SUMMIT (Student Economic Meeting) merupakan acara tahunan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara ini sudah berjalan secara rutin selama 4 tahun terakhir.
Tahun 2018 ini, SUMMIT mengambil tema mempersiapkan diri menghadapi VUCA(Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Aspek yang lebih disoroti pada SUMMIT tahun ini adalah aspek teknologi.
“Kami berharap bahwa ilmu yang disampaikan pembicara pada acara ini dapat diimplementasikan pada masa mendatang”, ujar Resta, Ketua Pelaksana SUMMIT 2018(23/03/2018). Resta juga berharap bahwa ilmu yang didapat dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk mempersiapkan menjadi sumber daya manusia yang dapat menghadapi kemajuan teknologi secara cermat dan tepat.
Acara yang diikuti 20 Universitas di Jawa Tengah ini diadakan dalam 3 hari. Diawali dengan dialog interaktif dengan pembicara Peter Sherer, Co-Founder Slingshot Group.Dilanjutkan dengan Focus Group Disscusionoleh peserta dengan pokok bahasan sesuai dengan tema. Debat interaktif yang diadakan bertujuan unutk menyebarluaskan pandangan para peserta mengenai pikirannya terhadap teknologi yang berkaitan dengan bisnis di era sekarang ini kepada khalayak luas. Pada hari berikutnya acara akan dilanjutkan dengan seminar nasional dengan pembicara Helmi Ashar (CEO PT. YMI Group) dan Gian Dwi Saputro(CEO Dropshipaja.com) serta hari terakhir di tutup dengan gala dinner.

Penulis : Mila Elmeida

Prediksi beberapa lembaga keuangan

Beberapa lembaga keuangan internasional –sebagaimana dikutip dari belanegarari.com– memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju. Asia Development Bank (ADB) dan Asian Development Bank Institute (ADBI)  dalam laporannya pada 2012 yang  bertajuk “ASEAN, the PRC, and India: The Great Transformation” mengatakan bahwa pada 2030 Indonesia akan menjadi negara maju, pasalnya, perekonomian akan beralih menuju timur ke negara-negara berkembang saat ini. Dalam laporan khusus Standart Charetered (Stanchart) berjudul “The Super-Cycle Report”  mengatakan bahwa Indonesia bakal menjadi raksasa ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang. Berada diposisi kelima, Indonesia akan mendampingi China, Amerika Serikat, India dan Brazil. Lembaga keuangan lainnya, Morgan Stanley, memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai USD 800 miliar pada satu dekade mendatang. Sementara itu, majalah bergengsi The Economist memperkenalkan akronim CIVETS yang merupakan kepanjangan dari Columbia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa sebagai kekuatan ekonomi dimasa mendatang.

Indonesia Bis!
Indonesia Bisa!

Apakah prediksi lembaga keuangan diatas akan tepat sasaran?

Tiada yang tak mungkin. Indonesia dapat menjadi kekuatan baru perekonomian dunia dan menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang. Itu bukan suatu hal yang mustahil. Potensi Indonesia menjadi negara maju terbuka lebar karena memiliki beberapa potensi, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Secara astronomis Indonesia dapat berpotensi menjadi negara maju karena Indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri suhu dan curah hujan tinggi sehingga dapat mendukung aktifitas pertanian dan perkebunan. Hal itu dapat menjadi sumber devisa negara jika aktifitas tersebut dimanfaatkan secara optimal.
  2. Secara geografis Indonesia dapat menjadi negara maju karena Indoesia terletak diantara dua benua yaitu benua Asia & benua Australia dan terletak diantara dua samudera yaitu samudera Hindia & samudera Pasifik. Posisi ini dapat menjadikan Indonesia dilalui oleh pelayaran internasional yang ramai. Sehingga negara dapat menambah pendapatannya dari hak lintas transit kapal internasional.
  3. Secara Geologis Indoneisa dapat menjadi negara maju karena berada pada jalur pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Hindia. Karena itu, Indonesia mempunyai keuntungan berupa potensi bahan tambang dan mineral sebagai sumber energi. Mengingat industri-industri disegala bidang membutuhkan sumber energi untuk menggerakkan mesin atau faktor produksi lain, kebutuhan akan bahan tambang dan mineral sangat penting. Sehingga pemerintah dapat memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan negara dengan memanfaatkan sendiri dan/atau mengekspor sumber energi tadi.
  4. Sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Indonesia memiliki bentangan laut dan hutan yang begitu luas. Kesemuanya dapat dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan output yang menguntungkan. Namun pemanfaatnya harus memperhatikan kelangsungan dan keberlanjutan lingkungan.
  5. Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar. SDM merupakan modal yang begitu penting dalam pembangunan. Untuk dapat memanfaatkan potensi-potensi diatas haruslah dibutuhkan SDM yang handal. Maka peningkatan kualitas SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) begitu penting. Untuk mewujudkannya, program-program pendidikan berkualitas tinggi harus digalakkan sedini mungkin.

 

Jika semua potensi tersebut dimanfaatkan seoptimal mungkin, sehingga dapat menambah pendapatan negara, tak mustahil, prediksi lembaga keuangan Internasional tadi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang, terbukti benar. Namun, beberapa permasalahan yang menghambat Indonesia menjadi negara maju seperti korupsi, birokrasi yang buruk, perizinan bisnis yang berlarut-larut, keamanan yang tak kondusif, pembangunan ekonomi yang kurang merata, kurangnya jiwa wirausaha, dan pendidikan yang buruk harus dilenyapkan, agar prediksi Indonesia menjadi negara maju tak jadi khayalan.

 

 

Penulis : Muhammad Abdul Malik