Wartadinus Rayakan Hari Jadi ke-9 Setelah Reorganisasi

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Kampus Wartadinus merayakan hari jadinya yang ke-9 setelah melaksanakan reorganisasi kepengurusan pada Minggu, 21 Juli lalu. Kegiatan yang dihadiri oleh anggota aktif beserta alumni tersebut sekaligus melepas rasa lelah setelah 2 minggu menjalani Ujian Akhir Semester.

UKM Pers Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) telah melalui berbagai perjalanan panjang sejak 1997 dan sempat vakum di tahun 2005 sampai 2006. Hal tersebut ditandai dengan beberapa perubahan nama. Pada awal terbentuknya pers kampus dengan nama Info Dian, kemudian berganti menjadi Udinews, Radiasi dan saat ini, dikenal dengan nama Wartadinus.

UKM Wartadinus resmi terbentuk dan aktif kembali sejak tanggal 22 Juli 2010. Kini sembilan tahun sudah perjalanan Wartadinus mewarnai kampus sebagai wadah jurnalistik dalam menyuarakan ide, pendapat dan pikiran para mahasiswa. Tak hanya menyampaikan berita aktual, Wartadinus ikut berperan aktif dengan membuat beberapa acara yang bertemakan jurnalistik yakni Pelatihan Jurnalistik Dasar (PJD), Dinus Photowalk, Dinus Moviescreen dan Mini Workshop Jurnalistik yang telah sukses dilaksanakan selama periode 2018/2019.

Salah satu anggota LPM Wartadinus, Lily Tania Innezaputri (19) merasa senang bisa bergabung dengan Wartadinus semenjak dirinya mengikuti open recruitmen pada Dinus Inside 2018. Selama satu tahun bergabung, ia merasa bisa mendapatkan banyak pengalaman dan relasi melalui praktik jurnalistik secara langsung dengan melakukan beberapa liputan. “ya senang lah, dari awal open recruitment juga udah asyik, apalagi bisa kenal sama kakak tingkat dan teman-teman satu angkatan dari jurusan lain dan lebih tahu berorganisasi itu seperti apa,” ujarnya.

Berbeda dengan Inez, anggota Wartadinus lainnya Putri Riskyana Dewi mengungkapkan perasaannya yang sangat berkesan saat menjadi panitia di beberapa Event yang diadakan oleh Wartadinus beserta keseruannya saat evaluasi setelah acara. “Gabung di Wartadinus tambah pengalaman, teman pun juga otomatis bertambah sih, senang banget. Senang bisa ikut menjadi panitia di beberapa acara Wartadinus dan menjadi bagian dari Wartadinus juga,” ungkapnya.

Harapannya di hari jadi ke-9 Wartadinus ini ke depannya bisa lebih baik lagi, sukses dan lebih banyak menghasilkan prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Penulis : Safira Nur Ujiningtyas

Fotografer : Muhammad Hanif Rosyadi

Pulang

Hai Bujang, tidakkah kau ingin kembali?

Tak adakah sanak saudaramu yang kau rindukan?

Kembalilah Bujang, kembali ke Kampungmu, disana

Kampung yang dulu kau elok elokan padaku

Tengoklah ayah dan ibumu sanak famili yang selalu menanti

Hai Bujang

Ayah ibumu pasti sudah lama menanti

Atau bahkan mereka sudah lelah menantimu pulang Bujang

Bujang

Sudah cukup ilmu yang kau cari, apalagi yang kau tunggu bujang?

Atau haruskah ayah ibumu ke liang lahat dulu baru kau akan pulang?

Wahai Bujang

Jangan jadi sepertiku

Sebatang kara tanpa seorang pun peduli

Hidup terlunta lunta tanpa sanak famili

Bahkan jika aku mati

Tak akan ada yang menghampiri

Wahai Bujang

Pulanglah Bujang, pulang

-elmeida(04/12/2018)

*terinspirasi dari novel Pulang karya Tere Liye

LPM Paraga Adakan Visitasi ke LPM Wartadinus

Lembaga Pers Kampus (LPM) Paraga Universitas Soegijapranata, Semarang mengadakan visitasi di LPM Wartadinus pada Sabtu, 20 Juli 2019. Bertempat di basecamp Wartadinus Gedung F Lantai 2.9, Universitas Dian Nuswantoro. Acara tahunan ini dihadiri oleh 8 perwakilan dari LPM Paraga dan 5 perwakilan dari LPM Wartadinus.

Kegiatan visitasi yang dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan pengenalan profil dari kedua LPM serta program kerja yang sudah dilakukan selama satu periode. Selanjutnya diadakan sharing pengalaman antar keduanya, baik itu masalah program kerja, SDM, perekrutan, hingga tanggapan kampus masing-masing.

“Tujuan diadakannya visitasi ini adalah untuk sharing bertukar pendapat, ide, serta menilik perkembangan LPM di Semarang,” ungkap Agatha, ketua pelaksana visitasi dari LPM Paraga.

“LPM Wartadinus sendiri dipilih karena dinilai sudah baik dalam pengembangan berita dalam media online,” tambah Agatha.

“Dengan adanya visitasi ini diharapkan kami dapat berbagi pengalaman serta mencari tau plus minus supaya dapat dijadikan acuan serta saran kami menjadi kebih baik kedepannya dan juga semoga tali silaturahmi sebagai sesama pers mahasiswa tetap terjalin baik dan suatu saat bisa bekerjasama,” tutur Gusti Bintang, Pimpinan Umum Wartadinus.

Penulis : Mila Elmeida

Editor : Juliana Heidi

Fotografer : Dokumentasi LPM Paraga Unika

Terima Kasih

Sudahkah kau ucap 2 kata yg sering lupa terkata?
Bukan “Aku Cinta”, “Rasa Cinta” atau apa yg ada dikepala cintamu itu

Kata itu hanya “Terima kasih”
Dua kata yg sering lupa kau ucap
Ketika ibumu telah repot-repot membangunkanmu
Ketika ayahmu mengantarmu ke sekolah
Ketika adikmu memberimu kue favoritnya
Ketika kau turun dari naik ojek
Ataupun ketika selesai memesan makanan

Dua kata itu sebenarnya sangat amat melekat pada diri kita
Tapi mirisnya banyak yg bilang kalau mau ucap kata itu dia gengsi
“Gak perlu bilang lah, kan udah tugasnya”
“Masa harus bilang terus”

Hey, tahukah kamu
Hanya dengan kata itu kamu bisa merubah raut muka seseorang
Contohnya ibumu saat membangunkanmu di pagi hari
Saat kau bangun dengan segera dan tiba-tiba kamu memeluknya lalu berkata “Terima kasih ibu, aku sayang ibu”
Tentu saja ekspresi ibumu yg awalnya muram Karena anak gadisnya yg tak kunjung bangun Padahal ayam sudah berkokok
Berubah jadi senyum manis

Renungkanlah, kata ini memang sederhana
Hanya “Terima Kasih” yang kau ucap bisa merubah sekitarmu.
Terima kasih sudah membaca ini.
Semoga menjadi pelajaran bagimu.

                                                                            -elmeida.
KPUR Udinus Adakan Debat Jelang Pemira 2019

Komisi Pemilihan Umum Raya (KPUR) Udinus melaksanakan agenda tahunan sebelum dilaksanakannya Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) yaitu Debat Pemira 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro pada Senin (1/07) pada pukul 09.55 WIB. Diikuti oleh 9 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur fakultas, satu pasangan calon presiden mahasiswa, serta tiga calon ketua umum Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (DPM-KM) Universitas Dian Nuswantoro.

Yoga Wahyu Riyadi, ketua pelaksana dari acara ini mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menerapkan unsur-unsur demokrasi serta agar mahasiswa umum tahu apa saja gagasan yang akan diberikan oleh calon-calon pemimpin.

“Debat ini sangat memicu adrenalin, dari teman-teman berlomba-lomba untuk berargumen entah kedepannya akan dipakai untuk kita atau tidak, tapi saat ini sangat membantu untuk merlatih public speaking.” Ujar Evant Alviando calon ketua DPM-KM no urut 3.

