Kemeriahan Malam Puncak Acara Pasporia Jalimbing 2019

Sabtu (16/3) Pasporia Jalimbing 2019 merupakan malam puncak acara Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) yang mengusung tema “Sinergitas Pelestarian Seni dan Budaya Jurang Belimbing” diadakan di panggung terbuka balai RW Desa Jurang Belimbing Tembalang.

Acara dimulai pukul 14.00 hingga tengah malam, acara tersebut ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Pelaksana harian (Plh) Kelurahan Tembalang Agustinus Kristiyono,S.Pd dan jajaran dari Universitas Diponegoro ikut menghadiri dalam serangkaian acara tersebut.

Tujuan diadakannya acara tersebut adalah untuk memperkenalkan Desa Seni Jurang Belimbing kepada masyarakat umum, khususnya warga Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

“Sungguh membanggakan, karena di era millennial masih ada sekelompok masyarakat terutama generasi muda yang peduli dengan kesenian tradisional.” ujar Triyono, SH. M.Kn. selaku salah satu jajaran Universitas Diponegoro.

Acara dibuka dengan penampilan Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi dan dilanjutkan pada sore hari dengan penampilan anak-anak PAUD Mekar Jaya Desa Jurang Belimbing, yakni Tarian Kuda Lumping, Tarian Mbok Jamu dan Tarian Kelinci.

Pasporia Jalimbing tidak hanya menyuguhkan kesenian tradisional saja, tetapi juga menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah tersebut. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Grada yang dibuat oleh tim KKN UNDIP 2019 berhasil mengembangkan produk bernilai jual tinggi, walau hanya dengan bahan yang sederhana. Gantungan kunci, kaligrafi, lampion dan mahar pengantin merupakan produk yang mereka ciptakan.

Cahaya (17) salah satu penonton acara tersebut mengungkapkan bahwa acara yang diselenggarakan sangat bagus dan kreatif selain itu, dia juga menyukai pertunjukan seni karena baginya budaya inilah yang seharusnya dilestarikan oleh anak-anak muda saat ini.

Acara ditutup dengan penampilan Ketoprak Sri Mulyo Budoyo yang mengambil lakon Ki Ageng Mangir Wonoboyo yang merepresentasikan seseorang yang memiliki tahta dan tanggungjawab namun mudah terlena dengan kenikmatan duniawi.

Penulis: Safira Nur Ujiningtyas

Reporter: Lily Tania Innezaputri

Fotografer: Irfandi Nur Fadhilah

PAMERAN DKV “MANUNGGALING” CURI PERHATIAN WARGA UDINUS

Pameran ilustrasi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) yang digelar di Gallery gedung H UDINUS di hari ketiga (Rabu/13/3/2019) ramai dikunjungi mahasiswa.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari pada 11-13 Maret 2019 tersebut menampilkan seluruh karya terbaik dari mahasiswa DKV UDINUS. Karya tersebut tertuang dalam berbagai ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan semangat persatuan dan gotong royong. Sesuai dengan tema yang mereka angkat yaitu  “Manunggaling” yang dalam bahasa Indonesia berarti semangat persatuan dan gotong royong.

“Kami ingin mengingatkan kembali dan mengangkat kembali etika-etika leluhur kita yang sudah dilupakan oleh kaum millennial seperti saat ini, khususnya dalam hal semangat gotong royong dan persatuan” kata Azriel Falah Ananta selaku ketua pelaksana pameran DKV.

Berbeda dari dua hari sebelumnya yang menampilkan rangkaian acara artis talk, dan live painting di jaket, di hari ketiga panitia menyediakan papan tulis dan kapur warna-warni untuk gambreng alias gambar bareng. Sehingga para pengunjung dapat mengekspresikan apa pun lewat gambar ataupun menulis melalui media yang telah disiapkan oleh panitia.

“Karya dari teman-teman DKV bagus, selain itu dibalik karya mereka juga ada makna yang terselubung” ujar Retno Diah Islamiati salah satu pengunjung pameran.

Pameran yang digelar selama tiga hari tersebut mampu menarik perhatian mahasiswa UDINUS dan beberapa dosen yang melewati gallery gedung H. Bukan hanya gambar ilustrasi saja yang dipamerkan, ada beberapa karya menarik lainnya seperti lukisan, hand lettering, dan fotografi yang ikut dipamerkan dalam acara tersebut.  

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Foto : Lily Tania Innezaputri

ISP Ajak Investor Millenial Indonesia Melalui Seminar Invest Preneur 2019

Investor Saham Pemula (ISP) gelar Seminar Nasional Invest Preneur 2019 bagi kaum millennial di auditorium Hotel Candi Indah Jatingaleh Semarang pada Sabtu (23/02/2019).

Acara yang digelar oleh ISP tersebut bertema “Millenial Investor at Disruption Economy and Industrial Revolution 4.0” diikuti oleh para investor muda dari berbagai kota di Indonesia seperti Banjarmasin, Bandung, Pontianak, Padang, Jember, Denpasar dan masih banyak lagi. Tidak hanya para investor muda saja, seminar nasional tersebut juga diikuti oleh masyarakat umum yang ada diwilayah Semarang.

“Seminar kali ini bertujuan untuk membahas perkembangan distribusi ekonomi dan membahas mengenai fenomena revolusi industri 4.0 serta cara para investor muda menyikapi berbagai fenomena  yang terjadi pada revolusi industri 4.0” ucap Risky Arya selaku ketua pelaksana Seminar Nasional Invest Preneur.

Selain itu seminar Invest Preneur juga mengajak para masyarakat khususnya millennial investor untuk lebih mengenal berbagai pengaruh terhadap perkembangan pasar Indonesia dan perekonomian khususnya start up digital di Indonesia. ISP telah mencatat rekor 200 ribu investor muda di seluruh Indonesia.

Seminar Nasional tersebut menghadirkan pembicara kondang dibidang investasi seperti Bayu Mahendra Saubiq yang merupakan pendiri PT. Sumber Sinergi Indonesia, Miftachul Ben Robani selaku Chief Marketing Officer Lindungi Hutan, serta Pembina Komunitas ISP yaitu Nicky Hogan dan Fanny Rifqy el Faud.

“Harapannya untuk investor millennial di Indonesia semakin bertambah dan ke depannya semakin maju. Jadilah investor kaya sehingga kita bisa berbagi” ujar Fanny selaku pembina dari ISP.

Seminar ISP merupakan suatu wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman khususnya para investor saham yang sedang mencari pengetahuan mengenai pasar modal. Seminar tersebut merupakan seminar ketiga yang sebelumnya dilaksanakan di kota Bandung.

Penulis : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Laily Makrifatul

Editor : Haris Rizky Amanullah



Kemeriahan Dinus Festival 2019 (Dinusfest) (24/01) berakhir dengan antusiasme peserta lomba yang ingin mendengarkan pengumuman di panggung utama. Beberapa lomba pun diadakan pada hari terakhir Dinusfest 2019.

Salah satunya adalah lomba paduan suara yang diadakan oleh tiga UKM Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), yaitu Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik (PKKMK). Persatuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Paduan Suara Mahasiswa (PSM). Tiga UKM ini berkolaborasi membuat lomba paduan suara dengan konsep Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dan mengusung tema “Harmoni untuk Tuhan”. Mereka berharap lomba seperti Pesparawi bisa diadakan setiap tahunnya.

“Saya berharap untuk tahun depan ada lomba lagi seperti Pesparawi ini dan semoga bisa bekerja sama dengan tiga UKM ini serta organisasi lain di Udinus maupun dari luar Udinus.” ujar Timotius Edward selaku Ketua Panitia kegiatan.

Acara tersebut baru di adakan pertama kali di Udinus, bertempat di Gedung H lantai 7. Lomba paduan suara SMA/SMK sederajat diikut oleh tiga peserta dari Semarang, yang mana nantinya akan dipilih satu juara untuk diberi uang pembinaan, sertifikat dan potongan USPI masuk ke Udinus. Ketentuan lomba tersebut adalah menyanyikan satu lagu rohani dan bebas dengan kemampuan Sopran, Alto, Tenor, Bass (SATB) dalam durasi paling lama 10 menit. Juri dalam perlombaan tersebut yakni satu juri dari luar Udinus dan dua juri dari UKM PSM.

Salah satu peserta paduan suara, Immanuel Azarya siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Semarang yang baru pertama kali mengikuti lomba merasa tegang dan nervous saat tampil, tapi akhirnya bisa tampil dengan santai dan mengalir sesuai harapannya. Ia bersama 17 temannya melakukan persiapan selama dua minggu sebelum lomba.

“Kami membawakan satu lagu kerohanian dan satu lagu bebas berjudul Twinkle-Twinkle Little Star dan puji Tuhan, tidak ada hambatan saat kami tampil tadi. Harapan saya dan teman-teman semoga lebih bisa mengharumkan nama sekolah serta dari segi vokal dan lainnya ada progress untuk lebih baik lagi.” tambahnya.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Editor : Haris Rizky Amanullah

Pada hari Ke dua Rabu (23/01/2018) diadakan perlombaan Rebana yang di selenggarakan oleh UKM BAI (Badan Amalan Islam) dengan tema PESONA (Pekan Sholawat dan Rebana)yang bertempat di Panggung Utama di depan Gedung E Udinus.

Antusias yang luar biasa terlihat ditunjukkan oleh para peserta serta pengunjung yang hadir pada acara DinusFest 2019. Diikuti 18 grup peserta tingkat SMA sederajat  se-Jawa Tengah yang terdiri dari berbagai daerah Semarang, Solo, Grobogan dan Pemalang.

Peserta lomba PESONA sangat antusias dengan diadakannya lomba tersebut, mereka bersemangat dan totalitas dalam menampilkan pertunjukkan. Pertunjukkan yang terbaik sudah mereka berikan meski masih ada rasa gugup sebelum tampil “Grogi, tapi manjadawajjadja semoga Allah memberkahi kita semua” kata Nayla Miftahul Rohmah salah satu peserta lomba PESONA. “Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi” tambahnya.

“Kesannya Alhamdulillah ini peserta juga antusiasnya sangat maksimal mulai dari tampilan peserta juga sudah menyiapkan beberapa variasi untuk kostum juga terlihat maksimal. Kalau untuk pesannya semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat meningkatkan rasa cinta kita kepada Rosul dengan bersholawat” kata Wahyu Candra Tama selaku Ketua Pelaksana. “Untuk kesan DinusFest secara keseluruhan mulai dari rangkaian acara dari mulai lomba rebana atau lomba-lomba ya semoga dengan adanya ini dapat mewujudkan DinusFest yang extraordionary” tambahnya.

Acara DinusFest yang diadakan oleh Universitas Dian Nuswantoro merupakan acara tahunan yang sangat bermanfaat terutama dalam meningkatkan budaya Indonesia. Salah satunya melalui lomba Rebana yang menampilkan musik serta gerakan menari islami. Semoga dengan diadakannya DinusFest setiap tahun dapat mengasah bakat generasi muda serta melestarikan budaya melalui lomba-lomba yang diadakan oleh UDINUS.

Penulis : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Mahasiswa DKV UDINUS Adakan Pameran Seni Di Malam Tahun Baru 2019

Senin, 31 Desember 2018 – Mahasiswa Desain Komunikasi Visual(DKV)  Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan sebuah pameran karya-karya mural untuk menyambut tahun baru. Total ada 17 lukisan yang semuanya dilukis oleh mahasiswa DKV Udinus.

Pameran tersebut diadakan di Rumah Ramah yang beralamat di Jalan Genuk Krajan Gang 1 No.26, Sriwijaya, Semarang. Pameran yang mengangkat tema “Imagine Space” dihadiri oleh para alumni mahasiswa DKV Udinus. Beberapa alumni yang datang ikut memeriahkan acara dan memberikan wejangan.

Pameran yang sudah berlangsung kedua kalinya diadakan di Rumah Ramah, yang mulanya hanya kontrakan milik mahasiswa DKV Udinus. “Awalnya ini cuman kontrakan biasa, buat taman-teman DKV yang kumpul, main musik bareng, bicara ngalor-ngidul, ada juga yang kumpul buat ngerjain tugas sendiri” imbuh Ahmad Saiful Hakim sebagai kurator pameran. “Pada tahun pertama, tahun kemarin kita sudah bikin pameran. Seiring berjalannya waktu kami sering melakukan aktivitas tentang seni di sini, karena cukup aktif kami mau mengadakan pameran lagi, kali ini kami undang tata senior, sama adik-adik angkatan juga diajak, setelah itu kami belajar pameran yang benar, mempelajari etika dalam pameran itu seperti apa,” tambah Ahmad atau yang akrab disapa Cipul.

Tujuan dari acara tersebut agar mahasiswa DKV dan alumni guyub dan akrab “Tujuannya mengguyubkan dari beberapa angkatan sampai ke alumni, kami ingin berkarya bareng. Dan di situ nanti kami akan ada diskusi yang mungkin positif yang didapat dari teman-teman kuliah dari alumni, wejangan-wejangan seperti itu yang kita harapkan sebenarnya,”  ujar Wahyu Krisdianto yang bertindak sebagai ketua acara.

Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Rusman Sayogo selaku ketua Rukun Warga (RW) setempat, beliau menyampaikan bahwa acara tersebut merupakan buah dari pikiran yang positif  “Tidak hanya sekedar lukisan atau mungkin imajinasi, tetapi ini adalah hasil pikiran. Pikiran ini dapat terwujud, terbentuk atau mungkin hanya kamuflase, tetapi ini adalah filosofi orang hidup”, ujarnya.

Tidak hanya pameran, acara tersebut juga dilanjutkan dengan live painting di sebuah motor, selain itu juga ada live music yang dibawakan oleh mahasiswa atau alumni. Acara ditutup dengan sharing bersama alumni, di mana alumni diharapkan untuk bisa memotivasi para mahasiswa yang masih aktif.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Anugrah Tri Ramadhan
Editor : Haris Rizky Amanullah

Semarang, 30 Desember 2018— Sebanyak 5 (lima) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan give away berupa souvenir seni terapan kepada pengunjung Candi Gedong Songo secara gratis berdasarkan ketentuan yang telah berlaku. Berkecimpung dalam dunia sosial, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) tidak tutup mata atas kondisi sosial yang kini tengah dialami generasi millenial. Pengetahuan generasi millenial yang terbatas tentang Budaya dan Sejarah membuat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang tergerak dan mencari strategi untuk mengajak segenap masyarakat untuk peduli atas sejarah, baik sejarah dalam lingkup lokal maupun nasional. Berawal dari tugas mata kuliah Komunikasi Pemasaran, mahasiswa UDINUS tidak ingin tugas hanya berakhir dengan tugas, mendapatkan nilai lalu selesai. Maka dari itu, keinginan ‘tugas jangan hanya berakhir dengan nilai’ dan keprihatinan tentang minimnya pengetahuan masyarakat dan generasi millenial tentang budaya dan sejarah, maka diadakanlah acara give away seperti ini.

Pembagian souvenir dengan challenge berupa lontaran pertanyaan bertemakan budaya dan sejarah yang akan ditanyakan secara langsung kepada pengunjung merupakan strategi di mana ketika pengunjung ingin mendapatkan souvenir gratis, maka ia harus mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pemberi pertanyaan tidak serta merta mengharuskan pengunjung untuk menjawabnya secara langsung, terdapat durasi waktu sekitar 2 menit yang memungkinkan pengunjung bertanya kepada rekannya atau kepada pengunjung yang lain, atau dapat pula mencarinya melalui jejaring internet. Strategi tersebut dipilih atas keyakinan bahwa ketika pengunjung mencoba mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan, maka otomatis ia akan membaca seputar sejarah dengan konsekuensi sedikit banyak pengunjung akan mengerti tentang budaya dan sejarah.

Di dalam Komunikasi Pemasaran, terdapat strategi pemasaran yang meliputi 7P (Product, place, price, promotion, process, people, physical evidence) yang menjadi dasar penentuan strategi pemasaran Gedong Songo melalui pengenalan sejarah dan budaya. Mahasiswa UDINUS berusaha untuk mem-branding Candi Gedong Songo dengan kekentalan akan culture. Dengan acara give away souvenir seperti ini akan membantu masyarakat dalam mengenali budaya dan sejarah sekaligus mem-branding Candi Gedong Songo dengan objek wisata berbasis budaya yang kental.

Didukung oleh hari yang mendekati perayaan Tahun Baru 2019, peningkatan jumlah pengunjung Candi Gedong Songo membuat acara give away tersebut berlangsung sangat meriah. Para pengunjung menyambut acara yang diadakan oleh mahasiswa UDINUS tersebut dengan sangat antusias. Hal tersebut dibuktikan dengan souvenir yang habis dengan cepat mengingat pihak panitia telah menyiapkan ratusan souvenir dan stiker gratis.

“Kreatif banget adain acara seperti ini, membuat saya sadar diri bahwa pengetahuan budaya saya masih sangat sedikit”, kata salah satu penerima hadiah. Acara berakhir ketika souvenir dan stiker telah habis. Pengunjung yang tidak berhasil menjawab juga mendapatkan hadiah gratis berupa stiker dengan logo Candi Gedong Songo.

