Salurkan Kepedulian “Solidaritas Sahabat Korban” Adakan Aksi Nyala 1000 Lilin Di Tugu Muda

Salurkan Kepedulian “Solidaritas Sahabat Korban” Adakan Aksi Nyala 1000 Lilin Di Tugu Muda

IMG_20160524_204549

Selasa malam tepatnya tanggal 24 Mei 2016,  dengan tujuan menyalurkan rasa peduli akan maraknya kasus-kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang belakangan ini. Komunitas “Solidaritas Sahabat Korban” dimana terdiri dari PKBI Jateng, Lentera Asa, Graha Mitra, Rayon PMII, UIN, USM, dll mengadakan acara penyalaan seribu lilin di Tugu Muda Semarang.

Acara ini di adakan mulai pukul 18.30 hingga pukul 20.00. Sebagai panitia acara komunitas “Solidaritas Sahabat Korban” juga mengundang para mahasiswa di kota Semarang dan juga masyarakat sekitar untuk turut serta dan menyalurkan rasa pedulinya kepada para korban dengan mengikuti acara penyalaan seribu lilin ini.

Para peserta kemudian membentuk lingkaran, lalu acara ini di mulai dengan pembacaan pidato dan puisi tentang Yuyun yang merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan yang masih gencar diberitakan hingga saat ini. Setelah puisi yang pertama dibacakan para peserta acara ini dibagikan lilin dan menyalakan semua lilin tersebut, sembari mendengarkan puisi kedua yang juga berisikan tentang korban. Namun tidak hanya puisi tentang para korban saja, pada puisi ketiga yang dibacakan adalah sebuah puisi tentang ibu puisi ini berisikan tentang betapa besar pengorbanan ibu dalam mengandung dan membesarkan kita selama ini.

Kemudian para peserta menyampaikan pandangan dan harapan mereka akan kasus-kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang saat ini tengah hangat-hangatnya menjadi pemberitaan. Mulai dari kasus Yuyun siswa SD yang diperkosa oleh 14 orang ABG di Bengkulu dan kasus Eno yang merupakan seorang karyawan pabrik yang tewas setelah diperkosa dan dibunuh dengan sadis menggunakan cangkul, kemudian kasus yang baru-baru ini  terjadi, yakni tewasnya 1 dari 2 korban pemerkosaan oleh 12 pemuda mabuk di Pemalang.

Mereka berharap agar  pemerintah segera menuntaskan kasus-kasus tersebut dan juga lekas mebenahi UUD agar hukuman bagi para pelaku bisa lebih pantas dan membuat mereka jera sehingga dapat menjadi contoh agar kasus kasus semacam ini tidak lagi terjadi dan menjadikan adanya “Yuyun” yang lain. Dan berdoa semoga korban diberikan tempat yang terbaik disisiNya dan juga berharap agar keluarga para korban diberikan ketabahan sehingga dapat menerima kejadian ini dengan lapang.

Tentu kasus-kasus ini tidak hanya bisa berhenti terjadi hanya dengan mengharapkan kontribusi dari pemerintah saja. Meski pemerintah memang sepatutnya lekas membenahi hukum dan perundang-undangan agar membuat jera para pelaku kejahatan. Masyarakat yang lain harusnya lebih berhati-hati dalam bertindak dan memikirkan dampak dari perbuatannya sehingga tidak ada lagi yang melakukan kejahatan-kejahatan semacam ini lagi.

Related Post

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: