Ajak Indonesia Hadapi Pemilu 2019, Skinnyindonesian24 Bikin Epic Rap Battle Of Presidency

Video yang diunggah pada Senin, 8 April 2019 pada kanal Youtube Skinnyindonesian24, milik kakak beradik, Andovi da Lopez, dan Jovial da Lopez ini, menyuguhkan battle rap yang berdurasi 5:30 dengan konsep yang luar biasa.

Makna dari lirik yang ada pada video tersebut, seolah menjelaskan bahwa Prabowo dan Jokowi adalah sama-sama calon presiden yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak hanya rap battle antara kakak beradik ini yang memainkan peran sebagai Jokowi dan Prabowo, namun ada pula Trestan Muslim dan Coki Pardede.

Trestan Muslim berperan sebagai Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Sedangkan Coki Pardede berperan sebagai Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta.

Uniknya, belum 24 jam video ini terunggah di kanal Youtube Skinnyindonesian24, namun sudah ratusan ribu komentar netizen yang membanjiri kolom komentar, tak sedikit pula yang melontarkan pujian terhadap video rap battle tersebut. Imbuhan terakhir dari video tersebut pun juga diakhiri kalimat ajakan untuk tidak golput pada pemilu 2019, tepatnya 17 April 2019 ini.

Sementara video yang baru saja rilis kemarin di Youtube, kini sudah mencapai 1,6 juta views, dengan likes sebanyak 384 ribu, dan sedang trending di posisi pertama Youtube.

Thank you so much everyone. Permintaan gua hanya satu. Enjoy, share dan jangan baper”, tambah Andovi melalui akun instagram pribadinya.

“Semoga pemilu kita nanti damai. Kita semua orang Indonesia. Berbeda-beda tapi satu. Love you all”, tulis pula Andovi da Lopes.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

RRI Semarang, Ajak Milenial Peduli Pemilu melalui Talkshow

RRI Semarang pada Jum’at, 10 April 2019, tepatnya di Auditorium RRI Semarang, menggelar acara talkshow pagi dengan tema “Generasi Muda Peduli Pemilu”. Talkshow selama dua jam ini mendatangkan tiga narasumber yaitu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rektor IKIP Veteran (IVET) Semarang, dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IVET Semarang.

Membahas mengenai seputar seminggu menjelang hari Pemilihan Umum (Pemilu), KPU sudah memiliki target pemilih sebesar 77,5% dengan mengutamakan kualitas pemilih atau tidaknya atas money politic, karena dengan adanya politik uang tersebut bisa dipastikan sebuah cikal bakal dari adanya korupsi yang akan dilakukan pada calon-calon legislatif kedepannya, terutama untuk calon legeslatif yang akan menduduki bangku pada periode tahun 2019 ini nanti.

“Tips memilih dengan cerdas versi milenial ini bisa dengan cara mencermati terlebih dahulu partai politik yang akan dipilihnya, mengenai visi dan misi, dan orang-orang yang mencalonkan diri dalam partai politik tersebut. Cari track record calon, cara mencari tahunya dapat melalui website resmi KPU”, ujar Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, S.Sos, M.I.Kom.

Untuk pesta demokrasi besar-besaran yang akan serentak dilakukan di berbagai penjuru daerah nusantara ini nantinya juga akan memberikan layanan semaksimal mungkin yang bersifat keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk masyarakat sebagai penyandang disabilitas. KPU juga sudah memiliki rencana untuk melayani para penyandang disabilitas yang berupaya agar mereka juga dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih calon-calon yang akan menduduki bangku pemerintahan di Indonesia mulai periode 2019.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum

Fotografer : Wiedya Yunita Nuryani

Keterbatasan Najiha Tak Halanginya Raih Juara Lead Pelajar ACC IV

Najiha Zahra (13) asal Blora, Jawa Tengah. Meraih juara 3, untuk nomor lomba Lead pelajar putri pada acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV. Ia mendapatkan piala dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai reward atas perjuangannya. Walau ia memiliki keterbatasan dalam pendengaran, ia mampu untuk memenangkan juara 3 pada ajang bergengsi setingkat nasional ini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan, bukanlah halangan untuk dia menjadi terbatas.

