Pos Indonesia Tergerus Zaman

Pos Indonesia Tergerus Zaman

63743516logo-pt-pos-indonesiaIlmu Pengetahuan dan Teknologi, sudah terasa tidak asing di telinga khalayak ramai. Jika mendengarnya, yang akan muncul di benak kita adalah teknologi yang kian hebat sekarang ini. Media penyaluran berita pun sekarang sudah sangat mudah. Handphone, internet seperti tidak mengenal batas. Di dunia maya semua orang dari jarak jauh sekalipun dapat menjadi dekat. Itulah teknologi.
Lalu bagaimana dengan media penyaluran berita pada zaman sebelum adanya kemajuan teknologi sekarang ini ? Seperti Pos  Indonesia. Pos Indonesia merupakan salah satu media yang kini sudah mulai jarang untuk disentuh. Dahulu sebelum handphone dan internet mulai tercipta, semua masyarakat khususnya masyarakat indonesia menggunakan jasa Pos Indonesia entah itu untuk berkomunikasi dengan mengirim surat, mengirim wesel, ataupun berkas-berkas ke daerah yang relatif jauh jaraknya.

Sekarang, hal tersebut justru menjadi luntur dan mulai terhapus seiring dengan berkembangnya teknologi. Dengan adanya handphone ataupun internet seakan adanya Pos Indonesia sudah tidak terhiraukan lagi. Jika disebut dalam suatu pertandingan, Pos Indonesia sudah kalah telak dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini.

Apa yang harus dilakukan oleh Pos Indonesia sekarang ini ? Ya, jalan yang harus dilakukan bukan untuk mengalahkan handpone ataupun internet tetapi dengan mengembangkan inovasi yang ada agar Pos Indonesia dapat bertahan dan muncul di permukaan seperti awal berdirinya dahulu. Dengan adanya inovasi yang baru, diharapan Pos Indonesia dapat membantu masyarakat di pelosok Indonesia yang tidak dapat tersentuh oleh teknologi handphone dan internet. Dengan kerjasama dengan pihak lain contonya, dengan mempertimbangkan hal bahwa jaringan dari Pos Indonesia sudah meluas di seluruh penjuru tanah air sehingga jika dapat bekerja sama dengan pihak lain, dapat membantu masyarakat pelosok karena yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas agar dapat menarik di mata masyarakat bukan untuk merobohkan pesaing.

Reporter: Adelia Dini

Related Post

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: