STAGE BUS JAZZ TOUR 2016

 

2016-05-14 22.22.03

Sebuah acara musik jazz persembahan MLD Spot digelar di Jl. Pahlawan Semarang tepatnya di  depan gedung DPRD Jawa Tengah pada Sabtu (14/5) mulai pukul 18.00 WIB. Acara yang diberi nama “STAGE BUS JAZZ TOUR 2016” adalah pertunjukan music jazz yang menyambangi 15 kota, diantaranya Jakarta, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tasik, Jogja, Magelang, Purwokerto, Solo, Semarang, Madiun, Surabaya, Malang, Denpasar dan Tangerang. Pertunjukan ini dimulai 15 April 2016 di Jakarta dan akan berakhir 4 Juni 2016 di kota Tangerang.

Festival Kuliner Semarang

Pengunjung dari berbagai kota ramaikan Festival Kuliner Semarang
Pengunjung dari berbagai kota ramaikan Festival Kuliner Semarang
Live Musik di Festival Kuliner Semarang
Live Musik di Festival Kuliner Semarang

Semarang kali ini ada event seru loh, yaitu festival kuliner Semarang yang berlangsung tanggal 10 – 15 Mei 2016 di Lapangan Parkir Sri Ratu, Jl. Pemuda. Acara yang merupakan rangkaian acara untuk menyambut HUT kota Semarang ini merupakan acara festival kuliner yang terbesar tahun ini dan pengunjung pun tak kalah besar jumlahnya. Festival kuliner diselenggarakan guna untuk men-support para UMKM dan para pengusaha kecil untuk mempromosikan produknya. Sekitar 25 stand makanan hadir dalam festival kuliner ini. Jika kalian sering pergi ke daerah pecinan saat weekend, festival yang mengambil tema “We Are  Kuliner Brotherfood” hampir sama dengan pecinan namun yang menjadi perbedaan adalah tempat duduk di festival kuliner ini lebih banyak karena tempat yang disediakan cukup luas. Dalam peluang ini para UMKM dan para pengusaha kecil bisa berkesempatan menjual produk secara besar-besaran karena pengunjung tak hanya berasal dari kota Semarang, namun dari berbagai kota datang memenuhi area festival kuliner Semarang.

Menurut salah satu pedagang di festival kuliner yaitu Vika Hapsari dengan tokonya “Golden Cone”, yang menjual aneka es krim dan makanan ringan mengatakan bahwa dia sangat senang dengan adanya acara seperti ini, dia bisa menambah pendapatannya sampai dua kali lipat dan kemungkinan bisa lebih banyak ketika dihari Sabtu dan Minggu yang ditarget akan ramai dari pagi sampai malam hari. Harapannya pun selalu diadakan event seperti ini beberapa kali dalam setahun agar para UMKM bisa mendapat lapangan untuk menjual produk dan lebih berpromosi dalam skala yang lebih besar.

Selain festival kuliner, di Sri Ratu juga sedang diadakan pameran batu akik. Dalam pameran ini dijual berbagai macam akik dari seluruh Indonesia. Pada acara tersebut juga menghadirkan live musik, sehingga pengunjung tidak perlu takut bosan.
So… buat kalian anak-anak Semarang yuk datang keacara festival kuliner Semarang !
(Dharma & Dela)
PIS Munculkan Talenta-Talenta Baru

PIS Munculkan Talenta-Talenta BaruBeberapa hari yang lalu tepatya tanggal 19-20 Maret 2014, UDINUS menyelenggarakan sebuah acara Pekan Ilmiah dan Seni (PIS) yang didalamnya terdapat rangkaian pekan ilmiah, pekan seni, expo, dan seminar.  Pekan Ilmiah mahasiswa, Pekan seni mahasiswa dan Expo  telah diselenggarakan Universitas Dian Nuswatara beberapa hari yang lalu. Acara tersebut murni dari, oleh dan untuk Udinus sendiri. Rangkaian acara itu sendiri diadakan untuk mencari bibit bibit atau bakat terpendam dari sebelas ribu mahasiswa Udinus yang nanatinya tujuan akhirnya akan diperlombakan atau di ikutsertakan dalam kompetisi tingkat nasional maupun Internasional antara lain PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional), PEKSIMINAS(Pekan Seni Mahasiswa Nasional), GAMASTIC, Festival Film Mahasiswa tingkat nasional , Desain Batik tingkat nasional dan Game Edukasi tingkat nasional.

Pekan ilmiah dan seni ini untuk semua mahasiswa UDINUS semua fakultas dan tidak harus dari satu progdi yang sama. Salah satu contohnya dalam pekan seni kemarin dalam lomba tari, nomor urut 3 merupakan gabungan dari mahasiswa FIK, FIB dan Fkes. Selain itu, lomba Cerpen dan fotografi bias dikatakan sebagai kategori favorit dari mahasiswa karena terhitung dari jumlah pesertanya yang melampaui target. Dalam expo sendiri hampir 90% adalah stand expo mahasiswa udinus dan sisanya 10% dari stand komersil yang mendukung jalannya acara.

Jumlah peserta mencapai 402 perserta sedangkan yang ditargetkan adalah 300 peserta, itu menunjukkan bahwa antusias mahasiswa dalam acara ini sangat besar hingga melebihi target yang ada. Akan tetapi, di tahun mendatang antusiasme mahasiswa pada ajang semacam ini diharapkan terus meningkat.

 “kalau bisa tahun depan lebih banyak lagi yang mengikuti “, ujar Rindra Yusianto selaku ketua pelaksana PIS.

PIS sendiri merupakan salah satu ajang terbesar di UDINUS untuk menggali bakat-bakat mahasiswa yang selama ini tidak terlihat. Tidak main-main, cabang lomba yang dipertandingkan sendiri ada 25 kategori yang melibatkan 51 dosen sebagai tim juri. Alhasil, atmosfer kemeriahan menyelimuti area yang dijadikan sebagai sarana perlombaan, salah satunya adalah lapangan parkir gedung D.

“tujuan kita adalah mereka yang memiliki bakat terpendam yang terkadang kita tidak tahu kemudian kita beri media, kita fasilitasi kemudian akhirnya muncul bakat baru menyanyi, menulis cerpen, baca puisi , fotografi dan lain-lain muncul”, tambah Rindra yang juga sebagai kepala BIMA.

Reporter : Amalita Lanora, Pulung Rizky Saputra.

Release Party kenalkan TealinuxOS “Jasmine”

Release Party kenalkan TealinuxOS "Jasmine"   Linux, semua orang tak asing dengan kata ini. Linux adalah system operasi bertipe Unix yang diimplementasikan tahun 1960-an. Sistem operasi ini selalu mengalami perkembangan modernisasi yang diperani oleh beberapa komunitas. Salah satunya DOSCOM (Dinus Open Source Community). Enam produk Tealinux OS yang berupa perkembangan turunan Linux diproduksi oleh DOSCOM, dimulai tahun 2008. Pada tahun 2009, release party pertama diadakan untuk peresmian produk Tealinux OS 1.0 Green Tea. Semua Tealinux OS yang dikembangkan DOSCOM tiap tahunnya memiliki code name dengan nama jenis teh. Pemilihan nama jenis teh beralasan bahwa Tealinux dibuat senyaman minum teh, ungkap Pak Edi Mulyono selaku Pembina DOSCOM saat sambutan release party yang keenam.

   Minggu, 4 Mei 2014, pukul 09.00, bertempat Gedung E lantai 3 UDINUS, release party Tealinux OS 6.0 diadakan. Produk kali ini memiliki code name “Jasmine” atau teh melati. Acara yang dibarengi seminar nasional dengan tema Mobile Applicaton Development, menghadirkan lebih dari 100 peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK, mahasiswa sampai umum.

   Seminar nasional oleh DOSCOM menghadirkan pembicara tiga orang yang hebat. Diantaranya yaitu Dwi Cipto, Oon Arfiandwi dan Sofyan R. Dwi Cipto adalah seorang Project Manager dari Tealinux OS yang juga seorang mahasiswa UDINUS. Dia memaparkan kelebihan-kelebihan tentang produk Tealinux OS  6.0 Jasmine dibanding produk-produk sebelumnya. Oon Arfiandwi, beliau adalah Chief Technology Officer dan CO-Founder 7 langit berupa Mobile Application Development dan Agency sejak 2009. Oon Arfiandwi yang lebih sering dipanggil Wawan, menjelaskan tentang perjalanannya menjadi saat sekarang dan tentang 7langit. Kemudian Sofyan R., beliau adalah Mobile Developer. Beliau menjelaskan bagaimana membentuk dan menghasilkan produk IT yang laris. Faktor utama produk laris menurut Sofyan adalah galau dan kepo. Galau itu harapan dan kepo itu perlu. Contoh produknya Instagram, Facebook, Google, dan sebagainya.

   Semua peserta menyimak acara ini hingga waktu akhirnya acara. Semua peserta dibekali Driver CD Tealinux OS Jasmine dan stiker secara gratis. Tentu saja hal ini membuat peserta berminat datang kembali untuk release party selanjutnya.

Reporter : agustina Dwimawarti

fotografer : alexander devanda

DOSCOM Suguhkan Varian Baru

    Sistem Operasi pada jaman modern ini semakin maju dan berkembang sangat pesat.Sistem operasi atau yang biasa disebut dengan OS merupakan penghubung antara lapisan software dan lapisan hardware.Tak hanya itu saja,kerja sistem operasi  komputer sangatlah vital,dimana sistem operasi  melakukan semua perintah penting dalam komputer. diperkembangannya terdapat banyak produsen yang menciptakan OS dengan keunggulan dan ciri khas masing-masing.salah satunya yaitu Linux.Linux merupakan sistem operasi  yang bertipe unix dan opensource.

DOSCOM Suguhkan Varian Baru   Dinus Open Source Community atau yang biasa disebut dengan DOSCOM telah mengembangkan linux dengan nama TealinuxOS.Linux  yang dihadirkan oleh DOSCOM mengambil nama yang berasal dari varian-varian teh. TealinuxOS telah mengalami banyak perkembangan tiap tahunnya dan memiliki varian yang berbeda-beda  yaitu green tea, black tea, white tea, oolong tea, kukicha tea dan jasmine tea.

   Release party (04/05) yang diadakan oleh DOSCOM di aula gedung E Universitas Dian Nuswantoro, menghadirkan TealinuxOS versi 6.0 dengan code name “Jasmine”. Pembuatan TealinuxOS 6.0 memakan waktu 4 hingga 6 bulan. Sistem operasi ini  memiliki banyak keunggulan dan fitur-fitur terbaru dari versi sebelumnya yaitu TealinuxOS dengan code name Kukicha.salah satunya dapat dioperasikan di mobile dan memiliki tampilan yang lebih elegan.Tak lepas dari peforma yang sangat ringan dan tampilan yang elegan saja yang menjadi daya tarik, pengambilan nama yang tepat menjadi tolak ukur keberhasilan dari suatu sistem operasi. “nama jasmine diambil karena familiar ditelinga masyarakat ” tutur Dwi Cipto production Manager TealinuxOS.

Reporter :Alexander Devanda W

Make a better Character!

Make a better Character!   Dewasa ini permasalahan degradasai kejujuran pada generasi muda semakin akut. Hal tersebut erat kaitannya dengan pembangunan karakter atau yang biasa disebut character building. Seperti kita ketahui beberapa tahun terakhir pemerintah mencanangkan program pendidikan karakter di berbagai jenjang pendidikan terutama pendidikan menengah dan atas. Akan tetapi, peran aktif mahasiswa dalam membangun karakter bangsa juga dibutuhkan guna membentuk mindset dengan latar belakang pondasi kejujuran.

   Brigjen Pol. Drs. Srijono, Msi menjelaskan dalam LKMM-TM yang diadakan selasa (07/05) mengenai character building, dimana karakter sendiri terbagi menjadi karakter baik, kurang baik, dan sangat baik. Lalu permasalahannya bagaimana kita sebagai mahasiswa untuk merubah sikap kakarter kurang baik tersebut menjadi karakter yang lebih baik. Hal pertama yang harus diubah adalah mindset atau sering dikenal dengan pola pikir, yang notabene berubahnya pola pikir itu tergantung dari individu masing-masing.

“Harus berubah mulai dari dirinya.” Ungkap Brigjen Pol. Drs. Srijono, Msi sebagai wakil gubernur akademi kepolisian.

  Budaya dan pendidikan akan menjadi faktor terbangunnya sebuah mindset dengan diubahnya pola pikir dari yang sebelumnya sudah tertanam menjadi suatu pola pikir baru yang tentunya berbeda dari yang sebelumnya dimana merubah yang buruk menjadi positif, dan mempertahankan hal yang positif sejak awal.

  Kaitannya dengan character building dengan perilaku mahasiswa yang kini lebih mementingkan nilai daripada ilmu yang didapat merupakan salah satu pencerminan karakter buruk yang terjadi di kalangan mahasiswa. Jika sejak awal mereka sudah diajarkan untuk bagaimana cara mendapatkan nilai yang baik dengan segala cara seperti membeli bocoran soal ujian, menyediakan tim sukses ujian, dan yang paling parah membeli ijazah saat di bangku SLTA. Kebiasaan tersebut akan terbawa sampai jenjang mahasiswa, beliau menyarankan kepada para mahasiswa untuk membuat orientasi pandangan mahasiswa dengan kurikulum yang jelas.

Reporter:Alexander Devanda W

Fotografer dan penulis:Rizky Triyani P

Kirab Budaya suguhkan Ciri Khas Demak

Kirab Budaya suguhkan Ciri Khas Demak   Kirab Budaya memperingati Hari Jadi Kabupaten Demak ke 511 berlangsung meriah dengan pawai beragam jenis budaya yang menjadi ciri khas atau ikon Pariwisata Kabupaten Demak. Acara yang mengambil tema “Menuju Masyarakat Demak Yang semakin Sejahtera” ini disaksikan oleh ribuan warga masyarakat Demak yang tumpah ruah di Jalan depan Pasar Bintoro Demak.


Di panggung kehormatan yang terletak di Halaman Pasar Bintoro Demak, tampak hadir Bupati Demak, Drs. H. Dachirin Said, Kapolres Demak, AKBP. R. Setijo Nugroho dan segenap jajaran Muspida Pemerintah Kabupaten Demak hadir dipanggung tersebut. Sejumlah atraksi dari peserta kirab yang ditunjukkan dihadapan Bupati Demak, menuai decak kagum dari Bupati Demak dan semua yang menghadiri acara Kirab tersebut.


Mengambil rute mulai dari Rumah Dinas Sekda Kabupaten Demak berlanjut menuju Panggung Kehormatan di Pasar Bintoro dan berakhir di alun-alun Demak ini, berlangsung sangat semarak. Sebanyak 14 Kecamatan se-Kabupaten Demak dan Kelompok Sanggar Tari, Sekolah dan Grup Kesenian turut menyuguhkan ciri khas dari kecamatan tersebut. Misal saja, atraksi maut Barongan dari Desa Geneng Kecamatan Mijen Demak yang menyuguhkan atraksi mengupas kelapa dengan mulut dan atraksi memakan api. Namun, ada satu atraksi yang disuguhkan Kodim 0716 Makutarama Demak, yakni Atraksi Zippin yang diperagakan langsung oleh Aparat Kodim 0716 Demak tersebut.


Acara yang dihelat sejak pukul 13.30 hingga pukul 16.30 ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang menampilkan beragam kesenian. Adapula peserta kirab dari SMA Negeri 2 Demak yang memberikan kenang-kenangan berupa lukisan dari bahan kompos untuk Bp. Bupati Demak dan peserta kirab asal Kecamatan Mranggen Demak yang memberikan satu buah sangkar burung khusus untuk Bapak Bupati Demak.
Akibat dari dilangsungkannya acara tersebut, arus lalu lintas Jalur Pantura Demak yang melintasi Pasar Bintoro Demak untuk sementara dialihkan melalui Jalur Lingkar Demak untuk Tujuan Kudus hingga Pantura Jawa Timur. Jalur dari SMP Negeri 1 Demak yang menuju Pasar Bintoro Demak untuk sementara ditutup untuk kelancaran acara tersebut.

Reporter : Satrio

 

Bentuk Karakter Pemuda Melalui Media Dakwah

 Bentuk Karakter Pemuda Melalui Media Dakwah  Jum’at, 21 Maret 2014 ada yang berbeda di halaman Masjid UDINUS Semarang. Disana terselenggara sebuah acara yang baru pertama kali diadakan oleh salah satu UKM Udinus yaitu BAI Matholi’ul Anwar. Acara tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut – turut dari hari Jumat sampai hari Minggu yang dimulai pukul 07.00 WIB dan diakhiri pukul  16.00 WIB.

   Dengan nama Islamic Fair Udinus , acara yang diselenggarakan bertujuan untuk membentuk karakter pemuda, media dakwah dan mencari kader – kader baru. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini, bersuasana  sangat meriah.  Di hari pertama, diawali dengan lomba – lomba untuk anak tingkat SMA se-karesidenan Semarang. Lomba tersebut terdiri dari lomba MTQ dengan jumlah peserta 15 orang, lomba DAI dengan peserta 15 orang dan lomba rebana dengan jumlah peserta 10 kelompok. Untuk hari kedua diadakan bedah buku dengan seorang penulis buku “Best seller” yaitu Ustadz Ahmad Rifai Rif’an . Buku yang menjadi Best Seller berjudul “The Perfect Muslimah”. Acara bedah buku disambut antusias para peserta, dengan jumlah kurang lebih 150 mahasiswi dari berbagai Universitas di Semarang. Dan hari terakhir adalah seminar Kewirausahaan (SENAWIR) dengan pembicara Ustadz Rich Moeslem yang membahas tema “Berbisnis dengan ALLAH”. Acara ini tidak kalah meriah dengan hari-hari sebelumnya.  Sekitar 450 peserta dari berbagai Universitas dan berbagai kalangan di Semarang berminat mengikuti SENAWIR.

  Menurut Nur Syahid, seorang mahasiswa Udinus fakultas Kesehatan yang juga sebagai ketua Panitia beranggapan bahwa dalam menyelenggarakan acara tersebut banyak kesulitan yang dialami, diantaranya yaitu dana sponsor dan publikasi . Namun dengan upaya bersemangat seluruh anggota BAI, akhirnya acara ini di sponsori oleh Sarung Gajah Duduk, Rabbani, dan lain-lain. Rencana kedepannya, BAI Matholi’ul Anwar berharap bisa membuat acara yang sama dengan suasana yang lebih meriah lagi.

Reporter: Marsella Subiarti

Dare to Speak English!

Dare to Speak English!Dalam PIS yang diselenggarakan oleh Udinus (19/03) kemarin terdapat berbagai macam bidang yang dilombakan. Salah satu bidang yang tidak kalah menarik adalah English Debate Competition. Suatu ajang mengungkapkan pendapat dan aspirasi melalui bahasa inggris. Dalam debat ini akan dibagi dua sisi yaitu team positif dan negatif yang setiap round terdiri dari empat kelompok yang memposisikan diri mereka sebagai opening government (OG), opening opponents (OO), closing government (CG) dan yang terakhir closing opponents (CO).

Kompetisi ini diikuti oleh 10 team dari berbagai fakultas dan dua swing team dari UDC (Udinus Debate Club). Debat ini terbagai menjadi 3 round yaitu preliminary round, semifinal round, dan final round. Dalam preliminary round diadakan dua kali tanding dengan motion (tema debat) keamanan nasional dan internet filter mengenai Lesbian, Guy, Bisex dan Transgender content. Sedagkan dalam semifinal round peserta diberikan tema debat mengenai ibukota Indonesia, lalu dalam final round peserta kembali diberikan tema debat yang cukup rumit mengenai hukuman bagi para pelaku agama yang ekstrim.

English debate competition ini berhasil dimenangkan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis, dengan pembicara Stefani dan Jefry, setelah final round (20/03) yang diadakan di gedung E lantai 3. Stefani dan Jefry harus melawan tiga team lainnya sebelum mereka menjadi juara. Tiga team tersebut yaitu team FIK A, FIK C, dan FEB B. Pertandingan berlangsung dengan panas, berbagai argument dilontarkan dari masing-masinng pembicara.

“Saya cukup menikmati pertandingan debat kemarin, para peserta terutama dari tim oposisi cukup membuat saya berpikir keras untuk dapat melawan dan menjatuhkan argument argument mereka.” Ungkap Fatan sebagai runner up debate competition.

Dengan adanya debat ini dapat menjadi penyalur kita sebagai mahasiswa untuk dapat mengungkapkan aspirasi dan pendapat kita lewat argument yang berbobot. Untuk itu jadilah mahasiswa yang berani tampil untuk mengungkapkan aspirasinya dengan baik dan benar sesuai koridor yang ada. And dare to speak English.

Reporter : Rizki Triyani P.

Dialog Akademik Wadah  Menyalurkan Aspirasi

Dialog Akademik Wadah Menyalurkan Aspirasi   Mahasiswa memang sarat akan perbedaan pendapat antara satu dengan yang lainya. Tidak hanya antara mahasiswa dari universitas yang berbeda, tetapi juga antara sesama mahasiswa dalam satu fakultas yang sama. Perbedaan pendapat tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja kampus menjadi lebih baik.

   Untuk itulah pada tanggal 03 Maret 2014 kemarin, diadakan Dialog Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas dian Nuswantoro. Sebuah kegiatan yang di prakarsai oleh DPM FIK  merupakan sebuah agenda tahunan di FIK. Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga FIK, mulai dari Dekan, Kaprodi, hingga Mahasiswa yang ikut terlibat di dalamnya. Kehadiran seluruh jajaran warga FIK tersebut guna memberikan leluasa bagi Dekan, Kaprodi, maupun Mahasiswa dalam membahas isu-isu seputar FIK.

   Kegiatan yang tahun ini mengusung tema “Evaluation For Our Grouth” bertujuan sebagai wadah mahasiswa menyalurkan semua aspirasi mereka, baik berupa pertanyaan maupun kritikan terhadap kinerja FIK agar mahasiswa tidak terkesan hanya “ngomong dibelakang” saja.

   Memang banyak kendala yang harus di hadapi oleh pihak panitia terkait kegiatan tersebut, mulai dari waktu pelaksanaan yang molor, maupun susunan acara yang tidak terlaksana dengan baik. Namun kendala yang paling berat menurut Ike yang merupakan moderator dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana cara membuat mahasiswa FIK ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Itu semua dikarenakan mahasiswa FIK masih cenderung ogah-ogahan dalam mengikuti acara semacam itu meskipun itu untuk kebaikan mereka sendiri nantinya.

   Terlepas dari semua kendala yang ada, kegiatan semacam Dialog Akademik tentunya sangat bermanfaat. Selain sebagai ajang penyaluran aspirasi mahasiswa, Dialog Akademik juga menghasilkan beberapa keputusan yang di sepakati bersama oleh perwakilan warga Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro demi perubahan yang lebih baik kedepannya.

Reporter dan fotografer :Is Adatur