Ia senang karena bisa ikut berpartisipasi, dalam acara ACC IV Aldakawaseta ini. Serta berharap ia bisa mengikuti perlombaan sejenis dan bisa meningkatkan keahliannya. Bagi ia, bermain panjat tebing merupakan kesenangan tanpa batas.  Najiha, mulai menekuni olahraga ini sejak ia duduk di bangku kelas 3 SLBN Blora. Dengan kemenangan Najiha ini tentu membuat banyak orang terinspirasi, dan juga menjadi satu–satunya peserta yang memiliki keterbatasan fisik namun mampu untuk menunjukan kelebihannya, melalui acara ini.

ACC ini merupakan acara yang keempat kalinya diadakan oleh pihak Aldakawanaseta, dengan jumlah peserta yang bahkan mencapai 476 peserta. Hal ini, membuat Aldakawanaseta menjadi terkenal luas hingga Bali dan Kalimantan. Karena, pada awalnya ACC hanya merupakan perlombaan dengan tingkat regional saja.

Bapak Dr. ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA. selaku Wakil Rektor II Bidang Keuangan Udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta. “Acara ACC ini berjalan sangat lancar, dan didukung juga dengan wall climbing yang baru yang dimana standarnya sudah bagus. Saya juga berharap, semoga nantinya pada acara ACC V mendatang tidak hanya pada tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meranjah hingga tingkat ASEAN atau bahkan Internasional” uangkapnya.

Penulis : Hanifatulhashinah Hanan

Editor : Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Puncak Kemenangan dan Kemeriahan Wall Climbing Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Rabu (2/4) Merupakan puncak kemenangan dan Kemeriahan acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). Acara tersebut bertempat di “Wall Climbing” belakang gedung F Universitas Dian Nuswantoro.

Perlombaan Wall Climbing di menangkan oleh Felin Merolan Ali Putra dengan kategori Lead Umum Putra yang berasal dari “Target“ Purwokerto ia berhasil mencapai puncak dengan Speed dan Lead yang cukup baik. Ia sangat senang karena perjuangannya tidak sia-sia. Ia sudah berlatih giat selama 1 bulan untuk mengikuti lomba ACC IV, akan tetapi ia telah memiliki skill yang dilatihnya kurang lebih 10 tahun. “Saya sangat senang sekali. Banyak teman-teman yang support dan Saya banyak terima kasih terhadap pelatih. Soalnya sudah melatih saya. Harapan saya di lomba ini adalah lebih di tingkatkan lagi acara seperti ini” Ujar Felin selaku Peserta Lomba.

Sistem penilaian lomba pun memakai Rumus yang telah ditetapkan oleh pelatih yang sudah disiapkan sebelumnya. ”Kategori Yang dipertandingkan di acara ini adalah Speed dan Lead, jika nomor pertandingannya ada Lead Mapala Putra-Putri, Lead Pelajar Putra-Putri, Lead Umum-Putra Putri, Speed Umum Putra-Putri, Speed Pelajar Putra-Putri” kata salah satu dari 10 juri Federasi Panjat Tebing Indonesia. Pengumuman Acara lomba diumumkan pada pukul 19.00 WIB. ACC selalu diselenggarakan selama 2 tahun sekali.

Acara ditutup dengan pemberian piala kepada para pemenang lomba dan dimeriahkan oleh penampilan dari UKM E-gamelan, Musik, Theater Kaplink, Tari, dan masih banyak lagi. Penonton pun sangat antusias dalam memeriahkan closing ceremony Aldakawanaseta ACC IV pada tahun ini.

Penulis : Putri Riskyana Dewi

Editor : Haris Rizky A. dan Gusti Bintang K.

Fotografer : Gusti Bintang K.

Ketegangan di Hari ke-2 Aldakawanaseta Climbing Competition IV

Minggu, 31 Maret 2019 tepatnya di Wall Climbing yang baru saja diresmikan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Pada hari kedua acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV ramai dikunjungi para penonton lomba panjat dan ada yang berjualan pada stand makanan yang sudah disediakan panitia di sekitar area.

Atlit Panjat tebing yang menjadi peserta pada lomba ACC IV tidak hanya dari kalangan laki-laki, peserta perempuan tidak mau kalah dalam lomba tersebut. Terbukti banyak peserta perempuan yang mampu mencapai puncak dinding pada lomba kategori Lead Climbing.

Antusias Peserta semakin terlihat pada hari kedua, disini mereka melakukan babak kualifikasi yang nantinya menentukan akan lanjut ke Semifinal dan dilanjut final pada hari terakhir. Perlombaan seperti ini dapat mengasah kemampuan para atlit panjat tebing dari berbagai daerah. Ada juga peserta yang mengelami cidera pada bagian lengan mereka, beberapa peserta tergelincir ketika memanjat. Meski begitu semangat peserta lain tidak menurun. Babak kualifikasi tersebut diadakan dari pagi hingga malam dikarenakan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi. Semakin malam justru banyak peserta yang berhasil sampai ke titik puncak.

Tidak hanya peserta yang bersemangat, para pengunjung acara ACC IV yang menonton notabenya penikmat olahraga panjat tebing. Mereka dengan semangat menyemangati para peserta dengan sorakan andal masing-masing. Tidak hanya datang untuk menonton perlombaan, para pengunjung juga disuguhi dengan wisata kuliner pada stand makanan yang sudah disediakan oleh panitia di dekat area perlombaan.

Peserta yang setiap tahunya datang dari berbagai daerah selalu diberikan fasilitas yang lengkap dari panitia Aldakawanaseta. Fasilitas seperti tempat untuk permalam tidak lupa para peserta disediakan makanan tiga kali sehari. “Saya sangat berterimakasih kepada Udinus dan dari Aldakawanaseta karena sudah membuat acara perlombaan panjat tebing, terimakasih juga untuk Udinus yang sudah memberikan segala fasilitasnya untuk kami semua harapan saya kedepannya perlombaan panjat tebing di Udinus ini semakin besar di tambah seperti borderan dan lain sejenisnya pokoknya nambah maju Udinus”, ungkap Saimasyuri Gunawan salah satu peserta dari DKI Jakarta.

Penulis : Prihatiningsih

Editor : Gusti Bintang K. dan Haris Rizky A.

Fotografer : Mahatma Yudha

Kemenpora Resmikan “Wall Climbing” Aldakawanaseta Udinus pada ACC IV

Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) IV pada Sabtu, 30 Maret 2019 diawali dengan peresmian bangunan Wall Climbing baru Universitas Din Nuswantoro (Udinus). Bangunan baru tersebut terletak di antara gedung F dan Gedung B.

Acara peresmian dihadiri oleh Kementrian Pemuda dan Olah Raga, Dwi Agus Susilo. Wakil Rektor II bidang keuangan udinus sekaligus pembina UKM Aldakawanseta, Dr ST. Dwiarso Utomo SE,M.Kom,Akt,CA.  Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Dr. Kusni Ingsih,MM.

Panjat tebing merupakan kegiatan olahraga ekstrem yang dilakukan di tebing alam bebas biasanya didaerah pegunungan yang banyak bebatuan. Olahraga ini sangat digemari para generasi muda masa kini, oleh karena itu seiring berkembangnya zaman panjat tebing kini bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu pergi ke gunung yang biasa disebut wall climbing atau tebing buatan untuk panjat tebing. Wall climbing saat ini bukan hanya sekadar olahraga penyalur hobi saja namun bisa diperlombakan.

Kegiatan ACC IV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Aldakawanaseta Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Udinus. Yang bertempat di halaman Gedung D UDINUS. Peserta perlombaan panjat tebing dibagi menjadi 5 kategori, yaitu Lead umum putra putri,  lead mahasiswa pecinta alam putra putri, lead putra putri, speed umum putra putri, dan pelajar putra putri tingkat nasional. Peserta berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Vinka Rima Rinjani salah satu peserta kategori lead mapala putri yang berasal dari Denpasar, Bali. Ia berharap supaya Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya “Acara ini bagus, saya berharap untuk tahun berikutnya bisa ngadain seperti ini lagi”, ungkapnya.

Nur Khalisa salah satu perserta dari DKI Jakarta berhasil sampai top runner di kategori Lead pelajar putri. Ia merasa puas dan senang karena bisa sampai top runner kesannya untuk acara ini “acaranya sangat mewah, seluruh acaranya dari awal sampai akhir sudah difasilitasi penuh sama Mapala Udinus” tutupnya.

Penulis : Laily Makrifatul Hidayati

Editor : Haris Rizky A.

Fotografer : Dessyta Meilina Eriza

Wall Climbing Baru, Aldakawanaseta Gelar Climbing Competition IV

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam, Aldakawanaseta kemarin Jumat, 29 Maret 2019 baru saja kelar mengadakan Technical Meeting untuk acara Aldakawanaseta Climbing Competition (ACC) yang diadakan tiap dua tahun sekali dan sekarang adalah tahun ke-4 ACC dilaksanakan. Kegiatan lomba yang berlangsung selama empat hari nanti akan diadakan di wall climbing Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), tepatnya dibelakang gedung F Udinus.
Peserta dengan jumlah 476 orang ini datang dari berbagai pelosok negeri yaitu Medan, Palembang, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan, Flores, Jogja, Banten, Purbalingga, dan Kota Semarang sendiri. Datang dari jauh pasti memiliki harapan besar untuk pulang membawa piala. Contohnya seperti Anggi, pelajar dari Purbalingga yang turut serta memeriahkan acara ACC IV ini dengan menekan target minimal tiga besar, meskipun ia mengikuti dua cabang nomor atau kategori yaitu Lead Pelajar Putri dan Speed Pelajar Putri.
“Perbedaannya terasa sekali dengan adanya penambahan kategori speed dan kebetulan wall kami baru saja selesai dibuat. Tak hanya itu, event kami ini juga di support langsung oleh Ristek Dikti dan Kemenpora”, ungkap Yogi Swandi (Kotes) selaku Ketua Umum Mapala Aldakawanaseta.
Sebanyak 476 peserta nantinya akan melakukan panjatan dan sekaligus mencoba wall climbing baru dari Udinus untuk Aldakawanaseta karena benar-benar baru selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan di hari pertama perlombaan.
Perlengkapan untuk kegiatan panjat harus selalu baru, supaya keamanan dan kenyamanan peserta saat melakukan perlombaan dapat terjamin. “Kendalanya ada di perlengkapan, terlebih jika kegiatan panjat, alatnya harus ada pembaruan semua. Untuk peserta, kami sudah melampaui target yang diberikan dari akademik sebesar dua kali lipat”, tambahnya Aisyah Ning Arumsari (Sriwet) selaku Ketua Acara Aldakawanaseta Climbing Competition IV.
Dengan adanya dinding yang baru saja selesai dibangun itu, Aldakawanaseta semakin giat dan bersemangat untuk mencetak prestasi. Terlebih, dinding baru pun kini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon peserta untuk mencobanya di ACC IV ini.

Reporter : Gusti Bintang Kusumaningrum
Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum
Editor : M. Haris Rizky A.
Fotografer : Mahatma Yudha

DKV Udinus Gelar Pameran Manunggaling, Ingatkan Guyub Bersama

SEMARANG (11/03) – Jurusan Desain Komunikasi Visual adakan pameran perdananya di galeri gedung H Universitas Dian Nuswantoro. Pameran ini ditujukan untuk mengenalkan karya-karya mahasiswa angkatan 2018 yang notabene masih tergolong mahasiswa baru.

Ada 35 karya dari 85 karya. Karya yang lolos langsung di seleksi oleh Dosen DKV Udinus. Karya yang dipamerkan diantaranya poster, fotografi, kolase, ilustrasi, typography, dan kolase.

Mengusung konsep guyub bersama, pameran dengan tema Manunggaling “Kayuh Serentak Langkah Sepijak” ini menampilkan karya yang kental akan gotong royongnya. Karya yang ditampilkan sengaja dibuat agar sesuai dengan tema mereka.

“Kita mengangkat isu dari anak muda zaman sekarang, banyak yang sudah tidak peka dengan lingkungan masing-masing. Kita ingin menghilangkan krisis etika tersebut, kita ingin mengingatkan kembali indahnya guyub bersama, bekerja sama. Setiap tugas berat jika di lakukan bersama akan sangat mudah” Ujar Azriel Fala Ananta selaku ketua pelaksana pameran angkatan DKV 2018.

Pameran yang akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, telah menyedot banyak pengunjung di awal pembukaanya. Salah satunya adalah Prasetyawan Mahasiswa D3 Teknik Informasi, ia mengatakan bahwa karya yang ditampilkan sudah menarik mata pengunjung, terutama kolase yang dinilainya sangat lah unik.

“Semakin semangat untuk mengembangkan karya-karya yang ditampilkan, dan dekorasi dapat ditambahkan agar semakin menarik minat pengunjung” Tutupnya.

Reporter : Shabrina Edelweiss

Fotografer : Imam Shodiqin

Can I Call U, Love? – #10 Saksi

Lupakan. Lupakan kejadian-kejadian yang lalu, yang sudah-sudah, yang kemarin, biar jadi memori untuk dikenang. Sekarang, berjalan sendiri-sendiri adalah jalan keluar yang baik. Bukan untuk disesali karena telah bertemu, karena setiap pertemuan, ada perpisahan. Pertemuan singkat dengannya nyatanya pernah membuatku tertawa, merasa nyaman, merasa bahwa aku saat itu memiliki polisi yang siap menjagaku seharian penuh, meski jika malam yang menjagaku adalah teman kosku, bukan dia.

Pertemuan kami yang terakhir adalah pertemuan kami di meja food court kampus. Kurasa hari itu adalah hari perpisahan kami, dimana seharusnya kami berdua sudah memahami bahwa kami akan memilih jalan masing-masing yang berbeda tanpa adanya komunikasi verbal. Sebuah tamparan keras bagiku saat itu, karena ternyata yang membuatnya jauh adalah aku sendiri karena bermaksud memberinya ruang sendiri namun malah lepas hempas begitu saja tanpa pamit.

Aku masih ingat pada malam harinya setelah kami bertemu di food court, ia menelponku.

“Hai”, sapanya lebih dulu.

“Iya, hallo”

“Lagi apa?”

“Lagi Youtube-an sih, gimana ik?”

“Aku bingung ik”

“Bingung kenapa?”

“Kalo cewek itu suka cemburuan ya?”, tanyanya.

Pertanyaannya kali ini benar-benar membuatku kaku. Hampir tak mampu menjawab. Namun kuberanikan untuk menjawab meski terbata-bata karena gugup.

“I i i iya, bisa jadi, kenapa?”

“Pantesan dia tadi cemburu pas kamu nyamperin aku ngajakin ngobrol berdua”, ia tertawa seolah-olah ia tak tahu perasaanku bahwa akulah sebenarnya orang yang cemburu karena melihatnya duduk berdua.

“Oh ya?”, jawabku sudah rada malas.

“Iya! Eh, kalau aku nembak dia besok gitu, terlalu cepet ga sih?”

Astaga, demi Neptunus! Ini rasanya aku sedang ditampar pakai batu ratusan kali. Ternyata selama ini memang ia tak punya rasa, hanya saja butuh teman cerita dan kebetulan aku mungkin ada. Mungkin aku satu-satunya orang yang nyaman ia ajak curhat dan berbagi keluh kesahnya. Pantas saja, ada beberapa momen yang waktu itu ia sudah mulai menjauh tiba-tiba. Kupikir memang ia sibuk kuliah atau organisasinya. Ternyata ini penyebabnya. Aku sejujurnya tak tahu pasti kapan ia mulai berhubungan lagi dengan mantannya. Apakah dari sejak pertama kali kencan? Atau memang barusan ketika liburan semester? Ah pikiranku sudah melayang bebas.

“Mmmm, emang kamu deketin dia sejak kapan? Kok gak pernah cerita?”, pertanyaanku kali ini sedikit menjebak, supaya aku tahu sebenarnya sejak kapan ia mendekati kembali mantannya itu.

“Barusan sih, dua minggu lalu kalau ga salah”

Ah, ‘kan, bener! Sialan! Berarti memang ruang sendiri itu adalah bumerang untukku! Jika tahu hasilnya akan seperti ini, aku nggak akan biarkan dia lengah ‘lah.

“Sekitar dua minggu yang lalu itu, aku ketemu dia di reuni sekolahku dulu, terus ya udah, ngobrol, nyaman lagi, kebetulan dia lagi jomblo juga. Terus minggu lalu sempet pergi nonton juga, ke rumahnya, dia katanya mau bikin kue, aku suruh nyobain. Yaudah deh, menurutmu gimana? Tembak sekarang gak?”, imbuhnya di telepon.

Tidak perlu kuceritakan ‘kan, tentang apa yang terjadi pada diriku malam itu. Aku hancur ‘lah, itu pasti dan tidak bisa kupungkiri. Tetapi aku lagi-lagi berusaha untuk tetap tenang dan tidak memperlihatkan bahwa aku sedang hancur, karena orang lain termasuk dia hanya boleh melihat senyumku, yang baik-baik tentangku, biar yang buruk hanya aku dan Tuhan yang tahu.

“Oh gitu, ya…kalau kamu sudah mantap sama pilihanmu, silakan aja mas. Keburu nanti dia diambil sama yang lain ‘kan…”, aku menjawab sembari mengusap air mataku yang jatuh, untung saja ini hanya telepon, ia tak akan bisa melihatnya.

“Besok deh, besok jam 8 aku jemput kamu, kita siapin tempat yang romantis di taman Romansa, nanti dia aku bawa kesana setelah kita selesai siapin semuanya, oke?”, ajaknya dengan sangat berantusias.

“Mmmm, aku gak bisa mas, maaf. Besok aku udah ada janji sama temen-temen”, aku berbohong padanya.

“Ah batalin aja sama temenmu itu, sekali-kali bantuin aku, emang mau kemana?”

“Mm mm mm, ke… kemana ya…itu…”, jawabku gugup karena bingung mau menjawab apa.

“Ah kamu boong ‘kan, aku tahu kali. Pokoknya besok pagi aku jemput kamu”, langsung mematikan teleponnya.

Pagi sekali, bahkan sebelum jam 8 ia sudah mengetuk pintuku, mengucap salam dan langsung masuk sebelum kubukakan pintu dan kujawab salamnya. Setelah itu aku dibawanya ke taman Romansa dekat bandara yang baru saja selesai diresmikan oleh Pak Ganjar Pranowo sebulan yang lalu. Dengan menggendong tas ranselnya yang berisikan banyak barang untuk didekor sesuai kemauannya nanti. Sesampainya disana, langsung saja ia mendekor seromantis mungkin, kemudian setelah semuanya selesai, ia menelpon mantannya yang sebentar lagi akan menjadi kekasihnya lagi.

“Kamu dimana? Aku jemput sekarang ya, ikut aku”, katanya.

Tak lama kemudian setelah ia pergi menjemput mantannya itu, ia sudah kembali dengan menutup mata mantannya. Kemudian ketika berhenti didepan tulisan “Do you want to come back to me?” matanya dibuka dari penutup mata. Mantannya mengangguk dan menangis, kini akhirnya mantan tersebut sudah kembali menjadi tambatan hatinya lagi. Ia memeluk pacarnya yang masih menangis karena memang dekorasi yang ia suguhkan sungguh romantis.

Aku hampir tak percaya bahwa ia akan melakukannya didepan mata kepalaku sendiri, dan akulah yang sedari tadi pagi diributkan untuk membuat rencananya berjalan sesuai ekspektasinya. Akulah satu-satunya orang yang menjadi saksi bisu bertemunya kembali dua insan yang telah lama tak bertemu kemudian menjadi saling mencinta lagi setelah sekian lama pernah saling menjauhi karena tak ingin disakiti lagi.

RRI Beri Sosialisasi Mahasiswa Semarang Tentang Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia pada 17 April mendatang, menyita perhatian warga untuk berlomba-lomba mendukung dan berusaha memenangkan pasangan calonnya masing-masing. Sampai warga menghalalkan segala cara untuk membuat pasangan calonnya menang. Pesta demokrasi ini berlangsung ramai terlebih adanya pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden untuk periode 2019-2024 ini.

Radio Republik Indonesia (RRI) Kota Semarang kemudian memberi penyuluhan untuk generasi milenial terkait cara memilih yang benar versi zaman sekarang pada 5 Maret 2019 di Gedung Prof. H. Soedarto, SH, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Acara yang dimoderatori oleh Tukul Arwana ini berlangsung meriah dengan menghadirkan tokoh-tokoh menarik seperti Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo selaku Gubernur Lemnahas RI, Sarwa Pramana selaku asisten yang mewakili Gubernur Jawa Tengah berhalangan hadir. Kemudian Dr. Federik Ndolu, S.Sos, M.Si selaku Dewan Pengawas LPP. Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH. M.Hum serta Ikhwanudin, S.Ag selaku Komisioner KPU Jawa Tengah dan perwakilan dari Polda Jawa Tengah

Tukul Arwana memandu acara tersebut yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Semarang dan disiarkan langsung di RRI. Dengan tema “Memilih Itu Juara – Pesta Demokrasi Jaman Now” itu, Letnan TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa “Pemilih milenial itu juara, untuk meraup peserta pemilu, milenial di perebutkan dalam tahun politik. Setelah terdaftar, pilihlah secara cerdas. Pilih sesuai aspirasi”.

“Kepolisian sudah melakukan operasi mantapbrata sejak Desember 2018 hingga pesta demokrasi selesai untuk membantu mensukseskan pemilu 2019. Hal ini juga dilakukan serentak di seluruh daerah di Indonesia”, kata perwakilan Polda Jawa Tengah.

RRI sebagai salah satu media pemberitaan netral pemilu 2019, begitu juga pada pemilu selanjutnya. Karena salah satu tugas RRI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, hiburan, tetapi tidak mempropaganda politik.

Penulis : Gusti Bintang Kusumaningrum