Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro memeriahkan hari terakhir Dinus Inside tepatnya hari Rabu, 5 September 2018.

Fakultas ini menyelenggarakan Lomba Denok Kenang antar mahasiswa baru yang diikuti sebanyak 5 pasang peserta.Tujuan diadakanya acara ini untuk menyaring mahasiswa berprestasi dan berbudi pekerti yang baik sebagai public figure dari Fakultas Ekonomi Bisnis yang mampu bersaing dengan mahasiswa lain.  Untuk menjadi Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis ,peserta telah melalui berbagai tahap penyeleksian yang dimulai sejak hari pertama Dinus Inside dan diseleksi langsung oleh para dosen.Kriteria penilaian meliputi public speaking, penampilan serta bakat.

Peserta Denok Kenang ini selain cantik dan tampan, juga memiliki bakat dan prestasi yang membanggakan.Bahkan salah satu diantaranya menjadi juara 3 Korea Open Taekwondo.Rangkaian acara lomba ini diawali dengan catwalk. Dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar ekonomi bisnis kepada seluruh mahasiswa baru serta  sesi tanya jawab antar peserta Denok Kenang dan mahasiswa baru .

Nantinya akan ada 2 kategori juara yang meliputi juara umum berdasar penilaian juri dan juara favorit berdasar voting seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Bisnis.

“Saya berharap mahasiswa FEB dapat termotivasi oleh peserta yang terpilih menjadi Denok Kenang agar tidak hanya memperhatikan penampilan saja namun juga memperbaiki skill maupun public speaking.”Tutur Yuli Fardani Faisal selaku sie acara.

“Seneng, gak nyangka, kaget, karena persiapan mepet hanya 2 hari. Harapannya semoga kita bias menjadi contoh yang baik dan tentunya dapat membanggakan udinus.”tutur Kukuh Wijayanto sebagai juara umum Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis 2018.

Penulis : Ratna Ulya
Editor : Mila Elmeida
Fotografer : Dessyta Melinia Eriza


Rabu, 5 September 2018 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro melaksanakan senam pagi masal dan flashmob bersama, bertempat di lapangan parkir mobil gedung H dan G. Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Sehingga nantinnya juga bisa mengenal kawan dari lintas jurusan.

Tak hanya melakukan flashmob bersama, acara ini juga diisi dengan pentas seni yang ditampilkan oleh masing masing perwakilan jurusan, seperti jurusan Ilmu Komunikasi yang mementaskan tari tradisional asal Sumatra, dance oleh Sistem Informatika, Chilliders oleh Teknik Informatika, drama musikal oleh vokasi dan penampilan sulap yang disiapkan oleh pihak panitia.
Acara hari ketiga ini disambut antusias oleh para mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komputer, setelah dua hari mereka lelah untuk mempersiapkan perbekalan, mendapatkan kuliah umum, serta pembelajaran di kelas, pada hari ketiga ini mereka lebih banyak kegiatan diluar ruangan. “Saya senang mengikuti acara dinus inside ini, karena acaranya asik dan keren. Pembicaranya juga bagus bagus, seperti kemarin hari pertama mengundang Gibran Rakabuming Raka pemilik madhang dan juga founder grab Bapak Ridzky krimadibrata”, tutur Muhammad Ilham selaku mahasiswa Udinus Fakultas Ilmu Komputer.

Puncak dari acara senam ini adalah penghamburan colour powder diringi dengan musik, semua mahasiswa terlihat menikmati acara ini. Karena, acara ini memang berbeda dari acara dinus inside tahun sebelumnya, dimana pensi dan flashmob dilakukan pada hari pertama masa orientasi mahasiswa.

Reporter : HanifatulHashinah Hanan
Editor : Haris Rizky A

Selasa (04/09) Konservasi Udinus Peduli merupakan satu dari serangkaian kegiatan Dinus Inside yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Udinus.
Kegiatan penanaman mangrove yang diikuti oleh delegasi dari masing-masing Unit Kegiartan Mahasiswa (UKM), mahasiswa baru delegasi dari fakultas, beberapa dosen dan mahasiswa exchange ini bertujuan untuk dapat membantu masyarakat sekitar kelurahan Mangunharjo dalam mencegah abrasi.
Rombongan Konservasi Dinus Peduli meninggalkan area kampus pada pukul 07.00 WIB untuk menuju lokasi penanaman mangrove. Membutuhkan waktu 20 menit dari kelurahan Mangunharjo untuk menuju lokasi penanaman pohon mangrove.


Penanaman mangrove di mulai dengan pembukaan oleh Jaka Prasetya, M.Kes, selaku dosen Udinus dilanjut dengan bimbingan dari Sururi selaku tokoh pelestari lingkungan dan dibantu oleh rekan-rekan beliau. Berdasarkan keterangan Sururi, telah ada 4 petak area penanaman mangrove dan telah tertanam 4000 pohon mangrove dari Udinus. Sebelumnya wilayah tersebut merupakan sungai lepas, mangrove di sini ditanam sejak tahun 1996. Hutan mangrove yang dikelola Sururi tidak hanya dimanfaatkan sebagai pencegahan rob, namun ia juga mengoptimalkan pemanfaatan hutan mangrove tersebut dengan membuat produk-produk seperti batik mangrove, dodol, dll.
Sesampainya peserta di sana, Sururi mengajarkan bagaimana cara menanam mangrove. Sururi juga menegaskan jika setelah 3 bulan mangrove yg telah ditanam harus di lihat kembali untuk mengganti bibit yg tidak bisa tumbuh. “ kami hanya menyediakan 100 mangrove untuk menyulam. Menyulam itu maksudnya adalah guna mengganti bibit yang telah mati, karena faktor iklim cuaca yang tidak bisa kami kendalikan.” pungkasnya.
Seluruh peserta mengikuti seluruh susunan acara dengan antusias. “Senang ya, bisa berbagi untuk membantu mengurangi bencana juga” tutur salah satu peserta Konservasi Udinus Peduli.

Reporter : Aniqotun Nadhifah

Editor : Khilma Kumala

Fotografer : Haris Rizky

Tim II KKN UNDIP Desa Kajar lakukan pelatihan pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga pada warga sekitar. Takakura menjadi metode yang digunakan dalam pelatihan tersebut, metode pengolahan sampah organik yang dipelopori oleh Koji Takakura.
Pada bulan Juli-Agustus 2018, Tim II KKN UNDIP diterjunkan ke berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. KKN dilakukan untuk melatih mahasiswa UNDIP menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan dan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa UNDIP pada masyarakat. Dalam KKN tersebut, mahasiswa UNDIP diwajibkan membuat berbagai program untuk membantu desa. Salah satu program multidisiplin yang juga merupakan program unggulan dari Tim II KKN UNDIP Desa Kajar adalah program berjudul “Kabar Panik – Kajar Berkreasi dengan Sampah Organik”. Program tersebut berupa program pelatihan pembuatan pupuk dari sampah rumah tangga. Pemilihan program multidisiplin tersebut didasari oleh permasalahan sampah rumah tangga yang belum bisa ditangani oleh warga Desa Kajar. Maka dari itu, Tim II KKN Undip Desa Kajar mencoba untuk memberikan solusi bagi warga Desa Kajar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melatih warga membuat pupuk dengan metode Takakura.

Takakura merupakan metode pengolahan sampah organik yang dipelopori oleh Koji Takakura, peneliti asal Jepang yang banyak melakukan pelatihan di surabaya. Sejak 2004, metode tersebut mulai dikenal oleh masyarakat luas. Metode Takakura mengandalkan fermentasi untuk mengurai. Sampah yang dihasilkan dari metode ini tidak mengeluarkan bau tengik karena penguraiannya menggunakan mikroba. Metode Takakura mudah diterapkan dan bahan yang dibutuhkan juga mudah diperoleh. Pertama, keranjang atau wadah yang berlubang atau memiliki pori-pori. Keranjang yang berlubang ini berguna untuk menjaga sirkulasi udara pada kompos. Kedua, bantalan dari jaring plastik atau kain yang diisi sabut kelapa, sekam, atau kain perca. Ketiga, kardus pelapis untuk mengatur kelembapan kompos dan menjaga agar kompos tidak keluar dari keranjang. Keempat, pengaduk, yang bisa dibuat dari pipa, kayu, atau besi. Terakhir, biang kompos yang berupa kompos setengah jadi yang mengandung mikroba.
Metode Takakura dimulai dengan memasukkan biang kompos ke keranjang dengan tinggi 5 cm diatas permukaan bantalan alas. Selanjutnya, masukkan bahan-bahan kompos diatasnya. Bahan kompos ini terdiri dari sampah yang mengandung karbon (sampah coklat) sebagai sumber energi, misalnya daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, sekam padi, kertas, kulit jagung kering, jerami dan tangkai sayur serta sampah yang mengandung mikroba dan nitrogen (sampah hijau), misalnya sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, sampah dapur, bubuk teh atau kopi, kulit telur, pupuk kandang dan kulit buah. Proses pematangan akan berlangsung selama 7-10 hari. Sebelum sampah baru dimasukkan, kompos yang lama diaduk terlebih dahulu untuk menjaga oksigen di bagian bawah. Setelah melewati proses tersebut, kompos harus diayak menggunakan ayakan kawat berukuran 0,5 cm. Kompos halus dapat digunakan sebagai pupuk, sedangkan kompos kasar dikembalikan ke dalam keranjang untuk digunakan sebagai biang kompos.

Pelatihan pembuatan pupuk dengan metode Takakura yang dilaksakan pada tanggal 28 Juli 2018 dan bertempat di Balai Desa Kajar. Acara tersebut disambut dengan hangat oleh para peserta, yaitu Ibu-ibu PKK Desa Kajar. Hal ini terlihat dari antusiasme warga dalam bertanya dan melihat secara langsung proses pembuatannya. Pelatihan pembuatan kompos dengan metode Takakura tersebut mudah untuk dilakukan oleh warga Desa Kajar karena peralatan dan bahan-bahannya sederhana dan mudah didapat. Namun, pada prakteknya diperlukan ketekunan oleh warga untuk terus melanjutkan pengomposan dengan metode ini. Melalui pelatihan pada warga Desa Kajar mengenai metode Takakura ini, diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan potensi desa, mengurangi sampah dan pencemaran lingkungan.

Editor : Haris Rizky Amanullah

 

Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tobacco Free Community Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro memeriahkannya dengan mengadakan seminar bertajuk ‘Healthy Life Without Smoking’. Seminar ini diadakan bertujuan untuk Advokasi, pengembangan daerah kawasan tanpa rokok (KTR) di Universitas Dian Nuswantoro. Seminar ini diikuti oleh 164 peserta. Dengan menghadirkan Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si.,Ph.D dari Quit Tobacco Indonesia, Nurjanah S.Km. M. Kes dari Tobacco Free Community UDINUS, dan dipandu oleh Adinda Agustin Duta Lingkungan kota Semarang tahun 2018 sebagai moderator. Materi yang disampaikan oleh para pembicara membahas mengenai bagaimana peran perguruan tinggi untuk pengendalian tembakau di Indonesia dan juga upaya apa yang harus dilakukan untuk mencegah anak & remaja dapat terhindar dari perilaku merokok.

“… bagaimana cara mencegah perilaku remaja terhindar dari perilaku merokok” ujar Nurjanah selaku pembicara.

Seminar ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 5 Mei 2018 berlokasi di Auditorium gedung H lantai 7 Universitas Dian Nuswantoro. Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei. Kali ini acara dilaksanakan lebih awal karena tanggal 31 Mei 2018 sudah memasuki bulan puasa. Setiap tahunnya HTTS akan diperingati dengan cara yang berbeda, dan khususnya tahun ini TFC UDINUS meperingatinya dengan mengadakan seminar.

Pada akhir acara ditutup dengan menampilkan kebolehan dari mahasiswa Udinus dalam menyaikan lagu-lagu jawa dan diiringi oleh alat musik gamelan.

 

Reporter : Juliana Heidi & Shaqila Angra P

Fotografer : Alda Melinda

Editor : Titah Banu M

Seminar Nasional menjadi agenda di hari kedua acara SUMMIT 2018 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Dian Nuswantoro. Acara tersebut diisi oleh dua pembicara inspiratif, Hebbie Agus kurnia, owner @luarsekolah dan @alphacreative.id serta Helmi Azhar Fachry, CEO YMI Group. Seminar yang diikuti 300 mahasiswa ini mengambil tema yang sama dengan SUMMIT yaitu “Mempersiapkan Menghadapi VUCA”.
“Dalam era teknologi ini kalian harus pilih, mau jadi ombak, lumba-lumba, atau batu. Ombak yang bisa menyapu habis kemajuan yang ada, lumba-lumba yang gerak kalo ombak gerak, atau jadi batu yang cuma diem.” Kata Hebbie (24/03/2018). Hebbie juga menuturkan bahwa kunci untuk memenangkan era VUCA iniadalah “Better dan Faster”.
“Tetapkan visi secara SMART (Spesific, Measurable, Acivable, Realistis, Tempered) untuk menemukan bisnis yang ingin kalian kembangkan”, ujar Helmi. Menetapkan visi perlu dicatat, serta direalisasikan agar kita dapat benar-benar mengetahui keunggulan kita. Berbisnis dengan hal yang disukai akan lebih bertahan lama dan memberikan umpan balik yang multi manfaat bagi kita.
Acara tahunan SUMMIT ini akan ditutup besok (25/03/2018) dengan agenda field trip di Kampung Batik yang akan diikuti oleh peserta dari 20 Universitas di Jawa Tengah.

Penulis : Mila Elmeida

Bantu Sesama Dengan Sekantong Darah

Rabu (14/03/18) dalam rangka untuk meningkatkan keperdulian dengan sesama, Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan donor darah bagi para Mahasiswa dan Dosen Udinus, dengan mengajak serta lembaga Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Gedung H lantai 1 dan Pelataran parkir gedung D.

Kegiatan donor darah ini merupakan program kerja yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun, dengan rentang waktu 45 hari. Pada bulan Maret ini merupakan periode terakhir untuk kepengurusan UKM KSR melaksanakan donor darah, setelah sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan September dan Desember 2017 lalu.

Rafika Faza Amalia selaku ketua umum UKM periode 2016 2017 ini mengatakan bahwa , “Donor darah ini merupakan bentuk kepudulian pada masyarakat yang membutuhkan darah yang banyak, terutama untuk penderita Thalesemia” ujarnya (14/03/18)

Kemudian untuk promosi kegiatan donor darah ini sendiri, Rafika dan kawan – kawan mempromosikannya di sosial media, share di grup kelas anggota, hingga keliling sendiri membagikan informasi donor darah. Pihaknya juga berharap agar UKM ini dapat melaksanakan kegiatan donor darah di Sekolah Menengah Atas di Semarang serta bisa membuka tenda nya di Car Free Day.

Arie Johan Wicaksono selaku admin Palang Merah Indonesia (PMI) berharap agar kegiatan ini rutin dilakukan, karena disamping kegiatan ini dapat membantu sesama, kegiatan ini juga dapat menyehatkan badan, karena dalam tubuh kita akan terjadi regerasi darah, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

 

Penulis : Hanifatul Hashinah

Racana adalah wadah organisai golongan penegak atau usia pramuka penegak yang berada di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Racana Radinus merupakan suatu organisasi kepramukaan yang berdiri dibawah naungan Universitas Dian Nuswantoro. Pada tanggal 27 Februari 2018, Racana Radinus menjadi tuan rumah dalam acara LPJ yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi atau Forkom Racana se-Kota Semarang. Forkom merupakan forum komunikasi  dari Racana se-Kota Semarang. Dalam acara ini, dihadiri oleh 11 racana dari perguruan tinggi se-Kota Semarang . Acara ini berlangsung di gedung G lantai 1 UDINUS dan dimulai pukul 08.00-15.00 WIB.

Acara LPJ yang berlangsung selama kurang lebih 8 jam ini lebih ditekankan untuk forum diskusi diantaranya adalah pemilihan pengurus baru, musyawarah pramuka di perguruan tinggi dan ajang evaluasi Racana se-Kota Semarang apabila dalam berorganisasi pramuka terdapat masalah. Dalam pertemuan ini, difokuskan untuk berdiskusi dan berkonsultasi dengan DKC (Dewan Kerja Cabang) yang berwenang mengkoordinasi pramuka di  daerah Semarang. “Sebelum diadakannya kegiatan LPJ ini, Forkom juga mengajak sesama penegak atau racana se-Kota Semarang untuk saling bertemu baik keperluan rapat kerja, gathering, buka bersama, lomba kekeluargaan persahabatan racana se-Kota Semarang” kata Hasan Teguh selaku ketua koordinator racana se-Kota Semarang.

Hasan juga menuturkan bahwa harapan diselenggarakanya acara ini tidak sekedar menyampaikan laporan pertanggung jawaban, namun acara ini diharapkan supaya nanti bisa dijadikan evaluasi kepengurusan yang lalu untuk dijadikan pelajaran bagi kepengurusan yang baru dan semoga pracana atau pramuka seperguruan tinggi se-Kota Semarang semakain solid, bersama dan tidak ada miss komunikasi ataupun kejadian yang tidak diinginkan.

 

Penulis : Ratna Rifatul Ulya

Editor : Titah Banu Arum Mumpuni

 

 

 

 

Pekalongan – Minggu 8 Februari 2015, hari trakhir acara DINACOM Explore yang diselenggarakan oleh UKM DNCC (Dian Nuswantoro Computer Club) setelah sukses melaksanakan acara tersebut di 3 kota, yaitu Semarang, Pati dan Salatiga. Kali ini SMK N 2 Pekalongan menjadi tuan rumah untuk regional Pekalongan.

Antusias para peserta sangat terlihat, seperti peserta dari SMK Bhakti Praja Talang Tegal, persiapan yang dilakukan sudah dilakukan jauh hari sebelum acara dilaksanakan. Seperti pernyataan Abdillah siswa SMK Bhakti Praja Talang Tegal yang mnjadi salah satu peserta DINACOM Explore, mereka melakukan persiapan 2 minggu sebelum acara dilaksanakan, dan mereka juga berangkat pukul 6 pagi. Mereka merasa senang dan  juga sangat berterimakasih untuk ilmu yang mereka dapat di acara DINACOM Explore tersebut.

Para peserta juga mengharapkan acara tersebut tetap diadakan setiap tahunnya. Keinginan peserta juga sesuai dengan harapan ketua panitia dari acara DINACOM Explore 2015, seperti yang dinyatakan oleh Fauzi Arianto sebagai ketua panitia yang berharap acara DINACOM Explore dapat terus berjalan setiap tahun, dapat menambah materi dan juga dapat menambah regional agar dapat membagi ilmu dengan siswa SMA/SMK sebanyak mungkin.

Berbagi Ilmu Dengan CANOPY Magz

LPM Wartadinus mendapatkan undangan untuk memberikan pelatihan atau workshop di SMA Negeri 12 Semarang pada hari Jumat, 03 Maret 2017. Dalam kunjungannya kali ini Wartadinus mengirim beberapa delegasinya untuk mengisi dan memberikan ilmu mengenai dasar dasar jurnalistik kepada pers siswa yang ada di SMA Negeri 12 Semarang dengan nama CANOPY.

pemateri 1 menjelaskan tentang jurnalis
pemateri 1 menjelaskan tentang jurnalis

Pers siswa ini merupakan salah satu ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 12 dalam bidang jurnalis. Pers siswa ini juga sudah memiliki hasil cetak berupa majalah yang diberi nama “CANOPY Magz”. Salah satu pendiri dari majalah CANOPY Magz adalah Mas Teguh yang juga menjadi pembina dan bagian dari Jago Creative yaitu sebuah Event Organizer. Didalam CANOPY ini di bagi menjadi 2 peminatan yaitu jurnalis dan fotografer.

Mas teguh mengatakan tujuannya mendirikan majalah sekolah ini yaitu karena beliau seneng membuat majalah dan juga merupakan produk dari Jago Creative untuk membuat SCHOOL MAGZ di sekolah sekolah, dan terhitung hingga tahun ini sudah ada sekitar 7 sampai 8 sekolah tingkat SMA dan SMK berhasil didirikan majalah sekolah dari hasil produk Jago Creative untuk membuat SCHOOL MAGZ . Mas Teguh selaku pembina juga menambahkan “setiap seminggu sekali secara rutin pada hari Rabu CANOPY mengadakan pertemuan untuk melakukan pengumpulan berita dan membahas tema majalah untuk edisi berikutnya”.

Mas Teguh mengundangkan Wartadinus untuk memberikan pelatihan jurnalistik ini karena melihat dari event Dinusfest bulan Januari lalu dan merasa cocok dengan Wartadinus untuk memberikan pengarahan di CANOPY SMA Negeri 12 Semarang. Beliau juga mengatakan “kita juga telah melakukan kunjungan dan mengundang beberapa LPM untuk memberikan pelatihan semacam ini, namun dari pihak kita merasa kurang cocok”.

pemateri 2 tentang penulisan berita dan artikel
pemateri 2 tentang penulisan berita dan artikel

Di dalam kunjungan kali ini Wartadinus memberikan materi berupa dasar dasar dari jurnalistik mulai dari cara menentukan tema, cara menulis berita, hingga macam macam bentuk berita atau artikel. Selain itu juga memberikan materi tentang fotografi agar mendapat hasil yang bagus tanpa menggunakan peralatan yang mahal. Dan di akhir sesi Wartadinus memberikan tantangan kepada seluruh anggota CANOPY untuk membuat sebuah artikel dengan tema bebas yang ada di sekolah mereka. Tantangan ini bertujuan agar siswa atau anggota CANOPY bisa mempraktikan apa yang telah di berikan oleh kakak kakak dari Wartadinus.

pemateri 3 tentang fotografi
pemateri 3 tentang fotografi

Rahmat salah satu anggota CANOPY mengatakan “saya sangat senang dan mendapat lebih banyak ilmu tentang fotografi jurnalistik, dan saya berkeinginan untuk lebih mendalami lagi”. Selain itu Mas Teguh juga memberikan harapannya untuk CANOPY setelah mendapat ilmu dari Wartadinus, “harapannya agar materi isi dari CANOPY Magz lebih bagus lagi, dan mengembangkan lagi kemampuan dibidang jurnalis”.

kebersamaan usai acara berakhir
Wartadinus x CANOPY kebersamaan usai acara berakhir

 

Oleh       : Rifqi Hidayat

Reporter : Dini Cantik N S