Café Ice Cream Gelato Instagramable Hadir di Kawasan Kota Lama Semarang

Sebagian besar kaum millenials pasti suka berfoto dengan latar yang instagenic. Sudah barang tentu, foto-foto itu akan diunggah ke media sosial miliknya agar lebih terlihat menarik. Nah, di Semarang ada tempat baru yang menyediakan spot-spot foto kekinian yakni Ice Cream World.

Ice cream world Semarang adalah salah satu tempat untuk menyantap es krim yang ditambah banyak spot foto menarik didalam café tersebut. Panasnya Kota Semarang sangat cocok bila dinikmati dengan menyantap satu cone ice cream dengan berbagai macam rasa mulai dari chocolate, vanilla, strawberry, hingga rasa yang saat ini sedang gemar dicari oleh kaum milenial seperti taro, matcha, tiramisu, dan yakult.

Bila dilihat dari namanya, mungkin tidak ada yang menyangka kalau café yang berlokasi di Jalan Suari No.8, Purwodinatan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang ini menyediakan spot foto menarik. Ya, selain menjual ice cream gelato, café ini memang menyediakan spot foto menarik bagi mereka yang suka berswafoto.

Untuk bisa berfoto di spot-spot foto yang disediakan, Sahabat Warta hanya perlu merogoh kocek sebesar 35 ribu saja. Sementara itu, satu cone ice cream gelato yang berisi dua scoop es krim khas Italia ini dibanderol dengan harga 25 ribu.

Saat mengunjungi tempat ini, setidaknya ada sepuluh spot foto yang ada di dalam studio. Ada juga lima spot foto sederhana yang tersedia di luar studio sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung yang hanya pengin menikmati gelato tanpa membayar biaya tambahan sebesar 35 ribu tadi.

Bagi Sahabat Warta yang ingin datang untuk menikmati ice cream gelato, atau hanya sekadar mampir untuk berswafoto disana. Café ini dibuka setiap hari mulai pukul 11.30 hingga 20.30, dan khusus pada hari Sabtu dan Minggu, café ini ditutup hingga pukul 21.00 WIB.

Nah bagaimana, apakah Sahabat Warta tertarik untuk datang?

Penulis : Eka Aristiana

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

Review dan Analisis Film : Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menggunakan latar belakang Sumba, Nusa Tenggara Timur, salah satu pulau yang akhir-akhir ini mulai terkenal dengan surga dunianya para traveler. Letak tanah lapang yang apik dan dapat berubah warna sesuai dengan musim yang terjadi di Sumba sendiri. Pada film ini, menggunakan musim kemarau sebagai suasananya. Memperlihatkan keindahan Sumba lewat jalan yang berliku diapi dengan tanah yang gersang. Orang-orang yang belum pernah melihat atau mendengar Sumba sebelumnya, maka akan terkagum-kagum melihat indahnya Sumba dari sisi lain.

Pada film berdurasi 90 menit ini pula menggambarkan betapa beraninya masyarakat penduduk Sumba, yang sebenarnya akan dapat menggiring opini negatif masyarakat mengenai Sumba. Namun jika ditelaah, memang tidak hanya Sumba saja yang masih menjadi salah satu daerah tertinggal di Indonesia. Lagipula, Sumba yang dimaksud disini adalah Sumba yang bisa dibilang kuno, dimana disini hanya diperlihatkan satu rumah saja dan itupun yang terbuat dari bambu-bambu yang dianyam sedemikian rupa.

Soal make up artist, film ini juaranya. Dimana tokoh-tokoh dalam film ini digambar menjadi sosok yang benar-benar mirip sekali dengan orang Sumba. Dari bagaimana ia berpakaian menggunakan bawahan kain yang dililit menjadi rok. Tidak menggunakan make up, serta lebih terlihat berkulit gelap, dan penyuka sirih sehingga warna bibirnya pun kemerah-merahan yang bukan berasal dari lipstick.

Bahasa yang digunakan dalam film ini benar-benar menggunakan bahasa Sumba, yang dapat mengenalkan bahasa Sumba kepada masyarakat luas melalui film ini. Adat dan budaya yang kental pula dimasukkan kedalam film ini. Bagaimana mayat yang menjadi mumi dan diletakkan di rumah dengan hanya tertutupi kain karena upacara untuk biaya penguburan mayat saja terlalu mahal. Orang-orang yang bepergian menggunakan truk sebagai angkutan umum. Karena digunakan sekaligus untuk mengangkut hewan ternak mereka. Hewan ternak yang banyak di Sumba adalah kuda, babi, kerbau, sapi, dan ayam.

Film ini berbeda dari film-film Indonesia lainnya yang kebanyakan membahas mengenai drama percintaan, action, comedy, atau sekalipun horror. Namun film ini adalah film bergenre thriller yang menantang dan tidak biasa. Dalam film ini jangan meremehkan dulu dan tidak perlu diragukan lagi properti yang digunakan, karena memang benar-benar tampak seperti nyata pada kehidupan asli penduduk Sumba. Bisa dibilang terniat, karena kepala Markus yang terpotong dan selalu dibawa kemana-mana oleh Marlina adalah kepala yang sengaja dibuat dan di make up persis menyerupai muka asli dari Markus, detail-detailnya seperti nyata bahkan hingga rambutnya yang pirang dengan uban.

Selain mengenai latar dan property serta make up yang digunakan dalam pembuatan film ini adalah moral value yang dapat diambil dari film ini adalah sebagai perempuan, khususnya, harus berhati-hati ketika bertemu dengan seorang laki-laki. Selalu waspada terhadap orang yang tidak dikenal, orang yang dikenal pun ternyata juga terkadang bisa mempunyai niat jahat kepada kita.

Apapun yang kita lakukan, meski menurut kita benar, namun terkadang kita juga harus mengalah pada hukum-hukum negara yang sudah diatur dan ditegakkan untuk dipatuhi setiap warga negaranya. Seperti Marlina yang tetap saja melapor bahwa ia telah diperkosa oleh Markus, namun Marlina pun membunuh Markus juga berdosa karena membunuh ciptaan Tuhan.

Seperti Novi yang selalu ingat pada Tuhan, bahkan di detik-detik terakhir ia membunuh Frans untuk menyelamatkan Marlina saat di perkosa. Novi berdoa memohon ampun pada Tuhan supaya apa yang dilakukannya ini semata-mata hanya untuk menolong sahabatnya saja, tidak untuk niatan yang buruk kepada Frans.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.

Tengok Ruang Lampau Pertempuran 5 Hari di Semarang

Jum’at 14 Oktober 2016 meskipun di tengah gerimis yang sangat aduhai Kota Semarang tetap menjalankan peringatan ‘’pertempuran 5 hari di Semarang” yang ke 71. Suasana di sekitar sektor Tugu Muda pun berbeda dari biasanya sangat padat dan ramai. Semua warga dari usia muda sampai lanjut usia sangat antusias meyaksikan ‘’peringatan pertempuran 5 hari di semarang’’.
Peringatan Pertempuran Lima Hari Dinikmati Mahasiswi UTeM

Peringatan pertempuran lima hari di Semarang telah selesai diselenggarakan pada (14/10) di area Tugu Muda. Acara yang dihadiri oleh Iwan fals dan juga Bapak Ganjar pranomo sebagai pemimpin upacara ini berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Terlihat dari antusias para pengunjung yang tidak hanya warga Semarang untuk datang dan menyaksikan acara ini meskipun ditengah hujan.
Eksotika Curug Lawe

theroadtracker.blogspot.com
doc. theroadtracker.blogspot.com

Air terjun yang berada Kota Ungaran menyimpan sejuta keindahan yang masih terjaga. Air terjun yang menjadi salah satu destinasi wisata alam terpopuler di Semarang ini setiap hari selalu dikunjungin oleh wisatawan baik dari dalam kota hingga luar kota.

Seniman Dangdut Gelar Konser Amal Untuk  Korban Bencana

 Seniman Dangdut Gelar Konser Amal Untuk  Korban Bencana   Konser amal bertajuk “Ngamen Peduli Bencana” kembali digelar. Bertempat dikomplek Pasar Bintoro Demak. Mereka mengambil tempat dipelataran Pasar Demak yang berdekatan dengan Jalur Pantura Demak. Banyak pengguna jalan dari arah Kudus ataupun Semarang yang melambatkan laju kendaraannya untuk menyumbangkan dana peduli bencana.

   Bertempat di Jalur utama Demak-Kudus ini mengundang banyak animo masyarakat untuk menyumbangkan dana untuk bencana alam yang terjadi di Demak. Uniknya para pengisi acara konser amal tersebut bernyanyi ditepi jalan sebagai wujud belas kasihan kepada pengguna jalan.Pak Beny selaku ketua panitia aksi sosial itu mengatakan, “Dilandasi rasa solidaritas untuk korban bencanalah yang menariknya untuk menggelar aksi itu” pungkasnya. Beberapa penyanyi dangdut yang dimiliki dan grup breakdancer asal SMK Negeri 1 Demak turut menyemarakkan acara amal tersebut.

 
  Acara konser amal yang dihelat pada Hari Minggu (16/02) yang dimulai pukul 08.00 dan diakhiri pukul 16.30 ini terkumpul uang tunai sekitar Rp. 7 juta yang diserahkan kepada PMI cabang Demak untuk disalurkan kepada korban bencana alam. Karenanya Komunitas Seniman Dangdut Demak ini mempercayakan PMI selaku pihak yang berwenang untuk menyalurkan dana dari aksi sosial tersebut.