Seminar Menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS)

Suasana depan gedung E Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) pada 8 Mei 2017 kemarin nampak berbeda dari biasanya. Banyak mahasiswa yang duduk menggelosor dilantai dan kekehan canda sesekali terdengar. Mereka adalah mahasiswa peserta seminar “Program Kreatifitas Mahasiswa: Siapakan Dirimu dan Kembangkan Potensimu Menuju PIMNAS 2018” yang menunggu jarum jam menujukkan angka 13:00 WIB, tepat acara tersebut berlangsung. Sebelum masuk aula gedung E lantai 3, dimana acara tadi berlangsung, setiap mahasiswa harus mengisi daftar hadir dan setelah itu, panitia akan membagikan snack yang berisi minuman dan makanan kecil. Workshop ini dihadiri 184 mahasiswa yang menerima beasiswa, 54 mahasiswa yang menerima bidik misi, dan 110 mahasiswa yang mewakili berbagai jenis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdapat di Udinus. Total peserta seminar adalah 348 mahasiwa, sehingga suasana meriah begitu terasa.

Seminar

           Seminar bertajuk “Program Kreatifitas Mahasiswa: Siapakan Dirimu dan Kembangkan Potensimu Menuju PIMNAS 2018” merupakan seminar yang diadakan pihak kampus untuk meningkatkan jumlah tulisan ilmiah dan penelitian pada Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro untuk kemudian diseleksi menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Pembicara dalam seminar ini adalah Prof. Ir. Jamasri, Ph.D yang mempunyai jabatan penting di DIKTI sebagai reviewer dan juri seleksi PIMNAS. Dalam seminar ini, beliau memaparkan materi mengenai PKM yang dapat digeluti oleh mahasiswa, membagikan cara bagaimana sebuah PKM dapat lolos seleksi, dan pada bagian akhir dari seminar ini mahasiswa diperkenankan bertanya kemudian Prof. Jamasri –sebutan beliau—menjawab. Dari paparan beliau, kita mengetahui beberapa macam PKM yang dapat digeluti oleh mahasiswa, diantaranya adalah:

  1. PKM-P (PKM-Penelitian) merupakan karya kreatif untuk menjawab permasalahan pengembangan dan teori yang dilaksanakan dengan melakukan penelitian. PKM ini menekankan adanya penelitian dengan metode ilmiah.
  2. PKM-T (PKM-Teknologi) merupakan kreatifitas yang inovatif dalam menciptakan sebuah karya teknologi. Tidak ada penelitian dalam PKM ini.
  3. PKM-M (PKM-Masyarakat) merupakan kreatifitas yang ditujukan untuk memberdayakan atau memajukan suatu masyarakat yang tertinggal.
  4. PKM-K (PKM-Kewirausahaan) merupakan kreatifitas mahasiswa dalam menciptakan peluang pasar dan beorientasi pada profit.
  5. PKM-KC (PKM-Karsa Cipta) merupakan program penciptaan sesuatu hal yang berguna yang didasari atas karsa (keinginanan) dan nalar mahasiswa.
  6. PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis) merupakan penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan dari mahasiswa.
  7. PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah) merupakan penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dibidang pendidikan, penelitian atau pengabdian yang dilakukannya sendiri.

Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.
Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.

       Dalam membuat PKM, mahasiswa harus memiliki kreatifitas atau kemampuan berpikir yang divergen sehingga mampu memberikn alternatif jawaban untuk memecahkan suatu masalah. Ada beberapa ketentuan dalam mengusulkan sebuah PKM, diantaranya adalah; seorang mahasiswa maksimal mengirimkan dua proposal PKM, mahasiswa aktif S1/D1, nama pengusul tidak boleh disingkat, harus memiliki dosen pembimbing, bentuk file harus pdf dan ukuran tak lebih dari 5MB, kemudian mengunggah proposal ke simbolmawa.com. Jika proposal PKM lolos, dikti akan membiaya PKM tersebut agar berkembang dan berguna bagi masyarakat luas.

Valentina Widya, S.s, M.Hum bersama Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.
Valentina Widya, S.s, M.Hum bersama Prof. Jamasri ketika memaparkan materi.

Valentina Widya,S.S, M.Hum, salah satu dosen Udinus yang mendampingi Prof. Jamasri dalam memaparkan materi, berharap kepada mahasiswa agar lebih kreatif dalam menulis proposal ilmiah PKM sehingga PKM tersebut dapat lolos menuju PIMNAS.

 

 

Penulis                 : Muhammad Abdul Malik

Pewawancara     : Dini Cantik Ningtias Santoso dan Muhammad Abdul Malik

Related Post

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: