukaanya. Salah satunya adalah Prasetyawan Mahasiswa D3 Teknik Informasi, ia mengatakan bahwa karya yang ditampilkan sudah menarik mata pengunjung, terutama kolase yang dinilainya sangat lah unik.

“Semakin semangat untuk mengembangkan karya-karya yang ditampilkan, dan dekorasi dapat ditambahkan agar semakin menarik minat pengunjung” Tutupnya.

Reporter : Shabrina Edelweiss

Fotografer : Imam Shodiqin

Gerbang masuk BUNKASAI 2019

Event tahunan Bunkasai Udinus yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Udinus diadakan pada tanggal 23-24 Februari 2019 dengan tema “Seinshun No Sekai” yang bertempat di Gd. G Universitas Dian Nuswantoro.

Kemeriahan event ini sangat luar biasa sesuai dengan temanya yaitu “Seinshun No Sekai” yang berarti Dunia Anak Muda. Dengan bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok seorang penari Indonesia yang sudah Go Internasional dan bintang tamu “Hydra” yang membuat semakin menarik. Event tersebut dibuka untuk umum dengan biaya tiket Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah). Memasuki area event disungguhkan dengan suasana bunga sakura bagai di Jepang sangat cocok sebagai spot foto yang menarik.     

Terdapat juga berbagai jenis perlombaan yang dapat diikuti salah satunya lomba menyanyi, menari, menggambar manga dan lain-lain. Dari pihak sponsor (Nissin) juga mengadakan perlombaan yang tak kalah seru yaitu lomba makan mie yang dapat di ikuti oleh pengunjung. Selain perlombaan tersebut terdapat juga berbagai macam stand food khas Jepang seperti Takoyaki, Okonomiyaki. Tidak ketinggalan berbagai macam souvenir ala jepang yang dijual untuk cendera mata pengunjung.

Rangkaian acara sangat rapi dan tertata, pihak penyelenggara mengadakan berbagai macam pertunjukan yang menambahkan nuansa ala Jepang yang menarik salah satu nya acara pembukaan minum teh bersama yang di sebut “Chanoyu”. Penampilan bintang tamu dilakukan saat sore menjelang malam hari, diawali dengan penampilan “Hydra” yang apik dan ditutup oleh seorang bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok yang menampilkan tarian legendaris nya yaitu Dwimuka Japindo (Dua Muka Jepang Indonesia). Tarian ini sebagai perpaduan antara Jepang dan Indonesia dimana menggunakan dua topeng dengan wajah yang berbeda, topeng yang digunnakan salah satunya disebut dengan okame dan wajah orang Indonesia bernuansa Bali. Konnsep tarian ini menandakan persahabat dua negara.

Salah satu aksi Didik Nini Thowok
fotografer : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Event ini sangat sukses dilaksanakan, penampilan Didik Nini Thowok berhasil membius para penonton hingga kagum. Harapan dari setiap pengunjung menginginkan tahun depan dapat lebih meriah dan menampilkan bintang tamu spesial yang lebih memukau. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran mahasiswa, rektor dan pihak sponsor yang mendukung.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Editor : Haris Rizky Amanullah

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terpilih sebagai tuan rumah dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia (1/12). Acara tersebut didatangi oleh jajaran pemerintahan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Semarang dan masyarakat Kota Semarang.

Bertempat di Aula lantai 3 gedung E kampus Udinus, acara dimulai pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Acara tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta sosialisasi bagaimana mendeteksi secara dini penyakit HIV/AIDS.

Acara tersebut diawali dengan penyerahan tali asih oleh Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko M.Kom dan dr. Sarwoko Oetomo MMR. kepada ODHA yang penderitanya masih anak-anak sebagai bentuk dukungan moral terhadap mereka. Dalam sambutan Rektor Udinus, Prof. Edi Noersasongko beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama hidup sehat. “Dalam daftar penderita HIV/AIDS, Jawa Tengah menjadi urutan ke-4 sebagai pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan terbanyak berada di kota Semarang. Tentunya dengan data tersebut kita perlu peduli tentang penanggulangan masalah penyakit HIV/AIDS. Maka dari itu Udinus siap membantu KPA dengan segenap kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Warga Peduli AIDS (WPA) Kridho Budhoyo Kelurahan Manyaran, Semarang yang menampilkan pagelaran “Kethoprak Milenial” mengangkat tema tentang kepedulian. Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga terdapat sesi tanya jawab mengenai HIV/AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. Sarwoko Oetomo MMR. Mengucapkan statement “Saya berani, Saya sehat” saat diwawancara pertama kali. Beliau mengatakan, “ARV adalah satu-satunya obat HIV untuk saat ini, obat itu bekerja untuk menekan perkembangbiakan virus HIV itu sendiri.” “Mengenai edukasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa menanyakan pada KPA yang mengakomodasi penyuluhan dan penanganan mengenai penyakit ini. Dan  stigma yang selama ini menyudutkan para penderita HIV itu kita enyahkan saja, karena sebetulnya mereka juga bisa hidup berdampingan dan berkomunikasi dengan baik bersama kita,” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Devara Berlianti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu, 24 November 2018. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan acara seminar struktural nasional yang dimulai pukul 09.00 WIB dan  bertempat di auditorium lantai tujuh Gedung H Udinus. Seminar tentang penerjemahan linguistik terapan, sastra, dan ilmu budaya  yang berskala nasional ini berhasil menarik animo masyarakat baik dari lingkungan Udinus maupun dari luar Udinus. Seminar Struktural Nasional 2018 ini mengangkat tema ‘Peran Kajian Linguistik, penerjemahan, sastra, dan budaya di era digital. Acara seminar ini bertujuan untuk memberi fasilitas akademis untuk para peneliti, mahasiswa, dan dosen yang berminat dibidang penerjemahan, linguistik, sastra, dan ilmu budaya. Pembicara pada seminar kali ini adalah Prof Dr. Riyadi Santosa, M.ed., Ph.D yang merupakan Guru Besar Linguistik FIB UNS, kemudian Prof Dr. M.R. Nababan, M.ed. M.A,. Ph.D Guru Besar Penerjemahan FIB UNS, dan Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. dari UNDIP sebagai Guru Besar Ilmu Antropologi FIB.

Pembicara pertama Prof Dr. Riyadi Santosa, beliau menjelaskan tentang industri di era digital, ”Kita bisa melihat betapa berpengaruhnya industrialisasi di era digital yang sudah kita alami, minimal ditahun ini kita sudah mengalami hal itu semua, dari sini kita juga bisa melihat juga gejala transformasi,” Ujar beliau. ”Toko-toko konvensional sudah mulai tergantikan dengan model bisnis market place, toko fisik sudah mulai menghilang, sudah digantikan dengan aplikasi online seperti Buka Lapak dan Tokopedia misalnya seperti itu,” Tambahnya. Pembicara kedua Prof Dr. M.R. Nababan, beliau menjelaskan dengan singkat menjelaskan tentang penelitian penerjemahan di era-era saat ini, ”jika menggunakan istilah translation dalam konteks penelitian, itu bisa merujuk pada  prosesnya. Proses penerjemahannya, bisa merujuk pada produk penerjemahannya, bisa juga pada fungsi penerjemahannya. Hati-hati ini bukan fungsional.” ujarnya. Dan pembicara terakhir adalah Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. beliau membicarakan mengenai masalah kajian budaya di era digital.

Seminar Struktural Nasional berlangsung selama kurang  lebih dua jam, tampak dari para peserta seminar, mereka tampang senang dengan acara ini. Suryo Wardana M.Pd selaku ketua acara seminar struktural nasional 2018 tersebut mengatakan “Animonya sangat bagus, bahkan melebihi target.” Setelah acara tersebut selesai di gedung H, dilanjutkan dengan acara diskusi pararel yang diikuti peserta dan pemakalah dalam menyampaikan isi makalah mereka. Acara ini bertempat di Gedung G lantai tiga Universitas Dian Nuswantoro.

Penulis: Anugrah Tri Ramadhan

Editor: Haris Rizky Amanullah

Kamis, 15 November 2018 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS) sukses mengadakan kegiatan Seminar Internasional 2018 Thailand dan Taiwan. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Auditorium lantai tujuh Gedung H.

Seminar yang mengangkat tema “ Management of Sport and Culture Organization at Thailand and Taiwan Area” diisi oleh pembicara dari Thailand, Dr. Nilmanee Sriboon dan juga oleh Prof. Yahn-Shir-Chen, Ph.D. yang merupakan dosen Univerisity of Science of Technology Taiwan. Peserta yang berdatangan terlihat antusias untuk mengikuti seminar yang dijadwalkan mulai pada pukul 13.00 WIB .

Pada sesi speaker, Prof. Yahn-Shir-Chen menjelaskan tentang profil universitasnya. Menurut penjelasannya, University of Science of Technology Taiwan adalah universitas ekonomi dan bisnis, di mana pengajarnya sudah berbasis Havard dan juga oleh Global Ensures.

Dilanjutkan oleh Dr. Nilmanee Sriboon, ia menyampaikan lebih dalam mengenai manajemen olahraga. Menurutnya manajemen olahraga dalam USA menduduki peringkat keenam, yang berarti manajemen olahraga sangat menguntungkan. “Mengapa USA menjadi peringkat keenam Karena kebanyakan penduduk di sana menjadikan olahraga sebagai kebiasaan. Semakin banyak orang yang berolahraga, industri akan berkembang pesat,” ungkapnya. Ia juga memotivasi para peserta untuk menjadi producer daripada user, karena menjadi produsen juga lebih menguntungkan.

Tak hanya itu, Dr. Nilmanee Sriboon juga memberikan tips apabila mempunyai program baru. “Yang utama dilakukan adalah mengetahui minat pasar. Kita harus bisa membaca kebutuhan konsumen” jelasnya. Dengan mengetahui kebutuhan konsumen diharapkan dapat menghasilkan barang yang konsumtif sehingga dapat laris di pasaran.

Menurut Muhamad Rido Hernanda selaku Ketua Acara, kegiatan seminar mendatangkan pembicara dari Thailand dan Taiwan karena negara tersebut maju akan manajemen olahraganya. “Oleh karena itu, diharapkan peserta yang mengikuti seminar ini dapat mempelajari manajemen olahraga pada negara-negara tersebut, ”jelasnya. Dengan harga tiket Rp 90.000 peserta mendapatkan fasilitas berupa sertifikat, perlengkapan seminar dan snack.

Kegiatan seminar yang membahas manajemen ini berlangsung selama dua jam dan dalam waktu yang singkat, para peserta sangat antusias mendengarkan ilmu dari para pembicara. Sementara itu, Rido, Ketua Acara mengharapkan kegiatan seminar tersebut dapat memotivasi para peserta agar belajar manajemen olahraga yang sangat menguntungkan untuk kemajuan negara.

Penulis :  Hanis Wahyunita

Fotografer : Mahatma Yudha Prayitna

Editor : Haris Rizky A.

UKM Wartadinus kembali mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang dilanjutkan dengan kegiatan malam keakraban untuk mempersatukan dan menguatkan tim wartadinus.

Tahun ini, wartadinus mengangkat tema sumpah pemuda sekaligus untuk memperingati hari sumpah pemuda yang berlangsung di hari ke-3, 28 Oktober 2018. Acara tahunan tersebut kali ini berlangsung di Villa Charity, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Pada hari pertama, panitia menghadirkan 2 pembicara kompeten diantaranya adalah Dhyanara Paramita namanya (Presenter Hikayat Insani NET. Jateng), ia membawakan materi tentang bagaimana menjadi presenter dan wartawan yang sebenarnya. Serta Alya Novinda yang handal dalam membuat desain terbaik. Kemudian dilanjutkan pada hari kedua, pembicara yang dihadirkan adalah Swita Amalia, Dosen Creative Writing di Udinus yang membawakan materi tentang bagaimana penulisan informasi menjadi sebuah berita yang menarik dan berguna di kalangan pembaca. Keseluruhan materi yang diberikan pembicara ditutup oleh Raka Radhitia, fotografer Suara Merdeka yang memberikan informasi tentang bagaimana menjadi fotografer yang handal dengan hasil yang maksimal.

Mahatma Yudha, mengaku bahwa setelah mendapatkan materi yang disampaikan dari narasumber, membuatnya mendapat banyak pengetahuan.
“Banyak materi dari narasumber yang disampaikan kepada kami anggota baru, jadi bisa menambah pengetahuan mengenai dunia jurnalis,” ungkap anggota baru wartadinus tersebut.

Berbeda dengan acara sebelumnya, di tahun ini panitia membuat suatu acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu acara panggang sosis serta bakar jagung pada malam hari, hal ini pun menjadi acara yang di tunggu-tunggu semua anggota yang ada disana. Selain itu juga ada kegiatan saling berbagi pengalaman yang dilakukan alumni wartadinus.

Acara pelatihan jurnalistik dasar (PJD) di akhiri dengan upacara penutupan di mana anggota baru wartadinus mengucapkan sumpah janji keanggotaan dan membaca kode etik jurnalis yang dipimpin oleh Gusti Bintang Kusumaningrum, selaku pimpinan umum wartadinus. Secara resmi dalam upacara tersebut telah melantik sebanyak 28 anggota baru wartadinus ditahun 2018 yang disaksikan oleh panitia dan alumni.

Mirna Walyani, anggota dari divisi penulis dan reporter berharap agar selepas acara ini anggota wartadinus dapat bertahan sampai akhir. “Dari divisi yang berbeda-beda dan fakultas yang berbeda tapi bisa kumpul dan bersatu dalam satu kegiatan, semoga bisa terus seperti ini sampai akhir,” ucapnya.

Selain itu, Adhiya Chalimi Nanda Raharjo selaku ketua pelaksana kegiatan memberikan kesan pada acara yang telah sukses berjalan itu. “Kesan saya sangat senang bisa berhasil menyelenggarakan acara makrab ini, dengan dibantu para panitia saya juga berharap semoga ketua pelaksana makrab selanjutnya bisa buat acara lebih meriah lagi dengan ide-ide kreatif lainnya,” tutupnya.

Penulis  : Alamanda Yuka dan Trifeni

Editor     : Muhammad Nur Abdillah