Jelang Pertandingan, Tim Robot KRI 2019 Lakukan Running Test I di Arena Perlombaan

Seluruh peserta melakukan running test di setiap lapangan demi mempersiapkan robot sebelum pertandingan esok hari. Kegiatan tersebut bertujuan sebagai latihan untuk para tim robot mengetahui arena yang akan di pertandingkan.

Kegiatan Running Test I Kontes Robot Indonesia (KRI) telah diselenggarakan di Hall B Venue The Club Graha Padma, Semarang Barat Jum’at (21/6). Mereka berusaha menampilkan sisi terbaiknya dengan  melakukan tes langsung di lapangan. Robot-robot tersebut disambungkan dengan program yang telah di rancang sedemikian rupa agar bisa berjalan dengan baik. Kontes ini terbagi menjadi 6 divisi lomba yakni KRAI, KRPAI, KRSTI, KRSBI Beroda dan Humanoid, KRTMI yang diikuti oleh 64 universitas se-Indonesia. Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) terdapat beberapa tim yang tiga diantaranya ialah Tim Brahmana (Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta), Tim Garudago (Institut Teknologi Bandung) dan Tim Risma (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) yang menjajal robotnya di arena lomba secara langsung.

Sedangkan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humandoid (KRSBIH) diikuti oleh 12 tim peserta yang lima diantaranya adalah Tim Barelang FC (Politeknik Negeri Batam), G4-Har (Universitas Negeri Malang), Eros (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Alfarobi (Universitas Negeri Gadjah Mada), Ichiro (nstitut Teknologi Sepuluh Nopember). Setiap persiapan running test diawali dengan setting robot yang mana setiap tim men-setting robot mereka untuk latihan. Sesi untuk setiap tim selama 10 menit dengan sistem duel antarrobot.

Salah satu tim peserta running test yang berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Even Clarence (19) mahasiswa jurusan Teknik Mesin mengatakan bahwa timnya melakukan persiapan  pada robot Ichiro kurang lebih setahun, mereka melakukan latihan di kampusnya.

“Saya berada di tim mekanik, kami mempersiapkan berbagai hal yakni menyiapkan beberapa perangkat seperti body robot, motor robot. Sensor dan algoritma di setting oleh tim programming dan elektronik,” jelasnya.

Ia berharap agar KRI pada tahun 2019 dapat berjalan dengan baik dan timnya dapat meraih juara pada ajang tersebut. “Harapannya ikut KRI ini supaya bisa sharing ilmu dengan teman-teman yang lain dan semoga kami bisa juara 1,”  pungkasnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Safira Nur Ujiningtyas

Editor :  Juliana Heidi

Ratusan peserta kontes robot menghadiri acara sambutan yang diberikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), selaku tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Opening ceremony tersebut berlokasi di Gedung Balaikota Semarang pada Kamis (20/6) pukul 20.00 WIB.

Sambutan dibuka oleh Rektor Udinus Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko dan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, kemudian dilanjut dengan hiburan yang diberikan oleh mahasiswa Udinus. Para tamu dan peserta yang datang disuguhkan dengan penampilan dari Paduan Suara Mahasiswa Gita Dian Nuswa (PSM GDN). Lagu pertama yang dinyanyikan yaitu Elders Drinking Song dan dibawakan dengan penuh semangat, yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara di Udinus. Selanjutnya penampilan dari komunitas Dance From Udinus (DFU) yang menampilkan dua tarian modern yang energik dan mencuri perhatian semua peserta opening ceremony tersebut. PSM GDN sekali lagi membuat peserta terpukau dengan penampilan kedua yaitu Yamko Rambe Yamko yang mereka nyanyikan dengan semangat luar biasa. Penampilan terakhir dari UKM Teater Kaplink yang menampilkan kelas bercerita, yaitu sebuah cerita yang disampaikan oleh dua orang dan diiringi oleh musik yang diselaraskan dengan cerita tersebut.

Rektor Udinus Prof. Edi beserta Walikota Semarang yang kerap dipanggil Hendi tidak hanya memberi sambutan hangat tapi juga mereka memberikan semangat  fair-play dan harapan supaya dengan adanya kontes ini bisa membuat Indonesia menjadi maju dan terus menjadi kebanggaan warganya. “Sesuai dengan kebutuhan negara kita yaitu muncul ahli-ahli robot Indonesia yang bisa mengungguli ahli robot di luar negeri, dengan begitu Indonesia maju, Semarang hebat, dan adik-adik semua menjadi orang yang sukses di negeri ini,” tutup Hendi.

Para peserta yang sudah lelah, merasa sedikit terhibur dengan adanya beberapa penampilan dari mahasiswa Udinus. Karena semua peserta yang datang menggunakan pesawat, kereta, maupun bus pasti kelelahan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sebab acara diadakan malam hari, beberapa peserta yang sudah kelelahan kembali ke penginapan lebih awal. Mereka harus beristirahat dan menyiapkan diri untuk acara tiga hari berikutnya.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Aktivis Udinus Jadi LO KRI, Peserta: Sangat Membantu

Kamis, 20 Juni peserta Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 mulai lakukan registrasi dengan didampingi Liaison Officer (LO) mereka. Registrasi dimulai dari pukul 08.00 sampai 14.00 atau sampai semua peserta sudah teregistrasi.

Antusias peserta untuk megikuti kontes robot kali ini sangatlah tinggi. Terlihat dari sebagian peserta yang sudah melakukan registrasi dari jam 8 pagi tadi. Proses registrasi dipandu oleh LO perserta masing-masing, hal tersebut ditujukan supaya antrian di tempat registrasi tidak penuh dan berdesakan. LO peserta merupakan mahasiswa Udinus yang ikut berpartisipasi untuk mensukseskan acara KRI 2019, karena tahun ini Udinus menjadi tuan rumah kontes tersebut. Dengan adanya LO peserta untuk setiap tim sangat membantu proses registrasi menjadi lebih cepat, tidak hanya itu LO peserta akan menemani setiap tim untuk membantu memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan Kontes Robot kali ini.

Kontes robot dengan 6 kategori diikuti oleh 121 tim total dari semua kategori yang dikonteskan. Para peserta juga sangat terbantu dengan adanya LO peserta. Menurut peserta dengan adanya LO peserta tersebut sangat membantu dan mempermudah proses registrasi. “Lebih enak diregistrasikan LO jadi antrinya gak penuh,” ungkap Andre salah satu peserta dari Universitas Politeknik Negeri Batam.

menurut LO peserta cara tersebut juga cara terbaik, selain tidak membuat penuh tempat registrasi. Dengan adanya orang dari panitia dan perwakilan tim akan mempercepat registrasi karena sudah paham apa saja yang dibutuhkan. “Sudah efektif karena satu orang panitia dan perwakilan peserta masuk, dan sudah pasti panitia LO sudah paham semua informasi dari dalam dan peserta paham dengan data yang dibutuhkan. Jadi di dalam ruangan tidak penuh,”  ujar Hanif salah satu LO peserta dari Udinus yang merupakan perwakilan dari Wartadinus.

Setelah peserta teregistrasi, para peserta bisa memulai loading dan memasukan robot dengan perlengkapannya ke dalam pitstop untuk di mempersiapkan robot mereka. Karena hari berikutnya peserta akan nemulai running test untuk setiap kategori lomba.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Kontes Robot Indonesia 2019, Udinus Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menjadi tuan rumah Kontes Robot Indonesia (KRI). 121 tim dari seluruh perguruan tinggi di indonesia turut berpartisipasi dalam serangkaian acara tersebut.

Pembukaan acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Supriyadi Rustad, M.Si dan dihadiri oleh ketua pelaksana ISRC , Dr. M Ary Heryanto, S.T, M.Eng, tim delegasi kemahasiswaan ristek, dan 10 juri KRI.

Pemukulan gong menjadi pertanda bahwa kompetisi tahunan Kontes Robot Indonesia (KRI) resmi dibuka. Acara pembukaan dibarengi dengan seminar Symposium on Robotic System and Control (ISRSC) di Aula Gedung E, Udinus.

Dua pembicara kompeten Ir. Dr Indrawanto (ITB) dan Prof.Dr.Eng.Drs. Benyamin Kusumoputro, turut dihadirkan guna memberikan pengetahuan luas terhadap para peserta yang hadir.

“Ajang ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan kreatifitas, mengangkat derajat robot guna membantu manusia”, ujar bapak Supriyadi Rustad selaku Wakil Rektor. Antusias peserta nampak begitu santai mengikuti jalanya acara, sesi tanya jawab turut dihadirkan guna lebih menggali pengetahuan bagi para peserta.

Salah seorang peserta lomba dari Universitas Gajah Mada ( UGM)  mengaku sudah berpartisipasi dalam  lomba ini untuk ketiga kalinya, dan tahun ini merasa lebih berantusias tinggi untuk bisa mengantongi kemenangan bagi tim mereka. “Kali ini saya dan tim membawa 15 orang, persiapan kami cukup matang dari bulan Oktober lalu, sehingga kami merasa siap untuk berkompetisi”, ujar Harit peserta dari UGM.

Hari ini menjadi pembukaan bagi serangkaian lomba yang akan dipertandingkan. Adapun sederet lomba-lomba meliputi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) Pertanian, serta Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) humanoid. Sederet perlombaan akan berakhir pada Minggu (23/6) mendatang.

Reporter dan Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas Udinus

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Café Ice Cream Gelato Instagramable Hadir di Kawasan Kota Lama Semarang

Sebagian besar kaum millenials pasti suka berfoto dengan latar yang instagenic. Sudah barang tentu, foto-foto itu akan diunggah ke media sosial miliknya agar lebih terlihat menarik. Nah, di Semarang ada tempat baru yang menyediakan spot-spot foto kekinian yakni Ice Cream World.

Ice cream world Semarang adalah salah satu tempat untuk menyantap es krim yang ditambah banyak spot foto menarik didalam café tersebut. Panasnya Kota Semarang sangat cocok bila dinikmati dengan menyantap satu cone ice cream dengan berbagai macam rasa mulai dari chocolate, vanilla, strawberry, hingga rasa yang saat ini sedang gemar dicari oleh kaum milenial seperti taro, matcha, tiramisu, dan yakult.

Bila dilihat dari namanya, mungkin tidak ada yang menyangka kalau café yang berlokasi di Jalan Suari No.8, Purwodinatan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang ini menyediakan spot foto menarik. Ya, selain menjual ice cream gelato, café ini memang menyediakan spot foto menarik bagi mereka yang suka berswafoto.

Untuk bisa berfoto di spot-spot foto yang disediakan, Sahabat Warta hanya perlu merogoh kocek sebesar 35 ribu saja. Sementara itu, satu cone ice cream gelato yang berisi dua scoop es krim khas Italia ini dibanderol dengan harga 25 ribu.

Saat mengunjungi tempat ini, setidaknya ada sepuluh spot foto yang ada di dalam studio. Ada juga lima spot foto sederhana yang tersedia di luar studio sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung yang hanya pengin menikmati gelato tanpa membayar biaya tambahan sebesar 35 ribu tadi.

Bagi Sahabat Warta yang ingin datang untuk menikmati ice cream gelato, atau hanya sekadar mampir untuk berswafoto disana. Café ini dibuka setiap hari mulai pukul 11.30 hingga 20.30, dan khusus pada hari Sabtu dan Minggu, café ini ditutup hingga pukul 21.00 WIB.

Nah bagaimana, apakah Sahabat Warta tertarik untuk datang?

Penulis : Eka Aristiana

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

Buka Bersama Wartadinus Pererat Tali Silaturahmi Antaranggota

Bertempat di sebuah resto yang terletak di Jl. Imam Bonjol, Pers Kampus Wartadinus berjalan bersama menuju tempat buka bersama pada Minggu (19/5), setelah selesai meneruskan pengecatan basecamp yang terletak di Gedung F Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Hampir keseluruhan pengurus dan juga anggota Wartadinus turut hadir dalam acara buka bersama yang diadakan setiap bulan Ramadhan. Sekitar 30 anggota Wartadinus berjalan menyusuri jalanan di sekitar kampus untuk menuju ke tempat berbuka yang jaraknya cukup dekat. Dresscode yang digunakan yaitu pakaian berwarna pink dan hitam. Buka bersama yang dipimpin oleh Ketua Umum Wartadinus, Gusti Bintang K. berlangsung dengan lancar.

Lutfianto Hasbi Haqqi selaku ketua pelaksana kegiatan buka bersama tahun 2019 ini mengaku senang karena acaranya lancar juga bisa lebih mempererat hubungan antar anggota maupun pengurus. “Teman-teman yang jarang hadir dalam kegiatan Wartadinus karena kesibukan kuliahnya, hari ini hadir untuk meluangkan waktunya berbuka puasa bersama. Jika diingat dari tahun ke tahun, tahun ini saya rasa buka bersama teramai hingga 32 orang. Dengan dresscode yang diberikan juga menambah kekompakan para anggota Wartadinus, semoga bisa seperti ini terus ke depannya,” ungkapnya.

Untuk selanjutnya, kegiatan foto bersama usai acara memang sudah menjadi tradisi di setiap acara berkumpul, apalagi buka bersama. Tak hanya ketua pelaksana saja yang merasa senang, salah satu anggota Wartadinus yang jarang berkumpul menjadi senang dengan adanya kegiatan tersebut. Acara ini sekaligus bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota supaya mereka tidak sungkan untuk berkumpul bersama-sama. “Saya senang dengan kegiatan seperti ini, sederhana tetapi punya tujuan yang baik selain untuk berbuka puasa, juga menjalin tali silaturahmi supaya tetap terjaga kekeluargaannya,” imbuh Rendi Andrea Pramana, anggota Wartadinus angkatan tahun 2018.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Haris Rizky Amanullah

Menikmati Kuliner Tradisional di tengah Hutan Karet

Menghabiskan akhir pekan di Kota Semarang tidak lengkap jika belum singgah di tempat yang satu ini. Ada sebuah pasar unik yang dikembangkan masyarakat menjadi salah satu destinasi wisata.

Pasar Karetan, terletak di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal ini menyimpan berbagai cerita unik. Di dalam pasar ini, warga setempat yang berdagang mengenakan pakaian adat untuk menjajakan dagangannya. Dengan kebaya dan jarik yang dililit, warga menjual berbagai aneka makanan, minuman, hingga jajajan ala pedesaan yang khas dan sudah sulit ditemukan di pasar-pasar pada umumnya dengan memberikan harga yang terjangkau sehingga bagi Sobat Warta yang berkunjung dan berminat untuk membeli tidak usah takut untuk merogoh kocek terlalu dalam.

Menggunakan genteng berbentuk lingkaran sebagai uang untuk membayar barang yang dibeli menjadi nilai keunikan lagi. Bagi Sobat Warta tak perlu khawatir untuk mencari genting lingkaran dimana, karena sebelum pintu masuk sudah tersedia tempat untuk menukarkan uang kertas atau uang logam menjadi uang genting lingkaran. Nominalnya pun tidak ditentukan batas minimal dan maksimalnya.

Selain menjajakan berbagai aneka makanan dan minuman, Pasar Karetan ini juga memberikan fasilitas yang sangat diminati banyak pengunjung hingga menjadi alasan yang sering dilontarkan ketika berkunjung disini, yaitu area spot berswafoto. Swafoto akhir-akhir ini sedang marak dilakukan oleh banyak orang. Mulai dari ayunan yang bergantung pada pohon karet, hingga payung-payung yang didesain indah memayungi beberapa area yang panas di pasar tersebut. Tak hanya itu, hiburan musik pun turut disuguhkan disini untuk menghibur para pengunjung. Tidak cukup ikut bernyanyi saja, pengunjung juga dapat menyumbangkan suaranya disini.

‌Bagi Anda yang mengunjungi kawasan ini, baiknya datang lebih esok. Selain dapat menikmati suasana pagi di hutan karet, Anda juga dapat memilih makanan secara lebih leluasa.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Eka Aristiana

Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza