Peringati Hari Statistik Nasional, BPS ajak Komunitas Sosialisasi Sensus 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menggelar talkshow dalam rangka peringatan Hari Statistik Nasional yang jatuh pada tanggal 26 September bersama 25 komunitas di Kota Semarang.
Acara ini berlangsung pada Rabu malam (25/09/2019) pukul 19.00 WIB di Gedung Oudetrap kawasan Kota Lama Semarang. Dengan mengangkat tema “Membangun Literasi Data Berbasis Komunitas”, kegiatan talkshow berjudul Ngobras “ngobrol santai bareng komunitas” tersebut berlangsung secara komunikatif. Setiap tamu undangan mendapatkan souvenir berupa kaos, topi dan tumbler bertuliskan sensus 2020 dan acara diawali dengan makan malam bersama. Sebagai hiburan iringan lagu dari Bigbro entertainment menjadikan kesan santai pada acara tersebut semakin terlihat.
Acara talkshow tersebut menghadirkan tiga pembicara dari tiga bidang yang berbeda untuk membahas mengenai peran komunitas pada sensus penduduk 2020. Pembicara pertama ialah Prie GS yang merupakan seorang budayawan nasional dengan karya bukunya tentang kehidupan. Penjelasan mengenai komunitas dan semangat ia tuturkan secara humor namun memiliki pesan penting, “Komunitas yang baik itu ya yang berkomunitas atau berkumpul” tuturnya.
Pembahasan kedua yaitu mengenai program pemerintah Kota Semarang yang bernama Smart City. Disampaikan langsung oleh Bambang Pramusinto, SH, S.IP, M.SI, selaku kepala Diskoninfo Kota Semarang yang menjelaskan salah satu program tersebut ialah Smart Society, dimana kebutuhan untuk sosialisasi akan dimudahkan oleh pemerintah. Salah satu perwujudan program berupa penyediaan co working place untuk mewadahi para komunitas di Kota Semarang.
Pemateri yang terakhir yaitu Sentot Bangun Widoyono, M.A yang merupakan kepala BPS ( Badan Pusat Statistik )Provinsi Jawa Tengah menyampaikan mengenai adanya perubahan yang akan dilakukan untuk sensus penduduk tahun 2020 nanti. Pada sensus 2020 akan menggunakan metode baru yaitu Combine Method, dimana pendataan yang akan dilakukan dapat didata secara online maupun melalui offline (petugas mendatangi setiap rumah). Beliau juga mengatakan “Membuka peluang untuk sensus penduduk online, memudahan untuk mengakses data kependudukan dengan merubah data hanya menggunakan aplikasi. Jadi, aksesnya tinggal masukkan nomer NIK dan KK”. ujarnya. Kelebihan lain dari sistem ini yaitu masyarakat dapat selalu mengupdate data tanpa perlu mengunjungi kantor dukcapil. Pendataan tersebut telah dilakukan kerjasama dengan pihak dukcapil.
Kemeriahan acara berlangsung hingga sesi tanya jawab dari peserta dan pembicara mengenai apa yang telah dipaparkan. Inti acara yang dilaksanakan ialah pengenalan manfaat informasi statistik untuk para komunitas. Kemudian para komunitas juga diajak untuk mensukseskan program sensus 2020 yang akan datang dengan menyebarluaskan informasi dan agar masyarakat dapat memberikan data sejujur-jujurnya.
Di akhir acara tersebut para peserta diajak dengan sesi foto bersama dan mengucapkan tagline dari sensus 2020 yaitu #MencatatIndonesia.

Penulis : Shaqila Angra Prameswari

Fotografer : Hanif wahyu cahyaningtyas

Editor : Fahmi Fabian

Related Post

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: