Jauhi Budaya Phubbing, Perhatikan Orang Di Sekitarmu

Phone Snubbing atau Phubbing atau dalam bahasa Indonesia di artikan sebagai tindakan acuh terhadap seseorang karena lebih fokus pada gawai. Kata Phubbing diciptakan oleh mahasiswa asal Australia bernama Alex Haigh. Istilah Phubbing sendiri semakin marak seiring dengan berkembangnya teknologi telepon pintar dan menjadi peristiwa yang umum karena smartphone adalah bagian dari kehidupan sehari – hari . Tanpa kita sadari, Phubbing lambat laun mengancam pola sosialisasi antar manusia secara langsung. Tindakan Phubbing memiliki beberapa efek negatif terhadap lingkungan sosialisasi kita, di antaranya
• Anti Sosial
Phubbing dapat menghambat interaksi sosial manusia secara langsung dan nyata karena hubungan sosial yang seharusnya terjadi di dunia nyata terhambat oleh aktivitas yang ada di dalam handphone. Hal itu menjadikan kita sebagai pengguna handphone lebih tertarik kepada fitur canggih yang sudah ada pada handphone seperti game, akun sosial media, artikel, novel online dan layanan canggih lainnya daripada berinteraksi langsung dalam kehidupan sehari – hari.
• Merusak Hubungan
Hubungan terbentuk karena adanya interaksi sesama manusia. Apabila interaksi tersebut terganggu, maka sebuah hubungan juga akan terganggu. Phubbing membagi bahkan menghilangkan fokus seseorang terhadap interaksi karena fokus seseorang dialihkan pada gawai. Sebuah kelompok akan terlihat tidak asik ketika para anggotanya sibuk dengan gadget masing-masing, dan hal itu akan dianggap membosankan dan membuat kelompok tersebut perlahan pudar.
Phubbing adalah hal baru yang kurang dikenal. Maka dari itu, mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro program studi Ilmu Komunikasi melalui mata kuliah Public Relation membuat kampanye mengenai Phubbing. Dikemas dalam sebuah tema ‘No Phubbing Let’s Sharing’ para mahasiswa yang tergabung dalam sebuah kelompok ini melaksanakan sebuah kegiatan kampanye di Taman Indonesia Kaya, Semarang (5/7). Kegiatan kampanye tersebut dikemas secara asik dan menarik karena melibatkan pengunjung TIK di antaranya adalah bermain mainan tradisional, bernyanyi, parade Phubbing, dan membagikan goodie bag berisi suvenir menarik dengan syarat gawai yang mereka bawa harus dikumpulkan pada sebuah wadah atau disimpan dalam kantong masing – masing dan boleh diambil ketika permainan selesai.
Kampanye tersebut berjalan dengan baik dengan antusias pengunjung TIK yang banyak, dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat lebih sadar betapa banyaknya cerita yang akan kita tahu tanpa gadget. Ayo dengarkan cerita tanpa gadget, NO PHUBBING, LET’S SHARING!!

Penulis : Tyas Handayani

Mahasiswa Udinus Ajak Masyarakat CFD Dalam Kampanye M.2T

Minggu, 30 Juni 2019 sejumlah mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melakukan kampanye di car free day (CFD) Semarang. Kampanye tersebut dilakukan untuk lebih menyadarkan masyarakat mengenai M.2T yaitu maaf, tolong, terima kasih.

Adanya kampanye M.2T diharapkan menyadarkan masyarakat saat ini khususnya anak muda sekarang yang kurang memedulikan tata karma. Pembagian stiker dan sosialisasi dilakukan saat kampanye. Masyarakat juga diminta untuk menuliskan pendapat mereka mengenai kampanye tersebut. hal tersebut juga di maksudkan untuk melihat respon masyarakat mengenai pentingnya M.2T dalam kehidupan. Sebagian besar respon masyarakat sangat mendukung diadakannya kampanye ini. Beberapa masyarakat yang sedang CFD berpendapat bahwa kampanye seperti ini dapat mengajarkan anak zaman sekarang supaya lebih peduli dengan tata krama dan mengurangi ego mereka. “Adanya kampanye ini sangat bagus, apalagi anak sekarang mainannya handphone dan lebih mementingkan egonya sendiri. Kalo di suruh sama orang tua sukanya bantah. Pendidikan karakter seperti ini seharusnya dibuat salah satu mata pelajaran di sekolahan,” ujarnya.

Kampanye tersebut merupakan salah satu tugas akhir untuk mata kuliah Public Relation. Tugas ini bertujuan agar mahasiswa dapat terjun langsung dan dapat berinteraksi dengan masyarakat. Menurut Delfa sebagai salah satu anggota kampanye, berpendapat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat karena remaja sekarang sudah melupakan tata krama kepada orang yang lebih tua. “Kampanye ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat sekarang ini banyak para remaja yang sudah mulai melupakan etika dan sopan santun baik itu terhadap orang tua maupun teman sebaya,” ungkapnya.

Kampanye M.2T juga bertujuan mengajarkan untuk menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Tag line yang mereka gunakan adalah “ Sudahkan Mengucapkan Maaf, Tolong, Dan Terima kasih?”

Penulis : Ummi Nur Aini Daneswari

Pers Kampus Wartadinus Hadirkan Kru TVKU Dalam Mini Workshop Jurnalistik

Pers kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Wartadinus adakan mini workshop jurnalistik yang dihadiri oleh 20 peserta mahasiswa maupun pelajar. Acara tersebut berlokasi di gedung serbaguna D.1 Udinus pada Sabtu, 29 Juni 2019.

Acara workshop JURNAL(IS)ME mengambil tema “Siapapun Kamu, Bisa Jadi Jurnalis” dimaksudkan supaya jiwa anak muda tergerak dan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sosial dan mampu mempublikasikannya sesuai kaidah jurnalistik. Peserta disuguhkan materi dari dua pembicara yang sudah ahli dibidangnya yaitu Siswo Pranoto A.Md.Kom, S.Sn. yang juga menjadi dosen ilmu komunikasi di Udinus, kemudian pemateri berikutnya diberikan oleh presenter TVKU Myra Azzahra Peserta. Peserta tidak hanya diajarkan materi jurnalistik, tapi juga mempraktikkan langsung di lapangan.

Materi pertama dibawakan oleh Siswo Pranoto yang penyampaian teknik pengambilan gambar jurnalistik. Teknik yang diajarkan seperti macam-macam angle camera yang cocok untuk peliputan jurnalistik. Pembicara selanjutnya dibawakan oleh Myra Azzahra mengenai teknik penyampaian berita dan wawancara seorang reporter. Myra mengajarkan bahwa ketika menjadi seorang reporter mental harus selalu siap, materi harus di kuasi secara matang dan pemilihan serta penyampaian kata harus jelas.

Ketua Pelaksana workshop Jurnalistik Mila Elmeida berharap dengan adanya pelatihan seperti ini generasi millenial dapat mengetahui cara menyampaikan berita yang baik dan benar, supaya hoax yang beredar di masyarakat dapat diatasi. “Pelatihan ini sebagai wadah pembelajaran dalam teknik pengambilan reportase maupun penulisan reportase agar peserta mengetahui cara penyampaian reportase yang baik dan benar sehingga dapat menanggulangi penyebaran hoax yang beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Praktik pembuatan berita reportase merupakan rangkaian dari acara lomba video reportase dan berita voice over dengan tema Udinus. Di penghujung acara karya terbaik akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi agar tetap semangat dan terus belajar.

Penulis : Hanif Wahyu Cahyaningtyas

Fotografer : Mahatma Yudha Prayitna

UKM Radio Swara Dian Hadirkan Dua Penyiar Radio Pada Seminar Nasional Public Speaking.

