Seminar Nasional menjadi agenda di hari kedua acara SUMMIT 2018 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara tersebut diisi oleh dua pembicara inspiratif, Hebbie Agus kurnia, owner @luarsekolah dan @alphacreative.id serta Helmi Azhar Fachry, CEO YMI Group. Seminar yang diikuti 300 mahasiswa ini mengambil tema yang sama dengan SUMMIT yaitu “Mempersiapkan Menghadapi VUCA”.
“Dalam era teknologi ini kalian harus pilih, mau jadi ombak, lumba-lumba, atau batu. Ombak yang bisa menyapu habis kemajuan yang ada, lumba-lumba yang gerak kalo ombak gerak, atau jadi batu yang cuma diem.” Kata Hebbie (24/03/2018). Hebbie juga menuturkan bahwa kunci untuk memenangkan era VUCA iniadalah “Better dan Faster”.
“Tetapkan visi secara SMART (Spesific, Measurable, Acivable, Realistis, Tempered) untuk menemukan bisnis yang ingin kalian kembangkan”, ujar Helmi. Menetapkan visi perlu dicatat, serta direalisasikan agar kita dapat benar-benar mengetahui keunggulan kita. Berbisnis dengan hal yang disukai akan lebih bertahan lama dan memberikan umpan balik yang multi manfaat bagi kita.
Acara tahunan SUMMIT ini akan ditutup besok (25/03/2018) dengan agenda field trip di Kampung Batik yang akan diikuti oleh peserta dari 20 Universitas di Jawa Tengah.

Penulis : Mila Elmeida

Bantu Sesama Dengan Sekantong Darah

Rabu (14/03/18) dalam rangka untuk meningkatkan keperdulian dengan sesama, Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan donor darah bagi para Mahasiswa dan Dosen Udinus, dengan mengajak serta lembaga Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Gedung H lantai 1 dan Pelataran parkir gedung D.

Kegiatan donor darah ini merupakan program kerja yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun, dengan rentang waktu 45 hari. Pada bulan Maret ini merupakan periode terakhir untuk kepengurusan UKM KSR melaksanakan donor darah, setelah sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan September dan Desember 2017 lalu.

Rafika Faza Amalia selaku ketua umum UKM periode 2016 2017 ini mengatakan bahwa , “Donor darah ini merupakan bentuk kepudulian pada masyarakat yang membutuhkan darah yang banyak, terutama untuk penderita Thalesemia” ujarnya (14/03/18)

Kemudian untuk promosi kegiatan donor darah ini sendiri, Rafika dan kawan – kawan mempromosikannya di sosial media, share di grup kelas anggota, hingga keliling sendiri membagikan informasi donor darah. Pihaknya juga berharap agar UKM ini dapat melaksanakan kegiatan donor darah di Sekolah Menengah Atas di Semarang serta bisa membuka tenda nya di Car Free Day.

Arie Johan Wicaksono selaku admin Palang Merah Indonesia (PMI) berharap agar kegiatan ini rutin dilakukan, karena disamping kegiatan ini dapat membantu sesama, kegiatan ini juga dapat menyehatkan badan, karena dalam tubuh kita akan terjadi regerasi darah, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

 

Penulis : Hanifatul Hashinah

Racana adalah wadah organisai golongan penegak atau usia pramuka penegak yang berada di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Racana Radinus merupakan suatu organisasi kepramukaan yang berdiri dibawah naungan Universitas Dian Nuswantoro. Pada tanggal 27 Februari 2018, Racana Radinus menjadi tuan rumah dalam acara LPJ yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi atau Forkom Racana se-Kota Semarang. Forkom merupakan forum komunikasi  dari Racana se-Kota Semarang. Dalam acara ini, dihadiri oleh 11 racana dari perguruan tinggi se-Kota Semarang . Acara ini berlangsung di gedung G lantai 1 UDINUS dan dimulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Acara LPJ yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam ini lebih ditekankan untuk forum diskusi diantaranya adalah pemilihan pengurus baru, musyawarah pramuka di perguruan tinggi dan ajang evaluasi Racana se-Kota Semarang apabila dalam berorganisasi pramuka terdapat masalah. Dalam pertemuan ini, difokuskan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan DKC (Dewan Kerja Cabang) yang berwenang mengkoordinasi pramuka di  daerah Semarang. “Sebelum diadakannya kegiatan LPJ ini, Forkom juga mengajak sesama penegak atau racana se-Kota Semarang untuk saling bertemu baik keperluan rapat kerja, gathering, buka bersama, lomba kekeluargaan persahabatan racana se-Kota Semarang” kata Hasan Teguh selaku ketua koordinator racana se-Kota Semarang.

Hasan juga menuturkan bahwa harapan diselenggarakanya acara ini tidak sekedar menyampaikan laporan pertanggung jawaban, namun acara ini diharapkan supaya nanti bisa dijadikan evaluasi kepengurusan yang lalu untuk dijadikan pelajaran bagi kepengurusan yang baru dan semoga pracana atau pramuka seperguruan tinggi se-Kota Semarang semakain solid, bersama dan tidak ada miss komunikasi ataupun kejadian yang tidak diinginkan.

 

Penulis : Ratna Rifatul Ulya

Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

 

 

 

 

Pekalongan – Minggu 8 Februari 2015, hari trakhir acara DINACOM Explore yang diselenggarakan oleh UKM DNCC (Dian Nuswantoro Computer Club) setelah sukses melaksanakan acara tersebut di 3 kota, yaitu Semarang, Pati dan Salatiga. Kali ini SMK N 2 Pekalongan menjadi tuan rumah untuk regional Pekalongan.

Antusias para peserta sangat terlihat, seperti peserta dari SMK Bhakti Praja Talang Tegal, persiapan yang dilakukan sudah dilakukan jauh hari sebelum acara dilaksanakan. Seperti pernyataan Abdillah siswa SMK Bhakti Praja Talang Tegal yang mnjadi salah satu peserta DINACOM Explore, mereka melakukan persiapan 2 minggu sebelum acara dilaksanakan, dan mereka juga berangkat pukul 6 pagi. Mereka merasa senang dan  juga sangat berterimakasih untuk ilmu yang mereka dapat di acara DINACOM Explore tersebut.

Para peserta juga mengharapkan acara tersebut tetap diadakan setiap tahunnya. Keinginan peserta juga sesuai dengan harapan ketua panitia dari acara DINACOM Explore 2015, seperti yang dinyatakan oleh Fauzi Arianto sebagai ketua panitia yang berharap acara DINACOM Explore dapat terus berjalan setiap tahun, dapat menambah materi dan juga dapat menambah regional agar dapat membagi ilmu dengan siswa SMA/SMK sebanyak mungkin.

Berbagi Ilmu Dengan CANOPY Magz

LPM Wartadinus mendapatkan undangan untuk memberikan pelatihan atau workshop di SMA Negeri 12 Semarang pada hari Jumat, 03 Maret 2017. Dalam kunjungannya kali ini Wartadinus mengirim beberapa delegasinya untuk mengisi dan memberikan ilmu mengenai dasar dasar jurnalistik kepada pers siswa yang ada di SMA Negeri 12 Semarang dengan nama CANOPY.

pemateri 1 menjelaskan tentang jurnalis
pemateri 1 menjelaskan tentang jurnalis

Pers siswa ini merupakan salah satu ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 12 dalam bidang jurnalis. Pers siswa ini juga sudah memiliki hasil cetak berupa majalah yang diberi nama “CANOPY Magz”. Salah satu pendiri dari majalah CANOPY Magz adalah Mas Teguh yang juga menjadi pembina dan bagian dari Jago Creative yaitu sebuah Event Organizer. Didalam CANOPY ini di bagi menjadi 2 peminatan yaitu jurnalis dan fotografer.

Mas teguh mengatakan tujuannya mendirikan majalah sekolah ini yaitu karena beliau seneng membuat majalah dan juga merupakan produk dari Jago Creative untuk membuat SCHOOL MAGZ di sekolah sekolah, dan terhitung hingga tahun ini sudah ada sekitar 7 sampai 8 sekolah tingkat SMA dan SMK berhasil didirikan majalah sekolah dari hasil produk Jago Creative untuk membuat SCHOOL MAGZ . Mas Teguh selaku pembina juga menambahkan “setiap seminggu sekali secara rutin pada hari Rabu CANOPY mengadakan pertemuan untuk melakukan pengumpulan berita dan membahas tema majalah untuk edisi berikutnya”.

Mas Teguh mengundangkan Wartadinus untuk memberikan pelatihan jurnalistik ini karena melihat dari event Dinusfest bulan Januari lalu dan merasa cocok dengan Wartadinus untuk memberikan pengarahan di CANOPY SMA Negeri 12 Semarang. Beliau juga mengatakan “kita juga telah melakukan kunjungan dan mengundang beberapa LPM untuk memberikan pelatihan semacam ini, namun dari pihak kita merasa kurang cocok”.

pemateri 2 tentang penulisan berita dan artikel
pemateri 2 tentang penulisan berita dan artikel

Di dalam kunjungan kali ini Wartadinus memberikan materi berupa dasar dasar dari jurnalistik mulai dari cara menentukan tema, cara menulis berita, hingga macam macam bentuk berita atau artikel. Selain itu juga memberikan materi tentang fotografi agar mendapat hasil yang bagus tanpa menggunakan peralatan yang mahal. Dan di akhir sesi Wartadinus memberikan tantangan kepada seluruh anggota CANOPY untuk membuat sebuah artikel dengan tema bebas yang ada di sekolah mereka. Tantangan ini bertujuan agar siswa atau anggota CANOPY bisa mempraktikan apa yang telah di berikan oleh kakak kakak dari Wartadinus.

pemateri 3 tentang fotografi
pemateri 3 tentang fotografi

Rahmat salah satu anggota CANOPY mengatakan “saya sangat senang dan mendapat lebih banyak ilmu tentang fotografi jurnalistik, dan saya berkeinginan untuk lebih mendalami lagi”. Selain itu Mas Teguh juga memberikan harapannya untuk CANOPY setelah mendapat ilmu dari Wartadinus, “harapannya agar materi isi dari CANOPY Magz lebih bagus lagi, dan mengembangkan lagi kemampuan dibidang jurnalis”.

kebersamaan usai acara berakhir
Wartadinus x CANOPY kebersamaan usai acara berakhir

 

Oleh       : Rifqi Hidayat

Reporter : Dini Cantik N S

Logo Canopy.
Logo Canopy.

Workshop

Jumat (3/3/2017) siang yang panas, pukul 14:00 WIB dua belas anggota Wartadinus, setelah kurang lebih satu jam perjalanan, telah sampai di SMAN 12 Semarang. Di sekolah yang terletak di Gunung Pati ini, tiga dari dua belas anggota Wartadinus akan mengisi workshop mengenai dunia kejurnalistikan kepada siswa-siswi anggota ekstrakulikuler jurnalis Smandalas—sebutan lain SMAN 12 Semarang. Ekstrakulikuler jurnalis di Smandalas dinamai Canopy. Canopy merupakan wadah bagi  anggotanya untuk dapat mengerti lebih dalam mengenai dunia kejurnalistikan, sebagai wadah ekspresi, inspirasi, edukasi sekaligus berdemokrasi di lingkungan sekolah. Canopy terdiri dari beragam divisi, yaitu Reporter, Fotografi, dan Modelling. Pembina Canopy, Muhammad Teguh mengatakan bahwa Canopy megadakan pertemuan setiap hari Rabu seminggu sekali. Dalam pertemuan itu, mereka melakukan kegiatan kejurnalistikan seperti membuat berita dan persiapan terbit edisi majalah sekolah, Canopy Magazine. Ditahun ini, majalah tersebut telah mencapai edisi ke delapan. Majalah tersebut ditulis sendiri oleh anggota Canopy dengan dampingan pembina dan tim. Mengingat anggota Canopy merupakan siswa-siswi yang masih belajar dan harus mendapat dukungan, maka pembina dan tim mengundang Wartadinus untuk membagikan pengetahuannya dibidang Jurnalis kepada anggota Canopy agar kemampuan jurnalis mereka semakin terasah. Ketika pewawancara bertanya alasan mengapa mengundang Wartadinus, Teguh, sapaan Muhammad Teguh mengatakan “Karena kita juga kan sudah mengundang Upgris, IAIN Walisongo, Unnes, tapi chemistry-nya nggak dapet. Waktu kemarin ada lomba DinusFest baru ketemu (Wartadinus) kan, ngobrol-ngobrol, jadi (acara workshop terealisasi) begini.”

Materi Workshop

Materi workshop disampaikan oleh Dharma Putra Pratama, Titah Banu Arum Mumpuni dan Gita Ayu Wulandari, masing-masing menyampaikan materi yang berbeda.

Dharma Putra Pratma sewaktu presentasi tentang materi fotografi.
Dharma Putra Pratma sewaktu presentasi tentang materi fotografi.

Dharma, sapaan akrab Dharma Putra Pratama menyampaikan materi fotografi. Materi fotografi yang dipresentasikan yaitu fotografi makanan atau Foodgrafer, Fotografi Fashion, dan fotografi umum. Namun materi lebih meruncing pada Foodgrafer dan Fotografi Fashion. Dalam materinya, terdapat kiat-kiat untuk dapat memfoto objek makanan dengan benar dan editing yang tepat sehingga foto makanan terlihat menggiurkan dan kiat-kiat untuk dapat memfoto objek pakaian (fashion) agar terlihat elegan. Dharma telah menggeluti dunia fotografi, khususnya Foodgrafer dan Fotografi Fashion semenjak dua tahun yang lalu. Tak sia-sia Ia menggeluti dunia fotografi, pasalnya objek yang Ia foto dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Ketika presentasi, Ia membagikan pengalamannya yang dapat menggugah minat orang untuk juga terjun didunia fotografi, “satu foto (dari produk perusahaan) minimal dihargai Rp. 150.000. Lumayan dapat menambah uang jajan dan uang kuliah.” katanya. Penyampaian materi fotografi ditangkap baik oleh salah satu peserta workshop, Rizky Nugraha. Di Canopy, Rizky Nugraha berada di divisi Fotrografi. Katanya, Ia sangat terbantu memperoleh pengetahuan tentang fotografi dan sedikit malu Ia mengakui bahwa “Jujur, belum pernah tahu kalau fotografi itu serumit itu.”

Gita Ayu Wulandari sewaktu menyampaikan materi tentang Penulisan Berita dan Teknik Wawancara.
Gita Ayu Wulandari sewaktu menyampaikan materi tentang Penulisan Berita dan Teknik Wawancara.

Jika Dharma menyampaikan materi tentang fotografi, lain halnya dengan Gita Ayu Wulandari. Gita, sapaanya, menyampaikan materi tentang dasar-dasar penulisan berita dan teknik wawanara yang benar. Dalam materinya, Ia menyampaikan kiat-kiat untuk dapat menulis berita yang baik dan benar sesuai 5W+1H. Bagaimana cara menulis berita, bagaimana menggunakan kalimat efektif dalam penulisan berita, bagaimana berita itu dapat mempunyai nilai tambah dimata pembacanya dan bagaimana mengorek informasi dari narasumber dengan baik dan benar dalam wawancara, diterangkan dengan jelas oleh pemimpin redaksi wartadinus itu.

Titah Banu Arum Mumpuni sewaktu menyampaikan materi tentang menulis via jejaring internet Blog dan Tumblr.
Titah Banu Arum Mumpuni sewaktu menyampaikan materi tentang menulis via jejaring internet, Blog dan Tumblr.

Sementara itu, Titah Banu Arum Mumpuni meyampaikan materi mengenai tulis menulis via jejaring internet, blog dan Tumblr. Dalam materinya kita diberi kiat-kiat untuk dapat menulis di blog dan Tumblr dengan baik dan cara memilih kata  (diksi) agar tulisan mampu menggungah pembaca. Titah sapaanya, dalam menyampaikan materi sangat luwes dan berpembawaan ceria. Ia menerangkan dengan jelas dan mudah dipahami.

Penghujung Acara

Dipenghujung acara, siswa-siswi peserta workshop ditugaskan untuk menulis dan memfoto dari hasil pengetahuannya tadi selama workshop. Masing-masing dibagi empat kelompok didampingi oleh anggota wartadinus yang lain. Setelah tugas selesai, tugas tersebut dibacakan oleh tiga pengisi workshop tadi untuk dikoreksi. Kesimpulan dari tugas itu, kemampuan tulis menulis siswa-siswi sedikit masih harus dibenahi dan terus belajar agar kemampuan tulis memulis semakin terasah dan untuk kemampuan fotografi peserta workshop umumnya sangat membanggakan.

Workshop kali ini, kata Rizky Nugraha, “Begitu menyenangkan sekaligus menambah pengalaman tentang jurnalis, cara membuat blog dan fotografi.”

Setelah diadakannya workshop ini, Teguh berharap agar siswa-siswi peserta workshop lebih bersemangat untuk terjun dibidang jurnalistik.

Momen ini kami abadikan seusai workshop.
Momen ini kami abadikan seusai workshop.

 

 

Pewawancara: Dini Cantik Ningtias Santoso, Rifqi Hidayat, dan Muhammad Abdul Malik

Penulis: Muhammad Abdul Malik

 

 

 

Foto Panggung Itu (Enggak) Asik

Foto panggung merupakan seni memotret moment indah yang terjadi diatas panggung. Yose Riandi atau sering di sapa Bang Yose membagi ilmunya tentang foto panggung dalam Shoot The Breeze dengan tema Foto Panggung Itu (Enggak) Asik pada hari minggu 23/10. Shoot The Breeze adalah sesi santai sore dimana kita dapat saling bertukar ide, gagasan dan tanya jawab yang rutin diselenggerakan di Impala Space. Impala space merupakan suatu ruang kerja atau tempat berkumpul anak muda penggerak industri kreatif yang bertempat di cafe Spiegel Kota Lama Semarang.

Tengok Ruang Lampau Pertempuran 5 Hari di Semarang

Jum’at 14 Oktober 2016 meskipun di tengah gerimis yang sangat aduhai Kota Semarang tetap menjalankan peringatan ‘’pertempuran 5 hari di Semarang” yang ke 71. Suasana di sekitar sektor Tugu Muda pun berbeda dari biasanya sangat padat dan ramai. Semua warga dari usia muda sampai lanjut usia sangat antusias meyaksikan ‘’peringatan pertempuran 5 hari di semarang’’.
Peringatan Pertempuran Lima Hari Dinikmati Mahasiswi UTeM

Peringatan pertempuran lima hari di Semarang telah selesai diselenggarakan pada (14/10) di area Tugu Muda. Acara yang dihadiri oleh Iwan fals dan juga Bapak Ganjar pranomo sebagai pemimpin upacara ini berjalan dengan lancar dan sangat meriah. Terlihat dari antusias para pengunjung yang tidak hanya warga Semarang untuk datang dan menyaksikan acara ini meskipun ditengah hujan.
Bersama Dewan Pers, Televisi Lokal Bahas Siaran Berkualitas

Mendekati penghujung bulan agustus 2016, Hotel Aston Semarang menjadi tuan rumah pelaksanaan workshop “Jurnalistik berkualitas di Televisi Lokal” bersama Dewan Pers. Di mulai pukul 09.00 WIB, acara ini dihadiri oleh 40 peserta dari berbagai televisi swasta daerah di Jawa Tengah salah satunya Televisi Kampus Udinus (TVKU). Mendapatkan kesempatan yang berharga ini tentu para peserta mendapatkan berbagai materi yang apik dan dapat diaplikasikan ke institusi masing-masing.