Dare to Speak English!

Dare to Speak English!Dalam PIS yang diselenggarakan oleh Udinus (19/03) kemarin terdapat berbagai macam bidang yang dilombakan. Salah satu bidang yang tidak kalah menarik adalah English Debate Competition. Suatu ajang mengungkapkan pendapat dan aspirasi melalui bahasa inggris. Dalam debat ini akan dibagi dua sisi yaitu team positif dan negatif yang setiap round terdiri dari empat kelompok yang memposisikan diri mereka sebagai opening government (OG), opening opponents (OO), closing government (CG) dan yang terakhir closing opponents (CO).

Kompetisi ini diikuti oleh 10 team dari berbagai fakultas dan dua swing team dari UDC (Udinus Debate Club). Debat ini terbagai menjadi 3 round yaitu preliminary round, semifinal round, dan final round. Dalam preliminary round diadakan dua kali tanding dengan motion (tema debat) keamanan nasional dan internet filter mengenai Lesbian, Guy, Bisex dan Transgender content. Sedagkan dalam semifinal round peserta diberikan tema debat mengenai ibukota Indonesia, lalu dalam final round peserta kembali diberikan tema debat yang cukup rumit mengenai hukuman bagi para pelaku agama yang ekstrim.

English debate competition ini berhasil dimenangkan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis, dengan pembicara Stefani dan Jefry, setelah final round (20/03) yang diadakan di gedung E lantai 3. Stefani dan Jefry harus melawan tiga team lainnya sebelum mereka menjadi juara. Tiga team tersebut yaitu team FIK A, FIK C, dan FEB B. Pertandingan berlangsung dengan panas, berbagai argument dilontarkan dari masing-masinng pembicara.

“Saya cukup menikmati pertandingan debat kemarin, para peserta terutama dari tim oposisi cukup membuat saya berpikir keras untuk dapat melawan dan menjatuhkan argument argument mereka.” Ungkap Fatan sebagai runner up debate competition.

Dengan adanya debat ini dapat menjadi penyalur kita sebagai mahasiswa untuk dapat mengungkapkan aspirasi dan pendapat kita lewat argument yang berbobot. Untuk itu jadilah mahasiswa yang berani tampil untuk mengungkapkan aspirasinya dengan baik dan benar sesuai koridor yang ada. And dare to speak English.

Reporter : Rizki Triyani P.

Dialog Akademik Wadah  Menyalurkan Aspirasi

Dialog Akademik Wadah Menyalurkan Aspirasi   Mahasiswa memang sarat akan perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainya. Tidak hanya antara mahasiswa dari universitas yang berbeda, tetapi juga antara sesama mahasiswa dalam satu fakultas yang sama. Perbedaan pendapat tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja kampus menjadi lebih baik.

   Untuk itulah pada tanggal 03 Maret 2014 kemarin, diadakan Dialog Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas dian Nuswantoro. Sebuah kegiatan yang di prakarsai oleh DPM FIK  merupakan sebuah agenda tahunan di FIK. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga FIK, mulai dari Dekan, Kaprodi, hingga Mahasiswa yang ikut terlibat di dalamnya. Kehadiran seluruh jajaran warga FIK tersebut guna memberikan leluasa bagi Dekan, Kaprodi, maupun Mahasiswa dalam membahas isu-isu seputar FIK.

   Kegiatan yang tahun ini mengusung tema “Evaluation For Our Grouth” bertujuan sebagai wadah mahasiswa menyalurkan semua aspirasi mereka, baik berupa pertanyaan maupun kritikan terhadap kinerja FIK agar mahasiswa tidak terkesan hanya “ngomong dibelakang” saja.

   Memang banyak kendala yang harus di hadapi oleh pihak panitia terkait kegiatan tersebut, mulai dari waktu pelaksanaan yang molor, maupun susunan acara yang tidak terlaksana dengan baik. Namun kendala yang paling berat menurut Ike yang merupakan moderator dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana cara membuat mahasiswa FIK ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Itu semua dikarenakan mahasiswa FIK masih cenderung ogah-ogahan dalam mengikuti acara semacam itu meskipun itu untuk kebaikan mereka sendiri nantinya.

   Terlepas dari semua kendala yang ada, kegiatan semacam Dialog Akademik tentunya sangat bermanfaat. Selain sebagai ajang penyaluran aspirasi mahasiswa, Dialog Akademik juga menghasilkan beberapa keputusan yang di sepakati bersama oleh perwakilan warga Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro demi perubahan yang lebih baik kedepannya.

Reporter dan fotografer :Is Adatur

 

Shalat Jum’at Bersama RI 1

Shalat Jum'at Bersama RI 1   Semarang (14/03/2014)Tepat pada hari Jum’at ini ada yang sedikit berbeda dari hari biasanya di Masjid Raya Baiturrahman Semarang.Dimana masjid yang berada di depan simpanglima  kedatangan orang no 1 di negeri ini Presiden Republik Indonesia, bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono melaksanakan salat jumat. Kedatangan Beliau ke masjid raya Baiturrahman tepat pada pukul 11.45 wib. Pengamanan ditempat tersebut sangat  ketat dari polisi dan paspampres.

   “ Assalamualaikum” begitulah kata pertama yang terucap sebelum Bapak Dr Susilo Bambang Yudhoyono memasuki masjid raya Baiturrahman. Beliau salat jumat didampingi oleh gubernur jawa tengah, Ganjar Pranowo beserta jajarannya. Sebelum melaksanakan salat jumat beliau juga menyempatkan diri untuk melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid. setelah melaksanakan salat jumat beliau menyempatkan diri untuk bersalaman dengan masyarakat yang ada di dalam maupun luar masjid.

 Reporter dan fotogafer: Sanjaya Ady

Pos Indonesia Tergerus Zaman

63743516logo-pt-pos-indonesiaIlmu Pengetahuan dan Teknologi, sudah terasa tidak asing di telinga khalayak ramai. Jika mendengarnya, yang akan muncul di benak kita adalah teknologi yang kian hebat sekarang ini. Media penyaluran berita pun sekarang sudah sangat mudah. Handphone, internet seperti tidak mengenal batas. Di dunia maya semua orang dari jarak jauh sekalipun dapat menjadi dekat. Itulah teknologi.
Lalu bagaimana dengan media penyaluran berita pada zaman sebelum adanya kemajuan teknologi sekarang ini ? Seperti Pos  Indonesia. Pos Indonesia merupakan salah satu media yang kini sudah mulai jarang untuk disentuh. Dahulu sebelum handphone dan internet mulai tercipta, semua masyarakat khususnya masyarakat indonesia menggunakan jasa Pos Indonesia entah itu untuk berkomunikasi dengan mengirim surat, mengirim wesel, ataupun berkas-berkas ke daerah yang relatif jauh jaraknya.

Sekarang, hal tersebut justru menjadi luntur dan mulai terhapus seiring dengan berkembangnya teknologi. Dengan adanya handphone ataupun internet seakan adanya Pos Indonesia sudah tidak terhiraukan lagi. Jika disebut dalam suatu pertandingan, Pos Indonesia sudah kalah telak dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini.

Apa yang harus dilakukan oleh Pos Indonesia sekarang ini ? Ya, jalan yang harus dilakukan bukan untuk mengalahkan handpone ataupun internet tetapi dengan mengembangkan inovasi yang ada agar Pos Indonesia dapat bertahan dan muncul di permukaan seperti awal berdirinya dahulu. Dengan adanya inovasi yang baru, diharapan Pos Indonesia dapat membantu masyarakat di pelosok Indonesia yang tidak dapat tersentuh oleh teknologi handphone dan internet. Dengan kerjasama dengan pihak lain contonya, dengan mempertimbangkan hal bahwa jaringan dari Pos Indonesia sudah meluas di seluruh penjuru tanah air sehingga jika dapat bekerja sama dengan pihak lain, dapat membantu masyarakat pelosok karena yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas agar dapat menarik di mata masyarakat bukan untuk merobohkan pesaing.

Reporter: Adelia Dini

Jangkauan Diperluas, ITC 2014 Hadirkan Juara Baru

  IT Competition UDINUS Semarak kemeriahan mengguncang aula gedung E Udinus tempat perhelatan final IT Competition 2014, setelah sebelumnya berhasil membuat suasana serupa di berbagai kota pada babak penyisihan.  Persaingan yang semakin ketat membuat jalannya lomba menjadi lebih kompetitif. Apalagi konsep perlombaan dikemas sedemikian rupa layaknya acara kuis di televisi yang tak lain tujuannya adalah membuat kompetisi tidak monoton dan lebih menarik.

   Terdapat tiga tim yang akhirnya melaju ke final pada 2 Februari 2014 setelah berjuang di babak penyisihan dan semifinal, yakni SMAN 1 Tegal, SMK Tunas Harapan Pati, dan SMAN 1 Rembang. Akhirnya setelah bertanding dalam tiga sesi, dewan juri memutuskan juara 1 IT Competition 2014 adalah wakil dari Kabupaten Rembang, disusul kontingen dari Pati pada tempat ke dua, dan tim dari Tegal menempati podium ke tiga.

   Menurut Novan selaku ketua panitia IT Competition tahun ini, event ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa pada tahun sebelumnya. Perbedaan yang paling nyata adalah cakupan wilayahnya, di mana tahun ini mencakup beberapa kota di Jawa Tengah, yakni Tegal, Pekalongan, Salatiga, Semarang, dan Rembang. Adapun pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini hanya diikuti oleh siswa SMA sederajat yang ada di kota Semarang.

   Pujian juga datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Usman Sudibyo. Selain sukses menyelenggarakan kegiatan besar, hal ini juga jadi pembuktian bahwa mahasiswa Udinus khususnya yang bernaung di UKM Dian Nuswantoro Computer Club (DNCC) mampu menjadi event organizer dalam sebuah acara besar.

 “kegiatan ini sangat strategis terutama untuk latihan anak-anak UKM (DNCC-red) dalam kegiatan yang besar dan panjang.”, kata Usman.

   Akan tetapi, di sisi lain kritik juga datang dari pembina yang mendampingi kontingen dari SMAN 1 Rembang, yakni Gito Siswoyo. Bobot pertanyaan yang diajukan saat final dinilai kurang sesuai dengan kemampuan siswa SMA. Ia pun kaget begitu mengetahui pertanyan yang muncul mengenai After Effect, dan 3DS MAX.

“pertanyaan yang diajukan di luar dugaan, terlalu sulit. Dari pengamatan saya itu sudah bukan materi SMA lagi.”, ujar Gito.

   Meskipun begitu Gito juga mengapresiasi kegiatan seperti ini. Di mana lomba dibuat seperti kuis agar tidak monoton sehingga menjadi magnet tersendiri untuk menarik lebih banyak peserta. Dirinya pun tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan lomba serupa di Kabupaten Rembang.

“lomba ini sangat menarik sekali, mungkin materinya akan disesuaikan dengan peserta (siswa-red)”, imbuh Gito.

Reporter: Kholid Khazmi, Is Adatur Rohmah

Penulis: Kholid Khazmi

Foto: Burhanuddin Ahmad

Gebrakan Baru dari Ujung

Gebrakan Baru dari Ujung   Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB)merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang berada di fakultas ilmu budaya Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Oganisasi ini berdiri tepatnya pada tahun 2000, setahun setelah fakultas bahasa dan sastra didirikan.

Pergantian Fakultas Bahasa dan Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya juga terus menjadi koreksi bagi BEM Fakultas untuk terus memajukan FIB. Salah satu buktinya adalah BEM FIB selalu berupaya mengadakan acara-acara yang bermanfaat bagi para mahasiswa terutama di lingkup fakultas.

Sebelumnya pada november lalu, BEM FIB telah mengadakan acara Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) tingkat dasar bagi mahasiswa baru yang bergabung di BEM FIB, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB, Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris (HMBI) dan Himpunan Mahasiswa Bahasa Sastra Jepang atau yang terkenal dengan sebutan HIKARI. Selain sebagai ajang sillaturrohim antar anggota organisasi mahasiswa, acara itu juga diharapkan dapat memberi bekal pada calon-calon aktivis berupa kemampuan manajemen dalam organisasi.

Berkaca pada kepengurusan periode sebelumnya, bahwa keberadaan organisasi yang bermarkas di gedung G ini kurang begitu dikenal oleh mayoritas mahasiswa, maka sang gubernur BEM FIB beserta para anggotanya berencana membuat gebrakan dengan mengadakan festival budaya. Tidak main-main, jika di tahun sebelumnya kegiatan serupa hanya diprakarsai oleh satu organisasi mahasiswa, namun di tahun 2014 event tahunandarimahasiswa FIB ini akan melibatkan tiga organisasi mahasiswa sekaligus. BEM FIB, HMBI, dan HIKARI, ketiganya akan bersatu untuk membuat sebuah evolusi bagi FIB.

Randy Surya Permana selaku gubernur BEM FIB periode 2013-2014 berharap melalui gebrakan di atas, mahasiswa UDINUS yang tidak menempati gedung G juga dapat mengenal siapa mahasiswa di FIB  dan apa kegiatan yang mereka lakukan.

reporter: heni nurfaeni

Salah Injak Pedal, Mobil Terperosok di Parit

kecelakaan mobil   Sebuah mobil yang tengah melintas di Jalur Pantura Demak tiba-tiba masuk ke Parit.Mobil yang melaju dari arah Semarang menuju Kudus ini terperosok nyaris sedalam satu meter di jalur Pantura Sayung Demak.Diduga, sopir salah menginjak pedal. Bermaksud hendak menginjak pedal rem tetapi yang diinjak adalah pedal gas. Tak ayal, mobil yang melaju pun oleng dan terperosok ke Parit.

Jalur Pantura Demak yang saat itu tengah dalam tahap perbaikan pascabanjir menjadi macet. Lantaran jalan dipenuhi oleh pengguna jalan untuk melihat peristiwa ini.

Peristiwa yang terjadi Senin Maghrib ini mengakibatkan bumper mobil bernomor Polisi K 7455 MA ini rusak dengan posisi moncong mobil berada di dalam Parit. Dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sopir diduga shock pasca kejadian tersebut

(Satrio)

Seniman Dangdut Gelar Konser Amal Untuk  Korban Bencana

 Seniman Dangdut Gelar Konser Amal Untuk  Korban Bencana   Konser amal bertajuk “Ngamen Peduli Bencana” kembali digelar. Bertempat dikomplek Pasar Bintoro Demak. Mereka mengambil tempat dipelataran Pasar Demak yang berdekatan dengan Jalur Pantura Demak. Banyak pengguna jalan dari arah Kudus ataupun Semarang yang melambatkan laju kendaraannya untuk menyumbangkan dana peduli bencana.

   Bertempat di Jalur utama Demak-Kudus ini mengundang banyak animo masyarakat untuk menyumbangkan dana untuk bencana alam yang terjadi di Demak. Uniknya para pengisi acara konser amal tersebut bernyanyi ditepi jalan sebagai wujud belas kasihan kepada pengguna jalan.Pak Beny selaku ketua panitia aksi sosial itu mengatakan, “Dilandasi rasa solidaritas untuk korban bencanalah yang menariknya untuk menggelar aksi itu” pungkasnya. Beberapa penyanyi dangdut yang dimiliki dan grup breakdancer asal SMK Negeri 1 Demak turut menyemarakkan acara amal tersebut.

 
  Acara konser amal yang dihelat pada Hari Minggu (16/02) yang dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 16.30 ini terkumpul uang tunai sekitar Rp. 7 juta yang diserahkan kepada PMI cabang Demak untuk disalurkan kepada korban bencana alam. Karenanya Komunitas Seniman Dangdut Demak ini mempercayakan PMI selaku pihak yang berwenang untuk menyalurkan dana dari aksi sosial tersebut.

Bertujuan untuk mengenalkan budaya lokal Jawa Tengah, Pemprov Jateng gelar Kesenian Wayang Kulit dihalaman Kantor Gubernur Jawa Tengah Jl. Pahlawan Semarang.

Ganjar Pranowo selaku tamu kehormatan, mengakui jika dirinya senang dengan digelarnya acara tersebut. Dan Ganjar pun unjuk kebolehan dengan menjadi pemeran wayang orang.

Bertempat di Halaman Kantor Gubernur Jateng, seluruh masyarakat Semarang dan sekitarnya antusias menyaksikan acara tersebut. 

Acara yang dihelat Malam Minggu ini, dimulai pukul 19.30 malam. Besar kemungkinan, acara ini selesai pada pukul 3 dinihari.

(Satrio)

Hindari Lubang, Vario Remuk Dihajar Truk Gandeng

Kecelakaan Motor Vario    Kecelakaan Lalu Lintas kembali terjadi. Kali ini sebuah Sepeda Motor Honda Vario yang melaju dari arah Semarang menuju Demak mengalami musibah itu. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalur Pantura Semarang-Demak tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Karangtengah Demak.

   Kecelakaan yang terjadi Kamis pagi ini menyebabkan arus lalu lintas dari Semarang menuju Demak sedikit tersendat lantaran banyak pengendara atau pengemudi yang melambatkan laju kendaraannya.

   Menurut penuturan seorang Saksi Mata, Sepeda Motor melaju dari arah Semarang menuju Demak. Dengan maksud ingin menghindari lubang dijalan, sepeda motor tersebut terjatuh dan masuk ke Kolong Gandengan truk yang melaju searah dengan korban. Untungnya korban segera menyelamatkan diri dengan melompat ke separator jalan. Warga setempat dibantu aparat Satlantas Polres Demak yang tengah berpatroli segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Sunan Kalijaga Demak dan kendaraannya. Dan Korban hanya mengalami luka ringan dibagian lutut.

(Satrio)