Senin, 31 Desember 2018 – Mahasiswa Desain Komunikasi Visual(DKV)  Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan sebuah pameran karya-karya mural untuk menyambut tahun baru. Total ada 17 lukisan yang semuanya dilukis oleh mahasiswa DKV Udinus.

Pameran tersebut diadakan di Rumah Ramah yang beralamat di Jalan Genuk Krajan Gang 1 No.26, Sriwijaya, Semarang. Pameran yang mengangkat tema “Imagine Space” dihadiri oleh para alumni mahasiswa DKV Udinus. Beberapa alumni yang datang ikut memeriahkan acara dan memberikan wejangan.

Pameran yang sudah berlangsung kedua kalinya diadakan di Rumah Ramah, yang mulanya hanya kontrakan milik mahasiswa DKV Udinus. “Awalnya ini cuman kontrakan biasa, buat taman-teman DKV yang kumpul, main musik bareng, bicara ngalor-ngidul, ada juga yang kumpul buat ngerjain tugas sendiri” imbuh Ahmad Saiful Hakim sebagai kurator pameran. “Pada tahun pertama, tahun kemarin kita sudah bikin pameran. Seiring berjalannya waktu kami sering melakukan aktivitas tentang seni di sini, karena cukup aktif kami mau mengadakan pameran lagi, kali ini kami undang tata senior, sama adik-adik angkatan juga diajak, setelah itu kami belajar pameran yang benar, mempelajari etika dalam pameran itu seperti apa,” tambah Ahmad atau yang akrab disapa Cipul.

Tujuan dari acara tersebut agar mahasiswa DKV dan alumni guyub dan akrab “Tujuannya mengguyubkan dari beberapa angkatan sampai ke alumni, kami ingin berkarya bareng. Dan di situ nanti kami akan ada diskusi yang mungkin positif yang didapat dari teman-teman kuliah dari alumni, wejangan-wejangan seperti itu yang kita harapkan sebenarnya,”  ujar Wahyu Krisdianto yang bertindak sebagai ketua acara.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Rusman Sayogo selaku ketua Rukun Warga (RW) setempat, beliau menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan buah dari pikiran yang positif  “Tidak hanya sekedar lukisan atau mungkin imajinasi, tetapi ini adalah hasil pikiran. Pikiran ini dapat terwujud, terbentuk atau mungkin hanya kamuflase, tetapi ini adalah filosofi orang hidup”, ujarnya.

Tidak hanya pameran, acara tersebut juga dilanjutkan dengan live painting di sebuah motor, selain itu juga ada live music yang dibawakan oleh mahasiswa atau alumni. Acara ditutup dengan sharing bersama alumni, di mana alumni diharapkan untuk bisa memotivasi para mahasiswa yang masih aktif.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Anugrah Tri Ramadhan
Editor : Haris Rizky Amanullah

Semarang, 30 Desember 2018— Sebanyak 5 (lima) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan give away berupa souvenir seni terapan kepada pengunjung Candi Gedong Songo secara gratis berdasarkan ketentuan yang telah berlaku. Berkecimpung dalam dunia sosial, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) tidak tutup mata atas kondisi sosial yang kini tengah dialami generasi millenial. Pengetahuan generasi millenial yang terbatas tentang Budaya dan Sejarah membuat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang tergerak dan mencari strategi untuk mengajak segenap masyarakat untuk peduli atas sejarah, baik sejarah dalam lingkup lokal maupun nasional. Berawal dari tugas mata kuliah Komunikasi Pemasaran, mahasiswa UDINUS tidak ingin tugas hanya berakhir dengan tugas, mendapatkan nilai lalu selesai. Maka dari itu, keinginan ‘tugas jangan hanya berakhir dengan nilai’ dan keprihatinan tentang minimnya pengetahuan masyarakat dan generasi millenial tentang budaya dan sejarah, maka diadakanlah acara give away seperti ini.

Pembagian souvenir dengan challenge berupa lontaran pertanyaan bertemakan budaya dan sejarah yang akan ditanyakan secara langsung kepada pengunjung merupakan strategi di mana ketika pengunjung ingin mendapatkan souvenir gratis, maka ia harus mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pemberi pertanyaan tidak serta merta mengharuskan pengunjung untuk menjawabnya secara langsung, terdapat durasi waktu sekitar 2 menit yang memungkinkan pengunjung bertanya kepada rekannya atau kepada pengunjung yang lain, atau dapat pula mencarinya melalui jejaring internet. Strategi tersebut dipilih atas keyakinan bahwa ketika pengunjung mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan, maka otomatis ia akan membaca seputar sejarah dengan konsekuensi sedikit banyak pengunjung akan mengerti tentang budaya dan sejarah.

Di dalam Komunikasi Pemasaran, terdapat strategi pemasaran yang meliputi 7P (Product, place, price, promotion, process, people, physical evidence) yang menjadi dasar penentuan strategi pemasaran Gedong Songo melalui pengenalan sejarah dan budaya. Mahasiswa UDINUS berusaha untuk mem-branding Candi Gedong Songo dengan kekentalan akan culture. Dengan acara give away souvenir seperti ini akan membantu masyarakat dalam mengenali budaya dan sejarah sekaligus mem-branding Candi Gedong Songo dengan objek wisata berbasis budaya yang kental.

Didukung oleh hari yang mendekati perayaan Tahun Baru 2019, peningkatan jumlah pengunjung Candi Gedong Songo membuat acara give away tersebut berlangsung sangat meriah. Para pengunjung menyambut acara yang diadakan oleh mahasiswa UDINUS tersebut dengan sangat antusias. Hal tersebut dibuktikan dengan souvenir yang habis dengan cepat mengingat pihak panitia telah menyiapkan ratusan souvenir dan stiker gratis.

“Kreatif banget adain acara seperti ini, membuat saya sadar diri bahwa pengetahuan budaya saya masih sangat sedikit”, kata salah satu penerima hadiah. Acara berakhir ketika souvenir dan stiker telah habis. Pengunjung yang tidak berhasil menjawab juga mendapatkan hadiah gratis berupa stiker dengan logo Candi Gedong Songo.

Acara diadakan di Candi Gedong Songo dengan maksud dan tujuan tidaklah lain yaitu agar masyarakat lebih mencintai destinasi wisata yang mengandung unsur budaya dan sejarah, serta bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya budaya dan sejarah lokal, nasional, maupun internasional.

Penulis : Selly Yunika Putri

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan acara Kumpul Bersama Aktivis dengan tema “Doa dan Sharing Bersama Aktivis Sebelum UAS” yang diadakan pada hari Jumat, 28 Desember 2018 yang dimulai pukul 15.30 WIB di Aula Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

BEM KM mengadakan acara kumpul bersama dengan tujuan untuk merekatkan dan saling sharing serta mempererat antar aktivis di Udinus. Yang mana acara tersebut telah dihadiri oleh para aktivis yang ada di Udinus mulai dari Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada Udinus. Serta dihadiri juga oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih, MM serta jajarannya.

Kegiatan dalam acara tersebut yaitu doa bersama, makan bersama, sharing antar aktivis dan juga wakil rektor III bidang kemahasiswaan tentang kegiatan yang telah diselenggarakan oleh kemahasiswaan, serta penggalangan dana untuk saudara-saudara yang ada di Banten dan Lampung yang beberapa hari lalu terkena musibah.

Keunikan dari acara ini adalah menggunakan 3 cara berdoa yaitu Kristen, Katolik, dan Islam yang dipandu oleh UKM yang ada di Udinus. Doa menurut Agama Islam yang dipandu oleh Badan Amalan Islam (BAI), Doa menurut Kristen yang dipandu oleh Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Doa menurut Katolik yang dipandu oleh Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik (PKKMK). acara ini sangat seru dan positif serta membuat satu sama lain saling mengenal.

Dr. Kusni Ingsih selaku WR di bidang kemahasiswaan sangat mendukung acara Kumpul Bareng Aktivis dan berharap supaya acara tersebut bisa diadakan setiap tahunnya. “Dari pihak kemahasiswaan sangat senang akan adanya acara yang berlangsung saat ini. Doa menjelang UAS dan sharing bersama aktivis. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antar aktivis juga. Saya juga minta supaya acara ini, akan berlanjut. Tidak hanya berhenti pada acara kemarin saja,” ujarnya.

Penulis : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Dosen manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) adakan pelatihan Halal Lifestyle (HLS). Pelatihan tersebut mengajarkan praktik gaya hidup islami ditujukan kepada siswa-siswi Madrasah aliyah (MA) Rohmaniyyah Meranggen.

Iptek bagi Masyarakat (IbM) merupakan program yang dilakukan oleh dua dosen Manajemen ahli yaitu Hendri Hermawan Adinugraha, SEI, MSI dan Mila Sartika, SEI, MSI. Kedua dosen sudah sangat ahli dibidangnya yaitu Manajemen Halal dan Ekonomi Syariah. Sesuai dengan analisis yang sudah dilakukan dapat dikemukakan bahwa populasi Muslin di dunia 1,6 miliar orang. Jumlah tersebut sudah mencapai 25% dari total populasi dunia yang mencapai 7 miliar. Bahkan menurut laporan dari State of the Global Islamic Economy 2014-2015,  pengeluaran konsumen Muslim berpotensi mencapai $3,7 triliun. Angka tersebut merupakan perhitungan pada sektor makanan dan gaya hidup saja.

“Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa riset, saat ini jumlah penduduk muslim merupakan umat mayoritas di Indonesia dan permintaan terhadap produk berlabel halal juga semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu adanya edukasi budaya bergaya hidup halal agar nantinya lebih terarah,” ungkap Hendri Hermawan selaku pembawa materi pada pelatihan tersebut.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Desember 2018  diikuti oleh 32 siswa. Pelatihan tersebut diadakan di ruang kelas dan para peserta tampak sangat antusias. Terbukti dari adanya interaksi tanya jawab yang aktif antara pembicara dan peserta. “Alhamdulillah antusiasme mereka sangat tinggi, terlihat dari hidupnya dialog interaktif mengenai edukasi HLS ini. Ditambah lagi ada doorprize yang menambah antusias mereka,” ujar Hendri.

Pelatihan HLS ditujukan kepada remaja masa kini. Karena nantinya mereka akan menjadi pelaku sekaligus pemelihara budaya bergaya hidup halal. Hendri juga berpesan pada seluruh remaja islami masa kini “Mulailah bergaya hidup halal dari sekarang, dengan HLS maka Insyallah seluruh tindakan dan perilaku kita juga hasilnya kan baik dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Haris Rizky Amanullah

Editor: Mila Elmeida

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan ( BEM Fkes ) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan Seminar Nasional 2018 pada Sabtu (15/12). Seminar tersebut diadakan di Gedung E lantai 3 Udinus. Dengan mengangkat tema “Potret Media Informasi Kesehatan Digital bagi Generasi Milenial”

Seminar tersebut bertujuan supaya mahasiswa tidak hanya mengetahui tentang ilmu kesehatan tetapi mengetahui perkembangan teknologinya terutama melalui media online yang mencangkup tentang dunia kesehatan. Pembicara pada seminar nasional tersebut adalah Dr. Mohammad Fadjar Wibowo. MD. M. Sc yang merupakan Medical Director di Smart Health dan Dr. Fadli Wilihandarwo sebagai CEO Pasineia.

Pembicara Pertama Dr. Fadjar yang menjelaskan tentang Smart Health, berita kesehatan berisi tentang artikel-artikel kesehatan. Beliau juga menjelaskan tentang mHealth (mobile health). mHealth merupakan gadget yang memiliki fungsi untuk informasi dan konsultasi penyakit. Menurut penelitian melalui gadget tersebut, di Indonesia sekitar 51,06% masyarakat mencari informasi kesehatan sendiri dari media online dan 14,05% lainya konsultasi dengan dokter melalui situs atau media online. mHealth telah berkembang di berbagai Negara maju, 3 di antaranya Jerman, Inggris (UK), dan Swedia yang memiliki health care yang terbaik. Jadi diharapkan untuk Indonesia bisa terus mengembangkan JKN mobile, Keluarga sehat, dan primaku sebagai mHealth di Indonesia agar sistem health care nya dapat berkembang.

Pembicara kedua Dr. Fadli, beliau menjelaskan tentang Pasienia. Pasienia adalah aplikasi dengan fungsi untuk menghubungkan pasien dengan keluarga berbagai pengetahuan dan informasi terkait penyakit yang dideritanya. Aplikasi tersebut layaknya media sosial untuk saling curhat satu sama lainnya antara pasien. “aplikasi ini dibuat khusus untuk pasien yang menderita penyakit seperti kanker, mereka bisa sharing, mengobrol, maupun curhat. Karena biasanya orang yang memiliki penyakit susah untuk terbuka. Akan tetapi dengan aplikasi ini diharapkan mereka bisa terbuka dan tidak merasa sendirian. Karna di sini mereka saling menukar informasi dan dukungan”, ujarnya

Seminar tersebut dihadiri 337 peserta dari Fakultas Kesehatan dan Fakultas Ilmu Komputer. Acara yang berlangsung selama 3 jam juga dimeriahkan oleh Tari Geong Denok dan lagu dari Paduan Suara (Padus) Gita Dian Nuswantoro. Peserta juga terlihat antusias dalam mempelajari teknologi baru yang dibawakan oleh para Narasumber. “udah bagus sih di Indonesia kan perkembangan IT masih agak kurang masih belum maju. Nah ini semoga saja perkembangan media digital terutama di bagian kesehatan semoga ke depan makin bagus seperti Negara maju di depan sana”, kata Amel dari D3 rekam medis Udinus selaku peserta seminar.

Nandira Putri Azalia selaku ketua pelaksana seminar berharap mahasiswa Kesehatan bisa mengembangkan IT mereka. “harapannya anak-anak Fkes lebih bisa menggunakan IT, kalau bisa dimanfaatkan seperti yang sudah disampaikan pembicara. Jangan Cuma kalau lulus langsung kerja gitu-gitu aja, tetapi tuh wawasannya luas. Maksudnya kita tuh bisa masuk ke peluang start-up dunia digital”, ujarnya.

Penulis & Fotografer : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu(15/12/18),Tasya Kamila hadir sebagai salah satu pembicara dalam Seminar kebangsaan pada rangkaian acara Jateng Leadership Project 2018. Mantan artis cilik ini dipilih sebagai figur yang tepat untuk memberikan motivasi kepada siswa SMA se- Jawa Tengah karena sosoknya mampu mengimbangi antara kariernya di dunia Entertainment dan pendidikan. Tasya Kamila baru saja menyelesaikan study magisternya di Columbia University dengan gelar master of public speaking pada Mei lalu.

“ Menurutku cara untuk menemukan pashion kita adalah dengan memperbanyak inspirasi, banyak cara untuk menemukan inspirasi dengan mengikuti banyak kegiatan sehingga kita mengetahui kegiatan apa yang sesuai sama kita, kegiatan apa yang kita sukai, yang bisa menambah bakat dan minat kita” ujar Tasya.  Ia juga memberi tahu beberapa tips mengatur waktu untuk kegiatan atau berorganisasi dan bersekolah agar bisa seimbang. Tasya memberikan contoh untuk membuat 4 kuadran dalam memprioritaskan jadwal yang kita miliki.

Seratus lima puluh tiga peserta Jateng Leadership Project sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara yang bertempat di Wisma Perdamaian Semarang. Salah satu peserta melontarkan pertanyaan kepada Tasya, ”Bagaimana cara kita sebagai pelajar Indonesia ingin berperan aktif dan berkontribusi untuk memberantas permasalahan-permasalahan di Indonesia seperti narkoba, dan kenakalan remaja untuk membantu membangun  generasi kita?” . Tasya menanggapi “Jadi itu harus dari diri kita sendiri seperti tidak menyontek, jangan dekati narkoba, dan kalau ada acara kepanitiaan pertanggung jawabkan semuanya misal dari sponsor, keuangannya juga harus jelas, ikuti peraturan yang ada, kita berperan aktif dalam suatu budaya anti korupsi, budaya anti pungli, dan bentuklah pertemanan  dan kegiatan yang positif“ ujar Tasya.  Selain itu Tasya juga menekankan untuk harus mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di Indonesia dan mencari solusi untuk setiap permasalahan itu sendiri. Karena setiap permasalahan di Indonesia pasti ada berbeda-beda solusi dan level yang dibutuhkan untuk menganalisis permasalahan tersebut. “Janganlah jadi generasi yang mengeluh, janganlah jadi generasi yang wacana, tetapi  jadilah generasi yang solusi”, pesan Tasya pada peserta.

Selain di hadiri Tasya Kamila, seminar kebangsaan ini juga dihadiri oleh 3 CEO muda yang menginspirasi. Ketiganya adalah Maxim Mulyadi (CEO CV Tirta Makmur Ungaran dengan produknya air mineral pelangi), Christian Sabilal Pussung (CEO Brilliant), serta Wahyu Aji (CEO Good News From Indonesia). Ketiga CEO ini memberikan materi yang sangat menarik dan menginspirasi untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam menyongsong Indonesia tahun 2045.

Penulis : Amrina Rosyada

Fotografer : Mila Elmeida

Editor : Mila Elmeida

Gedung Gradhika Bhakti praja Semarang, menjadi tempat pagelaran Jateng Leadership  Project 2018. BEM Universitas Diponegoro Semarang selaku panitia penyelenggara menyajikan kegiatan begitu apik. Kegiatan Jateng Leadership  tahun ini diselenggarakan pada tanggal 12-16 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih sebanyak 154 siswa-siswi Forum OSIS se-Jawa Tengah, antusias peserta sangat besar dilihat dari Jumlah peserta yang mengalami peningkatan dibanding Tahun sebelumnya, konsep yang diambil dalam tahun ini pun sangat kekinian dengan mengusung tema “menciptakan kepemimpinan emas kaum pelajar”, sehingga menarik banyak peserta. Sederet tokoh-tokoh penting Jawa Tengah juga ikut meramaikan acara ini sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP dalam pidato sambutannya menyatakan pentingnya Demokrasi kehidupan bagi kaum muda, khususnya kaum siswa-siswi yang menjadi contoh pelopor masyarakat sekitar. “Forum osis harus menjadi agen perubahan, memiliki pemikiran, komunikasi, sikap dan jiwa sosial yang benar”, ujarnya. Selain dibekali dengan ilmu, para peserta juga diajak mengikuti permainan yang dapat melatih mental demokrasi bersama, 4 peserta pun mendapatkan kesempatan guna mengikuti diskusi agenda forum bisnis Pak Ganjar di Solo. Dari hasil voting  bersama atas nama Farah, Audri, hafiz, Danti. Dalam Pemilihan Voting pun berlangsung sesuai harapan Bapak Gubernur, yaitu dengan mendahulukan kepentingan bersama, mengalahkan seribu keegoisan, dan mengedepankan musyawarah dan mufakat demi keputusan bersama.

Acara tersebut berlangsung selama 3 jam, pada akhir kegiatan diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber ataupun voluntir.  Peserta pun diberikan kebebasan dan kebijakan guna mengemukakan pendapat, Voluntir pun mendapatkan kesempatan guna berbagi seputar pengalaman yang telah didapatkan. Adapun harapan ke depan dari para voluntir dari kegiatan ini ialah  “Bahwa kolaborasi pemerintah dan pelajar itu penting, pelajar sebagai wadah apresiasi dan pemerintah sebagai  pencipta perubahan itu sendiri”, Ujar salah seorang voluntir. Demokrasi persatuan  ada karna sebuah perjuangan leluhur bangsa, sebagai generasi muda, sudah menjadi kewajiban guna mempertahankan apa yang telah diwariskan , dan pemimpin yang berdemokrasi adalah pemimpin yang bijaksana untuk rakyat.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Rendi Andrea Pramana

Editor : Fahmi Fabian

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terpilih sebagai tuan rumah dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia (1/12). Acara tersebut didatangi oleh jajaran pemerintahan Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Semarang dan masyarakat Kota Semarang.

Bertempat di Aula lantai 3 gedung E kampus Udinus, acara dimulai pada pagi hari pukul 09.00 WIB. Acara tersebut bertujuan memberikan gambaran tentang apa yang perlu dilakukan dalam menyikapi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) serta sosialisasi bagaimana mendeteksi secara dini penyakit HIV/AIDS.

Acara tersebut diawali dengan penyerahan tali asih oleh Prof. Dr. Ir Edi Noersasongko M.Kom dan dr. Sarwoko Oetomo MMR. kepada ODHA yang penderitanya masih anak-anak sebagai bentuk dukungan moral terhadap mereka. Dalam sambutan Rektor Udinus, Prof. Edi Noersasongko beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama hidup sehat. “Dalam daftar penderita HIV/AIDS, Jawa Tengah menjadi urutan ke-4 sebagai pengidap HIV/AIDS di Indonesia dan terbanyak berada di kota Semarang. Tentunya dengan data tersebut kita perlu peduli tentang penanggulangan masalah penyakit HIV/AIDS. Maka dari itu Udinus siap membantu KPA dengan segenap kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Warga Peduli AIDS (WPA) Kridho Budhoyo Kelurahan Manyaran, Semarang yang menampilkan pagelaran “Kethoprak Milenial” mengangkat tema tentang kepedulian. Tak hanya itu, dalam acara tersebut juga terdapat sesi tanya jawab mengenai HIV/AIDS.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dr. Sarwoko Oetomo MMR. Mengucapkan statement “Saya berani, Saya sehat” saat diwawancara pertama kali. Beliau mengatakan, “ARV adalah satu-satunya obat HIV untuk saat ini, obat itu bekerja untuk menekan perkembangbiakan virus HIV itu sendiri.” “Mengenai edukasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa menanyakan pada KPA yang mengakomodasi penyuluhan dan penanganan mengenai penyakit ini. Dan  stigma yang selama ini menyudutkan para penderita HIV itu kita enyahkan saja, karena sebetulnya mereka juga bisa hidup berdampingan dan berkomunikasi dengan baik bersama kita,” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Devara Berlianti

Editor : Haris Rizky Amanullah

         

            Crop Circle FIB UNDIP Tembalang – AEROTION (American English Royal Exhibition) kembali diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (24/11/18). Acara tahunan yang sudah digelar sejak tahun 2016 tersebut, mengusung tema ‘Frankness Glory’. Project Leader AEROTION 2018, Ardia Garini mengatakan acara ini diselenggarakan sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris kepada masyarakat luas. “Banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui apa saja bentuk kebudayaan di negara Amerika dan Inggris. Padahal lifestyle masyarakat Amerika dan Inggris sendiri sudah menjamur di sini (red. Indonesia)”. Ardia Garini juga menambahkan, selain sebagai wadah pengenalan kebudayaan Amerika dan Inggris, acara ini digelar dengan tujuan memfasilitasi mahasiswa Sastra Inggris UNDIP untuk sharing dan bersilaturahmi, serta reward untuk anggota Himpunan Mahasiswa yang telah bekerja selama periode kepengurusan.

Live Drawing dari komunitas Semarang Coret

AEROTION 2018 dibuka pada pukul 16.00 WIB dengan sambutan dari Kepala Prodi Sastra Inggris UNDIP, dilanjutkan dengan penampilan antar angkatan Sastra Inggris UNDIP dan puncak acara pada pukul 21.00 WIB diisi oleh Econo Music serta TiedHllm. Selain performer yang berpartisipasi, AEROTION 2018 juga diramaikan oleh beberapa stand komunitas seperti, Semarang Coret, Flag Football, MACI Semarang dan Polyglot.

Yang menarik dari acara ini, jika pengunjung membeli tiket dengan membawa buku tulis atau pakaian bekas layak pakai, maka pengunjung akan mendapat diskon tiket AEROTION 2018. Sesuai dengan penjelasan dari Pujarisma sebagai Staf Media dan Publikasi, tujuan dikumpulkannya buku tulis dan pakaian bekas layak pakai tersebut adalah bentuk donasi yang akan disalurkan pada Program Kerja (Proker) HM Sastra Inggris selanjutnya. “Bulan Desember, dari HM Sasta Inggris sendiri akan mengadakan acara yang bernama EDSOTeach, ini nanti bentuk pengabdian EDSA untuk mengajar adik-adik Sekolah Dasar di Semarang. Buku tulis yang sudah terkumpul nantinya akan dibagikan untuk adik-adik Sekolah Dasar yang dituju. Untuk pakaian bekas layak pakai sendiri, dari HM memang sering mengadakan acara bakti sosial, ini nantinya bisa disalurkan kepada yang membutuhkan”.

Pengunjung AEROTION 2018, Tya mengungkapkan jika dirinya terkesan ketika mendatangi acara ini. “Untuk ukuran acara yang baru berumur 3 tahun, ini keren banget sih. Saya awalnya kesini karena ini tahun terakhir saya di Sastra Inggris UNDIP, tapi saya benar-benar terkesan dengan persiapan penyelenggara acaranya. Performernya bagus semua, seru liat setiap angkatan berinteraksi, semoga di tahun selanjutnya kemeriahan ini tetap terjaga!”.

Penulis : Intan Widianti Kartika Putri

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Editor : Haris Rizky Amanullah

Sabtu, 24 November 2018. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) mengadakan acara seminar struktural nasional yang dimulai pukul 09.00 WIB dan  bertempat di auditorium lantai tujuh Gedung H Udinus. Seminar tentang penerjemahan linguistik terapan, sastra, dan ilmu budaya  yang berskala nasional ini berhasil menarik animo masyarakat baik dari lingkungan Udinus maupun dari luar Udinus. Seminar Struktural Nasional 2018 ini mengangkat tema ‘Peran Kajian Linguistik, penerjemahan, sastra, dan budaya di era digital. Acara seminar ini bertujuan untuk memberi fasilitas akademis untuk para peneliti, mahasiswa, dan dosen yang berminat dibidang penerjemahan, linguistik, sastra, dan ilmu budaya. Pembicara pada seminar kali ini adalah Prof Dr. Riyadi Santosa, M.ed., Ph.D yang merupakan Guru Besar Linguistik FIB UNS, kemudian Prof Dr. M.R. Nababan, M.ed. M.A,. Ph.D Guru Besar Penerjemahan FIB UNS, dan Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. dari UNDIP sebagai Guru Besar Ilmu Antropologi FIB.

Pembicara pertama Prof Dr. Riyadi Santosa, beliau menjelaskan tentang industri di era digital, ”Kita bisa melihat betapa berpengaruhnya industrialisasi di era digital yang sudah kita alami, minimal ditahun ini kita sudah mengalami hal itu semua, dari sini kita juga bisa melihat juga gejala transformasi,” Ujar beliau. ”Toko-toko konvensional sudah mulai tergantikan dengan model bisnis market place, toko fisik sudah mulai menghilang, sudah digantikan dengan aplikasi online seperti Buka Lapak dan Tokopedia misalnya seperti itu,” Tambahnya. Pembicara kedua Prof Dr. M.R. Nababan, beliau menjelaskan dengan singkat menjelaskan tentang penelitian penerjemahan di era-era saat ini, ”jika menggunakan istilah translation dalam konteks penelitian, itu bisa merujuk pada  prosesnya. Proses penerjemahannya, bisa merujuk pada produk penerjemahannya, bisa juga pada fungsi penerjemahannya. Hati-hati ini bukan fungsional.” ujarnya. Dan pembicara terakhir adalah Prof Dr. Mudjahirin Thohir, M.A. beliau membicarakan mengenai masalah kajian budaya di era digital.

Seminar Struktural Nasional berlangsung selama kurang  lebih dua jam, tampak dari para peserta seminar, mereka tampang senang dengan acara ini. Suryo Wardana M.Pd selaku ketua acara seminar struktural nasional 2018 tersebut mengatakan “Animonya sangat bagus, bahkan melebihi target.” Setelah acara tersebut selesai di gedung H, dilanjutkan dengan acara diskusi pararel yang diikuti peserta dan pemakalah dalam menyampaikan isi makalah mereka. Acara ini bertempat di Gedung G lantai tiga Universitas Dian Nuswantoro.

Penulis: Anugrah Tri Ramadhan

Editor: Haris Rizky Amanullah