Sabtu 22 Juni 2019, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Swara Dian adakan Seminar Nasional yang mengajarkan public speaking dengan tema “SPEAKTACULAR” . Seminar tersebut hadirkan dua narasumber yaitu Cino Fajrin, dan Hifdzi Khoir berlokasi di Gedung H Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Seminar Speaktacular membahas tentang Public speaking hadirkan dua narasumber yang sudah menguasai topik tersebut. pemateri pertama yaitu Cino Fajri yang merupakan MC, Content Creator, penyiar radio Senorita FM Semarang sekaligus Musisi. Kemudian ada stand up comedian (komika) Hifdzi Khoir yang pernah menjadi host Suci di Kompas TV dan juga penyiar radio HOT FM.

Materi pertama disampaikan oleh Cino Fajrin yang menceritakan beberapa pengalamannya seputar Public speaking. Cino mempunyai pengalaman yang sangat banyak tentang public speaking. Menurutnya berbicara di depan umum sangat penting dan dibutuhkan bagi siapa saja, apa pun profesinya. Setiap orang bisa public speaking namun kebanyakan orang sering nerveus atau tidak percaya diri ketika harus berbicara di hadapan orang banyak. Menghilangkan rasa nerveus bisa diatasi dengan berbagai cara, yaitu dengan datang lebih awal ke lokasi acara yang akan kita datangi, kemudian menguasai materi yang akan di sampaikan. Mencari tahu aduiens seperti apa yang akan menjadi lawan bicara kita juga penting, lalu fokus pada materi, dan memperbaiki artikulasi mengenal lingkungan sekitar. Berkenalan dengan orang-orang sekitar juga dapat menghilangkan rasa tidak percaya diri.

Materi selanjutnya diberikan oleh Hifdzi Khoir yang mulai dikenal dari penampilannya di Stand Up Comedy Indonesia musim ke-4 (SUCI 4). Selama seminar Hifdzi memberikan tips kepada teman – teman mengenai persiapan stand up komedi dalam membantu penyiaran radio. Yang pertama dengan menulis tema apa yang ingin dibahas, atau keresahan terhadap permasalahan apa yang akan di bahas, dan membuat mind mapping. Selain menulis bisa juga dengan cara merekam suara. Selain itu perlu yang namanya mempersiapkan diri dengan matang agar dapat menyampaikan materi dengan baik, bisa juga dengan merekam pembicaraan sendiri saat menyampaikan materi ke penonton, hal itu dapat membantu menemukan mana yang di sukai penonton dan mana yang tidak di sukai penonton. Metode tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi diri. Hifdzi juga berpesan untuk generasi muda supaya terus berkarya dan jangan takut dengan omongan orang. “jangan takut berkarya apa pun itu, keluarkan semua potensi yang ada di dalam diri,  jangan pernah takut jika ada yang berkomentar negatif, orang selama apa yang kita ciptakan tidak mengganggu orang.” ujarnya.

Alifia Yuliani selaku ketua pelaksana seminar berharap dengan adanya seminar tersebut akan membantu siapa pun yang ini belajar public speaking. “tidak semua orang dapat berbicara dengan baik dan benar, maka di harapkan seminar ini dapat membantu teman-teman yang baru belajar public speaking menjadi  terbantu,” ungkapnya.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Shaqila Angra Prameswari

Editor : Haris Rizky

Seminar Nasional Rumah Sahabat Hadirkan Narasumber Dari BNN

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) rumah sahabat adakan seminar nasional bertemakan “Optimalisasi Peran Generasi Milenial dalam upaya P4GN”. Seminar tersebut dilaksanakan pada Sabtu 15 Juni dan berlokasi di Aula Gedung E Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Acara tersebut menghadirkan 3 pembicara yaitu rektor Udinus, Ir. Edi Noersasongko, M.Kom, Susanto, SH, MM sebagai KABID P2M Badan BNNP Jawa Tengah dan special speaker Reza Levinus Nangin yang merupakan content creator dari Youtube Channel Cameo Project sekaligus aktor ibukota. Seminar dipandu oleh moderator Muhammad Iqbal Masrun Sebagai ketua KPA Kabupaten Pekalongan.

Acara diawali dengan pembukaan dari ketua pelaksana Vio Anifah dan dilanjutkan dengan sambutan hangat oleh rektor Udinus Prof. Edi Noersasongko. Materi pertama disampaikan oleh Prof. Edi Noersasongko dengan memaparkan semua tindakan yang sudah dilakukan oleh udinus dalam rangka menjadi kampus bebas narkoba dan bekerja sama dengan BNN.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Susanto, SH, MM kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN provinsi Jawa Tengah. Materi yang dipaparkan yaitu Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Mengenai tingkat peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia dan juga bahaya penyalahgunaan narkoba tersebut. Di Indonesia hanya terdapat 2 narkoba asli, yaitu ganja dan jenis mushroom. Penyalahgunaan narkotika mencapai 4 – 5 juta dengan usia populasi 10-59 tahun. Pengguna narkoba juga tidak memandang status sosial, dari pelajar hingga pejabat tinggi pernah didapati menggunakan narkoba.

 “Dikarenakan jumlah penyalahgunaan yang cukup tinggi, ini menjadikan Indonesia menjadi sasaran peredaran gelap dari seluruh dunia dan 80 persen pengiriman narkotika melalui jalur perairan, bahkan gembong narkotika dalam lapas juga masih mengendalikan jaringan peredaran gelap” ungkapnya. Susanto juga berpesan bagi para milenial supaya bisa melawan dan memberantas jumlah penyalahgunaan narkoba dengan memanfaatkan teknologi saat ini.

“dengan kemampuan generasi milenial yang mahir dalam teknologi, gunakan selalu teknologi tersebut untuk hal yang positif dan kampanye kreatif anti narkoba” tambahnya.

Pembicara terakhir yaitu Reza Levinus Nangin yang menceritakan pengalaman hidupnya yang sempat menjadi pecandu narkotika. Pemicu kecanduan dikarenakan keluarganya yang broken home. Namun berkat tekat dan perubahan lingkungan yang positif saat ini Reza sudah terbebas dari narkotika. Aktor yang dengan nama akrab Echa membawakan pengalamannya dengan serius namun disampaikan dengan santai dan diselingi beberapa candaan yang menarik perhatian para penonton. Sesi tanya jawab juga sangat meriah karena Echa mendatangi satu persatu para peserta yang bertanya.

Narkoba memang memiliki efek yang luar biasa, penggunaan narkoba akan merusak kesehatan dan tidak akan sembuh. Setiap hari, di Indonesia sekitar 50 orang meninggal dunia akibat narkoba. Meski begitu narkoba dapat dipulihkan dengan rehabilitasi yang rutin dan dengan lingkungan yang mendukung perubahan ke arah positif.

Penulis & Fotografer : Haris Rizky Amanullah

Editor : Mila elmeida

KSPM Undip gaet minat investasi kawula muda melalui Seminar Nasional

Sabtu, 4 Mei 2019 Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNDIP mengadakan Seminar Nasional Investasi yang bertempat di Gedung Grandhika Bakti Praja, Semarang. Seminar dengan tema “Metamorph Yourself Through Investment”  tersebut merupakan acara puncak dari serangkaian acara Diponegoro Capital Market Days (DCMD) 2019.

DCMD 2019 diselenggarakan dalam tiga rangkaian acara yang sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan Sekolah Pasar Modal pada bulan Maret, serta lomba pasar modal pada  Rabu (1/5) hingga Jumat (3/5). Dalam seminar nasional kali ini, menghadirkan empat pembicara. Poltak Hotradero yang merupakan Spesialis Direktorat Pengembangan PT. Bursa Efek Indonesia, kemudian ada Muhammad Adityo Nugroho yang ahli di bidang Praktisi Pasar Modal, dan Rivan Kurniawan sebagai Value Investor Indonesia, serta guest stars Tung Desem Waringin Pelatih Sukses No.1 di Indonesia.