Acara diadakan di Candi Gedong Songo dengan maksud dan tujuan tidaklah lain yaitu agar masyarakat lebih mencintai destinasi wisata yang mengandung unsur budaya dan sejarah, serta bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya budaya dan sejarah lokal, nasional, maupun internasional.

Penulis : Selly Yunika Putri

BEM-KM UDINUS Gelar Doa Dan Sharing Bersama Aktivis Jelang UAS

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Dian Nuswantoro mengadakan acara Kumpul Bersama Aktivis dengan tema “Doa dan Sharing Bersama Aktivis Sebelum UAS” yang diadakan pada hari Jumat, 28 Desember 2018 yang dimulai pukul 15.30 WIB di Aula Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus).

BEM KM mengadakan acara kumpul bersama dengan tujuan untuk merekatkan dan saling sharing serta mempererat antar aktivis di Udinus. Yang mana acara tersebut telah dihadiri oleh para aktivis yang ada di Udinus mulai dari Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada Udinus. Serta dihadiri juga oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih, MM serta jajarannya.

Kegiatan dalam acara tersebut yaitu doa bersama, makan bersama, sharing antar aktivis dan juga wakil rektor III bidang kemahasiswaan tentang kegiatan yang telah diselenggarakan oleh kemahasiswaan, serta penggalangan dana untuk saudara-saudara yang ada di Banten dan Lampung yang beberapa hari lalu terkena musibah.

Keunikan dari acara ini adalah menggunakan 3 cara berdoa yaitu Kristen, Katolik, dan Islam yang dipandu oleh UKM yang ada di Udinus. Doa menurut Agama Islam yang dipandu oleh Badan Amalan Islam (BAI), Doa menurut Kristen yang dipandu oleh Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Doa menurut Katolik yang dipandu oleh Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik (PKKMK). acara ini sangat seru dan positif serta membuat satu sama lain saling mengenal.

Dr. Kusni Ingsih selaku WR di bidang kemahasiswaan sangat mendukung acara Kumpul Bareng Aktivis dan berharap supaya acara tersebut bisa diadakan setiap tahunnya. “Dari pihak kemahasiswaan sangat senang akan adanya acara yang berlangsung saat ini. Doa menjelang UAS dan sharing bersama aktivis. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antar aktivis juga. Saya juga minta supaya acara ini, akan berlanjut. Tidak hanya berhenti pada acara kemarin saja,” ujarnya.

Penulis : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah

Pentingnya Pelatihan Halal Lifestyle Bagi Remaja Masa Kini

Dosen manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) adakan pelatihan Halal Lifestyle (HLS). Pelatihan tersebut mengajarkan praktik gaya hidup islami ditujukan kepada siswa-siswi Madrasah aliyah (MA) Rohmaniyyah Meranggen.

Iptek bagi Masyarakat (IbM) merupakan program yang dilakukan oleh dua dosen Manajemen ahli yaitu Hendri Hermawan Adinugraha, SEI, MSI dan Mila Sartika, SEI, MSI. Kedua dosen sudah sangat ahli dibidangnya yaitu Manajemen Halal dan Ekonomi Syariah. Sesuai dengan analisis yang sudah dilakukan dapat dikemukakan bahwa populasi Muslin di dunia 1,6 miliar orang. Jumlah tersebut sudah mencapai 25% dari total populasi dunia yang mencapai 7 miliar. Bahkan menurut laporan dari State of the Global Islamic Economy 2014-2015,  pengeluaran konsumen Muslim berpotensi mencapai $3,7 triliun. Angka tersebut merupakan perhitungan pada sektor makanan dan gaya hidup saja.

“Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa riset, saat ini jumlah penduduk muslim merupakan umat mayoritas di Indonesia dan permintaan terhadap produk berlabel halal juga semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu adanya edukasi budaya bergaya hidup halal agar nantinya lebih terarah,” ungkap Hendri Hermawan selaku pembawa materi pada pelatihan tersebut.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Desember 2018  diikuti oleh 32 siswa. Pelatihan tersebut diadakan di ruang kelas dan para peserta tampak sangat antusias. Terbukti dari adanya interaksi tanya jawab yang aktif antara pembicara dan peserta. “Alhamdulillah antusiasme mereka sangat tinggi, terlihat dari hidupnya dialog interaktif mengenai edukasi HLS ini. Ditambah lagi ada doorprize yang menambah antusias mereka,” ujar Hendri.

Pelatihan HLS ditujukan kepada remaja masa kini. Karena nantinya mereka akan menjadi pelaku sekaligus pemelihara budaya bergaya hidup halal. Hendri juga berpesan pada seluruh remaja islami masa kini “Mulailah bergaya hidup halal dari sekarang, dengan HLS maka Insyallah seluruh tindakan dan perilaku kita juga hasilnya kan baik dan bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Haris Rizky Amanullah

Editor: Mila Elmeida

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan ( BEM Fkes ) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan Seminar Nasional 2018 pada Sabtu (15/12). Seminar tersebut diadakan di Gedung E lantai 3 Udinus. Dengan mengangkat tema “Potret Media Informasi Kesehatan Digital bagi Generasi Milenial”

Seminar tersebut bertujuan supaya mahasiswa tidak hanya mengetahui tentang ilmu kesehatan tetapi mengetahui perkembangan teknologinya terutama melalui media online yang mencangkup tentang dunia kesehatan. Pembicara pada seminar nasional tersebut adalah Dr. Mohammad Fadjar Wibowo. MD. M. Sc yang merupakan Medical Director di Smart Health dan Dr. Fadli Wilihandarwo sebagai CEO Pasineia.

Pembicara Pertama Dr. Fadjar yang menjelaskan tentang Smart Health, berita kesehatan berisi tentang artikel-artikel kesehatan. Beliau juga menjelaskan tentang mHealth (mobile health). mHealth merupakan gadget yang memiliki fungsi untuk informasi dan konsultasi penyakit. Menurut penelitian melalui gadget tersebut, di Indonesia sekitar 51,06% masyarakat mencari informasi kesehatan sendiri dari media online dan 14,05% lainya konsultasi dengan dokter melalui situs atau media online. mHealth telah berkembang di berbagai Negara maju, 3 di antaranya Jerman, Inggris (UK), dan Swedia yang memiliki health care yang terbaik. Jadi diharapkan untuk Indonesia bisa terus mengembangkan JKN mobile, Keluarga sehat, dan primaku sebagai mHealth di Indonesia agar sistem health care nya dapat berkembang.

Pembicara kedua Dr. Fadli, beliau menjelaskan tentang Pasienia. Pasienia adalah aplikasi dengan fungsi untuk menghubungkan pasien dengan keluarga berbagai pengetahuan dan informasi terkait penyakit yang dideritanya. Aplikasi tersebut layaknya media sosial untuk saling curhat satu sama lainnya antara pasien. “aplikasi ini dibuat khusus untuk pasien yang menderita penyakit seperti kanker, mereka bisa sharing, mengobrol, maupun curhat. Karena biasanya orang yang memiliki penyakit susah untuk terbuka. Akan tetapi dengan aplikasi ini diharapkan mereka bisa terbuka dan tidak merasa sendirian. Karna di sini mereka saling menukar informasi dan dukungan”, ujarnya

Seminar tersebut dihadiri 337 peserta dari Fakultas Kesehatan dan Fakultas Ilmu Komputer. Acara yang berlangsung selama 3 jam juga dimeriahkan oleh Tari Geong Denok dan lagu dari Paduan Suara (Padus) Gita Dian Nuswantoro. Peserta juga terlihat antusias dalam mempelajari teknologi baru yang dibawakan oleh para Narasumber. “udah bagus sih di Indonesia kan perkembangan IT masih agak kurang masih belum maju. Nah ini semoga saja perkembangan media digital terutama di bagian kesehatan semoga ke depan makin bagus seperti Negara maju di depan sana”, kata Amel dari D3 rekam medis Udinus selaku peserta seminar.

Nandira Putri Azalia selaku ketua pelaksana seminar berharap mahasiswa Kesehatan bisa mengembangkan IT mereka. “harapannya anak-anak Fkes lebih bisa menggunakan IT, kalau bisa dimanfaatkan seperti yang sudah disampaikan pembicara. Jangan Cuma kalau lulus langsung kerja gitu-gitu aja, tetapi tuh wawasannya luas. Maksudnya kita tuh bisa masuk ke peluang start-up dunia digital”, ujarnya.

Penulis & Fotografer : Wahyu Putri Prihayanti

Editor : Haris Rizky Amanullah