Café Ice Cream Gelato Instagramable Hadir di Kawasan Kota Lama Semarang

Sebagian besar kaum millenials pasti suka berfoto dengan latar yang instagenic. Sudah barang tentu, foto-foto itu akan diunggah ke media sosial miliknya agar lebih terlihat menarik. Nah, di Semarang ada tempat baru yang menyediakan spot-spot foto kekinian yakni Ice Cream World.

Ice cream world Semarang adalah salah satu tempat untuk menyantap es krim yang ditambah banyak spot foto menarik didalam café tersebut. Panasnya Kota Semarang sangat cocok bila dinikmati dengan menyantap satu cone ice cream dengan berbagai macam rasa mulai dari chocolate, vanilla, strawberry, hingga rasa yang saat ini sedang gemar dicari oleh kaum milenial seperti taro, matcha, tiramisu, dan yakult.

Bila dilihat dari namanya, mungkin tidak ada yang menyangka kalau café yang berlokasi di Jalan Suari No.8, Purwodinatan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang ini menyediakan spot foto menarik. Ya, selain menjual ice cream gelato, café ini memang menyediakan spot foto menarik bagi mereka yang suka berswafoto.

Untuk bisa berfoto di spot-spot foto yang disediakan, Sahabat Warta hanya perlu merogoh kocek sebesar 35 ribu saja. Sementara itu, satu cone ice cream gelato yang berisi dua scoop es krim khas Italia ini dibanderol dengan harga 25 ribu.

Saat mengunjungi tempat ini, setidaknya ada sepuluh spot foto yang ada di dalam studio. Ada juga lima spot foto sederhana yang tersedia di luar studio sehingga bisa dimanfaatkan pengunjung yang hanya pengin menikmati gelato tanpa membayar biaya tambahan sebesar 35 ribu tadi.

Bagi Sahabat Warta yang ingin datang untuk menikmati ice cream gelato, atau hanya sekadar mampir untuk berswafoto disana. Café ini dibuka setiap hari mulai pukul 11.30 hingga 20.30, dan khusus pada hari Sabtu dan Minggu, café ini ditutup hingga pukul 21.00 WIB.

Nah bagaimana, apakah Sahabat Warta tertarik untuk datang?

Penulis : Eka Aristiana

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

Review dan Analisis Film : Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Dalam film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak menggunakan latar belakang Sumba, Nusa Tenggara Timur, salah satu pulau yang akhir-akhir ini mulai terkenal dengan surga dunianya para traveler. Letak tanah lapang yang apik dan dapat berubah warna sesuai dengan musim yang terjadi di Sumba sendiri. Pada film ini, menggunakan musim kemarau sebagai suasananya. Memperlihatkan keindahan Sumba lewat jalan yang berliku diapi dengan tanah yang gersang. Orang-orang yang belum pernah melihat atau mendengar Sumba sebelumnya, maka akan terkagum-kagum melihat indahnya Sumba dari sisi lain.

Pada film berdurasi 90 menit ini pula menggambarkan betapa beraninya masyarakat penduduk Sumba, yang sebenarnya akan dapat menggiring opini negatif masyarakat mengenai Sumba. Namun jika ditelaah, memang tidak hanya Sumba saja yang masih menjadi salah satu daerah tertinggal di Indonesia. Lagipula, Sumba yang dimaksud disini adalah Sumba yang bisa dibilang kuno, dimana disini hanya diperlihatkan satu rumah saja dan itupun yang terbuat dari bambu-bambu yang dianyam sedemikian rupa.

Soal make up artist, film ini juaranya. Dimana tokoh-tokoh dalam film ini digambar menjadi sosok yang benar-benar mirip sekali dengan orang Sumba. Dari bagaimana ia berpakaian menggunakan bawahan kain yang dililit menjadi rok. Tidak menggunakan make up, serta lebih terlihat berkulit gelap, dan penyuka sirih sehingga warna bibirnya pun kemerah-merahan yang bukan berasal dari lipstick.

Bahasa yang digunakan dalam film ini benar-benar menggunakan bahasa Sumba, yang dapat mengenalkan bahasa Sumba kepada masyarakat luas melalui film ini. Adat dan budaya yang kental pula dimasukkan kedalam film ini. Bagaimana mayat yang menjadi mumi dan diletakkan di rumah dengan hanya tertutupi kain karena upacara untuk biaya penguburan mayat saja terlalu mahal. Orang-orang yang bepergian menggunakan truk sebagai angkutan umum. Karena digunakan sekaligus untuk mengangkut hewan ternak mereka. Hewan ternak yang banyak di Sumba adalah kuda, babi, kerbau, sapi, dan ayam.

