Sabtu, 15 September sebanyak 48 calon anggota Wartadinus mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan di gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Tujuan dari pelaksanaan acara adalah agar dapat mengetahui SDM calon anggota secara langsung, sehingga akan dapat memberikan pertimbangan untuk seleksi selanjutnya.
” Semoga anggota Wartadinus dapat mempertanggungjawabkan karyanya, serta kami dapat memilih bibit-bibit yang berkualitas agar nantinya dapat melahirkan banyak prestasi, ” Ungkap Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Pimpinan Umum Wartadinus.

Acara tersebut merupakan seleksi tahap 1 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Wartadinus. Acara seleksi diawali dengan proses pengenalan Pimpinan Umum Wartadinus sampai dengan pengenalan dari masing-masing anggota kelompok yang telah dibentuk. Tidak hanya itu, calon anggota Wartadinus juga mendapatkan pembekalan materi seperti penulisan, reporter, fotografi, desain dan video jurnalistik sebelum mereka menjalankan tugas yang akan diberikan.

Pada tahap seleksi, calon anggota Wartadinus ditugaskan untuk membuat berita berdasarkan informasi dari beberapa narasumber yang telah disiapkan. Penugasan dilakukan secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada saat Technical Meeting (TM) sebelumnya. Penugasan setiap kelompok sudah dibagi rata sesuai divisi yang ada, seperti reporter atau penulis, fotografi, desain dan video jurnalistik.

Hasil dari penugasan video jurnalistik akan dikirim melalui instagram, sedangkan hasil penugasan lainnya akan dikirim ke email Sie Pendaftaran. Untuk tugas yang belum dapat diselesaikan pada saat ini, maka akan diberikan deadline batas waktu sampai tanggal 16 September pukul 12.00 WIB.

” Untuk saat ini dalam penugasan kelompok cukup mengalami kesusahan dalam pembuatan video karena ini merupakan tugas pertama kali yang diberikan dengan waktu yang singkat,” Ungkap Azzahra Salsabilah selaku calon anggota Wartadinus Divisi Penulis atau Reporter.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro memeriahkan hari terakhir Dinus Inside tepatnya hari Rabu, 5 September 2018.

Fakultas ini menyelenggarakan Lomba Denok Kenang antar mahasiswa baru yang diikuti sebanyak 5 pasang peserta.Tujuan diadakanya acara ini untuk menyaring mahasiswa berprestasi dan berbudi pekerti yang baik sebagai public figure dari Fakultas Ekonomi Bisnis yang mampu bersaing dengan mahasiswa lain.  Untuk menjadi Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis ,peserta telah melalui berbagai tahap penyeleksian yang dimulai sejak hari pertama Dinus Inside dan diseleksi langsung oleh para dosen.Kriteria penilaian meliputi public speaking, penampilan serta bakat.

Peserta Denok Kenang ini selain cantik dan tampan, juga memiliki bakat dan prestasi yang membanggakan.Bahkan salah satu diantaranya menjadi juara 3 Korea Open Taekwondo.Rangkaian acara lomba ini diawali dengan catwalk. Dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar ekonomi bisnis kepada seluruh mahasiswa baru serta  sesi tanya jawab antar peserta Denok Kenang dan mahasiswa baru .

Nantinya akan ada 2 kategori juara yang meliputi juara umum berdasar penilaian juri dan juara favorit berdasar voting seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Bisnis.

“Saya berharap mahasiswa FEB dapat termotivasi oleh peserta yang terpilih menjadi Denok Kenang agar tidak hanya memperhatikan penampilan saja namun juga memperbaiki skill maupun public speaking.”Tutur Yuli Fardani Faisal selaku sie acara.

“Seneng, gak nyangka, kaget, karena persiapan mepet hanya 2 hari. Harapannya semoga kita bias menjadi contoh yang baik dan tentunya dapat membanggakan udinus.”tutur Kukuh Wijayanto sebagai juara umum Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis 2018.

Penulis : Ratna Ulya
Editor : Mila Elmeida
Fotografer : Dessyta Melinia Eriza


Rabu, 5 September 2018 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro melaksanakan senam pagi masal dan flashmob bersama, bertempat di lapangan parkir mobil gedung H dan G. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Sehingga nantinnya juga bisa mengenal kawan dari lintas jurusan.

Tak hanya melakukan flashmob bersama, acara ini juga diisi dengan pentas seni yang ditampilkan oleh masing masing perwakilan jurusan, seperti jurusan Ilmu Komunikasi yang mementaskan tari tradisional asal Sumatra, dance oleh Sistem Informatika, Chilliders oleh Teknik Informatika, drama musikal oleh vokasi dan penampilan sulap yang disiapkan oleh pihak panitia.
Acara hari ketiga ini disambut antusias oleh para mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, setelah dua hari mereka lelah untuk mempersiapkan perbekalan, mendapatkan kuliah umum, serta pembelajaran di kelas, pada hari ketiga ini mereka lebih banyak kegiatan diluar ruangan. “Saya senang mengikuti acara dinus inside ini, karena acaranya asik dan keren. Pembicaranya juga bagus bagus, seperti kemarin hari pertama mengundang Gibran Rakabuming Raka pemilik madhang dan juga founder grab Bapak Ridzky krimadibrata”, tutur Muhammad Ilham selaku mahasiswa Udinus Fakultas Ilmu Komputer.

Puncak dari acara senam ini adalah penghamburan colour powder diringi dengan musik, semua mahasiswa terlihat menikmati acara ini. Karena, acara ini memang berbeda dari acara dinus inside tahun sebelumnya, dimana pensi dan flashmob dilakukan pada hari pertama masa orientasi mahasiswa.

Reporter : HanifatulHashinah Hanan
Editor : Haris Rizky A

Selasa (04/09) Konservasi Udinus Peduli merupakan satu dari serangkaian kegiatan Dinus Inside yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Udinus.
Kegiatan penanaman mangrove yang diikuti oleh delegasi dari masing-masing Unit Kegiartan Mahasiswa (UKM), mahasiswa baru delegasi dari fakultas, beberapa dosen dan mahasiswa exchange ini bertujuan untuk dapat membantu masyarakat sekitar kelurahan Mangunharjo dalam mencegah abrasi.
Rombongan Konservasi Dinus Peduli meninggalkan area kampus pada pukul 07.00 WIB untuk menuju lokasi penanaman mangrove. Membutuhkan waktu 20 menit dari kelurahan Mangunharjo untuk menuju lokasi penanaman pohon mangrove.


Penanaman mangrove di mulai dengan pembukaan oleh Jaka Prasetya, M.Kes, selaku dosen Udinus dilanjut dengan bimbingan dari Sururi selaku tokoh pelestari lingkungan dan dibantu oleh rekan-rekan beliau. Berdasarkan keterangan Sururi, telah ada 4 petak area penanaman mangrove dan telah tertanam 4000 pohon mangrove dari Udinus. Sebelumnya wilayah tersebut merupakan sungai lepas, mangrove di sini ditanam sejak tahun 1996. Hutan mangrove yang dikelola Sururi tidak hanya dimanfaatkan sebagai pencegahan rob, namun ia juga mengoptimalkan pemanfaatan hutan mangrove tersebut dengan membuat produk-produk seperti batik mangrove, dodol, dll.
Sesampainya peserta di sana, Sururi mengajarkan bagaimana cara menanam mangrove. Sururi juga menegaskan jika setelah 3 bulan mangrove yg telah ditanam harus di lihat kembali untuk mengganti bibit yg tidak bisa tumbuh. “ kami hanya menyediakan 100 mangrove untuk menyulam. Menyulam itu maksudnya adalah guna mengganti bibit yang telah mati, karena faktor iklim cuaca yang tidak bisa kami kendalikan.” pungkasnya.
Seluruh peserta mengikuti seluruh susunan acara dengan antusias. “Senang ya, bisa berbagi untuk membantu mengurangi bencana juga” tutur salah satu peserta Konservasi Udinus Peduli.