Reta, Tim sukses no urut 2 DPM-KM mengatakan bahwa dengan adanya debat lebih bisa meyakinkan pendukungnya, para calon dapat memaparkan visi misinya dengan lebih jelas. Selain itu, Reta juga menambahkan bahwa dari debat ini dapat dipilih siapa yang terbaik dan diharapkan bisa kerja nyata untuk fakultas dan universitas.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Biro Kemahasiswaan yaitu Valentina Widya serta Etika. “Saya harap apa yang dilakukan disini bisa bermanfaat untuk kedepannya, bahwa kalian sebagai pasangan calon  dari fakultas dan universitas bisa menjadi jembatan antara mahasiswa dan universitas.” Ujar Valentina Widya dalam pidatonya.

“Saya berharap akan tercipanya jiwa keorganisasian dan kepemimpinan pada diri mahasiswa Udinus, karena mahaisiswa cenderung acuh dengan keorganisasian. Jadi harapannya agar bisa menimbulkan rasa keorganisasian pada mahasiswa,” tutup Yoga.

Penulis & Fotografer : Mila Elmeida

Pemilihan Duta Genre Kota Semarang 2019 Berlangsung Meriah

Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) kota Semarang 2019 berlokasi di Aula Gedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada Sabtu (29/06). Pasangan Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono dinobatkan sebagai Duta Genre Semarang 2019.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menghadirkan 30 peserta duta genre dan akan diambil 5 pasang finalis untuk menuju babak final. Lima pasangan tersebut yaitu Kevin Satria Sahida dan Nadila Nailufar, Reza Nanda Pratama dan Vincalanizha Octalia, Dwi Joko Setiyono dan Putri Shinditya Ramadhani, Wihamara Elvando Swantara dan Atin Anggraini Surono, Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Untuk maju ke babak berikutnya 5 pasangan maju satu persatu untuk mengambil pertanyaan yang diambil secara acak dan dibacakan oleh moderator. Setiap peserta diberi waktu 1 menit untuk menjawab setiap pertanyaan. Tentunya finalis memberikan jawaban terbaik mereka dan membuat penonton bersorak untuk menyemangati dan memberikan tepuk tangan apresiasi.

Selanjutnya 3 pasangan yang berhasil melanjutkan ke babak terakhir yaitu Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono, Wihamara Elvando Swantara dan Vincalanizha Octalia, Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Selanjutnya ketiga pasangan diberi pertanyaan secara langsung oleh juri dan diberi waktu 1 menit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Setelah juri berunding selama 30 menit akhirnya dapat diumumkan bahwa gelar Duta Genre didapatkan pasangan Reza Nanda Pratama dan Atin Anggraini Surono. Pemberian mahkota dan pemasangan selendang diberikan oleh Duta Genre 2018.

Juara Runner up didapatkan oleh pasangan Wihamara Elvando Swantara dan Vincalanizha Octalia, sedangkan juara ketiga yaitu Reza Ishar Rifai dan Devita Savitri. Ada juga juara favorit yang diambil melalui voting, yaitu Wihamara Elvando Swantara dengan 182 suara dan untuk Finka Ladisa dengan 189 suara. Sekar Ayu juga mendapat bingkisan dari Candra butik sebagai best former untuk acara pada malam tersebut.

Acara final pemilihan duta genre juga memberikan beberapa hiburan musik dan menghadirkan duta genre dari tahun 2016 untuk melakukan fashion show dan mempromosikan batik Margaria.

Penulis :  Haris Rizky Amanullah

Editor : Mila Elmeida

Fotografer : Gusti Bintang Kusumaningrum

POLIJE Rebut Juara Pertama Untuk Divisi Baru KRTMI

Final Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) berhasil rebut juara pertama. POLIJE berhasil kalahkan 24 tim yang bertanding dalam divisi baru Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional dan memenangkan pertandingan dengan poin mutlak yaitu Panen Raya.

Pertandingan dimulai dengan kecepatan penuh dari tim POLIJE dari zona persiapan menuju zona pertama yaitu penanaman bibit badi. Pada zona pertama 3 bibit padi berhasil ditanamkan dalam sekejap oleh POLIJE dan mendapat 30 poin. Kemudian dengan mudah robot dari tim POLIJE berhasil melewati rintangan 3 polisi tidur untuk menuju ke zona berikutnya, zona kedua. Pada zona tersebut robot harus menjatuhkan rumput liar. POLIJE berhasil menjatuhkan 2 rumput liar tanpa menjatuhkan bibit padi yang sudah tertanam. Tantangan terakhir yaitu memanen padi dan mengangkatnya setinggi 20cm. Sekali lagi POLIJE dengan lincah menaiki tanjakan menuju tempat padi yang harus dipanen. Dengan berhasil memanen tanpa menjatuhkan padi yang sudah ditanam tim TANOKER_IR64 berhasil memenangkan pertandingan final dengan poin Panen Raya. Pertandingan final tersebut berlokasi di Gedung Sport Center Graha Padma pada pukul 13.00 WIB pukul Minggu (23/6).

Juara kedua diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta (ABHINAYA) dan dilanjutkan juara ketiga diraih oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PANGGALUNG MP).

Zainul Mustain sebagai ketua tim TANOKER_IR64 merasa senang dan tidak menyangka bisa memenangkan pertandingan pada divisi yang masih baru ini. Timnya sudah mendapatkan poin Panen Raya sebanyak 5 kali selama pertandingan KRI Nasional 2019. Strategi dari kemenangan mereka tergantung dari start dan ukuran robot yang sesuai dengan lahan sawah. “Strateginya start awal harus lebih cepat kemudian menanamnya harus pas dan sama ukuran sawahnya, ukuran antarmagnet itu 40cm. Jadi pemenang pertama juga enggak menyangka sih, soalnya kaget juga pertama kali datang belum dikasih tahu kalau harus memotong, jadi kami mempersiapkan dan mendesain kembali untuk alat pemotongnya,” ungkapnya bahagia.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

VI ROSE Dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Gelar Juara Pertama di KRSTI 2019

Tim VI ROSE dari Institut Sepuluh Nopember Surabaya mendapat juara pertama di ajang Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) 2019 Tingkat Nasional pada Minggu 23 Juni 2019 di venue Graha Padma Semarang.

Menampilkan kesan apik dari babak penyisihan hingga grand final, tim VI ROSE dari Institut Teknologi SepuluhNopember berhasil mengalahkan 14 tim dari berbagai perguruan tinggi di Inonesia. Di babak empat besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (VI ROSE) mendapatkan skor 83,2 sehingga mengalahkan Universitas Ahmad Dahlan (LANANGE JAGAD) dengan skor 72,5 diposisi kedua, Universitas Tadulako (RATARO 04 ) di urutan ketiga dengan skor 71,6 dan di posisi keempat dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (ERISA)  dengan skor 65,8.

Nafis Taqiyudidin salah satu peserta dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjelaskan banyak persiapan yang telah ia dan tim lakukan untuk mendapatkan juara di tingkat Nasional ini. “Jadi persiapan yang dilakukan mulai dari kontes di regional itu jadi acuan kami apa saja yang kurang, penambahan gerakan dan juga evaluasi terus kami lakukan untuk tampil di ajang nasional kali ini” ujar Nafis Taqiyuddin peserta KRSTI dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain mendapat juara pertama Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga mendapat Best Artistik di divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia. Sehingga di divisi ini Institut Tekonologi Sepuluh Nopember menyabet dua piala sekaligus. Tidak hanya itu tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember juga mendapat juara di divisi lain di KRI 2019 dan sekaligus menyabet juara umum di Kontes Robot Indonesia 2019.

Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Tingkat Nasional yang dilakukan selama tiga hari mulai dari 20-23 Juni 2019 di Venue Graha Padma Semarang. Yang mempertandingkan 121 tim dari 64 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Indonesia.

Penulis            : Lily Tania Innezaputri

Fotografer : Lily Tania Innezaputri

Editor  : Mila Elmeida

Semifinal, POLIJE dan UNY Rebut Perhatian Penonton dengan Persaingan Sengit

Semifinal Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI) dimenangkan oleh Tim TANOKER_IR64 dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) dan ABHINAYA dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Semifinal yang berlokasi di Sport Center Graha Padma pada Minggu (23/6/2019) 11.30 WIB.

Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Ujung Pandang hibur penonton dengan pertandingan yang menegangkan. Pasalnya kedua tim pernah mendapatkan panen raya di pertandingan mereka sebelumnya. Pada pertandingan kali ini kedua tim juga berhasil mendapatkan poin maksimal dan berebut panen raya. Kemenangan didapat POLIJE yang sanggup mendapatkan Panen Raya lebih dulu dalam waktu 02.46 menit dan menang secara mutlak. Dengan begitu tim TANOKER_IR64  dari POLIJE sudah mendapatkan poin panen raya untuk ke tiga kalinya.

Sedangkan pertandingan selanjutnya mempertemukan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Bhayangkara Surabaya,  UNY menggunakan strategi menjatuhkan rumput liar bersama dengan benih padi yang dilanjutkan memanen padi dan mendapatkan poin maksimal 90 namun tidak dapat Panen Raya. Hasil akhir dari pertandingan tersebut UNY berhasil menang dengan poin 90 : 45. Kedua tim yang lolos akan berhadapan di final untuk merebutkan gelar juara KRTMI pertama di Indonesia.

KRTMI merupakan divisi baru yang di perlombakan pada Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 tingkat Nasional. Divisi tersebut memiliki waktu 1 menit untuk persiapan dan 3 menit pertandingan. Poin maksimal yang bisa didapatkan yaitu 90 poin. Namun kemenangan mutlak bisa diperoleh dengan poin Panen Raya di mana peserta dapat memanen padi tanpa menjatuhkan benih padi yang sudah tertanam.

Di dalam venue terdapat 6 divisi lomba yakni KRTMI yang merupakan divisi baru, selain itu ada Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) beroda.

KRI Nasional 2019 merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika. Ajang tersebut nantinya akan dipertandingkan di Graha Padma Sport Center dan diselenggarakan pada 20-23 Juni 2019. Kontes Robot Indonesia tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 64 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang terbagi dalam 121 tim.

Penulis : Haris Rizky Amanullah

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum

UMM Juara KRPAI 2019 Kalahkan 21 Tim

Universitas Muhammadiyah Malang atas nama tim (DOME) Berhasil keluar menjadi juara pertama pada divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) pada Minggu (23/6) mengalahkan 21 peserta yang bertanding pada divisi ini.

Tim DOME-Universitas Muhammadiyah Malang menang mutlak dengan perolehan skor akhir 3,44 melalui tiga babak penyisihan, yang selanjutnya dari tiga babak dilakukan akumulasi skor hingga menghasilkan skor akhir. Pada babak penyisihan ketiga  area pertandingan dirubah lebih lebar dan banyak ruang kosong  sebagai  rintangan bagi para robot, terdapat tiga ruang kosong tambahan yang turut di hadirkan, rintangan boneka kucing juga masih dipergunakan untuk mengecoh permainan.

Dari pengalaman melewati perlombaan terdapat kurang menenakan bagi salah seorang peserta, yang mana pada babak penyisihan pertama robot mengalami trouble dan tidak bisa beroperasi dan sempat tertinggal skor dengan tim lain, namun pada sisa waktu yang terus berjalan robot dapat beroperasi kembali.

“Saya dan tim nggak nyangka bisa menang jadi juara, karna pas penyisihan pertama, tim saya kena gangguan teknis robot nggak bisa mengenali sensor handphone yang dinyalakan, tapi alhamdulillah diluar dugaan ke babak penyisihan berlanjut tim kami tampil sangat maksimal,” ujar Bahri dari tim pemenang Universitas Muhammadiyah Malang.

Dengan hasil pengumuman final yang berhasil di laksanakan hari ini banyak keunggulan lebih dari divisi KRPAI, dimana memberikan tiga penyisihan secara langsung kepada para peserta lomba, yang mana peserta turut diberi kesempatan guna mempersiapakan kembali robot masing-masing tim tanpa harus melewati babak emilinasi perbabak dan langsung menyisahkan empat juara utama dari hasil akumulasi yang di hadirkan.

Penulis : Mirna Walyani

Fotografer : Tim Humas

Editor : Gusti Bintang Kusumaningrum