DKV Udinus Gelar Pameran Manunggaling, Ingatkan Guyub Bersama

SEMARANG (11/03) – Jurusan Desain Komunikasi Visual adakan pameran perdananya di galeri gedung H Universitas Dian Nuswantoro. Pameran ini ditujukan untuk mengenalkan karya-karya mahasiswa angkatan 2018 yang notabene masih tergolong mahasiswa baru.

Ada 35 karya dari 85 karya. Karya yang lolos langsung di seleksi oleh Dosen DKV Udinus. Karya yang dipamerkan diantaranya poster, fotografi, kolase, ilustrasi, typography, dan kolase.

Mengusung konsep guyub bersama, pameran dengan tema Manunggaling “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” ini menampilkan karya yang kental akan gotong royongnya. Karya yang ditampilkan sengaja dibuat agar sesuai dengan tema mereka.

“Kita mengangkat isu dari anak muda zaman sekarang, banyak yang sudah tidak peka dengan lingkungan masing-masing. Kita ingin menghilangkan krisis etika tersebut, kita ingin mengingatkan kembali indahnya guyub bersama, bekerja sama. Setiap tugas berat jika di lakukan bersama akan sangat mudah” Ujar Azriel Fala Ananta selaku ketua pelaksana pameran angkatan DKV 2018.

Pameran yang akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, telah menyedot banyak pengunjung di awal pembukaanya. Salah satunya adalah Prasetyawan Mahasiswa D3 Teknik Informasi, ia mengatakan bahwa karya yang ditampilkan sudah menarik mata pengunjung, terutama kolase yang dinilainya sangat lah unik.

“Semakin semangat untuk mengembangkan karya-karya yang ditampilkan, dan dekorasi dapat ditambahkan agar semakin menarik minat pengunjung” Tutupnya.

Reporter : Shabrina Edelweiss

Fotografer : Imam Shodiqin

Bekali Calon Pemimpin Organisasi Mahasiswa se-UDINUS, BEM KM Adakan Acara Tahunan, LKMM-TM

Semarang – LKMM-TM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa – Tingkat Menengah) sebagai salah satu Program Kerja tahunan BEM KM Universitas Dian Nuswantoro kembali digelar dalam ajang memperkuat pondasi kepemimpinan di kalangan para calon pengurus ORMAWA se-UDINUS.

            Pada tahun ini, LKMM-TM dengan tema ‘Start it with Your Passion’ digelar 2 hari pada tanggal 8-9 Maret 2019, bertempat di Aula Gedung E lantai 3. Sejumlah pembicara, mulai dari Wakil Rektor I hingga Wakil Rektor IV, alumni serta mantan Ketua BEM KM UDINUS, didatangkan untuk mengisi materi LKMM-TM pada hari pertama. Sedangkan pada hari ke-2, BRIDGEN TNI Dr. Nugroho, M.M didatangkan khusus untuk menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara.

            Peserta yang hadir pada LKMM-TM tahun ini, merupakan perwakilan dari 57 ORMAWA se UDINUS, yang terdiri dari perwakilan UKM, HM, Biro, BEM, DPM, MPM serta mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi hingga Beasiswa Unggulan.

            Pada hari pertama, menjabarkan materi mengenai Pengukuran Kinerja Organisasi, salah satu pembicara yaitu, Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, berharap bahwa, dengan banyaknya mahasiswa yang aktif berorganisasi, dapat menumbuhkan dan meningkatkan beberapa aspek yang dapat menunjang softskill mahasiswa tersebut, sehingga mereka dapat bersaing ketika sudah berada di dunia kerja. Karena selayaknya manusia memang tidak bisa terlepas dari sebuah organisasi atau kelompok, maka meningkatkan tingkat keberhasilan pendidikan pada suatu organisasi sangatlah penting. Maka dari itu, salah satu bentuk kegiataan seperti LKMM-TM ini, penting untuk diikuti mahasiswa yang aktif berorganisasi.

            Sedangkan pada hari kedua, sebagai tamu eksternal pada LKMM-TM 2019, BRIDGEN TNI Dr. Nugroho, M.M melalui materinya mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara, berharap kepada peserta LKMM-TM tahun ini, agar dapat tumbuh menjadi generasi yang paham akan seluk beluk negaranya. Serta mampu untuk menggantikan generasi sebelumnya dalam menghidupkan dan mempertahankan sebuah pohon yang bernama Indonesia.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Intan Widianti Kartika Putri

Editor : Haris Rizky Amanullah

RRI Beri Sosialisasi Mahasiswa Semarang Tentang Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia pada 17 April mendatang, menyita perhatian warga untuk berlomba-lomba mendukung dan berusaha memenangkan pasangan calonnya masing-masing. Sampai warga menghalalkan segala cara untuk membuat pasangan calonnya menang. Pesta demokrasi ini berlangsung ramai terlebih adanya pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden untuk periode 2019-2024 ini.

Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Semarang kemudian memberi penyuluhan untuk generasi milenial terkait cara memilih yang benar versi zaman sekarang pada 5 Maret 2019 di Gedung Prof. H. Soedarto, SH, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Acara yang dimoderatori oleh Tukul Arwana ini berlangsung meriah dengan menghadirkan tokoh-tokoh menarik seperti Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo selaku Gubernur Lemnahas RI, Sarwa Pramana selaku asisten yang mewakili Gubernur Jawa Tengah berhalangan hadir. Kemudian Dr. Federik Ndolu, S.Sos, M.Si selaku Dewan Pengawas LPP. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.Hum serta Ikhwanudin, S.Ag selaku Komisioner KPU Jawa Tengah dan perwakilan dari Polda Jawa Tengah

Tukul Arwana memandu acara tersebut yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Semarang dan disiarkan langsung di RRI. Dengan tema “Memilih Itu Juara – Pesta Demokrasi Jaman Now” itu, Letnan TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa “Pemilih milenial itu juara, untuk meraup peserta pemilu, milenial di perebutkan dalam tahun politik. Setelah terdaftar, pilihlah secara cerdas. Pilih sesuai aspirasi”.

“Kepolisian sudah melakukan operasi mantapbrata sejak Desember 2018 hingga pesta demokrasi selesai untuk membantu mensukseskan pemilu 2019. Hal ini juga dilakukan serentak di seluruh daerah di Indonesia”, kata perwakilan Polda Jawa Tengah.

RRI sebagai salah satu media pemberitaan netral pemilu 2019, begitu juga pada pemilu selanjutnya. Karena salah satu tugas RRI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, hiburan, tetapi tidak mempropaganda politik.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

UKM Wartadinus gelar seleksi tahap 2 yang merupakan tahap wawancara kepada calon anggota baru dan sekaligus sebagai seleksi tahap akhir di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sabtu ( 22/09 ).

Pada tahap wawancara ini, calon peserta secara kelompok akan mempresentasikan hasil karya mereka pada saat Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) minggu lalu kepada tim penilai dan didampingi oleh pendamping kelompok masing-masing. Kemudian, calon anggota secara individu akan diwawancarai sesuai dengan divisi atau peminatan mereka masing-masing.

Di sela-sela waktu yang ada, calon anggota baru diberikan ice breaking agar mereka tidak merasa bosan pada saat menunggu giliran  wawancara. Ice breaking tersebut diisi dengan sharing mengenai pengalaman, pengenalan serta beberapa permainan dari anggota Wartadinus yang terlibat.

“Demi ikut seleksi tahap wawancara, saya sampai tidak pulang kampung karena ingin menyelesaikan tahap seleksi agar dapat masuk Wartadinus, semoga pengorbanan saya terbayarkan dan dapat menjadi anggota Wartadinus,” Ungkap Yesika Anggraeni Putri selaku calon anggota Wartadinus.
Yesika juga mengaku mengalami kesulitan pada saat sesi wawancara, dimana saat itu dia harus memilih untuk mengikuti mata kuliah atau kegiatan liputan apabila sewaktu-waktu mendapatkan tugas untuk melakukan liputan.
“Ada kesulitan karena disuruh memilih ikut mata kuliah atau liputan kan harus tanya dan izin dosen atau wali dosen dulu,” tambahnya.

“Kendalanya dipersiapan agak kurang matang, karena sistem pendaftaran kali ini berbeda dari sebelumnya, yang membedakan seleksi pendaftaran kali ini yaitu ada dua tahap seleksi yang pertama praktek dan yang kedua adalah wawancara,” Ungkap Shaqila Angra Prameswari selaku Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga berharap agar Wartadinus benar-benar bisa mendapatkan anggota baru yang memang layak dan mampu berkontribusi di Wartadinus.

Bagi calon anggota yang belum mengikuti wawancara, maka mereka dapat mengikuti wawancara susulan pada hari senin mendatang di camp Wartadinus yang berada di Gedung F lantai 2 nomor 9.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Muhammad Nur Abdillah

Sabtu, 15 September sebanyak 48 calon anggota Wartadinus mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan di gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Tujuan dari pelaksanaan acara adalah agar dapat mengetahui SDM calon anggota secara langsung, sehingga akan dapat memberikan pertimbangan untuk seleksi selanjutnya.
” Semoga anggota Wartadinus dapat mempertanggungjawabkan karyanya, serta kami dapat memilih bibit-bibit yang berkualitas agar nantinya dapat melahirkan banyak prestasi, ” Ungkap Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Pimpinan Umum Wartadinus.

Acara tersebut merupakan seleksi tahap 1 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Wartadinus. Acara seleksi diawali dengan proses pengenalan Pimpinan Umum Wartadinus sampai dengan pengenalan dari masing-masing anggota kelompok yang telah dibentuk. Tidak hanya itu, calon anggota Wartadinus juga mendapatkan pembekalan materi seperti penulisan, reporter, fotografi, desain dan video jurnalistik sebelum mereka menjalankan tugas yang akan diberikan.

Pada tahap seleksi, calon anggota Wartadinus ditugaskan untuk membuat berita berdasarkan informasi dari beberapa narasumber yang telah disiapkan. Penugasan dilakukan secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada saat Technical Meeting (TM) sebelumnya. Penugasan setiap kelompok sudah dibagi rata sesuai divisi yang ada, seperti reporter atau penulis, fotografi, desain dan video jurnalistik.

Hasil dari penugasan video jurnalistik akan dikirim melalui instagram, sedangkan hasil penugasan lainnya akan dikirim ke email Sie Pendaftaran. Untuk tugas yang belum dapat diselesaikan pada saat ini, maka akan diberikan deadline batas waktu sampai tanggal 16 September pukul 12.00 WIB.

” Untuk saat ini dalam penugasan kelompok cukup mengalami kesusahan dalam pembuatan video karena ini merupakan tugas pertama kali yang diberikan dengan waktu yang singkat,” Ungkap Azzahra Salsabilah selaku calon anggota Wartadinus Divisi Penulis atau Reporter.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.

Senin, 3 September 2018 Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) melaksanakan kegiatan Dinus Inside yang diikuti sekitar 3.857 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2018/2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3-5 September 2018 yang diawali dengan upacara pembukaan kemudian pelantikan mahasiswa baru dengan penyematan jas alamameter kepada setiap perwakilan masing – masing fakultas.

Tema yang diambil pada Dinus Inside tahun ini adalah Mewujudkan Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang Cerdas, Berkarakter, dan Berintegritasi, yang dikemas dalam suasana akademis, humanis, dan konunikatif. Sehingga menumbuhkan motivasi belajar bagi mahasiswa baru demi tercapainya keberhasilan pembelajaran di Universitas Dian Nuswantoro, seperti salah satu tujuan udinus inside ini diadakan.

Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, selaku pembina pada upacara pembukaan menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru, “sebagai mahasiswa kita harus selalu bersyukur karena tidak banyak orang yang dapat meneruskan pendidikan sampai ke perguruan tinggi”. Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan bahwa, seorang mahasiswa udinus juga harus dibekali dengan jiwa wirausaha.

Pembukaan Udinus Inside ini juga diisi dengan kuliah umum dengan pembicara CEO madhang Gibran Rakabuming dan Ridzki Kramadibrata selaku Direktur Grab Indonesia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa Udinus mempunyai softskill.

“Pembukaan Dinus Inside ini sangat mengesankan karena dapat bertemu teman dan lingkungan yang baru”, tutur Ariva selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer. Selain itu Ariva juga menyampaikan harapan terselenggaranya acara ini agar udinus semakin maju.

 

Reporter : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss

Editor      : Hanifatul Hashinah Hanan

Bantu Sesama Dengan Sekantong Darah

Rabu (14/03/18) dalam rangka untuk meningkatkan keperdulian dengan sesama, Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan donor darah bagi para Mahasiswa dan Dosen Udinus, dengan mengajak serta lembaga Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Gedung H lantai 1 dan Pelataran parkir gedung D.

Kegiatan donor darah ini merupakan program kerja yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun, dengan rentang waktu 45 hari. Pada bulan Maret ini merupakan periode terakhir untuk kepengurusan UKM KSR melaksanakan donor darah, setelah sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan September dan Desember 2017 lalu.

Rafika Faza Amalia selaku ketua umum UKM periode 2016 2017 ini mengatakan bahwa , “Donor darah ini merupakan bentuk kepudulian pada masyarakat yang membutuhkan darah yang banyak, terutama untuk penderita Thalesemia” ujarnya (14/03/18)

Kemudian untuk promosi kegiatan donor darah ini sendiri, Rafika dan kawan – kawan mempromosikannya di sosial media, share di grup kelas anggota, hingga keliling sendiri membagikan informasi donor darah. Pihaknya juga berharap agar UKM ini dapat melaksanakan kegiatan donor darah di Sekolah Menengah Atas di Semarang serta bisa membuka tenda nya di Car Free Day.

Arie Johan Wicaksono selaku admin Palang Merah Indonesia (PMI) berharap agar kegiatan ini rutin dilakukan, karena disamping kegiatan ini dapat membantu sesama, kegiatan ini juga dapat menyehatkan badan, karena dalam tubuh kita akan terjadi regerasi darah, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

 

Penulis : Hanifatul Hashinah

Prediksi beberapa lembaga keuangan

Beberapa lembaga keuangan internasional –sebagaimana dikutip dari belanegarari.com– memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju. Asia Development Bank (ADB) dan Asian Development Bank Institute (ADBI)  dalam laporannya pada 2012 yang  bertajuk “ASEAN, the PRC, and India: The Great Transformation” mengatakan bahwa pada 2030 Indonesia akan menjadi negara maju, pasalnya, perekonomian akan beralih menuju timur ke negara-negara berkembang saat ini. Dalam laporan khusus Standart Charetered (Stanchart) berjudul “The Super-Cycle Report”  mengatakan bahwa Indonesia bakal menjadi raksasa ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang. Berada diposisi kelima, Indonesia akan mendampingi China, Amerika Serikat, India dan Brazil. Lembaga keuangan lainnya, Morgan Stanley, memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai USD 800 miliar pada satu dekade mendatang. Sementara itu, majalah bergengsi The Economist memperkenalkan akronim CIVETS yang merupakan kepanjangan dari Columbia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa sebagai kekuatan ekonomi dimasa mendatang.

Indonesia Bis!
Indonesia Bisa!

Apakah prediksi lembaga keuangan diatas akan tepat sasaran?

Tiada yang tak mungkin. Indonesia dapat menjadi kekuatan baru perekonomian dunia dan menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang. Itu bukan suatu hal yang mustahil. Potensi Indonesia menjadi negara maju terbuka lebar karena memiliki beberapa potensi, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Secara astronomis Indonesia dapat berpotensi menjadi negara maju karena Indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri suhu dan curah hujan tinggi sehingga dapat mendukung aktifitas pertanian dan perkebunan. Hal itu dapat menjadi sumber devisa negara jika aktifitas tersebut dimanfaatkan secara optimal.
  2. Secara geografis Indonesia dapat menjadi negara maju karena Indoesia terletak diantara dua benua yaitu benua Asia & benua Australia dan terletak diantara dua samudera yaitu samudera Hindia & samudera Pasifik. Posisi ini dapat menjadikan Indonesia dilalui oleh pelayaran internasional yang ramai. Sehingga negara dapat menambah pendapatannya dari hak lintas transit kapal internasional.
  3. Secara Geologis Indoneisa dapat menjadi negara maju karena berada pada jalur pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Hindia. Karena itu, Indonesia mempunyai keuntungan berupa potensi bahan tambang dan mineral sebagai sumber energi. Mengingat industri-industri disegala bidang membutuhkan sumber energi untuk menggerakkan mesin atau faktor produksi lain, kebutuhan akan bahan tambang dan mineral sangat penting. Sehingga pemerintah dapat memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan negara dengan memanfaatkan sendiri dan/atau mengekspor sumber energi tadi.
  4. Sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Indonesia memiliki bentangan laut dan hutan yang begitu luas. Kesemuanya dapat dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan output yang menguntungkan. Namun pemanfaatnya harus memperhatikan kelangsungan dan keberlanjutan lingkungan.
  5. Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar. SDM merupakan modal yang begitu penting dalam pembangunan. Untuk dapat memanfaatkan potensi-potensi diatas haruslah dibutuhkan SDM yang handal. Maka peningkatan kualitas SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) begitu penting. Untuk mewujudkannya, program-program pendidikan berkualitas tinggi harus digalakkan sedini mungkin.

 

Jika semua potensi tersebut dimanfaatkan seoptimal mungkin, sehingga dapat menambah pendapatan negara, tak mustahil, prediksi lembaga keuangan Internasional tadi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang, terbukti benar. Namun, beberapa permasalahan yang menghambat Indonesia menjadi negara maju seperti korupsi, birokrasi yang buruk, perizinan bisnis yang berlarut-larut, keamanan yang tak kondusif, pembangunan ekonomi yang kurang merata, kurangnya jiwa wirausaha, dan pendidikan yang buruk harus dilenyapkan, agar prediksi Indonesia menjadi negara maju tak jadi khayalan.

 

 

Penulis : Muhammad Abdul Malik

Suasana depan gedung E Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada 8 Mei 2017 kemarin nampak berbeda dari biasanya. Banyak mahasiswa yang duduk menggelosor dilantai dan kekehan canda sesekali terdengar. Mereka adalah mahasiswa peserta seminar “Program Kreatifitas Mahasiswa: Siapakan Dirimu dan Kembangkan Potensimu Menuju PIMNAS 2018” yang menunggu jarum jam menujukkan angka 13:00 WIB, tepat acara tersebut berlangsung. Sebelum masuk aula gedung E lantai 3, dimana acara tadi berlangsung, setiap mahasiswa harus mengisi daftar hadir dan setelah itu, panitia akan membagikan snack yang berisi minuman dan makanan kecil. Workshop ini dihadiri 184 mahasiswa yang menerima beasiswa, 54 mahasiswa yang menerima bidik misi, dan 110 mahasiswa yang mewakili berbagai jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdapat di Udinus. Total peserta seminar adalah 348 mahasiwa, sehingga suasana meriah begitu terasa.

Seminar

           Seminar bertajuk “Program Kreatifitas Mahasiswa: Siapakan Dirimu dan Kembangkan Potensimu Menuju PIMNAS 2018” merupakan seminar yang diadakan pihak kampus untuk meningkatkan jumlah tulisan ilmiah dan penelitian pada Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro untuk kemudian diseleksi menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Pembicara dalam seminar ini adalah Prof. Ir. Jamasri, Ph.D yang mempunyai jabatan penting di DIKTI sebagai reviewer dan juri seleksi PIMNAS. Dalam seminar ini, beliau memaparkan materi mengenai PKM yang dapat digeluti oleh mahasiswa, membagikan cara bagaimana sebuah PKM dapat lolos seleksi, dan pada bagian akhir dari seminar ini mahasiswa diperkenankan bertanya kemudian Prof. Jamasri –sebutan beliau—menjawab. Dari paparan beliau, kita mengetahui beberapa macam PKM yang dapat digeluti oleh mahasiswa, diantaranya adalah:

  1. PKM-P (PKM-Penelitian) merupakan karya kreatif untuk menjawab permasalahan pengembangan dan teori yang dilaksanakan dengan melakukan penelitian. PKM ini menekankan adanya penelitian dengan metode ilmiah.
  2. PKM-T (PKM-Teknologi) merupakan kreatifitas yang inovatif dalam menciptakan sebuah karya teknologi. Tidak ada penelitian dalam PKM ini.
  3. PKM-M (PKM-Masyarakat) merupakan kreatifitas yang ditujukan untuk memberdayakan atau memajukan suatu masyarakat yang tertinggal.
  4. PKM-K (PKM-Kewirausahaan) merupakan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan peluang pasar dan beorientasi pada profit.
  5. PKM-KC (PKM-Karsa Cipta) merupakan program penciptaan sesuatu hal yang berguna yang didasari atas karsa (keinginanan) dan nalar mahasiswa.
  6. PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis) merupakan penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan dari mahasiswa.
  7. PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah) merupakan penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dibidang pendidikan, penelitian atau pengabdian yang dilakukannya sendiri.

Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.
Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.

       Dalam membuat PKM, mahasiswa harus memiliki kreatifitas atau kemampuan berpikir yang divergen sehingga mampu memberikn alternatif jawaban untuk memecahkan suatu masalah. Ada beberapa ketentuan dalam mengusulkan sebuah PKM, diantaranya adalah; seorang mahasiswa maksimal mengirimkan dua proposal PKM, mahasiswa aktif S1/D1, nama pengusul tidak boleh disingkat, harus memiliki dosen pembimbing, bentuk file harus pdf dan ukuran tak lebih dari 5MB, kemudian mengunggah proposal ke simbolmawa.com. Jika proposal PKM lolos, dikti akan membiaya PKM tersebut agar berkembang dan berguna bagi masyarakat luas.

Valentina Widya, S.s, M.Hum bersama Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.
Valentina Widya, S.s, M.Hum bersama Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.

Valentina Widya,S.S, M.Hum, salah satu dosen Udinus yang mendampingi Prof. Jamasri dalam memaparkan materi, berharap kepada mahasiswa agar lebih kreatif dalam menulis proposal ilmiah PKM sehingga PKM tersebut dapat lolos menuju PIMNAS.

 

 

Penulis                 : Muhammad Abdul Malik

Pewawancara     : Dini Cantik Ningtias Santoso dan Muhammad Abdul Malik