KPUR Udinus Adakan Debat Jelang Pemira 2019

Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) Udinus melaksanakan agenda tahunan sebelum dilaksanakannya Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) yaitu Debat Pemira 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro pada Senin (1/07) pada pukul 09.55 WIB. Diikuti oleh 9 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur fakultas, satu pasangan calon presiden mahasiswa, serta tiga calon ketua umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) Universitas Dian Nuswantoro.

Yoga Wahyu Riyadi, ketua pelaksana dari acara ini mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menerapkan unsur-unsur demokrasi serta agar mahasiswa umum tahu apa saja gagasan yang akan diberikan oleh calon-calon pemimpin.

“Debat ini sangat memicu adrenalin, dari teman-teman berlomba-lomba untuk berargumen entah kedepannya akan dipakai untuk kita atau tidak, tapi saat ini sangat membantu untuk merlatih public speaking.” Ujar Evant Alviando calon ketua DPM-KM no urut 3.

Reta, Tim sukses no urut 2 DPM-KM mengatakan bahwa dengan adanya debat lebih bisa meyakinkan pendukungnya, para calon dapat memaparkan visi misinya dengan lebih jelas. Selain itu, Reta juga menambahkan bahwa dari debat ini dapat dipilih siapa yang terbaik dan diharapkan bisa kerja nyata untuk fakultas dan universitas.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Biro Kemahasiswaan yaitu Valentina Widya serta Etika. “Saya harap apa yang dilakukan disini bisa bermanfaat untuk kedepannya, bahwa kalian sebagai pasangan calon  dari fakultas dan universitas bisa menjadi jembatan antara mahasiswa dan universitas.” Ujar Valentina Widya dalam pidatonya.

“Saya berharap akan tercipanya jiwa keorganisasian dan kepemimpinan pada diri mahasiswa Udinus, karena mahaisiswa cenderung acuh dengan keorganisasian. Jadi harapannya agar bisa menimbulkan rasa keorganisasian pada mahasiswa,” tutup Yoga.

Penulis & Fotografer : Mila Elmeida

Segenap dosen ilmu komunikasi UDINUS adakan media gathering bersama para stakeholder perusahaan media komunikasi dan industri kreatif dalam acara Focus Group Discussion (FGD), pada Rabu (26/6) guna tingkatkan potensi komunikasi berbasis IT dan creativepreneurship. FGD merupakan suatu metode yang dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai kegiatan yang dilakukan suatu organisasi secara mendetail.
Acara berjudul “Stakeholder Forum” yang diselenggarakan di ruang meeting gedung H.1 tersebut dihadiri oleh 9 perusahaan media komunikasi dan industri kreatif antara lain Radio Trax, Metro TV Jateng, TVKU, Tribun Jateng, Socca Digital Agency, Pure Design, Milee Digital Agency, Is Creative, dan Herosoft Media.
Sebagai awalan, setiap perusahaan memperoleh lembar kertas yang berisi beberapa pertanyaan seputar isu dan masalah pada media saat ini, kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi ringan. Sesi berikutnya diisi dengan penyampaian aspirasi dari masing-masing perusahaan terhadap kurikulum pelajaran yang berguna untuk memasuki dunia kerja nantinya supaya lulusan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada khususnya dapat menjadi tenaga ahli yang sesuai dengan ekspektasi.

Dalam diskusi, untuk meningkatkan potensi komunikasi salah satu cara yang digunakan ialah memanfaatkan peluang menggunakan kemudahan teknologi dan peralatan media. Selain itu, terdapat pula personal branding yang akan dikembangkan dengan memperkuat karakter agar lulusan ilmu komunikasi memiliki softskill untuk menghadapi persaingan dengan robot pada era industri 5.O. Pada forum ini segala pembahasan yang dilakukan memiliki tujuan agar UDINUS dapat menyesuaikan seperti apa lulusan yang dibutuhkan oleh para perusahaan terutama di bidang yang digeluti oleh mahasiswa ilmu komunikasi.
“ … bagaimana menciptakan lulusan yang skill nya tidak dimiliki robot, bisa jadi creativepreneur, memiliki empati yang tidak dipunyai robot. Jadi, ke depannya saat kuliah kita lebih banyak ke kreativitas, bagaimana management tim, dan komunikasi termasuk personal branding”, ujar Ibu Astini Kumalasari SE., M.I.Kom selaku notulen acara.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan agar dapat membawa ilmu komunikasi menjadi lebih baik. Forum diskusi diakhiri dengan foto bersama antara dosen ilmu komunikasi dengan para tamu perusahaan dan saling berjabat tangan sebagai tanda terpenuhinya kesepakatan bersama.
“Harapannya kita bisa sinergi, bisa berkolaborasi antara akademisi dengan praktisi. Jadi, kita bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang kita undang, baik penerimaan mahasiswa lulusan ilmu komunikasi untuk bekerja di sana ataupun magang, minimal dari praktisi mau sharing ilmu ke mahasiswa”, terang Ibu Zahrotul Umami M.I.Kom.

Penulis : Shaqila Angra Prameswari

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Haris Rizky Amanullah

POLIJE Rebut Juara Pertama Untuk Divisi Baru KRTMI

Final Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) berhasil rebut juara pertama. POLIJE berhasil kalahkan 24 tim yang bertanding dalam divisi baru Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional dan memenangkan pertandingan dengan poin mutlak yaitu Panen Raya.

Pertandingan dimulai dengan kecepatan penuh dari tim POLIJE dari zona persiapan menuju zona pertama yaitu penanaman bibit badi. Pada zona pertama 3 bibit padi berhasil ditanamkan dalam sekejap oleh POLIJE dan mendapat 30 poin. Kemudian dengan mudah robot dari tim POLIJE berhasil melewati rintangan 3 polisi tidur untuk menuju ke zona berikutnya, zona kedua. Pada zona tersebut robot harus menjatuhkan rumput liar. POLIJE berhasil menjatuhkan 2 rumput liar tanpa menjatuhkan bibit padi yang sudah tertanam. Tantangan terakhir yaitu memanen padi dan mengangkatnya setinggi 20cm. Sekali lagi POLIJE dengan lincah menaiki tanjakan menuju tempat padi yang harus dipanen. Dengan berhasil memanen tanpa menjatuhkan padi yang sudah ditanam tim TANOKER_IR64 berhasil memenangkan pertandingan final dengan poin Panen Raya. Pertandingan final tersebut berlokasi di Gedung Sport Center Graha Padma pada pukul 13.00 WIB pukul Minggu (23/6).

Juara kedua diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA) dan dilanjutkan juara ketiga diraih oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP).

Zainul Mustain sebagai ketua tim TANOKER_IR64 merasa senang dan tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan pada divisi yang masih baru ini. Timnya sudah mendapatkan poin Panen Raya sebanyak 5 kali selama pertandingan KRI Nasional 2019. Strategi dari kemenangan mereka tergantung dari start dan ukuran robot yang sesuai dengan lahan sawah. “Strateginya start awal harus lebih cepat kemudian menanamnya harus pas dan sama ukuran sawahnya, ukuran antarmagnet itu 40cm. Jadi pemenang pertama juga enggak menyangka sih, soalnya kaget juga pertama kali datang belum dikasih tahu kalau harus memotong, jadi kami mempersiapkan dan mendesain kembali untuk alat pemotongnya,” ungkapnya bahagia.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

VI ROSE Dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Gelar Juara Pertama di KRSTI 2019

Tim VI ROSE dari Institut Sepuluh Nopember Surabaya mendapat juara pertama di ajang Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 Tingkat Nasional pada Minggu 23 Juni 2019 di venue Graha Padma Semarang.

Menampilkan kesan apik dari babak penyisihan hingga grand final, tim VI ROSE dari Institut Teknologi SepuluhNopember berhasil mengalahkan 14 tim dari berbagai perguruan tinggi di Inonesia. Di babak empat besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (VI ROSE) mendapatkan skor 83,2 sehingga mengalahkan Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD) dengan skor 72,5 diposisi kedua, Universitas Tadulako (RATARO 04 ) di urutan ketiga dengan skor 71,6 dan di posisi keempat dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA)  dengan skor 65,8.

Nafis Taqiyudidin salah satu peserta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjelaskan banyak persiapan yang telah ia dan tim lakukan untuk mendapatkan juara di tingkat Nasional ini. “Jadi persiapan yang dilakukan mulai dari kontes di regional itu jadi acuan kami apa saja yang kurang, penambahan gerakan dan juga evaluasi terus kami lakukan untuk tampil di ajang nasional kali ini” ujar Nafis Taqiyuddin peserta KRSTI dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain mendapat juara pertama Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga mendapat Best Artistik di divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia. Sehingga di divisi ini Institut Tekonologi Sepuluh Nopember menyabet dua piala sekaligus. Tidak hanya itu tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga mendapat juara di divisi lain di KRI 2019 dan sekaligus menyabet juara umum di Kontes Robot Indonesia 2019.

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional yang dilakukan selama tiga hari mulai dari 20-23 Juni 2019 di Venue Graha Padma Semarang. Yang mempertandingkan 121 tim dari 64 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.

Penulis            : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

Semifinal, POLIJE dan UNY Rebut Perhatian Penonton dengan Persaingan Sengit

Semifinal Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh Tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) dan ABHINAYA dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Semifinal yang berlokasi di Sport Center Graha Padma pada Minggu (23/6/2019) 11.30 WIB.

Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Ujung Pandang hibur penonton dengan pertandingan yang menegangkan. Pasalnya kedua tim pernah mendapatkan panen raya di pertandingan mereka sebelumnya. Pada pertandingan kali ini kedua tim juga berhasil mendapatkan poin maksimal dan berebut panen raya. Kemenangan didapat POLIJE yang sanggup mendapatkan Panen Raya lebih dulu dalam waktu 02.46 menit dan menang secara mutlak. Dengan begitu tim TANOKER_IR64  dari POLIJE sudah mendapatkan poin panen raya untuk ke tiga kalinya.

Sedangkan pertandingan selanjutnya mempertemukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Bhayangkara Surabaya,  UNY menggunakan strategi menjatuhkan rumput liar bersama dengan benih padi yang dilanjutkan memanen padi dan mendapatkan poin maksimal 90 namun tidak dapat Panen Raya. Hasil akhir dari pertandingan tersebut UNY berhasil menang dengan poin 90 : 45. Kedua tim yang lolos akan berhadapan di final untuk merebutkan gelar juara KRTMI pertama di Indonesia.

KRTMI merupakan divisi baru yang di perlombakan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Divisi tersebut memiliki waktu 1 menit untuk persiapan dan 3 menit pertandingan. Poin maksimal yang bisa didapatkan yaitu 90 poin. Namun kemenangan mutlak bisa diperoleh dengan poin Panen Raya di mana peserta dapat memanen padi tanpa menjatuhkan benih padi yang sudah tertanam.

Di dalam venue terdapat 6 divisi lomba yakni KRTMI yang merupakan divisi baru, selain itu ada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut nantinya akan dipertandingkan di Graha Padma Sport Center dan diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

UMM Juara KRPAI 2019 Kalahkan 21 Tim

Universitas Muhammadiyah Malang atas nama tim (DOME) Berhasil keluar menjadi juara pertama pada divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) pada Minggu (23/6) mengalahkan 21 peserta yang bertanding pada divisi ini.

Tim DOME-Universitas Muhammadiyah Malang menang mutlak dengan perolehan skor akhir 3,44 melalui tiga babak penyisihan, yang selanjutnya dari tiga babak dilakukan akumulasi skor hingga menghasilkan skor akhir. Pada babak penyisihan ketiga  area pertandingan dirubah lebih lebar dan banyak ruang kosong  sebagai  rintangan bagi para robot, terdapat tiga ruang kosong tambahan yang turut di hadirkan, rintangan boneka kucing juga masih dipergunakan untuk mengecoh permainan.

Dari pengalaman melewati perlombaan terdapat kurang menenakan bagi salah seorang peserta, yang mana pada babak penyisihan pertama robot mengalami trouble dan tidak bisa beroperasi dan sempat tertinggal skor dengan tim lain, namun pada sisa waktu yang terus berjalan robot dapat beroperasi kembali.

“Saya dan tim nggak nyangka bisa menang jadi juara, karna pas penyisihan pertama, tim saya kena gangguan teknis robot nggak bisa mengenali sensor handphone yang dinyalakan, tapi alhamdulillah diluar dugaan ke babak penyisihan berlanjut tim kami tampil sangat maksimal,” ujar Bahri dari tim pemenang Universitas Muhammadiyah Malang.

Dengan hasil pengumuman final yang berhasil di laksanakan hari ini banyak keunggulan lebih dari divisi KRPAI, dimana memberikan tiga penyisihan secara langsung kepada para peserta lomba, yang mana peserta turut diberi kesempatan guna mempersiapakan kembali robot masing-masing tim tanpa harus melewati babak emilinasi perbabak dan langsung menyisahkan empat juara utama dari hasil akumulasi yang di hadirkan.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Perebutan Gelar Juara Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 Keempat Tim Tampil Maksimal

Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 sudah mencapai puncak dengan tampilan keempat tim yang berhasil masuk Grand Final untuk merebutkan gelar juara di Venue Graha Padma Semarang pada Minggu (23/6/2019). Keempat tim yang berhasil masuk di Grand Final yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (VI-ROSE), Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA), dan Universitas Tadulako (RATARO 04).

Tim yang masuk di Grand Final sekaligus merebutkan gelar juara melakukan dua kali tampilan di arena perlombaan. Mereka bersaing untuk menampilakan performa terbaik mereka untuk merebutkan juara di divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) tahun 2019.

VI ROSE dari Institut Sepuluh Nopember tampil cantik dan maksimal dengan tambahan ornamen lampu pada roknya. Universitas Ahmad Dahlan dengan tim LANANGE JAGAD juga sukses membuat deg-degan para juri dan penonton yang ada dipenampilan pertama, dikarenakan hampir jatuh namun dapat dibendung dengan keseimbangan robot yang sempurna. Namun di penampilan kedua LANANGE JAGAD dari Universitas Ahmad Dahlan tidak maksimal karena ketika lagu berhenti robot tim LANANGE JAGAD tidak berhenti. ERISA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan RATARO 04 juga tampil memukau dihadapan dewan juri.

Untuk hasil juara Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 akan ditentukan dari nilai rata-rata dari penampilan pertama dan kedua. Nilai rata-rata yang tertinggi akan mendapatkan gelar juara pertama KRSTI 2019. Dan pengumuman hasil juara akan diumumkan saat penutupan Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019.

Penulis            : Lily Tania Inezzaputri

Fotografer : Lily Tania Inezzaputri

Editor  : Mila Elmeida

Perempat Final, Rebutkan Tiket Semifinal Kembali Hasilkan Kemenangan Panen Raya

Empat tim berhasil lolos dari babak perempat final dan menuju ke babak semifinal pada ajang Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) setelah berhasil menang dengan keunggulan poin.

Empat tim yang berhasil lolos akan bertanding kembali di babak semifinal yaitu Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP) melawan Politeknik Negeri Jember (TANOKER_IR64) dan pertandingan kedua antara Universitas Bayangkara Surabaya (EURO_01), melawan Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA). Kali ini tim PANGGALUNG MP dari Politeknik Negeri Ujung Pandang berhasil mendapat poin Panen Raya untuk pertama kalinya. Empat tim yang lolos tersebut nantinya akan bertanding di babak semifinal pada pukul 10.00 WIB, Minggu (23/6/2019).

Pertandingan yang diselenggarakan di Sport Center Graha Padma Semarang merupakan perlombaan KRMTI adalah divisi baru yang mengambil tema untuk ketahanan bangsa dan negara. Tema pada KRTMI Nasional 2019 adalah pertanian padi, dengan slogan “Kecukupan Pangan, Ketahanan Negara”. Divisi seperti ini nantinya dapat membantu pertanian di indonesia dengan teknologi robot dan mekanik untuk menghadapi Teknologi 4.0 yang sudah didepan mata.

Di dalam venue terdapat 5 divisi lomba selain KRTMI yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselanggarakan pada 20-23 Juni 2019 dan akan bertanding di Graha Padma Sport Center. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Lenggak-Lenggok Robot Tari Dipercantik dengan Gaun Warna-Warni

Ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional diwarnai dengan aksi lenggak-lenggok robot cantik dalam Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) di Venue Graha Padma Semarang pada Sabtu (22/6/2019).

Tidak hanya menampilkan keluwesan saat menari, robot tari dari ke 14 tim yang mengikuti Kontes Robot Seni Tari Idonesia (KRSTI) juga memperlihatkan busana yang dikenakan oleh robot dari masing-masing tim.

Mulai dari kebaya Jawa, baju adat Sumatera, hingga memodifikasi baju dengan pernak pernik yang berwarna warni, menambah kesan cantik dari robot yang tampil. Dengan balutan busana batik dan beludru ini, terkesan bahwa robot juga ikut melestarikan budaya Indonesia.

Pernak pernik yang dipakai seperti, kipas, selendang, sandal, anting-anting, kalung hingga aksesoris yang ada di kepala seperti mahkota, kerudung, dan bahkan tusuk konde dengan bulu bulu yang semakin cantik saat dipandang. Selain busana yang warna-warni, riasan di wajah juga mempercantik penampilan robot tersebut seperti layaknya penari asli.

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional ini sendiri merupakan ajang kompetisi bangun dan rekayasa dalam bidag robotika. Kontes Nasional ini diikuti oleh 64 Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia yang terbagi menjadi 121 tim. Tim yang lolos di babak penyisihan akan bertanding kembali pada hari Minggu 23 Juni 2019 untuk memperebutkan gelar juara.

Penulis            : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

14 Tim Kontes Robot Seni Tari Indonesia Tampil di Babak Penyisihan Delapan Besar

Ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional devisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) mulai tampil pada Sabtu (22/6/2019) di venue Graha Padma Semarang dengan 14 tim yang tampil pada arena perlombaan.

Universitas yang mengikuti Kontes Robot Seni Tari Indonesia diantaranya Univesitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Brawijaya, Universitas Teknokrat Indonesia, Politeknik Negeri Batam dan beberapa tim yang lainnya berusaha menampilkan robot terbaik mereka untuk berlenggak-lenggok di arena pertandingan.

Dalam penampilan ini, para robot peserta melakukan tiga kali penampilan yang akan dinilai oleh juri. Setiap penampilan akan mendapatkan nilai kemudian akan nilai tersebut akan digabungkan untuk diperoleh rata-rata tertinggi. Tim yang memiliki nilai rata-rata tertinggi di babak penyisihan akan lolos ke babak perdelapan final.  Delapan  tim yang akan masuk ke babak selanjutnya.

Di pertandingan KRSTI ini, dua tim saling beradu di dua sisi yang berbeda di dalam satu lapangan. Dalam prses pertandinganna, robot mengikuti alunan musik tradisional yang telah ditentukan oleh juri. Berbagai macam gerakan ditampilkan oleh robot, mulai dari gerakan pembuka hingga gerakan-gerakan khusus seperti gerak pancungan, ngala, pencil, hingga keselarasan gerak robot dengan irama musik menjadi aspek untuk penilaian dalam KRSTI.

Tim yang masuk delapan besar yakni, Institut Tekonologi Sepuluh Nopember (VI-ROSE), Universitas Negeri Yogyakarta (ROSEMARY), Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD), Universitas Brawijaya (NAWASENA), Politeknik Negeri Batam (BARELANG 7.1), Universitas Mitra Indonesia (RoboGen Dance), Universitas Tadulako (RATARO 04 4), dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA).

Tim yang lolos akan bertanding kembali di hari terakhir ajang KRI 2019 pada Minggu 23 Juni 2019 untuk memperebutkan gelar juara.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida