Ajak Indonesia Hadapi Pemilu 2019, Skinnyindonesian24 Bikin Epic Rap Battle Of Presidency

Video yang diunggah pada Senin, 8 April 2019 pada kanal Youtube Skinnyindonesian24, milik kakak beradik, Andovi da Lopez, dan Jovial da Lopez ini, menyuguhkan battle rap yang berdurasi 5:30 dengan konsep yang luar biasa.

Makna dari lirik yang ada pada video tersebut, seolah menjelaskan bahwa Prabowo dan Jokowi adalah sama-sama calon presiden yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak hanya rap battle antara kakak beradik ini yang memainkan peran sebagai Jokowi dan Prabowo, namun ada pula Trestan Muslim dan Coki Pardede.

Trestan Muslim berperan sebagai Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Sedangkan Coki Pardede berperan sebagai Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

Uniknya, belum 24 jam video ini terunggah di kanal Youtube Skinnyindonesian24, namun sudah ratusan ribu komentar netizen yang membanjiri kolom komentar, tak sedikit pula yang melontarkan pujian terhadap video rap battle tersebut. Imbuhan terakhir dari video tersebut pun juga diakhiri kalimat ajakan untuk tidak golput pada pemilu 2019, tepatnya 17 April 2019 ini.

Sementara video yang baru saja rilis kemarin di Youtube, kini sudah mencapai 1,6 juta views, dengan likes sebanyak 384 ribu, dan sedang trending di posisi pertama Youtube.

Thank you so much everyone. Permintaan gua hanya satu. Enjoy, share dan jangan baper”, tambah Andovi melalui akun instagram pribadinya.

“Semoga pemilu kita nanti damai. Kita semua orang Indonesia. Berbeda-beda tapi satu. Love you all”, tulis pula Andovi da Lopes.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

RRI Semarang, Ajak Milenial Peduli Pemilu melalui Talkshow

RRI Semarang pada Jum’at, 10 April 2019, tepatnya di Auditorium RRI Semarang, menggelar acara talkshow pagi dengan tema “Generasi Muda Peduli Pemilu”. Talkshow selama dua jam ini mendatangkan tiga narasumber yaitu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rektor IKIP Veteran (IVET) Semarang, dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IVET Semarang.

Membahas mengenai seputar seminggu menjelang hari Pemilihan Umum (Pemilu), KPU sudah memiliki target pemilih sebesar 77,5% dengan mengutamakan kualitas pemilih atau tidaknya atas money politic, karena dengan adanya politik uang tersebut bisa dipastikan sebuah cikal bakal dari adanya korupsi yang akan dilakukan pada calon-calon legislatif kedepannya, terutama untuk calon legeslatif yang akan menduduki bangku pada periode tahun 2019 ini nanti.

“Tips memilih dengan cerdas versi milenial ini bisa dengan cara mencermati terlebih dahulu partai politik yang akan dipilihnya, mengenai visi dan misi, dan orang-orang yang mencalonkan diri dalam partai politik tersebut. Cari track record calon, cara mencari tahunya dapat melalui website resmi KPU”, ujar Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, S.Sos, M.I.Kom.

Untuk pesta demokrasi besar-besaran yang akan serentak dilakukan di berbagai penjuru daerah nusantara ini nantinya juga akan memberikan layanan semaksimal mungkin yang bersifat keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk masyarakat sebagai penyandang disabilitas. KPU juga sudah memiliki rencana untuk melayani para penyandang disabilitas yang berupaya agar mereka juga dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih calon-calon yang akan menduduki bangku pemerintahan di Indonesia mulai periode 2019.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Wiedya Yunita Nuryani

Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha

RRI Beri Sosialisasi Mahasiswa Semarang Tentang Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia pada 17 April mendatang, menyita perhatian warga untuk berlomba-lomba mendukung dan berusaha memenangkan pasangan calonnya masing-masing. Sampai warga menghalalkan segala cara untuk membuat pasangan calonnya menang. Pesta demokrasi ini berlangsung ramai terlebih adanya pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden untuk periode 2019-2024 ini.

Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Semarang kemudian memberi penyuluhan untuk generasi milenial terkait cara memilih yang benar versi zaman sekarang pada 5 Maret 2019 di Gedung Prof. H. Soedarto, SH, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Acara yang dimoderatori oleh Tukul Arwana ini berlangsung meriah dengan menghadirkan tokoh-tokoh menarik seperti Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo selaku Gubernur Lemnahas RI, Sarwa Pramana selaku asisten yang mewakili Gubernur Jawa Tengah berhalangan hadir. Kemudian Dr. Federik Ndolu, S.Sos, M.Si selaku Dewan Pengawas LPP. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.Hum serta Ikhwanudin, S.Ag selaku Komisioner KPU Jawa Tengah dan perwakilan dari Polda Jawa Tengah

Tukul Arwana memandu acara tersebut yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Semarang dan disiarkan langsung di RRI. Dengan tema “Memilih Itu Juara – Pesta Demokrasi Jaman Now” itu, Letnan TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa “Pemilih milenial itu juara, untuk meraup peserta pemilu, milenial di perebutkan dalam tahun politik. Setelah terdaftar, pilihlah secara cerdas. Pilih sesuai aspirasi”.

“Kepolisian sudah melakukan operasi mantapbrata sejak Desember 2018 hingga pesta demokrasi selesai untuk membantu mensukseskan pemilu 2019. Hal ini juga dilakukan serentak di seluruh daerah di Indonesia”, kata perwakilan Polda Jawa Tengah.

RRI sebagai salah satu media pemberitaan netral pemilu 2019, begitu juga pada pemilu selanjutnya. Karena salah satu tugas RRI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, hiburan, tetapi tidak mempropaganda politik.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Gerbang masuk BUNKASAI 2019

Event tahunan Bunkasai Udinus yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Udinus diadakan pada tanggal 23-24 Februari 2019 dengan tema “Seinshun No Sekai” yang bertempat di Gd. G Universitas Dian Nuswantoro.

Kemeriahan event ini sangat luar biasa sesuai dengan temanya yaitu “Seinshun No Sekai” yang berarti Dunia Anak Muda. Dengan bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok seorang penari Indonesia yang sudah Go Internasional dan bintang tamu “Hydra” yang membuat semakin menarik. Event tersebut dibuka untuk umum dengan biaya tiket Rp.10.000 (sepuluh ribu rupiah). Memasuki area event disungguhkan dengan suasana bunga sakura bagai di Jepang sangat cocok sebagai spot foto yang menarik.     

Terdapat juga berbagai jenis perlombaan yang dapat diikuti salah satunya lomba menyanyi, menari, menggambar manga dan lain-lain. Dari pihak sponsor (Nissin) juga mengadakan perlombaan yang tak kalah seru yaitu lomba makan mie yang dapat di ikuti oleh pengunjung. Selain perlombaan tersebut terdapat juga berbagai macam stand food khas Jepang seperti Takoyaki, Okonomiyaki. Tidak ketinggalan berbagai macam souvenir ala jepang yang dijual untuk cendera mata pengunjung.

Rangkaian acara sangat rapi dan tertata, pihak penyelenggara mengadakan berbagai macam pertunjukan yang menambahkan nuansa ala Jepang yang menarik salah satu nya acara pembukaan minum teh bersama yang di sebut “Chanoyu”. Penampilan bintang tamu dilakukan saat sore menjelang malam hari, diawali dengan penampilan “Hydra” yang apik dan ditutup oleh seorang bintang tamu spesial yaitu Didik Nini Thowok yang menampilkan tarian legendaris nya yaitu Dwimuka Japindo (Dua Muka Jepang Indonesia). Tarian ini sebagai perpaduan antara Jepang dan Indonesia dimana menggunakan dua topeng dengan wajah yang berbeda, topeng yang digunnakan salah satunya disebut dengan okame dan wajah orang Indonesia bernuansa Bali. Konnsep tarian ini menandakan persahabat dua negara.

Salah satu aksi Didik Nini Thowok
fotografer : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Event ini sangat sukses dilaksanakan, penampilan Didik Nini Thowok berhasil membius para penonton hingga kagum. Harapan dari setiap pengunjung menginginkan tahun depan dapat lebih meriah dan menampilkan bintang tamu spesial yang lebih memukau. Kesuksesan ini tidak lepas dari peran mahasiswa, rektor dan pihak sponsor yang mendukung.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu(15/12/18),Tasya Kamila hadir sebagai salah satu pembicara dalam Seminar kebangsaan pada rangkaian acara Jateng Leadership Project 2018. Mantan artis cilik ini dipilih sebagai figur yang tepat untuk memberikan motivasi kepada siswa SMA se- Jawa Tengah karena sosoknya mampu mengimbangi antara kariernya di dunia Entertainment dan pendidikan. Tasya Kamila baru saja menyelesaikan study magisternya di Columbia University dengan gelar master of public speaking pada Mei lalu.

“ Menurutku cara untuk menemukan pashion kita adalah dengan memperbanyak inspirasi, banyak cara untuk menemukan inspirasi dengan mengikuti banyak kegiatan sehingga kita mengetahui kegiatan apa yang sesuai sama kita, kegiatan apa yang kita sukai, yang bisa menambah bakat dan minat kita” ujar Tasya.  Ia juga memberi tahu beberapa tips mengatur waktu untuk kegiatan atau berorganisasi dan bersekolah agar bisa seimbang. Tasya memberikan contoh untuk membuat 4 kuadran dalam memprioritaskan jadwal yang kita miliki.

Seratus lima puluh tiga peserta Jateng Leadership Project sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang bertempat di Wisma Perdamaian Semarang. Salah satu peserta melontarkan pertanyaan kepada Tasya, ”Bagaimana cara kita sebagai pelajar Indonesia ingin berperan aktif dan berkontribusi untuk memberantas permasalahan-permasalahan di Indonesia seperti narkoba, dan kenakalan remaja untuk membantu membangun  generasi kita?” . Tasya menanggapi “Jadi itu harus dari diri kita sendiri seperti tidak menyontek, jangan dekati narkoba, dan kalau ada acara kepanitiaan pertanggung jawabkan semuanya misal dari sponsor, keuangannya juga harus jelas, ikuti peraturan yang ada, kita berperan aktif dalam suatu budaya anti korupsi, budaya anti pungli, dan bentuklah pertemanan  dan kegiatan yang positif“ ujar Tasya.  Selain itu Tasya juga menekankan untuk harus mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia dan mencari solusi untuk setiap permasalahan itu sendiri. Karena setiap permasalahan di Indonesia pasti ada berbeda-beda solusi dan level yang dibutuhkan untuk menganalisis permasalahan tersebut. “Janganlah jadi generasi yang mengeluh, janganlah jadi generasi yang wacana, tetapi  jadilah generasi yang solusi”, pesan Tasya pada peserta.

Selain di hadiri Tasya Kamila, seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh 3 CEO muda yang menginspirasi. Ketiganya adalah Maxim Mulyadi (CEO CV Tirta Makmur Ungaran dengan produknya air mineral pelangi), Christian Sabilal Pussung (CEO Brilliant), serta Wahyu Aji (CEO Good News From Indonesia). Ketiga CEO ini memberikan materi yang sangat menarik dan menginspirasi untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam menyongsong Indonesia tahun 2045.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Mila Elmeida

Editor : Mila Elmeida

Gedung Gradhika Bhakti praja Semarang, menjadi tempat pagelaran Jateng Leadership  Project 2018. BEM Universitas Diponegoro Semarang selaku panitia penyelenggara menyajikan kegiatan begitu apik. Kegiatan Jateng Leadership  tahun ini diselenggarakan pada tanggal 12-16 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 154 siswa-siswi Forum OSIS se-Jawa Tengah, antusias peserta sangat besar dilihat dari Jumlah peserta yang mengalami peningkatan dibanding Tahun sebelumnya, konsep yang diambil dalam tahun ini pun sangat kekinian dengan mengusung tema “menciptakan kepemimpinan emas kaum pelajar”, sehingga menarik banyak peserta. Sederet tokoh-tokoh penting Jawa Tengah juga ikut meramaikan acara ini sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP dalam pidato sambutannya menyatakan pentingnya Demokrasi kehidupan bagi kaum muda, khususnya kaum siswa-siswi yang menjadi contoh pelopor masyarakat sekitar. “Forum osis harus menjadi agen perubahan, memiliki pemikiran, komunikasi, sikap dan jiwa sosial yang benar”, ujarnya. Selain dibekali dengan ilmu, para peserta juga diajak mengikuti permainan yang dapat melatih mental demokrasi bersama, 4 peserta pun mendapatkan kesempatan guna mengikuti diskusi agenda forum bisnis Pak Ganjar di Solo. Dari hasil voting  bersama atas nama Farah, Audri, hafiz, Danti. Dalam Pemilihan Voting pun berlangsung sesuai harapan Bapak Gubernur, yaitu dengan mendahulukan kepentingan bersama, mengalahkan seribu keegoisan, dan mengedepankan musyawarah dan mufakat demi keputusan bersama.

Acara tersebut berlangsung selama 3 jam, pada akhir kegiatan diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber ataupun voluntir.  Peserta pun diberikan kebebasan dan kebijakan guna mengemukakan pendapat, Voluntir pun mendapatkan kesempatan guna berbagi seputar pengalaman yang telah didapatkan. Adapun harapan ke depan dari para voluntir dari kegiatan ini ialah  “Bahwa kolaborasi pemerintah dan pelajar itu penting, pelajar sebagai wadah apresiasi dan pemerintah sebagai  pencipta perubahan itu sendiri”, Ujar salah seorang voluntir. Demokrasi persatuan  ada karna sebuah perjuangan leluhur bangsa, sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban guna mempertahankan apa yang telah diwariskan , dan pemimpin yang berdemokrasi adalah pemimpin yang bijaksana untuk rakyat.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Rendi Andrea Pramana

Editor : Fahmi Fabian