Film ini berbeda dari film-film Indonesia lainnya yang kebanyakan membahas mengenai drama percintaan, action, comedy, atau sekalipun horror. Namun film ini adalah film bergenre thriller yang menantang dan tidak biasa. Dalam film ini jangan meremehkan dulu dan tidak perlu diragukan lagi properti yang digunakan, karena memang benar-benar tampak seperti nyata pada kehidupan asli penduduk Sumba. Bisa dibilang terniat, karena kepala Markus yang terpotong dan selalu dibawa kemana-mana oleh Marlina adalah kepala yang sengaja dibuat dan di make up persis menyerupai muka asli dari Markus, detail-detailnya seperti nyata bahkan hingga rambutnya yang pirang dengan uban.

Selain mengenai latar dan property serta make up yang digunakan dalam pembuatan film ini adalah moral value yang dapat diambil dari film ini adalah sebagai perempuan, khususnya, harus berhati-hati ketika bertemu dengan seorang laki-laki. Selalu waspada terhadap orang yang tidak dikenal, orang yang dikenal pun ternyata juga terkadang bisa mempunyai niat jahat kepada kita.

Apapun yang kita lakukan, meski menurut kita benar, namun terkadang kita juga harus mengalah pada hukum-hukum negara yang sudah diatur dan ditegakkan untuk dipatuhi setiap warga negaranya. Seperti Marlina yang tetap saja melapor bahwa ia telah diperkosa oleh Markus, namun Marlina pun membunuh Markus juga berdosa karena membunuh ciptaan Tuhan.

Seperti Novi yang selalu ingat pada Tuhan, bahkan di detik-detik terakhir ia membunuh Frans untuk menyelamatkan Marlina saat di perkosa. Novi berdoa memohon ampun pada Tuhan supaya apa yang dilakukannya ini semata-mata hanya untuk menolong sahabatnya saja, tidak untuk niatan yang buruk kepada Frans.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Menikmati Kuliner Tradisional di tengah Hutan Karet

Menghabiskan akhir pekan di Kota Semarang tidak lengkap jika belum singgah di tempat yang satu ini. Ada sebuah pasar unik yang dikembangkan masyarakat menjadi salah satu destinasi wisata.

Pasar Karetan, terletak di Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal ini menyimpan berbagai cerita unik. Di dalam pasar ini, warga setempat yang berdagang mengenakan pakaian adat untuk menjajakan dagangannya. Dengan kebaya dan jarik yang dililit, warga menjual berbagai aneka makanan, minuman, hingga jajajan ala pedesaan yang khas dan sudah sulit ditemukan di pasar-pasar pada umumnya dengan memberikan harga yang terjangkau sehingga bagi Sobat Warta yang berkunjung dan berminat untuk membeli tidak usah takut untuk merogoh kocek terlalu dalam.

Menggunakan genteng berbentuk lingkaran sebagai uang untuk membayar barang yang dibeli menjadi nilai keunikan lagi. Bagi Sobat Warta tak perlu khawatir untuk mencari genting lingkaran dimana, karena sebelum pintu masuk sudah tersedia tempat untuk menukarkan uang kertas atau uang logam menjadi uang genting lingkaran. Nominalnya pun tidak ditentukan batas minimal dan maksimalnya.

Selain menjajakan berbagai aneka makanan dan minuman, Pasar Karetan ini juga memberikan fasilitas yang sangat diminati banyak pengunjung hingga menjadi alasan yang sering dilontarkan ketika berkunjung disini, yaitu area spot berswafoto. Swafoto akhir-akhir ini sedang marak dilakukan oleh banyak orang. Mulai dari ayunan yang bergantung pada pohon karet, hingga payung-payung yang didesain indah memayungi beberapa area yang panas di pasar tersebut. Tak hanya itu, hiburan musik pun turut disuguhkan disini untuk menghibur para pengunjung. Tidak cukup ikut bernyanyi saja, pengunjung juga dapat menyumbangkan suaranya disini.

‌Bagi Anda yang mengunjungi kawasan ini, baiknya datang lebih esok. Selain dapat menikmati suasana pagi di hutan karet, Anda juga dapat memilih makanan secara lebih leluasa.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Editor : Eka Aristiana

Ajak Indonesia Hadapi Pemilu 2019, Skinnyindonesian24 Bikin Epic Rap Battle Of Presidency

Video yang diunggah pada Senin, 8 April 2019 pada kanal Youtube Skinnyindonesian24, milik kakak beradik, Andovi da Lopez, dan Jovial da Lopez ini, menyuguhkan battle rap yang berdurasi 5:30 dengan konsep yang luar biasa.

Makna dari lirik yang ada pada video tersebut, seolah menjelaskan bahwa Prabowo dan Jokowi adalah sama-sama calon presiden yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak hanya rap battle antara kakak beradik ini yang memainkan peran sebagai Jokowi dan Prabowo, namun ada pula Trestan Muslim dan Coki Pardede.

Trestan Muslim berperan sebagai Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Sedangkan Coki Pardede berperan sebagai Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

Uniknya, belum 24 jam video ini terunggah di kanal Youtube Skinnyindonesian24, namun sudah ratusan ribu komentar netizen yang membanjiri kolom komentar, tak sedikit pula yang melontarkan pujian terhadap video rap battle tersebut. Imbuhan terakhir dari video tersebut pun juga diakhiri kalimat ajakan untuk tidak golput pada pemilu 2019, tepatnya 17 April 2019 ini.

Sementara video yang baru saja rilis kemarin di Youtube, kini sudah mencapai 1,6 juta views, dengan likes sebanyak 384 ribu, dan sedang trending di posisi pertama Youtube.

Thank you so much everyone. Permintaan gua hanya satu. Enjoy, share dan jangan baper”, tambah Andovi melalui akun instagram pribadinya.

“Semoga pemilu kita nanti damai. Kita semua orang Indonesia. Berbeda-beda tapi satu. Love you all”, tulis pula Andovi da Lopes.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

RRI Semarang, Ajak Milenial Peduli Pemilu melalui Talkshow

RRI Semarang pada Jum’at, 10 April 2019, tepatnya di Auditorium RRI Semarang, menggelar acara talkshow pagi dengan tema “Generasi Muda Peduli Pemilu”. Talkshow selama dua jam ini mendatangkan tiga narasumber yaitu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rektor IKIP Veteran (IVET) Semarang, dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IVET Semarang.

Membahas mengenai seputar seminggu menjelang hari Pemilihan Umum (Pemilu), KPU sudah memiliki target pemilih sebesar 77,5% dengan mengutamakan kualitas pemilih atau tidaknya atas money politic, karena dengan adanya politik uang tersebut bisa dipastikan sebuah cikal bakal dari adanya korupsi yang akan dilakukan pada calon-calon legislatif kedepannya, terutama untuk calon legeslatif yang akan menduduki bangku pada periode tahun 2019 ini nanti.

“Tips memilih dengan cerdas versi milenial ini bisa dengan cara mencermati terlebih dahulu partai politik yang akan dipilihnya, mengenai visi dan misi, dan orang-orang yang mencalonkan diri dalam partai politik tersebut. Cari track record calon, cara mencari tahunya dapat melalui website resmi KPU”, ujar Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, S.Sos, M.I.Kom.

Untuk pesta demokrasi besar-besaran yang akan serentak dilakukan di berbagai penjuru daerah nusantara ini nantinya juga akan memberikan layanan semaksimal mungkin yang bersifat keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk masyarakat sebagai penyandang disabilitas. KPU juga sudah memiliki rencana untuk melayani para penyandang disabilitas yang berupaya agar mereka juga dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih calon-calon yang akan menduduki bangku pemerintahan di Indonesia mulai periode 2019.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Wiedya Yunita Nuryani

Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza

Ajang Pengabdian demi Terwujudnya Desa 3B, BEM KM UDINUS Gelar KKN 2019

Ambarawa – BEM KM di bawah naungan Universitas Dian Nuswantoro kembali mengadakan kegiatan pengabdian, Kuliah Kerja Nyata sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat.

            KKN tahun ini diselanggarakan 3 hari pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2019, bertempat di Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Jawa Tengah. Diikuti oleh kurang lebih 150 perwakilan dari ORMAWA se- Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Dengan tema ‘Ajang Pembangunan demi Terwujudnya Desa 3B (Berteknologi, Berbudaya, Berbudi Luhur))’ para peserta KKN 2019 diterjunkan langsung untuk membantu masyarakat Desa Gedong mengeksplorasi potensi desanya.

            Pada upacara pembukaan KKN 2019 di halaman Kantor Balai Desa Gedong, Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan, Dr. Kusni Ingsih, M.M berharap dengan adanya KKN 2019 ini, segala bentuk kegiatan mulai dari kegiatan pelatihan, penyuluhan, penambahan plang petunjuk jalan, pelaunchingan website Desa Wisata Lemah Ijo, hingga kegiatan kerohanian yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro, dapat bermanfaat untuk keberlangsungan peningkatan potensi masyarakat Desa Gedong.

            Adapun bentuk kegiatan yang telah disusun oleh Universitas Dian Nuswantoro pada KKN 2019 ini, ialah Pengembangan Desa di hari pertama, Pengabdian Masyarakat di hari kedua, serta EXPO KKN di hari ketiga. Para peserta KKN dibagi pada 6 Dusun dan diberikan arahan pengabdian yang sesuai dengan potensi dusun yang mereka tempati.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Intan Widianti Kartika Putri

Editor : Haris Rizky Amanullah

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha