UKM Wartadinus gelar seleksi tahap 2 yang merupakan tahap wawancara kepada calon anggota baru dan sekaligus sebagai seleksi tahap akhir di kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Sabtu ( 22/09 ).

Pada tahap wawancara ini, calon peserta secara kelompok akan mempresentasikan hasil karya mereka pada saat Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) minggu lalu kepada tim penilai dan didampingi oleh pendamping kelompok masing-masing. Kemudian, calon anggota secara individu akan diwawancarai sesuai dengan divisi atau peminatan mereka masing-masing.

Di sela-sela waktu yang ada, calon anggota baru diberikan ice breaking agar mereka tidak merasa bosan pada saat menunggu giliran  wawancara. Ice breaking tersebut diisi dengan sharing mengenai pengalaman, pengenalan serta beberapa permainan dari anggota Wartadinus yang terlibat.

“Demi ikut seleksi tahap wawancara, saya sampai tidak pulang kampung karena ingin menyelesaikan tahap seleksi agar dapat masuk Wartadinus, semoga pengorbanan saya terbayarkan dan dapat menjadi anggota Wartadinus,” Ungkap Yesika Anggraeni Putri selaku calon anggota Wartadinus.
Yesika juga mengaku mengalami kesulitan pada saat sesi wawancara, dimana saat itu dia harus memilih untuk mengikuti mata kuliah atau kegiatan liputan apabila sewaktu-waktu mendapatkan tugas untuk melakukan liputan.
“Ada kesulitan karena disuruh memilih ikut mata kuliah atau liputan kan harus tanya dan izin dosen atau wali dosen dulu,” tambahnya.

“Kendalanya dipersiapan agak kurang matang, karena sistem pendaftaran kali ini berbeda dari sebelumnya, yang membedakan seleksi pendaftaran kali ini yaitu ada dua tahap seleksi yang pertama praktek dan yang kedua adalah wawancara,” Ungkap Shaqila Angra Prameswari selaku Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Selain itu, ia juga berharap agar Wartadinus benar-benar bisa mendapatkan anggota baru yang memang layak dan mampu berkontribusi di Wartadinus.

Bagi calon anggota yang belum mengikuti wawancara, maka mereka dapat mengikuti wawancara susulan pada hari senin mendatang di camp Wartadinus yang berada di Gedung F lantai 2 nomor 9.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Muhammad Nur Abdillah

Sabtu, 15 September sebanyak 48 calon anggota Wartadinus mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD) yang diselenggarakan di gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Tujuan dari pelaksanaan acara adalah agar dapat mengetahui SDM calon anggota secara langsung, sehingga akan dapat memberikan pertimbangan untuk seleksi selanjutnya.
” Semoga anggota Wartadinus dapat mempertanggungjawabkan karyanya, serta kami dapat memilih bibit-bibit yang berkualitas agar nantinya dapat melahirkan banyak prestasi, ” Ungkap Gusti Bintang Kusumaningrum selaku Pimpinan Umum Wartadinus.

Acara tersebut merupakan seleksi tahap 1 sebagai salah satu syarat menjadi anggota Wartadinus. Acara seleksi diawali dengan proses pengenalan Pimpinan Umum Wartadinus sampai dengan pengenalan dari masing-masing anggota kelompok yang telah dibentuk. Tidak hanya itu, calon anggota Wartadinus juga mendapatkan pembekalan materi seperti penulisan, reporter, fotografi, desain dan video jurnalistik sebelum mereka menjalankan tugas yang akan diberikan.

Pada tahap seleksi, calon anggota Wartadinus ditugaskan untuk membuat berita berdasarkan informasi dari beberapa narasumber yang telah disiapkan. Penugasan dilakukan secara berkelompok sesuai dengan kelompok yang telah dibagi pada saat Technical Meeting (TM) sebelumnya. Penugasan setiap kelompok sudah dibagi rata sesuai divisi yang ada, seperti reporter atau penulis, fotografi, desain dan video jurnalistik.

Hasil dari penugasan video jurnalistik akan dikirim melalui instagram, sedangkan hasil penugasan lainnya akan dikirim ke email Sie Pendaftaran. Untuk tugas yang belum dapat diselesaikan pada saat ini, maka akan diberikan deadline batas waktu sampai tanggal 16 September pukul 12.00 WIB.

” Untuk saat ini dalam penugasan kelompok cukup mengalami kesusahan dalam pembuatan video karena ini merupakan tugas pertama kali yang diberikan dengan waktu yang singkat,” Ungkap Azzahra Salsabilah selaku calon anggota Wartadinus Divisi Penulis atau Reporter.

Penulis : Alamanda Yuka Prasetyani
Editor    : Haris Rizky Amanullah

Hari terakhir Dinus Inside ditutup dengan acara malam inagurasi yang dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di kampus.
Tidak hanya itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset dan Kerjasama Dr. Pulung Nurtantio Andono, St, M.Kom. kembali berpartisipasi dalam kemeriahan acara dengan menampilkan keahlian bermain gitarnya. Pada kesempatan kali ini, Muhammad Devirzha atau yang lebih dikenal dengan nama Virzha Idol diundang sebagai guest star untuk menghibur mahasiswa baru, Rabu (5/9) kemarin.

Penampilan Virzha jebolan dari ajang idol tersebut sangat disambut baik oleh para mahasiswa baru, hal tersebut terlihat jelas saat sang idol mulai menyanyikan beberapa lagu dari Dewa 19 dan lagu hitznya seperti Aku Lelakimu dan Sirna.
Lagu Semua Kata Rindumu milik Dewa 19 menjadi lagu penutup dan sebagai tanda berakhirnya acara malam inagurasi di Udinus.

“Walau sempat di guyur hujan, nggak ngurangi semangat maba gitu, mereka tetep stay di depan panggung nggak nyari tempat teduhan, walau diawal sempat kecewa kenapa guest startnya Virzha, tapi setelah kita lihat langsung kita bener-bener terhibur,” Ujar Mayumi selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer.

Mahasiswi asal Batam tersebut mengatakan, dengan adanya selingan pentas seni dari unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadikan semua maba dapat mengetahui apa saja kegiatan yang di lakukan sebelum mereka mendaftarkan diri pada UKM.

Penulis      : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss
Fotografer : Hanifatul Hashinah H.

Senin, 3 September 2018 Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) melaksanakan kegiatan Dinus Inside yang diikuti sekitar 3.857 mahasiswa baru pada tahun ajaran 2018/2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3-5 September 2018 yang diawali dengan upacara pembukaan kemudian pelantikan mahasiswa baru dengan penyematan jas alamameter kepada setiap perwakilan masing – masing fakultas.

Tema yang diambil pada Dinus Inside tahun ini adalah Mewujudkan Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang Cerdas, Berkarakter, dan Berintegritasi, yang dikemas dalam suasana akademis, humanis, dan konunikatif. Sehingga menumbuhkan motivasi belajar bagi mahasiswa baru demi tercapainya keberhasilan pembelajaran di Universitas Dian Nuswantoro, seperti salah satu tujuan udinus inside ini diadakan.

Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, selaku pembina pada upacara pembukaan menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru, “sebagai mahasiswa kita harus selalu bersyukur karena tidak banyak orang yang dapat meneruskan pendidikan sampai ke perguruan tinggi”. Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan bahwa, seorang mahasiswa udinus juga harus dibekali dengan jiwa wirausaha.

Pembukaan Udinus Inside ini juga diisi dengan kuliah umum dengan pembicara CEO madhang Gibran Rakabuming dan Ridzki Kramadibrata selaku Direktur Grab Indonesia. Hal ini bertujuan agar mahasiswa Udinus mempunyai softskill.

“Pembukaan Dinus Inside ini sangat mengesankan karena dapat bertemu teman dan lingkungan yang baru”, tutur Ariva selaku mahasiswi baru Fakultas Ilmu Komputer. Selain itu Ariva juga menyampaikan harapan terselenggaranya acara ini agar udinus semakin maju.

 

Reporter : Alamanda Yuka P. dan Shabrina Edelweiss

Editor      : Hanifatul Hashinah Hanan

Bantu Sesama Dengan Sekantong Darah

Rabu (14/03/18) dalam rangka untuk meningkatkan keperdulian dengan sesama, Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Suka Rela (KSR) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan donor darah bagi para Mahasiswa dan Dosen Udinus, dengan mengajak serta lembaga Palang Merah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat yaitu Gedung H lantai 1 dan Pelataran parkir gedung D.

Kegiatan donor darah ini merupakan program kerja yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun, dengan rentang waktu 45 hari. Pada bulan Maret ini merupakan periode terakhir untuk kepengurusan UKM KSR melaksanakan donor darah, setelah sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan September dan Desember 2017 lalu.

Rafika Faza Amalia selaku ketua umum UKM periode 2016 2017 ini mengatakan bahwa , “Donor darah ini merupakan bentuk kepudulian pada masyarakat yang membutuhkan darah yang banyak, terutama untuk penderita Thalesemia” ujarnya (14/03/18)

Kemudian untuk promosi kegiatan donor darah ini sendiri, Rafika dan kawan – kawan mempromosikannya di sosial media, share di grup kelas anggota, hingga keliling sendiri membagikan informasi donor darah. Pihaknya juga berharap agar UKM ini dapat melaksanakan kegiatan donor darah di Sekolah Menengah Atas di Semarang serta bisa membuka tenda nya di Car Free Day.

Arie Johan Wicaksono selaku admin Palang Merah Indonesia (PMI) berharap agar kegiatan ini rutin dilakukan, karena disamping kegiatan ini dapat membantu sesama, kegiatan ini juga dapat menyehatkan badan, karena dalam tubuh kita akan terjadi regerasi darah, sehingga tubuh akan menjadi lebih sehat.

 

Penulis : Hanifatul Hashinah

Prediksi beberapa lembaga keuangan

Beberapa lembaga keuangan internasional –sebagaimana dikutip dari belanegarari.com– memprediksi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju. Asia Development Bank (ADB) dan Asian Development Bank Institute (ADBI)  dalam laporannya pada 2012 yang  bertajuk “ASEAN, the PRC, and India: The Great Transformation” mengatakan bahwa pada 2030 Indonesia akan menjadi negara maju, pasalnya, perekonomian akan beralih menuju timur ke negara-negara berkembang saat ini. Dalam laporan khusus Standart Charetered (Stanchart) berjudul “The Super-Cycle Report”  mengatakan bahwa Indonesia bakal menjadi raksasa ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang. Berada diposisi kelima, Indonesia akan mendampingi China, Amerika Serikat, India dan Brazil. Lembaga keuangan lainnya, Morgan Stanley, memperkirakan PDB Indonesia bakal mencapai USD 800 miliar pada satu dekade mendatang. Sementara itu, majalah bergengsi The Economist memperkenalkan akronim CIVETS yang merupakan kepanjangan dari Columbia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey dan South Africa sebagai kekuatan ekonomi dimasa mendatang.

Indonesia Bis!
Indonesia Bisa!

Apakah prediksi lembaga keuangan diatas akan tepat sasaran?

Tiada yang tak mungkin. Indonesia dapat menjadi kekuatan baru perekonomian dunia dan menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang. Itu bukan suatu hal yang mustahil. Potensi Indonesia menjadi negara maju terbuka lebar karena memiliki beberapa potensi, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Secara astronomis Indonesia dapat berpotensi menjadi negara maju karena Indonesia memiliki iklim tropis dengan ciri suhu dan curah hujan tinggi sehingga dapat mendukung aktifitas pertanian dan perkebunan. Hal itu dapat menjadi sumber devisa negara jika aktifitas tersebut dimanfaatkan secara optimal.
  2. Secara geografis Indonesia dapat menjadi negara maju karena Indoesia terletak diantara dua benua yaitu benua Asia & benua Australia dan terletak diantara dua samudera yaitu samudera Hindia & samudera Pasifik. Posisi ini dapat menjadikan Indonesia dilalui oleh pelayaran internasional yang ramai. Sehingga negara dapat menambah pendapatannya dari hak lintas transit kapal internasional.
  3. Secara Geologis Indoneisa dapat menjadi negara maju karena berada pada jalur pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Hindia. Karena itu, Indonesia mempunyai keuntungan berupa potensi bahan tambang dan mineral sebagai sumber energi. Mengingat industri-industri disegala bidang membutuhkan sumber energi untuk menggerakkan mesin atau faktor produksi lain, kebutuhan akan bahan tambang dan mineral sangat penting. Sehingga pemerintah dapat memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan negara dengan memanfaatkan sendiri dan/atau mengekspor sumber energi tadi.
  4. Sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Indonesia memiliki bentangan laut dan hutan yang begitu luas. Kesemuanya dapat dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan output yang menguntungkan. Namun pemanfaatnya harus memperhatikan kelangsungan dan keberlanjutan lingkungan.
  5. Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang sangat besar. SDM merupakan modal yang begitu penting dalam pembangunan. Untuk dapat memanfaatkan potensi-potensi diatas haruslah dibutuhkan SDM yang handal. Maka peningkatan kualitas SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) begitu penting. Untuk mewujudkannya, program-program pendidikan berkualitas tinggi harus digalakkan sedini mungkin.

 

Jika semua potensi tersebut dimanfaatkan seoptimal mungkin, sehingga dapat menambah pendapatan negara, tak mustahil, prediksi lembaga keuangan Internasional tadi bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang, terbukti benar. Namun, beberapa permasalahan yang menghambat Indonesia menjadi negara maju seperti korupsi, birokrasi yang buruk, perizinan bisnis yang berlarut-larut, keamanan yang tak kondusif, pembangunan ekonomi yang kurang merata, kurangnya jiwa wirausaha, dan pendidikan yang buruk harus dilenyapkan, agar prediksi Indonesia menjadi negara maju tak jadi khayalan.

 

 

Penulis : Muhammad Abdul Malik

Suasana depan gedung E Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada 8 Mei 2017 kemarin nampak berbeda dari biasanya. Banyak mahasiswa yang duduk menggelosor dilantai dan kekehan canda sesekali terdengar. Mereka adalah mahasiswa peserta seminar “Program Kreatifitas Mahasiswa: Siapakan Dirimu dan Kembangkan Potensimu Menuju PIMNAS 2018” yang menunggu jarum jam menujukkan angka 13:00 WIB, tepat acara tersebut berlangsung. Sebelum masuk aula gedung E lantai 3, dimana acara tadi berlangsung, setiap mahasiswa harus mengisi daftar hadir dan setelah itu, panitia akan membagikan snack yang berisi minuman dan makanan kecil. Workshop ini dihadiri 184 mahasiswa yang menerima beasiswa, 54 mahasiswa yang menerima bidik misi, dan 110 mahasiswa yang mewakili berbagai jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdapat di Udinus. Total peserta seminar adalah 348 mahasiwa, sehingga suasana meriah begitu terasa.

Seminar

           Seminar bertajuk “Program Kreatifitas Mahasiswa: Siapakan Dirimu dan Kembangkan Potensimu Menuju PIMNAS 2018” merupakan seminar yang diadakan pihak kampus untuk meningkatkan jumlah tulisan ilmiah dan penelitian pada Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro untuk kemudian diseleksi menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Pembicara dalam seminar ini adalah Prof. Ir. Jamasri, Ph.D yang mempunyai jabatan penting di DIKTI sebagai reviewer dan juri seleksi PIMNAS. Dalam seminar ini, beliau memaparkan materi mengenai PKM yang dapat digeluti oleh mahasiswa, membagikan cara bagaimana sebuah PKM dapat lolos seleksi, dan pada bagian akhir dari seminar ini mahasiswa diperkenankan bertanya kemudian Prof. Jamasri –sebutan beliau—menjawab. Dari paparan beliau, kita mengetahui beberapa macam PKM yang dapat digeluti oleh mahasiswa, diantaranya adalah:

  1. PKM-P (PKM-Penelitian) merupakan karya kreatif untuk menjawab permasalahan pengembangan dan teori yang dilaksanakan dengan melakukan penelitian. PKM ini menekankan adanya penelitian dengan metode ilmiah.
  2. PKM-T (PKM-Teknologi) merupakan kreatifitas yang inovatif dalam menciptakan sebuah karya teknologi. Tidak ada penelitian dalam PKM ini.
  3. PKM-M (PKM-Masyarakat) merupakan kreatifitas yang ditujukan untuk memberdayakan atau memajukan suatu masyarakat yang tertinggal.
  4. PKM-K (PKM-Kewirausahaan) merupakan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan peluang pasar dan beorientasi pada profit.
  5. PKM-KC (PKM-Karsa Cipta) merupakan program penciptaan sesuatu hal yang berguna yang didasari atas karsa (keinginanan) dan nalar mahasiswa.
  6. PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis) merupakan penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan dari mahasiswa.
  7. PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah) merupakan penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dibidang pendidikan, penelitian atau pengabdian yang dilakukannya sendiri.

Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.
Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.

       Dalam membuat PKM, mahasiswa harus memiliki kreatifitas atau kemampuan berpikir yang divergen sehingga mampu memberikn alternatif jawaban untuk memecahkan suatu masalah. Ada beberapa ketentuan dalam mengusulkan sebuah PKM, diantaranya adalah; seorang mahasiswa maksimal mengirimkan dua proposal PKM, mahasiswa aktif S1/D1, nama pengusul tidak boleh disingkat, harus memiliki dosen pembimbing, bentuk file harus pdf dan ukuran tak lebih dari 5MB, kemudian mengunggah proposal ke simbolmawa.com. Jika proposal PKM lolos, dikti akan membiaya PKM tersebut agar berkembang dan berguna bagi masyarakat luas.

Valentina Widya, S.s, M.Hum bersama Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.
Valentina Widya, S.s, M.Hum bersama Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.

Valentina Widya,S.S, M.Hum, salah satu dosen Udinus yang mendampingi Prof. Jamasri dalam memaparkan materi, berharap kepada mahasiswa agar lebih kreatif dalam menulis proposal ilmiah PKM sehingga PKM tersebut dapat lolos menuju PIMNAS.

 

 

Penulis                 : Muhammad Abdul Malik

Pewawancara     : Dini Cantik Ningtias Santoso dan Muhammad Abdul Malik

Berbagi Ilmu Dengan CANOPY Magz

LPM Wartadinus mendapatkan undangan untuk memberikan pelatihan atau workshop di SMA Negeri 12 Semarang pada hari Jumat, 03 Maret 2017. Dalam kunjungannya kali ini Wartadinus mengirim beberapa delegasinya untuk mengisi dan memberikan ilmu mengenai dasar dasar jurnalistik kepada pers siswa yang ada di SMA Negeri 12 Semarang dengan nama CANOPY.

pemateri 1 menjelaskan tentang jurnalis
pemateri 1 menjelaskan tentang jurnalis

Pers siswa ini merupakan salah satu ekstrakulikuler yang ada di SMA Negeri 12 dalam bidang jurnalis. Pers siswa ini juga sudah memiliki hasil cetak berupa majalah yang diberi nama “CANOPY Magz”. Salah satu pendiri dari majalah CANOPY Magz adalah Mas Teguh yang juga menjadi pembina dan bagian dari Jago Creative yaitu sebuah Event Organizer. Didalam CANOPY ini di bagi menjadi 2 peminatan yaitu jurnalis dan fotografer.

Mas teguh mengatakan tujuannya mendirikan majalah sekolah ini yaitu karena beliau seneng membuat majalah dan juga merupakan produk dari Jago Creative untuk membuat SCHOOL MAGZ di sekolah sekolah, dan terhitung hingga tahun ini sudah ada sekitar 7 sampai 8 sekolah tingkat SMA dan SMK berhasil didirikan majalah sekolah dari hasil produk Jago Creative untuk membuat SCHOOL MAGZ . Mas Teguh selaku pembina juga menambahkan “setiap seminggu sekali secara rutin pada hari Rabu CANOPY mengadakan pertemuan untuk melakukan pengumpulan berita dan membahas tema majalah untuk edisi berikutnya”.

Mas Teguh mengundangkan Wartadinus untuk memberikan pelatihan jurnalistik ini karena melihat dari event Dinusfest bulan Januari lalu dan merasa cocok dengan Wartadinus untuk memberikan pengarahan di CANOPY SMA Negeri 12 Semarang. Beliau juga mengatakan “kita juga telah melakukan kunjungan dan mengundang beberapa LPM untuk memberikan pelatihan semacam ini, namun dari pihak kita merasa kurang cocok”.

pemateri 2 tentang penulisan berita dan artikel
pemateri 2 tentang penulisan berita dan artikel

Di dalam kunjungan kali ini Wartadinus memberikan materi berupa dasar dasar dari jurnalistik mulai dari cara menentukan tema, cara menulis berita, hingga macam macam bentuk berita atau artikel. Selain itu juga memberikan materi tentang fotografi agar mendapat hasil yang bagus tanpa menggunakan peralatan yang mahal. Dan di akhir sesi Wartadinus memberikan tantangan kepada seluruh anggota CANOPY untuk membuat sebuah artikel dengan tema bebas yang ada di sekolah mereka. Tantangan ini bertujuan agar siswa atau anggota CANOPY bisa mempraktikan apa yang telah di berikan oleh kakak kakak dari Wartadinus.

pemateri 3 tentang fotografi
pemateri 3 tentang fotografi

Rahmat salah satu anggota CANOPY mengatakan “saya sangat senang dan mendapat lebih banyak ilmu tentang fotografi jurnalistik, dan saya berkeinginan untuk lebih mendalami lagi”. Selain itu Mas Teguh juga memberikan harapannya untuk CANOPY setelah mendapat ilmu dari Wartadinus, “harapannya agar materi isi dari CANOPY Magz lebih bagus lagi, dan mengembangkan lagi kemampuan dibidang jurnalis”.

kebersamaan usai acara berakhir
Wartadinus x CANOPY kebersamaan usai acara berakhir

 

Oleh       : Rifqi Hidayat

Reporter : Dini Cantik N S

Secangkir Kopi (Bersama Rintikan Hujan)

Secangkir Kopi

 

(Bersama Rintikan Hujan)

 

Oleh Muhammad Abdul Malik

Kopi dalam sebuah History

Kopi dalam sejarahnya (History) pertama kali ditanam oleh orang Ethiopia pada abad ke-9. Konon ceritanya, sebelum kopi diolah untuk dijadikan minuman, ada seorang penggembala kambing dari Ethiopia. Ia membiarkan kambing-kambingnya memakan buah kopi. Setelah memakan buah kopi, Ia memperhatikan bahwa kambingnya energik hingga tengah malam. Ia lantas menceritakan peristiwa itu kepada biarawan. Para biarawan lalu mencoba buah kopi itu tetapi karena rasanya yang pahit, buah kopi itu pun dilemparkannya ke api. Tidak disangka kopi yang dibakar memunculkan aroma yang sedap, sehingga mereka pun mencoba membuat minuman dari biji kopi yang terbakar. Ternyata mereka juga merasakan tubunya merasa energik hingga tengah malam. Rahasia tentang minuman kopi tersebut kemudian menyebar. Hingga pada akhirnya, pada adab ke-11 kopi menyebar ke kawasan Arab.

Secangkir Kopi Hitam
Secangkir Kopi Hitam

Asal muasal nama Kopi sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “qahwah”, yang dalam bahasa Turki diturunkan menjadi “kahveh”. Kata “kahveh” ini kemudian diserap menjadi koffie (bahasa Belanda), coffe (Inggris), dan diserap Bahasa Indonesia menjadi Kopi. Pada awalnya budaya meminum kopi berkembang dinegara-negara berpenduduk muslim, karena seorang muslim dilarang meminum alkohol. Pada 1414 kopi telah dikenal di Mekkah, yang merupakan tempat tujuan orang-orang muslim di seluruh dunia untuk menuaikan ibadah haji ataupun umroh. Jemaah dari berbagai dunia yang berdatangan ke Mekkah mencoba untuk mencicipi kopi, lantas tertarik dan kemudian membawa dan memperkenalkan kopi ke negaranya. Hal tersebut berpengaruh terhadap penyebaran kopi. Diabad 17 kopi sudah mencapai daratan eropa. Kopi panas sangat digemari masyarakat Eropa untuk menghangatkan badan karena cucacanya yang dingin.

Kolonialisme dan Imperealisme negara-negara Eropa pada negara-negara jajahan, termasuk Indonesia yang dijajah Belanda kala itu juga turut menyebarkan kopi. Sejarah mencatat kopi jenis Arabica pertama kali masuk ke Indonesia pada 1696 dibawa oleh Komandan Pasukan Belanda Adrian Van Ommen. Ommen membawa kopi dari Malabar-India, kemudian masuk ke Indonesia melalui Batavia (sekarang Jakarta) untuk ditanam dan dikembangkan ditempat yang sekarang dikenal dengan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Karena dilanda banjir kala itu, tanaman kopi pun rusak dan mati. Maka pada 1699 didatangkan bibit-bibit kopi baru, yang kemudian berkembang di sekitar Jakarta dan Jawa Barat hingga pada akhirnya menyebar ke berbagai kepulauan Indonesia yang meliputi Sumatra, Bali, Sulawesi dan daerah Indonesia bagian timur.

Ekspor kopi jenis Arabica di Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1711 oleh VOC. Pangsa pasar ekspor kala itu meliputi negara-negara Eropa. Tapi kemudian perkembangan budidaya kopi jenis Arabika di Indonesia mengalami kemunduran hebat dikarenakan penyakit karat daun (Hemileia Vastatrix). Untuk mengatasi serangan hama karat daun, pemerintah Belanda mendatangkan Kopi Liberica ke Indonesia pada 1875. Namun jenis kopi tersebut juga mudah diserang penyakit karat daun dan rasanya terlalu asam.

Lantas pemerintah Belanda mendatangkan kopi jenis baru ke Indonesia yakni jenis Robusta pada tahun 1900. Kopi jenis ini ternyata tahan penyakit karat daun dan pemeliharaan tanaman yang ringan. Semenjak penjajahan Belanda di Indonesia berakhir, perkebunan kopi yang dulunya dikuasai Belanda jatuh ketangan Indonesia. Hingga sekarang perkebunan kopi masih dapat kita dijumpai diberbagai daerah Indonesia. Umumnya perkebunan kopi di Indonesia dimiliki oleh tuan tanah (kaum borjuis) lokal. Pada tahun 2014, sebagaimana dikutip IndonesiaInvesment.com, Indonesia berada diposisi ke-4 produsen dan eksportir kopi terbesar sedunia. Konsumsi domestik kopi di Indonesia, juga dikutip dari IndonesiaInvesment.com, pada tahun 2014 mencapai 4.167.000 bungkus ukuran 60 kilogram.

Secangkir Kopi Hitam
Secangkir Kopi Hitam

Kopi dalam Perspektif Ekonomi

Dalam teori ekonomi, benda-benda yag dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia disebut Barang. Untuk menyederhanakan dan menjelaskan secara rinci suatu Barang, teori ekonomi telah membagi sebuah Barang menjadi beberapa jenis. Berdasarkan tingkat kepentingan/prioritas misalnya, suatu barang dapat dibagi menjadi Barang Primer, Barang Sekunder dan Barang Tersier. Berdasarkan tingkat prioritas diatas, secangkir kopi dapat digolongkan dalam Barang Sekunder. Secangkir kopi dapat dinikmati setelah seseorang memenuhi kebutuhan primernya, misalnya setelah makan. Seperti kebiasaan masyarakat Perancis yang setelah makan akan meminum kopi. Maka tidak heran, kedai kopi ala perancis, Kafe, banyak bertebaran di negara yang terkenal dengan menara Eiffelnya ini.

Kebiasaan meminum kopi bukan hanya pada masyarakat Perancis namun pada masyarakat dunia lainnya. Indonesia misalnya, banyak sekali kafe yang mudah kita temui, seiring berkembangnya trend “Ngopi” akhir-akhir ini. Secangkir kopi juga dapat ditelaah melalui pembagian barang berdasarkan hubungan dengan barang lain. Berdasarkan Hubungan dengan Barang lain, sebuah barang dapat disebut Barang Komplementer (Barang Pelengkap) dan Barang Subtitusi (Barang Pengganti). Barang Komplementer (Barang Pelengkap) adalah barang yang mempunyai nilai lebih jika barang tersebut dikombinasikan dengan barang lain. Sebagai contoh antara kopi dengan gula. Gula disini sebagai barang komplementer (barang pelengkap) dengan kopi. Kopi tanpa gula, menurut masyarakat umum, rasanya kurang enak. Namun trend sekarang sedikit berubah.

Akhir-akhir ini, hidup sehat sedang nge-trend. Gula dapat menyebabkan obesitas, diabetes meilitus dan penyakit lainnya sehingga kopi tanpa gula, walaupun rasanya pahit, sangat digemari oleh mereka yang hidup lebih sehat. Sedangkan Barang Subtitusi (Barang Pengganti) adalah barang yang fungsinya dapat digantikan oleh barang lain. Sebagai contoh antara teh dengan kopi. Jika dilihat dari fungsinya, teh dengan kopi sama-sama minuman yang dapat memberikan kenikmatan. Apabila seseorang yang tidak menyukai kopi, dapat mengganti/meminum teh. Jika seseorag tidak menyukai teh, dapat mengganti/meminum kopi.

Walaupun demikian, kopi adalah kopi, dan teh tetap teh. Bagi masing-masing penggemar, keduanya memiliki sensasi tersendiri. Secangkir kopi, sebagai barang, memiliki Nilai Guna (manfaat). Nilai Guna adalah kemampuan atau daya suatu barang/jasa dalam memenuhi kebutuhan atau kepuasan manusia. Seseorang memberi nilai terhadap Smartphone misalnya, karena smartphone dapat mempersingkat waktu komunikasi dan dapat menghubungkan seseorang tanpa terhalang jarak dan waktu. Demikian juga terhadap kopi, bagi penggemar kopi, kopi dapat memberikan sebuah kenikmatan, kepuasan, kehangatan dan sensasi tersendiri sehingga nilai kopi dimata penggemarnya sangat tinggi.

Nilai suatu barang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Nilai Pakai (Value In Use) dan Nilai Tukar (Value In Exchange). Nilai Pakai adalah nilai yang diberikan kepada suatu benda (barang/jasa) karena benda tersebut dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan atau kepuasan manusia. Nilai pakai terdiri dari Nilai Pakai Subjektif dan Nilai Pakai Objektif. Nilai pakai subjektif artinya benda tersebut dapat memenuhi kebutuhan atau kepuasan secara khusus. Sebagai contoh secangkir kopi memiliki nilai pakai subjektif yang tinggi bagi penggemar kopi daripada penggemar teh. Sedangkan nilai pakai objektif artinya benda yang dapat memenuhi kebutuhan manusia secara umum (kegunaan/utilitas).

Sebagai contoh secangkir kopi memiliki nilai tukar objektif untuk mengatasi dahaga. Sementara itu, Nilai Tukar adalah kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain dipasar. Nilai tukar terdiri dari nilai tukar objektif dan nilai tukar subjektif. Nilai tukar objektif artinya suatu benda dapat ditukar dengan uang atau benda yang memenuhi syarat sebagai uang. Secangkir kopi dapat kita nikmati dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu, dengan demikian kopi memiliki nilai tukar objektif. Sedangkan nilai tukar subjektif berarti suatu benda dapat ditukar dengan benda lain berdasarkan pendapat seseorang sehingga nilai tersebut antar satu orang dengan yang lain berbeda. Sebagai contoh, bagi penggemar kopi, kopi luwak adalah kopi yang termahal di dunia. Untuk membeli kopi luwak seberat 500 gram, sesorang harus merogoh dompetnya sebesar Rp. 2,08 juta. Namun bagi seseorang yang tidak menggemari kopi, harga kopi luwak, misalnya dikira Rp. 10.000 dan kopi luwak tersebut disamakan dengan kopi berharga murah lainnya.

Secangkir kopi bukan hanya berkisah mengenai dari mana kopi berasal dan kemana kopi menancapkan pengaruh dan aroma rasanya. Secangkir kopi dapat memberikan kita sebuah kehangatan, dan kenikmatan, hingga kepuasan.

Kopi, dia pahit tapi tidak menyakitkan. Hitam tapi tidak menyesatkan. Panas tapi tidak membakar tenggorokan.

Dan aku terbuyar dalam lamunan. “Temani sepi dan malam dinginku…” (bisikku sembari menyeruput secangkir kopi).

Secangkir kopi hitam
Secangkir kopi hitam