Dalam seminar nasional kali ini para pembicara mengenalkan investasi kepada para peserta. peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa muda terus diberikan motivasi supaya mereka lebih memanfaatkan waktu seefisien mungkin, dan melakukan investasi sedini mungkin. Investasi tersebut nantinya akan menjadi modal menghadapi dunia pasar modal yang semakin kuat. Pembicara juga menceritakan pengalaman pribadi mereka kepada peserta sebagai contoh nyata bahwa investasi merupakan sesuatu yang bermanfaat. Saat ini pasar modal lebih kuat dari lembaga syariah, tapi Indonesia masih punya peluang yang cerah di sektor keuangan. “Masa depan Industri keuangan ada di tangan teman-teman, jadi bersiaplah. Kalau kita ingin berkembang lakukanlah sebagai ibadah,” ujar Poltak Hotradero.

Dengan sasaran kawula muda, seminar ini berhasil menggaet lebih dari 200 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa. Fadhil Ahsan, selaku ketua panitia DCMC 2019 menuturkan bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan informasi pada masyarakat umum khususnya kawula muda agar lebih peduli dengan dunia investasi, khususnya di dunia pasar modal.

 “Harapan masyarakat dari semenjak sekarang lebih peduli terhadap investasi, lebih mengesampingkan hedonisme. Uang yang ada di manfaatkan untuk hal yg lebih bermanfaat dari sejak dini, karena investasi mungkin sekarang belum terasa manfaatnya, tapi nanti kalau udah tua sudah pensiun baru terasa. Jadi nggak ada istilah untuk telat dalam investasi.” Tutup Fadhil

Penulis : Mila Elmeida

Fotografer : Aginta Pramana

Editor : Haris Rizky Amanullah

UDINUS Menyambut Kebaikan Bulan Ramadhan Bersama Ustadz Yusuf Mansur

Badan Amalan Islam (BAI) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) setiap tahun mengadakan acara pengajian umum untuk menyambut bulan Ramadhan. Pengajian yang bertema “Meraih Cinta di Bulan Ramadhan” tersebut di hadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur sebagai pembicara. Acara yang diadakan di Masjid Baitul Ilmi pada hari Kamis (2/5) tersebut dimulai pada pukul 18.00 WIB.

BAI Udinus kembali menggelar pengajian umum dengan Tema yang diusung “Meraih Cinta di Bulan Ramadhan”.  Acara tersebut dihadiri oleh Ustadz Yusuf Mansur dan juga dihadiri langsung oleh Wakil Rektor IV, DR Pulung Nurtantio Andono S.T, M.Kom. Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan banyak ilmu baru mengenai hal-hal bermanfaat yang bisa dilakukan pada bulan Ramadhan, salah satunya dengan membaca Al-Quran. Dengan membaca Al-Quran di saat bulan Ramadhan akan semakin membekali diri, dan  mempermudah segala urusan. Apalagi pada bulan Ramadhan kebaikan yang dilakukan akan berlipat ganda pahalanya.

“Pentingnya membaca Al-Quran dalam kehidupan dapat langsung kita rasakan, karena Al-Quran adalah magic. Bacaan-bacaan yang terdapat di dalam Al-Quran sanggatlah memiliki arti yang luar biasa. Kemudian basik mempelajari Al-Quran adalah bahasa Arab”, ujar Ustadz Yusuf Mansur

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi dari Udinus, ada juga masyarakat umum yang datang dan turut hadir sebagai peserta. Selain mendapat ilmu para peserta juga dapat menambah tali silaturahmi mereka, berbagi ilmu dan pengalaman. Terlebih lagi dengan menghadirkan narasumber yang cukup dikenali oleh masyarakat, juga dapat menarik perhatian para generasi muda untuk ikut serta dalam pengajian tersebut. Nurul Azizah sebagai salah satu peserta pengajian, menuturkan “Dengan diadakannya pengajian umum ini menambah silaturahmi Islamiyah persaudaraan kita sesama umat. Kita juga dapat share ilmu dan pengalaman dengan orang lain. Materi yang disampaikan Ustadz Yusuf Mansur juga luar biasa, manfaatnya”. Acara tersebut selesai pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung dengan lancar.

Penulis : Ummi Nur Aini Daneswari

Editor : Haris Rizky Amanullah

Dosen FEB UDINUS Ajarkan Manfaat Sekaligus Bahaya Dari Penggunaan Ponsel Pada Santri

Pengabdian Masyarakat dilakukan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mengenai bahaya Ponsel pada remaja pada 24 Februari 2019. Acara yang berlokasi di gedung C FEB  tersebut diikuti oleh 30 anak asuh Lembaga Amil Zakat Baitul Muttaqien Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

Telepon seluler atau ponsel merupakan hal yang sangat umum di kalangan remaja, terutama Smartphone yang setiap tahun terus berinovasi. Penggunaan ponsel memang bisa membawa manfaat terutama di era serba digital seperti sekarang. Namun setiap hal pasti ada baik buruknya, begitu juga dengan ponsel yang bisa memberi dampak negatif bagi remaja. Oleh karena itu perlu adanya pembinaan sedini mungkin mengenai penggunaan ponsel yang bijak dan memberikan manfaat.

Tiga puluh peserta dari anak asuh Lembaga Amil Zakat Baitul Muttaqien Udinus tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Karena mayoritas dari mereka remaja yang aktif menggunakan ponsel terutama Smartphone berbasis android. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat yaitu materi dari tiga Dosen FEB Dra. Juli Ratnawati, SE, M.Si selaku ketua Sentra KI Udinus kemudian Dra. Yuniarsi, M.Kom dan yang terakhir oleh Dwi Nurul Izzhati, M.MT.

Materi pertama disampaikan oleh Juli Ratnawati selaku ketua tim pelaksana Pengabdian Masyarakat tersebut. Menyampaikan tentang manajemen diri secara islami dengan menceritakan pribadi dari Nabi Muhammad sebagai panutan umat islam dan bagaimana cara mengelola diri agar menjadi pribadi yang sukses. Materi yang disampaikan didasarkan dari Ayat dalam Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman materi tersebut. “Saya dan Tim mengajarkan tentang Kemampuan mengelola diri,  menggunakan telepon seluler dengan bijak serta game untuk meningkatkan kemampuan diri” ujar Juli.

Dilanjutkan oleh Dra. Yuniarsi yang memaparkan materi kedua mengenai bahaya ponsel. Tidak hanya mempermasalahkan bahayanya, tapi manfaat dari ponsel juga di berikan kepada peserta. Penggunaan ponsel yang berlebihan akan berdampak buruk bagi fisik maupun psikis tanpa kita sadari. “Rumah Belajar”. Materi terakhir disampaikan oleh Dwi Nurul yang lebih berfokus pada game. Game tersebut berupa permainan interaktif islami yang dilakukan secara berkelompok. Dalam permainan itu juga peserta diajarkan nilai-nilai manajemen tentang kerja sama, komunikasi dan kepemimpinan.

Penulis : Haris Rizky A

Editor : Mila Elmeida

Wayang Sothil Hadirkan Lakon “Sang Nata” Menjelang Pemilu 2019

Rabu (10/4) Pertunjukkan wayang sothil di gelar di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang dengan lakon “Sang Nata”. Acara tersebut di usung oleh Titah Banu Arum Mumpuni, sebagai penemu sekaligus dhalang pada pertunjukan tersebut. Pertunjukan dilaksanakan dalam rangka pemenuhan tugas akhir karya Titah dalam studinya di Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus).

Acara tersebut dimulai pukul 18.30 hingga 20.30 WIB dibuka dengan penampilan dari Angklung Calingsa sebagai pengiring instrumen pertunjukan. Dilanjutkan dengan talkshow interaktif oleh tim kreatif Wayang Sothil, Moh. Syarif, Yoga Firmansyah dan Wahyu Krisdianto yang merupakan mahasiswa Udinus jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Wayang Sothil merupakan wayang kontemporer yang terbuat dari alat memasak. Dalam bahasa Jawa sothil dapat diartikan alat memasak. Tampilannya dihias dan dilukis sedemikian rupa hingga memiliki karakter di dalamnya. Cerita yang menjadi lakon dalam pementasan Wayang Sothil adalah cerita singkat yang mengangkat isu-isu yang sedang menjadi pembicaraan publik dan fenomena keseharian di lingkungan masyarakat. Wayang Sothil perdana dipentaskan pada 17 Mei 2017 dalam acara Seminar Internasional “INFINITY” oleh kampus Udinus.

“Lakon Sang Nata dipilih dengan tujuan untuk mengajak generasi milenial menggunakan hak pilihnya, agar generasi milenial aware terhadap politik” ujar Lisa Mediana, dosen pembimbing Titah Banu Arum Mumpuni. Sang Nata adalah lakon wayang yang terinspirasi dari cerita pemerintahan Yunani Kuno yang menyampaikan pesan mengenai kepribadian yang harus dimiliki seorang pemimpin negara yaitu ilmu Hastabrata.

“Mari kita menggunakan hak suara kita selaku generasi muda, jangan mudah terbawa isu, Bhinneka Tunggal Ika berbeda namun tetap satu. Kita berbeda tapi mari kita satukan suara dengan cara mengikuti pemilu tahun 2019 dan tahu pemimpin seperti apa yang akan dipilih yaitu pemimpin yang memiliki ilmu Hastabrata” ujar Titah menyampaikan pesan dalam pertunjukannya.

Penulis            : Mila Elmeida

Fotografer      : Putri Riskyana Dewi

Editor             : Haris Rizky A

BEM FIK Berikan Public Speaking Class Pada Acara Wardah Bright Day Campus Road Show

Wardah bright day campus road show bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (BEM FIK) untuk menyelenggarakan acaranya di Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Acara tersebut bertempat di Gedung H lantai 7 pada Jumat (5/4) dan diketuai oleh Navilla Aprilia Kawa.

Wardah bright day campus road show, merupakan acara rutin dari Wardah Bright Day Campus Road Show tersebut sudah diadakan di beberapa kampus yang ada di kota Semarang. Kali ini UDINUS, berkesempatan menjadi bagian dari Wardah bright day yang sebelumnya sudah pernah dilakukan di  Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Islam Walisongo Semarang, Universitas PGRI Semarang.

Acara tersebut sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu, dan rutin dilakukan di Semarang. Terdapat beberapa rangkaian acara dalam Wardah bright day campus road show ini yaitu, seminar, talkshow, beauty class, fun booth actifity.

Tema yang diangkat kali ini adalah “Public Speaking Speak With Confidence”, dengan menghadirkan dua pembicara yaitu Obin Robin yang merupakan seorang MC, TV host, dan public speaking trainer, kemudian Fitria Cahya Ningtias atau akrab disapa dengan nama Riri, merupakan denok kota Semarang. Sesuai dengan temanya, dalam sesi seminar kedua pembicara memberikan materi mengenai public speaking.

Obin Robin memberikan beberapa tips dalam menghadapi audience. salah satunya untuk menghadapi audience yang pasif dengan cara tidak usah merasa takut dan kuasai bahasa yang akan disampaikan untuk seluruh audience. “untuk menghadapi audience pasif tidak usah takut, pahami bahasa yang akan di sampaian dan jangan terpaku bahwa kita berbicara pada satu dua orang melainkan ke seluruh orang yang ada” ujarnya.

Keseruan acara yang notabene pesertanya perempuan tersebut semakin bertambah ketika sampai dalam sesi beauty class. Dalam sesi beauty class masing-masing peserta akan mendapat kaca, bandana, brush, dan perlengkapan make up, kemudian peserta mengikuti arahan yang diberikan oleh narasumber. Salah satu peserta, Elia Febriana berkesempatan menjadi model sebagai contoh make up yang sederhana menggunakan produk dari Wardah. Acara road show pun diakhiri dengan band akustik dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Udinus.

Penulis : Eka Aristiana

Fotografer : Gusti Bintang K

Editor    : Haris Rizky Amanullah