KSPM Undip gaet minat investasi kawula muda melalui Seminar Nasional

Sabtu, 4 Mei 2019 Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP mengadakan Seminar Nasional Investasi yang bertempat di Gedung Grandhika Bakti Praja, Semarang. Seminar dengan tema “Metamorph Yourself Through Investment”  tersebut merupakan acara puncak dari serangkaian acara Diponegoro Capital Market Days (DCMD) 2019.

DCMD 2019 diselenggarakan dalam tiga rangkaian acara yang sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan Sekolah Pasar Modal pada bulan Maret, serta lomba pasar modal pada  Rabu (1/5) hingga Jumat (3/5). Dalam seminar nasional kali ini, menghadirkan empat pembicara. Poltak Hotradero yang merupakan Spesialis Direktorat Pengembangan PT. Bursa Efek Indonesia, kemudian ada Muhammad Adityo Nugroho yang ahli di bidang Praktisi Pasar Modal, dan Rivan Kurniawan sebagai Value Investor Indonesia, serta guest stars Tung Desem Waringin Pelatih Sukses No.1 di Indonesia.

Dalam seminar nasional kali ini para pembicara mengenalkan investasi kepada para peserta. peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa muda terus diberikan motivasi supaya mereka lebih memanfaatkan waktu seefisien mungkin, dan melakukan investasi sedini mungkin. Investasi tersebut nantinya akan menjadi modal menghadapi dunia pasar modal yang semakin kuat. Pembicara juga menceritakan pengalaman pribadi mereka kepada peserta sebagai contoh nyata bahwa investasi merupakan sesuatu yang bermanfaat. Saat ini pasar modal lebih kuat dari lembaga syariah, tapi Indonesia masih punya peluang yang cerah di sektor keuangan. “Masa depan Industri keuangan ada di tangan teman-teman, jadi bersiaplah. Kalau kita ingin berkembang lakukanlah sebagai ibadah,” ujar Poltak Hotradero.

Dengan sasaran kawula muda, seminar ini berhasil menggaet lebih dari 200 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa. Fadhil Ahsan, selaku ketua panitia DCMC 2019 menuturkan bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat umum khususnya kawula muda agar lebih peduli dengan dunia investasi, khususnya di dunia pasar modal.

 “Harapan masyarakat dari semenjak sekarang lebih peduli terhadap investasi, lebih mengesampingkan hedonisme. Uang yang ada di manfaatkan untuk hal yg lebih bermanfaat dari sejak dini, karena investasi mungkin sekarang belum terasa manfaatnya, tapi nanti kalau udah tua sudah pensiun baru terasa. Jadi nggak ada istilah untuk telat dalam investasi.” Tutup Fadhil

Penulis : Mila Elmeida

Fotografer : Aginta Pramana

Editor : Haris Rizky Amanullah

Badan Amalan Islam (BAI) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) setiap tahun mengadakan acara pengajian umum untuk menyambut bulan Ramadhan. Pengajian yang bertema “Meraih Cinta di Bulan Ramadhan” tersebut di hadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur sebagai pembicara. Acara yang diadakan di Masjid Baitul Ilmi pada hari Kamis (2/5) tersebut dimulai pada pukul 18.00 WIB.

BAI Udinus kembali menggelar pengajian umum dengan Tema yang diusung “Meraih Cinta di Bulan Ramadhan”.  Acara tersebut dihadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur dan juga dihadiri langsung oleh Wakil Rektor IV, DR Pulung Nurtantio Andono S.T, M.Kom. Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan banyak ilmu baru mengenai hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan pada bulan Ramadhan, salah satunya dengan membaca Al-Quran. Dengan membaca Al-Quran di saat bulan Ramadhan akan semakin membekali diri, dan  mempermudah segala urusan. Apalagi pada bulan Ramadhan kebaikan yang dilakukan akan berlipat ganda pahalanya.

“Pentingnya membaca Al-Quran dalam kehidupan dapat langsung kita rasakan, karena Al-Quran adalah magic. Bacaan-bacaan yang terdapat di dalam Al-Quran sanggatlah memiliki arti yang luar biasa. Kemudian basik mempelajari Al-Quran adalah bahasa Arab”, ujar Ustadz Yusuf Mansur

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi dari Udinus, ada juga masyarakat umum yang datang dan turut hadir sebagai peserta. Selain mendapat ilmu para peserta juga dapat menambah tali silaturahmi mereka, berbagi ilmu dan pengalaman. Terlebih lagi dengan menghadirkan narasumber yang cukup dikenali oleh masyarakat, juga dapat menarik perhatian para generasi muda untuk ikut serta dalam pengajian tersebut. Nurul Azizah sebagai salah satu peserta pengajian, menuturkan “Dengan diadakannya pengajian umum ini menambah silaturahmi Islamiyah persaudaraan kita sesama umat. Kita juga dapat share ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Materi yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansur juga luar biasa, manfaatnya”. Acara tersebut selesai pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung dengan lancar.

Penulis : Ummi Nur Aini Daneswari

Editor : Haris Rizky Amanullah

Dosen FEB UDINUS Ajarkan Manfaat Sekaligus Bahaya Dari Penggunaan Ponsel Pada Santri

Pengabdian Masyarakat dilakukan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengenai bahaya Ponsel pada remaja pada 24 Februari 2019. Acara yang berlokasi di gedung C FEB  tersebut diikuti oleh 30 anak asuh Lembaga Amil Zakat Baitul Muttaqien Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Telepon seluler atau ponsel merupakan hal yang sangat umum di kalangan remaja, terutama Smartphone yang setiap tahun terus berinovasi. Penggunaan ponsel memang bisa membawa manfaat terutama di era serba digital seperti sekarang. Namun setiap hal pasti ada baik buruknya, begitu juga dengan ponsel yang bisa memberi dampak negatif bagi remaja. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan sedini mungkin mengenai penggunaan ponsel yang bijak dan memberikan manfaat.

Tiga puluh peserta dari anak asuh Lembaga Amil Zakat Baitul Muttaqien Udinus tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Karena mayoritas dari mereka remaja yang aktif menggunakan ponsel terutama Smartphone berbasis android. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat yaitu materi dari tiga Dosen FEB Dra. Juli Ratnawati, SE, M.Si selaku ketua Sentra KI Udinus kemudian Dra. Yuniarsi, M.Kom dan yang terakhir oleh Dwi Nurul Izzhati, M.MT.

Materi pertama disampaikan oleh Juli Ratnawati selaku ketua tim pelaksana Pengabdian Masyarakat tersebut. Menyampaikan tentang manajemen diri secara islami dengan menceritakan pribadi dari Nabi Muhammad sebagai panutan umat islam dan bagaimana cara mengelola diri agar menjadi pribadi yang sukses. Materi yang disampaikan didasarkan dari Ayat dalam Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman materi tersebut. “Saya dan Tim mengajarkan tentang Kemampuan mengelola diri,  menggunakan telepon seluler dengan bijak serta game untuk meningkatkan kemampuan diri” ujar Juli.

Dilanjutkan oleh Dra. Yuniarsi yang memaparkan materi kedua mengenai bahaya ponsel. Tidak hanya mempermasalahkan bahayanya, tapi manfaat dari ponsel juga di berikan kepada peserta. Penggunaan ponsel yang berlebihan akan berdampak buruk bagi fisik maupun psikis tanpa kita sadari. “Rumah Belajar”. Materi terakhir disampaikan oleh Dwi Nurul yang lebih berfokus pada game. Game tersebut berupa permainan interaktif islami yang dilakukan secara berkelompok. Dalam permainan itu juga peserta diajarkan nilai-nilai manajemen tentang kerja sama, komunikasi dan kepemimpinan.

Penulis : Haris Rizky A

Editor : Mila Elmeida

Wayang Sothil Hadirkan Lakon “Sang Nata” Menjelang Pemilu 2019

Rabu (10/4) Pertunjukkan wayang sothil di gelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang dengan lakon “Sang Nata”. Acara tersebut di usung oleh Titah Banu Arum Mumpuni, sebagai penemu sekaligus dhalang pada pertunjukan tersebut. Pertunjukan dilaksanakan dalam rangka pemenuhan tugas akhir karya Titah dalam studinya di Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus).

Acara tersebut dimulai pukul 18.30 hingga 20.30 WIB dibuka dengan penampilan dari Angklung Calingsa sebagai pengiring instrumen pertunjukan. Dilanjutkan dengan talkshow interaktif oleh tim kreatif Wayang Sothil, Moh. Syarif, Yoga Firmansyah dan Wahyu Krisdianto yang merupakan mahasiswa Udinus jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Wayang Sothil merupakan wayang kontemporer yang terbuat dari alat memasak. Dalam bahasa Jawa sothil dapat diartikan alat memasak. Tampilannya dihias dan dilukis sedemikian rupa hingga memiliki karakter di dalamnya. Cerita yang menjadi lakon dalam pementasan Wayang Sothil adalah cerita singkat yang mengangkat isu-isu yang sedang menjadi pembicaraan publik dan fenomena keseharian di lingkungan masyarakat. Wayang Sothil perdana dipentaskan pada 17 Mei 2017 dalam acara Seminar Internasional “INFINITY” oleh kampus Udinus.

“Lakon Sang Nata dipilih dengan tujuan untuk mengajak generasi milenial menggunakan hak pilihnya, agar generasi milenial aware terhadap politik” ujar Lisa Mediana, dosen pembimbing Titah Banu Arum Mumpuni. Sang Nata adalah lakon wayang yang terinspirasi dari cerita pemerintahan Yunani Kuno yang menyampaikan pesan mengenai kepribadian yang harus dimiliki seorang pemimpin negara yaitu ilmu Hastabrata.

“Mari kita menggunakan hak suara kita selaku generasi muda, jangan mudah terbawa isu, Bhinneka Tunggal Ika berbeda namun tetap satu. Kita berbeda tapi mari kita satukan suara dengan cara mengikuti pemilu tahun 2019 dan tahu pemimpin seperti apa yang akan dipilih yaitu pemimpin yang memiliki ilmu Hastabrata” ujar Titah menyampaikan pesan dalam pertunjukannya.

Penulis            : Mila Elmeida

Fotografer      : Putri Riskyana Dewi

Editor             : Haris Rizky A

BEM FIK Berikan Public Speaking Class Pada Acara Wardah Bright Day Campus Road Show

Wardah bright day campus road show bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (BEM FIK) untuk menyelenggarakan acaranya di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Acara tersebut bertempat di Gedung H lantai 7 pada Jumat (5/4) dan diketuai oleh Navilla Aprilia Kawa.

Wardah bright day campus road show, merupakan acara rutin dari Wardah Bright Day Campus Road Show tersebut sudah diadakan di beberapa kampus yang ada di kota Semarang. Kali ini UDINUS, berkesempatan menjadi bagian dari Wardah bright day yang sebelumnya sudah pernah dilakukan di  Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Islam Walisongo Semarang, Universitas PGRI Semarang.

Acara tersebut sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, dan rutin dilakukan di Semarang. Terdapat beberapa rangkaian acara dalam Wardah bright day campus road show ini yaitu, seminar, talkshow, beauty class, fun booth actifity.

Tema yang diangkat kali ini adalah “Public Speaking Speak With Confidence”, dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Obin Robin yang merupakan seorang MC, TV host, dan public speaking trainer, kemudian Fitria Cahya Ningtias atau akrab disapa dengan nama Riri, merupakan denok kota Semarang. Sesuai dengan temanya, dalam sesi seminar kedua pembicara memberikan materi mengenai public speaking.

Obin Robin memberikan beberapa tips dalam menghadapi audience. salah satunya untuk menghadapi audience yang pasif dengan cara tidak usah merasa takut dan kuasai bahasa yang akan disampaikan untuk seluruh audience. “untuk menghadapi audience pasif tidak usah takut, pahami bahasa yang akan di sampaian dan jangan terpaku bahwa kita berbicara pada satu dua orang melainkan ke seluruh orang yang ada” ujarnya.

Keseruan acara yang notabene pesertanya perempuan tersebut semakin bertambah ketika sampai dalam sesi beauty class. Dalam sesi beauty class masing-masing peserta akan mendapat kaca, bandana, brush, dan perlengkapan make up, kemudian peserta mengikuti arahan yang diberikan oleh narasumber. Salah satu peserta, Elia Febriana berkesempatan menjadi model sebagai contoh make up yang sederhana menggunakan produk dari Wardah. Acara road show pun diakhiri dengan band akustik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Udinus.

Penulis : Eka Aristiana

Fotografer : Gusti Bintang K

Editor    : Haris Rizky Amanullah

LPM Wartadinus Hadirkan Dinus Moviescreen Untuk Pertama Kali

Lembaga pers Kampus (LPM) Wartadinus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) untuk pertama kalinya melakukan inovasi baru berupa Screening Film. Acara yang mengangkat tema “Capture Our Exspression With Movie” diadakan di Aula Gedung E lantai 3 UDINUS pada Kamis (28/03/2019).

Screening Film merupakan kegiatan pemutaran film yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan narasumber. Acara yang berjudul “Dinus Moviescreen” tersebut menampilkan tiga film yang sudah mendapat beberapa penghargaan di kancah nasional hingga internasional. Dua film pendek karya mahasiswa Film dan Televisi (FTV) yaitu “Meja Makan” dan “What Time Mosquitos Are Sleeping”. Kemudian film “Tengkorak” yang sebelumnya pernah diputar di Bioskop.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 15:00 WIB, bekerja sama dengan program studi Film dan Televisi (FTV) Udinus serta Sineroom. Film yang diputar yaitu karya mahasiswa FTV Udinus berjudul “Meja Makan” yang di sutradarai oleh Wisnu Candra dan “What Time Mosquitos Are Sleeping” yang di sutradarai oleh Petrus Kristanto. Selain kedua film tersebut LPM Wartadinus juga bekerja sama dengan Sineroom memutarkan film berjudul “Tengkorak” karya Dosen Sekolah Vokasi UGM Yusron Fuadi selaku sutradara, penulis serta pemain Film tersebut.

Meski baru pertama kali diadakan acara Screening oleh LPM Wartadinus namun acara tersebut disambut dengan antusiasme banyak orang. Terbukti dari 165 tiket yang disediakan dapat terjual habis bahkan sempat menolak peserta karena keterbatasan kuota. “Dinus Moviescreen ini baru diadakan pertama kali, ini berbeda dari tahun lalu karena ditahun lalu kami mengadakan acara pameran karya seni, dan ternyata acara yang kami cukup di minati oleh beberapa orang, terbukti dari jumlah peserta yang hadir itu ada 165 orang” ujar Shabrina Edelweiss selaku ketua pelaksana.

Yusron Fuadi, Wisnu Candra, dan Petrus Kristanto yang merupakan sutradara ketiga film yang diputar, juga ikut hadir ditengah-tengah kegiatan tersebut. Mereka diundang untuk sharing pengalaman dan memberikan wawasan kepada peserta tentang film yang mereka buat.

Salah satu peserta bernama M Taufiq Hidayat mengatakan bahwa acara Dinus Moviescreen ini sangat menarik dan menghibur, selain itu juga menambah wawasan mengenai film dari narasumber yang didatangkan langsung.

Yusron Fuadi selaku sutradara film Tengkorak menambahkan “Harapannya ke depan, mahasiswa Udinus khususnya program studi FTV lebih berani berkarya menurut keinginan dan dalam memajukan dan mewarnai perfilman Indonesia atau bahkan di dunia”

Acara yang berlangsung selama 6 jam tersebut juga memamerkan beberapa karya berupa puisi, cerpen,  poster dan foto yang merupakan karya dari mahasiswa LPM Wartadinus UDINUS.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Editor : Haris Rizky Amanullah

Kemeriahan Malam Puncak Acara Pasporia Jalimbing 2019

Sabtu (16/3) Pasporia Jalimbing 2019 merupakan malam puncak acara Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang mengusung tema “Sinergitas Pelestarian Seni dan Budaya Jurang Belimbing” diadakan di panggung terbuka balai RW Desa Jurang Belimbing Tembalang.

Acara dimulai pukul 14.00 hingga tengah malam, acara tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pelaksana harian (Plh) Kelurahan Tembalang Agustinus Kristiyono,S.Pd dan jajaran dari Universitas Diponegoro ikut menghadiri dalam serangkaian acara tersebut.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memperkenalkan Desa Seni Jurang Belimbing kepada masyarakat umum, khususnya warga Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

“Sungguh membanggakan, karena di era millennial masih ada sekelompok masyarakat terutama generasi muda yang peduli dengan kesenian tradisional.” ujar Triyono, SH. M.Kn. selaku salah satu jajaran Universitas Diponegoro.

Acara dibuka dengan penampilan Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi dan dilanjutkan pada sore hari dengan penampilan anak-anak PAUD Mekar Jaya Desa Jurang Belimbing, yakni Tarian Kuda Lumping, Tarian Mbok Jamu dan Tarian Kelinci.

Pasporia Jalimbing tidak hanya menyuguhkan kesenian tradisional saja, tetapi juga menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Grada yang dibuat oleh tim KKN UNDIP 2019 berhasil mengembangkan produk bernilai jual tinggi, walau hanya dengan bahan yang sederhana. Gantungan kunci, kaligrafi, lampion dan mahar pengantin merupakan produk yang mereka ciptakan.

Cahaya (17) salah satu penonton acara tersebut mengungkapkan bahwa acara yang diselenggarakan sangat bagus dan kreatif selain itu, dia juga menyukai pertunjukan seni karena baginya budaya inilah yang seharusnya dilestarikan oleh anak-anak muda saat ini.

Acara ditutup dengan penampilan Ketoprak Sri Mulyo Budoyo yang mengambil lakon Ki Ageng Mangir Wonoboyo yang merepresentasikan seseorang yang memiliki tahta dan tanggungjawab namun mudah terlena dengan kenikmatan duniawi.

Penulis: Safira Nur Ujiningtyas

Reporter: Lily Tania Innezaputri

Fotografer: Irfandi Nur Fadhilah

PAMERAN DKV “MANUNGGALING” CURI PERHATIAN WARGA UDINUS

Pameran ilustrasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang digelar di Gallery gedung H UDINUS di hari ketiga (Rabu/13/3/2019) ramai dikunjungi mahasiswa.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 11-13 Maret 2019 tersebut menampilkan seluruh karya terbaik dari mahasiswa DKV UDINUS. Karya tersebut tertuang dalam berbagai ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan semangat persatuan dan gotong royong. Sesuai dengan tema yang mereka angkat yaitu  “Manunggaling” yang dalam bahasa Indonesia berarti semangat persatuan dan gotong royong.

“Kami ingin mengingatkan kembali dan mengangkat kembali etika-etika leluhur kita yang sudah dilupakan oleh kaum millennial seperti saat ini, khususnya dalam hal semangat gotong royong dan persatuan” kata Azriel Falah Ananta selaku ketua pelaksana pameran DKV.

Berbeda dari dua hari sebelumnya yang menampilkan rangkaian acara artis talk, dan live painting di jaket, di hari ketiga panitia menyediakan papan tulis dan kapur warna-warni untuk gambreng alias gambar bareng. Sehingga para pengunjung dapat mengekspresikan apa pun lewat gambar ataupun menulis melalui media yang telah disiapkan oleh panitia.

“Karya dari teman-teman DKV bagus, selain itu dibalik karya mereka juga ada makna yang terselubung” ujar Retno Diah Islamiati salah satu pengunjung pameran.

Pameran yang digelar selama tiga hari tersebut mampu menarik perhatian mahasiswa UDINUS dan beberapa dosen yang melewati gallery gedung H. Bukan hanya gambar ilustrasi saja yang dipamerkan, ada beberapa karya menarik lainnya seperti lukisan, hand lettering, dan fotografi yang ikut dipamerkan dalam acara tersebut.  

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Foto : Lily Tania Innezaputri

ISP Ajak Investor Millenial Indonesia Melalui Seminar Invest Preneur 2019

Investor Saham Pemula (ISP) gelar Seminar Nasional Invest Preneur 2019 bagi kaum millennial di auditorium Hotel Candi Indah Jatingaleh Semarang pada Sabtu (23/02/2019).