Reporter : Aniqotun Nadhifah

Editor : Khilma Kumala

Fotografer : Haris Rizky

Senin, 3 September 2018 Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) melaksanakan kegiatan Dinus Inside yang diikuti sekitar 3.857 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2018/2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3-5 September 2018 yang diawali dengan upacara pembukaan kemudian pelantikan mahasiswa baru dengan penyematan jas alamameter kepada setiap perwakilan masing – masing fakultas.

Tema yang diambil pada Dinus Inside tahun ini adalah Mewujudkan Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang Cerdas, Berkarakter, dan Berintegritasi, yang dikemas dalam suasana akademis, humanis, dan konunikatif. Sehingga menumbuhkan motivasi belajar bagi mahasiswa baru demi tercapainya keberhasilan pembelajaran di Universitas Dian Nuswantoro, seperti salah satu tujuan udinus inside ini diadakan.

Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, selaku pembina pada upacara pembukaan menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru, “sebagai mahasiswa kita harus selalu bersyukur karena tidak banyak orang yang dapat meneruskan pendidikan sampai ke perguruan tinggi”. Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan bahwa, seorang mahasiswa udinus juga harus dibekali dengan jiwa wirausaha.

Pembukaan Udinus Inside ini juga diisi dengan kuliah umum dengan pembicara CEO madhang Gibran Rakabuming dan Ridzki Kramadibrata selaku Direktur Grab Indonesia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa Udinus mempunyai softskill.

“Pembukaan Dinus Inside ini sangat mengesankan karena dapat bertemu teman dan lingkungan yang baru”, tutur Ariva selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer. Selain itu Ariva juga menyampaikan harapan terselenggaranya acara ini agar udinus semakin maju.

 

Reporter : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss

Editor      : Hanifatul Hashinah Hanan

Tim II KKN UNDIP Desa Kajar lakukan pelatihan pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga pada warga sekitar. Takakura menjadi metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut, metode pengolahan sampah organik yang dipelopori oleh Koji Takakura.
Pada bulan Juli-Agustus 2018, Tim II KKN UNDIP diterjunkan ke berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. KKN dilakukan untuk melatih mahasiswa UNDIP menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan dan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa UNDIP pada masyarakat. Dalam KKN tersebut, mahasiswa UNDIP diwajibkan membuat berbagai program untuk membantu desa. Salah satu program multidisiplin yang juga merupakan program unggulan dari Tim II KKN UNDIP Desa Kajar adalah program berjudul “Kabar Panik – Kajar Berkreasi dengan Sampah Organik”. Program tersebut berupa program pelatihan pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga. Pemilihan program multidisiplin tersebut didasari oleh permasalahan sampah rumah tangga yang belum bisa ditangani oleh warga Desa Kajar. Maka dari itu, Tim II KKN Undip Desa Kajar mencoba untuk memberikan solusi bagi warga Desa Kajar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melatih warga membuat pupuk dengan metode Takakura.

Takakura merupakan metode pengolahan sampah organik yang dipelopori oleh Koji Takakura, peneliti asal Jepang yang banyak melakukan pelatihan di surabaya. Sejak 2004, metode tersebut mulai dikenal oleh masyarakat luas. Metode Takakura mengandalkan fermentasi untuk mengurai. Sampah yang dihasilkan dari metode ini tidak mengeluarkan bau tengik karena penguraiannya menggunakan mikroba. Metode Takakura mudah diterapkan dan bahan yang dibutuhkan juga mudah diperoleh. Pertama, keranjang atau wadah yang berlubang atau memiliki pori-pori. Keranjang yang berlubang ini berguna untuk menjaga sirkulasi udara pada kompos. Kedua, bantalan dari jaring plastik atau kain yang diisi sabut kelapa, sekam, atau kain perca. Ketiga, kardus pelapis untuk mengatur kelembapan kompos dan menjaga agar kompos tidak keluar dari keranjang. Keempat, pengaduk, yang bisa dibuat dari pipa, kayu, atau besi. Terakhir, biang kompos yang berupa kompos setengah jadi yang mengandung mikroba.
Metode Takakura dimulai dengan memasukkan biang kompos ke keranjang dengan tinggi 5 cm diatas permukaan bantalan alas. Selanjutnya, masukkan bahan-bahan kompos diatasnya. Bahan kompos ini terdiri dari sampah yang mengandung karbon (sampah coklat) sebagai sumber energi, misalnya daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, sekam padi, kertas, kulit jagung kering, jerami dan tangkai sayur serta sampah yang mengandung mikroba dan nitrogen (sampah hijau), misalnya sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, sampah dapur, bubuk teh atau kopi, kulit telur, pupuk kandang dan kulit buah. Proses pematangan akan berlangsung selama 7-10 hari. Sebelum sampah baru dimasukkan, kompos yang lama diaduk terlebih dahulu untuk menjaga oksigen di bagian bawah. Setelah melewati proses tersebut, kompos harus diayak menggunakan ayakan kawat berukuran 0,5 cm. Kompos halus dapat digunakan sebagai pupuk, sedangkan kompos kasar dikembalikan ke dalam keranjang untuk digunakan sebagai biang kompos.

Pelatihan pembuatan pupuk dengan metode Takakura yang dilaksakan pada tanggal 28 Juli 2018 dan bertempat di Balai Desa Kajar. Acara tersebut disambut dengan hangat oleh para peserta, yaitu Ibu-ibu PKK Desa Kajar. Hal ini terlihat dari antusiasme warga dalam bertanya dan melihat secara langsung proses pembuatannya. Pelatihan pembuatan kompos dengan metode Takakura tersebut mudah untuk dilakukan oleh warga Desa Kajar karena peralatan dan bahan-bahannya sederhana dan mudah didapat. Namun, pada prakteknya diperlukan ketekunan oleh warga untuk terus melanjutkan pengomposan dengan metode ini. Melalui pelatihan pada warga Desa Kajar mengenai metode Takakura ini, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi desa, mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan.

Editor : Haris Rizky Amanullah

 

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tobacco Free Community Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro memeriahkannya dengan mengadakan seminar bertajuk ‘Healthy Life Without Smoking’. Seminar ini diadakan bertujuan untuk Advokasi, pengembangan daerah kawasan tanpa rokok (KTR) di Universitas Dian Nuswantoro. Seminar ini diikuti oleh 164 peserta. Dengan menghadirkan Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si.,Ph.D dari Quit Tobacco Indonesia, Nurjanah S.Km. M. Kes dari Tobacco Free Community UDINUS, dan dipandu oleh Adinda Agustin Duta Lingkungan kota Semarang tahun 2018 sebagai moderator. Materi yang disampaikan oleh para pembicara membahas mengenai bagaimana peran perguruan tinggi untuk pengendalian tembakau di Indonesia dan juga upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah anak & remaja dapat terhindar dari perilaku merokok.

“… bagaimana cara mencegah perilaku remaja terhindar dari perilaku merokok” ujar Nurjanah selaku pembicara.

Seminar ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018 berlokasi di Auditorium gedung H lantai 7 Universitas Dian Nuswantoro. Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei. Kali ini acara dilaksanakan lebih awal karena tanggal 31 Mei 2018 sudah memasuki bulan puasa. Setiap tahunnya HTTS akan diperingati dengan cara yang berbeda, dan khususnya tahun ini TFC UDINUS meperingatinya dengan mengadakan seminar.

Pada akhir acara ditutup dengan menampilkan kebolehan dari mahasiswa Udinus dalam menyaikan lagu-lagu jawa dan diiringi oleh alat musik gamelan.

 

Reporter : Juliana Heidi & Shaqila Angra P

Fotografer : Alda Melinda

Editor : Titah Banu M

 

Himpunan Mahasiswa Teknik  Informatika Universitas Dian Nuswantoro kembali menggelar SEMNASTI. SEMNASTI merupakan suatu agenda besar yang menjadi agenda akhir oleh HMTI Universitas Dian Nuswantoro. Tahun ini merupakan kali ke-7 HMTI UDINUS mengadakan SEMNASTI 2018, , pada tahun sebelumnya SEMNASTI mengangkat tema VR(Virtual reality) dan AR (Argumented reality) yg notabenya untuk bersenang-senang sedangkan tahun ini materi yang diangkat adalah start up atau aplikasi android yang dapat menjadi lahan bisnis. Start Up dunia bisnis yang nantinya akan mempermudah masyarakat, sehingga tahun ini mengangkat tema “Grab Your In Every Problem With Mbobile Apps Technology”.Acara SEMNASTI 2018 diadakan pada hari Selasa, 10 April 2018 mulai pukul 07.00-14.00 WIB berlokasi di aula gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro. Seminar ini terbuka untuk umum. Dalam seminar tersebut mengahadirkan pembicara Andreas Sanjaya (CO Founder & CEO iGrow Resource, Ibnu Sina Wardy (CEO GITS Indo & Google Developer Expert) dan Muhammad Singgih Z.A (CO Founder & CMO Codepolitan.com).

Menurut Apriyanto Nurhuda selaku Ketua Acara SEMNASTI 2018, tujuan diadakan seminar nasional ini adalah untuk memperluas bidang pemikiran masyarakat bahwasanya ide itu bukan sekedar hanya dipikiran saja tapi untuk diterapkan kedalam sebuah applikasi yg notabenya itu tidak hanya menguntungkan masyarakat namun juga orang lain, sehingga masyarakat menyumbang untuk kemajuan dari masyarakat itu sendiri melalui pembuatan aplikasi yang bermanfaat dan dapat memecahkan masalah di masyarakat. Terdapat peningkatan peserta SEMNASTI pada tahun ini, peserta yang datang pada SEMNASTI 2018 mencapai 444 orang, survey menunjukkan bahwa kenaikan angka yang cukup drastis ini al ini dikarenakan tema yang diangkat oleh HMTI cukup menantang dan sesuai dengan dunia Teknik Informatika.

 

Penulis :

Ummi Nur Aini Daneswari

Juliana Heidi

Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

Seminar Nasional menjadi agenda di hari kedua acara SUMMIT 2018 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara tersebut diisi oleh dua pembicara inspiratif, Hebbie Agus kurnia, owner @luarsekolah dan @alphacreative.id serta Helmi Azhar Fachry, CEO YMI Group. Seminar yang diikuti 300 mahasiswa ini mengambil tema yang sama dengan SUMMIT yaitu “Mempersiapkan Menghadapi VUCA”.
“Dalam era teknologi ini kalian harus pilih, mau jadi ombak, lumba-lumba, atau batu. Ombak yang bisa menyapu habis kemajuan yang ada, lumba-lumba yang gerak kalo ombak gerak, atau jadi batu yang cuma diem.” Kata Hebbie (24/03/2018). Hebbie juga menuturkan bahwa kunci untuk memenangkan era VUCA iniadalah “Better dan Faster”.
“Tetapkan visi secara SMART (Spesific, Measurable, Acivable, Realistis, Tempered) untuk menemukan bisnis yang ingin kalian kembangkan”, ujar Helmi. Menetapkan visi perlu dicatat, serta direalisasikan agar kita dapat benar-benar mengetahui keunggulan kita. Berbisnis dengan hal yang disukai akan lebih bertahan lama dan memberikan umpan balik yang multi manfaat bagi kita.
Acara tahunan SUMMIT ini akan ditutup besok (25/03/2018) dengan agenda field trip di Kampung Batik yang akan diikuti oleh peserta dari 20 Universitas di Jawa Tengah.

Penulis : Mila Elmeida