Sabtu(15/12/18),Tasya Kamila hadir sebagai salah satu pembicara dalam Seminar kebangsaan pada rangkaian acara Jateng Leadership Project 2018. Mantan artis cilik ini dipilih sebagai figur yang tepat untuk memberikan motivasi kepada siswa SMA se- Jawa Tengah karena sosoknya mampu mengimbangi antara kariernya di dunia Entertainment dan pendidikan. Tasya Kamila baru saja menyelesaikan study magisternya di Columbia University dengan gelar master of public speaking pada Mei lalu.

“ Menurutku cara untuk menemukan pashion kita adalah dengan memperbanyak inspirasi, banyak cara untuk menemukan inspirasi dengan mengikuti banyak kegiatan sehingga kita mengetahui kegiatan apa yang sesuai sama kita, kegiatan apa yang kita sukai, yang bisa menambah bakat dan minat kita” ujar Tasya.  Ia juga memberi tahu beberapa tips mengatur waktu untuk kegiatan atau berorganisasi dan bersekolah agar bisa seimbang. Tasya memberikan contoh untuk membuat 4 kuadran dalam memprioritaskan jadwal yang kita miliki.

Seratus lima puluh tiga peserta Jateng Leadership Project sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang bertempat di Wisma Perdamaian Semarang. Salah satu peserta melontarkan pertanyaan kepada Tasya, ”Bagaimana cara kita sebagai pelajar Indonesia ingin berperan aktif dan berkontribusi untuk memberantas permasalahan-permasalahan di Indonesia seperti narkoba, dan kenakalan remaja untuk membantu membangun  generasi kita?” . Tasya menanggapi “Jadi itu harus dari diri kita sendiri seperti tidak menyontek, jangan dekati narkoba, dan kalau ada acara kepanitiaan pertanggung jawabkan semuanya misal dari sponsor, keuangannya juga harus jelas, ikuti peraturan yang ada, kita berperan aktif dalam suatu budaya anti korupsi, budaya anti pungli, dan bentuklah pertemanan  dan kegiatan yang positif“ ujar Tasya.  Selain itu Tasya juga menekankan untuk harus mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia dan mencari solusi untuk setiap permasalahan itu sendiri. Karena setiap permasalahan di Indonesia pasti ada berbeda-beda solusi dan level yang dibutuhkan untuk menganalisis permasalahan tersebut. “Janganlah jadi generasi yang mengeluh, janganlah jadi generasi yang wacana, tetapi  jadilah generasi yang solusi”, pesan Tasya pada peserta.

Selain di hadiri Tasya Kamila, seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh 3 CEO muda yang menginspirasi. Ketiganya adalah Maxim Mulyadi (CEO CV Tirta Makmur Ungaran dengan produknya air mineral pelangi), Christian Sabilal Pussung (CEO Brilliant), serta Wahyu Aji (CEO Good News From Indonesia). Ketiga CEO ini memberikan materi yang sangat menarik dan menginspirasi untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam menyongsong Indonesia tahun 2045.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Mila Elmeida

Editor : Mila Elmeida

Gedung Gradhika Bhakti praja Semarang, menjadi tempat pagelaran Jateng Leadership  Project 2018. BEM Universitas Diponegoro Semarang selaku panitia penyelenggara menyajikan kegiatan begitu apik. Kegiatan Jateng Leadership  tahun ini diselenggarakan pada tanggal 12-16 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 154 siswa-siswi Forum OSIS se-Jawa Tengah, antusias peserta sangat besar dilihat dari Jumlah peserta yang mengalami peningkatan dibanding Tahun sebelumnya, konsep yang diambil dalam tahun ini pun sangat kekinian dengan mengusung tema “menciptakan kepemimpinan emas kaum pelajar”, sehingga menarik banyak peserta. Sederet tokoh-tokoh penting Jawa Tengah juga ikut meramaikan acara ini sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP dalam pidato sambutannya menyatakan pentingnya Demokrasi kehidupan bagi kaum muda, khususnya kaum siswa-siswi yang menjadi contoh pelopor masyarakat sekitar. “Forum osis harus menjadi agen perubahan, memiliki pemikiran, komunikasi, sikap dan jiwa sosial yang benar”, ujarnya. Selain dibekali dengan ilmu, para peserta juga diajak mengikuti permainan yang dapat melatih mental demokrasi bersama, 4 peserta pun mendapatkan kesempatan guna mengikuti diskusi agenda forum bisnis Pak Ganjar di Solo. Dari hasil voting  bersama atas nama Farah, Audri, hafiz, Danti. Dalam Pemilihan Voting pun berlangsung sesuai harapan Bapak Gubernur, yaitu dengan mendahulukan kepentingan bersama, mengalahkan seribu keegoisan, dan mengedepankan musyawarah dan mufakat demi keputusan bersama.

Acara tersebut berlangsung selama 3 jam, pada akhir kegiatan diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber ataupun voluntir.  Peserta pun diberikan kebebasan dan kebijakan guna mengemukakan pendapat, Voluntir pun mendapatkan kesempatan guna berbagi seputar pengalaman yang telah didapatkan. Adapun harapan ke depan dari para voluntir dari kegiatan ini ialah  “Bahwa kolaborasi pemerintah dan pelajar itu penting, pelajar sebagai wadah apresiasi dan pemerintah sebagai  pencipta perubahan itu sendiri”, Ujar salah seorang voluntir. Demokrasi persatuan  ada karna sebuah perjuangan leluhur bangsa, sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban guna mempertahankan apa yang telah diwariskan , dan pemimpin yang berdemokrasi adalah pemimpin yang bijaksana untuk rakyat.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Rendi Andrea Pramana

Editor : Fahmi Fabian

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terpilih sebagai tuan rumah dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia (1/12). Acara tersebut didatangi oleh jajaran pemerintahan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Semarang dan masyarakat Kota Semarang.

Bertempat di Aula lantai 3 gedung E kampus Udinus, acara dimulai pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Acara tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta sosialisasi bagaimana mendeteksi secara dini penyakit HIV/AIDS.

Acara tersebut diawali dengan penyerahan tali asih oleh Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko M.Kom dan dr. Sarwoko Oetomo MMR. kepada ODHA yang penderitanya masih anak-anak sebagai bentuk dukungan moral terhadap mereka. Dalam sambutan Rektor Udinus, Prof. Edi Noersasongko beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama hidup sehat. “Dalam daftar penderita HIV/AIDS, Jawa Tengah menjadi urutan ke-4 sebagai pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan terbanyak berada di kota Semarang. Tentunya dengan data tersebut kita perlu peduli tentang penanggulangan masalah penyakit HIV/AIDS. Maka dari itu Udinus siap membantu KPA dengan segenap kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Warga Peduli AIDS (WPA) Kridho Budhoyo Kelurahan Manyaran, Semarang yang menampilkan pagelaran “Kethoprak Milenial” mengangkat tema tentang kepedulian. Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga terdapat sesi tanya jawab mengenai HIV/AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. Sarwoko Oetomo MMR. Mengucapkan statement “Saya berani, Saya sehat” saat diwawancara pertama kali. Beliau mengatakan, “ARV adalah satu-satunya obat HIV untuk saat ini, obat itu bekerja untuk menekan perkembangbiakan virus HIV itu sendiri.” “Mengenai edukasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa menanyakan pada KPA yang mengakomodasi penyuluhan dan penanganan mengenai penyakit ini. Dan  stigma yang selama ini menyudutkan para penderita HIV itu kita enyahkan saja, karena sebetulnya mereka juga bisa hidup berdampingan dan berkomunikasi dengan baik bersama kita,” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Devara Berlianti

Editor : Haris Rizky Amanullah

         

            Crop Circle FIB UNDIP Tembalang – AEROTION (American English Royal Exhibition) kembali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (24/11/18). Acara tahunan yang sudah digelar sejak tahun 2016 tersebut, mengusung tema ‘Frankness Glory’. Project Leader AEROTION 2018, Ardia Garini mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris kepada masyarakat luas. “Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui apa saja bentuk kebudayaan di negara Amerika dan Inggris. Padahal lifestyle masyarakat Amerika dan Inggris sendiri sudah menjamur di sini (red. Indonesia)”. Ardia Garini juga menambahkan, selain sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris, acara ini digelar dengan tujuan memfasilitasi mahasiswa Sastra Inggris UNDIP untuk sharing dan bersilaturahmi, serta reward untuk anggota Himpunan Mahasiswa yang telah bekerja selama periode kepengurusan.

Live Drawing dari komunitas Semarang Coret

AEROTION 2018 dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Kepala Prodi Sastra Inggris UNDIP, dilanjutkan dengan penampilan antar angkatan Sastra Inggris UNDIP dan puncak acara pada pukul 21.00 WIB diisi oleh Econo Music serta TiedHllm. Selain performer yang berpartisipasi, AEROTION 2018 juga diramaikan oleh beberapa stand komunitas seperti, Semarang Coret, Flag Football, MACI Semarang dan Polyglot.

Yang menarik dari acara ini, jika pengunjung membeli tiket dengan membawa buku tulis atau pakaian bekas layak pakai, maka pengunjung akan mendapat diskon tiket AEROTION 2018. Sesuai dengan penjelasan dari Pujarisma sebagai Staf Media dan Publikasi, tujuan dikumpulkannya buku tulis dan pakaian bekas layak pakai tersebut adalah bentuk donasi yang akan disalurkan pada Program Kerja (Proker) HM Sastra Inggris selanjutnya. “Bulan Desember, dari HM Sasta Inggris sendiri akan mengadakan acara yang bernama EDSOTeach, ini nanti bentuk pengabdian EDSA untuk mengajar adik-adik Sekolah Dasar di Semarang. Buku tulis yang sudah terkumpul nantinya akan dibagikan untuk adik-adik Sekolah Dasar yang dituju. Untuk pakaian bekas layak pakai sendiri, dari HM memang sering mengadakan acara bakti sosial, ini nantinya bisa disalurkan kepada yang membutuhkan”.

Pengunjung AEROTION 2018, Tya mengungkapkan jika dirinya terkesan ketika mendatangi acara ini. “Untuk ukuran acara yang baru berumur 3 tahun, ini keren banget sih. Saya awalnya kesini karena ini tahun terakhir saya di Sastra Inggris UNDIP, tapi saya benar-benar terkesan dengan persiapan penyelenggara acaranya. Performernya bagus semua, seru liat setiap angkatan berinteraksi, semoga di tahun selanjutnya kemeriahan ini tetap terjaga!”.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu, 24 November 2018. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan acara seminar struktural nasional yang dimulai pukul 09.00 WIB dan  bertempat di auditorium lantai tujuh Gedung H Udinus. Seminar tentang penerjemahan linguistik terapan, sastra, dan ilmu budaya  yang berskala nasional ini berhasil menarik animo masyarakat baik dari lingkungan Udinus maupun dari luar Udinus. Seminar Struktural Nasional 2018 ini mengangkat tema ‘Peran Kajian Linguistik, penerjemahan, sastra, dan budaya di era digital. Acara seminar ini bertujuan untuk memberi fasilitas akademis untuk para peneliti, mahasiswa, dan dosen yang berminat dibidang penerjemahan, linguistik, sastra, dan ilmu budaya. Pembicara pada seminar kali ini adalah Prof Dr. Riyadi Santosa, M.ed., Ph.D yang merupakan Guru Besar Linguistik FIB UNS, kemudian Prof Dr. M.R. Nababan, M.ed. M.A,. Ph.D Guru Besar Penerjemahan FIB UNS, dan Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. dari UNDIP sebagai Guru Besar Ilmu Antropologi FIB.

Pembicara pertama Prof Dr. Riyadi Santosa, beliau menjelaskan tentang industri di era digital, ”Kita bisa melihat betapa berpengaruhnya industrialisasi di era digital yang sudah kita alami, minimal ditahun ini kita sudah mengalami hal itu semua, dari sini kita juga bisa melihat juga gejala transformasi,” Ujar beliau. ”Toko-toko konvensional sudah mulai tergantikan dengan model bisnis market place, toko fisik sudah mulai menghilang, sudah digantikan dengan aplikasi online seperti Buka Lapak dan Tokopedia misalnya seperti itu,” Tambahnya. Pembicara kedua Prof Dr. M.R. Nababan, beliau menjelaskan dengan singkat menjelaskan tentang penelitian penerjemahan di era-era saat ini, ”jika menggunakan istilah translation dalam konteks penelitian, itu bisa merujuk pada  prosesnya. Proses penerjemahannya, bisa merujuk pada produk penerjemahannya, bisa juga pada fungsi penerjemahannya. Hati-hati ini bukan fungsional.” ujarnya. Dan pembicara terakhir adalah Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. beliau membicarakan mengenai masalah kajian budaya di era digital.

Seminar Struktural Nasional berlangsung selama kurang  lebih dua jam, tampak dari para peserta seminar, mereka tampang senang dengan acara ini. Suryo Wardana M.Pd selaku ketua acara seminar struktural nasional 2018 tersebut mengatakan “Animonya sangat bagus, bahkan melebihi target.” Setelah acara tersebut selesai di gedung H, dilanjutkan dengan acara diskusi pararel yang diikuti peserta dan pemakalah dalam menyampaikan isi makalah mereka. Acara ini bertempat di Gedung G lantai tiga Universitas Dian Nuswantoro.

Penulis: Anugrah Tri Ramadhan

Editor: Haris Rizky Amanullah

Atrium Citraland Mall, Semarang – Pagelaran tahunan Galaxy Technoart oleh Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang (21/11/18) sukses diselenggarakan dengan menuai banyak pujian. Acara  berlangsung meriah, dihadiri oleh siswa-siswi peserta lomba yang berasal dari berbagai SMA di Semarang, pembicara kompeten pada bidangnya serta hiburan dari mahasiswa-mahasiswi aktif Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Tidak hanya partisipan, acara yang dimulai pada pukul 10.00 WIB ini pun, ramai menarik perhatian publik, sekedar lewat untuk menengok rangkaian acaranya, berfoto bersama maskot dari UDINUS maupun menyimak materi Seminar yang dibawakan oleh pembicara.

Berchika bersama team saat menjuarai lomba Performing Art

Pada perlombaan yang diselenggarakan, para peserta terlihat sangat antusias dengan kreativitas yang mereka sajikan dalam bentuk karya, yang nantinya akan dinilai di hadapan dewan juri. Pada Galaxy Technoart 2, terdapat berbagai jenis rangkaian perlombaan dengan tema yang mengolaborasikan antara Budaya Tradisional serta Teknologi. Salah seorang Mahasiswi Baru UDINUS, Berchika Nisa yang juga merupakan peserta lomba Performing Art mengatakan, “Ketika team kami menang, tidak ada pemikiran kami bisa menang dalam acara ini. Sejujurnya niat kami tidak hanya untuk mencari nilai dan kejuaraan, tetapi lebih berniat untuk memberikan hasil yang terbaik dari tim, dan ini adalah salah satu hasil perjuangan dari tim kami”, ujarnya. “Acara ini sangatlah bagus dan bermanfaat bagi semua orang, terutama kalangan remaja, acara ini membuat kita sadar dengan adanya perkembangan budaya Indonesia, dan di sini juga kami belajar adanya perkembangan teknologi yang sedang berkembang saat ini, disisi lain di sini juga kami masih mau menengok kembali akan adanya budaya yang masih otentik dan mengembangkannya menjadi budaya yang lebih modern”, tambahnya.

Berbagai jenis lomba dan seminar yang diselenggarakan dalam Galaxy Technoart 2 ini, membuat para pengunjung dan partisipan lebih paham akan perkembangan zaman terutama Teknologi yang kian pesat. Pesatnya kemajuan Teknologi tersebut, baiknya diimbangi dengan pengetahuan berbudaya tradisional sebagai akar dari sejarah kemajuan Teknologi. Sesuai dengan tema tahun ini, ‘New Hope Kreasi Anak Bangsa’  diharapkan, setelah acara Galaxy Technoart 2 selesai, muncul bibit-bibit anak muda yang unggul di bidang Teknologi, serta ramah pada Budaya.

Penulis : Elwan Adi

Editor : Intan Widianti K.P

Fotografer : Rendi Andrea Pramana

Rabu, 21 November 2018 diadakan acara Galaxy Technoart yang berlokasi di Mall Ciputra Semarang. Galaxy Technoart merupakan event yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Tema yang diusung kali ini adalah New Hope Kreasi anak negeri.

Dalam Galaxy Technoart terdapat lomba yang diselenggarakan di antaranya, lomba fotografi, jurnalistik dan skenario tingkat SMA/SMK sederajat. Dalam Galaxy Technoart sendiri dibagi ke dalam beberapa sesi salah satunya adalah Kolaborasi Kreatif Untuk Pembangunan.

Perkembangan zaman sekarang tidak membuat anak muda berhenti berkreasi dan berkarya, dengan adanya teknologi seperti sekarang, justru membuat mereka semakin berkreasi dan dapat menciptakan karya yang memukau. Seperti e-macapat dan e-gamelan merupakan hasil teknologi yang diciptakan oleh UDINUS bahkan sudah sampai ke ranah Internasional. Tujuan dibuatnya e-gamelan dan e-macapat supaya menarik perhatian anak muda dalam melestarikan kebudayaan. Munculnya beberapa start-up juga menjawab perkembangan teknologi yang dimanfaatkan oleh anak muda. Seperti Young on Top dan Inakriya.

Young on Top merupakan start-up yang sudah berdiri 10 tahun dan sudah ada di 25 kota, termasuk Semarang. Kota Semarang menjadi salah satu kota teraktif dan member yang paling banyak. Event yang di selenggarakan pun sangat menarik, seperti yang baru-baru ini Young on Top dan Top Karier mengadakan job fair yang di peruntukan untuk lulusan SMA/SMK yang bekerja sama dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Karena tingkat pengangguran paling banyak adalah lulusan SMA/SMK. Tidak hanya memfasilitasi mereka untuk bekerja, Young on Top dan Top karier juga mendorong mereka sebisa mungkin untuk melanjutkan pendidikan berlanjut meskipun mereka memilih untuk bekerja,” Ungkap Riki Son selaku manager dari Young on Top.

“UMKM di sini termasuk dalam hal seni. Inakriya hadir untuk mewadahi industri kreatif. Banyak kreasi seni dan budaya yang masih belum di publish, untuk itu Inakriya hadir untuk menginkubator. UMKM sebagai seni budaya seperti kuliner dan kerajinan. Inakriya melakukan pembangunan dan pelatihan agar UMKM bertumbuh. Salah satunya UMKM yang ada di Semarang, Inakriya bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM). Hasil riset dari Inakriya, kota Semarang menjadi kota transit kuliner dan budaya yang harusnya menjadi kota destinasi utama,” ungkap Lisa Mardiana selaku inkubator Inakriya.

Hal tersebut didukung oleh pemerintah kota (pemkot) Semarang seperti membangun taman-taman, mempercantik kota, destinasi wisata ditambah. Sedangkan pelayanan untuk masyarakat pemkot Semarang menyediakan bus wisata untuk keliling Semarang dalam sehari bus tersebut beroperasi tiga kali keliling tanpa dipungut biaya. Pemkot Semarang juga fokus di dalam pendidikan yaitu dengan cara memperbaiki fasilitas yang ada dan memfasilitasi beasiswa bagi yang kurang mampu.

UDINUS merupakan salah satu perguruan tinggi yang mempunyai potensi di bidang seni dengan apresiasi yang bagus. Salah satu yang dilakukan adalah menumbuhkan seni kreatif yang berdimensi luas ekonominya dan sosial budaya, karena jika sudah ada seni radikalisme akan hilang. Tidak hanya itu UDINUS juga memfasilitasi mahasiswa yang memiliki start-up, salah satunya dengan mendirikan tenda kewirausahaan dan memberikan mahasiswa mata kuliah kewirausahaan yang nantinya diharapkan banyak start-up- start-up bermunculan dan menjadi seorang entrepreneur atau kreator.

“Mari kita berpikir, mari kita melakukan” Salam akhir dari Lisa Mardiana selaku inkubator Inakriya dan dosen Udinus Dalam akhir acara Galaxy Technoart.

Penulis & Fotofrager : Ummi Nur Aini Daneswari

Editor : Haris Rizky Amanullah

Palari Films telah sukses produksi film Aruna dan Lidahnya, film yang pemeran utamanya Dian Sastrowardoyo tersebut sedang promosikan filmnya secara gencar-gencaran. Kali ini mereka targetkan penonton kalangan remaja dengan adakan promosi di aula gedung E Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Promosi ini diadakan langsung oleh Palari Films dan Sineroom Semarang- komunitas sineas film- yang bekerjasama dengan LabStory dan Udinus pada hari rabu (3/10).

Mereka mengadakan Mini Talkshow berdurasi satu jam dengan menghadirkan Produser Film Meiske Taurisia, Sutradara Edwin yang notabene-nya pernah di daulat menjadi sutradara terbaik pada film “Posesif”, dan Nicholas Saputra yang memerankan karakter Bono pada film Aruna dan Lidahnya.

Peserta sangat antusias menyaksikan talkshow tersebut, hal ini dibuktikan dengan hadirnya 270 orang dari kalangan umum dan Mahasiswa Udinus.

“Kegiatan ini dari Sineroom dan Palari Films, kami dari udinus dan LabStory hanya bekerjasama dengan mereka. Peserta yang hadir kurang lebih ada 250 orang dari udinus, sedangkan umum ada 27 orang” Ujar Shinta Arum selaku panitia acara.

Mieske menjelaskan bahwa ia mengangkat Novel Aruna dan Lidahnya menjadi film karena didalamnya terdapat cerita kompleks seperti pertemanan, persahabatan, cinta, dan konspirasi dalam kerja yang dibalut dalam kegiatan berbincang di meja makan.

“Kenapa memilih Aruna dan Lidahnya, kan pada film Posesif sudah ada unsur remaja, _romance_. Tapi pada film ini, kita pingin _explore_ hubungan yang dewasa pada anak yang sedang kuliah dan bekerja, jadi waktu saya baca novelnya jadi membayangkan mereka bisa merasakan rasa pertemanan, persahabatan, cinta, dan pekerjaan yang dibalut dalam suasana ngobrol di meja makan” Tuturnya saat menjelaskan detail Film Aruna dan Lidahnya.

Selain di Universitas Dian Nuswantoro Aruna dan Lidahnya juga lakukan serangkaian promosi di Institut Seni Indonesia Surakarta dan Yogyakarta, hingga jumpa fans di Bioskop. Film yang tayang perdana tanggal 27 september 2018, masih dapat di saksikan di bioskop terdekat.

Penulis & Fotografer : Shabrina Edelweiss

Editor : Haris Rizky A.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Dian Nuswantoro kembali gelar International Seminar on Application for Technology of Information and Communication (iSemantic). Seminar tingkat international tersebut sudah diselenggarakan untuk ketiga kalinya dan mendatangkan pembicara dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dihadiri sekitar 400 peserta, kali ini iSemantic mengangkat tema bertajuk “Creative Technology for Human Life”. Dengan menghadirkan tiga pembicara handal yakni Prof. Dr. Ir. Nurul Taufiqurrachman, M.Eng. dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Peter Wushou Chang, MD, MPH,ScD. dari Teipei Medical University dan yang terakhir Reece Hinchcliff, Ph.D dari University of Technology Sydney.

Pada sesi pertama Prof. Nurul Taufiqurrachman menjelaskan tentang pengelolaan Intelectual Property “LIPI terdaftar memiliki jumlah paten mungkin terbesar di Indonesia, pada tahun 2017 “jelasnya saat di temui jumat (21/09/2018). Seperti yang kita tahu paten merupakan salah satu parameter untuk kemajuan bangsa. Setelahnya Prof. Peter Wushou menjelaskan tentang literasi kesehatan dan juga hak atas kesehatan. Selain itu juga Reece Hinchcliff menjelaskan tentang teknologi yang dapat memperkuat sistem kesehatan “seperti yang kita tau, kita bisa memiliki teknologi yang bagus. Tetapi tidak diimplementasikan dengan benar”jelasnya.

Menurut Rektor Universitas Dian Nuswantoro, Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko M.kom diadakannya isemantik bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dari para mahasiswa, karyawan, dan masyarakat. Sehingga pada acara tersebut mengundang 3 pembicara yang didatangkan langsung dari Taiwan, Australia dan dari Indonesia.

“Di sini kita melihat bahwa mahasiswa, karyawan, dan masyarakat dan perlu ditingkatkan kreatifitasnya, intinya seperti itu. Sehingga kami mengundang pembicara-pembicara dari berbagai penjuru Australia, Taiwan, Indonesia sehingga bicaralah tentang kreatifitas dan bisa menyebarkan virus tentang itu kepada para peserta”ujar Rektor Udinus yang di temui pada aula gedung E, Universitas Dian Nuswantoro

 

Penulis : Juliana Heidi

Editor : Haris Rizky A

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro memeriahkan hari terakhir Dinus Inside tepatnya hari Rabu, 5 September 2018.

Fakultas ini menyelenggarakan Lomba Denok Kenang antar mahasiswa baru yang diikuti sebanyak 5 pasang peserta.Tujuan diadakanya acara ini untuk menyaring mahasiswa berprestasi dan berbudi pekerti yang baik sebagai public figure dari Fakultas Ekonomi Bisnis yang mampu bersaing dengan mahasiswa lain.  Untuk menjadi Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis ,peserta telah melalui berbagai tahap penyeleksian yang dimulai sejak hari pertama Dinus Inside dan diseleksi langsung oleh para dosen.Kriteria penilaian meliputi public speaking, penampilan serta bakat.

Peserta Denok Kenang ini selain cantik dan tampan, juga memiliki bakat dan prestasi yang membanggakan.Bahkan salah satu diantaranya menjadi juara 3 Korea Open Taekwondo.Rangkaian acara lomba ini diawali dengan catwalk. Dilanjutkan dengan penyampaian materi seputar ekonomi bisnis kepada seluruh mahasiswa baru serta  sesi tanya jawab antar peserta Denok Kenang dan mahasiswa baru .

Nantinya akan ada 2 kategori juara yang meliputi juara umum berdasar penilaian juri dan juara favorit berdasar voting seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi Bisnis.

“Saya berharap mahasiswa FEB dapat termotivasi oleh peserta yang terpilih menjadi Denok Kenang agar tidak hanya memperhatikan penampilan saja namun juga memperbaiki skill maupun public speaking.”Tutur Yuli Fardani Faisal selaku sie acara.

“Seneng, gak nyangka, kaget, karena persiapan mepet hanya 2 hari. Harapannya semoga kita bias menjadi contoh yang baik dan tentunya dapat membanggakan udinus.”tutur Kukuh Wijayanto sebagai juara umum Denok Kenang Fakultas Ekonomi Bisnis 2018.

Penulis : Ratna Ulya
Editor : Mila Elmeida
Fotografer : Dessyta Melinia Eriza