Acara yang digelar oleh ISP tersebut bertema “Millenial Investor at Disruption Economy and Industrial Revolution 4.0” diikuti oleh para investor muda dari berbagai kota di Indonesia seperti Banjarmasin, Bandung, Pontianak, Padang, Jember, Denpasar dan masih banyak lagi. Tidak hanya para investor muda saja, seminar nasional tersebut juga diikuti oleh masyarakat umum yang ada diwilayah Semarang.

“Seminar kali ini bertujuan untuk membahas perkembangan distribusi ekonomi dan membahas mengenai fenomena revolusi industri 4.0 serta cara para investor muda menyikapi berbagai fenomena  yang terjadi pada revolusi industri 4.0” ucap Risky Arya selaku ketua pelaksana Seminar Nasional Invest Preneur.

Selain itu seminar Invest Preneur juga mengajak para masyarakat khususnya millennial investor untuk lebih mengenal berbagai pengaruh terhadap perkembangan pasar Indonesia dan perekonomian khususnya start up digital di Indonesia. ISP telah mencatat rekor 200 ribu investor muda di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional tersebut menghadirkan pembicara kondang dibidang investasi seperti Bayu Mahendra Saubiq yang merupakan pendiri PT. Sumber Sinergi Indonesia, Miftachul Ben Robani selaku Chief Marketing Officer Lindungi Hutan, serta Pembina Komunitas ISP yaitu Nicky Hogan dan Fanny Rifqy el Faud.

“Harapannya untuk investor millennial di Indonesia semakin bertambah dan ke depannya semakin maju. Jadilah investor kaya sehingga kita bisa berbagi” ujar Fanny selaku pembina dari ISP.

Seminar ISP merupakan suatu wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman khususnya para investor saham yang sedang mencari pengetahuan mengenai pasar modal. Seminar tersebut merupakan seminar ketiga yang sebelumnya dilaksanakan di kota Bandung.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Laily Makrifatul

Editor : Haris Rizky Amanullah



Kemeriahan Dinus Festival 2019 (Dinusfest) (24/01) berakhir dengan antusiasme peserta lomba yang ingin mendengarkan pengumuman di panggung utama. Beberapa lomba pun diadakan pada hari terakhir Dinusfest 2019.

Salah satunya adalah lomba paduan suara yang diadakan oleh tiga UKM Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), yaitu Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik (PKKMK). Persatuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM). Tiga UKM ini berkolaborasi membuat lomba paduan suara dengan konsep Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan mengusung tema “Harmoni untuk Tuhan”. Mereka berharap lomba seperti Pesparawi bisa diadakan setiap tahunnya.

“Saya berharap untuk tahun depan ada lomba lagi seperti Pesparawi ini dan semoga bisa bekerja sama dengan tiga UKM ini serta organisasi lain di Udinus maupun dari luar Udinus.” ujar Timotius Edward selaku Ketua Panitia kegiatan.

Acara tersebut baru di adakan pertama kali di Udinus, bertempat di Gedung H lantai 7. Lomba paduan suara SMA/SMK sederajat diikut oleh tiga peserta dari Semarang, yang mana nantinya akan dipilih satu juara untuk diberi uang pembinaan, sertifikat dan potongan USPI masuk ke Udinus. Ketentuan lomba tersebut adalah menyanyikan satu lagu rohani dan bebas dengan kemampuan Sopran, Alto, Tenor, Bass (SATB) dalam durasi paling lama 10 menit. Juri dalam perlombaan tersebut yakni satu juri dari luar Udinus dan dua juri dari UKM PSM.

Salah satu peserta paduan suara, Immanuel Azarya siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Semarang yang baru pertama kali mengikuti lomba merasa tegang dan nervous saat tampil, tapi akhirnya bisa tampil dengan santai dan mengalir sesuai harapannya. Ia bersama 17 temannya melakukan persiapan selama dua minggu sebelum lomba.

“Kami membawakan satu lagu kerohanian dan satu lagu bebas berjudul Twinkle-Twinkle Little Star dan puji Tuhan, tidak ada hambatan saat kami tampil tadi. Harapan saya dan teman-teman semoga lebih bisa mengharumkan nama sekolah serta dari segi vokal dan lainnya ada progress untuk lebih baik lagi.” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Editor : Haris Rizky Amanullah